Electronic Journals of UIKA Bogor (Universitas Ibn Khaldun)
Not a member yet
6827 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI PRAKTIK KERJA LAPANGAN DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI KEAHLIAN SISWA SMK MENGHADAPI TANTANGAN DUNIA KERJA
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi implementasi internalisasi soft skill, (2) mengkaji penerapan hard skill, (3) mengeksplorasi strategi peningkatan dan pengembangan hard skill, dan (4) menganalisis implementasi kemandirian berwirausaha pada siswa SMK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif, meliputi pengumpulan, reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa: (1) Internalisasi soft skill diimplementasikan secara sistematis melalui program orientasi budaya tempat kerja yang menekankan etika, komunikasi, dan adaptabilitas. Proses ini didukung oleh mentoring, refleksi diri, dan observasi yang berkelanjutan. Pemantauan dilakukan melalui jurnal, evaluasi mentor, dan penilaian diri, dengan keberhasilan diukur dari keberlanjutan interaksi dengan klien dan pelanggan; (2) Penerapan hard skill diselaraskan dengan kebutuhan industri melalui sinkronisasi kurikulum dan praktik langsung menggunakan peralatan berstandar industri. Metode seperti belajar sambil bekerja, rotasi divisi, dan proyek berbasis keterampilan diterapkan untuk memperkuat kompetensi teknis siswa. Jaminan kualitas dipertahankan melalui penilaian portofolio dan observasi pengawasan untuk memastikan standar profesional; (3) Pengembangan keterampilan keras dicapai melalui penugasan penuh tanggung jawab selama magang, partisipasi dalam pelatihan eksternal, dan kesempatan untuk bertindak sebagai pelatih sebaya. Keberhasilan dievaluasi berdasarkan kuantitas dan kualitas produk, inovasi desain, dan keragaman produk yang relevan dengan permintaan pasar; (4) Kemandirian kewirausahaan dipupuk oleh guru melalui kegiatan motivasi dan menampilkan alumni yang sukses. Program Teaching Factory di sekolah mendukung pembelajaran kewirausahaan, sementara magang eksternal memungkinkan siswa untuk berinteraksi langsung dengan pelanggan dan mengelola tantangan bisnis nyata. Pasca magang, keberlanjutan dipertahankan melalui sistem manajemen produk berdasarkan royalti dan peluang kerja lepas. Secara keseluruhan, penerapan kebijakan magang telah terbukti efektif dalam memperkuat kompetensi teknis dan non-teknis siswa kejuruan, mempersiapkan mereka untuk beradaptasi, berinovasi, dan bersaing di dunia kerja yang dinamis
Implementasi Program Bimbingan dan Konseling Belajar dalam Meningkatkan Pemahaman Gaya Belajar Siswa SMP Imam Alhafs
Dalam pembelajaran sangat penting bagi siswa untuk mengenal dan memahami gaya belajar yang ada pada diri mereka. Namun informasi mengenai gaya belajar pada siswa masih terbilang minim, dengan adanya impelmentasi program bimbingan dan konseling belajar merupakan salah satu usaha untuk memberikan informasi dan pemahaman tentang gaya belajar kepada siswa. Oleh karena itu peneliti bertujuan agar siswa yang belum mengetahui tentang gaya belajar dan menetukan gaya belajar yang sesuai dengan diri mereka dapat mengetahui gaya belajar danmenentukan gaya belajar yang sesuai dengan diri mereka dengan memberikan materi kepada mereka tentang gaya belajar. Metode penelitian yang dilakukan adalah kualitatif deskriptif. Pengambilan sumber data melalui observasi, kuesioner dan sumber lainnya. Berdasarkan hasil penelusuran dan analisis data dapat disimpulkan bahwa implementasi program bimbingan dan konseling belajar merupakan salah satu cara untuk memberikan pengetahuan pada siswa tentang gaya belajar dan siswa dapat mengenali gaya belajar yang sesusai dengan diri mereka. Dengan imlementasi program bimbingan dan konseling belajar siswa dapat mengetahui dan menentukan gaya belajar yang sesuai dengan diri mereka, dan dengan itu membantu siswa lebih mudah dan cepat dalam memahami, menerima informasi ataupun menyerap pembelajaran secara maksimal
Analisis Komparatif Tujuan Pendidikan Islam dan Barat Pendekatan Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis
Dikotomi antara ilmu pengetahuan umum dan agama telah menciptakan krisis epistemik dalam sistem pendidikan global, yang menuntut peninjauan ulang terhadap tujuan akhir pendidikan. Artikel ini bertujuan menganalisis perbedaan fundamental dan potensi sintesis antara tujuan pendidikan Islam dan Barat menggunakan pendekatan filosofis-komparatif melalui dimensi Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologis. Dengan menelaah literatur klasik dan kontemporer, penelitian ini menemukan disparitas tajam: secara ontologis, pendidikan Barat modern cenderung membentuk subjek otonom (Homo Economicus) yang berorientasi materi, sedangkan pendidikan Islam bertujuan membentuk Manusia Paripurna (Insan Kamil) yang menyadari statusnya sebagai hamba dan khalifah. Secara epistemologis dan aksiologis, dominasi rasionalisme empiris dan utilitarianisme Barat dipertentangkan dengan konsep integrasi ilmu (Tawhid al-'Ulum) dan Ta'dib dalam Islam. Meskipun demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi metodologis dimungkinkan dengan mengadopsi pedagogi kritis Barat yang diletakkan di bawah subordinasi nilai etika Islam. Sintesis ini menawarkan model pendidikan holistik yang mereorientasi kompetensi profesional demi pencapaian kebahagiaan sejati (falah), memberikan solusi atas alienasi moral manusia modern
Analysis of Musyarakah and Mudharabah Financing Against the Smoothness of Financing in Indonesian Syariah Banks
The purpose of this study is to examine how profit-sharing financing, namely mudharabah and musharakah financing, affects the smooth financing as determined by the Non-Performing Financing (NPF) of Islamic financial institutions. The data used in this study were examined using a multiple linear regression model. According to the findings of the study, mudharabah financing and NPF are positively correlated, meaning that the more mudharabah financing offered, the higher the chance of problematic financing. However, this relationship is not statistically significant, suggesting that the smoothness of money flow may be more influenced by variables outside the model. However, there is a negative correlation between musharakah financing and NPF, which shows that the increase in musharakah financing tends to reduce the risk of non-performing financing. Nevertheless, this effect also did not reach statistical significance The conclusion of this study is that, despite having a pattern of connections that align with Islamic financial theory, there are no funding options that significantly affect NPF in this model
Financial Performance Assessment of Islamic Commercial Banks Post Covid-19: Mediation Role of Profitability
This study is a quantitative study using data in the form of financial reports of Islamic Commercial Banks in Indonesia after Covid-19. The report data used from 2021 to 2023 were collected through the official websites of each bank and the Financial Services Authority (www.ojk.go.id). In assessing the financial performance of Islamic Commercial Banks, there are several variables used in this study, including: intervening variables, namely profitability, dependent variables, namely non-performing financing, and independent variables, namely: capital adequacy ratio and operating expenses to operating income. The results of the study indicate that the capital adequacy ratio and operating expenses to operating income have no relationship to return on assets, capital adequacy ratio and return on assets also have no relationship to non-performing financing, while operating expenses to operating income have an effect on non-performing financing. Based on the Sobel test conducted, it can be concluded that return on assets is not able to mediate the capital adequacy ratio and operating expenses to operating income against non-performing financing
URGENSI SUPERVISI PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN SURAH ALI-IMRAN 110 & AL-BAQARAH 143
Education in the digital era faces very tough challenges, both from character formation to the independence of a student which is still not visible. This research aims to identify educational supervision as an important aspect in achieving the goals of Islamic education. The Qur'an emphasizes the importance of supervision in forming character, improving the quality of education, and preventing mistakes. Therefore, the implementation of educational supervision that is effective and in accordance with the values of the Qur'an needs to be carried out to achieve this goal. The research results show the importance of (1) Periodic Supervision: Carrying out regular supervision to monitor the educational process. (2) Evaluation and Feedback: Provide constructive evaluation and feedback to improve the quality of education. Guidance and Counselling: Providing guidance and counseling to help students overcome difficulties. (3) Collaboration with Parents: Collaborating with parents to ensure harmony between education at school and at home
IMPLEMENTASI MANAJEMEN KELAS DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SEKOLAH
Penelitian ini bertujuan mengkaji tentang Implementasi Manajemen Kelas di SDIT AL ISHLAH Cibinong. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru-guru dan siswa-siswa SDIT AL ISHLAH Cibinong. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode kualitatif. Implementasi manajemen kelas di SDIT AL ISHLAH Cibinong menerapkan (1)pengelolaan fisik dan (2) pengelolaan siswa, Pengelolaan kelas yang bersifat fisik ini meliputi pengaturan intensitas cahaya, tempat duduk siswa, metode pembelajaran, media pembelajaran, tata tertib di dalam kelas dan lainlain sebagai inventaris kelas. Pengelolaan siswa, Pengelolaan siswa yaitu berkaitan dengan pemberian stimulus dalam rangka membangkitkan dan mempertahankan kondisi motivasi siswa untuk secara sadar berperan aktif dan terlibat dalam proses pendidikan dan pembelajaran di sekolah. Manifestasinya dapat berbentuk kegiatan, tingkah laku, suasana yang diatur atau diciptakan oleh guru dengan memberikan stimulus kepada siswa seperti ikut serta berperan aktif dalam proses pendidikan dan pembelajaran secara penuh. Pengelolaan siswa yang meliputi membina dan membimbing siswa, menetapkan hubungan emosional, mempertahankan minat dan perhatian siswa dan displin di dalam kelas. Sedangkan faktor pendukung manajemen kelas di SDIT AL ISHLAH Cibinong adalah kondisi fisik kelas dan faktor penghambat dalam implementasi manajemen kelas di SDIT AL ISHLAH Cibinong adalah kurangnya pelatihan-pelatihan untuk menunjang kinerja guru
Developing Comic Learning Media With Nuances Of Student Learning Motivation In Thematic Learning In Madrasah Ibtidaiyah
This study aims to determine effectiveness of comic media in class III thematic learning at MI Nurur Rahman Jember. This study uses research and development (Research and Development) which refers to the ADDIE development model which consists of 5 stages: analysis, design, development, implementation and evaluation. Data collection techniques using observation, interviews, questionnaires, tests and documentation. The results of the study show that: 1) The creation of comic media that has been tested for feasibility by obtaining validation results from media, material and language experts. which has been declared very feasible to use with a score of 91.2% from media experts, material experts get a score of 90%, and linguists get a score of 92%. 2) The effectiveness of comic media is obtained from the results of the pretest and posttest, the results of the pretest show a score of 45% and the results of the post-test show a score of 86% and the results of the calculation of the N-gain Score to determine whether comic media is effective or not, comic media obtains an average score - an average of 73% so that comic media is effectively used in thematic learning
Designing PAI-Based Digital LKPD: A Needs Study to Improve Spiritual Intelligence in Elementary School
This study examines the need for developing a PAI-based digital LKPD to enhance spiritual intelligence among elementary school students at SDN 1 Ubung. Traditional PAI learning materials are less engaging, leading to low student motivation and superficial understanding of religious values. The research adopts a qualitative approach, involving interviews, observations, and document analysis. The findings reveal four key issues: (1) lack of interactive features in conventional PAI learning, (2) absence of reflection-based activities, (3) teachers' challenges in integrating technology, and (4) limited accessibility due to internet constraints. This study supports Keller’s ARCS Model, Bloom’s Taxonomy, and Zohar & Marshall’s Spiritual Intelligence Theory, emphasizing interactive, reflective, and accessible learning. The findings suggest that a well-designed digital LKPD can enhance student engagement, critical thinking, and moral development. Future research should explore long-term impacts and effective teacher training strategies for digital Islamic education
Optimizing Islamic Religious Education Teachers' Competence in Utilizing Technology for Learning in Elementary Schools
The integration of technology in Islamic Education (PAI) teaching at the elementary school level has become increasingly crucial in the digital era. This study aims to analyze PAI teachers' competency levels in utilizing technology, identify influencing factors, formulate optimization strategies, and develop a sustainable training model. Using a qualitative approach through library research, this study analyzes primary sources from Sinta-accredited national journals and reputable international journals published between 2019-2024, along with relevant secondary sources. The findings reveal that only 35% of PAI teachers demonstrate high technological competence, while 45% show medium competence, and 20% remain in the low category. Key factors affecting technological competence include internal factors (age, teaching experience, and attitudes toward technology) and external factors (infrastructure availability, institutional support, and professional development opportunities). The study proposes a sustainable competency development model comprising four main stages: assessment, training, implementation, and evaluation. This model, supported by adult learning theory, has shown a 60% increase in technology-based PAI learning effectiveness. Recommendations include developing TPACK-based training programs, establishing teacher communities of practice, implementing mentoring systems, improving infrastructure support, and creating comprehensive evaluation systems. The study contributes to the understanding of technological integration in Islamic education and provides practical strategies for enhancing PAI teachers' digital competencies in elementary schools