Ejournal Alma Ata University Yogyakarta
Not a member yet
1757 research outputs found
Sort by
Diet quality and body fat percentage before and during ramadan among college students
ABSTRAK Latar Belakang: Obesitas menjadi masalah kesehatan global yang semakin mengkhawatirkan, termasuk di Indonesia. Angka kejadian obesitas pada populasi dewasa yang berusia 18 tahun ke atas terus menunjukkan peningkatan setiap tahunnya yaitu pada tahun 2007 sebesar 10,5%, menjadi 14,8% pada tahun 2013, dan pada tahun 2018 mencapai 21,8%. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kualitas diet dengan persen lemak tubuh sebelum dan saat puasa Ramadhan pada mahasiswa UPN “Veteran†Jakarta.Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan pengambilan sampel stratified random sampling. Jumlah sampel sebanyak 103 responden. Data identitas responden dan kualitas diet diambil melalui wawancara dengan panduan kuesioner (Food Recall 24h dan DQI-I). Data antropometri (persen lemak tubuh) diperoleh melalui pengukuran langsung. Analisis data yang digunakan adalah uji chi-square dan t-test.Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan antara kualitas diet sebelum dan saat puasa Ramadhan (p=0,000). Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas diet dengan persen lemak tubuh sebelum dan saat puasa Ramadhan (p=0,005; p=0,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas diet dengan persen lemak tubuh sebelum dan saat puasa Ramadhan. Mahasiswa disarankan untuk meperhatikan status gizi dan melakukan pengukuran berkala pada persen lemak tubuh diikuti dengan penerapan gaya hidup sehat. KATA KUNCI: kualitas diet; persen lemak tubuh; puasa ramadhan   ABSTRACTBackground: Obesity has become an increasingly concerning global health problem, including in Indonesia. The prevalence of obesity in the adult population aged 18 years and over has continued to increase each year, from 10.5% in 2007 to 14.8% in 2013, and reached 21.8% in 2018. Objectives: To determine the relationship between diet quality and body fat percentage before and during the Ramadan fasting period among college students at UPN "Veteran" Jakarta. Methods: This study used a cross-sectional study design with stratified random sampling. The sample size was 103 respondents. Data on respondent identity and diet quality were obtained through interviews using a questionnaire (24-hour Food Recall and DQI-I). Anthropometric data (body fat percentage) was obtained through direct measurement. Data analysis used the chi-square test and t-test. Results: There was a significant difference in diet quality before and during the Ramadan fasting period (p=0.000). There was a significant relationship between diet quality and body fat percentage before and during the Ramadan fasting period (p=0.005; p=0.000).Conclusions: There is a significant relationship between diet quality and body fat percentage before and during the Ramadan fasting period. Students are advised to pay attention to their nutritional status and conduct regular measurements of body fat percentage, followed by the implementation of a healthy lifestyle. KEYWORD: diet quality; body fat percentage; ramadan fastin
Enhancing nutritional literacy and improving dietary patterns in obese adolescents through e-booklets
ABSTRAKLatar Belakang: Obesitas merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan peningkatan prevalensi di semua kelompok usia di dunia. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap obesitas pada remaja adalah rendahnya literasi gizi dan pola makan yang tidak sehat. Tujuan: untuk mengetahui dampak intervensi edukasi dengan media e-booklet terhadap pengetahuan dan asupan makanan. Metode: single group pre-posttest intervention pada remaja di SMA di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, Indonesia. Sampel ditentukan dengan kriteria inklusi siswa SMAN 1 Sentolo, kelas X dan XI, bersedia menjadi responden, hadir saat pengumpulan data dan mempunyai skor IMT/U > 1 SD, sehingga berjumlah 46 orang. Intervensi edukasi diberikan dengan media e-booklet melalui grup WhatsApp sedangkan data pengetahuan dan asupan makanan diobservasi pada saat pre-test, posttest-1 dan posttest-2. Data pengetahuan dikumpulkan dengan kuesioner dan data asupan makanan dikumpulkan dengan food recall 2 x 24 jam lalu dianalisis dengan t-test dan Wilcoxon.Hasil: Skor pengetahuan siswa pre, posttest-1 dan posttest-2 masing-masing adalah 56,3; 94,5; dan 98,5. Terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan baik pada posttest-1 maupun posttest-2. Tingkat asupan energi, protein, karbohidrat dan lemak pada pengukuran pre, posttest-1 dan posttest-2. Asupan energi menurun dari 126%, 110% dan 91%; asupan protein menurun dari 163%, 156% dan 106%; asupan lemak menurun dari 153%, 137% dan 106%; asupan karbohidrat menurun dari 100%, 91%, 76%. Hasil analisis menyatakan ada perbaikan asupan yang signifikan baik pada posttest-1 maupun posttest-2 kecuali asupan karbohidrat pada posttest-1. Kesimpulan: Edukasi gizi dengan media e-booklet berdampak pada peningkatan pengetahuan tentang obesitas dan memperbaiki asupan makanan pada remaja yang mengalami overweight dan obesitas.  KATA KUNCI: asupan;edukasi; e-booklet; pengetahuan; protein; remaja.  ABSTRACTBackground: Obesity is a public health problem with increasing prevalence in all age groups in the world. One of the factors that contribute to obesity in adolescents is low nutritional literacy and unhealthy diets.Objective: To determine the impact of educational interventions with e-booklet to knowledge and food intakeMethod: A single group pre-posttest intervention study was conducted on adolescents in senior high school Sentolo 1 (SMAN 1 Sentolo), Kulon Progo, Yogyakarta, Indonesia. The sample was chosen by criteria for grades X and XI, willing to be responders, present during data collection, and had BMI-for-age-score >1 SD, as many as 46 participants included this study. Educational interventions were provided with e-booklet was shared through WhatsApp groups, while knowledge and food intake were observed during the pre-test, post-test 1, and post-test 2. Knowledge was collected by questionnaire, and food intake was collected by food recall 2x24 hours. We apply t-test and Wilcoxon to analyze the data. Results: The knowledge scores significantly improved from 56.3 (pre-test) to 94.5 (post-test 1) and 98.5 (post-test 2) (p< 0.05). Significant reductions were observed in energy, protein, carbohydrate, and fat intake between pre-test, post-test 1, and post-test 2, demonstrating the intervention\u27s effectiveness in improving dietary habits among adolescents.Conclusion: Nutrition education using e-booklet has an impact on increasing knowledge about obesity and improving food intake in adolescents who are overweight and obese. KEYWORDS: adolescent; education; e-booklet; intake; knowledge; protein. Article submitted on January 19, 2025; Articles revised on February 17, 2025; Articles received on July 25, 2025; Articles available online on November 28, 2025Â
Penerapan Metode Activity Based Costing (ABC) dalam Analisis Perhitungan Unit Cost pada Instalasi Farmasi RSUD
Instalasi farmasi di rumah sakit umum daerah (RSUD) BLUD memiliki peran penting untuk mendukung layanan kesehatan melalui pengadaan dan distribusi obat. Namun, selama ini perhitungan biaya yang terjadi pada pelayanan farmasi khususnya pada pelayanan tebus obat untuk pasien masih banyak menggunakan metode tradisional yaitu dengan membagi total biaya berdasarkan volume output, tanpa mempertimbangkan variasi aktivitas yang terjadi pada penentuan biaya yang dibebakan pada suatu aktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perhitungan unit cost pelayanan farmasi menggunakan pendekatan Activity Based Costing (ABC) dan membandingkannya dengan hasil perhitungan menggunakan metode tradisional untuk pengukur keakuratan penentuan biaya. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif melalui studi kasus di Instalasi Farmasi RSUD BLUD Sleman. Data dikumpulkan melalui observasi secara langsung, wawancara, dan dokumentasi laporan keuangan serta aktivitas operasional pada layanan obat instalasi farmasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan unit cost menggunakan metode ABC sebesar Rp150.000 per resep, sedangkan metode tradisional sebesar Rp100.000. Selisih Rp50.000 disebabkan oleh penggunaan pemicu biaya (cost driver) yang lebih rinci pada metode ABC, seperti jumlah resep, jenis obat, dan frekuensi pelayanan. Hasil penelitian disimpulkan bahwa metode perhitungan unit cost dengan pendekatan ABC memberikan informasi biaya yang lebih tepat dan dapat digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan strategis yang lebih efisien di RSUD BLU
Pengaruh Efektivitas Sistem Pendaftaran Online Pasien Rawat Jalan terhadap Kepuasan Pasien di Rumah Sakit
Pelayanan administratif memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan karena berpengaruh langsung terhadap pengalaman dan kepuasan pasien. Rumah Sakit Tk.II Udayana telah menerapkan sistem pendaftaran online untuk layanan rawat jalan dengan tujuan mempermudah proses administrasi dan mempercepat waktu pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sistem pendaftaran online serta pengaruhnya terhadap kepuasan pasien rawat jalan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 100 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang menilai beberapa aspek efektivitas sistem, meliputi reliabilitas, fleksibilitas, integrasi, aksesibilitas, dan kecepatan tanggapan, serta indikator kepuasan pasien menggunakan dimensi EUCS yaitu konten, ketepatan, tampilan, kemudahan penggunaan, dan ketepatan waktu. Analisis data mencakup uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas sistem pendaftaran online berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 80%, demikian pula tingkat kepuasan pasien yang mencapai nilai sama. Analisis univariat menggambarkan bahwa responden didominasi kelompok usia ≥30 tahun (77%), laki-laki (53%), berpendidikan tinggi (S1–S2 sebesar 52%), serta mayoritas bekerja sebagai pegawai swasta (28%) dan wiraswasta (22%). Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara durasi pelayanan dan kepuasan pasien (p=0,000), di mana pelayanan cepat (≤10 menit) menghasilkan tingkat kepuasan lebih tinggi. Rata-rata kepuasan EUCS mencapai 82,6%, dengan ketepatan waktu sebagai aspek tertinggi. Uji chi square menunjukkan pengaruh positif signifikan dengan kontribusi 93,2% terhadap kepuasan pasien. Dengan demikian, sistem pendaftaran online terbukti efektif dan berperan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan rawat jalan
MODIFIKASI SYARIAH PADA KERANGKA RISIKO DAN RETURN
This article discusses risk and return which is a form of sharia modification in sharia financial management. The modification in question is an innovative step that is being pursued financially. The aim of this research is to understand risk and return as an inseparable part of the presence of modifications in finance, especially when viewed from a sharia perspective. Refers to modifications of sharia where Islamic law is conceptualized in it. So, there are differences in the form of mechanisms for risk and return. The difference in question is from conventional to sharia. This happens because there is no such thing as a risk-free investment opportunity. Risk and return are very closely related because the differences between the two cannot be separated. Return and risk are clearly analogous to the greater the risk, the greater the return that should be compensated. Conversely, the smaller the return value, the smaller the level of risk that must be considered. That is why risk and return are said to be in the same direction, in harmony and in one direction so that they cannot be separated in the sharia modification framework
PENGARUH GREEN ACCOUNTING DAN KINERJA LINGKUNGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN MELALUI PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL INTERVENING
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Green Accounting dan Kinerja Lingkungan terhadap Nilai Perusahaan melalui Profitabilitas sebagai variabel Intervening pada perusahaan sektor Energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019 – 2023 Teknik pemilihan sampel yang digunakan adalah purposive sapling dan diperoleh 9 perusahaan terpilih dari sektor keuangan sehingga total data yang digunakan sebanyak 45 data. Metode analisis data yang digunakan ialah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan software SPSS 25. Berdasarkan hasil penelitian, Green Accounting dan Kinerja Lingkungan tidak berpengaruh terhadap Profitabilitas, Green Accounting dan Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan, Kinerja Lingkungan berpengaruh negative terhadap Nilai Perusahaan, Profitabilitas tidak mampu memediasi Green Accounting dan Kinerja Lingkungan terhadap Nilai Peusahaan
Penguatan Literasi Budaya dan Kewargaan Melalui Pembelajaran PPKn untuk Meningkatkan Semangat Nasionalisme Siswa di SMP Negeri 29 Medan
Literasi budaya dan kewargaan menjadi salah satu indikator penting dalam mendukung keberlangsungan dan harmonisasi kehidupan berbangsa dan bernegara pada peserta didik. Perkembangan globalisasi masa kini menyebabkan semangat nasionalisme masyarakat, terutama generasi muda, semakin luntur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Penguatan Literasi Budaya Dan Kewargaan Melalui Pembelajaran PPKn Untuk Meningkatkan Semangat Nasionalisme Siswa Di SMP Negeri 29 Medan.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatankualitatif. Adapun yang menjadi subyek dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, guru PPKn dan siswa-siswi SMP Negeri 29 Medan. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder.Data primer diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Data sekunder diperoleh malalui buku, jurnal, artikel yang relevan dengan topik kajian yang diteliti. Teknik pengumpulan data dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi.Analisis data yang digunakan melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan.Untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda.Hasil penelitian menjelaskan bahwa penguatan literasi budaya dan kewargaan melalui pembelajaran PPKn untuk meningkatkan semangat nasionalisme siswa di SMP Negeri 29 Medan yaitu melalui basis kelas dan basis budaya sekolah. Pada basis budaya sekolah, kegiatan yang dilakukan di luar kelas seperti adanya literasi membaca, menampilkan berbagai kegiatan budaya, upacara, peringatan hari besar dan adanya kegiatan kepramukaan. Selain itu, basis kelas melalui pembelajaran PPKn yaitu guru meningkatkan semangat nasionalisme siswa dengan adanya 3S (Senyum, Sapa, Salam), menyanyikan lagu wajib sebelum memulai pelajaran dan mengenalkan berbagai kebudayaan Indonesia melalui materi pelajaran dengan pelaksanaan yang sudah direncanakan. Dengan berbagai kegiatan tersebut dapat meningkatkan semangat nasionalisme siswa seperti toleransi, mencintai budaya sendiri dan menghargai perbedaan yang ada
Faktor-Faktor yang Menghambat Penerapan Project-Based Learning dalam Pembelajaran Bahasa Jawa pada Kurikulum Merdeka di SMP
Realitas di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar guru Bahasa Jawa belum banyak menerapkan Project-based Learning (PjBL) dalam pembelajaran yang mereka lakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menghambat penerapan PjBL dalam pembelajaran Bahasa Jawa pada Kurikulum Merdeka di SMP. Project-based Learning (PjBL) sendiri memiliki keterkaitan erat dengan teori pembelajaran konstruktivisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian ini dilakukan di beberapa SMP yang tersebar di Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, dan Kota Malang, dengan subjek penelitian berupa empat guru Bahasa Jawa pada jenjang SMP yang dipilih secara acak dari masing-masing wilayah tersebut. Penelitian dilaksanakan selama satu bulan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-struktur. Data dalam penelitian ini kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis tematik berdasarkan model Braun & Clarke (2006) yang meliputi enam tahapan, yaitu familiarisasi, pengkodean, identifikasi tema, peninjauan dan pengembangan tema, penamaan tema, dan penyajian hasil analisis. Hasil penelitian menemukan bahwa penerapan Project-based Learning (PjBL) dalam pembelajaran Bahasa Jawa di jenjang SMP menghadapi empat hambatan utama yaitu kompetensi guru, motivasi guru, beban kerja guru, dan kebijakan kurikulum. Kompetensi guru yang belum memadai dalam merancang proyek, rendahnya motivasi akibat kurangnya apresiasi, tingginya beban kerja baik dalam melakukan pengajaran ataupun tugas administratif, serta kurangnya pedoman implementasi yang relevan untuk mata pelajaran Bahasa Jawa menjadi faktor-faktor penghambat yang diidentifikasi dalam penelitian ini.Kata Kunci: Bahasa Jawa, Project-based Learning, PjBL, Kurikulum Merdek
The Dynamic Influence of Religiosity and Knowledge Mediated by Attitude on Consumer Intentions to Buy Halal Products in Indonesia
Introduction : This study examines the dynamic influence of religiosity and knowledge, mediated by attitude, on consumer intentions to buy halal products in Indonesia, where the growing Muslim population has increased the demand for halal goods. Understanding the factors that shape this intention is essential for building consumer trust and strengthening the development of the halal sector. The research addresses how religiosity and knowledge affect purchase intention for halal products, with attitude acting as a mediating variable. This paper contributes by testing the indirect impact of religiosity and knowledge on purchase intention through attitude, a relationship that has not been fully examined in the Indonesian halal consumption context.Methodology: A quantitative method was applied using data from 180 respondents in six provinces across Java. Structural Equation Modeling (SEM) was conducted using LISREL, with Confirmatory Factor Analysis (CFA) employed for model validation.Results: Religiosity and knowledge influence purchase intention only indirectly through attitude (T = 2.56 and 2.87), while attitude itself has a direct significant effect (T = 3.79). Goodness-of-fit indices indicate a well-fitting model (GFI = 0.90, RMSEA = 0.051, Chi-Square = 165.64, df = 113).Conclusion: Attitude plays a critical mediating role between internal values and consumer intention. Stakeholders should focus on strengthening consumer attitudes through education and value based campaigns to boost halal product adoption
Assessing the Alignment of Indonesia’s Green Sukuk with Maqasid Al-Shariah and ESG Principles
Introduction: This study examines Indonesia’s sovereign green sukuk issued between 2018 and 2023, focusing on their alignment with Maqasid al-Shariah and Environmental, Social, and Governance (ESG) principles. As the first sovereign issuer of green sukuk, Indonesia provides a unique case to explore the intersection between Islamic ethical finance and global sustainability frameworks.Methodology: The research adopts a qualitative case study approach using secondary data, including Ministry of Finance allocation and impact reports, Shariah fatwas, sukuk frameworks, and third-party sustainability reviews. A hybrid analytical framework was applied, integrating Maqasid al-Shariah, ESG indicators, the Quadruple Bottom Line (QBL), and Sustainable Development Goals (SDGs).Results: The findings reveal that Indonesia’s green sukuk substantially align with Islamic ethical values and sustainability targets. Projects financed through these sukuk avoided an estimated 12.2 million tons of CO₂-equivalent emissions, added more than 15 MW of renewable energy capacity, and restored over 10,000 hectares of degraded land. Socially, the sukuk program benefited approximately 4.2 million people through access to clean water, disaster-resilient facilities, and sustainable transport. Governance mechanisms such as annual reporting and Second Party Opinions ensure transparency, while spiritual compliance is maintained through continuous supervision by DSN-MUI.Conclusion: Indonesia’s sovereign green sukuk demonstrate the potential of Shariah-compliant instruments in advancing climate finance. However, challenges remain in addressing regional equity, enhancing participatory governance, and integrating long-term spiritual and social indicators. Strengthening these aspects could position Indonesian green sukuk as a global model for Islamic sustainable finance