Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya
Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri SurabayaNot a member yet
27357 research outputs found
Sort by
PERANCANGAN PHOTOBOOK TEMPAT WISATA ALAM DI SURABAYA
Pariwisata memiliki peranan penting dalam sektor pembangunan perekonomian di wilayah kota Surabaya. Namun sebagian besar destinasi wisatanya belum banyak diketahui oleh masyarakat dalam maupun luar kota Surabaya. Perancangan photobook ini dibuat sebagai media untuk mengenalkan dan mempromosikan tempat wisata alam yang ada di kota Surabaya kepada masyarakat dengan menyajikan informasi berupa kumpulan foto landscape wisata alam Surabaya yang telah ditentukan berdasarkan hasil wawancara dan penelitian pada Dinas Pariwisata kota Surabaya. Permasalahan dalam penelitian ini meliputi bagaiamanakah konsep, proses, dan juga hasil dari perancangan photobook tempat wisata alam di Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu dengan melakukan observasi, wawancara, dokumentasi, dan juga validasii. Hasil dari perancangan photobook ini dapat digunakan sebagai media promosi, referensi, dan juga menambah wawasan masyarakat terhadap wisata alam yang dimiliki kota Surabaya. Perancangan photobook ini sudah melalui tahapan validasi dan layak untuk digunakan. Kata Kunci: Wisata Alam, Surabaya, photobook, landscap
PENEGAKAN PASAL 34 UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2002 TENTANG KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DIKAITKAN DENGAN KODE ETIK KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DI POLRESTABES SURABAYA
Polisi Republik Indonesia merupakan Lembaga Negara yang bertugas untuk mengawal jalannya Negara Indonesia, tugas tersebut berkaitan dengan Keamanan dan Ketertiban masyarakat. Kenyataan yang terjadi dalam tugasnya untuk menyelenggarakan ketertiban dan keamanan masyarakat ada anggota kepolisian yang melakukan pelanggaran terhadap kode etik profesi Polri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami penegakan pasal 34 UU kepolisian Republik Indonesia yang dikaitkan dengan perkap polri nomor 14 tahun 2011 di polrestabes Surabaya dan kendala yang dialami dalam melakukan penegakan pasal 34 UU kepolisian republik indonesia kaitannya dengan perkap polri nomor 14 tahun 2014.
Metode yang digunakan adalah penelitian hukum sosiologis atau empiris. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara dan studi dokumen. Wawancara dilakukan dengan informan Kepala Seksi Profesi dan Pengamanan Polrestabes Surabaya dan Bagyanduan Bidpropam Polrestabes Surabaya, sedangkan studi dokumen dilakukan melalui data tertulis yang akan dianalisa secara deskriptif. Hasil ini menunjukkan bahwa Penegakan Hukum Pasal 34 UU 34 UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dikaitkan dengan PERKAP Polri Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Kepolisian Negara Republik Indonesia di Polrestabes Surabaya telah dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku tersebut. Hukuman yang diberikan kepada anggota kepolisan yang melanggar tindak pidana dan dijatuhi hukuman penjara selama empat tahun atau lebih, juga akan dikenakan sanksi PTDH melalui rekomendasari KKEP yang melakukan sidang kepada anggota Polrestabes Surabaya yang bersankutan. Sanksi disiplin diberikan melalui (Ankum) atasan hukum, sedangkan sanksi pelanggaran disiplin berat dan pelanggaran kode etik diserahkan kepada KKEP untuk rekomendasi hukuman yang akan diberikan. Kendala lain ialah berkaitan dengan atensi yang diberikan oleh Ankum atau atasan hukum kepada anggotanya yang kurang dan peraturan yang berubah-ubah.
Kata Kunci: Penegakan Hukum, Kepolisian, Kode Etik.
Abstract
The national police is a State Agency tasked to escort his net Country Indonesia, the duties related to the safety and order of society. The fact that occurred in his duty to organise the public security order and not a few members of the police who commit a violation of the code of ethics of the police profession. The research discusses the enforcement of article 34 of Act No. 2 of 2002 On State police of the Republic of Indonesia and kaitanya with the code of ethics of police in Surabaya Polrestabes. Dilakukanya purpose of the research is to obtain information and find out what are the constraints experienced by the Bidpropam as related law enforcement police code of ethics and procedures penegakanya Polrestabes in Surabaya.
The method used is the sociological legal research or empirical. The data collected by using interview techniques and study documents. The interview done with informants and Security Profession Section Polrestabes Bagyanduan Bidpropam and Polrestabes Surabaya, Surabaya, while studies conducted through document data written with menganilisis contents.
The results of this research show that the procedure and the code of ethics enforcement process in Polrestabes of Surabaya has been hampered in the reporting process conducted community and pendistribusianya to Ankum atau atasan hukum. Another constraint is related to the attention given by Ankum atau atasan hukum members who violate the provisions of the code of ethics of the police profession.
Keywords: Law Enforcement, Police, The Code Of Conduc
Seni Instalasi Kenangan Bersama Bapa’
Pemilihan tokoh bapa’ “Zazali Herwanto” sebagai ide penciptaan karya seni yaitu wujud kerinduan dan doa penulis untuk bapa’. Perasaan sedih, sesal yang berkecambuk dalam hati ketika mendengar kabar meninggalnya bapa’, bahkan setelah tujuh harinya hampir setiap hari bapa’ selalu hadir dalam mimpi seakan ingin menyampaikan pesan kepada penulis. Hal-hal tersebut menjadi latar belakang penciptaan karya seni kontemporer yaitu seni instalasi berupa karya dua dimensional dan tiga dimensional dengan judul “Seni Instalasi Kenangan Bersama Bapa’. Tujuan penciptaan karya seni adalah untuk menginterpretasi kenangan penulis bersama bapa’, mewujudkan karya seni rupa kontemporer yaitu seni instalasi berupa karya dua dimensional dan tiga dimensional, menyajikan karya seni instalasi berupa karya seni dua dimensional dan tiga dimensional. Seni instalasi secara umum dikenal sebagai karya seni menggunakan benda-benda ready mades sebagai media dengan merangkai, menggabungkan atau merakit benda menjadi satu kesatuan karya seni yang disebut teknik asembling pada seni patung. Metode penciptaan karya seni merupakan adaptasi dari tiga tahapan metode penciptaan oleh Gustami yaitu tahap eksplorasi, tahap perancangan dan tahap perwujudan. Berdasar pada tiga tahapan tersebut penulis melalui tahap-tahap sebagai berikut; eksplorasi konsep, eksplorasi visual, eksplorasi media dan teknik, eksplorasi estetik. Selanjutnya tahap improvisasi hingga proses perwujudan. Terdapat lima karya seni instalasi yang penulis ciptakan, adapun judul karya yaitu, 1) Dimana Aku Saat Kepergianmu?. 2) Maha Guru. 3) Jhâ’ Loppa Bâca Solawâddhâ. 4) Perjuanganmu dan Perjalananku Setelah Kepergianmu. 5) Edhingghâl tor Adhingghâlaghi. Karya ini merupakan wujud kesedihan, kerinduan dan doa penulis untuk almarhum bapa’. Juga sebagai pelajaran bagi penulis tentang konsep hidup dan mati yang telah menjadi ketetapan-Nya.Kata Kunci: kenangan, instalasi, asembling, seni kontemporer, ready mad
PENGEMBANGAN MEDIA ILUSTRASI DIGITAL UNTUK MEMAHAMI LATAR TEMPAT DAN WAKTU DALAM PUISI KO-UTA (小唄) LITTLE SONGS OF THE GEISHA KARYA LIZA DALBY
-newline"> In learning languages, especially Japanese can not be separated from learning culture and literature.However, literary learning media are still lacking so researcher make research on the development ofmedia for literary learning.This research is entitled by "Development of Digital Illustration Media to Understand the Settingof Place and Time in Ko-uta Poetry「 小 唄 」 Little Songs Of The Geisha by Liza Dalby" with twoproblem statements in it, namely how the development process of digital illustration media to understandthe setting of place and time in ko-uta poetry. Next is how the student’s respond to digital illustrationmedia to understand the setting of place and time in ko-uta poetry.The research for digital illustration media was carried out at SMA Negeri 19 Surabaya in theJapanese specialization class XII IPS 3. In this study Sugiyono's research and development method wascarried out up to the 7th stage, namely product revision. The potential and problem stage and the datacollection stage were obtained from a pre-research questionnaire that was given to Social Sciences classXII SMA 19 Surabaya. The data used for media material was obtained from the poetry of the Little Songsof The Geisha which are grouped by four seasons. The ko-uta poem is analyzed to find the setting ofplace and time as material used to create digital illustration media. Then the product design is carried out,which is making an initial media design that will be validated at the design validation stage. After that, adesign revision was made to correct existing errors, and product trials were conducted in class XII IPS 3of SMA Negeri 19 Surabaya by filling in the student response questionnaire and the final stage of productrevision.The results of the research conducted showed that the digital illustration media got a percentage as84% of the student questionnaire responses, 84.44% of the validation of media experts, and 90% of mediamaterial experts. The calculation is done based on a Likert scale with a very strong score interpretation sothat this digital illustration media is appropriate to be used to understand the setting of place and time inthe poetry of the Little Songs of The Geisha.Things that need to be considered in research to develop Japanese literature learning media is toensure adequate facilities for the media, especially facilities in the classroom. Then it can provide quizzesand interesting games so that students do not get bored in the middle of literary learning.Keywords: Media development, Digital Illustration Media, Setting of Place and Time in ko-uta poetry
Keefektifan LKPD Eubacteria Berbasis CTL untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Divergen
Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) membantu peserta didik untuk meghubungkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata, sehingga peserta didik dapat menerapkan materi pembelajaran untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan. Eubacteria merupakan mikroorganisme yang memiliki banyak peran, baik menguntungkan atau merugikan yang berkaitan dengan kehidupan. Kemampuan berpikir divergen diperlukan agar peserta didik mampu menemukan banyak kemungkinan jawaban untuk mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan peran eubacteria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan LKPD Eubacteria berbasis (CTL) yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan model 4-D. Tahapan model pengembangan ini adalah Define (pendefinisian), Design (perancangan), Develop (pengembangan), dan Dessaminate (penyebaran), namun pada tahap disseminate tidak dilakukan. Uji coba terbatas dilakukan pada 20 peserta didik kelas X MIA 7 MAN Sidoarjo. Instrumen penelitian dilakukan dengan lembar hasil evaluasi dan lembar respons peserta didik. Metode penelitian yang digunakan untuk menentukan efektifitas LKPD yakni berdasarkan skor n-Gain yang didapatkan dari selisih hasil nilai Pre-test dan Post-test, Ketuntasan indikator berpikir divergen, dan respon peserta didik. LKPD yang dikembangkan dinyatakan efektif jika skor n-Gain ≥0.3, presentase ketuntasan indikator berpikir divergen ≥75%, dan presentase respon peserta didik ≥61%. Hasil penelitian menyatakan rata-rata skor n-Gain 0.79 dikategorikan tinggi, presentase ketuntasan indikator berpikir divergen 87.8% dengan kategori tuntas, dan respon positif dengan presentase 95.5%. Dengan demikian LKPD Eubacteria berbasis CTL yang dikembangkan efektif untuk digunakan untuk peserta didik
Penerapan Lembar Kegiatan Siswa Berbasis Pendekatan Salingtemas Pada Materi Ekosistem untuk Melatihkan Keterampilan Berpikir Kritis
Berpikir kritis siswa merupakan proses multi-step, yaitu siswa akan mengamati, menganalisis, danmerealisasikan pengetahuan baru dan mengintegrasikan kedalam pemahaman mereka. Penelitian inimenggunakan pendekatan berbasis sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat (Salingtemas).Pendekatan Sains, Lingkungan, Teknologi, dan Masyarakat (Salingtemas) merupakan pendekatanyang dianjurkan dalam proses belajar mengajar sains secara kontekstual sehingga siswa dapatmemanfaatkan konsep sains ke dalam bentuk teknologi untuk kepentingan masyakarat sertalingkungan yang mendukung. Dengan adanya pendekatan salingtemas dapat melatihkan keterampilanberpikir kritis siswa. Materi ekosistem yaitu salah satu materi yang berkaitan dengan lingkungansekitar, dan akan mempermudah siswa untuk memahami konsep seperti menganalisis data atauinformasi sesuai sengan kemampuan yang ingin dicapai dalam pendidikan. Penelitian ini bertujuanuntuk mengevaluasi efektivitas LKS berbasis pendekatan salingtemas pada materi ekosistem untukmelatihkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas X SMA. Penelitian ini menggunakan jenispenelitian Pre-eksperimental dengan desain penelitian One group pretest-posttest design. RPP yangditerapkan divalidasi oleh para ahli dan akan diujicobakan kepada seluruh siswa X MIPA 2 di SMAN2 Kota Mojokerto. Hasil validasi RPP 3,7 dengan kategori valid, hasil keterlaksanaan LKS 92,64%dengan kategori sngat praktis, hasil belajar siswa 87,17% dengan kategori tuntas, hasil keterampilanberpikir kritis siswa 88,3% dengan kategori baik, dan respon siswa 87,27% dengan kategori positif.Dengan demikian LKS yang diterapkan layak digunakan pada proses pembelajaran di sekolah untukmelatihkan keterampilan berpikir kritis siswa
PARAMETER CORPORAL PUNISHMENT GURU TERHADAP PESERTA DIDIK
Guru menghukum peserta didik guna untuk mendisiplinkan agar selalu mentaati tata tertib sekolah dan peraturan yang diberikan gurunya. Guru berniat baik untuk membentuk dan menumbuhkan peserta didik agar mencapai tujuan pendidikan. Namun demikian dalam memberikan hukuman tidak boleh berlebihan. Sampai saat ini batasan guru dalam memberikan hukuman masih kabur. Artinya, parameter corporal punishment belum ada kepastian hukumannya. Oleh karena itu, penelitian ini mengangkat permasalahan parameter Corporal punishment yang diberikan guru kepada peseta didik yang bertujuan ntuk mengetahui parameter hukuman fisik yang diberikan oleh guru kepada peserta didik bisa dikatakan tindak pidanandan untuk mengetahui bagaimana akibat hukum dari pemberian hukuman fisik yang diberikan guru kepada peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan sekunder. Bahan hukum yang diperoleh melalui kepustakaan dan dianalisis. Hasil penelitian parameter corporal punishment meliputi empat batasan yaitu, pertama ialah pelanggaran yang dilakukan peserta didik. Guru tidak akan menghukum peserta didik apabila peserta didik tidak melakukan kesalahan atau pelanggaran. Kesalahan yang kemudian diberikan hukuman kepada peserta didik. Ada sebab-ada akibat, begitulah hukum yang berlaku. Kedua, hukuman fisik yang diberikan guru kepada peserta didik dapat dilakukan selama tidak benar-benar menyakiti peserta didik, dalam artian tidak sampai membuat peserta didik membutuhkan pertolongan medis. Ketiga, berkesuaian dengan tujuan pendidikan yaitu, guru mendidik dan mendisiplinkan peserta didik dengan seoptimal mungkin. Pemberian hukuman fisik merupakan salah satu upaya akhir (Ultimum Remidium) dalam dunia pendidikan selain mengembalikan peserta didik kepada wali/orang tua (dikeluarkan dari sekolah). Dan keempat, yaitu tujuan dari efek yang ditimbulkan pemberian hukuman terhadap peserta didik. Efek pemberian hukuman terhadap peserta didik hasilnya berbeda-beda. Dalam artian, peserta didik itu unik dan karakteristik antar peserta didik itu berbeda-beda. Akibat hukum yang timbul dari pemberian hukuman fisik kepada peserta didik adalah apabila permasalahan yang terjadi menjadi tindak pidana jika melampaui parameter, akan tetapi tidak menjadi tindak pidana apabila tidak melampaui parameter. Karena akibat hukum tersebut harus memenuhi unsur-unsur tindak pidana, yaitu pelaku, aturan, melawan hukum, kesalahan dan Keadaan darurat. Jika termasuk dalam tindak pidana, maka dalam prosesnya harus menyertakan ahli pendidikan, sehingga jelas apakah perbuatan tersebut atau penghukuman itu merupakan tindak pidana atau bukan tindak pidana. Adapun sarannya, parameter dibuatkan aturannya secara tertulis agar lebih jelas.
Kata kunci: hukuman fisik, parameter, tujuan pendidikan.
Abstract
The teacher punishes the students with the intention of getting them to be disciplined, so they always obey the school order and the rules given by the teacher. The teacher intend both to form and cultivate the students in order to achieve the educational goals. However, in giving punishment to them should not be excessive. The teacher in giving the punishment remains unclear indicator of limitations until now. It means that the parameters of corporal punishment have not provided legal certainty. Therefore, this study examines the problem of Corporal Punishment parameters that teachers give to the students. Aims to understand parameters and the law concerning corporal punishment given by teacher to students can be crimes. This research is using normative law research method, which uses the statue approach, case approach and conceptual approah. Types of legal materials used is the secondary data consisting of primary and secondary legal materials. The authors collected legal material and process it to make a legal decision against the concrete cases. Legal material has been obtained, then processed and analyzed. The results of Corporal Punishment parameters include four limitations, the first limitation is the violation committed by the students. The mistakes that are then given the punishment to the students, there is cause and effect, so the law applies. The second limitation, the corporal punishment that teachers give to students can be done as long as it does not really hurt them, means that it does not make students need medical help. The third limitation, corresponds to the purpose of education, that is, teachers educate and discipline students optimally. Provision of corporal punishment is one of the ultimate endeavors (Ultimum Remedium) in the world of education, in addition to returning students to their parents (expelled from school). The fourth limitation, the purpose of the effects of giving the corporal punishment to students. The effect of giving corporal punishment to students has shown different results, it means that each student has different characteristics and uniqueness. The legal consequences arising from the giving of corporal punishment to the student is when the problem becomes a criminal offense if it exceeds a predetermined parameter, then it becomes not a criminal offense if it does not exceed a predetermined parameter. Because the legal consequences must satisfy the elements of criminal acts, namely perpetrators, rules, against the law, mistakes and emergencies. If such action can be categorized as a crime, then in the process there should be an education expert, so it is clear whether the act of punishment is a crime or not. As for his suggestion, the parameters regarding corporal punishment should be made in writing rules.
Keywords: corporal punishment, parameter, educational objectives
EFEKTIVITAS PENGAWASAN BAGI PENDATAAN PENDUDUK DI SURABAYA
Penduduk yang datang dari luar kota yang tinggal di tempat berbeda dengan KTP selama beberapa waktu dan tidak pindah menetap disebut sebagai penduduk non permanen. Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 2015 tentang Pedoman Pendataan Penduduk Non Permanen menyatakan bahwa pemerintah melaksanakan pendataan terhadap penduduk non permanen dalam hal ini dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Tingginya jumlah penduduk non permanen di Surabaya sering menjadi permasalahan dalam hal pengawasan. Sebelum dikeluarkan Permendagri No. 14 Tahun 2015 tentang Pedoman Pendataan Penduduk Non Permanen, pengawasan yang dilakukan yaitu dengan adanya Surat Keterangan Tinggal Sementara (SKTS) yang harus dimiliki oleh tiap penduduk non permanen. Dikeluarkannya peraturan baru, maka penduduk non permanen tidak perlu memiliki SKTS tetapi hanya dilakukan pendataan dan dirasa kurang dalam hal pengawasannya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami bentuk pengawasan bagi pendataan penduduk non permanen berjalan secara efektif atau tidak, untuk mengetahui dan memahami faktor-faktor apa saja yang menjadi kendala dalam pendataan terhadap penduduk non permanen di Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian hukum yuridis sosiologis. Hasil penelitian dan pembahasan yaitu dengan hanya pendataan yang dilakukan terhadap penduduk non permanen tidak berjalan secara efektif karena tidak adanya alat pengawasan yang dimiliki oleh penduduk non permanen, sehingga sangat sulit untuk diawasi oleh pemerintah. Pendataan dilaksanakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, sedangkan jumlah penduduk non permanen yang banyak tidak mungkin untuk semua bisa didata oleh petugas, akibatnya pemerintah tidak dapat melakukan pemeriksaan bukti bahwa penduduk tersebut sudah terdata. Hambatan dalam pendataan yaitu hambatan internal dan hambatan eksternal. Hambatan internal yaitu tidak seimbangnya jumlah petugas pendata dengan luas wilayah di Surabaya, hambatan eksternal yaitu kurangnya pemahaman masyarakat mengenai peraturan pendataan penduduk non permanen. Kata Kunci : pengawasan, pendataan, penduduk non permane