Ejournal Alma Ata University Yogyakarta
Not a member yet
1757 research outputs found
Sort by
Analisis Adverse Drug Reaction (ADR) Pengobatan Diabetes Melitus Nefropati Terhadap Clinical Outcome di RSUD Panembahan Senopati Bantul
Diabetes Melitus (DM) adalah suatu penyakit kronis atau gangguan metabolisme kronis multifaktorial, ditandai dengan tingginya kadar gula darah terkait gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, protein akibat malfungsi insulin. Komplikasi yang ditimbulkan dari Diabetes Melitus akan menyebabkan pasien sebanyak 20% hingga 40% mengalami nefropati diabetik atau gagal ginjal stadium akhir. Dalam mengatasi konsekuensi akibat nefropati, maka obat merupakan pilihan yang diambil. Dari obat yang diberikan mempunyai efek obat berbeda setiap pasien, karena setiap obat memiliki mekanisme kerja dan tempat kerja yang berbeda yang akhirnya menyebabkan perubahan respon obat dan munculnya ADR. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh Adverse Drug Reaction (ADR) pada diabetes melitus nefropati terhadap outcome klinik di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Desain penelitian berupa penelitian non eksperimental dengan menggunakan teknik retrospektif yaitu pengamatan kasus dari rekam medis pasien. Metode pengambilan sampel ini menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara ADR dengan clinical outcome berdasarkan nilai GDS pada pasien DM nefropati di RSUD Panembahan Senopati Bantul di hari pertama dan ketiga yang di tunjukan oleh nilai p value 0,621 dan 0,728 (p>0,05). Mayoritas responden mengalami ADR dari pengobatan yaitu sebanyak 37 responden (58,7%), sedangkan 26 responden (41,3%) lainnya tidak mengalami ADR dari pengobata
Evaluasi Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Pasien di Era JKN: Studi Kasus Menggunakan Indikator HCAHPS
Pelayanan kesehatan yang prima adalah kebutuhan esensial dan hak fundamental yang menjadi tuntutan publik seiring meningkatnya kesadaran dan taraf hidup. Institusi kesehatan, khususnya rumah sakit, diwajibkan berinovasi dan meningkatkan mutu layanannya untuk mencapai kepuasan pasien yang optimal. Respons terhadap amanat konstitusi, Indonesia mengimplementasikan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh BPJS Kesehatan, yang mengubah total lanskap pelayanan dan menuntut evaluasi mendalam terhadap kualitas layanan serta dampaknya pada kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan pengaruh kualitas pelayanan terhadap tingkat kepuasan pasien era JKN di unit Instalasi Rawat Inap rumah sakit pemerintah dan swasta. Menggunakan pendekatan kuantitatif, studi observasional analitik cross-sectional ini melibatkan total 131 responden, terdiri dari 78 di rumah sakit pemerintah dan 53 di rumah sakit swasta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh komponen pelaksanaan pelayanan kesehatan, baik di rumah sakit pemerintah maupun swasta, secara umum dinilai dalam kategori baik. Tingkat kepuasan pasien juga sangat positif di kedua jenis rumah sakit. Di rumah sakit swasta, 52.8% responden menyatakan sangat puas dan 47.2% menyatakan puas. Sementara itu, di rumah sakit pemerintah, persentase kepuasan menunjukkan 58.8% responden merasa sangat puas dan 41.2% merasa puas. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas pelayanan di kedua tipe rumah sakit pada era JKN berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pasien. Persentase "sangat puas" yang sedikit lebih tinggi di rumah sakit pemerintah menyiratkan pentingnya bagi semua penyedia layanan JKN untuk terus mempertahankan standar tinggi demi menjaga kepercayaan dan kepuasan pasien
Pengelolaan Sampah Plastik di SD N Patalan Baru Bantul Dengan Metode Ecobrick: Penerapan Qs. Al-A’raf Ayat 56
This research was conducted because of the emergence of various concerns related to the processing of plastic waste, due to human actions that are still fond of littering. There are many verses that explain environmental education in the Qur\u27an, one of which is Surah Al-A\u27raf verse 56. Furthermore, in delivering environmental education, Islamic education is an alternative. In this case we take the waste processing method in the form of ecobricks as a solution in processing plastic waste. This research aims to; 1.) knowing what an ecobrick is 2.) Knowing the processing of plastic waste at SD N Patalan Baru 3.) Implementation of QS. Al-A\u27raf verse 56 regarding environmental education. The approach in this research This research approach is a qualitative approach, data obtained through literature review, in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. Findings show that ecobricking can significantly reduce plastic waste while increasing students\u27 while increasing students\u27 awareness of the environment. So, Ecobricks can be a solution to the plastic waste pollution that occurs in society. In addition, the application of ecobricks also implements Q.S Al A\u27raf verse 56 in order to protect the environment. Because the utilization of ecobricks as an embodiment of Quranic teachings offers a practical way to promote environmental sustainability and responsible resource management. By implementing this approach, we can contribute to a healthier earth and a more sustainable future.Keyword: Ecobricks, Plastic Waste, Environmental Education, Religious Values, Elementary School
KUALITAS LAPORAN KEUANGAN DAN KEPUTUSAN INVESTASI
Kualitas laporan keuangan merupakan faktor penting yang memengaruhi pengambilan keputusan investasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kualitas laporan keuangan dan efisiensi keputusan investasi. Dengan menggunakan tinjauan literatur sebagai metode utama, penelitian ini mengidentifikasi aspek-aspek penting dari kualitas laporan keuangan, termasuk akurasi, relevansi, kejelasan, dan keandalan informasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa laporan keuangan yang berkualitas tinggi mampu mengurangi asimetri informasi, meningkatkan transparansi, dan memperkuat kepercayaan investor. Efisiensi investasi tercapai melalui penghindaran over-investment dan under-investment, yang berkontribusi pada alokasi sumber daya yang optimal dan pencapaian nilai investasi maksimum. Namun, penelitian juga menemukan bahwa faktor eksternal, seperti kondisi pasar dan strategi perusahaan, dapat memoderasi pengaruh kualitas laporan keuangan terhadap keputusan investasi. Temuan ini memberikan kontribusi bagi literatur akademis dan menjadi referensi bagi praktisi serta pengambil keputusan investasi dalam menciptakan lingkungan investasi yang transparan dan efisien
PENGARUH KUALITAS WEBSITE, KEPERCAYAAN, DAN E-SERVICE QUALITY TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN ONLINE SHOP SHOPEE
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Kualitas Website, Kepercayaan, dan E-Service Quality terhadap keputusan pembelian online pada toko online shopee di kalangan pelajar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 246 responden. Analisis data menggunakan metode Structural Equition Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas website, kepercayaan, kualitas layanan elektronik mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian toko online shopee
Pelatihan Pembuatan Pestisida Nabati Berbasis Bawang Merah Bagi SMK Farmasi Surabaya: Upaya Mitigasi Pencemaran Lingkungan dan Kesehatan
Pestisida kimia efektif dalam membasmi hama, namun karena zatnya yang tidak mudah terurai menyebabkan residunya mengendap sehingga menimbulkan dampak negatif bagi manusia dan lingkungan. Sebagai upaya mitigasi, pengembangan pestisida nabati menjadi alternatif ramah lingkungan dan aman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk siswa SMK Farmasi Surabaya dan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang bahaya pestisida kimia, memberikan keterampilan praktis pembuatan pestisida pemahaman serta memberikan keterampilan siswa SMK Farmasi Surabaya dalam pembuatan pestisida nabati berbasis bawang merah (Allium cepa). Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi dan demonstrasi pembuatan pestisida nabati, dan evaluasi (pre-test dan post-test) untuk menilaia peningkatan pengetahuan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dalam konsep pestisida nabati sebesar 34% dari 73% menjadi 98%. Kesimpulan dari pengmas ini adalah edukasi pembuatan pestisida nabati berbahan bawang merah berhasil dan dapat menjadi sarana efektif untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan kesehatan di kalangan siswa SM
Peningkatan Keterampilan Siswa Vokasi melalui Pelatihan Pengujian Antibakteri Minuman Herbal Fermentatif dan Non Fermentatif pada Siswa SMK di Akademi Farmasi Surabaya
Indonesia dikenal kaya akan tanaman herbal yang memiliki potensi antibakteri tinggi. Untuk meningkatkan literasi sains terapan dan keterampilan vokasional siswa, telah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan uji aktivitas antibakteri terhadap minuman herbal fermentatif dan non-fermentatif di SMK Nur Medika Surabaya pada Mei 2025. Kegiatan ini menggunakan pendekatan praktikum laboratorium yang diawali dengan pemberian materi teori, demonstrasi, hingga praktik uji antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Siswa dilibatkan aktif dalam setiap tahapan, mulai dari persiapan, inokulasi bakteri, hingga interpretasi zona hambat. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan nilai yang signifikan, dari rata-rata 40 menjadi 90. Survei kepuasan peserta juga menunjukkan respon sangat positif. Pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual, keterampilan teknis, serta minat siswa terhadap pengembangan produk herbal sebagai alternatif antibakteri. Program ini mendukung pencapaian kompetensi vokasional dan profil pelajar Pancasila
Edukasi MARANGGATUANTING sebagai Upaya Percepatan Penurunan Stunting melalui Pemberian Makanan Tambahan di Kelurahan Pesurungan Lor, Kota Tegal
Stunting adalah salah satu hambatan terbesar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di setiap negara. Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan terjadi pada anak-anak dan balita yang ditandai dengan tinggi badan lebih pendek dari usianya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program Manggaratuanting di Kelurahan Pesurungan Lor serta menganalisis kontribusinya dalam meningkatkan pengetahuan gizi dan mendukung percepatan penurunan stunting. Dalam penelitian ini menggunakan metode partisipatif dan edukasi masyarakat melalui penyuluhan, diskusi interaktif, praktik pemberian makanan tambahan, serta distribusi media edukasi berupa leaflet dan buku saku. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi berbasis media sederhana seperti leaflet dan buku saku efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan balita serta pemberian PMT berbahan ikan tenggiri menjadi bentuk inovasi pemanfaatan sumber daya lokal.Â
The relationship between maternal factors and pregnancy weight gain with the incidence of stunting in toddlers East Java Province
ABSTRAKLatar Belakang: Stunting merupakan kondisi gangguan tumbuh kembang balita akibat kekurangan gizi kronis dan penyakit infeksi yang ditandai dengan tinggi badan di bawah batas normal. Pada tahun 2022, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 21,6% dan di Jawa Timur mencapai 34,9%. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko stunting, kesakitan bahkan kematian pada ibu dan anak yaitu faktor maternal. Faktor maternal stunting meliputi, usia ibu saat hamil, jarak kelahiran, paritas, kenaikan berat badan kehamilan, status gizi ibu, tinggi badan ibu, infeksi, kesehatan mental, IUGR dan kelahiran prematur, dan hipertensi.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan faktor maternal dan kenaikan berat badan kehamilan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Kabupaten Jember.Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain case control yang dilakukan di 15 Puskesmas Kabupaten Jember pada bulan April-Juli 2024. Sampel penelitian ini adalah 272 balita usia 24-59 bulan yang terdiri dari sampel kasus 136 balita stunting dan sampel kontrol 136 balita tidak stunting dengan responden dari ibu balita. Teknik pemilihan sampel menggunakan cluster random sampling. Data penelitian ini diperoleh dari wawancara menggunakan kuesioner dan studi dokumentasi buku Kesehatan Ibu dan Anak. Selanjutnya, data dianalisis dengan analisis univariat (distribusi frekuensi) dan analisis bivariat dengan uji Chi-square.Hasil: Hasil analisis menggunakan uji chi-square diperoleh hasil terdapat hubungan antara kenaikan berat badan kehamilan dengan kejadian stunting pada balita (p-value = <0,001 dan OR= 4,286 dengan 95% CI (2,556-7,187)). Ibu yang memiliki kenaikan berat badan kehamilan tidak sesuai standar Institute of Medicine (IOM) berpeluang melahirkan anak stunting 4,2 kali lebih besar dibandingkan dengan ibu yang memiliki kenaikan berat badan kehamilan sesuai standar IOM. Tidak terdapat hubungan antara usia ibu saat hamil (p-value= 0,419), jarak kelahiran (p-value= 0,178), dan paritas (p-value= 0,321) dengan kejadian stunting pada balita.Kesimpulan: Kenaikan berat badan kehamilan merupakan faktor risiko stunting pada balita usia 24-59 bulan di Kabupaten Jember. KATA KUNCI: faktor maternal; riwayat kehamilan; stunting ABSTRACT Background: Stunting is a condition of impaired growth and development of toddlers due to chronic malnutrition and infectious diseases characterized by height below the normal limit. In 2022, the prevalence of stunting in Indonesia reached 21.6% and in East Java reached 34.9%. One of the factors that can increase the risk of stunting, illness and even death in mothers and children is the maternal factor. Maternal stunting factors include, maternal age during pregnancy, birth distance, parity, pregnancy weight gain, maternal nutritional status, maternal height, infection, mental health, IUGR and premature birth, and hypertension.Objectives: The purpose of this study is to analyze the relationship between maternal factors and pregnancy weight gain with the incidence of stunting in toddlers aged 24-59 months in Jember Regency.Methods: This type of research is observational analysis with a case control design conducted in 15 Jember Regency Health Centers in April-July 2024. The sample of this study consists of 272 toddlers aged 24-59 months, comprising 136 stunted toddlers as the case sample and 136 non-stunted toddlers as the control sample, with respondents being the mothers of the toddlers. The sample selection technique uses cluster random sampling. The data of this study was obtained from interviews using questionnaires and documentation studies of Maternal and Child Health books. Furthermore, the data was analyzed by univariate analysis (frequency distribution) and bivariate analysis by Chi-square test.Results: The results of the analysis using the Chi-square test showed that there was a relationship between pregnancy weight gain and the incidence of stunting in toddlers (p-value = < 0.001 and OR = 4.286 with 95% CI (2.556-7.187)). Mothers who have pregnancy weight gain that does not meet IOM standards are 4.2 times more likely to give birth to stunted children compared to mothers who have pregnancy weight gain according to IOM standards. There was no relationship between maternal age during pregnancy (p-value=0.419, birth distance (p-value=0.178), and parity (p-value=0.321) with the incidence of stunting in toddlers.Conclusions: Pregnancy weight gain is a risk factor for stunting in toddlers aged 24-59 months in Jember Regency.  KEYWORD: maternal factors; pregnancy history; stuntin
Growth monitoring is a determinant of stunting in toddlers aged 6-23 months in Tanjung Jabung Timur Regency, Jambi province, Indonesia
ABSTRAK Latar Belakang: Kabupaten Tanjung Jabung Timur merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jambi dengan angka prevalensi stunting yang masih tinggi berdasarkan hasil SSGI 2022 yaitu sebesar 22,5%. Penyebab stunting menjadi beberapa faktor baik dari faktor anak sendiri, maupun faktor orang tua dan faktor lingkungan rumah tangga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji determinan stunting pada balita usia 6-23 bulan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan memanfaatkan data sekunder bersumber dari hasil Survei Status Gizi Indonesia tahun 2022 di Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi. Penelitian ini melibatkan 148 balita berusia 6 hingga 23 bulan sebagai sampel. Analisis menggunakan aplikasi SPSS dengan melakukan analisis distribusi frekuensi dan tabulasi silang menggunakan chi square. Variabel terikat pada penelitian ini adalah stunting dan variabel bebas yaitu pemantauan pertumbuhan, Inisiasi Menyusu Dini (IMD), Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, berat badan lahir, dan imunisasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pemantauan pertumbuhan sebagai variabel bebas yang berhubungan dengan kejadian stunting di Kabupaten Tanjung Jabung Timur usia 6-23 bulan (0R 2,34; p = 0,048; 95%CI 1,08 – 5,11), sedangkan IMD, ASI eksklusif, berat badan lahir,dan imunisasi tidak berhubungan dengan stunting. Kesimpulan: Pemantauan pertumbuhan merupakan determinan stunting pada balita usia 6-23 bulan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Penting untuk meningkatkan kunjungan masyarakat dalam melakukan pemantauan pertumbuhan secara rutin ke pelayanan kesehatan, karena pemantauan berperan dalam mendeteksi dini gangguan gizi, memastikan intervensi yang tepat, dan mendukung tumbuh kembang anak yang optimal. KATA KUNCI: BBLR; IMD; pemantauan pertumbuhan; stunting  ABSTRACTBackground: Tanjung Jabung Timur Regency is one of the regencies in Jambi Province that has a high prevalence of stunting, recorded at 22,5% based on the 2022 SSGI results. Stunting has several causes, including the child\u27s, parental, and household environmental factors. Objectives: This study examined the risk factors for stunting in toddlers aged 6-23 months in Tanjung Jabung Timur Regency. Methods: This study used a cross-sectional design by utilizing secondary data sourced from the results of the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) in Tanjung Jabung Timur Regency, Jambi Province. This study included 148 toddlers between 6 and 23 months as its sample. The analysis used the SPPS application by conducting frequency distribution analysis and cross-tabulation using chi-square. The dependent variable in this study was stunting, and the independent variables were growth monitoring, early initiation of breastfeeding, exclusive breastfeeding, birth weight, and immunization.Results: The results showed that growth monitoring was the independent variable related to stunting in Tanjung Jabung Timur Regency aged 6-23 months (0R 2.34; p = 0.048; 95% CI 1.08 – 5.11), while early initiation of breastfeeding, exclusive breastfeeding, birth weight, and immunization were not related to stunting.Conclusions: Growth monitoring determines stunting in toddlers aged 6-23 months in Tanjung Jabung Timur Regency. Improving community participation in routine growth monitoring at health services is essential, as it contributes to the early detection of nutritional problems, ensures appropriate interventions, and promotes optimal child growth and development. KEYWORD: early initiation of breastfeeding; growth monitoring; low birth weight; stunting Article submitted on November 13, 2024; Articles revised on January 08, 2024; Articles received on May 07, 2025; Available online on November 29, 202