Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya
Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri SurabayaNot a member yet
27357 research outputs found
Sort by
ANALISIS YURIDIS PENGGANTIAN PEKERJA DENGAN ALASAN MOGOK KERJA YANG TIDAK SAH (STUDI KASUS DI PT SMELTING GRESIK)
Abstrak Mogok kerja yang dilakukan oleh pekerja/buruh yang tergabung dalam serikat pekerja/serikat buruh PUK SPL FSPMI PT Smelting merupakan akibat dari gagalnya perundingan PKB-8 yang dilaksanakan oleh pihak perusahaan PT Smelting dengan pihak serikat pekerja/serikat buruh PUK SPL FSPMI PT Smelting dan SKS. Batas waktu yang telah disepakati oleh para pihak dalam Tata Tertib Perundingan PKB-8 telah terlewati, sehingga berakibat pada perbedaan penafsiran antara para pihak. Pihak serikat pekerja menilai terlewatinya batas waktu merupakan sebuah deadlock dan berakibat pada melakukan Mogok Kerja, sementara pihak perusahaan itu belum deadlock karena pihak perusahaan masih mau berunding berakibat pada PHK sepihak dan pengggantian pekerja secara sepihak oleh perusahaan. Penelitian ini khusus mengkaji mogok kerja yang dilakukan oleh pihak pekerja/buruh serta meneliti PHK serta penggantian pekerja secara sepihak yang dilakukan oleh pihak perusahaan dan apa upaya hukum yang dapat ditempuh oleh pihak pekerja/buruh yang di-PHK dan digantikan sepihak oleh pihak perusahaan. Tujuan penelitian untuk mengetahui kesesuaian mogok kerja yang dilakukan oleh pihak pekerja/buruh dan PHK serta penggantian pekerja secara sepihak oleh pihak perusahaan dengan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam UUK. Jenis penelitian adalah penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Jenis bahan hukum terdiri bahan hukum primer, sekunder, dan non hukum. Teknik pengumpulan bahan hukum dengan teknik studi kepustakaan serta wawancara. Teknik analisis metode preskriptif. Hasil penelitian menunjukkan mogok kerja yang dilakukan oleh pihak pekerja/buruh yang tergabung dalam serikat pekerja/serikat buruh PUK SPL FSPMI PT Smelting adalah sah menurut peraturan perundang-undangan. Tindakan PHK serta penggantian pekerja secara sepihak yang dilakukan oleh pihak perusahaan PT Smelting bertentangan dengan ketentuan Pasal 144 UUK. Upaya hukum yang dapat dilakukan oleh pihak pekerja, baik lingkup litigasi maupun non litigasi sebagaimana dalam ketentuan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. Rekomendasi peneliti adalah penaatan segala peraturan Perundang-undangan yang ada sebelum melakukan tindakan yang akan berakibat kepada para pihak, serta untuk mengupayakan Perundingan Bipartit terlebih dahulu bilamana terjadi perselisihan. Kata Kunci: PT Smelting, mogok kerja, PHK, penggantian pekerja sepihak. Abstract The strike action carried out by workers / labor unions incorporated in the labor union / labor union PUK SPL FSPMI PT Smelting is the result of the collapse of the PKB-8 negotiations conducted by PT Smelting company with the union / labor union PUK SPL FSPMI PT Smelting and SKS. Deadlines approved by the parties to the PKB-8 Bargaining Rule have been passed, resulting in different interpretations between the parties. Unions argue that endorsement approval is deadlock and leads to work strikes, while the company has not reached a dead end because the company is still willing to negotiate resulting in unilateral dismissal and unilateral reimbursement of workers by the company. . This study specifically examines strikes by workers / workers and checks for unemployment and unilateral worker reimbursement by companies and what remedies can be taken by workers who are dismissed and reimbursed unilaterally by the company. The purpose of this research is to know the suitability of strike done by worker / labor and dismissal and unilateral worker replacement by company side with provisions as regulated in UUK. The type of research is normative law research using approach of legislation and case approach. Types of legal materials comprise primary, secondary, and non-legal legal materials. Techniques of collecting legal materials with literature study techniques and interviews. Prescriptive method analysis technique. The result of the research shows strike conducted by the workers / laborers who are united in the union / labor union PUK SPL FSPMI PT Smelting is valid according to the laws and regulations. Acts of unemployment and unilateral reimbursement by the company of PT Smelting are wrong for violating the provision of Article 144 of UUK. Legal efforts that can be done by the workers, both the scope of litigation and non litigation as in the provisions of Law Number 2 Year 2004 on Industrial Relations Dispute Settlement. The researchers recommendation in relation to this case is to comply with all existing legislation prior to committing an act which would result to either party or both parties, and to seek the first bipartite negotiation in the event of a dispute. Keywords: PT Smelting, strike, layoffs, replacement of unilateral workers
Perbandingan Hasil Jadi Efek Luka Mata dengan Menggunakan Lateks Cair dan Lem Bulu Mata Pada Tata Rias Karakter Hantu
Tata rias karakter adalah tata rias yang merubah karakter wajah seseorang menjadi karakter wajah tertentu yang dibutuhkan untuk keperluan sebuah pementasan atau film, mendukung karakter tokoh yang akan diperankan dalam sandiwara, seni peran, halloween make up, dan sejenisnya. Perias pada umumnya menggunakan lateks cair untuk membuat efek khusus (karakter) karena sifatnya yang lentur, mudah dibentuk, elastis, melekat dan praktis. Lem bulu mata juga memiliki sifat lentur, elastis, dan melekat, maka kosmetik ini dapat digunakan dalam pembuatan efek khusus tata rias karakter. Penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui hasil jadi rias karakter hantu efek luka mata menggunakan bahan lateks cair. 2) Mengetahui hasil jadi rias karakter hantu efek luka mata menggunakan bahan lem bulu mata. 3) Mengetahui perbandingan hasil jadi efek luka mata rias karakter hantu antara menggunakan bahan lateks cair dan lem bulu mata. 4) Mengetahui respon panelis terhadap hasil tata rias karakter hantu efek luka mata antara penggunaan bahan lateks cair dan lem bulu mata. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan angket dengan jumlah observer sebanyak 30 orang. Penelitian ini menggunakan analisis data uji statistik independent sample t test dengan bantuan SPSS 21.0. Penelitian ini mendapatkan hasil sebagai berikut : 1) Hasil efek luka mata melalui penggunaan lateks cair dengan rincian aspek proses pengaplikasian 3,2, kesesuaian hasil dengan objek asli 3,23, daya tahan 3,3, efisiensi waktu 3,33, tingkat kesukaan observer 3,2. 2) Hasil jadi efek luka mata menggunakan lem bulu mata dengan rincian aspek proses pengaplikasian 3,43, kesesuaian dengan objek asli 3,57, daya tahan 3,6, efisiensi waktu 3,37, tingkat kesukaan observer 3,7. 3) Perbandingan hasil dari efek luka melalui penggunaan lateks cair dan lem bulu mata sebanyak 5 aspek pada lateks cair tergolong dalam kategori baik dengan keseluruhan nilai rata-rata 3,25 dan pada lem bulu mata tergolong dalam kategori sangat baik dengan keseluruhan nilai rata-rata 3,53. 4) Respon panelis terhadap penggunaan kosmetik lateks cair dan lem bulu mata pada 7 aspek (bentuk, warna, elastisitas, tekstur, daya tahan, kelenturan dan daya rekat). Presentase hasil setuju dengan penggunaan lateks cair secara keseluruhan mendapat nilai 75% sehingga termasuk dalam kategori baik. Sedangkan hasil setuju dengan penggunaan lem bulu mata secara keseluruhan mendapat nilai 85% sehingga termasuk dalam kategori sangat baik. Kata kunci: Tata rias karakter, lateks cair, lem bulu mata, efek luk
Perbandingan Hasil Jadi Efek Luka Mata dengan Menggunakan Lateks Cair dan Lem Bulu Mata Pada Tata Rias Karakter Hantu
Tata rias karakter adalah tata rias yang merubah karakter wajah seseorang menjadi karakter wajah tertentu yang dibutuhkan untuk keperluan sebuah pementasan atau film, mendukung karakter tokoh yang akan diperankan dalam sandiwara, seni peran, halloween make up, dan sejenisnya. Perias pada umumnya menggunakan lateks cair untuk membuat efek khusus (karakter) karena sifatnya yang lentur, mudah dibentuk, elastis, melekat dan praktis. Lem bulu mata juga memiliki sifat lentur, elastis, dan melekat, maka kosmetik ini dapat digunakan dalam pembuatan efek khusus tata rias karakter. Penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui hasil jadi rias karakter hantu efek luka mata menggunakan bahan lateks cair. 2) Mengetahui hasil jadi rias karakter hantu efek luka mata menggunakan bahan lem bulu mata. 3) Mengetahui perbandingan hasil jadi efek luka mata rias karakter hantu antara menggunakan bahan lateks cair dan lem bulu mata. 4) Mengetahui respon panelis terhadap hasil tata rias karakter hantu efek luka mata antara penggunaan bahan lateks cair dan lem bulu mata. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan angket dengan jumlah observer sebanyak 30 orang. Penelitian ini menggunakan analisis data uji statistik independent sample t test dengan bantuan SPSS 21.0. Penelitian ini mendapatkan hasil sebagai berikut : 1) Hasil efek luka mata melalui penggunaan lateks cair dengan rincian aspek proses pengaplikasian 3,2, kesesuaian hasil dengan objek asli 3,23, daya tahan 3,3, efisiensi waktu 3,33, tingkat kesukaan observer 3,2. 2) Hasil jadi efek luka mata menggunakan lem bulu mata dengan rincian aspek proses pengaplikasian 3,43, kesesuaian dengan objek asli 3,57, daya tahan 3,6, efisiensi waktu 3,37, tingkat kesukaan observer 3,7. 3) Perbandingan hasil dari efek luka melalui penggunaan lateks cair dan lem bulu mata sebanyak 5 aspek pada lateks cair tergolong dalam kategori baik dengan keseluruhan nilai rata-rata 3,25 dan pada lem bulu mata tergolong dalam kategori sangat baik dengan keseluruhan nilai rata-rata 3,53. 4) Respon panelis terhadap penggunaan kosmetik lateks cair dan lem bulu mata pada 7 aspek (bentuk, warna, elastisitas, tekstur, daya tahan, kelenturan dan daya rekat). Presentase hasil setuju dengan penggunaan lateks cair secara keseluruhan mendapat nilai 75% sehingga termasuk dalam kategori baik. Sedangkan hasil setuju dengan penggunaan lem bulu mata secara keseluruhan mendapat nilai 85% sehingga termasuk dalam kategori sangat baik. Kata kunci: Tata rias karakter, lateks cair, lem bulu mata, efek luk
TIPE INDUSTRI DAN KUALITAS PENGUNGKAPAN EMISI KARBON DI INDONESIA
The purpose of this research is to investigate the influence of industrial type on disclosure quality of carbon emission activity. Based on GICS classification this paper dividing industrial type into two, intensive firm and non-intensive firm. This research’s sample are all the participants of sustainability report award from 2015-2017. The sample was selected using purposive sampling technique and obtained 89 companies. This paper used regression linear analysis with SPSS 24 for the analysis technique. The result of the analysisshows that industrial type significantly effect disclosure quality of carbon emission activity
PROFIL ATLET SENAM AMALIA FAUZIAH DALAM MERAIH PRESTASI
Amalia Fauziah adalah atlet senam lantai yang memulai karirnya sejak sekolah dasar. Diawali dengan mengikuti cabang olahraga senam sejak kelas 3 SD, tazsa mampu menunjukan potensinya pada cabang tersebut. Senam lantai adalah salah satu jenis olahraga yang memadukan berbagai bentuk keterampilan tubuh yang mengutamakan keindahan, kekuatan keluwesan gerak dan keseimbangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses atlet senam senam Amalia Fauziah dalam meraih prestasi dari awal latihan pada tahun 2005 sampai dengan tahun 2020. Dengan mengetahui proses latihan atlet tersebut, diharapkan mampu menginspirasi bagi pembaca jurnal ini kedepannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penggunaan pendekatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku, peristiwa serta kegiatan secara terperinci. Dari semua data yang sudah diambil kemudian di olah, dapat disimpulkan bahwa latian senam sejak usia dini dan mengikuti program latihan jangka panjang dapat mencetak atlet dengan prestasi yang lebih baik
PENERAPAN MODIFIKASI PERMAINAN SEPAK BOLA TERHADAP MINAT BELAJAR DAN EFEKTIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN
Abstrak Pembelajaran PJOK di sekolah terdapat materi sepak bola yang harus diajarkan kepada siswa. Proses pembelajaran yang berlangsung seharusnya siswa mendapatkan kondisi pembelajaran yang optimal sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Kenyataannya banyak faktor yang mengakibatkan siswa tidak mampu melakukannya dengan optimal. Salah satunya yaitu mengenai sarana prasarana yang dapat mengurangi minat belajar siswa. Tujuan penelitian yang dilakukan yaitu adalah untuk mengetahui seberapa besar minat belajar dan keefektivitasan siswa putra pada penerapan modifikasi permainan sepak bola. Penelitian dilakukan menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan memakai randomized pretest-postest design. Sampel yang dipakai yaitu adalah siswa putra kelas VIII-A sebagai kelas kontrol dan kelas VIII-B sebagai kelas eksperimen yang masing – masing kelas terdiri dari 30 siswa putra yang telah ditentukan melalui cluster random sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan angket minat belajar dan instrumen penelitian berupa lembar FCE (Formative Class Evaluation), adapun dalam angket minat terdiri dari 19 pernyataan dan lembar kuisioner FCE terdiri dari 9 pernyataan. Pada kelas kontrol terdapat average nilai efektivitas sebesar 2,59 di pertemuan pertama dan kedua, atau bisa dikatakan memiliki kategori baik. Sedangkan pada kelas eksperimen terdapat average nilai efektivitas sebesar 2,62 di pertemuan pertama, dan nilai 2,54 dipertemuan kedua. Atau bisa dikatakan memiliki kategori baik dan sedang. Berdasarkan hasil angket terdapat rata – rata pretest sebesar 51,46 dan rata – rata post test sebesar 63,33. Ditemukan peningkatan penerapan modifikasi permainan sepak bola terhadap minat belajar siswa putra dalam mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan studi pada siswa kelas VIII MTS Manbail Futuh Tuban sebesar 23,06%. Kata Kunci: modifikasi, sepak bola, minat, dan efektifitas siswa Abstract Sports Physical Education and Health learning in schools there are soccer material that must be taught to students. The learning process that takes place should students get optimal learning conditions in accordance with the objectives set. In fact there are many factors that cause students to not be able to do it optimally. One of them is regarding infrastructure that can reduce student interest in learning. The purpose of this research is to find out how much interest in learning and the effectiveness of male students in the application of soccer game modifications. The study was conducted using a type of experimental research with a quantitative approach and using randomized pretest-posttest design. The sample used is male students class VIII-A as a control class and class VIII-B as an experimental class, each class consisting of 30 male students who have been determined through cluster random sampling. This research instrument uses a learning interest questionnaire and research instrument in the form of a FCE questionnaire sheet (Formative Class Evaluation), while the interest questionnaire consists of 19 statements and the FCE questionnaire sheet consists of 9 statements. In the control class there is an average effective value of 2.59 in the first and second meetings, or can be said to have a good category. While in the experimental class there is an average value of effectiveness of 2.62 in the first meeting, and a value of 2.54 in the second meeting. Or can be said to have good and medium categories. Based on the results of the questionnaire there is an average pretest of 51.46 and an average posttest of 63.33. It was found an increase in the application of the modification of soccer games to the interest in learning of male students in attending physical education, sports, and health studies in class VIII MTS Manbail Futuh Tuban students by 23.06%. Keywords: modification, football, student interest, and student effectivenes
CITRA DIRI REMAJA PUTRI DITINJAU DARI KECEMASAN PENGGUNAAN INSTAGRAM
Citra diri remaja putri adalah pembentukan diri yang meliputi perasaan dan pandangan diri sendiri. Pada masa remaja, gambaran tubuh serta penampilan dapat mempengaruhi penerimaan dirinya. Kasus citra diri remaja putri yang cemas dalam penggunaan Instagram ditemui di SMA Negeri 1 Kebomas. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk mencari tahu secara mendalam tentang bentuk citra diri remaja putri ditinjau dari kecemasan penggunaan instagram, serta peran guru bimbingan dan konseling dalam pembentukan diri remaja putri. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan rancangan metode studi kasus. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Subjek pada penelitian ini adalah lima remaja putri di SMA Negeri 1 Kebomas. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan triangulasi. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah lima bentuk citra diri dari lima remaja putri yang menggunakan instagram yaitu mulai dari mengedit foto/video, mencari informasi, berbagi konten, meniru gaya/fashion orang sampai pada mengekspresikan perasaan individu. Peran guru bimbingan dan konseling dalam mengatasinya adalah memberikan layanan konseling individu serta mengadakan sosialisasi. Kata Kunci: citra diri, instagram, remaja putri
HUBUNGAN ANTARA REGULASI DIRI DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA SMA KELAS XI SUNAN GIRI GRESIK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Antara Regulasi Diri Dengan Prokrastinasi Akademik Pada Siswa Sma Kelas XI Sunan Giri Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh Siswa kelas XI Sunan Giri. Subjek penelitian berjumlah 148 orang. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data angket kuesioner. Menggunakan teknik analisa data korelasi pearson product moment. Hasil menunjukkan terhadap hubungan yang kuat antara regulasi diri dengan prokrastinasi akademik, ditunjukkan dengan hasil r sebesar -0,6803 dan nilai signifikansi korelasinya 0,000 atau (p<0,05) mempunyai hubungan negatif dan searah. Artinya semakin tinggi regulasi diri maka semakin rendah Prokrastinasi akademik
MASKULINITAS PADA TOKOH “MARISA” DALAM FILM “KRIEGERIN” KARYA DAVID WNENDT
Abstrak Film dianggap sebagai media komunikasi yang ampuh terhadap massa yang menjadi sasarannya, karena sifatnya yang audio visual, yaitu gambar dan suara. Dengan gambar dan suara, film mampu bercerita banyak dalam waktu singkat. Film pun memiliki banyak unsur, mulai dari jalan cerita, konflik, sinematografi, dan karakter tokoh. Hal ini membuktikan adanya unsur intrinsik karya sastra pada pembentukan film. Dewasa ini terdapat berbagai ragam film, Meskipun cara pendekatannya berbeda-beda, semua film dapat dikatakan mempunyai satu sasaran, yaitu menarik perhatian orang terhadap muatan-muatan masalah yang dikandung. Contohnya seperti masalah maskulinitas yang sedang ramai diperbincangkan. Film Kriegerin karya David Wnendt ini mengangkat isu maskulinitas dengan adanya tokoh Marisa. Penelitian ini menggunakan teori BSRI oleh Sandra Bem untuk menghitung indikator maskulinitas Marisa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis kuantitatif dengan cara mendeskripsikan lalu mengkalkulasi data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa membuat kesimpulan yang berlaku secara umum. Tujuan penelitian ini adalah agar pembaca mengetahui kadar maskulinitas yang muncul pada tokoh Marisa pada film Kriegerin. Kata Kunci: film, masculinity
Pengaruh Jarak Transmitter Dan Receiver Terhadap Performasi Modul HC12 Pada Prototipe LSM (Landslide Smart Mitigation)
Abstrak Pengiriman data melalui modul wireless dipilih pada perangkat prototipe karena lebih efisien dan cepat dalam transmisi data dengan jangkauan jarak tertentu. Selain itu, pengiriman dari transmitter ke receiver pada prototipe LSM dapat menampilkan hasil deteksi secara real time. Metode yang digunakan untuk analisis kinerja pengiriman data modul HC12 pada prototipe LSM adalah metode eksperimen. Pengujian dilakukan dengan memanipulasi jarak dari transmitter ke recaiver setiap perubahan 50m. Parameter nilai deteksi sensor soil moisture dan potensiometer slider dikontrol pada nilai tertentu. Hasil yang didapatkan pada pengujian modul wireless HC12 pada prototipe LSM adalah ketika jarak antara transmitter dan receiver ≥750m, maka receiver (papan informasi digital) tidak dapat menampilkan nilai deteksi sensor sekaligus warning system. Hal ini dikarenakan adanya redaman dan juga noise pada saat penguijian performansi modul HC12 berlangsung. Akan teteapi, modul wireless HC12 lebih tepat dijadikan sebagai perangkat pengiriman data dari transmitter ke receiver pada prototipe LSM untuk monitoring bencana tanah longsor dibandingkan perangkat modul wireless yang lainnya. Sehingga, pemantauan dapat dilakukan secara cepat, akurat, dan real time untuk dapat mengurangi kerugian material dan korban jiwa. Kata kunci: modul wireless HC12; jarak transmisi; loss data Abstract Transmission of data via wireless module was chosen on prototype devices due to its efficiency and speed in transmitting data with a certain distance range. Additionally, transmitter dispatch to the receiver on a prototype of LSM can display the detection results in real time. The HC12 module on the LSM prototype is an experimental method. System evaluation was tested by manipulating the distance from the transmitter to the receiver every 50m. The parameters of the detection value of the soil moisture sensor and potentiometer slider are controlled at a certain value. The results of the HC12 wireless module evaluation on the prototype LSM are when the distance between the transmitter and the receiver ≥750m, the receiver (digital information board) cannot display the sensor detection value as well as the warning system. This is due to the attenuation and also noise during the performance measurement of the HC12 module. But the HC12 wireless module is more appropriate was used as a data transmission device from the transmitter to the receiver on the LSM prototype for monitoring landslides compared to other wireless module devices. Thus, monitoring can be done quickly, accurately, and in real time to be able to reduce material losses and casualties. Key words: HC12 wireless module; transmission distance; data los