Electronic Journals of UIKA Bogor (Universitas Ibn Khaldun)
Not a member yet
    6827 research outputs found

    PERGESERAN KEDUDUKAN KOMISI PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI DALAM RUMPUN KEKUASAAN EKSEKUTIF BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2019 TENTANG KOMISI PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI

    No full text
    Penelitian ini membahas pergeseran kedudukan Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK) dalam rumpun kekuasaan eksekutif berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pergeseran tersebut telah memunculkan berbagai pandangan mengenai independensi KPK sebagai lembaga negara yang memiliki peran sentral dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konsep, dan analisis historis. Data penelitian dikumpulkan melalui studi pustaka yang mencakup peraturan perundang-undangan, dokumen hukum, serta literatur terkait. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi perubahan yang terjadi pada posisi dan fungsi KPK dalam sistem ketatanegaraan, khususnya setelah diundangkannya Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan kedudukan KPK yang kini berada di bawah rumpun kekuasaan eksekutif berimplikasi pada tantangan dalam menjaga independensi dan efektivitasnya. Oleh karena itu, diperlukan penguatan mekanisme checks and balances serta jaminan independensi institusional untuk memastikan KPK tetap menjalankan tugasnya secara optimal dalam memberantas tindak pidana korupsi

    PEMBAHARUAN SISTEM PEMIDANAAN : ANALISIS EFEKTIVITAS KEBIJAKAN HUKUM PIDANA DAN PROGRAM REHABILITASI ANAK DI LEMBAGA PERMASYARAKATAN KELAS I SEMARANG

    No full text
    Pembaharuan sistem pemidanaan merupakan suatu upaya transformatif dalam mewujudkan prinsip reintegratif, khususnya dalam konteks perlindungan hak-hak anak yang berkonflik dengan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas implementasi kebijakan hukum pidana serta program rehabilitasi bagi anak di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang. Metodologi penelitian yang digunakan bersifat normatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur, dan analisis terhadap instrumen hukum serta kebijakan terkait. Subjek penelitian meliputi aparat penegak hukum, warga binaan pemasyarakatan, praktisi rehabilitasi, dan stakeholders dalam sistem peradilan anak. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa meskipun kerangka hukum pidana Indonesia telah menginkorporasikan prinsip-prinsip perlindungan anak melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) beserta regulasi turunannya, implementasinya di Lapas Kelas I Semarang masih dihadapkan pada berbagai kendala struktural. Faktor-faktor seperti keterbatasan infrastruktur, defisit sumber daya manusia yang kompeten, serta dominannya pendekatan retributif mempengaruhi optimalisasi program rehabilitasi. Namun demikian, intervensi berbasis edukasi, pengembangan kapasitas vokasional, dan pendekatan psikososial telah menunjukkan dampak positif dalam proses reintegrasi anak, walaupun belum mencapai tingkat yang maksimal. Penelitian ini juga mengidentifikasi pentingnya kolaborasi multisektoral antara pemerintah, lembaga pemasyarakatan, komunitas, dan organisasi non-pemerintah untuk memperkuat proses reintegratif. Rekomendasi kebijakan yang dirumuskan meliputi penguatan kapabilitas aparat pemasyarakatan, optimalisasi sarana rehabilitasi, serta pengembangan program pascarehabilitasi untuk menjamin keberlangsungan reintegrasi sosial anak. Temuan ini memberikan kontribusi akademik dan praktis bagi pengembangan sistem pemidanaan yang lebih humanis dan efektif, khususnya dalam konteks perlindungan hak anak di Indonesia. Kata Kunci: Pembaharuan sistem Pemidanaan, Efektivitas Kebijakan Pidana, Rehabilitasi Anak, Lembaga Pemasyarakatan, Reintegratif

    ANALISA YURIDIS PERJANJIAN TERAPEUTIK DOKTER HEWAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM PERDATA (STUDI KASUS : PUTUSAN NOMOR 376/PDT.G/2022/PN. CBI)

    No full text
    Penyelenggaraan kesehatan hewan diemban oleh pemerintah pusat dan daerah serta masyarakat melalui otoritas veteriner dalam kerangka sistem kesehatan hewan nasional (Siskeswannas). Sementara itu, pelayanan kesehatan hewan meliputi jasa laboratorium veteriner, pelayanan jasa laboratorium pemeriksaan dan pengujian veteriner, pelayanan jasa medik veteriner, dan/atau pelayanan jasa di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan). Dalam penelitian ini Peneliti akan membahas putusan perkara perdata nomor 376/Pdt.G/2022/PN. Cbi., seorang pasien pemilik hewan yang telah bertahun-tahun mempercayakan perawatan Kesehatan hewan peliharaannya kepada klinik hewan Marcelo Exist Pet Center, Cabang Kota Wisata (selanjutnya disebut Klinik Hewan), mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap Klinik Hewan dengan sangkaan adanya perbuatan penipuan atas pencatatan gelar salah satu dokter hewan yang berpraktik, tindakan dokter hewan yang tidak profesional karena tidak melakukan persetujuan dari pasien (Informed Consent) dalam pengambilan tindakan medis dan dugaan adanya perbuatan malpraktik dalam melaksanakan tugas, adapun permasalahan yang dibahas adalah Bagaimana ruang lingkup hubungan hukum perdata antara dokter hewan dengan pasien/pemilik hewan dalam perjanjian terapeutik? Bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam mengadili sengketa keperdataan dalam Putusan Nomor 376/Pdt.G/2022/Pn. CBI? Jenis penelitian ini adalah yuridis normatif, yaitu penelitian terhadap asas-asas hukum merupakan suatu penelitian yang bertujuan untuk menemukan asas hukum atau doktrin hukum positif yang berlaku. Penelitian tipe ini lazim disebut studi dogmatic atau penelitian doctrinal (doctrinal research). Simpulannya adalah hubungan hukum medis veteriner baik secara lisan, tertulis maupun diam-diam merupakan hubungan hukum keperdataan berupa perikatan yang miliki hak dan kewajiban, sehingga hubungan tersebut terjalin secara konsensualisme dan dengan itikad baik dan Pertimbangan Hukum Hakim Dan Amar Putusan dalam Putusan Nomor 376/Pdt.G/2022/Pn. Cbi., sudah sangat tepat karena secara hukum suatu perbuatan malpraktik hanya dapat ditentukan oleh pihak yang berwenang dalam hal ini Majelis Kehormatan Perhimpunan dan Etika Profesi Veteriner PDHI. Kata kunci: Perjanjian Terapeutik, Medis Veteriner dan Perbuatan Melawan Hukum

    PERTANGGUNGJAWABAN PERDATA ATAS PERBUATAN MERUSAK REPUTASI SESEORANG DALAM PERSPEKTIF ONRECHTMAHMATIGEDAAD

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pertanggungjawaban perdata atas perbuatan merusak reputasi seseorang dalam perspektif onrechtmatige daad sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 KUH Perdata. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan teknik studi kepustakaan sebagai dasar utama dalam pengumpulan data. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana unsur-unsur perbuatan melawan hukum dalam hukum perdata Indonesia dapat mencakup pelanggaran terhadap reputasi sebagai bagian dari hak kepribadian, serta bagaimana mekanisme ganti rugi dan pembuktian kerugian, baik materiil maupun immateriil yang dilakukan dalam gugatan perdata. Hasil analisis menunjukkan bahwa unsur “melawan hukum” dalam Pasal 1365 KUH Perdata telah mengalami perluasan makna, meliputi pelanggaran terhadap norma kesusilaan, kepatutan, dan hak kepribadian meskipun tidak secara eksplisit diatur dalam peraturan tertulis. Perlindungan hukum terhadap reputasi tidak hanya berfungsi secara represif, tetapi juga bersifat restoratif, yang bertujuan memulihkan martabat korban melalui kompensasi finansial maupun tindakan simbolik. Penelitian ini menegaskan bahwa hukum perdata tidak hanya menjadi alat pertanggungjawaban, tetapi juga sebagai sarana rekognisi nilai-nilai sosial dan kemanusiaan yang hidup dalam masyarakat. Kata kunci: Perbuatan melawan hukum; Ganti Rugi; Reputas

    The Teacher's Role as a Role Model: Disparities between Students' Expectations and Reality in Senior High School

    Get PDF
    This research aims to analyze teacher role modeling from the perceptions of both teachers and students. This study employs mixed-methods research, combining quantitative and qualitative approaches. Research instruments included questionnaires administered to 25 teachers and 72 students as samples. The results indicate that teachers highly understand the importance of role modeling but feel less emulated by students. Conversely, students perceive teachers as good role models, despite some negative behaviors. This disparity arises from differences in perception between teachers and students, as well as the influence of social media. This disparity is analyzed through social perception theory and its relationship with the concept of social learning in Islam. Impact of this study shows that the effectiveness of role modelling is complex because it is influenced by several factors, including teacher-student interaction and the environment. Keywords: Teacher role modeling; Student perception; Disparity

    Accountability in Guidance and Counseling Services in Madrasah: Challenges and Urgency

    Get PDF
    Management, evaluation, and accountability issues remain problems in guidance and counseling services. This study aims to explore the perceptions of guidance and counseling (BK) teachers in Madrasah Tsanawiyah Bogor regarding accountability in guidance and counseling services. This study uses a descriptive qualitative approach. The research subjects were eight BK teachers at Madrasah Tsanawiyah Bogor who were selected using purposive sampling. Structured interviews were used for data collection. The data were analyzed using thematic analysis. This study found that BK teachers’ perceptions of accountability were divided into five main categories: (1) conceptual understanding of accountability, (2) documentation and reporting practices, (3) barriers to implementing accountability, (4) understanding of MEASURE, and (5) analysis of each aspect of MEASURE. BK teachers understanding of accountability tended to be general, documentation practices were still limited to administrative aspects, and there were various obstacles in the implementation of accountability. The conclusion of this study is BK teachers’ perceptions of accountability are still in the early stages of understanding and basic implementation. Structural interventions such as training, integration of digital documentation systems, and strengthening of regulations are needed to encourage more reflective and collaborative accountability. Keywords: Accountability, Guidance and Counseling Services, Perception, Guidance and Counseling Teachers, Madrasa

    Membangun karakter positif generasi Z dan Alpha: Peran metode pengajaran PAI ala Rasulullah

    Get PDF
    This research analyzes the importance of fostering positive character development in Generation Z and Alpha growing up in a transformative digital ecosystem. The contemporary socio-technological dynamics have resulted in significant changes in the construction of identity, interaction patterns, and value orientations of both generations, creating challenges and opportunities in the character education process. Islamic Religious Education (PAI) provides an epistemological and methodological foundation based on tawhid to build strong personal integrity through the application of prophetic learning strategies inspired by the prophetic biography, including uswatun hasanah, ta'widiyah, and ta'ziz al-qiyam. Comparative analysis shows that the distinctive characteristics of both generations require a pedagogical approach that is adaptive, contextual, and integrated within the digital ecosystem, taking into account their visual-experiential learning preferences and collaborative orientation. This study concludes that the tri-central synergy of education is crucial in creating a coherent educational environment. Furthermore, the development of transformative learning models that integrate Islamic values with 21st-century competencies is necessary to produce resilient, integrity-driven Muslim generations capable of making constructive contributions in a global context, without compromising their Islamic identity. Abstrak Penelitian ini menganalisis pentingnya pembentukan karakter positif pada Generasi Z dan Alpha yang berkembang dalam ekosistem digital yang transformatif. Dinamika sosio-teknologis kontemporer telah mengakibatkan perubahan signifikan dalam konstruksi identitas, pola interaksi, dan orientasi nilai kedua generasi, menciptakan tantangan dan peluang dalam proses pendidikan karakter. Pendidikan Agama Islam (PAI) menyediakan dasar epistemologis dan metodologis yang berlandaskan tauhid untuk membangun integritas pribadi yang kuat melalui penerapan strategi pembelajaran profetik yang terinspirasi oleh sirah nabawiyah, termasuk uswatun hasanah, ta'widiyah, dan ta'ziz al-qiyam. Analisis komparatif menunjukkan bahwa karakteristik distingtif kedua generasi memerlukan pendekatan pedagogis yang adaptif, kontekstual, dan terintegrasi dalam ekosistem digital, dengan mempertimbangkan preferensi belajar visual-eksperiensial serta orientasi kolaboratif mereka. Studi ini menyimpulkan bahwa sinergi tri-sentral pendidikan sangat penting dalam menciptakan lingkungan edukatif yang koheren. Selain itu, pengembangan model pembelajaran transformatif yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kompetensi abad ke-21 diperlukan untuk menghasilkan generasi Muslim yang resilien, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi konstruktif dalam konteks global, tanpa mengurangi identitas keislamannya.This research analyzes the importance of fostering positive character development in Generation Z and Alpha growing up in a transformative digital ecosystem. The contemporary socio-technological dynamics have resulted in significant changes in the construction of identity, interaction patterns, and value orientations of both generations, creating challenges and opportunities in the character education process. Islamic Religious Education (PAI) provides an epistemological and methodological foundation based on tawhid to build strong personal integrity through the application of prophetic learning strategies inspired by the prophetic biography, including uswatun hasanah, ta'widiyah, and ta'ziz al-qiyam. Comparative analysis shows that the distinctive characteristics of both generations require a pedagogical approach that is adaptive, contextual, and integrated within the digital ecosystem, taking into account their visual-experiential learning preferences and collaborative orientation. This study concludes that the tri-central synergy of education is crucial in creating a coherent educational environment. Furthermore, the development of transformative learning models that integrate Islamic values with 21st-century competencies is necessary to produce resilient, integrity-driven Muslim generations capable of making constructive contributions in a global context, without compromising their Islamic identity. Abstrak Penelitian ini menganalisis pentingnya pembentukan karakter positif pada Generasi Z dan Alpha yang berkembang dalam ekosistem digital yang transformatif. Dinamika sosio-teknologis kontemporer telah mengakibatkan perubahan signifikan dalam konstruksi identitas, pola interaksi, dan orientasi nilai kedua generasi, menciptakan tantangan dan peluang dalam proses pendidikan karakter. Pendidikan Agama Islam (PAI) menyediakan dasar epistemologis dan metodologis yang berlandaskan tauhid untuk membangun integritas pribadi yang kuat melalui penerapan strategi pembelajaran profetik yang terinspirasi oleh sirah nabawiyah, termasuk uswatun hasanah, ta'widiyah, dan ta'ziz al-qiyam. Analisis komparatif menunjukkan bahwa karakteristik distingtif kedua generasi memerlukan pendekatan pedagogis yang adaptif, kontekstual, dan terintegrasi dalam ekosistem digital, dengan mempertimbangkan preferensi belajar visual-eksperiensial serta orientasi kolaboratif mereka. Studi ini menyimpulkan bahwa sinergi tri-sentral pendidikan sangat penting dalam menciptakan lingkungan edukatif yang koheren. Selain itu, pengembangan model pembelajaran transformatif yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kompetensi abad ke-21 diperlukan untuk menghasilkan generasi Muslim yang resilien, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi konstruktif dalam konteks global, tanpa mengurangi identitas keislamannya

    PROTOTIPE ALAT PENDETEKSI HALANGAN DAN API BERBASIS ARDUINO UNO PADA TONGKAT PENYANDANG DISABILITAS NETRA

    Get PDF
    Pada hakekatnya manusia mempunyai indera penglihatan yang berfungsi untuk melihat benda atau orang yang ada di hadapannya,  penyandang disabilitas netra adalah orang yang mempunyai keterbatasan pandangan,  untuk itu diperlukan pemikiran untuk merancang  alat yang dapat membantu mendeteksi halangan yang ada di hadapannya, berdasarkan wawancara penulis dengan penyandang disabilitas netra, berdasarkan hal tersebut penelitian ini membuat Prototipe Alat Pendeteksi Halangan dan Api Berbasis Arduino Uno Pada Tongkat Penyandang Disabilitas Netra, yaitu alat yang dapat membantu mendeteksi adanya halangan dan api yang berada di hadapannya, sistem prototipe alat pendeteksi halangan dan api pada tongkat penyandang disabilitas netra berbasis arduino uno ini adalah arduino uno yang bekerja ketika mendapat input dari masing masing komponen utama lainnya seperti sensor ultrasonic, sensor api dan akan secara otomatis memberi output kepada buzzer yang mengeluarkan bunyi yang sesuai dengan perintah dari arduino uno tersebut. Sistem arduino uno ini memerlukan tegangan kerja yaitu sekitar 5 volt, berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh  hasil sebagai berikut: jarak deteksi sensor ultrasonik ke halangan adalah 0 cm sampai dengan 120 cm dan jarak deteksi sensor api ke titik api adalah 0 cm sampai dengan 120 cm. Kata Kunci: Tongkat netra, Arduino Uno, Pendeteks

    IMPLEMENTASI MIKROKONTROLER ARDUINO UNO PADA RANCANG BANGUN ALAT PEMBERSIH FILTER KABIN AC MOBIL OTOMATIS

    Get PDF
      Membersihkan filter AC mobil secara manual dapat mengotori lingkungan sekitar dan berpotensi membahayakan kesehatan karena debu yang bertebaran. Penelitian ini menghasilkan sebuah alat inovatif untuk membersihkan filter kabin AC mobil secara semi otomatis. Rancangan  ini  menggunakan sensor debu GP2Y1010AU0F untuk mengetahui tingkat kotor filter yang  dilengkapi dengan tempat khusus untuk menampung debu hasil pembersihan. Rancangan dilengkapi buzzer dan LED sebagai pemberitahuan proses pembersihan sudah selesai. Dengan menggunakan mikrokontroller arduino menjadikan proses pembersihan lebih efektif karena terdapat sensor debu yang akan mendeteksi kadar debu pada filter kabin AC mobil kotor. Alat pembersih filter kabin AC mobil otomatis terdapat dua bagian, alat pembersih dan kotak kontrol yang jadi satu kesatuan. Program arduino uno dibuat dengan sofware arduino IDE untuk mengatur sistem pada alat. Terdapat selisih kecepatan angin pada filter kabin AC mobil kotor dan baru berbahan serat sebesar 0.6 m/s. Selisih kecepatan filter dibersihkan dengan filter kotor sebesar 0.4 m/s. Persentasi kebersihan filter kabin berbahan serat menggunakan alat sebesar 67%. Terdapat selisih kecepatan angin pada filter kabin AC mobil kotor dan baru berbahan karbon sebesar 0.4 m/s. Selisih kecepatan filter dibersihkan dengan filter kotor sebesar 0.2 m/s. Persentasi kebersihan filter kabin berbahan karbon menggunakan alat sebesar 50%. Hasil penelitian ini menunjukan proses pembersihan dari segi tempat lebih efesien. Dengan sistem kontrol, proses pembersihan filter kabin AC mobil juga menjadi lebih efektif. Tingkat kebersihan mampu mencapai 67% menunjukkan bahwa alat ini dapat melakukan pembersihan dengan baik. Kata kunci: Filter Kabin AC Mobil, Sistem Kontrol, Mikrokontroler Arduino Uno

    Analisis Dakwah Digital Felix Siauw Sebagai Pendakwah dan Influencer

    Get PDF
    Da'wah as a public speaking activity always requires digitalization. Today's developments which lead society to grow together with advances in technology and information require massive digitalization of information in an effort to convey messages well. Digitizing da'wah messages is one form of effort to maintain da'wah in people's lives, especially in the digital era. Felix Siauw, as a well-known digital preacher with 5.3 million followers on his Instagram social media account, is able to influence society regarding the idea of "hijrah" or changing to a better Muslim personality. This research was carried out using a qualitative-descriptive methodby using a content analysis table for audio-visual preaching and library sources as a medium for describing research objects; Felix Siauw's digital preaching. Digital literature sources were also used in an effort to find ideas, thoughts and opinions in this research. The results of this research show that there are 9 da'wah topics that Felix Siauw often uses in carrying out digital da'wah, namely; Thought, Islamic Morals, Worship, Hijrah, Islamic History, Politics, Marriage, Youth, Faith Motivation. The da'wah topics raised by Felix Siauw are presented in 4 various forms of digital media output, namely; images with captions, animated videos and audio, illustrated videos and audio, and video recordings of preaching messages. In all forms of digital da'wah that have been produced on Instagram, Felix Siauw uses 4 types of approaches; delivery of advice and stories of experiences, only delivery of advice, delivery of advice and discussion, and only discussion

    5,932

    full texts

    6,827

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Electronic Journals of UIKA Bogor (Universitas Ibn Khaldun)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇