Ejournal Universitas Indo Global Mandiri (UIGM)
Not a member yet
1708 research outputs found
Sort by
Implementation of Greenhouse Gas (GHG) Emission Reduction Policy
Objective: This Study aims to identify the current condition of the electric vehicle charging infrastructure in Indonesia and make predictions to achieve the 2030 Nationally Determined Contribution (NDC) target.Design/Methods/Approach: The method used in this research is literature review, where the author conducts a study of literature in a number of journals and articles related to the research theme which is Development of Electric Vehicle Charging Infrastructure in Indonesia to Achieve the Target of Nationally Determined Contribution by 2030. There are several stages conducted in this research such as data collection, data analysis and drawing conclusions. These stages are carried out to determine the development of the existing conditions of Electric Vehicle Charging facilities in Indonesia to achieve the target of Nationally Determined Contribution by 2030.Findings: Considering the target number of electric vehicles in 2030, which is 600 thousand electric cars and 2.45 million electric two-wheelers, and the charging time or battery exchange time for electric vehicles, it is estimated that Indonesia needs to build 76,562.5 Public Electric Vehicle Charging Stations (PEVCS) for electric two-wheelers and 18,750 Public Electric Vehicle Charging Stations (PEVCS) for electric cars to support the 2030 National Determined Contribution target. As for the battery exchange system for electric two-wheelers, 17,014 Public Electric Vehicles Battery Exchange Stations (PEVBES) are needed to support the 2030 National Determined Contribution target.Originality/Value: This study builds upon previous research that discusses the condition of electric vehicle infrastructure in Indonesia, by adding predictions regarding the amount of infrastructure needed to meet the 2030 Nationally Determined Contribution (NDC) target.Practical/Policy implication: The research findings have significant implications for management and business practices, as well as policy aspects. In developing Public Electric Vehicle Charging Station facilities, there are many things that stakeholders need to consider, such as; Expanding the coverage of Public Electric Vehicle Battery Exchange Station facilities in rural areas, Establishing battery standards for Electric Vehicles to become a specific type of battery for Electric Vehicles that use a battery exchange system, Create battery exchange facilities for 4-wheeled vehicle
The Use of SWOT Matrix in MSME Marketing Strategies: A Case Study of Lojjjik Experience Bar
The aim of this research is to develop an advertising approach that can be applied to the Lojjjik Experience Bar. Through the use of the SWOT matrix, opportunities are obtained to maintain the sorganization's image, company facilities, maintain the quality of products and courier services to attract consumers, improve management capabilities and cooperation for agency needs, provide order delivery services for consumers, utilize technological advances. for advertising and marketing, serving the lower middle market by presenting unique programs or portions, and maintaining good relationships with suppliers or regions throughout the restaurant. The recommended priority advertising approach is to maintain company photos.
Keywords: SWOT, Lojjjik Experience Bar, Marketing Strateg
ANALYSIS OF HUMAN RESOURCES DEVELOPMENT OF POULTRY FARMERS IN IMPROVING WORK PRODUCTIVITY THROUGH CORE PLASMA PARTNERSHIP WITH PT SUPER UNGGAS JAYA IN MUARA ENIM REGENCY
Abstract.
Objective : This research is to analyze how the form of Human Resource Development of Poultry Farmers in Increasing Work Productivity Through Core Plasma Partnerships with PT Super Unggas Jaya in Muara Enim Regency.
Design/Method/Approach: This research uses a qualitative method. The data collection technique used is by interview, in which the informants are poultry farmer employees who participate in the training, namely 6 people, in the data analysis process the researcher uses qualitative descriptive analysis with the stages of data collection, data reduction, data presentation, drawing conclusions.
Result : Human Resource Management at PT Super Unggas Jaya focuses on developing the quality of partner farmers, in this case human resource development is carried out routinely in the form of training. This study uses a qualitative descriptive method, the data used is primary data, in data collection using informants. From the results of the discussion and analysis, it can be explained that with the development of human resources through partnerships with PT Super Unggas Jaya, poultry farmers gain very useful skills so that the productivity of the farmers' work becomes better, with the increasing productivity of the farmers' work, it is expected that the results obtained can be better than when raising livestock independently. This is in accordance with the existing theory explaining that the purpose of training and development is to increase individual self-awareness, individual skills in certain areas of expertise, and to increase individual motivation in doing work satisfactorily so that work productivity can increase.
Pratical/policy implication : The implementation of development and training by PT Super Unggas Jaya for its partners should be maintained and if possible can be improved because it is good enough and in accordance with the needs of farmers
Keywords: Poultry Farmers, Work Productivity, Core Plasma Partnershi
Peran Relawan pajak Dalam Pelaporan SPT Tahunan wajib Pajak Orang Pribadi di tax Center UIN Khas Jember: Peran Relawan pajak dalam pelaporan SPT tahunan
Pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) merupakan kewajiban tahunan bagi wajib pajak orang pribadi. Di era digitalisasi, penggunaan e-filing atau laporan pajak elektronik menjadi cara yang populer dan efisien untuk memenuhi kewajiban tersebut. Jurnal ini menjelaskan peran relawan pajak dalam pelaporan SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi. Tujuan dari melakukan studi untuk memahami atau meneliti lebih lanjut tentang sejauh mana peran relawan pajak dalam pelaporan SPT Tahunan. Data diperoleh dari hasil wawancara terhadap Individu yang mengajukan laporan SPT. Hasil penelitian yang diperoleh peneliti yaitu; entri elektronik menyederhanakan proses pelaporan dengan menghilangkan kebutuhan untuk mengisi dan menyerahkan formulir secara manual. Wajib Pajak memiliki kemampuan untuk mengisi dan mengirimkan SPT secara daring menggunakan portal pajak yang disediakan pemerintah dan penggunaan e-filing memungkinkan wajib pajak dengan mudah melacak dan memantau status penyampaian SPT mereka. Anda bisa melihat apakah SPT Anda sudah diterima, sedang diproses, atau sudah disetujui. Hal ini memberikan transparansi dan keamanan kepada wajib pajak mengenai status pengajuan mereka. Selain itu, sistem entri elektronik secara otomatis memvalidasi data yang dimasukkan oleh wajib pajak sehingga mengurangi risiko kesalahan pengisian yang dapat terjadi pada proses manual. Terakhir, penggunaan e-filing membantu pemerintah mengelola dan mengumpulkan data perpajakan dengan lebih efisien data yang dikirimkan secara elektronik dapat dengan mudah diproses dan dianalisis oleh sistem komputer, sehingga pemerintah dapat mengidentifikasi potensi penipuan dan mengambil tindakan penegakan hukum yang diperlukan. Secara keseluruhan, Penggunaan sistem pengisian elektronik (e-filing) dalam penyampaian SPT Wajib Pajak orang pribadi berperan penting dalam mempermudah proses pelaporan, meningkatkan transparansi, mengurangi human error, dan meningkatkan efisiensi pengelolaan data perpajakan pemerintah.Pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) merupakan kewajiban tahunan bagi wajib pajak orang pribadi. Di era digitalisasi, penggunaan e-filing atau laporan pajak elektronik menjadi cara yang populer dan efisien untuk memenuhi kewajiban tersebut. Jurnal ini menjelaskan peran relawan pajak dalam pelaporan SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui sejauh mana peran relawan pajak dalam pelaporan SPT Tahunan. Data diperoleh dari hasil wawancara terhadap wajib pajak yang melaporkan SPT Tahunan. Hasil penelitian yang diperoleh peneliti yaitu; entri elektronik menyederhanakan proses pelaporan dengan menghilangkan kebutuhan untuk mengisi dan menyerahkan formulir secara manual. Wajib Pajak memiliki kemampuan untuk mengisi dan mengirimkan SPT secara daring menggunakan portal pajak yang disediakan pemerintah. Dan penggunaan e-filing memungkinkan wajib pajak dengan mudah melacak dan memantau status penyampaian SPT mereka. Anda bisa melihat apakah SPT Anda sudah diterima, sedang diproses, atau sudah disetujui. Hal ini memberikan transparansi dan keamanan kepada wajib pajak mengenai status pengajuan mereka.
Selain itu, sistem entri elektronik secara otomatis memvalidasi data yang dimasukkan oleh wajib pajak, sehingga mengurangi risiko kesalahan pengisian yang dapat terjadi pada proses manual. Terakhir, penggunaan e-filing membantu pemerintah mengelola dan mengumpulkan data perpajakan dengan lebih efisien. Data yang dikirimkan secara elektronik dapat dengan mudah diproses dan dianalisis oleh sistem komputer, sehingga pemerintah dapat mengidentifikasi potensi penipuan dan mengambil tindakan penegakan hukum yang diperlukan. Secara keseluruhan, Penggunaan sistem pengisian elektronik (e-filing) dalam melaporkan SPT oleh Wajib Pajak orang pribadi berperan penting dalam mempermudah proses pelaporan, meningkatkan transparansi, mengurangi human error, dan meningkatkan efisiensi pengelolaan data perpajakan pemerintah
Sosialisasi Aplikasi Pengelolaan Surat Dokumentasi Cagar Budaya Taman Purbakala Kerjaan Sriwijaya
Situs Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS) diyakini sebagai bekas kawasan pemukiman dan taman di masa kerajaan Sriwijaya dimana pada kawasan ini banyak ditemukan peninggalan purbakala. Di dalam TPKS terdapat cagar budaya dan Museum Sriwijaya yang menyimpan koleksi bersejarah peninggalan kerajaan Sriwijaya. Pengembangan aplikasi pengelolaan surat dokumentasi cagar budaya di Taman Purbakala Kerjaan Sriwijaya (TPKS) bertujuan memudahkan dalam pengelolaan untuk pemeliharaan dan pelestarian serta ketahanan budaya Sumatera Selatan khusus nya kota Palembang melalui TPKS. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diawali pengembangan aplikasi berdasarkan kebutuhan TPKS untuk pengelololaan surat dokumentasi cagar budaya. Pada tahapan akhir pengebangkan dilakukan pelatihan dan sosialisasi aplikasi pada pemangku kepentingan yaitu UPTD TPKS. Sosialisasi aplikasi dilakukan dengan tujuan untuk memperkenalkan pemanfaatan fitur-fitur meliputi penambahan, pengubahan, dan pencarian data surat dokumentasi cagar budaya kepada staf TPKS. Masing-masing fitur aplikasi memiliki fungsionalitas berbeda yang perlu diperkenalkan bagaimana memanfaatkan nya sesuai dengan kebutuhan pengelolan surat dokumentasi cagar budaya di TPKS. Dengan metode pengenalan secara langsung kepada pengguna aplikasi diharapkan dapat secara optimal dimanfaatkan oleh pengguna dan meningkatkan kinerja organisasi. Hasil sosialisasi menunjukkan bahwa pengguna dapat dengan mudah memanfaatkan aplikasi untuk pengelolaan surat dokumentasi cagar budaya. Aplikasi yang dikembangkan diharapkan nantinya dapat dimanfaatkan oleh pengelola TPKS sehingga dapat mengoptimalkan kinerja bagian terkait dengan cagar budaya.Situs Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS) diyakini sebagai bekas kawasan pemukiman dan taman di masa kerajaan Sriwijaya dimana pada kawasan ini banyak ditemukan peninggalan purbakala. Di dalam TPKS terdapat cagar budaya dan Museum Sriwijaya yang menyimpan koleksi bersejarah peninggalan kerajaan Sriwijaya. Pengembangan aplikasi pengelolaan surat dokumentasi cagar budaya di Taman Purbakala Kerjaan Sriwijaya (TPKS) bertujuan memudahkan dalam pengelolaan untuk pemeliharaan dan pelestarian serta ketahanan budaya Sumatera Selatan khusus nya kota Palembang melalui TPKS. Sosialisasi aplikasi dilakukan dengan tujuan untuk memperkenalkan pemanfataan fitur-fitur meliputi penambahan, pegubahan, dan pencarian data surat dokumentasi cagar budaya kepada staf TPKS. Hasil sosialisasi menunjukkan bahwa penggunda dapan dengan mudah memanfaatkan aplikasi untuk pengelolaan surat dokumentasi cagar budaya. Aplikasi yang dikembangkan diharapkan nantinya dapat dimanfaatkan oleh pengelola TPKS sehingga dapat mengoptimalkan kinerja bagian terkait dengan cagar budaya
Evaluasi Pemahaman Keselamatan Dasar Laboratorium Kimia Bagi Siswa di SMA LTI Indo Global Mandiri Kota Palembang
Kurangnya pemahaman dan edukasi mengenai penanganan bahan kimia dan keselamatan bekerja di laboratorium dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan saat praktikum. Pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemahaman siswa mengenai keselamatan dasar di laboratorium, serta agar siswa memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai tindakan pencegahan dan respon yang tepat terhadap situasi darurat di laboratorium kimia. Latar belakang pengabdian ini didasarkan pada pentingnya pemahaman penanganan bahan kimia dan penerapan keselamatan laboratorium, khususnya di laboratorium kimia yang memiliki risiko tinggi. Alur pengabdian dimulai dari persiapan kegiatan, dilanjutkan dengan sosialisasi kegiatan, melakukan pengabdian, dan tahap terakhir melakukan evaluasi pengabdian. Pengabdian dilakukan dengan penyampaian materi dengan cara ceramah, diskusi interaktif, serta presentasi video singkat mengenai penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), pengenalan bahan kimia berbahaya, dan penanganan apabila terjadi kecelakaan di laboratorium. Metodologi yang digunakan adalah pre-test dan post-test, dengan tujuan untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa sebelum dan setelah dilakukan ceramah. Sampel pengabdian terdiri dari siswa kelas XI berjumlah 30, dipilih secara purposive random sampling. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa mengenai penggunaan APD, penanganan bahan kimia berbahaya, dan keselamatan di laboratorium setelah dilakukan ceramah. Nilai rata-rata pre-test sebesar 6,67 (SD = 1,52) dan post-test sebesar 8,57 (SD = 1,22). Analisis statistik menunjukkan bahwa peningkatan ini signifikan dengan nilai p < 0,05. Peningkatan pemahaman siswa ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian berlangsung efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah workshop keselamatan laboratorium efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa, sehingga menciptakan lingkungan laboratorium yang lebih aman dan kondusif untuk belajar.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemahaman siswa mengenai keselamatan dasar laboratorium kimia di SMA LTI Indo Global Mandiri, Palembang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya penerapan keselamatan laboratorium, khususnya di laboratorium kimia yang memiliki risiko tinggi. Metodologi yang digunakan adalah pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa sebelum dan sesudah penyuluhan. Sampel penelitian terdiri dari siswa kelas XI yang dipilih secara purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa mengenai keselamatan laboratorium setelah penyuluhan, dengan nilai rata-rata pre-test 6,67 (SD = 1,52) dan post-test 8,57 (SD = 1,22). Analisis statistik menunjukkan bahwa peningkatan ini signifikan dengan nilai p < 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penyuluhan keselamatan laboratorium efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa, sehingga menciptakan lingkungan laboratorium yang lebih aman dan kondusif untuk belajar
Pemahaman Dampak Positif dan Negatif Perkembangan Komputer Di Bidang Kesehatan
Teknologi komputer sangat memudahkan kegiatan sehari-hari, termasuk di dalamnya sektor kesehatan. Namun pemanfaatan komputer dapat dilihat dari dua sudut pandang, baik sisi positif dan sisi negatif. Aspek positif pada bidang kesehatan tentunya memberikan dampak yang baik bagi terselenggaranya pelayanan kesehatan, karena servis kesehatan bentuk upaya yang diselengarakan secara mandiri dalam rangka memonitoring dan meningkatkan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta bentuk pemulihan kesehatan individu, keluarga, maupun masyarakat umum. Ketergantungan pada teknologi dapat menyebabkan gangguan layanan jika terjadi kegagalan sistem. Kurangnya interoperabilitas antara sistem teknologi informasi kesehatan juga menghambat pertukaran informasi yang efektif. Di sisi lain, penggunaan komputer dalam diagnosa dan pengobatan juga memerlukan pelatihan dan adaptasi yang signifikan bagi tenaga medis. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan berupa pemahaman kepada masyarakat bagaimana dampak positif dan negatif perkembangan komputer untuk kesehatan terutama pada perangkat kecamatan sungai kakap kabupaten Kubu Raya. Pengabdian ini menyimpulkan bahwa meskipun perkembangan teknologi komputer membawa banyak manfaat dalam meningkatkan layanan kesehatan, perlu adanya perhatian khusus terhadap manajemen risiko dan upaya untuk meningkatkan keamanan data serta pelatihan bagi staf maupun pegawai. Pengembangan kebijakan dan regulasi yang tepat juga diperlukan untuk memaksimalkan manfaat dan meminimalkan risiko yang terkait dengan penggunaan teknologi komputer di bidang kesehatan. Pada pengabdian yang dilakukan para penulis dan partisipan yang hadir sepakat untuk bersama-sama untuk merumuskan solusi dan rekomendasi dalam berbijaksana menggunakan komputer untuk kesehatan bersama. Oleh karena itu pemahaman yang di dapat oleh para partisipan adalah teknologi komputer bukanlah sebuah ancaman melainkan sebuah alat untuk menunjang tugas-tugas yang secara logis tidak dapat dikerjakan manusia.Hadirnya teknologi seperti komputer telah memudahkan aktivitas sehari-hari masyarakat, termasuk di bidang kesehatan. Namun pemanfaatan komputer dapat dilihat dari dua aspek, baik aspek positif dan aspek negative. Aspek positif pada bidang kesehatan tentunya memberikan dampak yang baik bagi pelayanan kesehatan, karena pelayanan kesehatan bentuk upaya yang diselengarakan secara mandiri dalam rangka memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok, dan ataupun masyarakat. Ketergantungan pada teknologi dapat menyebabkan gangguan layanan jika terjadi kegagalan sistem. Kurangnya interoperabilitas antara sistem teknologi informasi kesehatan juga menghambat pertukaran informasi yang efektif. Di sisi lain, penggunaan komputer dalam diagnosa dan pengobatan juga memerlukan pelatihan dan adaptasi yang signifikan bagi tenaga medis. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana dampak positif dan negative perkembangan komputer untuk kesehatan. Dengan mempertimbangkan dampak positif dan negatif ini, pengabdian ini menyimpulkan bahwa meskipun perkembangan teknologi komputer membawa banyak manfaat dalam meningkatkan layanan kesehatan, perlu adanya perhatian khusus terhadap manajemen risiko dan upaya untuk meningkatkan keamanan data serta pelatihan bagi staf maupun pegawai. Pengembangan kebijakan dan regulasi yang tepat juga diperlukan untuk memaksimalkan manfaat dan meminimalkan risiko yang terkait dengan penggunaan teknologi komputer di bidang kesehatan
Kepemimpinan Kolaboratif dalam Momentum Pemilu 2024 Membangun Partisipasi Demokratis yang Berkelanjutan
General elections (Pemilu) are a crucial democratic instrument for expressing the sovereignty of the people. Basic principles of elections, such as direct participation and fairness for all participants, reflect constitutional commitments to ensure a fair and transparent democratic process. Collaborative leadership is recognized as an approach that can strengthen the integrity and success of elections, enabling cooperation among various parties to achieve common goals. This research aims to explore the relationship between collaborative leadership and sustainable democracy in the 2024 elections in Indonesia. The method used in this research is literature study. The results of the discussion indicate that collaborative leadership plays an important role in encouraging active participation of the community, especially the younger generation, in elections. This leadership operates through cooperation among various election actors, including election organizers, political parties, and civil society, to achieve fair, transparent, and democratic elections. Sustainable democracy, on the other hand, supports elections by strengthening democratic institutions and promoting inclusive and transparent decision-making. Thus, it can be concluded that the integration of collaborative leadership and sustainable democracy is key to the success of the 2024 elections in Indonesia
Profil Pendidikan Politisi terhadap Kinerja di DPRD Provinsi Sumatera Selatan
This article discusses the educational background of members of parliament in the field of government studies, political science, or public administration related to their performance in government management, specifically in the area of oversight functions. The method used is literature review, analyzing and drawing conclusions from credible secondary data sources. The research findings indicate that the educational background of new politicians is limited to formal academic degrees and has not yet significantly impacted the implementation of effective oversight functions in government management. However, politicians do understand their roles and responsibilities as members of the council. The recommendation from this study is the appropriate use of information technology to provide transparent and accountable information on the execution of oversight functions to the publi
Kebijakan Pola Permukiman dan Komposisi Penduduk Area Sub-Das Di Pusat Kota Palembang
This research aims to analyze settlement patterns spread across several areas in Palembang City, especially in the city center which have been formed based on population composition in the upstream, transitional and downstream watersheds. The city of Palembang is in a lowland area, formed on a swamp with many tributaries from the main river that divides the city, namely the Musi River. The Musi River divides Palembang City into 2 regions, namely Upstream (Seberang Ulu) and Downstream (Seberang Ilir). The tributaries are divided geographically according to the area, there are 15 tributaries upstream and 9 tributaries downstream. Since the river was formed, the residents of this city have lived along the watershed by building residences both periodically and permanently. This longitudinal pattern downstream of the sub-watershed empties into the Musi River. Apart from the longitudinal pattern, a random/scattered pattern is also formed to fill empty land between settlements along the watershed. Another pattern that is further away from the watershed is a centralized pattern where the buildings are neatly and orderly designed. The composition of the population living in these settlement patterns is important to research because it is an indicator of sustainable development. The composition includes demographic characteristics, social status with stratification therein, economic stratification, population distribution both geographically and administratively and surviving culture. These five characteristics can determine the type of housing being built and describe the level of community welfare