Electronic Journals of UIKA Bogor (Universitas Ibn Khaldun)
Not a member yet
    6827 research outputs found

    STUDENTS’ PERCEPTION ON THE USE OF SOCIAL MEDIA IN LEARNING ENGLISH

    No full text
    This study set out to investigate how students perceived utilizing social media platforms to improve English language skills. Transcripts of the interviews and supporting documentation were utilized to gather data for this qualitative case study research project. Four students from the Ganesha English lubuklinggau participated in the study .  Considering the outcomes of the analysis that is descriptive , the majority of students thought that implementing social media to learn English was beneficial. Social media was thought to be beneficial for raising students' proficiency in the English language. They claimed the social media gives them access to English-language content sources where they can hone their language skills especially speaking, listening pronunciation and vocabularies . Additionally, social media provides  range for English-language content, helping all of the students  to select and access the content they want, whenever and wherever they want. The most popular accounts sites for learning English receptive skills, As an instance reading and listening, are Youtube and Instagram

    Pendidikan tauhid menurut Ibnu Qoyyim dalam membentuk karakter peserta didik di PKBM Anak Shalih Bogor

    No full text
    The most fundamental problem in character formation is the ideological foundation of education itself. A tree cannot stand firmly without strong roots (foundations). Therefore, a tree that stands firmly requires strong and sturdy roots. Likewise, in education, to shape a child's character, a strong and sturdy foundation is needed. Therefore, according to Ibn Qayyim, the main foundation in building a child's character education is the foundation of Tawhid. This study seeks to answer the question of how the process of Tawhid education according to Ibn Qayyim al-Jauziyyah in shaping the character of students. The research method used is qualitative research with a case study approach, with data collection techniques through interviews and documentation. The object of this research is located at the Anak Salih Community Learning Center (PKBM) in Bogor. The results of the study indicate that the concept of Tawhid education according to Ibn Qayyim al-Jauziyyah is very influential in the character education of students. The successful implementation of monotheism education includes students being able to know Allah through monotheism rububiyyah, uluhiyyah, and asma' wa al-shifat, so that noble characters are formed such as tough, honest, sincere, devout, patient, sportsmanship, clean and healthy, cooperative and helpful, competitive in competing in goodness, cheerful and physically and mentally resilient. Abstrak Problem yang paling mendasar dalam masalah pembentukan karakter adalah masalah landasan ideologis dalam pendidikan itu sendiri. Sebuah pohon tidak akan dapat berdiri kokoh tanpa adanya penopang akar (fondasi) yang kuat. Maka dari itu, pohon yang berdiri kokoh membutuhkan akar yang kuat dan kokoh pula. Demikian pula halnya dengan pendidikan, untuk membentuk karakter anak dibutuhkan landasan yang kuat nan kokoh sebagai akar atau fondasinya. Oleh karena itu, menurut Ibnu Qayyim bahwa landasan utama dalam membangun pendidikan karakter anak adalah fondasi Tauhid. Penelitian ini berusaha menjawab pertanyaan, bagaimana proses pendidikan tauhid menurut Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah dalam membentuk karakter peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Objek penelitian ini bertempat di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Anak Shalih Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan tauhid menurut Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah sangat berpengaruh pada pendidikan karakter peserta didik. Implementasi pendidikan tauhid yang berhasil diterapkan di antaranya peserta didik dapat mengenal Allah melalui tauhid rububiyyah, uluhiyyah, dan asma’ wa al-shifat, sehingga terbentuk karakter yang mulia seperti tangguh, jujur, ikhlas, takwa, sabar, sportif, bersih dan sehat, kerja sama dan tolong menolong, kompetitif berlomba dalam kebaikan, ceria serta tahan secara fisik dan mental.The most fundamental problem in character formation is the ideological foundation of education itself. A tree cannot stand firmly without strong roots (foundations). Therefore, a tree that stands firmly requires strong and sturdy roots. Likewise, in education, to shape a child's character, a strong and sturdy foundation is needed. Therefore, according to Ibn Qayyim, the main foundation in building a child's character education is the foundation of Tawhid. This study seeks to answer the question of how the process of Tawhid education according to Ibn Qayyim al-Jauziyyah in shaping the character of students. The research method used is qualitative research with a case study approach, with data collection techniques through interviews and documentation. The object of this research is located at the Anak Salih Community Learning Center (PKBM) in Bogor. The results of the study indicate that the concept of Tawhid education according to Ibn Qayyim al-Jauziyyah is very influential in the character education of students. The successful implementation of monotheism education includes students being able to know Allah through monotheism rububiyyah, uluhiyyah, and asma' wa al-shifat, so that noble characters are formed such as tough, honest, sincere, devout, patient, sportsmanship, clean and healthy, cooperative and helpful, competitive in competing in goodness, cheerful and physically and mentally resilient. Abstrak Problem yang paling mendasar dalam masalah pembentukan karakter adalah masalah landasan ideologis dalam pendidikan itu sendiri. Sebuah pohon tidak akan dapat berdiri kokoh tanpa adanya penopang akar (fondasi) yang kuat. Maka dari itu, pohon yang berdiri kokoh membutuhkan akar yang kuat dan kokoh pula. Demikian pula halnya dengan pendidikan, untuk membentuk karakter anak dibutuhkan landasan yang kuat nan kokoh sebagai akar atau fondasinya. Oleh karena itu, menurut Ibnu Qayyim bahwa landasan utama dalam membangun pendidikan karakter anak adalah fondasi Tauhid. Penelitian ini berusaha menjawab pertanyaan, bagaimana proses pendidikan tauhid menurut Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah dalam membentuk karakter peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Objek penelitian ini bertempat di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Anak Shalih Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan tauhid menurut Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah sangat berpengaruh pada pendidikan karakter peserta didik. Implementasi pendidikan tauhid yang berhasil diterapkan di antaranya peserta didik dapat mengenal Allah melalui tauhid rububiyyah, uluhiyyah, dan asma’ wa al-shifat, sehingga terbentuk karakter yang mulia seperti tangguh, jujur, ikhlas, takwa, sabar, sportif, bersih dan sehat, kerja sama dan tolong menolong, kompetitif berlomba dalam kebaikan, ceria serta tahan secara fisik dan mental

    The Influence of Social Media Content Experience on Purchase Intention of Electric Vehicle Through Brand Engagement, Brand Awareness, Brand Image, and Brand Attitude

    No full text
    This study examines the influence of social media content experience on purchase intention, mediated by brand engagement, brand awareness, brand image, and brand attitude. The five dimensions of content experience investigated include entertainment, customization, interaction, electronic word of mouth (eWOM), and trendiness. A quantitative approach was applied using a structured online survey. A total of 205 respondents were selected through purposive sampling. All respondents were active Instagram users who followed BYD Indonesia's official account. Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results show that all five content dimensions significantly influence brand engagement, affecting brand awareness and image. These then shape brand attitude and ultimately impact purchase intention. This study contributes theoretically to digital marketing literature and offers practical implications for electric vehicle brands in optimizing social media content to build stronger consumer-brand relationships

    Kegiatan Membaca Al Qur’an Dalam Membentuk Kedisiplinan Peserta Didik Perspektif Guru

    No full text
    Guru PAI merupakan orang yang memberikan jalan kepada peserta didik menuju perubahan arah yang lebih baik, melalui transformasi ilmu pengetahuan yang dimiliki guru kepada peserta didik. Lewat pengalamannya, seorang guru membimbing peserta didik untuk terus termotivasi agar berhasil menggapai tujuan pembelajaran. Tujuan dalam penelitian ini mengetahui peran guru PAI dalam menginternali sasikan nilai-nilai pendidikan Islam kepada peserta didik melalaui kegiatan membaca al Qur’an dalam membentuk kedisiplinan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. Tempat penelitiannya adalah SMA Negeri 2 Kota Bogor sejak tanggal 26 Desember 2022 sampai 6 Februari 2023. Teknik pengumpulan data dengan wawancara yang mendalam divalidasi dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru berperan dalam internalisasi nilai-nilai pendidikan agama dalam membentuk kedisiplinan peserta didik sebagai pembimbing, teladan, fasilitator, motivator dan evaluator. Kata Kunci: Peran Guru;  Kedisiplinan; Peserta Didik; Pendidikan Isla

    STUDI PERBANDINGAN KONSEP NEGARA YANG IDEAL MENURUT IBNU RUSYD DAN AL-FARABI

    No full text
    In this article, we as authors would like to discuss a comparative study of the concept of an ideal state according to Ibn Rushd and Al-Farabi, both of whom were Muslim scholars who lived in the Middle Ages, a period when Islam flourished with knowledge ranging from politics, law, philosophy, medicine, architecture, and so on. The purpose of this study is to identify the differences in their formulations regarding how a state can become the best possible framework, whose implementation has a significant impact on the lives of its people. The research method employed in this study is library research. In his previous explanation, Ibn Rushd emphasised three concepts, namely the ideal state, which is the sovereignty of the people (al-siyadah), freedom (al-hurriyah), equality (al-musawah), and diversity (pluralism). These concepts form the basis for a just and prosperous state according to his thinking. Meanwhile, Al-Farabi's concept of the ideal state, called al-Madinah al-Fadhilah, is a state that aims to achieve worldly and eternal happiness for all its citizens. This state is led by a wise philosopher-king who has extensive knowledge and is able to lead society towards moral and spiritual perfection. By introducing the concept of Philosopher-Prophet Leadership (scholars), Happiness, Structured Society, Justice and Prosperity, a Just Economic System, Education and Morality

    PENERAPAN REFORMA AGRARIA SEKITAR KAWASAN HUTAN MILIK NEGARA DENGAN TANAH KAUM DI NAGARI PAGADIH

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi reforma agraria di kawasan hutan milik negara yang bersinggungan dengan tanah kaum di Nagari Pagadih serta dampaknya terhadap masyarakat lokal. Melalui pendekatan yuridis-sosiologis, penelitian ini menelaah ketidaksesuaian antara hukum positif dan hukum adat Minangkabau, serta mengkaji sejauh mana program Perhutanan Sosial dan Tanah Objek Reforma agraria mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengakuan negara melalui skema Perhutanan Sosial telah memberikan legitimasi awal, namun belum disertai legalitas atas tanah komunal kaum secara menyeluruh. Dampaknya, masyarakat menghadapi hambatan dalam memperoleh perlindungan hukum dan akses ekonomi yang berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan integrasi antara sistem hukum adat dan kebijakan agraria nasional untuk mewujudkan keadilan sosial dan ekologis secara berkelanjutan

    PERSPEKTIF TEORI BELAJAR SOSIAL DAN TEORI KONTROL SOSIAL TERHADAP FENOMENA KEKERASAN SEKSUAL SESAMA JENIS PADA ANAK

    No full text
    Penelitian ini mengkaji fenomena kekerasan seksual sesama jenis yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak-anak melalui dua pendekatan teori yang saling melengkapi, yakni teori pembelajaran sosial dari Bandura dan teori kontrol sosial dari Hirschi. Penelitian ini berfokus pada bagaimana proses pembelajaran perilaku menyimpang melalui observasi dan imitasi berinteraksi dengan lemahnya elemen kontrol sosial dalam membentuk perilaku kekerasan seksual. Dengan menggunakan pendekatan integratif, penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara empat elemen kontrol sosial (keterikatan, komitmen, keterlibatan, dan keyakinan) dan proses belajar sosial yang melibatkan perhatian, retensi, reproduksi motorik, dan motivasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi antara paparan model perilaku menyimpang dan lemahnya ikatan sosial menciptakan lingkungan yang mendukung munculnya perilaku kekerasan seksual. Temuan ini juga menegaskan adanya vulnerabilitas anak laki-laki sebagai korban kekerasan seksual sesama jenis yang selama ini minim memperoleh sorotan dalam literatur akademik

    PERAN PSIKOLOGI HUKUM DALAM PENERAPAN RETORATIVE JUSTICE PADA TINDAK PIDANA PENCURIAN (STUDI KASUS SUPARNO PENCURI MOTOR UNTUK BERJUALAN PENTOL)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran psikologi hukum dalam proses penyelesaian perkara secara Restoratice Justice dengan berfokus kepada kasus suparno yang mencuri sepeda motor untuk berjualan pentol. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Hasil dari penulisan ini menggambarkan bahwa psikologi hukum sangat penting dalam penyelesaian perkara secara restorative justice. Psikologi hukum dapat memahami kondisi pelaku dan korban. Selain itu, psikologi hukum juga berguna untuk memberikan rehabilitasi kepada pelaku sesuai dengan latar belakang pelaku melakukan tindak pidana dan memberikan pemulihan atas tekanan mental yang dialami korban. Rehabilitas terhadap pelaku sangat penting agar pelaku tidak melakukan tindak pidana kembali. Kasus Suparno merupakan kasus yang dilatarbelakangi oleh ekonomi. Suparno melakukan pencurian sepeda motor untuk digunakan berjualan pentol guna menafkahi istri dan anaknya. Kasus suparno diselesaikan melalui restorative justice dengan bantuan psikologi hukum yang memberikan pemahaman latar belakang pelaku melakukan tindak pidana

    PENEMUAN DAN PENALARAN HUKUM DALAM PENYETARAAN PENDIDIKAN LUAR NEGERI DENGAN PENDIDIKAN SLTA/SMA ATAU SEDERAJAT UNTUK PENCALONAN LEMBAGA EKSEKUTIF MENURUT UU PEMILU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penemuan dan penalaran hukum dalam proses penyetaraan ijazah pendidikan luar negeri dengan pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA)/SMA atau sederajat sebagai salah satu syarat pencalonan dalam lembaga eksekutif menurut Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Persoalan muncul ketika calon peserta pemilu memiliki ijazah luar negeri yang belum atau tidak disetarakan oleh instansi berwenang di Indonesia, sehingga menimbulkan perbedaan penafsiran dalam penerapan syarat administratif pencalonan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum mengenai syarat pendidikan bagi calon lembaga eksekutif serta menelaah bentuk penemuan dan penalaran hukum yang digunakan oleh hakim dalam menyelesaikan sengketa terkait kesetaraan ijazah luar negeri terhadap ketentuan Undang-Undang Pemilu. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan syarat pendidikan dalam Undang-Undang Pemilu masih bersifat umum dan memerlukan penafsiran terhadap ijazah luar negeri. Hakim dalam praktiknya menggunakan penemuan hukum melalui interpretasi sistematis dan argumentasi hukum berbasis asas keadilan serta kepastian hukum untuk menentukan kesetaraan ijazah luar negeri dengan pendidikan SLTA/SMA atau sederajat. Temuan ini menunjukkan pentingnya harmonisasi antara peraturan penyetaraan pendidikan dengan ketentuan hukum pemilu agar tidak terjadi ketidakpastian dalam proses pencalonan lembaga eksekutif.   Kata kunci: Penemuan Hukum, Penalaran Hukum, Penyetaraan Ijazah

    REKONSTRUKSI PASAL 78 AYAT (2) UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG TINDAKAN DIREKSI YANG TIDAK MELAKSANAKAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN PALING LAMBAT 6 BULAN SETELAH TAHUN BUKU BERAKHIR

    No full text
    UUPT mengenal dua macam RUPS, Pasal 78 ayat (1) UUPT menyebutkan bahwa RUPS terdiri atas RUPS tahunan dan RUPS lainnya. RUPS lainnya ini dalam praktik dikenal sebagai RUPS Luar Biasa (RUPS-LB). RUPS-LB dapat dilaksanakan sewaktu-waktu atas permintaan dari Direksi ataupun pemegang saham dengan hak suara minimal 10% dari total hak suara yang telah dikeluarkan oleh Perseroan. Sedangkan Pasal 78 ayat 2 UUPT menyebutkan RUPS tahunan wajib diadakan dalam jangka waktu paling lambat 6 bulan setelah tahun buku berakhir. Dalam praktiknya banyak Perseroan Terbatas tidak menyelenggarakan RUPS tahunan. Dalam UUPT terkait tidak menyelenggarakan RUPS Tahunan dalam waktu paling lambat 6 bulan setelah tahun buku berakhir tidaklah diatur. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif untuk menelaah rekonstruksi Pasal 78 ayat (2) UUPT mengenai Tindakan Direksi yang tidak melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan paling Lambat 6 Bulan Setelah Tahun Buku Berakhir. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Pasal 78 ayat (2) UUPT terdapat kelemahan normatif yaitu implikasi signifikan terhadap kepastian hukum, stabilitas tata kelola, dan efektivitas operasional perseroan. Norma yang tidak disertai mekanisme sanksi maupun ruang diskresi yang jelas berpotensi menimbulkan ketidakpatuhan, inkonsistensi penerapan, dan ketidakpastian bagi pemegang saham serta pemangku kepentingan lainnya. Oleh karena itu, ketentuan ini membutuhkan pembaruan normatif agar lebih responsif terhadap kebutuhan praktik dan memiliki kekuatan mengikat untuk menjamin kepastian hukum dalam tata kelola Perseroan

    5,932

    full texts

    6,827

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Electronic Journals of UIKA Bogor (Universitas Ibn Khaldun)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇