e-Jurnal IAIN Curup
Not a member yet
2835 research outputs found
Sort by
A Techno-Linguistic Decoding Errors in Arabic Writing Assessments: A Case Study of Alikhtibar LMS
This study aims to investigate techno-linguistic decoding errors in Arabic writing assessments within the Alikhtibar Learning Management System (LMS). The integration of technology in Arabic Language Teaching (ALT) has transformed learning and assessment processes by enhancing student engagement and enabling adaptive evaluation. However, assessing Arabic writing proficiency remains challenging due to the language’s complex grammatical system, especially in digital environments. Employing a qualitative descriptive approach, this research analyzed 46 student-produced texts to identify common error types and their pedagogical implications. The findings revealed that preposition misuse was the most frequent error (30 instances), followed by noun agreement errors (19), verb conjugation errors (15), and redundancy (12). These results emphasize the need for context-sensitive assessment tools and targeted instructional strategies. This study is novel in focusing on decoding errors within a practical Arabic LMS platform and in integrating linguistic theory with digital error analysis. It offers valuable insights for evaluating Arabic writing proficiency in the digital era and contributes to the advancement of intelligent, adaptive feedback systems for Arabic language education, with potential applications in instructional design, curriculum development, and NLP-based assessment tools
Integration of Interactive Lumio Media for the Development of Arabic Listening Skills in Islamic Senior High Schools
This study aims to examine the impact of using Lumio by SMART media on enhancing Arabic listening skills among students at an Islamic Senior High School and to explore its implementation in Arabic listening instruction. The integration of technology-based media plays a crucial role in improving the quality of learning, particularly in developing Arabic listening proficiency. However, limitations in infrastructure such as damaged projectors, the unavailability of language laboratories, and low levels of teachers' digital literacy often lead educators to rely on conventional media. As a result, students' Arabic listening skills remain suboptimal. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design, specifically a non-equivalent control group design. The participants consisted of 36 students from class XI A5 as the experimental group and 36 students from class XI A2 as the control group, selected through purposive sampling. The participants were chosen based on the criterion that they had not previously been exposed to technological media in Arabic listening lessons. Data were analyzed using descriptive statistics, prerequisite tests, and independent sample t-tests. The results showed a substantial increase in students' average scores from the pre-test (48.61) to the post-test (81.39). The study also revealed positive psychological effects, including increased participation, motivation, and interest in learning Arabic listening, as observed through student response sheets, classroom observations, and completed worksheets. These findings indicate that the use of Lumio by SMART media significantly enhances Arabic listening skills compared to conventional instructional methods
Kreativitas Berbahasa: Variasi Fonologis dalam Neologisme Merek Dagang Indonesia
Penelitian ini mengkaji variasi fonologis dalam nama merek dagang Indonesia sebagai bagian dari bentuk kreativitas bahasa yang mendukung strategi branding dan identitas lokal. Masalah utama yang dibahas adalah dominasi penggunaan istilah asing dalam penamaan merek yang mengurangi pemanfaatan potensi fonologis bahasa Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk variasi bunyi dalam merek dagang di Indonesia serta menganalisis faktor-faktor yang melatarbelakangi pembentukannya. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui dokumentasi dan observasi pada berbagai merek dagang populer di Indonesia, penelitian ini menunjukkan adanya pola bunyi, seperti penghilangan bagian awal atau akhir kata, penambahan bunyi, penggandaan kosonan, serta penyesuian pelafalan dari bahasa asing. Teknik-teknik penamaan ini menciptakan nama merek yang unik, mudah diingat, relevan secara budaya, dan terdengar khas di telinga konsumen lokal. Hasil studi ini menekankan pentingnya optimalisasi unsur fonologis bahasa Indonesia untuk memperkuat identitas merek dan meningkatkan daya saing produk di pasar global. Penelitian ini mendorong pelaku usaha untuk lebih mendukung pemanfaatan fonologi bahasa Indonesia dalam dunia bisnis
Efektivitas Model Pembelajaran Discovery Learning Berbantuan Media Quizizz dan Project Based Learning Berbantuan Media Kahoot pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV Sekolah Dasar
Abstrak. Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar memerlukan strategi interaktif yang mampu menjawab tuntutan literasi abad ke-21. Penelitian ini menguji efektivitas model Discovery Learning berbantuan Quizizz dan Project Based Learning berbantuan Kahoot terhadap hasil belajar siswa kelas IV. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment serta analisis uji-t dua sampel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Discovery Learning secara signifikan meningkatkan pemahaman konsep kebahasaan, sedangkan Project Based Learning berpengaruh lebih kuat pada keterampilan penyusunan teks. Integrasi keduanya terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia. Kesimpulannya, kombinasi kedua model berbasis digital ini layak diterapkan sebagai pendekatan inovatif dalam pembelajaran di sekolah dasar.
Kata Kunci: Discovery Learning, Project Based Learning, Quizizz, Kahoot, Bahasa Indonesia
Strategi Kesantunan Tuturan Interogatif Siswa dalam Interaksi Pembelajaran Bahasa Indonesia di MAN Ambon
Belum banyak studi yang secara spesifik menelaah strategi kesantunan dalam tuturan interogatif, padahal tuturan ini sering muncul dalam proses pembelajaran sebagai bagian dari interaksi aktif siswa. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menjelaskan strategi kesantunan tuturan interogatif siswa dalam interaksi pembelajaran bahasa Indonesia di MAN Ambon. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, dan kalimat yang mencerminkan strategi kesantunan tuturan interogatif siswa dalam interaksi pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas X MAN Ambon. Sumber data dalam penilitian ini diperoleh dari hasil perekaman dan catatan lapangan tentang interaksi siswa dengan guru maupun antara sesama siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas X MAN Ambon. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara perekaman, elisitasi data, dan catatan lapangan. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi kesantunan tuturan interogatif yang digunakan siswa dalam interaksi pembelajaran Bahasa Indonesia di MAN Ambon terdiri atas empat jenis yaitu strategi terus terang, strategi kesantunan positif, strategi kesantunan negatif, dan strategi tidak langsung. Keempat strategi ini menunjukkan bahwa siswa berusaha menjaga kesantunan dan keharmonisan dalam berkomunikasi saat belajar di kelas
Transitivitas dalam Debat Pilkada Gubernur Jawa Tengah Tahun 2024: Kajian Linguistik Fungsional Sistemik
Abstrak Penelitian ini menganalisis transitivitas dalam debat Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2024 sebagai cerminan strategi dan ideologi politik kontestan di medan politik penting yang menyumbang 56,3% suara nasional dan menjadi indikator politik nasional strategis. Pertanyaan utama adalah bagaimana kandidat membentuk realitas politik melalui pilihan linguistik dalam sistem transitivitas yang merepresentasikan orientasi kebijakan praktis dan abstrak. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian menganalisis 499 data dari tiga sesi debat di KOMPAS.TV (30 Oktober, 10 November, dan 20 November 2024) dengan kerangka Linguistik Fungsional Sistemik Halliday, melibatkan proses, partisipan, dan sirkumstansi. Temuan mengungkapkan dominasi proses material (75,8%) dan proses mental (24,2%), menegaskan strategi "legitimasi melalui tindakan" dengan pola adaptasi strategis dan peningkatan intensitas komunikasi 61%. Kandidat nomor satu menggunakan pendekatan teknokratis berbasis target kuantitatif, sedangkan kandidat nomor dua menerapkan strategi kearifan lokal yang merangkul nilai tradisional Jawa. Implikasi teoretis memperkuat teori LFS dengan mengidentifikasi "formula 3:1" sebagai proporsi ideal komunikasi politik lokal Indonesia, kontras dengan temuan internasional dan menegaskan karakteristik demokrasi Indonesia yang pragmatis serta berorientasi program nyata.
Kata kunci: transitivitas; debat politik; ; Pilkada Jawa Tengah; proses material; komunikasi politi
Feedback Kebijakan Komunikasi Publik pada Pemasangan Speed bump Pada ZoSS Pada warga Kabupaten Bengkulu Tengah: Solusi Keselamatan atau Sumber Gangguan?
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana umpan balik yang didapatkan dari sebuah kebijakan public tentang pemasangan speedbump pada zona selamat sekolah. Tingginya kecelakaan yang terjadi pada pelajar akhirnya membaut pemerintah menerapkan Zona Selamat Sekolah (Zoss) dengan pemasangan sepeedbump. Sayangnya masyarakat mengeuhkan dampak dari speedbump, kebisingan dan goncangan yang mengakibatkan rusaknya rumah mereka. Penelitian ini dilakukan pada Kabupaten Bengkulu Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara informan dan juga observasi. Hasil yang didapatkan bahwa terdapat kerusakan yang dialami warga akibat masih terjadinya pelanggaran berkendara di Zona selamat sekolah Kabupaten Bengkulu tengah. Feedback dari kebijakan ini tergolong negatif karena surat pengaduan yang dilayangkan warga belum mendapatkan tanggapan dari kementerian perhubungan. Meskipun speedbump mengatasi banyaknya kecelakaan lalu lintas, namun perlu diperhatikan lagi desain dan kelayakan sebelum diterapkan pada zona selamat sekolah. Penelitian ini merekomendasikan agar dapat dilakukannya audiensi dan komunikasi efektif antara pemerintah dan juga warga terdampak sehingga terjaganya kepercayaan pada kedua belah pihak
Representasi diri melalui praktik Fashion pada Instagram Jeffry Jouw
Penelitian ini bertujuan untuk melihat representasi diri terutama dalam praktik fashion yang ada pada Instagram Jefery Jouw. Individu menggunakan Instagram yang termasuk di antara jaringan media sosial paling aktif untuk membangun identitas mereka dan memamerkan persona mereka yang melaluinya mereka melibatkan pengikut mereka. Jeffry Jouw memamerkan bagaimana media sosial membantu influencer branding melalui selera mode otomotifnya sambil membangun dampak visual yang konsisten pada platform tersebut. Penelitian ini meneliti kemahiran ganda Jeffry Jouw yang ditunjukkan melalui pemilihan pakaian sambil mengevaluasi bagaimana kendaraan mewah berfungsi sebagai elemen yang meningkatkan interaksi audiens dalam semua konten modenya. Metode dalam penelitian ini berasal dari analisis konten yang menggunakan wawancara pengikut akun Jejouw sebagai sumber utama beserta data unggahan Instagram Jejouw. Penelitian ini menyelidiki pilihan busana Jejouw yang mengungkapkan identitas sosialnya serta bagaimana para pengikut menggunakan konten ini untuk mengembangkan identitas pribadi mereka. Jejouw terus-menerus menggambarkan keanggotaannya di kelas atas dengan mengenakan merek busana mewah Off-White dan Balenciaga dalam unggahan Instagram-nya. Para pengikutnya menggunakan citra eksklusifnya untuk mereproduksi gaya berpakaiannya karena mereka ingin mengekspresikan status sosial dan identitas pribadi mereka. Pilihan busana yang dibuat oleh Jejouw berfungsi sebagai alat komunikasi visual yang efektif yang membantu membentuk representasi diri dan mengekspresikan status sosial secara efektif di Instagram
Dakwah Komunitas Akhwat Sholihah Dalam Menanamkan Pemahaman Jilbab di Kota Kisaran, Kabupaten Asahan
The numerous differences in clothing practices among Muslim women that do not align with Islamic guidelines continue to spark debate and controversy in society, serving as the primary reason for this research. The aim of this study is to explore the da'wah (Islamic preaching) strategies employed by KoAS in instilling understanding about women's clothing, particularly the jilbab, which, according to their interpretation, aligns with the true principles of Islamic Sharia. It also seeks to analyze the impact of these strategies on the communities they preach to. This research uses a qualitative method with a case study approach, including participatory observation, in-depth interviews, and document analysis. The findings show that KoAS employs a variety of da'wah approaches, including religious lectures, small group discussions, and religious social activities. The use of social media also plays a significant role in expanding their da'wah outreach. Regular evaluations and the adaptation of feedback from KoAS members are among the methods used to ensure the sustainability and effectiveness of their da'wah efforts
Implementing Emancipated Curriculum in English Language Learning: Teachers’ Perspectives
This study explored teachers' perceptions of implementing the Emancipated Curriculum in English language learning at a private junior high school in Palembang. A qualitative case study design was used, involving two English teachers selected through total sampling. Data were collected through semi-structured interviews focusing on indicators such as teachers' views on the curriculum's implementation, benefits, and limitations. The data were transcribed and analyzed thematically to identify patterns and categories related to teachers' experiences. To ensure accuracy, member checking was conducted by sharing transcripts and findings with participants for validation. The results showed that teachers perceived the curriculum positively for its flexibility, student-centered approach, and opportunities for creative instruction. Project-based and differentiated learning were considered effective in encouraging student engagement and autonomy. However, teachers faced challenges, including limited training, reduced English teaching hours, and difficulties accessing relevant learning materials. These findings suggest that the successful implementation of the Emancipated Curriculum depends on strong institutional support, ongoing professional development, and sufficient resources to help teachers apply innovative approaches effectively