Ejournal Alma Ata University Yogyakarta
Not a member yet
1757 research outputs found
Sort by
Diagnostic accuracy of TRISS, GAP score, and KTS in predicting survival of traumatic brain injury patients
Background: Traumatic brain injury (TBI) is one of the leading causes of morbidity and mortality worldwide, often resulting in long-term disability or death. The critical period for survival is within the first 6–12 hours after trauma, when secondary brain injury may occur due to hypoxia, hypotension, and systemic complications. To assist clinicians in predicting patient outcomes, several trauma scoring systems have been developed, including the Trauma and Injury Severity Score (TRISS), Glasgow Coma Scale–Age–Systolic Pressure (GAP) Score, and Kampala Trauma Score (KTS). Objectives: This study aims to evaluate the accuracy of these three scoring systems in predicting survival outcomes in TBI patientsMethods: This research employed a quantitative observational analytic design with a cohort approach involving 212 patients who presented to the Emergency Department (ED) with TBI. Patients were assessed using TRISS, GAP Score, and KTS, and survival status was observed for up to 6 hours. Data were collected by trained ED nurses using standardized procedures, including measurement of Glasgow Coma Scale (GCS), age, respiratory rate, neurological status, systolic blood pressure, and the number of severe injuries. Data analysis included diagnostic tests such as sensitivity, specificity, positive predictive value (PPV), negative predictive value (NPV), and overall accuracy. Results: The results indicate that GAP Score had the highest sensitivity (99,5%), while GAP score demonstrated the highest specificity (85,7%). The highest PPV was found in TRISS and GAP score (97,1%), whereas KTS had the highest NPV (71,4%). GAP Score achieved the highest accuracy (96,7%), making it the most effective method for predicting TBI patient survival.Conclusions: The GAP Score is recommended as the most accurate and practical tool for predicting survival in traumatic brain injury patients presenting to the emergency department, especially in clinical environments that require rapid decision-making
Relevansi Pemikiran Filsafat Al Kindi dalam Pembentukan Moral pada Masyarakat Plural
Al-Kindi, dikenal sebagai Bapak Filsafat Arab, merupakan pionir dalam integrasi pemikiran filsafat Yunani dengan ajaran Islam pada abad ke-9 M. Ia menjadi tokoh penting yang menjembatani antara tradisi intelektual Yunani dan nilai-nilai keislaman, terutama dalam mengembangkan pemikiran rasional yang tetap berakar pada wahyu. Namun, dalam konteks pendidikan Islam di Indonesia yang plural dan multikultural, riset mengenai kontribusi pemikiran Al-Kindi terhadap pembentukan moral dan pengembangan karakter peserta didik masih sangat minim. Gap penelitian ini terletak pada kurangnya eksplorasi mendalam tentang bagaimana pendekatan rasional dan integratif Al-Kindi dapat diadopsi untuk menjawab tantangan pendidikan moral di tengah masyarakat yang majemuk, khususnya dalam membangun sikap toleransi, berpikir kritis, keterbukaan, dan karakter inklusif yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebaruan kontribusi pemikiran Al-Kindi dalam pendidikan moral Islam, dengan menyoroti integrasi antara ilmu dan agama, serta relevansinya dalam membentuk karakter peserta didik di lingkungan masyarakat plural Indonesia saat ini. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka terhadap karya-karya Al-Kindi dan kajian akademik terkait, penelitian ini menemukan bahwa Al-Kindi menempatkan filsafat sebagai sarana menemukan kebenaran melalui rasionalitas dan akal, tanpa menegasikan nilai-nilai wahyu sebagai sumber kebenaran hakiki. Kebaruannya terletak pada gagasan bahwa ilmu pengetahuan dan agama dapat berjalan seiring dan saling memperkuat. Dengan demikian, pendidikan Islam yang berlandaskan pada pemikiran Al-Kindi tidak hanya menghasilkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia, toleran, terbuka terhadap perbedaan, dan adaptif terhadap dinamika sosial budaya serta perkembangan zaman. Dalam konteks masyarakat plural, pemikiran Al-Kindi mendorong pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran yang menekankan nilai-nilai toleransi, dialog terbuka, dan penghargaan terhadap perbedaan, sehingga dapat membentuk masyarakat yang harmonis, inklusif, dan berkeadila
Strategi Guru PPKn dalam Mengantisipasi Lunturnya Nilai Nasionalisme di SMP Katolik Frateran Celaket 21
Lunturnya nilai nasionalisme di kalangan generasi muda menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan, terutama di era globalisasi yang semakin pesat. Menurunnya cinta terhadap tanah air, kurangnya kesadaran akan keberagaman, serta meningkatnya individualisme menjadi permasalahan yang perlu ditangani. Dalam hal ini, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) memegang peran krusial dalam menanamkan kembali nilai-nilai nasionalisme kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi yang diterapkan oleh guru PPKn dalam mengahadapi tantangan tersebut di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekaan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru PPKn, observasi proses pembelajaran, serta studi dokumentasi.  Hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru PPKn menggunakan berbagai strategi, seperti pendekatan pemanfaatan teknologi digital, serta kegiatan ekstrakurikuler yang menanamkan nilai kebangsaan. Selain itu, kolaborasi antara guru, orang tua, dan lingkungan sekolah juga berperan penting dalam memperkuat rasa nasionalisme peserta didik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa strategi yang inovatif dan interakrif dalam pembelajaran PPKn dapat menjadi solusi efektif dalam mengantisipasi lunturnya nilai nasionalisme. Dengan pendekatan yang tepat, guru PPK dapat menjadi agen perubahan dalam membentuk karakter kebangsaan peserta didik
Pemanfaatan Media Tebak Gambar pada Materi Majas Metafora Siswa Kelas VI SDN Samaran
Perkembangan bahasa dan sastra menjadi sebuah tantangan dalam perkembangan teknologi, khususnya pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa kemampuan bahasa dan sastra siswa pada materi majas metafora masih kurang optimal, minat belajar siswa rendah serta penggunaan media yang kurang optimal. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemanfaatan media tebak gambar dalam meteri majas metafora bagi guru dan siswa kelas VI SDN Samaran dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi majas metafora. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang berfokus pada penggunaan media yang dapat meningkatkan minat belajar, pemahaman konsep, serta interaksi antar siswa dalam pembelajaran majas. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media tebak gambar memberikan dampak yang positif bagi guru dan siswa. Guru lebih mudah menyampaikan materi secara konstektual, menciptakan suasana kelas yang aktif, serta dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi majas metafora. Selain itu, dampak positif bagi siswa adalah pembelajaran menjadi menarik sehingga dapat meningkatkan partisipasi siswa dan dapat memahami materi dengan cepat. Hal ini ditunjukkan dengan rasa ketertarikan siswa terhadap materi yang lebih tertantang dan tidak bosan dalam pembelajaran. Dengan demikian, media tebak gambar dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran yang efektif dalam materi majas metafora serta dapat mendorong kolaborasi antar guru dan siswa dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta bermakna.Kata kunci : media tebak gambar, majas metafora, keterampilan bahasa
Performance of Murabahah Financing in Islamic Commercial Banks in Indonesia: Analysis of Influencing Factors
Introduction: The importance of the role of Islamic banks in Indonesia makes Islamic banks need to improve their performance so that banking with Islamic principles remains healthy and efficient. with good performance accompanied by Islamic governance, it will increase public trust in banks so that the financing distributed will increase. This study aims to test: (1) the effect of NPF, FDR, CAR. and ROA on Murabahah Financing, (2) the effect of ICG as a moderating variable of the relationship between NPF, FDR, CAR and ROA on Murabahah Financing.Reseach Methods: This study uses quantitative data types, the population used is all Islamic Commercial Banks registered with the OJK in 2015-2023. In this study, the sampling technique was determined using purposive sampling and 10 bank samples were obtained during 2015-2023, and the data source used was secondary data. This study uses multiple linear regression analysis techniques.Finding: The results of this study show: (1) the influence of NPF and FDR has a negative but insignificant influence on Murabahah Financing, (2) the influence of CAR has a positive but insignificant influence on Murabahah Financing, (3) the influence of ROA has a negative but significant influence on Murabahah Financing, (4) ICG is unable to moderate the relationship between NPF and FDR on Murabahah Financing, (5) ICG is able to moderate the relationship between CAR and ROA on Murabahah Financing.Conclusion: These results confirm that certain financial performance and sharia governance play an important role in influencing the distribution of murabahah financing in Sharia Commercial Banks in Indonesia
Financial Determinants of Stock Prices in the Jakarta Islamic Index: Evidence from DER, PER, and DPS
Introduction: Understanding how financial indicators drive stock prices in Sharia-compliant markets is essential for guiding informed and ethical investment decisions. This study examines the influence of three key financial performance measures—Debt to Equity Ratio (DER), Price Earning Ratio (PER), and Dividend per Share (DPS)—on the stock prices of companies listed in the Jakarta Islamic Index (JII). As one of Indonesia’s premier Islamic indices, JII offers a distinctive setting where conventional financial metrics interact with the principles of Islamic finance. Methodology: A quantitative explanatory approach was employed using panel data from 20 companies consistently listed in JII between 2019 and 2023. Firms were selected based on consistent dividend distribution, complete financial reporting, and compliance with Sharia screening criteria. The Fixed Effect Model was chosen following Chow and Hausman tests. Model validity was confirmed through classical assumption tests, showing normality, no multicollinearity, no heteroskedasticity, and no autocorrelation. Results: The analysis reveals that PER (β = 62.43, p = 0.002) and DPS (β = 4.15, p < 0.001) exert a significant positive influence on stock prices, indicating that profitability expectations and dividend policies are decisive factors for investors. Conversely, DER (β = –305.78, p = 0.039) has a significant negative effect, suggesting that higher leverage is viewed unfavorably in Sharia markets due to restrictions on interest-based financing. The adjusted R² of 0.709 reflects strong explanatory power. Conclusion: Dividend policy and profitability expectations emerge as primary drivers of stock prices in JII-listed firms, while excessive leverage undermines market valuation. These findings offer practical guidance for corporate managers, policymakers, and investors aiming to strengthen Sharia-compliant investment strategies. Future studies may integrate macroeconomic variables or compare across global Islamic indices to broaden the insights
Evaluating the Predictive Power of the Fama-French Three-Factor Model in Islamic Capital Markets: Evidence from JII70 Stocks
Introduction: Stock returns are a crucial aspect on forming portfolio investing. For investors, they serve as an indicator for measuring the level of profit or loss generated from an investment over a specific period. The purpose is to examine the applicability of the Fama-French Three-Factor Model in predicting excess returns for Jakarta Islamic Index (JII70) stocks within a Sharia-compliant equity universe.Method: We analyze JII70 stocks for the period 2019-2023. The Factors included are market risk premium, firm size proxied by SMB, and book-to-market proxied by HML. Building a portfolio, SMB, and HML, and analyzing it with data panel regression. After the portfolio was built, the factor analysis was conducted by ordinary least squares regression using risk, size, and book-to-market factors on Fama-French Model.Results: The results reveal that only the book-to-market factor (HML) consistently and significantly influences excess stock returns. In contrast, the market risk premium and size factor do not show meaningful effects across the sample. These findings indicate that value-related characteristics still play a role in Islamic stock pricing, whereas risk and size dimensions may behave differently due to Sharia screening.Conclusion: The model\u27s predictive power is weak in Islamic markets, implying the need for additional factors. Suggests refinement of Islamic asset pricing frameworks. Investors and portfolio managers in Indonesia\u27s Islamic capital market should integrate additional factors such as momentum, liquidity, or ESG to enhance predictive accuracy. The unique characteristics of Sharia-compliant stocks necessitate tailored asset pricing models, while regulators can use these insights to refine Sharia index methodologies
Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Rodamin B pada Lipstik
Rodamin B adalah zat pewarna sintetik yang bisa digunakan untuk mewarnai kertas, tekstil dan tinta. Rodamin B dilarang penggunaannya menurut peraturan Mentreri kesehatan Republik Indonesia No.376/Menkes/Per/1990 karena dapat merusak hati, ginjal, dan limfa beserta perubahan anatomi pembesaran organ. Pada umumnya, rodamin B digunakan untuk mewarnai produk makanan, minuman, obat dan kosmetik bertujuan untuk mendapatkan warna yang lebih menarik. Dalam penelitian ini, metode kromatografi lapis tipis (KLT) digunakan untuk penentuan kadar rodamin B pada lipstik. Sampel diambil dari salah satul lipstik yang dijual di Pasar Bantul. Sample direndam menggunakan amonia dan penggunaan benang wol digunakan untuk menarik warna pada rodamin B, kemudian metode kromatografi lipis tipis dijalankan untuk identifikasi senyawa tersebut dengan menggunakan lampu UV (254 dan 366 nm). Metode spektrofotometri UV-Vis dilakukan untuk mengkuantifikasi kadar rodamin B. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada senyawa rodamin B pada sampel yang dipilih
Standardisasi Parameter Spesifik Dan Non Spesifik Serbuk Kulit Jeruk Lemon (Citrus limon (L.) Osbeck)
Jeruk Lemon (Citrus limon (L.) Osbeck) merupakan salah satu varietas jeruk lemon yang ditanam secara komersial di Indonesia. Kebanyakan limbah kulit jeruk lemon hanya dibuang begitu saja, tampa dimanfaatkan secara optimal. Untuk menangani masalah sampah, salah satu usaha yang sering dilakukan yaitu mengolah atau mendaur ulang sampah menjadi produk atau bahan yang berguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah serbuk kulit jeruk lemon (KJL) (Citrus limon (L.) Osbeck) telah memenuhi standarisasi parameter spesifik dan non spesifik. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium. Standarisasi yang dilakukan ada dua yaitu standarisasi spesifik dan non-spesifik. Standarisasi spesifik terdiri dari uji identitas, organoleptik, dan kadar senyawa larut air dan etanol. Standarisasi non spesifik meliputi uji susut pengeringan, kadar air, dan kadar abu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa parameter spesifik organoleptis hasil berbentuk serbuk, warna kuning pucat, bau khas dan rasa pahit, penetapan senyawa larut air dengan hasil 9,3382% dan senyawa larut etanol dengan hasil 5,480%. Parameter non-spesifik didapatkan nilai rata-rata susut pengeringan 3,09 %, kadar air 6,26%, dan penetapan kadar abu 1,315%
THE EFFECT OF SERVICE QUALITY AND COMPLAINT HANDLING ON COMMUNITY SATISFACTION OF PUULORO VILLAGE OFFICE, SAMPARA DISTRICT, KONAWE REGENCY
Good quality of public services and effective complaint handling are important factors in increasing community satisfaction with the services provided by the village government. However, there is still a gap in understanding how these two variables affect the level of community satisfaction in rural areas, especially in the Puuloro Village Office, Sampara District, Konawe Regency. The lack of research specifically examining the relationship between service quality and complaint handling at the village level suggests that there are gaps in the literature that need to be filled. This study uses a quantitative approach with a survey method and Slovin sampling technique, involving 86 respondents to test the influence of these two variables on community satisfaction. The findings of this study show that the quality of service and handling of complaints simultaneously and partially has a positive and significant effect on community satisfaction. Practically, the results of this study provide recommendations for village governments in improving the quality of service and responsiveness to community complaints, which ultimately contributes to increasing community trust and loyalty to government agencies. This research has limitations on the scope of objects limited to one village, so further research is recommended to expand the variables and objects of research