Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya

Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya
Not a member yet
    27357 research outputs found

    VALIDITAS LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7 E UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI ASAM BASA DI SMA KELAS XI

    Full text link
    Abstrak Tujuan dalam penelitian ini yakni untuk mengetahui validitas lembar kerja peserta didik (LKPD) dengan model pembelajaran Learning cycle 7E untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis pada materi asam basa di SMA kelas XI. Penelitian pengembangan ini menggunakan Research and Development (R&D) namun terbatas pada tahap uji coba yang diberlakukan pada 15 peserta didik SMAN 11 Surabaya yang belum mendapatkan materi asam basa. Validitas LKPD diperoleh dari hasil validasi 1 guru kimia dan 2 dosen kimia serta lembar angket respon peserta didik. Hasil penelitian menyatakan bahwa LKPD telah memenuhi kriteria valid karena memperoleh persentase ≥ 61% berdasarkan penilaian dosen dan guru berdasarkan kriteria isi, penyajian, kebahasaan, dan kegrafisan memperoleh persentase berturut-turut yaitu sebesar 87,53%, 85,78%, 83,33%, dan 81,33%, serta didukung dengan angket respon peserta didik yang secara keseluruhan memperoleh persentase sebesar 94%. Kata Kunci: Lembar Kerja Peserta Didik, Learning Cycle 7E, Keterampilan Berpikir Kritis, Asam Basa. Abstract Aim of this research is to know the validity of students worksheet based learning cycle 7E to train critical thinking skill in acid based in SMA class XI. This development research uses the the research and development (R&D), but in this research until product test steps which did for 15 students SMAN 11 Surabaya, who not yet get the matter. The validity of student worksheets get from the result of validation by 1 chemistry teacher and 2 chemistry lectures with student response questionnaire sheets. The results of this research shown that Student Worksheets were valid because get a percentage of ≥ 61% based on chemist lecturers and chemistry teacher which obtained by by the content, presentation, language, and creativity get a percentage of 87,53%, 83,33%, 85,78%, dan 81,33%. Supporting data which reviewed from student worksheets overall gets a percentage of 94%. Keywords: Student Worksheets, Learning Cycle 7E, Critical Thinking Skills, Acid Based

    Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berorientasi Mind Mapping untuk Melatihkan Keterampilan Berpikir Kreatif pada Materi Hidrokarbon

    Full text link
    Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran berorientasi mind mapping pada materi hidrokarbon dalam melatih kreativitas peserta didik. Kelayakan LKPD ditinjau dari kriteria isi materi, penyajian, dan kebahasaan yang sesuai dengan komponen dari mind mapping yang didukung berdasarkan hasil respon peserta didik. Jenis penelitian yang ini menggunakan model 4-D dengan empat tahapan yaitu, pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (development), dan penyebaran (disseminate) yang hanya dibatasi sampai pada tahap pengembangan. Subyek penelitian adalah peserta didik SMA kelas XI. Instrumen yang digunakan berupa lembar telaah, validasi, angket respon peserta didik, dan soal keterampilan berpikir kreatif. LKPD mampu melatihkan keterampilan berpikir kreatif sesuai dengan aspek kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), dan keaslian (originality). Berdasarkan hasil telaah, validasi, dan uji coba terbatas terhadap LKPD berorientasi mind mapping diperoleh data bahwa peserta didik memberikan respon positif sebesar 100%, kriteria isi materi memperoleh persentase 95% dikategorikan sangat layak, kriteria penyajian disusun secara sistematis memperoleh persentase 100% dengan kategori sangat layak, dan kriteria kebahasaan memperoleh persentase 90% dengan kategori sangat layak. Disimpulkan bahwa LKPD berorientasi mind mapping yang dikembangkan sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran.Kata kunci: LKPD, mind mapping, keterampilan berpikir kreatif, model 4-D, hidrokarbo

    VALIDITAS MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS LABORATORIUM VIRTUAL PADA SUB MATERI KIMIA UNSUR ALUMINIUM

    Full text link
    Pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui validitas media pembelajaran berbasis laboratorium virtual. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian model 4P (Pendefinisian, Perancangan, Pengembangan dan Penyebaran) namun dalam penelitian ini dibatasi hanya sampai pada tahap pengembangan. Hasil validitas yang didapatkan selama penelitian berlangsung adalah sebagai berikut: 1) Validitas isi dari laboratorium virtual memperoleh persentase skor penilaian sebesar 81,25% atau dalam kategori sangat valid dan 2) Validitas konstruk dari laboratorium virtual memperoleh persentase skor penilaian sebesar 85,11% atau dalam kategori sangat valid. Dari hasil yang diperoleh tersebut, dapat disimpulkan bahwa laboratorium virtual yang dikembangkan dinyatakan valid digunakan sebagai media pembelajaran pada sub materi kimia unsur aluminium.Kata kunci: Media Pembelajaran, Laboratorium Virtual, Validitas, Aluminiu

    PENERAPAN MODEL SIKLUS BELAJAR EMPIRIS INDUKTIF UNTUK MELATIHKAN KEMAMPUAN ANALISIS PADA MATERI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT KELAS X SMAN 12 SURABAYA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai keterlaksanaan model siklus belajar empiris induktif, aktivitas, kemampuan menganalisis materi larutan elektrolit dan nonelektrolit serta respon siswa. Metode yang digunakan yaitu One Group Pretest Posttest Design pada Kelas X IPA 7 SMAN 12 Surabaya dengan subjek penelitian sebanyak 36 orang. Perangkat yang digunakan yaitu silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran dan lembar kerja siswa. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran, aktivitas siswa, tes kemampuan analisis dan angket respon. Penelitian ini menunjukkan hasil sebagai berikut: 1) Keterlaksanaan pada pertemuan I diperoleh rata-rata 3,6 dan pertemuan II sebesar 3,7 keduanya berada pada kriteria sangat baik. (2) Aktivitas siswa berlatih analisis mendapat persentase sebesar 60,75% di pertemuan I dan 74,08% di pertemuan II. (3) Kemampuan analisis mendapat ketuntasan klasikal sebesar 88,89% dengan persentase N-gain score kriteria tinggi, sedang dan rendah berturut-turut sebesar 63,89%; 36,11% dan 0%. (4) Respon siswa setelah diterapkannya model siklus belajar empiris induktif mendapat kriteria sangat baik dengan persentase rata-rata respon positif sebesar 93,97%. Kata kunci: Siklus Belajar Empiris Induktif, Kemampuan siswa dalam menganalisis, Elektrolit dan Nonelektrolit

    VALIDITAS VIRTUAL LAB SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PADA MATERI KIMIA UNSUR SUB MATERI HIDROGEN

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran virtual lab pada materi kimia unsur sub materi hidrogen yang ditinjau dari validitas isi dan validitas konstruk oleh para ahli. Penelitian pengembangan Virtual Lab ini menggunakan model Research and Development (R & D). Subyek dalam penelitian ini adalah 12 peserta didik kelas XI MIA 1 SMA Negeri 1 Krian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Virtual Lab yang dikembangkan dinyatakan valid yang ditinjau dari validitas isi memperoleh persentase sebesar 91,11%-96,67% dengan kategori sangat valid serta validitas konstruk memperoleh persentase sebesar 90,00%-96,51% dengan kategori sangat valid. Dengan demikian hasil penelitian ini menunjukkan bahwa virtual lab sebagai media pembelajaran pada materi kimia unsur sub materi hidrogen dapat dinyatakan layak berdasarkan validitasnya. Kata kunci: Validitas, Virtual lab, kimia unsur, hidroge

    PARTISIPASI POLITIK MUSLIMAT NU DALAM PEMILU TAHUN 1955 DAN 1971

    Full text link
    Lahirnya Muslimat NU merupakan salah satu bentuk konkrit tumbuhnya kesadaran gerakan perempuan dan reformasi di tubuh NU meskipun menuai konflik di tubuh internal NU serta para kyai. Sebagai organisasi perempuan yang beranggotakan kaum ibu, Muslimat NU telah mengalami modernisasi pemikiran dimana tidak lagi berpandangan bahwa wujud emansipasi adalah persamaan hak dan kewajiban saja melainkan peranan perempuan harus di berikan tingkatan lebih lanjut dan ruang gerak yang cukup untuk mengakomodir perempuan Islam Ahlussunnah Waljamaah. Sehingga Muslimat NU turut serta dalam gelanggang Pemilu tahun 1955 dan 1971 untuk menguatkan nota politik NU dan berusaha untuk memilih dan dipilih oleh masyarakat sebagai anggota DPR dan KONSTITUANTE. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah tentang (1) Bagaimana partisipasi politik Muslimat NU dalam pemilu pada tahun 1955 dan 1971; (2) Bagaimana pandangan pengurus organisasi NU terhadap keterlibatan kader Muslimat NU dalam memperebutkan kursi partai. Metode dalam penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah. Heuristik (pengumpulan sumber) didapatkan peneliti di Perpustakaan Nasional RI, ANRI, Perpustakaan PBNU. Sumber berupa hasil wawancara dilakukan kepada Narasumber yang berkaitan dengan partisipasi politik Muslimat NU dalam pemilu. Kritik sumber dilakukan peneliti agar sumber yang didapatkan oleh peneliti dapat dijadikan sebagai sumber interpretasi data. Interpretasi data yang dilakukan berupa analisis sumber yang dikaitkan dengan kondisi pada saat itu, agar penulisan sejarah dapat dilaksanakan dengan baik. Historiografi merupakan metode akhir dalam penelitian, yakni dengan menuliskan hasil dari penelitian dalam bentuk tulisan. Hasil penelitian ini adalah tentang bagaimana bentuk dan tingkat partisipasi politik Muslimat NU dalam Pemilu tahun 1955 dan 1971 serta pandangan pengurus organisasi NU terhadap keterlibatan Muslimat NU dalam memperebutkan kusi partai. Peneliti juga menjabarkan bagaimana faktor-faktor yang mendorong partisipasi politik Muslimat NU dalam pemilu. Kata Kunci: Partisipasi Politik, Muslimat N

    ANALISIS PLOT DALAM FILM DAS PARFUM : DIE GESCHICHTE EINES MÖRDERS

    Full text link
    ANALISIS PLOT DALAM FILMDAS PARFUM : DIE GESCHICHTE EINES MÖRDERSYeriansen Wahyudha Buyung PrasetyaProgram Studi Sastra Jerman, Fakultas Bahasa dan Seni,Universitas Negeri [email protected]. DYAH WOROHARSI P.Program Studi Sastra Jerman, Fakultas Bahasa dan Seni,Universitas Negeri SurabayaAbstrakIstilah sastra secara etimologis diturunkan dari bahasa Latin Literatura (Iittera: huruf atau karya tulis). Istilah itu dipakai untuk menyebut tatabahasa dan puisi. Istilah Inggris Literature, istilah Jerman Literatur, dan istilah Perancis Litterature berarti segala macam pemakaian babasa dalam bentuk tertulis. Dalam bahasa Indonesia, kata sastra diturunkan dari bahasa Sansekerta (Sas- artinya mengajar, memberi petunjuk atau instruksi, mengarahkan; akhiran –tra menunjukkan alat atau sarana) yang artinya alat untuk mengajar, buku petunjuk, buku instruksi atau pengajaran. Penelitian analisis plot dalam film Das Parfum: Die Geschichte Eines Mörders ini bertujuan untuk, mendeskripsikan plot berdasarkan tinjauan kriteria waktu yang terdapat dalam film Das Parfum: Die Geschichte Eines Mörders. Berdasarkan hal ini, masalah yang diteliti adalah: Bagaimana plot berdasarkan tinjauan kriteria waktu yang terdapat dalam film Das Parfum: Die Geschichte Eines Mörders. Penelitian ini menggunakan pendekatan struktur naratif dengan metode penelitian deskriptif dan bentuk penelitian kualitatif. Pendekatan struktur naratif digunakan dalam penelitian ini sebagai alat untuk menganalisis struktur plot yang terdapat dalam sub-skript film. Plot dalam film dapat terjadi dalam berbagai urutan sehingga peneliti menggunakan teori struktur naratif klasik berdasarkan Tasrif beserta tambahan teori Nurgiyantoro dan Bergmann sebagai penunjang penelitian untuk mendeskripsikan plot berdasarkan tinjauan kriteria waktu pada sub-skript film. Pada penelitian ini, peneliti akan memfokuskan penelitian perihal kalimat yang paling menunjukkan ciri-ciri plot berdasarkan tinjauan kriteria waktu pada sub-skript film Das Parfum: Die Geschichte Eines Mörders. Berdasarkan hasil penelitian analisis, disimpulkan bahwa plot berdasarkan tinjauan kriteria waktu yang terdapat dalam film Das Parfum : Die Geschichte Eines Mörders, yaitu menunjukkan plot sorot-balik. Apabila digambarkan skema plot terbentuk D1 – A – B – C – D2 – E. Simbol D1 = Tahap Klimaks Pertama: Durasi waktu ke 00:54-03:39, pada tahap klimaks pertama menampilkan kaitan penyorot-balikan peristiwa tahap klimaks kedua pada durasi waktu ke 01:52:57-02:12:57. Tahap klimaks pertama ditampilkan pembacaan vonis untuk Jean Baptiste oleh pemerintah Kota Grasse, Jean mendapatkan hukuman berisi siksaan akibat pembunuhan terhadap perempuan-perempuan di Kota Grasse. Simbol A = Tahap Penyituasian: Durasi waktu ke 03:40-01:11:06, pada tahap penyituasian secara khusus menerangkan kisah kehidupan tokoh Jean Baptiste dari Jean lahir hingga Jean dewasa. Simbol B = Tahap Pemunculan Konflik: Durasi waktu ke 01:11:07-01:22:07, pada tahap pemunculan konflik ditampilkan secara singkat suatu peristiwa dari aksi tokoh Jean Baptiste Granouille membunuh seorang gadis petani bunga di laboratorium Kota Grasse. Simbol C = Tahap Peningkatan Konflik: Durasi waktu ke 01:22:08-01:52:56, pada tahap peningkatan konflik peristiwa-peristiwa secara intensif menerangkan peningkatan aksi pembunuhan semakin memakan banyak korban yang dilakukan oleh tokoh Jean Baptiste Granouille. Simbol D2 = Tahap Klimaks Kedua: Durasi waktu 01:52:57-02:12:57, pada tahap klimaks kedua merupakan peristiwa puncak kemenangan tokoh Jean Baptiste Granouille, Jean lolos dari eksekusi yang akan dilakukan oleh algojo, dan Jean berhasil mengelabui seluruh warga Kota Grasse yang menyaksikan eksekusi dengan wangi parfum yang Jean ciptakan dari ekstraksi para gadis Kota Grasse. Simbol E = Tahap Penyelesaian: Durasi waktu ke 02:12:58-02:27:40, pada tahap penyelesaian menerangkan peristiwa tokoh Jean Baptiste Granouille yang memutuskan kembali ke Kota Paris, sesaat Jean telah sampai di Kota Paris menampilkan peristiwa tokoh Jean Baptiste Granouille mengakhiri hidupnya dengan menggunakan seluruh parfum hingga para gelandangan memakan tubuh Jean, sehingga tubuh Jean sirna. Peristiwa kematian tokoh Jean Baptiste Granouille menandakan kesudahan cerita film.Kata kunci: Analisis, Plot, Film, Das Parfum : Die Geschichte Eines Mörder

    EFEKTIVITAS PROGRAM ANGKOT GRATIS UNTUK PELAJAR DI KOTA KEDIRI

    Full text link
    Transportasi adalah salah satu faktor penunjang perkembangan kota. Perkembangan moda transportasi umum di Kota Kediri khususnya angkot yang semakin lama semakin menurun eksistensinya. Pemerintah Kota Kediri yang bekerja sama dengan pihak DISHUBKOMINFO mengadakan program angkot gratis yang khusus untuk pelajar di Kota Kediri. Program angkot gratis ini belum diadakan evaluasi dari pemerintah karena banyak pelajar yang masih mengeluh tentang adanya beberapa sopir yang masih memungut biaya angkot. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan informasi pelaksanaan program angkot gratis serta keefektifan program angkot gratis bagi pelajar di Kota Kediri.Jenis penelitian ini merupakan penelitian survey yang nantinya akan dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah pelajar yang menggunakan jasa angkot gratis, yang sebanyak 100 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, kuisioner, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik skoring.Hasil wawancara dengan pihak DISHUBKOMINFO Kota Kediri menjelaskan pelaksanaan angkot gratis di Kota Kediri ini di lelang dan dimenangkan oleh PT. TRANS SEMARANG. Kebijakan angkot gratis di Kota Kediri ini menggunakan subsidi BBM 6 liter dan perawatan armada angkot. Sosialisasi dilakukan melalui media cetak dan melalui informasi yang tertera di papan informasi halte, radio lokal seperti Radio Bonanca dan Radio Andika. Sosialisasi juga dilakukan melalui media online, baik itu melalui website resmi Pemkot Kediri maupun media online swasta lainnya Kota Kediri yang dapat dikatakan efektif dapat dilihat dari hasil skoring. Hasil skoring menunjukkan kategori efektif dengan jumlah skor 4652, meliputi jumlah penumpang di layanan pagi dan siang hari, biaya, sosialisasi program, persebaran penempatan halte, efisiensi waktu, keterjangkauan, fasilitas angkot, fasilitas halte, sikap sopir, efisiensi waktu dan biaya, sesuai tujuan, dukungan dari sekolah, dan minat penumpang angkot yang diperoleh dari hasil kuisioer yang diisi oleh pelajar sebagai sasaran utama program angkot gratis.Kata Kunci: Efektivitas, Angkot gratis, Transportasi umu

    KAJIAN YURIDIS PERKARA KEMATIAN AKLI FAIRUZ PADA PERTANDINGAN SEPAKBOLA PERSIRAJA BANDA ACEH MELAWAN PSAP SIGLI

    Full text link
    Abstrak Sepakbola merupakan olahraga paling populer di Indonesia. Sepakbola adalah salah satu olahraga yang tidak bisa dihindari terjadinya kontak fisik. Hal ini menyebabkan seringnya terjadi tindak kekerasan di sebuah pertandingan sepakbola. Kasus kekerasan terhadap pemain di persepakbolaan Indonesia kerap terjadi. Cidera ringan hingga meninggal dunia merupakan akibat dari tindak kekerasan terhadap lawan yang sudah pernah terjadi di Indonesia. Kasus meninggalnya Akli Fairuz pada pertandingan Persiraja melawan PSAP menjadi contoh akibat dari tindak kekerasan yang terjadi di persepakbolaan Indonesia. Kekerasan yang terjadi dilapangan sepakbola kerap tak tersentuh oleh hukum nasional karena dianggap masih menjadi wewenang PSSI yang didasarkan pada statutanya. Batasan yang kurang jelas sering sulit untuk mengklasifikasikan tindakan kekerasan dalam sepakbola sebagai pelanggaran disiplin ataukah tindak pidana. Kekaburan batasan tersebut juga menjadi penyebab dipertanyakannya tindakan yang dilakukan oleh Agus Rohman yang menyebabkan Akli Fairuz meninggal dunia. Statuta PSSI pada pasal 70 menyatakan bahwa PSSI memiliki yurisdiksi hukum sendiri terkait penyelesaian perkara yang ada dalam persepakbolaan di Indonesia, karena itu statuta PSSI melarang setiap perkara dalam sepakbola diajukan ke pengadilan negeri.Hal ini menjadi rancu ketika kedudukan PSSI sebagai badan hukum menolak semua perkara sepakbola diselesaikan di pengadilan negeri, sedangkan dalam pasal 2 KUHP semua kejahatan atau tindak pidana yang terjadi di Indonesia merupakan wewenang hukum pidana nasional.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis batasan tindak kekerasan dalam sepakbola masih termasuk pelanggaran disiplin ataukah tindak pidana. Batasan yang jelas akan mampu mengklasifikasikan perbuatan yang dilakukan oleh Agus Rohman serta akibat yang ditimbulkan, masuk ke dalam pelanggaran disiplin atau tindak pidana. Metode penelitian yang digunakan adalah normatif. Kasus yang dianalisis disinergikan dengan dasar peraturan sepakbola serta undang-undang terkait yang mengatur. Buku-buku literatur yang digunakan juga dijadikan pedoman untuk mencari teori serta norma yang dipakai.Hasil dari penelitian ini adalah menunjukkan tindakan yang dilakukan oleh Agus Rohman tergolong suatu perbuatan pidana karena melanggar unsur obyektif dan subyektif dari parameter kekerasan di legitimates of sport. Tindakan tersebut tergolong sebagai Criminal Violance. Tindakan Agus Rohman juga memenuhi unsur-unsur dalam delik penganiayaan. Penyelesaian perkara secara hukum pidana tersebut menghapus yurisdiksi PSSI yang absolut. Ketentuan pasal 70 statuta PSSI yang bertentangan dengan KUHP harus dihapus atau diganti dengan yang lebih sesuai dengan hukum pidana nasional. Kata Kunci : Kematian Akli Fairuz, Agus Rohman, Kekerasan dalam sepakbola, Statuta PSSI Abstract Football is the most popular sport in Indonesia. Football is one sport that can not be avoided physical contact. This causes frequent violence at a football match. Cases of violence against Indonesian football players often occur. Minor injuries to death was the result of acts of violence against an opponent that has never happened in Indonesia. Akli Fairuz death case in the match against PSAP Persiraja be an example as a result of the violence that occurred in Indonesian football. The violence that happens on a football pitch are often untouched by national law because it is still a PSSI authority based on statute. Less obvious limitation is often difficult to classify acts of violence in football as a disciplinary offense or a criminal act. The blurring of boundaries may also lead to questioning the actions carried out by Agus Rohman which causes Akli Fairuz died. PSSI to article 70 of the Statute states that the PSSI has its own legal jurisdiction related to the settlement that exist in football in Indonesia, because the PSSI statutes prohibit any football matters in the country are brought to justice. It becomes confusing when standing PSSI as a legal entity to reject all football matters resolved in the district court, whereas in Article 2 of the Criminal Code all crimes or offenses which occurred in Indonesia is the authority of national criminal law. The purpose of this study was to analyze the limits of violence in football is still a violation of discipline or criminal acts. Clear boundaries will be able to classify the actions undertaken by Agus Rohman and consequences, entered into a disciplinary offense or a crime. The method used is normative. Cases analyzed synergized with the basic rules of football as well as the pertinent laws governing. Literature books used are also used as guidelines to seek theories and norms used. The results of this study is to show the actions performed by Agus Rohman classified as a criminal offense for violating the element of objective and subjective parameters of legitimates violence in sport. Such actions are classified as Criminal Violance. Agus Rohman actions also fulfill the elements in the offense of persecution. The settlement under the criminal law of the jurisdiction PSSI remove the absolute. The provisions of Article 70 of the statutes of PSSI contrary to the Criminal Code should be removed or replaced with a more suitable to the national criminal law. Keywords: Death Akli Fairuz, Agus Rohman, Violence in football, the Statute of the PSS

    PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STAD MELALUI MEDIA TWISTER TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR PPKN PESERTA DIDIK DI SMKN 1 SOOKO MOJOKERTO

    Full text link
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD melalui media twister terhadap peningkatan hasil belajar PPKn pada peserta didik kelas X di SMKN 1 Sooko Mojokerto. Penelitian ini merupakan penelitian eksperiman dangan menggunakan desain penelitian Pre-test Post-test quasi eksperimental design.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe STAD melalui media twister sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas X OTKP SMKN 1 Sooko Mojokerto sebanyak 68 peserta didik. Dalam proses perhitungan menggunakan bantuan komputer program SPSS versi 20,0for windows. Hasil Penelitian menunjukkan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD melalui media twister memiliki pengaruh terhadap peningkatan hasil belajar PPKn peserta didik kelas X OTKP di SMKN 1 Sooko Mojokerto. Hal ini dibuktikan dengan melihat hasil mean Pre-Test dan Post-Test pada kelompok eksperimen sebesar 62,14 sedangkan Mean Pre-Test dan Post-Test pada kelompok kontrol sebesar 59,63. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat kinerja yang lebih baik pada kelompok eksperimen yang mengunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD melalui media twister dibandingkan dengan kelompok kontrol yang mengunakan model pembelajaran (convensional). Kata Kunci : pembelajaran kooperatif tipe STAD, media Twister, hasil belajar Abstract This study aims to determine the effect of the STAD type cooperative learning model through twister media on increasing PPKn learning outcomes in class X students at SMK 1 Sooko Mojokerto.This research is an experimental study using a research design Pre-test Post-test quasi experimental design. in this study is a STAD type cooperative learning model through twister media while the dependent variable is learning outcomes. The subjects of this study were 68 class X OTKP 1 Sooko Mojokerto students as many as 68 students. In the calculation process using SPSS version 20.0 for windows computer program. The results of the study show that the application of the STAD type cooperative learning model through twister media has an influence on the improvement of PPKn learning outcomes for students of class X OTKP at SMK 1 Sooko Mojokerto. This is evidenced by looking at the mean Pre-Test and Post-Test in the experimental group at 62.14 while the Mean Pre-Test and Post-Test in the control group at 59.63. So it can be concluded that there is better performance in the experimental group using the STAD type cooperative learning model through twister media compared to the control group using the learning model (conventional). Keywords : STAD type of cooperative learning, twister media, learning outcomes

    22,790

    full texts

    27,357

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!