Ejournal Alma Ata University Yogyakarta
Not a member yet
    1757 research outputs found

    The impact of e-booklets on knowledge and attitudes toward anemia awareness among adolescent girls

    Full text link
    ABSTRAK Latar Belakang: Menurut Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, sebanyak 15,5% remaja putri menderita anemia, sehingga anemia sebagai suatu masalah kesehatan yang signifikan. Salah satu faktor yang berkaitan dengan anemia remaja adalah rendahnya pengetahuan dan kepatuhan konsumsi Fe.Tujuan: Mengevaluasi efektivitas edukasi gizi menggunakan e-booklet dibandingkan dengan media slide dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap terkait anemia.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan desain pretest-posttest control group. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-April 2024, melibatkan 85 siswi SMP di Yogyakarta, yang dibagi ke dalam kelompok intervensi (e-booklet dan media slide) dan kelompok kontrol (media slide). Data tentang pengetahuan dan sikap dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur pada tiga tahap: pretest, posttest-1, dan posttest-2. Analisis statistik yang digunakan adalah paired t-test, uji wilcoxon, independent t-test, dan uji mann-whitney.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam skor pengetahuan pada kedua kelompok, dengan kelompok intervensi mencapai skor post-test yang lebih tinggi (89,1 vs 78,8; p<0,05). Meskipun kedua kelompok menunjukkan sedikit peningkatan dalam hal sikap, perubahan yang diamati tidak mencapai signifikansi secara statistik. Temuan ini menyoroti efektivitas e-booklet sebagai alat pembelajaran digital, yang menawarkan fleksibilitas dan konten mendalam yang mendukung pembelajaran mandiri.Kesimpulan: Penelitian ini menggarisbawahi potensi e-booklet untuk mengatasi kesenjangan pengetahuan tentang anemia di kalangan remaja. Pembuat kebijakan sebaiknya mengintegrasikan e-booklet ke dalam program pendidikan kesehatan nasional dan menggabungkannya dengan metode offline yang interaktif untuk meningkatkan perubahan pengetahuan remaja.KATA KUNCI: anemia; e-booklet; pengetahuan; remaja putri; sikap ABSTRACTBackground: Based on Indonesia Health Survey 2023, 15,5% female adolescents suffer from anemia, as a significant health problem. This is due to lack of knowledge and low compliance of Fe consumption. Objectives: To evaluate the effectiveness of nutrition education using e-booklets compared to slide media in improving anemia-related knowledge and attitudes.Methods: This was a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group, conducted in March–April 2024, involving 85 junior high school girls in Yogyakarta, divided into intervention (e-booklet and slide media) and control (slide media) groups. Data on knowledge and attitudes were collected using structured questionnaires at three points: pretest, posttest-1, and posttest-2. Statistical analyses included paired t-tests, Wilcoxon, independent t-tests, and Mann-Whitney tests.Results: The results showed a significant improvement in knowledge scores in both groups, with the intervention group achieving higher post-test scores (89.1 vs. 78.8; p<0.05). Although both groups demonstrated a slight improvement in attitudes, the observed changes did not reach statistical significance. The findings highlight the effectiveness of e-booklets as a digital learning tool, offering flexibility and in-depth content that supports independent learningConclusions: This study underscores the potential of e-booklets to address knowledge gaps about anemia among adolescents. Policymakers should integrate e-booklets into national health education programs while combining them with interactive offline methods to enhance attitude changes.KEYWORDS: anemia; attitude; adolescent girls; e-booklet; knowledg

    Effect of “Growol†on glucose levels and lipid profile of metabolic syndrome rats

    Full text link
    ABSTRAK Latar Belakang: Growol merupakan makanan tradisional khas Kulon Progo, Yogyakarta yang terbuat dari singkong melalui proses fermentasi. Proses fermentasi ini melibatkan Bakteri Asam Laktat (BAL), khususnya Lactobacillus casei subsp. rhamnosus TGR2. Sifat sinbiotik pada growol menjadikannya pangan fungsional yang berpotensi memperbaiki profil lipid dan glukosa darah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian growol terhadap kadar glukosa darah dan profil lipid pada hewan model sindrom metabolik.Metode: Penelitian ini dilakukan di laboratorium pada 36 ekor tikus Wistar yang dibagi menjadi enam kelompok: dua kelompok kontrol dan empat kelompok perlakuan. Kelompok kontrol terdiri atas kontrol negatif yang diberi diet standar, dan kontrol positif yang diberi diet diet tinggi lemak dan fruktosa (DTLF). Kelompok perlakuan diberi DTLF selama 4 minggu, kemudian 4 minggu berikutnya diberikan intervensi pakan Growol dengan komposisi 25% (P1), 50% (P2), 75% (P3), dan 100% (P4).Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan kadar kolesterol total, LDL, trigliserida, glukosa serta peningkatan HDL secara signifikan pada kelompok perlakuan yang diberi growol (P1-P4) (p<0,05). Sedangkan kelompok kontrol negatif maupun positif mengalami peningkatan glukosa, kolesterol total, LDL, trigliserida, serta penurunan HDL secara signifikan (p<0.05). Kesimpulan: Diet berbasis growol secara signifikan memperbaiki profil lipid dan kadar glukosa pada model tikus sindrom metabolik. Temuan ini menyoroti potensi growol sebagai makanan fungsional dengan sifat sinbiotik untuk mengelola sindrom metabolik.KATA KUNCI: growol; kadar glukosa; profil lipid; sindrom metabolik; tikus ABSTRACTBackground: Growol is a traditional food from Kulon Progo, Yogyakarta, made from cassava through fermentation. This fermentation process utilizes Lactic Acid Bacteria (LAB), particularly Lactobacillus casei subsp. rhamnosus TGR 2. The synbiotic properties of “growol†make it a functional food with the potential to improve lipid profile and blood glucose levels.Objectives: This study aims to assess the impact of “growol†administration on blood glucose levels and lipid profiles in an animal model of metabolic syndrome.Methods: The study was conducted in a laboratory with 36 Wistar rats, which were divided into six groups: two control groups and four treatment groups. The control groups included a negative control group fed a standard diet and a positive control group given a high-fat and fructose diet (DTLF). The treatment groups received the DTLF for 4 weeks, followed by 4 weeks of intervention with Growol diets containing 25% growol (P1), 50% growol (P2), 75% growol (P3), and 100% growol (P4).Results: The findings indicated a significant decrease in total cholesterol, LDL, triglycerides, and glucose levels, along with an increase in HDL, in the treatment groups receiving growol (P1-P4) (p<0.05). In contrast, the negative and positive control groups exhibited significant increases in glucose, total cholesterol, LDL, and triglycerides, along with a decrease in HDL (p<0.05).Conclusions: A growol-based diet significantly improves lipid profiles and glucose levels in a rat model of metabolic syndrome. These results highlight the potential of growol as a functional food with synbiotic properties that may aid in managing metabolic syndrome.KEYWORD: glucose levels; growol; lipid profile; metabolic syndrome; rat

    Perspectives of teachers and food sellers on healthy canteens in Yogyakarta: A qualitative study

    Full text link
    ABSTRAK Latar Belakang: Ketersediaan makanan sehat menjadi faktor penting dalam menjaga kecukupan asupan gizi harian anak di sekolah. Kantin sekolah berperan sebagai unit penting dalam menyediakan makanan bagi siswa. Namun, terdapat berbagai tantangan dalam penyelenggaraan kantin sehat, baik dari segi pemilihan makanan maupun pengelolaannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif dan pengetahuan guru yang bertanggung jawab terhadap program kantin sehat serta penyedia makanan kantin di sebelas sekolah yang terpilih di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penyusunan metode penelitian mengacu pada COREQ checklist. Sepuluh pertanyaan wawancara semi-terstruktur dikembangkan untuk menggali perspektif guru dan penyedia makanan kantin pada program kantin sehat di sekolah. Sebelas guru dan delapan penyedia makanan direkrut secara purposif dan diwawancarai selama 20–40 menit pada April–Mei 2024 di sekolah. Sembilan sekolah negeri dan dua sekolah swasta dengan tujuh diantaranya adalah sekolah dasar dan empat sekolah taman kanak-kanak di wilayah Kota Yogyakarta menjadi lokasi penelitian ini. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi tema utama dan menginterpretasikan temuan penelitian. Hasil: Empat tema utama yang mencerminkan tantangan dan strategi dalam pengelolaan kantin sehat diidentifikasi melalui respon dari partisipan. Sebagian besar partisipan menegaskan pentingnya komitmen sekolah dan regulasi yang jelas dalam menjaga kualitas dan kebersihan makanan dalam upaya mendukung keberhasilan program kantin sehat. Beberapa sekolah juga telah memiliki program makan bersama, baik itu program rutin resmi maupun bagian dari program lainnya. Belum semua kantin sehat sekolah termonitor secara rutin. Kesimpulan: Keberhasilan implementasi kantin sehat bergantung pada komitmen sekolah yang kuat dan dukungan regulasi yang jelas. Sinergi antara pihak sekolah, penyedia makanan kantin, dan pemangku kebijakan diperlukan untuk keberlanjutan program kantin sehat di sekolah. KATA KUNCI: kantin sehat;; kebijakan sekolah; sekolah sehat   ABSTRACTBackground: Healthy food availability is considered an important factor in achieving daily nutritional adequacy among school children. School canteens play a vital role in providing food, yet face numerous challenges in serving healthy choices and effective management. Objectives: this study aims to explore the view of responsible teachers for healthy canteen programs and canteen food providers at eleven schools in the Yogyakarta city area.Methods: This descriptive qualitative study followed COREQ guidelines. Ten semi-structured interview questions were developed to collect perspectives from teachers and canteen food providers regarding the school’s healthy canteen. Eleven teachers and eight canteen food providers were recruited and interviewed for 20-40 minutes on April-May 2024 in the schools. The study was conducted across eleven schools in Yogyakarta City, comprising nine public and two private institutions, with seven primary schools and four kindergartens. Thematic analysis was performed to extract the themes and interpret the result. Results: Four main themes reflecting the challenges and strategies in managing a healthy canteen were identified from the responses of participants. Most participants emphasized the importance of school commitment and clear regulations in maintaining the quality and hygiene of food to support the success of the healthy canteen program. Some schools already implement lunch programs, either a regular formal lunch program or as supporting initiatives linked to other school programs. However, not all school canteens are regularly monitored.  Conclusions: The success of implementing a healthy canteen relies on the strong commitment of the school and well-defined regulatory support. Synergy between the school, canteen food providers, and policymakers is necessary to ensure the sustainability of the healthy canteen program in schools. KEYWORD: healthy canteen; healthy school; school initiativesArticle submitted on February 02, 2025; Articles revised on April 17, 2025; Articles received on July 18, 2025; Articles available online on November 30, 202

    The Effect of Virtual Reality (VR) Learning Media on Enhancing Critical Thinking Skills in Science Subjects among 4th Grade Students at an Integrated Islamic Elementary School

    No full text
    Due to repetitive, teacher-centered education, which makes students passive and less involved in the learning process, SDIT Al-Ishlah Sudimampir students\u27 critical thinking abilities in scientific classes are low.  Virtual reality (VR) media is thought to be able to offer a stimulating educational experience and can improve 21st-century abilities, especially critical thinking.  This study intends to: (1) investigate the use of Virtual Reality (VR) learning materials in Natural Science (IPA) courses for fourth-grade students at SDIT Al-Ishlah Sudimampir; (2) evaluate the enhancement of critical thinking abilities among fourth-grade science learners following the use of VR-based learning materials; and (3) ascertain if employing VR learning materials has a greater influence on fourth-grade pupils at SDIT Al-Ishlah Sudimampir than using traditional media (PowerPoint). This study used a Nonequivalent Control Group Design using a quantitative methodology. 52 students made up the sample, which was split into two groups: a control group (25 students using PowerPoint) and an experimental group (27 students using VR). Pre-tests, post-tests, and observation sheets were used to gather data, which were then analyzed using both descriptive and inferential statistical techniques. The study\u27s findings demonstrate that: (1) the use of virtual reality learning materials was effective, as demonstrated by observational data showing that student participation in the experimental class and the learning implementation both achieved an exceptional category (100%); (2) After using VR learning materials, students\u27 critical thinking abilities significantly improved, as evidenced by the experimental group\u27s average pre-test score of 51.85, which rose to 86.67 in the post-test; and (3) the Independent Samples T-test showed a significant difference between the two groups, with a Sig. (2-tailed) value of 0.000 (< 0.05). The experimental group\u27s average N-Gain score was 0.756 (high category), which was significantly higher than the control group\u27s 0.519 (medium category). These results showed that the learning medium had a substantial impact on students\u27 critical thinking abilities, leading to the rejection of the null hypothesis (Hâ‚€) and the acceptance of the alternative hypothesis (Hâ‚). Thus, it can be said that using Virtual Reality (VR) learning materials significantly improves students\u27 capacity for critical thought

    PENGARUH GOOD MOSQUE GOVERNANCE, PENGENDALIAN INTERNAL, PELAYANAN DAN AFILIASI ORGANISASI KEAGAMAAN TERHADAP KEPERCAYAAN JAMA’AH DAN KINERJA ORGANISASI MASJID NURUL ISLAM

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara good mosque governance, pengendalian internal, pelayanan publik dan affiliasi organisasi keagamaan dengan kinerja masjid. Good mosque governance menjadi fokus utama sebagai variabel independen, yang mencakup aspek-aspek manajemen, transparansi, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan masjid. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah jamaah masjid. Tingkat kepercayaan yang baik dapat ditingkatkan dengan terus meningkatkan kualitas variabel-variabel agar organisasi masjid yang dikelola dapat berjalan dengan baik dan benar serta kepercayaan jamaah dapat tercapai. Apabila konsep tata kelola masjid yang baik dengan prinsip, pengendalian internal dan pelayanan digunakan dengan baik maka akan mampu meningkatkan kinerja organisasi. Kepercayaan jamaah kepada takmir untuk meningkatkan kinerja organisasi masjid dapat dicapai dengan meningkatkan kemampuan, kebaikan dan integritas takmir. Kepercayaan jamaah terhadap takmir akan mempengaruhi intensitasnya dalam mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh masjid, yang mana secara langsung akan mempengaruhi kinerja organisasi masjid. Untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel konsep kepemimpinan dari manajer organisasi Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana good mosque governance, pengendalian internal, pelayanan publik dan afiliasi organisasi keagamaan dapat memengaruhi kinerja masjid. Selanjutnya implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan manajemen masjid atau good mosque governance, kualitas pelayanan publik, dan keterlibatan masyarakat dalam aktivitas keagamaan

    RSPO CERTIFICATION AS A MODERATOR IN THE ESG–FIRM VALUE NEXUS: EVIDENCE FROM SOUTHEAST ASIAN PALM OIL INDUSTRY

    No full text
    This study is necessary to measure the effects of variables that can provide insights into firm value, particularly for palm oil companies in Southeast Asia. The impact of Environmental, Social, and Governance (ESG) performance on firm value in Southeast Asia’s palm oil industry, emphasizing the moderating role of Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) certification. Data from 26 publicly listed companies in Indonesia, Malaysia, and Singapore are analyzed using OLS regression with STATA 17. ESG data are sourced from SPOTT (2019–2023), and financial data from Thomson Reuters up to December 2023. Results reveal a significant negative effect of ESG performance on firm value, likely due to short-term cost perceptions. However, RSPO certification positively moderates this relationship by improving market perception and mitigating negative effects. This study contributes new insights into the ESG–firm value nexus, highlighting the strategic importance of sustainability certification. Firms are encouraged to adopt integrated sustainability strategies, while regulators should promote sustainable practices through incentive-based policies

    Reorientasi Kurikulum PGSD Berbasis OBE melalui FGD Partisipatif: Strategi Transformasi Epistemik dan Advokasi Kebijakan

    No full text
    Transformasi kurikulum pendidikan guru menjadi kebutuhan mendesak dalam menghadapi dinamika pendidikan dasar abad ke-21. Pengabdian masyarakat ini bertujuan merespons kesenjangan antara idealisme dokumen kurikulum dan realitas praksis melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) berbasis pendekatan Outcome-Based Education (OBE). Kegiatan dilaksanakan oleh Program Studi PGSD Universitas Alma Ata dengan pendekatan partisipatif-reflektif, melibatkan 30 peserta dari berbagai latar belakang—dosen, mahasiswa, guru, alumni, dan pengguna lulusan. Proses FGD difokuskan pada tiga isu strategis: keselarasan CPL–CPMK–RPS, efektivitas asesmen pembelajaran, dan relevansi profil lulusan. Hasil kegiatan mencakup penyusunan roadmap kurikulum 2025, sintesis gagasan kurikulum kontekstual, serta dokumen pelaporan reflektif-transformatif sebagai instrumen advokasi kebijakan internal. Kegiatan ini menunjukkan bahwa forum deliberatif yang dirancang secara sistematis mampu memperkuat daya refleksi kolektif dan membangun orientasi baru dalam pengembangan kurikulum. Implikasi jangka panjangnya mencakup pembentukan profil lulusan yang lebih adaptif dan penguatan ekosistem pendidikan guru yang berkelanjutan. Dengan demikian, pengabdian ini menegaskan peran strategis pendidikan tinggi dalam reformasi kurikulum berbasis kebutuhan nyata dan partisipasi multipihak

    Pemanfaatan Daun Kelor (Moringa Oleifera) sebagai Puding untuk Mencegah Terjadinya Stunting Dusun Bendo

    No full text
    Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, termasuk tanaman herbal seperti daun kelor (Moringa oleifera L.) yang dikenal kaya akan nutrisi dan senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, alkaloid, serta vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan dan antiinflamasi. Pemanfaatan daun kelor sebagai bahan pangan lokal dinilai potensial dalam mendukung upaya pencegahan stunting, terutama pada kelompok rentan seperti ibu hamil, menyusui, dan balita. Kegiatan sosialisasi dan demonstrasi ini dilaksanakan oleh Mahasiswa KKNT Universitas Alma Ata pada tanggal 13 Februari 2025 di Dusun Bendo, Trimurti, Srandakan, Bantul-Yogyakarta, dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat daun kelor serta mengenalkan inovasi olahan berupa puding daun kelor sebagai alternatif makanan tambahan bergizi. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan edukatif menggunakan media visual dan praktik langsung pembuatan puding secara partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 85% peserta menyatakan puas dan berminat untuk mengolah puding daun kelor di rumah, serta terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman mengenai kandungan dan manfaat daun kelor. Antusiasme peserta juga terlihat tinggi selama sesi praktik dan diskusi. Kegiatan ini berhasil membangun kesadaran gizi masyarakat dan memberdayakan ibu-ibu sebagai agen perubahan dalam pencegahan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal. Dengan demikian, sosialisasi ini memberikan kontribusi nyata dalam upaya peningkatan status gizi dan kesehatan masyarakat di Dusun Bendo

    Budidaya Tanaman Obat Keluarga sebagai Upaya Meningkatkan Kesehatan Keluarga

    No full text
    Tingginya ketergantungan masyarakat pada obat kimia mendorong perlunya alternatif kesehatan mandiri yang lebih aman dan berkelanjutan. Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) menjadi salah satu solusi karena mudah dibudidayakan di pekarangan serta memiliki khasiat sebagai obat tradisional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengenali, menanam, dan memanfaatkan TOGA. Metode kegiatan meliputi edukasi mengenai manfaat tanaman obat, pelatihan budidaya sederhana, serta praktik langsung penanaman beberapa jenis TOGA seperti jahe, kunyit, sereh, temulawak, kencur, beluntas, sirih, dan lidah buaya. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan partisipasi, diskusi, dan wawancara singkat untuk menilai peningkatan pemahaman dan motivasi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan preventif berbasis herbal serta kemampuan praktis dalam merawat TOGA di pekarangan rumah. Program ini berpotensi berkelanjutan melalui keterlibatan ibu PKK, kelompok wanita tani, dan dukungan pemerintah desa. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kemandirian kesehatan keluarga sekaligus memaksimalkan pemanfaatan lahan pekarangan dan melestarikan kearifan lokal

    Experimental study to assess the effectiveness of moxibustion on nausea and vomiting in pregnancy

    Full text link
    Background: Nausea and vomiting are common symptoms in pregnancy caused by hormonal changes. Although physiological, if not properly managed, these symptoms can lead to nutritional disturbances, dehydration, electrolyte imbalances, and hyperemesis gravidarum. Proper management is essential to alleviate nausea and vomiting and prevent pregnancy complications. Non-pharmacological methods are preferred to manage nausea and vomiting in pregnancy due to their lack of side effects.   Objectives: This study aims to assess the impact of moxibustion on the P6 (Neiguan) and ST36 (Zusanli) acupoints on the incidence of nausea and vomiting during pregnancy. Moxibustion is known for its effectiveness in stimulating Qi at specific points that may be difficult to access through acupressure alone, thus improving the body\u27s energy balancing process. The intervention is intended to improve pregnancy health outcomes.Methods: This study uses a quasi-experimental design with a pretest-posttest one-group framework to evaluate the effectiveness of moxibustion on nausea and vomiting during the first trimester of pregnancy. The participants consisted of 30 pregnant women selected using quota sampling based on inclusion criteria at selected independent midwifery practices. The instrument used was the Pregnancy Unique Quantification of Emesis (PUQE) to assess the intensity of nausea and vomiting in the respondents.  Results: The results show a significant difference in the incidence of nausea and vomiting in the first trimester before and after moxibustion treatment (p < 0.05).Conclusions: Therefore, it can be concluded that moxibustion is beneficial in reducing nausea and vomiting symptoms during the early stages of pregnanc

    1,071

    full texts

    1,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ejournal Alma Ata University Yogyakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇