Electronic Journals of UIKA Bogor (Universitas Ibn Khaldun)
Not a member yet
6827 research outputs found
Sort by
The influence of TikTok usage intensity on Islamic education learning outcomes of student
This study was motivated by the high usage of TikTok among students, which has the potential to affect learning outcomes, particularly in Islamic Religious Education classes. The purpose of this study was to determine the relationship between the intensity of TikTok usage and PAI learning outcomes among 10th grade students at SMKN 3 Salatiga. This study employs a quantitative approach using a correlational survey method. A sample of 96 students was selected using purposive sampling, with criteria including active TikTok users and having received PAI grades in the current semester. Data was collected through a closed-ended questionnaire measuring the duration, frequency, and engagement of TikTok users, as well as documentation of academic performance grades. The analysis results indicate a positive correlation between the intensity of TikTok usage and PAI learning outcomes, meaning that the intensity of TikTok usage significantly influences PAI learning outcomes. This finding suggests the need for an adaptive learning approach tailored to students' digital habits to ensure that PAI content remains effectively conveyed.
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya penggunaan TikTok di kalangan pelajar yang berpotensi memengaruhi hasil belajar, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan TikTok dan hasil belajar PAI pada siswa kelas X SMKN 3 Salatiga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei korelasional. Sampel sebanyak 96 siswa dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria pengguna aktif TikTok dan telah memperoleh nilai PAI pada semester berjalan. Data dikumpulkan melalui angket tertutup yang mengukur durasi, frekuensi, dan keterlibatan pengguna TikTok, serta dokumentasi nilai hasil belajar. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif antara intensitas penggunaan TikTok dengan hasil belajar PAI, yang berarti bahwa intensitas penggunaan TikTok berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar PAI. Temuan ini mengindikasikan perlunya pendekatan pembelajaran yang adaptif terhadap kebiasaan digital siswa agar materi PAI tetap efektif tersampaikan.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya penggunaan TikTok di kalangan pelajar yang berpotensi memengaruhi hasil belajar, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan TikTok dan hasil belajar PAI pada siswa kelas X SMKN 3 Salatiga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei korelasional. Sampel sebanyak 96 siswa dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria pengguna aktif TikTok dan telah memperoleh nilai PAI pada semester berjalan. Data dikumpulkan melalui angket tertutup yang mengukur durasi, frekuensi, dan keterlibatan pengguna TikTok, serta dokumentasi nilai hasil belajar. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif antara intensitas penggunaan TikTok dengan hasil belajar PAI, yang berarti bahwa intensitas penggunaan TikTok berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar PAI. Temuan ini mengindikasikan perlunya pendekatan pembelajaran yang adaptif terhadap kebiasaan digital siswa agar materi PAI tetap efektif tersampaikan.
Kata kunci: TikTok; Intensitas Penggunaan; Pendidikan Agama Islam; Hasil Belajar
Representasi kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam mengembangkan kualitas sekolah melalui supervisi pendidikan Islam
This study was motivated by the importance of the role of school principals in improving the quality of education through Islamic education supervision oriented towards pedagogical and spiritual guidance. This study aims to analyze the representation of transformational leadership values of school principals in the implementation of Islamic education supervision at SMK Muhammadiyah 2 Malang. The research used a qualitative approach with data collection methods in the form of in-depth interviews and participant observation. The research informants included the principal, vice principal, two teachers, and one student. The data were analyzed descriptively and analytically to reveal the forms of programs, policies, and leadership processes that were implemented. The results show that the principal's transformational leadership is represented through several main programs, namely the habit of performing the Dhuha prayer and congregational zikir as a means of fostering students' morals and character, the Al-Qur'an tahsin program to improve Al-Qur'an reading skills in accordance with the school's vision and mission, and the coaching and development of teacher competencies to improve the quality of learning. These programs reflect the four dimensions of transformational leadership according to Bernard M. Bass, namely idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individualized consideration. This study concludes that transformational leadership based on Islamic education supervision contributes significantly to strengthening the quality of education and shaping Islamic character in schools.
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui supervisi pendidikan Islam yang berorientasi pada pembinaan pedagogis dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi nilai-nilai kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi pendidikan Islam di SMK Muhammadiyah 2 Malang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan observasi partisipan. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dua orang guru, dan satu peserta didik. Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk mengungkap bentuk program, kebijakan, dan proses kepemimpinan yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah direpresentasikan melalui beberapa program utama, yaitu pembiasaan shalat Dhuha dan zikir berjamaah sebagai sarana pembinaan akhlak dan karakter peserta didik, program tahsin Al-Qur’an untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai visi dan misi sekolah, serta pembinaan dan pengembangan kompetensi guru guna meningkatkan kualitas pembelajaran. Program-program tersebut mencerminkan empat dimensi kepemimpinan transformasional Bernard M. Bass, yaitu idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional berbasis supervisi pendidikan Islam berkontribusi signifikan dalam penguatan mutu pendidikan dan pembentukan karakter islami di sekolah.This study was motivated by the importance of the role of school principals in improving the quality of education through Islamic education supervision oriented towards pedagogical and spiritual guidance. This study aims to analyze the representation of transformational leadership values of school principals in the implementation of Islamic education supervision at SMK Muhammadiyah 2 Malang. The research used a qualitative approach with data collection methods in the form of in-depth interviews and participant observation. The research informants included the principal, vice principal, two teachers, and one student. The data were analyzed descriptively and analytically to reveal the forms of programs, policies, and leadership processes that were implemented. The results show that the principal's transformational leadership is represented through several main programs, namely the habit of performing the Dhuha prayer and congregational zikir as a means of fostering students' morals and character, the Al-Qur'an tahsin program to improve Al-Qur'an reading skills in accordance with the school's vision and mission, and the coaching and development of teacher competencies to improve the quality of learning. These programs reflect the four dimensions of transformational leadership according to Bernard M. Bass, namely idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individualized consideration. This study concludes that transformational leadership based on Islamic education supervision contributes significantly to strengthening the quality of education and shaping Islamic character in schools.
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui supervisi pendidikan Islam yang berorientasi pada pembinaan pedagogis dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi nilai-nilai kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi pendidikan Islam di SMK Muhammadiyah 2 Malang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan observasi partisipan. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dua orang guru, dan satu peserta didik. Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk mengungkap bentuk program, kebijakan, dan proses kepemimpinan yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah direpresentasikan melalui beberapa program utama, yaitu pembiasaan shalat Dhuha dan zikir berjamaah sebagai sarana pembinaan akhlak dan karakter peserta didik, program tahsin Al-Qur’an untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai visi dan misi sekolah, serta pembinaan dan pengembangan kompetensi guru guna meningkatkan kualitas pembelajaran. Program-program tersebut mencerminkan empat dimensi kepemimpinan transformasional Bernard M. Bass, yaitu idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional berbasis supervisi pendidikan Islam berkontribusi signifikan dalam penguatan mutu pendidikan dan pembentukan karakter islami di sekolah
How do Islamic religious education students understand the relationship between science and religion?
This study aims to map the perceptions of students of the Islamic Education Study Program at Ibn Khaldun University of Bogor regarding the relationship between science and religion and analyze the influence of demographic factors on these perceptions. The research used a field research approach with a survey method through a questionnaire distributed to 155 6th semester students in the range of 2023-2025, with a simple random sampling technique. The data were analyzed based on four typologies of science and religion relations, namely pro-religion conflict, pro-science conflict, independent, and harmonious. The results showed that almost all respondents were at a high level in the pro-religious conflict typology, which indicates the strong position of religion as the main truth reference. In the harmonious typology, about two-thirds of students were in the high category, indicating an integrative tendency between science and religion. Meanwhile, in the independent and pro-science conflict typologies, the majority of students are at a moderate level, indicating a neutral and not yet fully assertive attitude. The findings also showed that the factors of gender, educational background, and school origin did not provide significant differences in perception. This study concludes that PAI students tend to view the relationship between science and religion in a normative-religious manner, with a tendency to be harmonious, and place religion as the main epistemological framework in addressing science.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan persepsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor mengenai hubungan antara sains dan agama serta menganalisis pengaruh faktor demografis terhadap persepsi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan lapangan (field research) dengan metode survei melalui kuesioner yang disebarkan kepada 155 mahasiswa semester VI pada rentang tahun 2023–2025, dengan teknik simple random sampling. Data dianalisis berdasarkan empat tipologi relasi sains dan agama, yaitu konflik pro-agama, konflik pro-sains, independen, dan harmonis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh responden berada pada tingkat tinggi dalam tipologi konflik pro-agama, yang menandakan kuatnya posisi agama sebagai rujukan kebenaran utama. Pada tipologi harmonis, sekitar dua pertiga mahasiswa berada pada kategori tinggi, menunjukkan adanya kecenderungan integratif antara sains dan agama. Sementara itu, pada tipologi independen dan konflik pro-sains, mayoritas mahasiswa berada pada tingkat sedang, yang mengindikasikan sikap netral dan belum sepenuhnya tegas. Temuan juga menunjukkan bahwa faktor jenis kelamin, latar belakang pendidikan, dan asal sekolah tidak memberikan perbedaan persepsi yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mahasiswa PAI cenderung memandang relasi sains dan agama secara normatif-religius, dengan kecenderungan harmonis, serta menempatkan agama sebagai kerangka epistemologis utama dalam menyikapi sains.This study aims to map the perceptions of students of the Islamic Education Study Program at Ibn Khaldun University of Bogor regarding the relationship between science and religion and analyze the influence of demographic factors on these perceptions. The research used a field research approach with a survey method through a questionnaire distributed to 155 6th semester students in the range of 2023-2025, with a simple random sampling technique. The data were analyzed based on four typologies of science and religion relations, namely pro-religion conflict, pro-science conflict, independent, and harmonious. The results showed that almost all respondents were at a high level in the pro-religious conflict typology, which indicates the strong position of religion as the main truth reference. In the harmonious typology, about two-thirds of students were in the high category, indicating an integrative tendency between science and religion. Meanwhile, in the independent and pro-science conflict typologies, the majority of students are at a moderate level, indicating a neutral and not yet fully assertive attitude. The findings also showed that the factors of gender, educational background, and school origin did not provide significant differences in perception. This study concludes that PAI students tend to view the relationship between science and religion in a normative-religious manner, with a tendency to be harmonious, and place religion as the main epistemological framework in addressing science.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan persepsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor mengenai hubungan antara sains dan agama serta menganalisis pengaruh faktor demografis terhadap persepsi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan lapangan (field research) dengan metode survei melalui kuesioner yang disebarkan kepada 155 mahasiswa semester VI pada rentang tahun 2023–2025, dengan teknik simple random sampling. Data dianalisis berdasarkan empat tipologi relasi sains dan agama, yaitu konflik pro-agama, konflik pro-sains, independen, dan harmonis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh responden berada pada tingkat tinggi dalam tipologi konflik pro-agama, yang menandakan kuatnya posisi agama sebagai rujukan kebenaran utama. Pada tipologi harmonis, sekitar dua pertiga mahasiswa berada pada kategori tinggi, menunjukkan adanya kecenderungan integratif antara sains dan agama. Sementara itu, pada tipologi independen dan konflik pro-sains, mayoritas mahasiswa berada pada tingkat sedang, yang mengindikasikan sikap netral dan belum sepenuhnya tegas. Temuan juga menunjukkan bahwa faktor jenis kelamin, latar belakang pendidikan, dan asal sekolah tidak memberikan perbedaan persepsi yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mahasiswa PAI cenderung memandang relasi sains dan agama secara normatif-religius, dengan kecenderungan harmonis, serta menempatkan agama sebagai kerangka epistemologis utama dalam menyikapi sains
Pengaruh Penggunaan Media Sosial Twitter Terhadap Adab Pergaulan Antar Lawan Jenis di Kalangan Remaja Kota Depok
Media sosial menyediakan berbagai fitur yang dapat membantu remaja dalam banyak hal, termasuk untuk berkomunikasi dengan teman-temannya. Di sisi lain, teknologi internet yang memudahkan komunikasi, membawa beberapa pengaruh positif dan negatif. Salah satu aspek yang terpengaruh dari media sosial adalah adab pergaulan dalam media sosial. Remaja yang sedang mengalami transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa rentan terhadap pengaruh negatif, termasuk dari media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan media sosial Twitter pada kalangan remaja di Kota Depok, untuk mengetahui bagaimana adab pergaulan lawan jenis di kalangan remaja Kota Depok, serta untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pada penggunaan media sosial terhadap adab pergaulan lawan jenis di kalangan remaja Kota Depok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaif dengan metode korelasional yaitu mengkaji keterkaitan variabel satu dengan variabel lainnya dalam satu kelompok. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya nilai korelasi didapat nilai korelasi sebesar 0,710 yang terletak antara interval 0,70-0,90 yang artinya terdapat hubungan yang bersifat kuat antara variabel x dan variabel y. Berdasarkan hasil uji hipotesis pada penelitian ini, ternyata terdapat perbedaan yang dapat menjadi pengaruh bagi remaja mengenai penggunaan media sosial Twitter terhadap adab pergaulan antar lawan jenis. Hasil dari uji hipotesis penelitian ini menunjukkan nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,00>0,05 yang berarti Ho ditolak dan H1 diterima hal ini menunjukkan bahwa adanya pengaurh pada penggunaan media sosial terhadap adab pergaulan lawan jenis remaja.
 
Sustainable Design Optimization in Fast-track Projects: A Case Study of Hospitality in Bali
The hospitality industry in Bali faces a significant challenge in adopting green architectural practices amid the increasing demand for fast development through fast-track methods. Although this method accelerates the completion of projects, many criticize its impact on environmental sustainability. This article explores sustainable design optimization strategies in fast-track projects by highlighting elements such as utilizing local materials, energy efficiency, and natural resource management. Case studies on several eco-friendly hotels in Bali were used to develop recommendations for architects and developers to implement design models that accelerate construction without neglecting sustainability. This research uses a qualitative approach with case study methods and in-depth interviews with industry experts. The study results show that applying environmentally friendly technology and structured project management can improve sustainability in fast-track projects. Therefore, the integration of green design practices into fast construction methods is an essential solution to support the environmental sustainability and hospitality industry in Bali
Numerical Analysis of The Effect of Creep on The Settlement and Failure Pattern of Helical Piles Foundations
Peat soil is a unique type of soft soil that has a low bearing capacity and experiences significant creep effect. This inherent challenge necessitates effective improvement methods to enhance its stability, among which helical pile foundations stand out as a viable solution. Despite their promising application, the nuances of how creep influences the performance of these helical piles in peat soil remain largely unexplored. This study aims to analyse the effect of creep on the settlement and failure pattern of helical pile foundations in peat soils. Axis-symmetric two-dimensional numerical analyses using the finite element method were carried out to model helical piles foundations with varying creep indices (Cα) and differing spacings between the helical plates (1D and 3,5D). The results showed that the effect of creep caused the settlement of helical piles to increase as the value of Cα increases. However, the changes of excess pore water pressure around the helical pile foundation were not significantly affected by the variation of Cα value. In addition, the failure patterns of helical piles foundations were not affected by the creep effect, with the failure mechanism still following the cylindrical shear pattern for the 1D inter-plate spacing and the individual bearing pattern for the 3,5D inter-plate spacing. This study provides insight into the importance of considering the effect of creep in the design of helical piles foundations in peat soils for long term use
PENGGUNAAN METODE READ ALOUD DALAM MENINGKATKAN MINAT MEMBACA ANAK DI TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) SAHABAT BUKU KARAWANG
Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mendeskripsikan penggunaan metode read aloud dalam meningkatkan minat membaca anak di Taman Bacaan Masyarakat Sahabat Buku Karawang, 2) Mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat penggunaan metode read aloud dalam meningkatkan minat membaca anak di Taman Bacaan Masyarakat Sahabat Buku Karawang, dan 3) Mendeskripsikan hasil penggunaan metode read aloud dalam meningkatkan minat membaca anak di Taman Bacaan Masyarakat Sahabat Buku Karawang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode read aloud dalam meningkatkan minat membaca anak di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sahabat Buku Karawang menunjukkan bahwa adanya peningkatan minat membaca anak secara positif. Faktor pendukung, seperti ketersediaan bahan bacaan yang memdai, partisipasi orang tua, serta lingkungan sekitar yang mendukung meningkatnya budaya membaca, sementara faktor penghambat berasal dari aspek internal anak dan kendala teknis saat kegiatan berlangsung.
Kata kunci: Metode Read Aloud, Minat Membaca, TBM
 
Transfer Pengetahuan dan Keterampilan Pandai Besi
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses transfer pengetahuan dan keterampilan pada pekerja pandai besi di Desa Teratak, Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar sebagai upaya pelestarian budaya dan penguatan ekonomi lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode naturalistik melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tujuh informan yang terdiri dari pekerja dan pemilik usaha pandai besi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transfer pengetahuan dan keterampilan berlangsung secara alami melalui interaksi langsung antara pekerja lama dan pekerja baru. Pengetahuan ditransfer melalui pengamatan, bimbingan, dan praktik berulang, sedangkan keterampilan tercermin dari kemampuan mempertahankan retensi, melakukan generalisasi, dan mencapai otomatisasi kerja. Proses pewarisan ini berlangsung tanpa pelatihan formal, namun efektif membentuk keterampilan profesional yang berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan transfer pengetahuan dan keterampilan menjadi faktor utama dalam menjaga keberlanjutan industri pandai besi tradisional serta memperkuat identitas budaya dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Kata kunci: Transfer Pengetahuan, Keterampilan, Pandai Bes
PERAN ORANG TUA DALAM MEMBERIKAN STIMULASI TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI
Fenomena yang terjadi dilapangan bahwasanya masih banyak orang tua yang lalai dalam melakukan peranannya sebagaimana mestinya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan tentang peran orang tua dalam memberikan stimulasi terhadap perkembangan kognitif anak usia dini. Lestari (2012:153) bahwa "peran orang tua merupakan cara yang digunakan oleh orang tua berkaitan dengan pandangan mengenai tugas yang harus dijalankan dalam mengasuh anak”. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek penelitian terdiri dari tiga orang tutor serta dua orang tua peserta didik di Rumah Bunda Islaimic Daycare Kecamatan Teluk Jambe Timur Kabupaten Karawang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) orang tua di rumah bunda islamic daycare telah melakukan peranannya dengan baik dimana mereka mencoba meluangkan waktu ditengah kesibukan mereka dalam bekerja untuk memberikan stimulasi. (2) orang tua dan tutor dapat bekerjasama untuk terus mencari materi dan metode yang menyenangkan dalam memberikan stimulasi bagi anak usia dini terhadap perkembangan kognitifnya. (3) hasil yang diperoleh dari pemberian stimulasi ini adalah perkembangan kognitif pada anak usia dini terus meningkat serta dapat menerapkan stimulasi yang telah diajarkan kedalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci : Peran Orang tua, Pemberian Stimulasi, Perkembangan Kognitif Ana
PENGUATAN IDENTITAS KULTURAL MELALUI PENDIDIKAN ORANG DEWASA: TELAAH FILOSOFIS ATAS PRAKTIK ETNO-ANDRAGOGI
Pendidikan orang dewasa berperan penting dalam memperkuat identitas kultural, terutama di tengah arus globalisasi yang mengancam nilai-nilai lokal. Penelitian ini mengeksplorasi pendidikan orang dewasa sebagai ruang transformatif melalui pembelajaran adat di komunitas seni tradisional Kuda Kepang. Studi dilakukan pada Sanggar Samudra Jaya di Bengkulu Utara dengan pendekatan kualitatif etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa proses pembelajaran berlangsung secara organik dan reflektif, melibatkan pengalaman langsung, keterlibatan emosional, serta pemaknaan simbolik dalam setiap aktivitas seni dan ritual. Proses ini sejalan dengan prinsip andragogi seperti pembelajaran berbasis pengalaman dan motivasi intrinsik, namun melampaui pendekatan konvensional dengan memasukkan dimensi spiritual dan identitas kolektif. Oleh karena itu, penelitian ini mengembangkan kerangka etno-andragogi sebagai pendekatan filosofis dan pedagogis yang mengintegrasikan pembelajaran orang dewasa dengan epistemologi budaya lokal. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan studi pendidikan nonformal berbasis komunitas serta menawarkan pendekatan alternatif yang kontekstual dan transformatif. Penelitian ini juga mendukung upaya dekolonisasi pendidikan dan pengakuan terhadap pembelajaran adat sebagai bentuk pengetahuan yang sah dalam memperkuat identitas kultural masyarakat