Electronic Journals of UIKA Bogor (Universitas Ibn Khaldun)
Not a member yet
6827 research outputs found
Sort by
The Influence of Initial Conditions on the Swelling Potential and Swelling Pressure of Cikarang's Expansive Soil
Expansive soil can cause damage to simple constructions such as roads and houses with loads less than 20 kPa. Damage occurs due to the swelling behavior of expansive soil, due to changes in the moisture content of the soil. This research aims to determine the impact of the percentage of swelling potential and swelling pressure on expansive soil in the Delta silicon, West Java. This expansive soil is known to have very high swelling potential criteria. The samples used had variations in moisture content of 27% and 32%, with variations in initial stress of 16 kPa, 36 kPa, 38 kPa, and 42 kPa. The deformation that occurs due to swelling shows that all samples will continue to increase swelling for 4320 minutes (3 days). The results on the value of swelling potential and swelling pressure are influenced by water content. When a sample with a water content of 27% was compressed with a initial stress of 36 kPa, the swelling potential value increased by a maximum of 11%, and the maximum swelling pressure value was 913 kPa. These test results confirm the presence of very high soil swelling in the test area located in the silicon delta. The results of identification and swelling tests in the laboratory show that the development potential value of this land is high, which causes a high level of damage to simple construction
Simulasi Hujan-Debit di DAS Kedung Larangan Menggunakan Software HEC-HMS
Flooding is a problem that often occurs in Indonesia, especially in Bangil-Pasuruan area, where every year always inundates several sub-districts there, 3 sub-districts are often submerged with a depth around 30-50 cm. The Bangil sub-district area is downstream in Kedunglarangan Watershed, where upstream in the Prigen sub-district. With these problems, appropriate mitigation is needed, an approach study in form of flow analysis is needed to provide appropriate handling. The rainfall discharge simulation method is an important tool in hydrology, one of the models used is using HEC-HMS software. Rainfall - discharge simulation in Kedunglarangan Watershed using HEC-HMS software using SCS Curve-Number method on runoff volume, SCS unit hydrograph on direct runoff. In analysis using modeling parameters such as initial abrasion, curve number, and time lag. This study aims to analyze the maximum discharge with a certain return period that can be used a reference in flood mitigation planning. In this study, the peak discharge was found at a 2-year return period of 75.9m3/s, a 5-year return period of 120.5m3/s, a 10-year return period of 154.7m3/s, a 20-year return period of 202.7m3/s, a 50-year return period of 241.6m3/s, and a 100-year return period of 282.7m3/s.Permasalahan banjir merupakan permasalahan yang kerap terjadi di Indonesia. Khususnya di daerah Bangil Pasuruan, tercatat ada 3 kelurahan yang sering terendam dengan kedalaman sekitar 30-50 cm. Wilayah kecamatan Bangil merupakan daerah hilir di DAS Kedung Larangan, dimana hulunya berada di Kecamatan Prigen. Dengan adanya permasalahan tersebut penanggulangan yang tepat sangatlah diperlukan, kajian pendekatan berupa analisis aliran dibutuhkan agar dapat memberikan penanganan yang sesuai. Metode simulasi hujan debit merupakan alat yang penting dalam hidrologi, salah satu model yang digunakan yakitu menggunakan software HEC-HMS. Simulasi hujan – debit di DAS Kedung Larangan menggunakan software HEC-HMS menggunakan metode SCS Curve Number pada volume runoff, SCS unit hydrograph pada direct runoff. Dalam analisisnya menggunakan Parameter-parameter permodelan seperti initial abraction, curve number, dan time lag. Penelitian ini bertujuan menganalisis debit maksimal dengan kala ulang tertentu sehingga bisa digunakan sebagai acuan dalam sebuah perencanaan penanggulangan banjir. Pada penelitian ini ditemukan debit puncak pada kala ulang 2 tahun sebanyak 75,9 m/s, kala ulang 5 tahun sebanyak 120,5 m3/det, kala ulang 10 tahun adalah 154.7 m3/det, kala ulang 20 tahun yaitu 202,7 m3/det, kala ulang 50 tahun adalah 241,6 m3/det, dan kala ulang 100 tahun yaitu 282,7 m3/det
Penilaian Green Building Gedung Kuliah B Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung Berdasarkan Kriteria Green Building Council Indonesia
Lampung University plays an active role in implementing and campaigning for green development, so a study is needed that can be used as part of the implementation of the Green Building concept. The selection of the location of Building B FEB is based on the condition of the building which is still new so that it is expected to be easier to improve. The research method includes a survey of building conditions, interviews, and assessment of six green building criteria based on the Green Building Council Indonesia (GBCI) version 1. These criteria include Appropriate Site Development (ASD), which emphasizes the selection of a location and sustainable management of the surrounding environment; Energy Efficiency and Conservation (EEC), which focuses on reducing energy consumption and implementing energy-saving technologies; Water Conservation (WAC), which highlights the efficiency of water use and management; Material Resource and Cycle (MRC), which refers to the use of environmentally friendly and easily recycled materials; Indoor Health and Comfort (IHC), which includes air quality, lighting, acoustics, and occupant thermal comfort; and Building Environmental Management (BEM), which focuses on sustainable building operations, including waste management and maintenance. The results of the survey and field analysis show that the total Green Building assessment score of Building B FEB Unila is 37, which is in the Bronze category. Efforts that can be made to increase this value include the commitment of the entire academic community in environmental campaigns, reducing the use of private motor vehicles, and water conservation in building management.Universitas Lampung turut berperan aktif dalam menerapkan dan mengampanyekan pembangunan hijau, sehingga diperlukan suatu kajian yang dapat dijadikan sebagai bagian dari penerapan konsep Green Building. Pemilihan lokasi Gedung B FEB didasarkan pada kondisi gedung yang masih baru sehingga diharapkan dapat lebih mudah ditingkatkan. Metode penelitian meliputi survei kondisi gedung, wawancara, dan penilaian terhadap enam kriteria bangunan hijau berdasarkan Green Building Council Indonesia (GBCI) versi 1. Kriteria tersebut mencakup Pengembangan Lokasi yang Tepat (Appropriate Site Development/ASD), yang menitikberatkan pada pemilihan lokasi dan pengelolaan lingkungan sekitar secara berkelanjutan; Efisiensi dan Konservasi Energi (Energy Efficiency and Conservation/EEC), yang berfokus pada pengurangan konsumsi energi serta penerapan teknologi hemat energi; Konservasi Air (Water Conservation/WAC), yang menyoroti efisiensi penggunaan dan pengelolaan air; Sumber Daya Material dan Siklus (Material Resource and Cycle/MRC), yang mengacu pada pemakaian material ramah lingkungan dan mudah didaur ulang; Kesehatan dan Kenyamanan Dalam Ruangan (Indoor Health and Comfort/IHC), yang mencakup kualitas udara, pencahayaan, akustik, dan kenyamanan termal penghuni; serta Manajemen Lingkungan Bangunan (Building Environmental Management/BEM), yang berfokus pada operasional bangunan yang berkelanjutan, termasuk pengelolaan limbah dan pemeliharaan. Hasil survei dan analisis lapangan menunjukkan bahwa total skor penilaian Green Building Gedung B FEB Unila adalah sebesar 37, yang berada pada kategori Bronze. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai tersebut mencakup komitmen seluruh civitas academica dalam kampanye lingkungan, pengurangan penggunaan kendaraan bermotor pribadi, serta konservasi air dalam manajemen gedung
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI BERBANTUAN MEDIA QUIZIZZ TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA
Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi efektivitas pelaksanaan model pembelajaran inkuiri dengan dukungan media Quizizz terkait hasil belajar di bidang matematika sekolah dasar. Bentuk pendekatan yang dimanfaatkan dalam penelitian ini yaitu eksperimen semu dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian ini yaitu 27 siswa kelas V SDN 1 Mindahan. Jenis instrumen penilaian terdiri soal pretest sebagai pengukuran awal dan posttest sebagai pengukuran akhir. Penelitian menunjukkan terdapat peningkatan dalam pencapaian perolehan nilai siswa pasca diterapkannya model pembelajaran inkuiri dengan media Quizizz. Rata-rata nilai pretest sebesar 46,42 meningkat menjadi 84,89 pada posttest. Nilai signifikansi sebesar 0,000 diperoleh dari uji t berpasangan, nilai tersebut lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 dan nilai t hitung 13,108 > 2,060 t tabel. Analisis terhadap nilai N-Gain mengindikasikan bahwa kemampuan akademik siswa mengalami kemajuan dengan kategori sedang hingga tinggi. Atas dasar itu, model pembelajaran inkuiri berbantuan media Quizizz efektif dalam mendorong peningkatan hasil belajar matematika siswa jenjang sekolah dasar.
Kata Kunci : media inkuiri; media quizizz; hasil belajar; matematika; sekolah dasar
The Articel Strategi pembinaan anggota LDK Al-Intisyar dalam meningkatkan nilai-nilai keislaman di Universitas Ibn Khaldun Bogor
The dynamic nature of dakwah varies across eras, differing from the times of the Prophets and their companions. Ali bin Abi Talib once advised, “Educate your children according to their era,” highlighting the need for relevant approaches in each period. As times progress, dakwah activists are increasingly aware of the importance of strategic methods in preaching. This study aims to serve as a reference for the UIKA academic community, dakwah activists, students, and the general public.Using a qualitative ethnographic approach, the research reveals deep insights through interviews, observations, and document analysis. Ethnography emphasizes confidentiality, personal experience, and participation rather than mere observation. Arikunto (2013) describes data collection as a systematic, standardized process to measure variables and answer research questions (Fadilla, 2023: 36).The study identified three main strategies: cadre development, value instillation, and role modeling. Supporting factors include active communication and the benefits members gain in social, cognitive, and affective areas. Inhibiting factors include lack of effective guidance and limited facilities.The findings underline that Islamic dakwah employs diverse strategies and methods, each adapted to its time and challenges. In conclusion: (1) Development strategies help members stay on a righteous path. (2) Members’ adherence to Islamic values is influenced by the effectiveness of guidance.This reflects the enduring importance of evolving dakwah strategies.
Abstrak
Fenomena dakwah yang dinamis berbeda dari satu zaman ke zaman lainnya, tidak sama dengan masa para Nabi dan para sahabat. Ali bin Abi Thalib pernah berpesan, “Didiklah anakmu sesuai zamannya,” yang menegaskan pentingnya pendekatan yang relevan di setiap era. Seiring perkembangan zaman, para aktivis dakwah semakin menyadari urgensi strategi dalam berdakwah. Penelitian ini bertujuan menjadi referensi bagi civitas akademika UIKA, para aktivis dakwah, mahasiswa, dan masyarakat umum. Dengan pendekatan kualitatif etnografi, penelitian ini menggali data secara mendalam melalui wawancara, observasi, dan kajian dokumen. Metode etnografi menekankan kerahasiaan, pengalaman pribadi, dan partisipasi aktif, bukan sekadar pengamatan. Arikunto (2013) menjelaskan bahwa pengumpulan data adalah proses sistematis dengan prosedur baku untuk mengukur variabel dan menjawab pertanyaan penelitian (Fadilla, 2023: 36).Penelitian menemukan tiga strategi utama: metode pengaderan, penanaman nilai, dan keteladanan. Faktor pendukung yang ditemukan adalah keaktifan komunikasi serta manfaat yang dirasakan anggota dalam aspek sosial, kognitif, dan afektif. Faktor penghambatnya meliputi kurangnya efektivitas pembinaan dan keterbatasan fasilitas. Hasil penelitian menegaskan bahwa strategi dan metode dakwah Islam sangat beragam, disesuaikan dengan tantangan dan kondisi zaman. Kesimpulan yang diperoleh: (1) Strategi pembinaan dilakukan untuk menjaga anggota tetap berada di jalan kebaikan. (2) Nilai-nilai keislaman anggota dipengaruhi oleh keberlangsungan dan efektivitas pembinaan. Hal ini menunjukkan pentingnya strategi dakwah yang terus berkembang dari masa ke masa.Fenomena dakwah yang dinamis berbeda dari satu zaman ke zaman lainnya, tidak sama dengan masa para Nabi dan para sahabat. Ali bin Abi Thalib pernah berpesan, “Didiklah anakmu sesuai zamannya,” yang menegaskan pentingnya pendekatan yang relevan di setiap era. Seiring perkembangan zaman, para aktivis dakwah semakin menyadari urgensi strategi dalam berdakwah. Penelitian ini bertujuan menjadi referensi bagi civitas akademika UIKA, para aktivis dakwah, mahasiswa, dan masyarakat umum.Dengan pendekatan kualitatif etnografi, penelitian ini menggali data secara mendalam melalui wawancara, observasi, dan kajian dokumen. Metode etnografi menekankan kerahasiaan, pengalaman pribadi, dan partisipasi aktif, bukan sekadar pengamatan. Arikunto (2013) menjelaskan bahwa pengumpulan data adalah proses sistematis dengan prosedur baku untuk mengukur variabel dan menjawab pertanyaan penelitian (Fadilla, 2023: 36).Penelitian menemukan tiga strategi utama: metode pengkaderan, penanaman nilai, dan keteladanan. Faktor pendukung yang ditemukan adalah keaktifan komunikasi serta manfaat yang dirasakan anggota dalam aspek sosial, kognitif, dan afektif. Faktor penghambatnya meliputi kurangnya efektivitas pembinaan dan keterbatasan fasilitas. Hasil penelitian menegaskan bahwa strategi dan metode dakwah Islam sangat beragam, disesuaikan dengan tantangan dan kondisi zaman. Kesimpulan yang diperoleh: (1) Strategi pembinaan dilakukan untuk menjaga anggota tetap berada di jalan kebaikan. (2) Nilai-nilai keislaman anggota dipengaruhi oleh keberlangsungan dan efektivitas pembinaan. Hal ini menunjukkan pentingnya strategi dakwah yang terus berkembang dari masa ke masa
Analisis nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dalam buku The Art Of Life karya Abu Bassam Oemar Mita
This study aims to analyse the values of Islamic education contained in the book The Art of Life by Abu Bassam Oemar Mita. This book is a non-fiction literary work that is full of moral and spiritual messages that are packaged in reflective and easy-to-understand language. This study uses a qualitative method using a library research approach and content analysis techniques to identify and examine the meanings contained in the text. The results show that this book contains Islamic educational values which include Aqidah values (faith in Allah Ta'ala and patience in facing life tests) and Akhlak values (sincerity, empathy, morals towards oneself, family, and in studying). The book does not explicitly discuss sharia or worship, but conveys these values implicitly through life narratives that guide readers to strengthen their spiritual relationship with Allah Ta'ala and improve themselves morally. This finding shows that da'wah literature such as The Art of Life book can be an effective educational medium in shaping Islamic character amidst the challenges of the modern era.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan Islam yang terdapat dalam buku The Art of Life karya Abu Bassam Oemar Mita. Buku ini merupakan sebuah karya sastra non fiksi yang sarat dengan pesan-pesan moral dan spiritual yang dikemas dalam bahasa reflektif dan mudah dipahami. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan library research (studi kepustakaan) serta teknik analisis isi untuk mengidentifikasi serta mengkaji makna-makna yang terkandung dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ini mengandung nilai-nilai pendidikan Islam yang meliputi nilai Aqidah (iman kepada Allah Ta’ala dan kesabaran dalam menghadapi ujian hidup) serta nilai Akhlak (ikhlas, empati, akhlak terhadap diri sendiri, keluarga, dan dalam menuntut ilmu). Buku ini tidak secara eksplisit membahas syariat atau ibadah, tetapi menyampaikan nilai-nilai tersebut secara tersirat melalui narasi kehidupan yang membimbing pembaca untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah Ta’ala dan memperbaiki diri secara moral. Temuan ini menunjukkan bahwa sastra dakwah seperti buku The Art of Life dapat menjadi media pendidikan yang efektif dalam membentuk karakter Islami di tengah tantangan era modern.This study aims to analyse the values of Islamic education contained in the book The Art of Life by Abu Bassam Oemar Mita. This book is a non-fiction literary work that is full of moral and spiritual messages that are packaged in reflective and easy-to-understand language. This study uses a qualitative method using a library research approach and content analysis techniques to identify and examine the meanings contained in the text. The results show that this book contains Islamic educational values which include Aqidah values (faith in Allah Ta'ala and patience in facing life tests) and Akhlak values (sincerity, empathy, morals towards oneself, family, and in studying). The book does not explicitly discuss sharia or worship, but conveys these values implicitly through life narratives that guide readers to strengthen their spiritual relationship with Allah Ta'ala and improve themselves morally. This finding shows that da'wah literature such as The Art of Life book can be an effective educational medium in shaping Islamic character amidst the challenges of the modern era.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan Islam yang terdapat dalam buku The Art of Life karya Abu Bassam Oemar Mita. Buku ini merupakan sebuah karya sastra non fiksi yang sarat dengan pesan-pesan moral dan spiritual yang dikemas dalam bahasa reflektif dan mudah dipahami. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan library research (studi kepustakaan) serta teknik analisis isi untuk mengidentifikasi serta mengkaji makna-makna yang terkandung dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ini mengandung nilai-nilai pendidikan Islam yang meliputi nilai Aqidah (iman kepada Allah Ta’ala dan kesabaran dalam menghadapi ujian hidup) serta nilai Akhlak (ikhlas, empati, akhlak terhadap diri sendiri, keluarga, dan dalam menuntut ilmu). Buku ini tidak secara eksplisit membahas syariat atau ibadah, tetapi menyampaikan nilai-nilai tersebut secara tersirat melalui narasi kehidupan yang membimbing pembaca untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah Ta’ala dan memperbaiki diri secara moral. Temuan ini menunjukkan bahwa sastra dakwah seperti buku The Art of Life dapat menjadi media pendidikan yang efektif dalam membentuk karakter Islami di tengah tantangan era modern
Factors Influencing The Acceptance of ChatGPT for Students: Analysis of UTAUT2 Framework with Personal Innovativeness
ChatGPT has advanced significantly across various sectors, including education. The growing interest and potential acceptance of ChatGPT among students highlight the importance of understanding learners' perceptions. This study examines variables influencing student adoption and use of ChatGPT, particularly in education. The analysis uses the UTAUT 2 model combined with the PI (Personal Innovativeness) aspect. The factors studied are EE (Effort Expectancy), PE (Performance Expectancy), H (Habit), FC (Facilitating Condition), HM (Hedonic Motivation), and PI toward BI (Behavioral Intention). Data were collected from 101 respondents and quantitative data analysis using IBM SPSS Statistics 27. At the initial stage, the overall influence of all independent variables on BI was tested using the F-test. Then, the partial influence of each independent variable (EE, PE, H, FC, HM, PI) was tested using the T-test. A one-way ANOVA was used to compare BI based on respondent attributes, namely gender (G) and education level (EL). The findings indicated that PE and H are most influential variables on the intention to use ChatGPT. EE, FC, HM, and PI have no significant partial effects. Nevertheless, BI will still impact with 68% when all variables are combined. Gender and education level do not show significant differences in behavioral intention
Perkembangan dan Model Periwayatan Hadis di Lokasi Sebaran Sahabat di Jazirah Arab (Mekkah dan Madinah)
Perkembangan dan model periwayatan hadis sangat dipengaruhi oleh lokasi sebaran sahabat Nabi Muhammad SAW, yang tersebar di berbagai wilayah, terutama di Mekah, Madinah, dan sekitarnya. Setiap lokasi memiliki karakteristik tertentu dalam proses transmisi hadis, baik melalui jalur lisan maupun tertulis. Sahabat yang tinggal di wilayah tersebut memainkan peran penting dalam menjaga keaslian dan otoritas hadis yang disampaikan. Di Mekah, hadis-hadis lebih berfokus pada aspek aqidah dan wahyu, sementara Madinah menjadi pusat utama untuk pengembangan hukum Islam dan tata kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan model periwayatan hadis yang muncul di setiap lokasi sebaran sahabat dan dampaknya terhadap keautentikan serta distribusi hadis di kalangan umat Islam. Pemahaman tentang peran sahabat di lokasi-lokasi ini memberikan kontribusi penting terhadap studi hadis dan sejarah Islam secara keseluruha
PENGUATAN KOMPETENSI GURU MELALUI PELATIHAN PEMANFAATAN METODE PEMBELAJARAN BERPUSAT PADA PESERTA DIDIK
Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar melalui pelatihan intensif dalam metode pembelajaran berpusat pada peserta didik. Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak akan pergeseran paradigma mengajar dari yang berpusat pada guru (teacher-centered) menjadi berpusat pada siswa (student-centered). Metode pelatihan yang digunakan adalah kombinasi antara pemaparan teori dan lokakarya praktis yang melibatkan guru secara aktif. Materi utama yang disampaikan meliputi empat pilar pembelajaran inovatif: Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL), Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL), Pembelajaran Kolaboratif, dan Pembelajaran Berdiferensiasi. Hasil pelatihan menunjukkan transformasi signifikan dalam cara pandang dan praktik mengajar para peserta. Guru tidak lagi melihat diri mereka sebagai satu-satunya sumber pengetahuan, melainkan sebagai fasilitator yang memandu proses eksplorasi siswa. Mereka telah dibekali dengan keterampilan nyata untuk merancang kegiatan pembelajaran yang otentik dan relevan, seperti merancang proyek yang memicu kreativitas atau menyajikan masalah nyata yang menantang siswa untuk berpikir analitis. Dampak paling nyata adalah peningkatan kesadaran dan kepercayaan diri guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang dinamis, relevan, dan memberdayakan. Kesimpulan dari program ini adalah bahwa pendekatan praktis dan kolaboratif dalam pelatihan guru efektif untuk menumbuhkan mentalitas pendidik yang siap mewujudkan pembelajaran yang mendorong siswa menjadi pembelajar yang kritis, kreatif, dan kolaborati
FACTORS OF CORONARY HEART DISEASE IN AMOUNT OF AGES > 35 YEARS IN THE TANJUNG MORAWA REGION
Although coronary heart disease (CHD) is not contagious, its prevalence is increasing globally and in Indonesia. According to estimates, coronary heart disease will account for 36% of all deaths in 2020, making it the leading cause of death. This figure is twice as high as the death rate from cancer. The aim of this study was to identify risk factors for coronary heart disease in residents of Tanjung Morawa District aged over 35 years. To collect data for this research, 30 respondents filled out a previous questionnaire which was created using Google Form and validated. Three out of thirty respondents in Tanjung Morawa Regency, who were over 35 years old, suffered from coronary heart disease. Physical activity, smoking habits, and diet all impact the prevalence of coronary heart disease