Ejournal Universitas Indo Global Mandiri (UIGM)
Not a member yet
1708 research outputs found
Sort by
Kualitas Pelayanan Pembuatan Akta Kelahiran Pada Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Simalungun
The purpose oh this study was to determine the quality of service for making birth certificates at the population and Civil Registry Office of Simalungun Regency as well as barriers to service quality in making birth certificates at the Population and Civil Registry Office of Simalungun Regency. The problems found are the level of public awareness is still low, the lack of socialization provided by the Office to the community, the distance from the sub-district location, and the network system is not good. The research method that the researcher uses is descriptive qualitative research method. Data were collected based on data collection techniques by conduting interviews, observations, documentation, and literature studies. The data analysis technique that the researcher uses is data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The theory that researchers use is the theory of service quality according to Zeithaml, namely tangibles, reliability, responsiveness, assurance, empathy. The result showed that the quality of service at the Department of Population and Civil Registry of Simalungun Regency was quite good even if is notoptimal. This can be seen from the Tangible indicators that have been sufficiently proven with the availability of facilities such as computers and laptops. Responsiveness the given by employees to the community who do not understand the birth certificate requirements. Assurance provided employees are good seen from the timeliness and service according to the SOP and the Empathy that the Department has is very good and also high
First records of Stigmatogobius yanamensis Visweswara Rao, 1971 (Perciformes: Gobiidae) in Indonesian waters
Stigmatogobius yanamensis is a small and cryptic goby, whose distribution remains poorly known. On 2 April 2016, two specimens of S. yanamensis with a standard length of 20-21 mm were caught by hand net in the intertidal zone of estuarine mangroves, above a muddy substrate at the mouth of Sembilang River, South Sumatra Province, Indonesia. In addition, ten specimens were collected on 1-4 June 2023 in Sungsang (c. 40 km from Sembilang River) South Sumatra Province, Indonesia. This finding constitutes the first records of S. minima in Indonesian water
PEMETAAN DAERAH BAHAYA TANAH LONGSOR DI KECAMATAN BALIK BUKIT KABUPATEN LAMPUNG BARAT DENGAN METODE WEIGHTED OVERLAY
Bencana alam longsor di Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat merupakan suatu fenomena yang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, serta berpotensi menimbulkan bahaya terhadap kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan daerah bahaya tanah longsor di Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, dengan memanfaatkan Teknik analisis Weighted Overlay dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Bencana tanah longsor yang berpotensi menimbulkan kerugian materil dan korban jiwa semakin memerlukan upaya mitigasi yang tepat. Teknik analisis Weighted Overlay dengan metode kuantitatif diterapkan menggunakan delapan parameter, yaitu kemiringan lereng, arah lereng, panjang lereng, tipe batuan, jarak dari patahan, tipe tanah, kedalaman tanah, dan curah hujan, yang masing-masing diberi bobot sesuai tingkat pengaruhnya terhadap bahaya tanah longsor. Korelasi Pearson merupakan pengukuran parametrik yang akan menghasilkan Koefisien korelasi yang memiliki fungsi untuk mengukur kekuatan hubungan linier antara dua variabel. Hasil penelitian menghasilkan peta klasifikasi bahaya longsor yang terdiri dari tiga tingkat, yaitu rendah dengan luasan 4.878,442 ha, sedang dengan luasan 8.487,104 ha, dan tinggi dengan luasan 1.230,959 ha. Peta ini dapat membantu pemerintah dan masyarakat dalam upaya mitigasi bahaya tanah longsor dan perencanaan tata ruang yang lebih aman di wilayah rawan
Pengembangan Kawasan Cagar Budaya Pada Objek Wisata Religi Makam Kawah Tengkurep Kota Palembang
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengembangan kawasan cagar budaya di objek wisata religi Makam Kawah Tengkurep di Kota Palembang. Makam Kawah Tengkurep merupakan situs penting yang memiliki nilai sejarah dan spiritual tinggi bagi masyarakat setempat. Meskipun memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata religi, kawasan ini belum sepenuhnya di kembangkan dengan mempertimbangkan aspek pelestarian budaya dan peningkatan fasilitas wisata. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan pemangku kepentingan, observasi lapangan dan studi dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menganalisis tantangan dan peluang dalam pengembangan kawasan cagar budaya dan menggunakan analisis SWOT dalam perumusan strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan yang berkelanjutan harus melibatkan komunitas lokal, menjaga integritas sejarah dan budaya, serta memperhatikan aspek aksesibilitas dan kenyamanan pengunjung. Rekomendasi yang di hasilkan meliputi perlunya perencanaan yang matang, pemeliharaan struktur cagar budaya, serta peningkatan fasilitas pendukung untuk mendukung pengembangan kawasan ini sebagai destinasi wisata religi yang berkelanjuta
The Role of Fintech in Increasing Financial Inclusion in MSMEs in Aceh
The rapid progress of information and communication technology in the era of globalization makes information more than just a source of knowledge and resources. Technological developments also influence the economic sector, one of which is financial technology (FinTech). The development of fintech in Indonesia has given rise to various application innovations, especially in financial services, such as payment transaction tools, money storage tools and also money lending tools. Research Aims: This study explores the role of fintech in influencing the increase in financial inclusion in SMEs in Aceh. Design/methodology/approach: Using literature review and field study methods, with a quantitative type of research Research Findings: In the hypothesis test that has been carried out in this study, it is proven that fintech has no effect on financial inclusion. Where the t-value is calculated 1.705 < t-table is 3.94 and the significance value is 0.091 > 0.05 so that H1 is rejected and H0 is accepted, meaning that fintech variables have no effect on financial inclusion. Financial technology has no effect on financial inclusion in society because people have not actively used fintech to access accounts at banking institutions to save and borrow, including debit cards, credit cards, m-banking, and internet banking, but use fintech to access other products and services that do not encourage financial inclusion. Theoretical Contribution/Originality: These findings advocate expanding the scope of the study by adding new variables such as ecommerce, social media, financial literacy, financial attitudes, so that more complete information can be obtained about the factors that predict the formation of financial inclusion.
Keywords : Fintech, Financial Inclusion, MSME
KAJIAN PERUBAHAN SPASIAL LAHAN VEGETASI DAN CADANGAN KARBON TERSIMPAN
ABSTRACT
The University of Lampung, commonly referred to as Unila, is known as a green campus with open green spaces featuring various types of vegetation, such as shrubs, trees, and grasslands. The university consists of several faculties, including the Faculty of Engineering. However, in recent years, land use changes have occurred within the Faculty of Engineering, where vegetated areas have been converted into built-up areas, such as the construction of retention ponds and new buildings. This change has impacted the available carbon stock. The reduction in vegetated land is directly proportional to the decrease in carbon reserves stored in plants, which contributes to climate change. In relation to climate change caused by deforestation and land degradation, it is necessary to conserve and manage vegetated lands, as well as enhance carbon reserves, to measure the extent of changes (reduction in carbon emissions) resulting from land conservation efforts (Hairiah et al., 2007). The more abundant the carbon stored in plant biomass; the more CO2 is absorbed by the plants. Biomass measurement can be conducted in two ways: non-destructively and destructively. The non-destructive method is considered effective because it requires less time, cost, and effort. One technology that can be used for biomass measurement is aerial photography using unmanned aerial vehicles (UAVs) or drones, which tend to be effective and efficient. The Object-Based Image Analysis (OBIA) approach is an object-based method that has high accuracy in determining the available carbon stock due to dynamic changes in the extent of vegetated land in the Faculty of Engineering area at Unila between 2019 and 2024. The vegetated area on the OBIA-processed map in 2019 was 6.9886 hectares. In 2024, the vegetated area on the OBIA-processed map was 6.6652 hectares. The change in vegetated land between 2019 and 2024 was 0.3234 hectares, indicating a reduction in vegetated land due to infrastructure development in the Faculty of Engineering area. The calculation of stored carbon stock, based on field measurements, was 197.129764 tons of carbon per hectare.
Keywords : Universitas Lampung, Vegetation, UAV, Carbon, OBIA
ABSTRAK
Universitas Lampung atau disebut dengan Unila merupakan universitas yang dikenal sebagai kampus hijau (green campus) yang memiliki ruang terbuka hijau dengan vegetasi berupa semak belukar, pepohonan serta padang rumput. Universitas Lampung terdiri dari beberapa fakultas, salah satunya fakultas teknik. Namun, belakangan tahun terakhir terjadinya alih fungsi lahan di fakultas teknik dari lahan vegetasi menjadi lahan terbangun seperti dibangunnya embung, serta gedung-gedung baru. Hal tersebut mempengaruhi jumlah cadangan karbon yang tersedia. Pengurangan area vegetasi secara langsung berhubungan dengan penurunan cadangan karbon yang terdapat pada tanaman, yang pada gilirannya berkontribusi terhadap perubahan iklim. Dalam konteks perubahan iklim yang disebabkan oleh deforestasi dan degradasi lahan, sangat penting untuk melaksanakan upaya konservasi serta pengelolaan lahan vegetasi, sekaligus meningkatkan cadangan karbon. Hal ini bertujuan untuk memahami sejauh mana perubahan (penurunan emisi karbon) terjadi akibat kegiatan konservasi tersebut (Hairiah dkk., 2007).Jumlah karbon yang tersimpan dalam biomassa tanaman merupakan indikator dari seberapa banyak CO2 yang dapat diserap. Terdapat dua metode untuk mengukur biomassa, yaitu metode non-destruktif dan destruktif. Metode non-destruktif lebih disukai karena efisiensinya dalam hal waktu, biaya, dan tenaga. Salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk pengukuran biomassa adalah pemotretan udara dengan menggunakan drone (UAV), yang menunjukkan efektivitas dan efisiensinya. Pendekatan Object Based Image Analysis (OBIA) adalah metode berbasis objek yang menawarkan akurasi tinggi dalam menentukan cadangan karbon yang tersedia akibat perubahan luas lahan vegetasi di Fakultas Teknik Unila antara tahun 2019 dan 2024.. Luasan vegetasi pada peta hasil pengolahan OBIA tahun 2019 luas vegetasi sebesar 6.9886 Ha. Dan untuk luasan vegetasi pada peta hasil pengolahan OBIA tahun 2024 luas vegetasi sebesar 6.6652 Ha. Hasil perubahan lahan vegetasi antara tahun 2019 dan 2024 sebesar 0.3234 Ha artinya terdapat pengurangan lahan vegetasi karena adanya pembangunan infrastruktur di area Fakultas Teknik. Perhitungan cadangan karbon tersimpan diperoleh berdasarkan pengukuran di lapangan sebesar 197.129764 Ton-C/ha
Kata Kunci : Universitas lampung, Vegetasi, Karbon, UAV, OBIA
"Outreach on the Negative Effects of Excessive MSG (Monosodium Glutamate): Towards a Healthy Lifestyle Without Harmful Flavor Enhancers": Sosialisasi Efek Negatif MSG (Monosodium Glutamat) berlebihan: Menuju Gaya Hidup Sehat tanpa Penyedap Berbahaya
Penggunaan Monosodium Glutamat (MSG) dalam makanan telah menjadi suatu yang utama dalam konteks kesehatan masyarakat secara global. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang risiko penggunaan MSG yang berlebihan melalui pendekatan sosialisasi komprehensif di sebuah desa. Metode sosialisasi mencakup seminar informatif, workshop memasak dengan bahan alami sebagai alternatif MSG, dan distribusi flyer edukasi. Partisipasi aktif terlihat dari 45 peserta ibu-ibu warga desa Biyuku Kabupaten Banyuasin yang beragam, termasuk ibu rumah tangga, pedagang makanan, dan pemuda desa, menunjukkan minat yang tinggi terhadap informasi tersebut. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta, dari 30% pada pre-test menjadi 85% pada post-test, mengenai dosis aman MSG, efek negatifnya, dan opsi bahan alami sebagai alternatif. Distribusi lebih dari 50 flyer edukasi secara langsung kepada peserta seminar dan workshop membuktikan efektivitas dalam menyampaikan informasi secara ringkas dan mudah dipahami. Meskipun tantangan dalam pencatatan materi masih ada, distribusi flyer terbukti membantu dalam mengulang materi dan menyebarkan informasi kepada komunitas sekitar. Kesimpulan dari studi ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif melalui seminar dan workshop efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang penggunaan MSG. Studi ini memberikan kontribusi penting dalam membentuk pola makan masyarakat yang lebih sadar akan kesehatan, dengan harapan dampak positifnya akan berlanjut dalam jangka panjang.Penggunaan Monosodium Glutamat (MSG) dalam makanan telah menjadi perhatian utama dalam konteks kesehatan masyarakat global. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang risiko penggunaan MSG yang berlebihan melalui pendekatan sosialisasi komprehensif di sebuah desa. Metode sosialisasi mencakup seminar informatif, workshop memasak dengan bahan alami sebagai alternatif MSG, dan distribusi flier edukasi. Partisipasi aktif terlihat dari 45 peserta yang beragam, termasuk ibu rumah tangga, pedagang makanan, dan pemuda desa, menunjukkan minat yang tinggi terhadap informasi tersebut. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta, dari 30% pada pre-test menjadi 85% pada post-test, mengenai dosis aman MSG, efek negatifnya, dan opsi bahan alami sebagai alternatif.
Distribusi lebih dari 50 flier edukasi secara langsung kepada peserta seminar dan workshop membuktikan efektivitas dalam menyampaikan informasi secara ringkas dan mudah dipahami. Meskipun tantangan dalam pencatatan materi masih ada, distribusi flier terbukti membantu dalam mengulang materi dan menyebarkan informasi kepada komunitas sekitar. Kesimpulan dari studi ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif melalui seminar dan workshop efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang penggunaan MSG. Studi ini memberikan kontribusi penting dalam membentuk pola makan masyarakat yang lebih sadar akan kesehatan, dengan harapan dampak positifnya akan berlanjut dalam jangka panjang
KEGIATAN PENDAMPINGAN GURU DALAM MANAJEMEN EVALUASI PEMBELAJARAN DI SD NEGERI 126138 PEMATANGSIANTAR
Sosialisasi kegiatan pendampingan guru dalam manajemen evaluasi pembelajaran ini didorong oleh meningkatnya jumlah satuan pendidikan dasar di kota Pematangsiantar. Situasi ini menimbulkan masalah baru bagi guru-guru di tingkat pendidikan dasar yaitu dominasi guru honorer berkualifikasi pendidikan yang tidak linear dengan bidang keahliannya. Permasalahan ini sebagai dampak rendahnya pengalaman mengajar, penggunaan metode, media, dan evaluasi pembelajaran. Berdasarkan fenomena tersebut, tim pengabdi dosen bersama mahasiswa dari Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan pola pendampingan bagi guru-guru di SD Negeri 125138 Pematangsiantar. Metode pendampingan dilakukan dengan langkah-langkah: mengikuti Focus Group Discussion, orientasi, workshop, unjuk kerja, verifikasi, dan visiting ke sekolah. Hasil kegiatan kegiatan pelatihan dan pendampingan guru dalam manajemen evaluasi pembelajaran ini, 87,25 % berdampak positif meningkatkan kompetensi dan keterampilan guru. Hal ini dapat dilihat dari adanya pemahaman yang benar dan sempurna pada guru tentang konsep dan urgensi evaluasi dalam program pembelajaran dan cara pandang guru dan komitmen dalam melaksanakan evaluasi sudah semakin baik khususnya dalam proses manajemen evaluasi pembelajaran anak di SD Negeri 125138 Pematangsiantar untuk semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Dalam perspektif manajemen, kegiatan pengabdian dalam pola pendampingan, workshop, lokakarya, dan sejenisnya telah disusun secara terencana dan terprogram, sehingga mendapatkan dampak yang cukup baik untuk peningkatan proses pembelajaran di sekolah tersebut. Hasil kegiatan ini menyarankan kepada perguruan tinggi agar dapat berkesinambungan melaksanakan kegiatan pengabdian dengan mencermati isu-isu tren dalam dunia pendidikan dasar serta membangun hubungan kerjasama antar lembaga, sehingga tujuan dari manajemen evaluasi pembelajaran dapat meningkat di masa yang akan datang.Sosialisasi kegiatan pendampingan guru dalam manajemen evaluasi pembelajaran ini didorong oleh meningkatnya jumlah satuan Pendidikan Dasar di kota Pematangsiantar. Situasi ini menimbulkan masalah baru bagi guru guru di tingkat Pendidikan Dasar yaitu dominasi guru honorer berkualifikasi pendidikan yang tidak linear dengan bidang keahliannya. Permasalahan ini sebagai dampak rendahnya pengalaman mengajar, penggunaan metode, media, dan evaluasi pembelajaran. Berdasarkan fenomena tersebut, tim pengabdi dosen bersama mahasiswa dari Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan pola pendampingan bagi guru-guru di SD Negeri 125138 Pematangsiantar. Metode pendampingan dilakukan dengan langkah-langkah: mengikuti Focus Group Discussion, orientasi, workshop, unjuk kerja, verifikasi, dan visiting ke sekolah. Hasil kegiatan kegiatan pendampingan guru dalam manajemen evaluasi pembelajaran ini berdampak positif meningkatkan kompetensi dan keterampilan guru, serta menguatkan persepsi dan komitmen para guru melakukan perubahan dalam institusi. Hasil kegiatan ini menyarankan kepada Perguruan Tinggi agar lebih intens melaksanakan kegiatan pengabdian dan mencermati isu-isu trend dalam dunia Pendidikan Dasar danterbuka membangun hubungan kerjasama untuk mendapatkan peluang dan fasilitas penguatan kompetensi melalui kontribusi akademis secara berkesinambungan
Pendampingan Analisis Laporan Keuangan dan Pengendalian Internal sebagai Strategi Pencegahan Fraud
Pendampingan dalam pengelolaan laporan keuangan dan penguatan pengendalian internal sangat penting bagi perusahaan dagang untuk mencegah terjadinya fraud. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada PT Central Kapuas Utama dalam melakukan analisis dan pengelolaan laporan keuangan, serta memperkuat sistem pengendalian internal sebagai strategi utama dalam pencegahan fraud. Pencegahan fraud memerlukan langkah-langkah sistematis, salah satunya melalui pengelolaan laporan keuangan yang transparan dan penguatan pengendalian internal yang efektif. Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pendampingan kepada PT Central Kapuas Utama dalam mengelola laporan keuangan serta memperkuat sistem pengendalian internal sebagai strategi utama dalam pencegahan fraud. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pendampingan ini adalah partisipatif dengan metode pelatihan, konsultasi, dan evaluasi berkelanjutan. Pendampingan difokuskan pada pengelolaan laporan keuangan yang akurat dan sesuai dengan standar akuntansi, serta penerapan pengendalian internal yang efektif untuk mendeteksi dan mencegah potensi fraud. Selama proses pendampingan, dilakukan audit internal untuk mengidentifikasi kelemahan sistem, serta simulasi kasus fraud untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan perusahaan dalam menghadapi ancaman tersebut. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman manajemen PT Central Kapuas Utama tentang pentingnya laporan keuangan yang valid dan andal, serta penguatan sistem pengendalian internal. Penerapan kontrol yang lebih ketat dalam proses operasional terbukti meningkatkan deteksi dini terhadap potensi fraud dan meminimalisir risiko keuangan. Selain itu, pendampingan ini berhasil memperkuat integritas sistem pelaporan keuangan dan meningkatkan kesadaran seluruh staf terhadap pentingnya pengendalian internal dalam pencegahan fraud.Pendampingan dalam pengelolaan laporan keuangan dan penguatan pengendalian internal sangat penting bagi perusahaan dagang untuk mencegah terjadinya fraud. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada PT Central Kapuas Utama dalam melakukan analisis dan pengelolaan laporan keuangan, serta memperkuat sistem pengendalian internal sebagai strategi utama dalam pencegahan fraud. Pencegahan fraud memerlukan langkah-langkah sistematis, salah satunya melalui pengelolaan laporan keuangan yang transparan dan penguatan pengendalian internal yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pendampingan kepada PT Central Kapuas Utama dalam mengelola laporan keuangan serta memperkuat sistem pengendalian internal sebagai strategi utama dalam pencegahan fraud. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pendampingan ini adalah partisipatif dengan metode pelatihan, konsultasi, dan evaluasi berkelanjutan. Pendampingan difokuskan pada pengelolaan laporan keuangan yang akurat dan sesuai dengan standar akuntansi, serta penerapan pengendalian internal yang efektif untuk mendeteksi dan mencegah potensi fraud. Selama proses pendampingan, dilakukan audit internal untuk mengidentifikasi kelemahan sistem, serta simulasi kasus fraud untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan perusahaan dalam menghadapi ancaman tersebut. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman manajemen PT Central Kapuas Utama tentang pentingnya laporan keuangan yang valid dan andal, serta penguatan sistem pengendalian internal. Penerapan kontrol yang lebih ketat dalam proses operasional terbukti meningkatkan deteksi dini terhadap potensi fraud dan meminimalisir risiko keuangan. Selain itu, pendampingan ini berhasil memperkuat integritas sistem pelaporan keuangan dan meningkatkan kesadaran seluruh staf terhadap pentingnya pengendalian internal dalam pencegahan fraud
EDUKASI MASYARAKAT PEDULI AIR BERSIH DALAM UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG AIR BERSIH
Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang esensial bagi kehidupan manusia, namun akses terhadap air bersih masih menjadi tantangan bagi sebagian besar masyarakat di pedesaan. Desa Pejok Kecamatan Kepohbaru merupakan salah satu wilayah yang menghadapi permasalahan dalam hal pengelolaan dan akses air. Keterbatasan infrastruktur, pengetahuan yang minim tentang cara menjaga sumber air, serta kurangnya kesadaran akan pentingnya air bersih menjadi hambatan utama dalam mewujudkan kehidupan yang sehat dan berkualitas. Dampak dari kurangnya akses air bersih tidak hanya memengaruhi kesehatan masyarakat, tetapi juga aktivitas sehari-hari, termasuk kebutuhan domestik, pertanian, serta sanitasi. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan air bersih dan praktik pembuangan limbah yang kurang tepat berisiko menyebabkan masalah kesehatan, seperti diare dan penyakit kulit. Oleh karena itu, program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga Desa Pejok tentang pentingnya air bersih serta memberikan pelatihan praktis terkait pengelolaan air secara sederhana dan pencegahan pembuangan limbah. Program ini mencakup edukasi, teknik penyaringan air sederhana, serta penyuluhan tentang pengelolaan limbah rumah tangga yang ramah lingkungan. Hasil dari survei menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat tentang pentingnya air bersih, yang sebelumnya masih rendah dengan pengetahuan yang meningkat menjadi 88% paham dan 12% sangat paham. sehingga program ini berhasil meningkatkan kesadaran dan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan air bersih dengan dampak langsung pada peningkatan kesehatan masyarakat dan berhasil menciptakan kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga sumber air bersih untuk kesehatan dan masa depan desa. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan dampak jangka pendek, tetapi juga menanamkan kesadaran berkelanjutan tentang pentingnya penggunaan dan pengelolaan air bersih.Desa Pejok Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro menghadapi tantangan dalam menjaga ketersediaan dan kualitas air bersih yang penting bagi kesehatan masyarakat. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan air bersih dan praktik pembuangan limbah yang kurang tepat berisiko menyebabkan masalah kesehatan, seperti diare dan penyakit kulit. Oleh karena itu, program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga Desa Pejok tentang pentingnya air bersih serta memberikan pelatihan praktis terkait pengelolaan air secara sederhana dan pencegahan pembuangan limbah. Program ini mencakup edukasi, teknik penyaringan air sederhana, serta penyuluhan tentang pengelolaan limbah rumah tangga yang ramah lingkungan. Hasil dari survei menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat tentang pentingnya air bersih, yang sebelumnya masih rendah dengan pengetahuan yang meningkat menjadi 88% paham dan 12% sangat paham. sehingga program ini berhasil meningkatkan kesadaran dan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan air bersih dengan dampak langsung pada peningkatan kesehatan masyarakat dan berhasil menciptakan kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga sumber air bersih untuk kesehatan dan masa depan des