Jurnal Online Universitas Katolik Widya Mandira
Not a member yet
    114 research outputs found

    Proporsi rumah berarsitektur Cina di tepian sungai Musi Palembang

    Full text link
    Since the era of Sriwijaya, Palembang had been accosted and livable by different ethnics from other nations, such as Chinese, Arabia, and Campa. Their presence has coloured the development of architecture in Palembang because of the architectural influences of the native country. The existence of the Chinese architecture houses in Musi river is one of the architectural heritages of the Chinese ethnic that still survive until today. Visually, the shape of the buildings provides equal image proportions indicating that there is a size comparison of the physical elements of the main building in building the houses.   It is interesting to find out physical proportions (main frame) of those house buildings. The research used descriptive quantitative method and data were analysed stastistically. Results of the study showed that the proportion (ratio) of the physical elements (main frame) of this building was P: L: T = 9.2:3.4:2.3. The front roof of the building (segment A) has a high proportion but lower than the roofs on segment B and C. This indicates that the spaces on segments B and C have a higher space value as praying room and private activity spot for its residents. © 2019 Anjuma Perkasa JayaSejak jaman Sriwijaya kota Palembang telah didatangi dan ditinggali oleh etnis-etnis dari bangsa lain, diantaranya China, Arab, dan Campa. Kehadiran mereka telah memberi warna bagi perkembangan arsitektur di kota Palembang, karena telah membawa pengaruh arsitektur dari negara asalnya. Keberadaan rumah berarsitektur China di tepian Sungai Musi merupakan salah satu warisan arsitektur dari etnis China yang masih bertahan sampai saat ini. Bentuk bangunan-bangunan rumah tinggal tersebut secara visual memberikan image proporsi yang sama, yang menyiratkan adanya perbandingan ukuran elemen-elemen fisik utama bangunan yang digunakan dalam membangun rumah tinggal tersebut. Hal ini menarik untuk menemukan proporsi fisik (rangka utama) yang ada di bangunan rumah tinggal tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dan analisis data menggunakan metode statistik. Hasil penelitian ditemukan proporsi (rasio) dari elemen fisik (rangka utama) bangunan ini adalah P : L : T =  9,2 : 3,4 : 2,3. Atap paling depan dari bangunan China ini (segmen A) memiliki proporsi tinggi yang lebih rendah dari atap pada segmen B dan C. Hal ini menunjukkan bahwa ruang pada segmen B dan C memiliki nilai ruang yang lebih tinggi yaitu sebagai tempat sembahyang dan ruang aktifitas yang bersifat privat bagi penghuni rumah. © 2019 Anjuma Perkasa Jay

    KUPU-KUPU DI ATAS BUNGA – ANGIN MENARI MELALUI PADANG: MENYIMAK FILSAFAT SENI MARTIN HEIDEGGER

    Full text link
    In his path of thinking, particularly from the 1930s onwards, Martin Heidegger firmly believed that Sein reveals itself, when human being, whom he termed as Dasein, awakened from his blindness of common sense and struggle for grasps his own authenticity. In this paper I examine Heidegger’s destruction of the work of art as a site of strife between art and politics in his text, Der Ursprung des Kunstwerkes. Heidegger’s position is complex: on the one hand, he acknowledges that Sein is a phenomenon beyond our horizon of understanding, Sein is all about not something particular; on the other hand, he insists that Sein’s presence through art inscribed in a certain particular identity, especially German volks. In response, I argue that the identification of Sein with a particular identity such as German volks, offers the truth that the politics itself is forged and instituted in and as work of art. Some conclusions will be drawn concerning the importance of the small dimension of Heidegger’s thought on art in contemporary politics

    DESAIN PEMBELAJARAN PADA MATERI HIMPUNAN MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan lintasan belajar untuk membelajarkan materi himpunan menggunakan model Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini dilaksanakan di SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta pada bulan Septemeber-Desember 2018. Jenis penelitian ini merupakan penelitian desain. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIC (kelas uji coba) dan siswa kelas VIIA (kelas penelitian). Hasil penelitian menunjukan bahwa:lintasan belajar dengan model PBL sebagai berikut: (a) Peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran dan agar siswa dapat mengatur strategi dalam menyelesaikan masalah sesuai tujuan pembelajaran dan peneliti memberikan masalah nyata secara lisan dengan konteks didalam kelas tentang operasi himpunan (irisan dan gabungan); (b) Peneliti membentuk siswa dalam kelompok dan memberikan masalah terkait materi operasi himpunan (irisan dan gabungan); (c) Selanjutnya peneliti mendampingi siswa; (d) Setelah siswa selesai menyelesaikan masalah, selanjutnya dipresentasikan (e) Kemudian peneliti dan siswa mengevaluasi proses penyelesaian masalah oleh siswa. (f) Selanjutnya peneliti memberikan tes yang berkaitan dengan masalah nyata terkait dengan materi operasi himpunan (irisan dan gabungan) untuk dianalisis berdasarkan kemampuan pemecahan masalah siswa

    SELF-REGULATED LEARNING PADA ASPEK MOTIVASI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 TARAKAN DALAM BELAJAR MATEMATIKA

    Full text link
    Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara Self-Regulated Learning terhadap hasil belajar matematika siswa. Permasalahannya, dari hasil studi pendahuluan ditemukan banyak siswa yang tidak memiliki Self-Regulated Learning yang bagus, khususnya kelas VIII SMP Negeri 2 Tarakan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menemukan bagaimana siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tarakan melatih Self-Regulated Learning dalam belajar matematika pada aspek Motivasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 2 Tarakan dengan subjek penelitian siswa kelas VIII sebanyak 4 orang yang dipilih menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi yang kemudian ditulis dalam catatan lapangan. Data hasil penelitian kemudian direduksi, disajikan, dan ditarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, maka diperoleh bahwa keempat siswa tersebut melatih Self-Regulated Learning dalam belajar matematika pada aspek motivasi dengan cara: 1) menjaga semangat dan keyakinan diri dalam belajar matematika; dan 2) berbagi pengetahuan matematika dengan menjadi tutor sebaya

    MODEL ALJABAR MAX-PLUS PADA SISTEM ANTRIAN PELAYANAN PENERBITAN SURAT IZIN USAHA PERDAGANGAN BAHAN BERBAHAYA

    Full text link
    Sistem antrian sering ditemukan dalam suatu pelayanan fasilitas publik diantaranya pelayanan penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Bahan Berbahaya. Dalam proses penerbitan SIUP Bahan Berbahaya terdapat berbagai tahapan yang harus dilalui pihak pengizin. Dengan demikian, semakin banyak pihak pengizin usaha yang datang dapat menyebabkan antrian semakin panjang. Antrian yang panjang ini dapat berdampak buruk bagi para pelayan maupun pihak yang membutuhkan pelayanan. Oleh sebab itu, kinerja pelayanan tersebut perlu dioptimalkan diantaranya dengan menganalisa perilaku dan kestabilan sistem antrian tersebut. Proses analisa perilaku dan kestabilan suatu sistem antrian pelayanan dapat dilakukan apabila sistem antrian tersebut telah dimodelkan dengan menggunakan aljabar max-plus. Pada paper ini, penulis menfokuskan penelitian ini untuk memodelkan sistem antrian pembuatan SIUP Bahan Berbahaya dengan menggunakan aljabar max-plus. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aljabar max-plus dapat digunakan untuk memodelkan sistem antrian pelayanan penerbitan SIUP Bahan Berbahaya. Pemodelan ini menghasilkan suatu matriks dari suatu keadaan tertent

    OPTIMALISASI PEMANFAATAN ASET TETAP ( TANAH ) MILIK PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR DI WILAYAH KOTA KUPANG DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) TAHUN 2014-2016

    Full text link
    Abstrak       Aset merupakan sumber daya ekonomi yang dimiliki oleh pemerintah daerah yang dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial dimasa yang akan datang. Aset diklasifikasikan menjadi empat jenis, yaitu aset lancar, infestasi jangka panjang, aset tetap dan aset lainnya. Aset tetap merupakan aset berwujud yang dimiliki pemerintah daerah yang secara aktif digunakan untuk kegiatan operasi pemerintah daerah atau dimanfaatkan oleh  masyarakat umum meliputi : tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, irigasi, dan jaringan, konstruksi dalam pengerjaan, akumulasi penyusutan. Aset tetap seperti tanah yang dimiliki oleh Provinsi NTT jika ditelusuri di wilayah Kota Kupang maka aset yang ada cukup potensial jika dimanfaatkan untuk memeberikan peningkatan pendapatan bagi daerah, namun dalam pemanfaatannya ditemukan bahwa pemerintah dalam hal ini BPPKAD belum maksimal dalam mengelola aset tanah yang ada, hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor yakni diantaranya adalah Pertama,BPPKAD belum melakukan pengelompokan dan penilaian terhadap aset tetap tanah. Kedua, masih terdapat banyak aset tanah yang belum memilliki sertifikat serta lokasi tanah yang tidak strategis seperti jauh dari pusat keramaian dan konflik kepemilikan aset tanah. Ketiga, upaya untuk melakukan promosi aset tetap tanah dari pihak BPPKAD belum dilakukan.  Abstrak       Aset merupakan sumber daya ekonomi yang dimiliki oleh pemerintah daerah yang dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial dimasa yang akan datang. Aset diklasifikasikan menjadi empat jenis, yaitu aset lancar, infestasi jangka panjang, aset tetap dan aset lainnya. Aset tetap merupakan aset berwujud yang dimiliki pemerintah daerah yang secara aktif digunakan untuk kegiatan operasi pemerintah daerah atau dimanfaatkan oleh  masyarakat umum meliputi : tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, irigasi, dan jaringan, konstruksi dalam pengerjaan, akumulasi penyusutan. Aset tetap seperti tanah yang dimiliki oleh Provinsi NTT jika ditelusuri di wilayah Kota Kupang maka aset yang ada cukup potensial jika dimanfaatkan untuk memeberikan peningkatan pendapatan bagi daerah, namun dalam pemanfaatannya ditemukan bahwa pemerintah dalam hal ini BPPKAD belum maksimal dalam mengelola aset tanah yang ada, hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor yakni diantaranya adalah Pertama,BPPKAD belum melakukan pengelompokan dan penilaian terhadap aset tetap tanah. Kedua, masih terdapat banyak aset tanah yang belum memilliki sertifikat serta lokasi tanah yang tidak strategis seperti jauh dari pusat keramaian dan konflik kepemilikan aset tanah. Ketiga, upaya untuk melakukan promosi aset tetap tanah dari pihak BPPKAD belum dilakukan. &nbsp

    Rumah susun modular dengan pemanfaatan papan prafabrikasi cross laminated timber panel (CLT), kasus studi: rumah susun Siwalankerto, Surabaya

    Full text link
    Surabaya is the second most populated city in Indonesia. Its ever-growing population creates a problem with its limited number of low-cost housing. Seeing how slow the progress of constructing low cost vertical housing to meet the demands, it requires a faster and more efficient way. By using a modular construction method, this paper tries to analyze the benefit of using an alternate material such as prefabricated CLT (Cross Laminated Timber) panel. CLT panel shows a high potential in creating a better construction that is more environmentally friendly while still benefiting from a faster and lower cost by overall. Siwalankerto vertical housing was chosen due to its modular style of design and usage of material in its façade that is easier to simulate using a prefabricated material. Its location in Surabaya that is near Gresik where the manufactures capable manufacturing the prefabricated material also make it a great choice. This paper limits itself on construction efficiency and effectiveness simulated towards using prefabricated CLT panel and the effects of said material to the organization of rooms inside the building. © 2019 Wisnu A. Sanjaya, Rumiati Rosaline TobingSurabaya adalah kota dengan populasi terpadat kedua di Indonesia. Jumlah populasi yang terus meningkat bersamaan dengan kurangnya jumlah perumahan menengah kebawah menciptakan masalah. Melihat dari pelannya pengadaan bangunan rumah susun di kota diperlukan cara konstruksi yang lebih cepat dan effisien. Dengan menggunakan sistem konstruksi modular, tulisan ini berusahan menganalisa dampak dari pemanfaatan bahan prafabrikasi papan kayu tempel silang CLT (Cross Laminated Timber). CLT menunjukan potensi dalam sustainabilitas bahan dan terhadap lingkungan hidup walau tetap menjaga tingkat kecepatan dan biaya pengerjaan. Rumah susun Siwalankerto dipilih dengan melihat sistem organisasi ruang yang terlihat modular dengan model façade yang dapat disimulasikan dengan bahan bersifat modular prafabrikasi. Lokasi dari tapak yang terletak di Surabaya sangat dekat dengan lokasi pabrik pengerjaan bahan prafabrikasi yang terletak di Gresik. Tulisan ini membatasi penelitian pada effisiensi dan effektifitas konstruksi yang disimulasikan dalam memanfaatkan material prafabrikasi panel CLT terhadap organisasi ruang dalam bangunan. © 2019 Wisnu A. Sanjaya, Rumiati Rosaline Tobin

    PENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG SISWA KELAS III SD MELALUI PERMAINAN LOMPAT KELINCI

    Full text link
    The aim of this clas’s action research was intended to increase the numeracy skills of student  3rd grade through to game of rabbit jumping. This research was focus on the 3rd grade of SD GMIT Niki-Niki in the 2018/2019 school year. The analysis on the data which collected through test and interviews showed that the numeracy skills of student  3rd grade improved through the game of rabbit jumping

    Penilaian kenyamanan termal pada bangunan perpustakaan Universitas Bandar Lampung

    Full text link
    The library building has not yet gained a respectable place in the local government, schools, and universities. Library buildings are generally not prioritized and not in strategic location. Though the purpose of a building is to accommodate activities and to provide comfort for its users. For this reason, there is a need for research on comfort, especially thermal comfort in that building. The research method in this study is to make direct measurements on the object of the research and distribute the questionnaire. Direct measurement using a thermometer, anemometer, and hygrometer. At the same time the distribution of questionnaires was carried out to the visitors. The purpose of this study is to find out: 1) Thermal comfort levels in the buildings and 2) What aspects affect thermal of the building. The results of the study were obtained: 1) The level of thermal comfort in the Universitas Bandar Lampung’ library building can be concluded comfortably, based on the results of measurements of temperature, humidity, and wind speed. Based on the results of visitor perceptions obtained through filling out the questionnaire sheet, as many as 60% of visitors thought the conditions were comfortable and 40% thought it was very comfortable. 2) Aspects that influence thermal comfort in the Universitas Bandar Lampung’ library building based on the results of measurements using measuring instruments and perceptual values using a questionnaire include: a). Temperature b). Humidity c). Number of visitors, and d). Clothes. © 2019 Rivena Elbes, Ai Siti MunawarohBangunan perpustakaan belum memperoleh tempat yang terhormat di lingkungan pemerintah daerah, sekolah, maupun perguruan tinggi. Bangunan perpustakaan pada umumnya tidak diprioritaskan dan berada di tempat yang tidak strategis. Padahal tujuan dari sebuah bangunan adalah mengakomodir aktivitas dan memberikan kenyamanan bagi penggunanya. Untuk itu, perlu adanya penelitian mengenai aspek kenyamanan, terutama kenyamanan termal pada bangunan tersebut. Metode penelitian yang akan digunakan pada penelitian ini adalah dengan melakukan pengukuran langsung pada objek penelitian dan melakukan pembagian kuesioner. Pengukuran langsung dengan menggunakan alat ukur yang sudah disiapkan seperti thermometer, anemometer, dan hygrometer. Disaat yang bersamaan pembagian kuesioner dilakukan kepada para pengunjung. Tujuan dari penelitian ini yaitu ingin mengetahui :1) Tingkat kenyamanan termal pada bangunan PerpustakaanUniversitas Bandar Lampung, dan 2) Aspek-aspek apa saja yang mempengaruhi kenyamanan termal pada bangunan Perpustakaan Universitas Bandar Lampung. Hasil penelitian didapat: 1) Tingkat kenyamanan termal pada bangunan Perpustakaan Universitas Bandar Lampung dapat disimpulkan nyaman, berdasarkan hasil pengukuran suhu, kelembaban, dan kecepatan angin. Berdasarkan hasil nilai persepsi pengunjung yang diperoleh melalui pengisian lembar kuesioner, sebanyak 60% pengunjung berpendapat kondisi nyaman dan 40% berpendapat sangat nyaman. 2) Aspek-aspek yang mempengaruhi kenyamanan termal pada bangunan Perpustakaan Universitas Bandar Lampung berdasarkan hasil pengukuran menggunakan alat ukur dan nilai persepsi menggunakan kuesioner antara lain: a). Suhu b). Kelembaban c). Jumlah pengunjung perpustakaan, dan d). Pakaian yang dikenakan. © 2019 Rivena Elbes, Ai Siti Munawaro

    PENERAPAN INTEGRAL NUMERIK DALAM MENGHITUNG LUAS DAERAH TIDAK BERATURAN

    Full text link
    Dalam kehidupan sehari – hari, maka akan ditemukan banyak daerah. Ada daerah yang beraturan dan ada daerah yang tidak beraturan. Daerah yang beraturan dapat dengan mudah untuk mencari luas daerahnya dikarenakan hanya menggunakan rumus yang berlaku pada daerah tersebut, sedangkan pada daerah tidak beraturan akan sangat sulit untuk menentukan luasnya dikarenakan tidak ada rumus baku untuk menentukan luasnya. Untuk daerah yang tidak beraturan, maka ada daerah yang dibatasi sebuah fungsi dan fungsinya sudah diketahui, maka akan digunakan perhitungan integral secara biasa. Akan tetapi apabila daerah yang tidak beraturan tersebut tidak diketahui daerah yang membatasinya, maka akan sulit dalam menentukan luas daerahnya tersebut. Salah satu cara yang dapat digunakan, yaitu dengan menggunakan integrasi numerik, di mana digunakan metode segiempat (rectangle rule) dikarenakan hanya memerlukan titik – titik koordinat , di mana menyatakan panjang dan lebar dari sebuah segiempat dengan  menyatakan jumlahnya pias yang berbentuk segiempa

    110

    full texts

    114

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Katolik Widya Mandira
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇