Ejournal Universitas Indo Global Mandiri (UIGM)
Not a member yet
1708 research outputs found
Sort by
The Effect of Risk Management in Improving Portfolio Performance on LQ45 Stocks in the Indonesian Capital Market
This study aims to analyze the effect of risk management on the performance of the LQ45 stock portfolio in the Indonesian capital market, which consists of large-cap and high-liquidity stocks. The stocks in this index have a special attraction for institutional and individual investors due to their higher stability compared to other stocks on the Indonesia Stock Exchange (IDX). However, they remain vulnerable to various market risks, including changes in macroeconomic conditions, government policies, and fluctuations in global sentiment. This study uses secondary data from the financial statements of LQ45 companies over a certain period and conducts multiple linear regression analysis of risk management variables, such as Price-to-Earnings Ratio (PER), Beta Portfolio, Dividend Yield, and Market Capitalization. The results show that these variables do not have a significant influence on portfolio performance, as indicated by the coefficient of determination of 11.8%, which indicates that most of the variation in portfolio performance (88.2%) is influenced by factors outside the model. Portfolio beta theoretically shows the greatest potential influence, but the statistical results are not significant. The study concludes that while risk management plays an important role in maintaining portfolio stability, a more comprehensive approach is needed to optimize investment returns. Portfolio diversification strategies, proper asset allocation, and analysis of global market trends are important in the face of Indonesian capital market volatility. This study contributes to the portfolio management literature in Indonesia by offering practical guidance for investors to develop effective investment strategies to manage risk and maximize their portfolio returns amidst complex and volatile market dynamics.
Keywords: Risk Management, Portofolio Performance, LQ45 Stocks, Capital Marke
PELATIHAN PEMBUATAN MIE KANGKUNG PADA REMAJA PUTRI DI KELURAHAN FITU, KOTA TERNATE, MALUKU UTARA
Kangkung segar merupakan salah satu produk unggulan yang dihasilkan oleh Kelurahan Fitu, menjadikannya sebagai pusat produksi kangkung di Kecamatan Ternate Selatan. Namun, selama ini, hasil produksi kangkung tersebut hanya dipasarkan dalam bentuk segar, tanpa pengolahan lebih lanjut yang rentan mengalami kerusakan, terutama saat hasil panen melimpah. Oleh karena itu, pengolahan kangkung menjadi produk olahan lain sangat diperlukan untuk meningkatkan nilai jual dan mengurangi potensi kerugian. Untuk mendukung hal ini, transfer teknologi mengenai pengolahan kangkung menjadi produk turunan, seperti mie kangkung, dirasa penting dilakukan melalui pelatihan. Pelatihan tersebut diberikan kepada 20 remaja putri di Kelurahan Fitu, dengan materi meliputi pemilihan bahan utama dan tambahan, pengolahan kangkung, pembuatan adonan mie, pembentukan mie, pengukusan, serta cara penyajiannya. Setelah mengikuti pelatihan, para peserta menunjukkan minat yang tinggi untuk menerapkan keterampilan ini dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa peserta bahkan berminat untuk mengembangkan kegiatan ini menjadi sebuah usaha. Hal ini terungkap melalui diskusi yang berlangsung selama pelatihan. Mereka melihat bahwa kegiatan ini berpotensi untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Untuk memastikan keberlanjutan kegiatan dan pengembangan usaha, monitoring dan pendampingan akan terus dilakukan. Diharapkan dengan pengetahuan dan keterampilan yang didapatkan melalui pelatihan ini, remaja putri di Kelurahan Fitu, Kota Ternate, dapat memanfaatkan peluang usaha baru. Selain itu, mereka juga diharapkan dapat meningkatkan keterampilan, kreativitas, serta semangat kewirausahaan mereka.Salah satu komoditi unggulan di Kelurahan Fitu adalah kangkung. Kelurahan ini adalah salah satu sentra produksi kangkung di Kecamatan Ternate Selatan. Selama ini kangkung yang ada di Kelurahan Fitu, hanya dijual segar. Hal ini menyebabkan kangkung mudah mengalami kerusakan, apalagi saat produksi sedang melimpah. Pengolahan kangkung menjadi produk turunan dibutuhkan untuk mengurangi kerugian. Untuk itu dibutuhkan transfer teknologi kepada warga kelurahan Fitu tentang pengolahan kangkung menjadi produk turunan diantaranya menjadi mie dengan pelatihan. Pelatihan diberikan kepada 20 remaja putri di Kelurahan Fitu. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa 80% peserta dapat menangkap materi yang diberikan dan mampu membuat kembali mie kangkung yang diajarkan. Hal ini terlihat pasca pelatihan, peserta mampu membuat kembali mie dan dibagikan kepada masyarakat sekitarnya untuk dicobakan. Hal ini menjadi potensi usaha bagi warga Fitu, khususnya remaja putri. Dengan adanya pelatihan pembuatan mie kangkung, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi remaja putri di Kelurahan Fitu, Kota Ternate dalam meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan.  
Increasing the Productivity of Souvenir MSMEs in Jombang Regency Through the Application of Drying Machines
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memainkan peran strategis dalam perekonomian Indonesia, termasuk di sektor produksi souvenir berbahan kayu dan resin di Kabupaten Jombang. UMKM Berkah Makmur Sejahtera (BMS) menghadapi tantangan dalam hal produktivitas akibat ketergantungan pada cara pengeringan tradisional yang memanfaatkan panas sinar matahari. Proses ini sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca, terutama saat musim hujan, yang menyebabkan waktu pengeringan menjadi agak lama, tidak efisien dan produksi terhambat. Guna mengatasi masalah tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi BMS melalui penerapan mesin pengering cat modern. Metode pengabdian masyarakat yang diterapkan meliputi sosialisasi, pelatihan karyawan, penerapan mesin pengering, serta pendampingan dalam pengoperasian dan perawatan mesin. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan peningkatan kapasitas produksi sebesar 200%, dari 1.250 unit menjadi 3.750 unit per bulan, dengan pengeringan yang lebih cepat dan kualitas produk yang lebih baik. Pelatihan yang diberikan juga meningkatkan keterampilan karyawan BMS dalam pengoperasian dan pemeliharaan mesin, sehingga ketergantungan pada faktor cuaca dapat dikurangi secara signifikan. Program ini berdampak positif terhadap peningkatan produktivitas, pendapatan, serta pembukaan lapangan kerja baru di daerah tersebut. Selain itu, penerapan teknologi tepat guna ini berpotensi menjadi model bagi UMKM souvenir lain untuk meningkatkan daya saing melalui adopsi inovasi teknologi yang lebih efisien.Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memainkan peran strategis dalam perekonomian Indonesia, termasuk di sektor produksi souvenir berbahan kayu dan resin di Kabupaten Jombang. UMKM Berkah Makmur Sejahtera (BMS) menghadapi tantangan dalam hal produktivitas akibat ketergantungan pada cara pengeringan tradisional yang memanfaatkan sinar matahari. Proses ini sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca, terutama saat musim hujan, yang menyebabkan waktu pengeringan menjadi tidak efisien dan produksi terhambat. Untuk mengatasi masalah tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi BMS melalui penerapan mesin pengering modern. Metode pengabdian masyarakat yang diterapkan meliputi sosialisasi, pelatihan karyawan, penerapan mesin pengering, serta pendampingan dalam pengoperasian dan perawatan mesin. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan peningkatan kapasitas produksi sebesar 200%, dari 1.250 unit menjadi 3.750 unit per bulan, dengan pengeringan yang lebih cepat dan kualitas produk yang lebih baik. Pelatihan yang diberikan juga meningkatkan keterampilan karyawan BMS dalam pengoperasian dan pemeliharaan mesin, sehingga ketergantungan pada faktor cuaca dapat dikurangi secara signifikan. Program ini berdampak positif terhadap peningkatan produktivitas, pendapatan, serta pembukaan lapangan kerja baru di daerah tersebut. Selain itu, penerapan teknologi tepat guna ini berpotensi menjadi model bagi UMKM lain untuk meningkatkan daya saing melalui adopsi inovasi teknologi yang lebih efisien
Peran Budaya Populer dalam Memperkuat Identitas Nasional Indonesia di Era Globalisasi
In the era of globalization, popular culture has been a tool in understanding the complexity of international relations due to its easy access and simple packaging through technological advances. Globalization and the influx of other foreign cultures have been posing some threats and challenges in shifting national culture and values. The phenomenon of the influx of foreign cultures such as hallyu and westernization in Indonesia is slowly threatening Indonesia's national identity. Using the lens of Pop Culture and World Politics (PCWP) and Cultural Resistance from Antonio Gramsci (1971), the author examines in depth how the role of popular culture produced by Indonesian filmmakers and musicians can answer the challenges to the shift in Indonesia's national identity through cultural expression to oppose the dominant forces in the era of globalization at the international level. This research uses qualitative and descriptive methods in examining film and music artefacts produced by Indonesian filmmakers and musicians which are gaining international attention. The findings of this study aim to reveal that in the era of globalization, films and music produced by Indonesian filmmakers and musicians as the non-state actors play an important role in answering the challenges to the domination of foreign cultures in the context of maintaining Indonesia's original culture and identity by producing films and music containing local elements that are recognized and consumed by international audiences
Subspecies Range of Little Known North Sumatran Prevost's Squirrel Callosciurus prevostii piceus (Rodentia: Sciuridae)
North Sumatran Prevost's Squirrel Callosciurus prevostii piceus (Peters, 1866) is an endemic subspecies of terrestrial squirrel that only found in northern Sumatra, Indonesia. On 11 December 2022, we observed and documented C. prevostii piceus in Mugo Rayeuk Village (04°25'N, 96°10'E), Panton Reu Subdistrict, Aceh Barat District, Aceh Province, Sumatra. To review subspecies range, we compile published and unpublished records of C. prevostii piceus. Our study suggests C. prevostii piceus range from Aceh Barat of Aceh Province to Labuhan Batu of North Sumatra Province
ENGLISH TEACHERS’ ASSESSMENT LITERACY IN CONDUCTING ASSESSMENT OF LEARNING
Conducting assessment to students’ learning is one of responsibilities a teacher has to do. Therefore, it is necessary for teachers of English to have good assessment literacy in order to help teachers of English to construct and conduct good assessment instrument. Assessment literacy is teachers’ knowledge towards assessment and its implementation. This research was case study with descriptive method and aimed at finding out teachers’ assessment of learning literacy and its implementation. This research took place at SMA PGRI 2 Palembang and three teachers of English involved as participants. Interview, survey questionnaire, observation, and documentation were used in data collection. The results of study revealed that teachers of English were not familiar with the nature of assessment of learning, and teachers did not make use of their knowledge on assessment into practice. It is important for schools’ principals in particular and government in general to provide professional development to upgrade teachers’ assessment of learning literacy.
Keywords: Teachers of English, assessment, assessment literacy, assessment of learning, assessment implementatio
Analisis Kompetensi Rekrutmen Pejabat Pemerintah Kabupaten Gorontalo
The appointment of civil servants in government structural positions is based on competence so that placement in government structural positions using the merit system considers aspects of qualifications, competence, and good performance. This research aims to analyze managerial, technical and socio-cultural competencies in the aspects of knowledge, skills, attitudes of officials who will be placed in the Gorontalo Regency government. The research approach uses qualitative methods, data collection is done through interviews, participatory observation, field notes, and document studies. Data analysis used an interactive model with three steps: condensing data, presenting data, and drawing conclusions or verification. Data condensation refers to the process of selecting, narrowing down, simplifying, summarizing, and transforming data. The findings in this research in the recruitment of Gorontalo Regency Government officials have referred to Law Number 5 of 2014, Regent Regulation Number 10 of 2017 which emphasizes aspects of technical competence, managerial competence and socio-cultural competence. In addition, the regulation also refers to the recruitment of officials who also pay attention to other aspects of competence such as integrity, cooperation, communication and skills. However, there are still interventions by groups of people who support candidates without regard to competence and educational background. Furthermore, in the mutation of structural officials in central and regional government agencies, although it has been carried out in accordance with statutory provisions, there is still political intervention. This research suggests that ASN must have adaptation competence or the ability to adjust to new or changing situations
Telaah Pelaksanaan Sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah dan Peraturan Daerah oleh DPRD Provinsi Kalimantan Tengah
Background: The authority of DPRD to carry out the socialization of local regulations (Perda) through the allocation- absorption of the local regulation socialization budget (sosper) in the secretariat of certain DPRDs has become a polemic today. This study explains the implementation of dissemination or socialization of draft local regulations (Raperda) and local regulations (Perda) can be done in the legislative function of DPRD. Research findings using a qualitative approach through a literature review of laws and regulations and documentation data collection techniques show that: (i) the implementation of dissemination or socialization of draft regulations and local regulations can be done comprehensively. This is an integral part of the function and authority of the DPRD as a legislative body that has the responsibility and authority to form local regulations, especially those proposed as DPRD initiatives. (ii) The implementation of dissemination or socialization of local regulations can be carried out as long as there is a legal basis governing its implementation, such as local regulations, gubernatorial regulations, DPRD regulations and included in the main points of thought (Pokir) of DPRD, RKPD, KUA-PPAS and carried out in accordance with applicable mechanisms and procedures. (iii) The involvement of the DPRD in the dissemination or socialization of draft regulations and local regulations is a form of optimization of the functions and authority of the legislative body in forming local regulations. The creation of good, aspirational and representative local regulations that reflect the interests of the community
Klasifikasi Penyakit Daun pada Tebu dengan Pendekatan Algoritma K-Nearest Neighbors, Multilayer Perceptron dan Support Vector Machine
Sugarcane is a vital crop in Indonesia, serving as the primary raw material for sugar production. Unfortunately, leaf diseases in sugarcane often pose a serious threat, potentially causing significant economic losses. These diseases are typically characterized by leaf morphological changes, making early detection and accurate classification essential to prevent further spread. This study compares three algorithms for identifying sugarcane leaf diseases: K-Nearest Neighbors (KNN), Multilayer Perceptron (MLP), and Support Vector Machine (SVM). Each algorithm employs a different approach to recognize patterns and disease characteristics: SVM separates data by identifying the optimal hyperplane, KNN classifies based on the proximity of data to training data, while MLP, as an artificial neural network, can recognize more complex patterns. The deep learning model VGG16 was utilized for feature extraction from sugarcane leaf images to enhance classification accuracy. The dataset used comprises 8,200 images of sugarcane leaves, categorized into four classes: 2,050 images of Cercospora spot gray, 2,050 of common rust, 2,050 of northern blight, and 2,050 of healthy leaves. Each category was further divided into training and testing datasets in an 80:20 ratio, with 6,560 images for training and 1,640 images for testing. The results indicate that the MLP algorithm achieved the best performance, with accuracy, precision, and recall values of 97.4%. This establishes MLP as the most effective choice for classifying sugarcane leaf diseases
Rekayasa Ulang Proses Bisnis Kelompok Tani Parijotho Muria Kudus Melalui Penerapan Mesin Pengering Cerdas
Desa Colo Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus merupakan sentra budidaya tanaman Parijoto (Medinella Speciosa Blume) buah endemik yang banyak tumbuh di lereng Gunung Muria pada ketingggian 900-1200 mdpl. Mitra pengabdian adalah Kelompok Tani Parijotho Muria Kudus yang membudidayakan buah parijoto hingga pengolahan hasil panen. Dalam proses produksi dan budi dayanya kelompok ini dihadapkan pada permasalahan rendahnya produktivitas pengolahan hasil panen dan keseragaman mutu produk yang tidak sama karena belum memiliki standar mutu. Hal tersebut disebabkan karena alat produksi dan pemrosesannya masih menggunakan cara yang sederhana dan manual karena keterbatasan sumber daya. Metode kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah rekayasa ulang proses bisnis dalam bentuk diseminasi hasil penelitian dosen berupa pemanfaatan alat produksi cerdas berbasis Internet of Things (IoT) salah satunya adalah mesin pengering buah parijoto yang menggunakan sistem arduino dengan tujuan agar petani meningkatkan produktivitasnya dalam mengolah hasil panen. Selain itu, melalui kegiatan pelatihan dan sosialisasi pentingnya pemanfaatan teknologi cerdas dalam proses pengolahan hasil panen, paska pengabdian masyarakat petani memiliki peningkatan level keberdayaan mitra dari sisi aspek produksi, manajemen dan sosial kemasyarakatan berupa meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan. Penerapan teknologi cerdas pada alat produksi memberikan dampak signifikan berupa: pemanfaatan alat pengering berteknologi IoT, terjadi kenaikan pasokan bahan baku dari semula 50% menjadi 70 %, produktivitas meningkat dari 10 liter per hari menjadi 15 liter per hari. Hasil dari kegiatan pengabdian ini berimplikasi pada peningkatan produktivitas dan mutu produk hasil panen melalui standarisasi mutu dan proses produksi.Desa Colo Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus merupakan sentra budidaya tanaman Parijoto (Medinella Speciosa Blume) buah endemik yang banyak tumbuh di lereng Gunung Muria pada ketingggian 900-1200 mdpl.Mitra pengabdian adalah Kelompok Tani Parijotho Muria Kudus yang membudidayakan buah parijoto hingga pengolahan hasil panen.Dalam proses produksi dan budi dayanya kelompok ini dihadapkan pada permasalahan rendahnya produktivitas pengolahan hasil panen dan keseragaman mutu produk yang tidak sama karena belum memiliki standar mutu.Hal tersebut disebabkan karena alat produksi dan pemrosesannya masih menggunakan cara yang sederhana dan manual karena keterbatasan sumber daya.Metode kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah rekayasa ulang proses bisnis dalam bentuk diseminasi hasil penelitian dosen berupa pemanfaatan alat produksi cerdas berbasis Internet Of Things (IoT) salah satunya adalah mesin pengering buah parijoto yang menggunakan sistem arduino dengan tujuan agar petani meningkatkan produktivitasnya dalam mengolah hasil panen.Selain itu, melalui kegiatan pelatihan dan sosialisasi pentingnya pemanfaatan teknologi cerdas dalam proses pengolahan hasil panen, paska pengabdian masyarakat petani memiliki peningkatan level keberdayaan mitra dari sisi aspek produksi, manajemen dan sosial kemasyarakatan berupa meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan.Penerapan teknologi cerdas pada alat produksi memberikan dampak signifikan berupa: pemanfaatan alat pengering berteknologi IoT, terjadi kenaikan pasokan bahan baku dari semula 50% menjadi 70 % , produktivitas meningkat dari 10 liter per hari menjadi 15 liter per hari. Hasil dari kegiatan pengabdian ini berimplikasi pada peningkatan produktivitas dan mutu produk hasil panen melalui standarisasi mutu dan proses produks