Electronic Journals of UIKA Bogor (Universitas Ibn Khaldun)
Not a member yet
6827 research outputs found
Sort by
Analisis penggunaan metode Ummi dalam pembelajaran Al-Qur’an di SDS Tisa Islamic School
This study is motivated by the lack of maximum differences in the application of supervision and coaching in improving the quality of Qur'an learning in educational institutions SDS Tisa Islamic School, which uses the Ummi method in the Cikarang area. Coaching-based supervision is seen as a more effective approach because it emphasizes assistance that is dialogical, reflective, and sustainable. Through coaching, teachers are encouraged to develop their competence independently but still under systematic and directed guidance. The purpose of this study is to analyze the role of coaching-based supervision in Qur'anic learning and identify its impact on improving learning quality. This study also aims to find out how the application of coaching in the context of the Ummi method. The benefit of this research is that it contributes to the development of effective supervision strategies, as well as being a reference for managers of Islamic education institutions who apply similar methods. This research uses a qualitative approach with a case study type. Data collection techniques were conducted through observation, in-depth interviews, and documentation. The results showed that coaching-based supervision significantly improved teachers' competence, work motivation, and the quality of planning and evaluation of Al-Qur'an learning at SDS Tisa Islamic School.
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum maksimalnya perbedaan penerapan antara supervisi dan coaching dalam meningkatkan mutu pembelajaran Al-Qur’an di lembaga pendidikan SDS Tisa Islamic School, yang menggunakan metode Ummi di wilayah Cikarang. Supervisi berbasis coaching dipandang sebagai pendekatan yang lebih efektif karena menekankan pada pendampingan yang bersifat dialogis, reflektif, dan berkelanjutan. Melalui coaching, guru didorong untuk mengembangkan kompetensinya secara mandiri namun tetap dalam bimbingan yang sistematis dan terarah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran supervisi berbasis coaching dalam pembelajaran Al-Qur’an serta mengidentifikasi dampaknya terhadap peningkatan mutu pembelajaran. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan coaching dalam konteks metode Ummi. Adapun manfaat penelitian ini adalah memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi supervisi yang efektif, sekaligus menjadi rujukan bagi pengelola lembaga pendidikan Islam yang menerapkan metode serupa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi berbasis coaching secara signifikan meningkatkan kompetensi guru, motivasi kerja, serta kualitas perencanaan dan evaluasi pembelajaran Al-Qur’an di SDS Tisa Islamic School.This study is motivated by the lack of maximum differences in the application of supervision and coaching in improving the quality of Qur'an learning in educational institutions SDS Tisa Islamic School, which uses the Ummi method in the Cikarang area. Coaching-based supervision is seen as a more effective approach because it emphasizes assistance that is dialogical, reflective, and sustainable. Through coaching, teachers are encouraged to develop their competence independently but still under systematic and directed guidance. The purpose of this study is to analyze the role of coaching-based supervision in Qur'anic learning and identify its impact on improving learning quality. This study also aims to find out how the application of coaching in the context of the Ummi method. The benefit of this research is that it contributes to the development of effective supervision strategies, as well as being a reference for managers of Islamic education institutions who apply similar methods. This research uses a qualitative approach with a case study type. Data collection techniques were conducted through observation, in-depth interviews, and documentation. The results showed that coaching-based supervision significantly improved teachers' competence, work motivation, and the quality of planning and evaluation of Al-Qur'an learning at SDS Tisa Islamic School.
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum maksimalnya perbedaan penerapan antara supervisi dan coaching dalam meningkatkan mutu pembelajaran Al-Qur’an di lembaga pendidikan SDS Tisa Islamic School, yang menggunakan metode Ummi di wilayah Cikarang. Supervisi berbasis coaching dipandang sebagai pendekatan yang lebih efektif karena menekankan pada pendampingan yang bersifat dialogis, reflektif, dan berkelanjutan. Melalui coaching, guru didorong untuk mengembangkan kompetensinya secara mandiri namun tetap dalam bimbingan yang sistematis dan terarah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran supervisi berbasis coaching dalam pembelajaran Al-Qur’an serta mengidentifikasi dampaknya terhadap peningkatan mutu pembelajaran. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan coaching dalam konteks metode Ummi. Adapun manfaat penelitian ini adalah memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi supervisi yang efektif, sekaligus menjadi rujukan bagi pengelola lembaga pendidikan Islam yang menerapkan metode serupa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi berbasis coaching secara signifikan meningkatkan kompetensi guru, motivasi kerja, serta kualitas perencanaan dan evaluasi pembelajaran Al-Qur’an di SDS Tisa Islamic School
Peran Pendidikan Agama Islam dalam menghadapi tantangan dewasa dini dan madya
Early and middle adulthood is a complex and crucial developmental phase in an individual's life. Islamic Religious Education (PAI) has a strategic role in shaping character and equipping individuals with religious values that can be a provision to face psychological, social, and spiritual challenges. This study aims to examine the contribution of PAI in supporting individual development in early and middle adulthood. The method used is a literature study with a descriptive qualitative approach, referring to relevant classical and contemporary literature. The results showed that PAI plays a role in character building through the internalisation of noble morals as affirmed by Al-Ghazali, as well as supporting spiritual intelligence as described by Nasr. PAI also improves the quality of social relationships in line with Levinson's developmental theory, and assists individuals in stress and emotion management through religious practices as described by Yusuf. In addition, Islamic work values support the development of a productive and meaningful work ethic. These findings indicate the need to strengthen the implementation of PAI as a whole in the education system as well as the support of the social and family environment in shaping a religious and mature personality.
Abstrak
Masa dewasa dini dan madya merupakan fase perkembangan yang kompleks dan krusial dalam kehidupan individu. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan membekali individu dengan nilai-nilai keagamaan yang dapat menjadi bekal menghadapi tantangan psikologis, sosial, dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi PAI dalam mendukung perkembangan individu pada masa dewasa dini dan madya. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif, mengacu pada literatur klasik dan kontemporer yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAI berperan dalam pembentukan karakter melalui internalisasi akhlak mulia sebagaimana ditegaskan oleh Al-Ghazali, serta mendukung kecerdasan spiritual sebagaimana diuraikan oleh Nasr. PAI juga meningkatkan kualitas hubungan sosial sejalan dengan teori perkembangan Levinson, dan membantu individu dalam manajemen stres serta emosi melalui praktik keagamaan sebagaimana dijelaskan oleh Yusuf. Selain itu, nilai-nilai kerja Islami mendukung pengembangan etos kerja yang produktif dan bermakna. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan implementasi PAI secara menyeluruh dalam sistem pendidikan serta dukungan lingkungan sosial dan keluarga dalam membentuk kepribadian religius dan matang.Early and middle adulthood is a complex and crucial developmental phase in an individual's life. Islamic Religious Education (PAI) has a strategic role in shaping character and equipping individuals with religious values that can be a provision to face psychological, social, and spiritual challenges. This study aims to examine the contribution of PAI in supporting individual development in early and middle adulthood. The method used is a literature study with a descriptive qualitative approach, referring to relevant classical and contemporary literature. The results showed that PAI plays a role in character building through the internalisation of noble morals as affirmed by Al-Ghazali, as well as supporting spiritual intelligence as described by Nasr. PAI also improves the quality of social relationships in line with Levinson's developmental theory, and assists individuals in stress and emotion management through religious practices as described by Yusuf. In addition, Islamic work values support the development of a productive and meaningful work ethic. These findings indicate the need to strengthen the implementation of PAI as a whole in the education system as well as the support of the social and family environment in shaping a religious and mature personality.
Abstrak
Masa dewasa dini dan madya merupakan fase perkembangan yang kompleks dan krusial dalam kehidupan individu. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan membekali individu dengan nilai-nilai keagamaan yang dapat menjadi bekal menghadapi tantangan psikologis, sosial, dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi PAI dalam mendukung perkembangan individu pada masa dewasa dini dan madya. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif, mengacu pada literatur klasik dan kontemporer yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAI berperan dalam pembentukan karakter melalui internalisasi akhlak mulia sebagaimana ditegaskan oleh Al-Ghazali, serta mendukung kecerdasan spiritual sebagaimana diuraikan oleh Nasr. PAI juga meningkatkan kualitas hubungan sosial sejalan dengan teori perkembangan Levinson, dan membantu individu dalam manajemen stres serta emosi melalui praktik keagamaan sebagaimana dijelaskan oleh Yusuf. Selain itu, nilai-nilai kerja Islami mendukung pengembangan etos kerja yang produktif dan bermakna. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan implementasi PAI secara menyeluruh dalam sistem pendidikan serta dukungan lingkungan sosial dan keluarga dalam membentuk kepribadian religius dan matang
Pengembangan Teknologi Li-Fi Sebagai Alat Komunikasi Antar Gedung
Penggunaan teknologi Li-Fi sebagai alat komunikasi antar gedung telah menarik perhatian dalam beberapa tahun terakhir. Li-Fi, singkatan dari Light Fidelity, adalah teknologi komunikasi nirkabel dua arah yang berkecepatan tinggi dan mirip dengan teknologi Wi-Fi. Istilah ini dicetuskan oleh Harald Haas dan merupakan sebuah bentuk dari komunikasi yang memanfaatkan cahaya tampak. Teknologi ini dapat menjadi pelengkap komunikasi RF (Wi-Fi atau jaringan seluler). Pengembangan teknologi Li-Fi sebagai alat komunikasi antar gedung telah menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Teknologi ini telah menunjukkan kecepatan transfer data yang lebih tinggi dan keamanan yang lebih baik dibandingkan dengan teknologi Wi-Fi. Li-Fi juga tidak menghasilkan gelombang elektromagnetik yang dapat berdampak negatif pada kesehatan manusia.
Kata Kunci: Light Fidelity, Wi-Fi, Communication Technology, Data Transfer, Keamanan
Analisis Torefaksi Campuran Biomassa Limbah Sawit untuk Aplikasi Co-Firing pada Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Uap Menggunakan Reaktor Fixed Bed
Peningkatan kebutuhan energi pada sektor ketenaga listrikan mendorong pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar alternatif dalam co-firing PLTU. Penelitian ini mengevaluasi karakteristik energi biomassa campuran tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan pelepah sawit melalui proses torefaksi menggunakan oven tipe fixed bed. Sampel berbentuk padat (ER) dan serbuk (EP) dipanaskan pada suhu 200°C, 225°C, dan 250°C selama 15, 30, dan 60 menit dalam kondisi inert. Hasil menunjukkan nilai kalor meningkat dari 18,0 MJ/kg (raw) hingga 22,0 MJ/kg pada 250°C selama 60 menit. Namun, energy yield menurun signifikan hingga 8% pada kondisi ekstrem tersebut. Kondisi optimal diperoleh pada 225°C selama 15–30 menit dengan energy yield tertinggi 89,1%. Sampel EP mengalami degradasi lebih cepat akibat luas permukaan yang besar. Torefaksi terbukti efektif meningkatkan kualitas energi biomassa, namun perlu pengaturan suhu dan waktu untuk menjaga keseimbangan antara efisiensi energi dan rendemen massa.
Keywords: Torefaksi, Biomassa, Nilai Kalor, Co-firing, Konversi Energ
SISTEM MONITORING SUHU AIR DAN NUTRISI KEBUN HIDROPONIK UNTUK TANAMAN SELADA BERBASIS IOT
Tanaman selada merupakan salah satu tumbuhan yang sering dibudidayakan secara hidroponik. Suhu optimal dalam penanaman tumbuhan selada sendiri yaitu pada kisaran 18 °C sampai 24 °C serta diperlukan kondisi nutrisi yang spesifik yaitu 560-840 ppm. Pengecekan yang dilakukan secara teratur, menjadi tantangan tersendiri karena harus dilakukan terus menerus. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat sistem monitoring suhu air dan nutrisi kebun hidroponik untuk tanaman selada berbasis IoT. Sistem dibangun menggunakan argoritma yang sudah ditanamkan pada microcontroller Arduino Mega 2560 dan Esp32, sistem menggunakan LCD dan aplikasi Blynk untuk menampilkan monitoring dan notifikasi. Adapun untuk sistem pendingin menggunakan sistem pendingin peltier. Hasil dari penelitian ini didapat nilai akurasi pengukuran sensor suhu sebesar 98,72% dan sensor TDS sebesar 91,89%, kedua sensor ini layak untuk digunakan. Sistem notifikasi berfungsi dengan baik dalam memberikan peringatan ketika nilai TDS berada di luar kisaran 560-840 ppm, dan mengontrol serta memberikan pemberitahuan ketika sistem pendingin aktif pada suhu di atas 26°C dan mencapai kondisi optimal pada suhu ≤ 24°C.
Kata Kunci : hidroponik, internet of thinks, sensor, sistem monitoring, sistem notifikas
SISTEM KONTROL SPEECH RECOGNITION PADA MINIATUR ELEVATOR: SISTEM KONTROL SPEECH RECOGNITION PADA MINIATUR ELEVATOR
Abstract
Pada masa pandemi covid-19 tentu saja penguna elevator khawatir untuk menekan tombol pada kabin elevator, karena dapat menyebabkan cepat tersebarnya virus covid-19. Atas dasar permasalahan tersebut, dirancanglah sebuah sistem kontrol speech recognition pada miniatur elevator. Miniatur ini menggunakan sistem kontrol speech recognition sebagai penambahan fitur sistem suara untuk menggantikan fungsi tombol bagian dalam pada elevator. Fitur sistem suara ini memakai perangkat voice recognition module V3.1. Komponen ini akan menyalurkan perintah berupa suara yang telah diprogram ke kontrol elevator, sehingga elevator dapat bergerak sesuai angka lantai yang telah diucapkan oleh pengguna. Sistem voice recognition module dapat menerima perintah suara dengan ucapan “satu” untuk ke lantai 1, “dua” untuk ke lantai 2. “tiga” untuk ke lantai 3, dan “empat” ke lantai 4. Pada pengoperasian elevator terdapat pula sistem magnet yang disebut Hall Effect Sensor. Sistem magnet tersebut digunakan sebagai pembaca pada setiap lantai miniatur elevator. Hall Effect Sensor bekerja dengan cara mendeteksi keberadaan magnet di dekatnya. Ketika ada medan magnet cukup kuat berdekatan dengan sensor.
Keywords: speechrecognition, elevator, lift, vr, arduino, micocontroller
RANCANG BANGUN SISTEM PENGUKUR TINGGI, BERAT, DAN SUHU BADAN OTOMATIS BERBASIS ARDUINO
ABSTRAK
Pengukuran tinggi, berat, dan suhu badan di fasilitas kesehatan umumnya masih menggunakan metode pengukuran manual yang seringkali menghadapi berbagai kendala, termasuk ketidakakuratan yang disebabkan oleh faktor manusia, kesalahan pembacaan, dan tidak efisiennya proses pengukuran. Ketersediaan rekam medis adalah tanggung jawab petugas rekam medis, dan jika data tersebut tidak tersedia, hal ini dapat menghambat proses pemeriksaan pasien, karena informasi sebelumnya bisa sangat penting untuk perawatan berkelanjutan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Pengukur Tinggi, Berat, dan Suhu Badan Otomatis Berbasis Arduino. Sistem dibangun menggunakan argoritma yang sudah ditanamkan pada mikrokontroler Arduino UNO dan ESP8266. Sistem menggunakan LCD, Printer, dan aplikasi Blynk untuk menampilkan data hasil pengukuran. Sensor ultrasonik digunakan untuk pengukuran tinggi badan, sensor load cell digunakan untuk pengukuran berat badan, dan sensor suhu MLX90614 digunakan untuk pengukuran suhu badan. Kalibrasi sensor dilakukan dengan membandingkan nilai yang terukur pada alat ukur dengan nilai dari sensor menggunakan regresi linear untuk menentukan akurasi. Hasil dari penelitian ini didapat nilai akurasi pengukuran tinggi badan sebesar 97,59%, berat badan sebesar 99,22%, dan suhu badan sebesar 97,32%. Sistem pengukur tinggi, berat, dan suhu badan otomatis berbasis Arduino berhasil dirancang dan diimplementasikan dengan kinerja yang baik. Data hasil pengukuran dapat ditampilkan secara langsung pada layar LCD, dapat dicetak, ditampilkan pada aplikasi Blynk dan disimpan sehingga memudahkan pemantauan dan analisis data. Dengan nilai akurasi yang diperoleh, sistem pengukur tinggi, berat, dan suhu badan otomatis yang telah dibuat dapat bekerja dengan sangat baik.
Kata Kunci: Pengukuran, Tinggi Badan, Berat Badan, Suhu Badan, Sensor
Selection of Sediment Retention Structure Type in Coastal Reservoir (Case Study of Terboyo Retention Pond, Semarang)
To overcome the problem of flooding and tidal flooding in the city of Semarang, especially in the eastern part of Semarang, the Semarang-Demak Toll Road was built which is integrated with the sea wall. The sea wall is planned to prevent sea water from entering the land area, however, the sea wall will also block the direct flow of several rivers to the sea so that a fairly large coastal reservoir is needed. As in general, coastal reservoirs and retention ponds often experience sedimentation problems which have an impact on the economic value of the reservoir concerned, while in the planning of coastal reservoirs and retention ponds in general they are not equipped with sediment retaining structures. From this study, the results of the selection of the right type of sediment retaining structure to be applied in coastal reservoirs were obtained. The selection of the type of sediment retaining structure in this study used the AHP (Analytical Hierarchy Process) method, which is a decision support model that involves experts who have knowledge and experience in planning or implementing retention ponds or sedimentation in river estuaries. From the results of the global priority analysis above, the weight of each alternative sediment retaining structure is obtained, namely a fixed dam of 33.21%, a vertical movable dam with an upper opening of 31.35%, without a sediment retaining structure of 19.61%, a vertical movable dam with a lower opening of 15.84%. From the results of the AHP analysis above, the highest weight was obtained, which was then used as a decision maker to choose the type of building with the highest value, namely a sediment retaining structure in the form of a permanent dam
Field Static Loading Test on 40.8 m Span PCU Girder Bridge
Field load testing using static loading is widely applied as a non-destructive testing (NDT) method for bridge assessment due to its practicality and ability to provide immediate, on-site results. This approach is suitable for both new and old bridges, requiring strength evaluation to understand the behavior and fundamental characteristics of the bridge. In this paper, 40.8 span PCU Girder Bridge was tested with a static loading test to obtain key performance and response indicators, such as the maximum deflection of the bridge under static load. The research findings showed that the bridge’s maximum deflection was -13.8 mm from the field load test, indicating the bridge structure is below the design limit of -35.7 mm, confirming its capacity to support a 192-ton load. The experimental results indicate that the bridge remains within the elastic range when subjected to the planned test loads. This suggests that the bridge has sufficient load-bearing capacity. Additionally, these findings reflect the current condition of the structure, which can serve as a foundation for ongoing structural health monitoring and future maintenance of the bridge
Geographic Information Systems (GIS)-Based Visualization for Black Spot Identification on the Karanganyar-Matesih Road
The relatively busy traffic movement on Jalan Karanganyar-Matesih causes various transportation problems, including increasing accidents. This study aims to analyze the characteristics of accidents, factors causing accidents, and accident-prone locations (black spots) in Jalan Karanganyar-Matesih which are visualized using A Geographic Information System (GIS). This study uses primary data (road geometric data) and secondary data (data on accident characteristics and factors causing accidents). Black spots can be analyzed and identified by using the Accident Equivalent Number (AEK) and the Upper Control Limit (UCL) method. The results of this study are the type of collision in accidents that often occur on Jalan Karanganyar-Matesih is front-side as many as 72 (42%) incidents, the class of victims with the highest number is minor injuries with a total of 191 (73%) people, the gender and age of drivers who are often involved are male, namely 241 (82%) people, the age of the majority of drivers is 18-30 as many as 128 (43%) people, the type of vehicle that is often involved in accidents is a motorcycle with a total of 272 (92%) vehicles, and the time of the accident often occurs during the day (12.00-18.00) with a total of 61 (37%) incidents. The main factor causing accidents on Jalan Karanganyar-Matesih is human negligence which totals 154 (94%) incidents. The results of the calculation analysis that has been carried out using the AEK and UCL methods obtained 7 segment locations that have AEK values > UCL so that they are indicated to be black spot locations