Jurnal Online Universitas Katolik Widya Mandira
Not a member yet
    114 research outputs found

    Fisherman settlement arrangement to area zero waste

    Full text link
    The quality of the environment in Gudang Lelang fishermen district is getting decrease because of trash problem. The purpose of the research is to know the appropriate form of the district’s arrangement as a problem solving of trash to be applied to Gudang Lelang fishermen as a Zero Waste district. The methods of data collection are observation, literature, and interview. The analysis performed covers environment, human and building which the result of the analysis is startegy for district planning.Permukiman Nelayan Gudang Lelang Bandar Lampung semakin mengalami penurunan kualitas lingkungan akibat permasalahan sampah. Tujuan penelitian adalah mengetahui bentuk penataan kawasan yang tepat sebagai pemecahan permasalahan menyangkut sampah untuk diterapkan pada Permukiman Nelayan Gudang Lelang sehingga menjadi kawasan zero waste. Metode yang dilakukan dalam pengumpulan data antara lain observasi, literatur, dan wawancara. Analisa yang dilakukan melingkupi lingkungan, manusia, bangunan yang hasil kajian dari analisa tersebut berupa strategi penataan kawasan

    Post occupancy evaluation for functional aspects with emphasis on emergency evacuation

    Full text link
    Post occupancy evaluation is a tool to measure the qualities of an in-use building with the purpose of increasing the qualities of the building from the perspective which design process could overlook. There is a lot of aspects that has to be evaluated in the post occupancy evaluation, but the most frequently evaluated aspects are technical aspects, functional aspects, and behavioral aspects. This research emphasizes on the functional aspect to search for problems concerning evacuation circulation of Si Jalak Harupat Stadium by comparing observed object with the experience of users in how they recognize and aware of emergency evacuation elements. Users experience will be collected by using questionnaire and mental mapping. The respondents are Persib supporters who watch the matches at Si Jalak Harupat Stadium. Both of the tools will describe user perception and knowledge regarding evacuation elements legibility. This research will be concluded by describing just how far the evacuation elements of Si Jalak Harupat Stadium known by the users and find the solution to increase users awareness regarding evacuation elements inside the stadium.Evaluasi paska guna merupakan salah satu alat untuk mengukur kualitas sebuah bangunan ketika bangunan tersebut telah digunakan. Evaluasi ini digunakan untuk meningkatkan kualitas sebuah bangunan dari segi yang tidak dapat dilihat ketika proses perencanaan berlangsung. Terdapat berbagai aspek yang sering dievaluasi dalam proses evaluasi paska guna. Namun aspek yang sering dijadikan objek evaluasi yaitu aspek teknis, aspek fungsional dan aspek perilaku. Penelitian ini menekankan pada aspek fungsional dengan tujuan untuk mencari permasalahan dari segi evakuasi darurat Stadion Si Jalak Harupat dengan membandingkan objek pengamatan dengan pengalaman pengguna dalam mengenali dan menyadari elemen evakuasi darurat. Pengalaman pengguna akan diambil menggunakan kuesioner dan mental maping, dan respondennya adalah para suporter PERSIB yang menonton di Stadion Si Jalak Harupat. Kedua alat ini akan menggambarkan persepsi dan pengetahuan penonton mengenai legibilitas (keterbacaan) elemen evakuasi darurat pada Stadion Si Jalak Harupat. Kesimpulan yang diambil dari penelitian ini menjelaskan sejauh mana elemen-elemen evakuasi di dalam Stadion Si Jalak Harupat diketahui oleh pengguna dan mencari solusi untuk meningkatkan kesadaran pengguna terhadap elemen-elemen evakuasi darurat di dalam stadion

    Tranformation and needs room layout design that determine the footwear industry Function in residential Jakarta

    Full text link
    The purpose of this reserach is to provide design ideas of shoes home industry by designing the layout that can acommodate the transformation and space needed working & living area. The research’s method based on the phenomenon in the shoes home industry starting from surveying the object which is Perkampungan Industri Kecil (PIK) Penggilingan and understanding the fundamentals points of shoes home industry in terms of transformation, space requirements, and natural lighting & ventilation. The pattern of object’s transformation used for determine the organization of space that can be considered for designing the layout. Space requirement analyzed according to the standard of space. Lighting & natural ventilation analyzed with ecotect simulation according to the standard of health’s minister. The research concluded that the pattern of transformation on the object by level of transformation should be done by extension. In spatial transformation, the design should adapt to makes change of space requirement, especially for the expansion of flexible and residential area. In configurational transformation, service area should be considered in layout design because its fixed position. Some of residential area can be combined with production area in the very small home industry. In the small home industry, some of space can be multifunctional, but there should have a separation between residential and production area. Space on the object needs some adjustments based on standard of space requirements. Some of space can be multifunctional and used portable furniture depends on activity and time-used. Working maps of production area should be arrange using spatial patterns based on the flow of production process. Natural lighting and ventilation should be adjusted to the lighting standard (1000 lux for upper area, 300 lux for bottom area) and thermal comfort (21-30°C).Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gagasan desain pada ruang unit industri sepatu dengan mendesain layout yang dapat mengakomodir transformasi dan kebutuhan ruang pengguna bangunan tersebut. Metode penelitian ini dimulai dengan menarik fenomena pada industri sepatu dalam hunian, lalu melakukan perekaman pemakaian dan perubahan objek studi. Setelah itu memahami prinsip industri dalam hunian yang hubungannya dengan transformasi, kebutuhan ruang, serta pencahayaan & penghawaan. Pola transformasi yang terjadi pada objek studi ditelaah untuk menentukan organisasi ruang yang dapat dipertimbangkan untuk mendesain layout. Kebutuhan ruang dianalisis sesuai dengan standar kebutuhan ruang. Pencahayaan dan penghawaan dianalisis berdasarkan standar kenyamanan suhu dan intensitas cahaya menurut Keputusan Menteri Kesehatan dengan simulasi ecotect. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pola transformasi pada objek studi menurut tingkatan transformasi sebaiknya dilakukan dengan cara extension. Pada transformasi spasial harus dipertimbangkan perkembangan penambahan area khususnya area fleksibel pada industri rumah tangga dan area hunian pada industri kecil. Pada transformasi konfigurasi, area servis cenderung tetap. Beberapa fungsi kerja dan hunian pada industri rumah tangga sepatu dapat dicampur, akses juga dapat digabung. Berbeda dengan industri kecil sepatu, zona dan akses area huni dan kerja harus dipisah. Ruang pada objek studi belum memenuhi standar kebutuhan ruang karena area unit yang terbatas sehingga dibutuhkan beberapa penyesuaian terhadap ruang yang ada dengan membuat ruang multifungsi yang disesuaikan dengan aktivitas & waktu pemakaian dan perabot portable sebagai pemecahan desain. Layout ruang pada area produksi belum efisien sehingga harus disesuaikan pola tata ruangnya berdasarkan aliran produksi. Pencahayaan dan penghawaan pada objek studi belum ideal sehingga dibutuhkan penyesuaian khususnya pada area kerja upper (1000 lux), area kerja bottom (300 lux), suhu udara 21-30°C

    Living arrangement pattern nursing home occupants based activities and behavior

    Full text link
    Physical comfort in a building can give an effect to the psychological inhabitans. In the design of nursing homes, where the residents are elderly, certainly they have a different physical comfort with a younger people. The degenerative disease on elderly cause the need for special attention in architecture, especially on safety and comfort. Currently the nursing homes, mostly do not noticed it well, so still discovered lots of the elderlies got an accident and depressed in a nursing home. This research purpose to know the relationship between the aspects of both comfort and safety for elderly in nursing home that can make the elderly feel comfortable and happy living in their residence. The methods of this research are as follows: first, understand the criteria of elderly in related literatures and observations regarding to the elderly and other related literatures that subscribe with safety and comfort. Second, the literatures study was used to analyze the case study such as Nursing Home Wisma Mulia (Jakarta), Nursing Home Senjarawi (Bandung), and Nursing Home Muara Kasih (Bogor). The results of analysis from the case studies based on the literature, produce an architectural design criterion for the review occupancy elderly. The results of this research concluded that the design of the comfortable and safe against risk of any accident that may occur to the elderly, provided a circulation which can be passes by two wheelchairs at once and freeway, provided handrail in the circulation, provided ramp in any difference level of floor, and using a contrast color but dominant in light and warm color. The other considerations are the availability nostalgic room, playroom for children and the other facility that make the frequency of their families, visiting more often.Kenyamanan fisik pada suatu bangunan dapat memberi pengaruh bagi psikologis penghuninya. Dalam perancangan Panti Jompo, dimana penghuninya adalah lansia, tentunya berbeda kenyamanan fisiknya dengan manusia yang masih muda. Oleh karena itu diperlukan pemahaman tentang karakteristik lansia.  Penyakit degeneratif pada lansia menyebabkan perlunya perhatian khusus dari segi arsitektur terutama dalam hal keselamatan dan kenyamanan. Namun sebagian besar Panti Jompo saat ini belum terlalu memperhatikan hal tersebut sehingga masih banyak ditemukannya lansia yang mengalami kecelakaan saat beraktivitas serta depresi di Panti Jompo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang terjalin antara aspek kenyamanan dan keselamatan bagi lansia dalam perancangan Panti Jompo sehingga lansia merasa nyaman dan senang tinggal di hunian tempat tinggalnya. Langkah-langkah metode penelitian ini adalah sebagai berikut: pertama, memahami kriteria lansia secara teoritis melalui literatur terkait dan hasil observasi mengenai lansia serta literatur terkait lainnya yang berhubungan dengan keselamatan dan kenyamanan. Kedua, studi literatur tersebut digunakan untuk menganalisis kasus studi yaitu Panti Jompo Wisma Mulia (Jakarta), Panti Jompo Senjarawi (Bandung), dan Panti Jompo Muara Kasih (Bogor). Hasil dari analisa terhadap ketiga kasus studi berdasarkan studi literatur, menghasilkan sebuah kriteria perancangan arsitektur untuk hunian lansia. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dalam perancangan hunian yang nyaman dan aman terhadap resiko kecelakaan yang mungkin terjadi pada lansia, diperlukan sirkulasi yang dapat dilalui dua buah kursi roda secara bersamaan dan bebas hambatan, disediakan handrail pada jalur sirkulasi, disediakan ramp pada perbedaan ketinggian lantai, dan penggunaan warna yang kontras namun dominan ringan dan hangat. Pertimbangan lain yaitu fasilitas yang menunjang psikologis lansia misalnya tersedianya ruang nostalgia, ruang bermain anak dan fasilitas lain yang menarik keluarga untuk lebih sering berkunjung

    110

    full texts

    114

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Katolik Widya Mandira
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇