e-Jurnal IAIN Curup
Not a member yet
2835 research outputs found
Sort by
The Effectiveness of Visual Media in Improving Students’ Arabic Language Learning According to Edgar Dale's Cone of Experience Model
This study examines the effectiveness of visual media in improving students’ Arabic language learning based on Edgar Dale's Cone of Experience framework. A descriptive qualitative design with a literature review method was employed. Data were collected from scholarly sources related to visual media, Arabic language learning, and Dale's experiential model. The data were analyzed using thematic analysis, consisting of initial coding, code categorization, and theme development. The results indicate that visual media significantly contribute to simplifying abstract concepts, strengthening memory retention, and increasing students’ motivation in learning Arabic. Its effectiveness becomes more evident when connected to Dale’s Cone of Experience, which highlights visual symbols as an essential stage for bridging abstract ideas with concrete experiences. Overall, this study underscores that visual media not only support students’ comprehension but also enhance the achievement of Arabic language learning objectives
Analisis Wilayah Prioritas Pembangunan di Provinsi Jawa Timur Berdasarkan Indikator Sosial Menggunakan Metode K-Means Clustering
Development is a key indicator of a region's progress; however, regional disparities remain a pressing issue due to uneven distribution of development. This study employs a data mining approach using the K-Means Clustering method. The objective is to classify priority development areas in East Java Province based on various social indicators, including total population, population growth rate, population density, Human Development Index (HDI), unemployment rate, and average years of schooling (AYS). Unlike previous studies, this research adopts a more comprehensive data-driven approach. The results show that K-Means successfully classifies regions into two clusters: priority and non-priority. A Silhouette Score of 0.45 indicates a fairly good level of cluster separation. Most of the regions in the priority cluster are regencies, while the non-priority cluster predominantly consists of urban areas. These findings confirm that K-Means Clustering is an effective decision-support tool for identifying priority development areas through data-based analysis
Klasifikasi Otomatis Tingkat Kerusakan Retak Bangunan pada Citra Digital Menggunakan MobileNetV2 dan Augmentasi Data
Crack detection in buildings is a crucial step in maintaining structural integrity at an early stage and preventing further damage. This study aims to improve the accuracy of crack severity classification in digital images by applying five on-the-fly data augmentation techniques (flip, rotate, zoom, translation, and contrast) combined with the MobileNetV2 architecture. The augmentation techniques are performed dynamically during the training process without storing the transformed images, making the process more efficient in terms of storage, computation time, and adaptability to data variations. This study utilized a dataset of 900 images and achieved a classification accuracy of 93%, which is higher than the previous approach using MobileNetV1 with offline augmentation that only reached 89%. Previous research was limited to static augmentation approaches and less efficient CNN architectures. This study addresses those limitations by integrating dynamic augmentation and a lightweight architecture. It contributes to enhancing the efficiency and accuracy of crack image classification models in the context of limited data and low-computation systems, with strong potential for implementation in automated detection systems on mobile or edge computing devices
Implementation of Marketing Strategies Using the SWOT Method In an Effort to Increase Competitiveness in Ginastel Iced Tea Sales
This research was carried out with the aim of understanding the marketing strategy used by Ginastel Ice Tea, Sukoharjo Regency. This research adopted a descriptive qualitative approach as a methodology and used in-depth interviews. The research location included Ginastel Ice Tea, Sukoharjo Regency, and participants involved owners, employees and consumers from that branch. The data analysis approach applied in this research is SWOT analysis. The results of research for business development on Ginastel Ice Tea are grouped into 4 categories, namely: (1) SO Strategy Maintaining price and product quality to increase consumer loyalty Establishing mutually beneficial cooperation to expand the marketing area (2) WO Strategy Expanding the marketing area so that consumers can easily reach a product (3) ST Strategy Continuously innovates in various flavor variants to increase the competitiveness of a product, and (4) WT Strategy Utilizes various promotional media to attract consumers by increasing and expanding promotion of a product. The next research focuses on the digital marketing strategy of the Ginastel iced tea business
Dakwah Anti Narkoba di Kalangan Milenial: Studi Kasus SMA Al Arifin Sampang
Sokobanah Sampang merupakan nama Kecamatan di Pulau Madura, Pulau Madura dikenal sebagai Pulau yang rata-rata penduduknya bersikap dan berwatak keras. Terutama di daerah Sampang, di sana sangat rawan terjadinya carok dan perbuatan asusila lainnya yang memang menjadi acuan utama mengapa Madura diklaim sebagai Pulau yang penduduknya berwatak Keras. Beredarnya penyebaran bahaya narkoba misalnya. Lingkungan berpengaruh besar terhadap terbentuknya karakter dan mental seseorang. Maka, secara singkat penulis memilih lembaga SMA Al Arifin Sokobanah Sampang karena daerah tersebut menjadi salah satu bagian dari adanya masalah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman serta kesadaran bahaya narkoba. Sedangkan selama proses penelitian penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan datanya yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi sehingga, memperolehkan data secara deskriptif. Hasil penelitian pada artikel ini adalah strategi komunikasi yang digunakan dalam membangun dakwah Anti narkoba di lembaga SMA Al Arifin selaras dengan teori yang dikemukakan oleh Devito tentang komunikasi Interpersonal, komunikasi interpersonal adalah pertukaran pesan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih baik secara formal dan non formal sebagaimana berikut: Lembaga SMA Al Arifin memiliki kebijakan dalam membentuk generasi anti narkoba, dengan diberlakukannya kerjasama dengan Pihak kepolisian atau KUA dalam mengarahkan dan membimbing Siswa Siswi Al Arifin guna meminimalisir penyebaran bahaya narkoba, serta menggunakan metode pendekatan kepada Siswa SMA Al Arifin secara kondusif melalui guru BK (Bimbingan Konseling), sehigga dapat mengontrol perilaku siswa secara emosional
Strategi Komunikasi Bimbingan Tenaga Islam Dalam Mengurangi Stres Pada Narapidana Perempuan Kelas IIB Tebing Tinggi
Stres adalah kondisi psikologis yang muncul sebagai respons tubuh terhadap tekanan fisik maupun emosional, terutama dalam lingkungan dengan keterbatasan seperti lembaga pemasyarakatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui strategi komunikasi tenaga islam atau penyuluh agama dalam mengurangi stres pada narapidana perempuan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tebing Tinggi. Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif yang bersifat deskriptif. dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam (in-depth interview), observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 9 orang termasuk narapidana perempuan, pembina lapas, dan penyuluh agama yang kemudian akan dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan menentukan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang digunakan penyuluh agama dilakukan dengan beberapa tahapan, diantaranya: pertama, pengenalan karakter narapidana; kedua, menentukan metode yang digunakan yaitu metode ceramah, konsultasi, dan pembelajaran Al-Qur’an; ketiga, menetapkan materi yang akan disampaikan yaitu tentang ayat-ayat yang menggembirakan dan mengenai silahturahmi. Strategi yang diterapkan masih belum maksimal karena adanya kendala waktu yang terbatas, sarana dan prasarana yang terbatas, latar belakang para narapidana yang berbeda, dan kurangnya minat narapidana dalam kegiatan pembinaan di lapas
Peran Kecerdasan Emosional Berbasis Nilai-Nilai Islam dalam Meningkatkan Efektivitas Komunikasi Antarpribadi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kecerdasan emosional berbasis nilai-nilai Islam dalam meningkatkan efektivitas komunikasi antarpribadi di era globalisasi dan kemajuan teknologi informasi. Latar belakang masalah menunjukkan bahwa komunikasi antarpribadi yang efektif tidak hanya bergantung pada kemampuan verbal, melainkan juga pada kecerdasan emosional individu, yang sering kali menjadi sumber kesalahpahaman dan konflik jika tidak dikelola dengan baik. Dalam konteks Islam, nilai-nilai seperti pengendalian diri (sabr), empati (rahmah), dan kejujuran (shidq) selaras dengan prinsip kecerdasan emosional dan telah diajarkan melalui Al-Qur'an dan Hadis.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan menganalisis konsep-konsep teoritis dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Proses analisis meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan penelitian dijaga melalui triangulasi sumber dari berbagai literatur ilmiah.Hasil temuan menunjukkan bahwa kecerdasan emosional, yang meliputi kesadaran diri, pengelolaan emosi, empati, dan keterampilan sosial, sangat berpengaruh terhadap komunikasi antarpribadi yang harmonis. Integrasi nilai-nilai Islam, seperti kejujuran, adab berkomunikasi, empati, dan ukhuwah Islamiyah, memberikan landasan moral dan spiritual yang kuat dalam mengelola emosi dan membangun relasi sosial yang sehat. Dengan demikian, kecerdasan emosional berbasis nilai-nilai Islam tidak hanya meningkatkan efektivitas komunikasi, tetapi juga menciptakan hubungan yang saling percaya, penuh kasih, dan terhindar dari konflik, sehingga berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang damai dan beradab
Drajat Mukti : Nilai Dakwah Birrul Walidain Dalam Motif Sarung Batik Al Hazmi
Sarung batik Drajar Mukti merupakan bentuk nilai dakwah birrul walidain atau berbakti kepada orang tua. Di tengah arus globalisasi serta perkembangan teknologi membuat pentingnya menanamkan nilai-nilai moral Islam, dimana media penyampaian dakwah tidak hanya melalui lisan, melainkan dapat disampaikan melalui karya seni seperti motif batik yang merupakan warisan budaya penuh makna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi terhadap pencipta motif sarung batik Drajat Mukti, kemudian data dianalisis menggunakan metode semiotika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarung batik motif Drajat Mukti bukan sekedar karya seni atau sebagai hiasan, namun motif yang ditampilkan menjadi media dalam penyampaian pesan dakwah, khususnya tentang pentingnya berbakti terhadap kedua orang tua dalam ajaran agama Islam. Simbol dan makna dalam motif sarung Drajat Mukti memberikan sugesti positif serta menjadi pengingat bagi pemakai akan kewajiban dalam birrul walidain atau berbakti terhadap orang tua
Narasi Digital dan Dialog Antargenerasi: Strategi Pelestarian Budaya Lokal di Era Media Sosial
Budaya lokal menghadapi tantangan serius akibat derasnya arus globalisasi dan dominasi budaya global yang diperkuat oleh teknologi digital. Meskipun media sosial kerap dianggap sebagai ancaman terhadap keberlangsungan budaya tradisional, platform digital ini justru membuka peluang baru bagi pelestarian budaya yang partisipatif dan kolaboratif. Artikel ini mengkaji bagaimana narasi digital dan dialog antargenerasi dapat dimanfaatkan sebagai strategi pelestarian budaya lokal di era media sosial. Melalui pendekatan kualitatif berbasis kajian literatur sistematis, artikel ini menyoroti peran generasi muda sebagai kreator konten digital serta generasi tua sebagai penjaga memori budaya. Interaksi reflektif antar generasi menjadi kunci terciptanya narasi budaya yang autentik dan berkelanjutan. Artikel ini juga mengusulkan kerangka Intergenerational Cultural Storytelling Framework sebagai panduan konseptual yang mengintegrasikan teori narasi digital, budaya partisipatif, komunikasi lintas generasi, serta konstruksi simbolik komunitas untuk mendukung pelestarian budaya yang relevan di era digital
Manajemen Kantor Urusan Agama dalam Pelaksanaan Bimbingan Pranikah dalam Mewujudkan Sakinah, Mawaddah dan Warahmah
Manajemen pelaksanaan bimbingan pranikah merupakan proses pengelolaan kegiatan yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, serta evaluasi terhadap bimbingan dan pembekalan yang diberikan kepada calon pengantin sebelum melaksanakan pernikahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis manajemen KUA dalam pelaksanaan bimbingann pranikah di Kecamatan Bilah Hilir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan studi literatur, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa manajemen KUA Kecamatan Bilah Hilir dalam pelaksanaan bimbingan pranikah sangat berpengaruh terhadap kualitas bimbingan yang diberikan. Perencanaan yang matang, pengorganisasian yang sistematis, pelaksanaan yang inovatif, serta evaluasi yang menyeluruh menjadi faktor kunci keberhasilan program bimbingan tersebut. Dengan diterapkan manajemen yang baik, bimbingan pranikah pada KUA Kecamatan Bilah Hilir menjadi lebih bermutu sehingga calon pengantin mendapatkan bekal yang cukup untuk membina keluarga sakinah, mawaddah, warahmah