Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya
Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri SurabayaNot a member yet
27357 research outputs found
Sort by
Pelanggengan Kekuasaan dalam Novel Kubah di Atas Pasir Karya Zhaenal Fanani (Kajian Kekerasan Simbolik Pierre Bourdieu)
Tujuan penelitian ini mendeskripsikan upaya pelanggengan kekuasaan melalui modal, habitus, ranah, kelas, trakjektori dan pelanggengan kekuasaan dengan menggunakan kekerasan simbolik yang terdapat dalam Novel Kubah di Atas Pasir karya Zhaenal Fanani. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologis. Pendekatan ini menekankan hasil karya yang diciptakan, baik skala angkatan maupun individual memiliki aspek-aspek sosial tertentu yang dapat dibicarakan melalui model-model pemahaman sosial. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Kubah di Atas Pasir karya Zhaenal Fanani yang diterbitkan oleh penerbit Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kata-kata, kelimat-kalimat dan kutipan yang ada di dalam novel Kubah di Atas Pasir karya Zhaenal Fanani. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini yaitu teknik studi pustaka. Teknik studi pustaka digunakan untuk menemukan segala sumber yang terkait dengan data penelitian. Hasil dalam penelitian ini diperoleh bahwa (1) modal yang terdiri dari tiga bagian, yaitu modal simbolik, modal budaya, dan modal sosial. (2) Kelas yang terdiri atas kelas dominan, kelas menengah dan kelas dominan. (3) Ranah yang terdapat di dalam novel ini dibagi menjadi dua, yaitu ranah ekonomi dan pendidikan. (4)Trajektori yang terdapat di dalam novel ini dibagi menjadi dua, yaitu trajektori Fatikha dan petinggi desa. (5) Beberapa habitus yang ada di dalam novel ini antara lain: (1) Sikap Fatikha yang memandang pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam kemajuan Ngurawan. (2) Warga Ngurawan yang hanya menganut sistem kekeluargaan tanpa memandang hal lain sebagai pedoman hidupnya, bahkan dengan pendidikan sekalipun. (6) Dari kelima konsep yang dianalisis di dalam penelitian ini akan dikombinasikan dan menghasilkan suatu konsep, yaitu tentang kekerasan simbolik yang akan digunakan untuk melanggengkan kekuasaannya Kekerasan simbolik ini antara lain. (1) Memberikan izin kepada Ngurawan untuk tinggal di tanah yang bukan kepemilikannya. (2) Memberlakukan sistem monopoli penjualan pasir oleh petinggi desa. (3) Menggunakan dalih mengerti keadaan Ngurawan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. (4) Memberikan tanah garapan selama waktu yang ditentukan. Kata Kunci: kekerasan simbolik, pelanggengan kekuasaan, novel
PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN HOT ( HANGING ON A TREE ) UNTUK PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA JEPANG DALAM TEMA WATASHI NO KAZOKU UNTUK SISWA KELAS X IBB SMAN 3 SURABAYA
Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang pengembangan media permainan HOT ( Hanging On a Tree ) untuk penguasaan kosakata bahasa Jepang dalam tema Watashi No Kazoku untuk Siswa Kelas X IBB SMAN 3 Surabaya. Berdasarkan hasil wawancara tanggal 5 Mei 2019, diketahui siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami kosakata anggota keluarga dalam anggota keluarga. Oleh karena itu penggunaan media permainan HOT ( Hanging On a Tree ) untuk mengatasi kesulitan siswa dalam memahami kosakata anggota keluarga. media permainan HOT ( Hanging On a Tree ) adalah permainan yang diangkat dari bagan keluarga dengan tujuan untuk siswa lebih memahami kosakata anggota keluarga dan hitungan dalam anggota keluarga. Cara bermain media media permainan HOT ( Hanging On a Tree ) yaitu setiap kelompok menempelkan kartu karakter pada Banner sesuai dengan petunjuk kartu permainan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan media permainan HOT ( Hanging On a Tree ) dan mengetahui respon siswa terhadap media permainan HOT ( Hanging On a Tree ) . Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan R&D ( Research & Development ) milik Borg & Gall. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IBB MIPA Negeri 3 Surabaya pada tahap uji coba produk,dan siswa X IBB SMA Negeri 3 Surabaya pada tahap uji coba pemakaian. Berdasarkan sumber data yang diperoleh dari angket validasi media permainan HOT ( Hanging On a Tree ) memperoleh prosentase nilai 83,07% dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan hasil validasi materi media permainan HOT ( Hanging On a Tree ) memperoleh prosentase nilai 94,28% dengan kriteria sangat baik. Perdasarkan perolehan Prosentase validasi media oleh ahli media dan validasi media oleh ahli materi pengembangan media permainan HOT ( Hanging On a Tree ) layak digunakan dengan kriteria sangat baik untuk penguasaan kemampuan berbahasa Jepang dalam tema Watashi No Kazoku untuk Siswa Kelas X IBB SMAN 3 Surabaya. Berdasarkan sumber data dari 27 responden yang mengisi angket respon siswa terhadap media permainan HOT ( Hanging On a Tree ) memperoleh prosentase nilai 89,20% dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan hasil angket respon siswa dapat disimpulkan media permainan HOT ( Hanging On a Tree ) mendapat respon baik dari siswa. Abstract This study examines the development of HOT (Hanging On a Tree) game media for mastering Japanese vocabulary in the Watashi No Kazoku for Class X Students of IBB SMAN 3 Surabaya. Based on the results of the interview on 5 May 2019, it is known that students are still experiencing difficulties in understanding the vocabulary of family members in family members. Therefore the use of HOT (Hanging On a Tree) game media to overcome students difficulties in understanding the vocabulary of family members. HOT game media (Hanging On a Tree) is a game that is lifted from the family chart with the aim for students to better understand the vocabulary of family members and counts in family members. How to play HOT (Hanging On a Tree) game media, that is, each group attaches a character card to the Banner according to the game cards instructions. This study aims to determine the feasibility of HOT (Hanging On a Tree) game media and determine students responses to HOT (Hanging On a Tree) game media.This research uses Borg & Galls R&D (Research & Development) research and development method. The subjects of this study were students of class X IBB MIPA Negeri 3 Surabaya at the product trial stage, and students X IBB SMA Negeri 3 Surabaya at the trial use phase. Based on the data source obtained from the validation questionnaire HOT (Hanging On a Tree) media obtained a percentage of values of 83.07% with very good criteria. Based on the results of the validation of HOT game media material (Hanging On a Tree) obtained a percentage of values of 94.28% with very good criteria. Basing the acquisition of percentage of media validation by media experts and media validation by experts on the development of HOT (Hanging On a Tree) game media is suitable for use with very good criteria for mastering Japanese language skills in the theme of Watashi No Kazoku for Class X Students of IBB SMAN 3 Surabaya. Based on data sources from 27 respondents who filled out the questionnaire students responses to HOT (Hanging On a Tree) media obtained a percentage of values of 89.20% with very good criteria. Based on the results of student questionnaire responses, it can be concluded that the game media HOT (Hanging On a Tree) got a good response from students
Sintesis dan Karakterisasi TiO2 untuk Aplikasi Sifat Hidrofobik pada Kaca
Kaca merupakan salah satu material yang mudah buram saat terkena air hujan sehingga, dibutuhkan sifat hidrofobik (anti air) pada kaca. Sifat hidrofobik kaca diperoleh dengan cara melapisi kaca dengan sol TiO2. Pada penelitian ini sol TiO2 disintesis menggunakan metode sol gel. Sol hasil sintesis dilapiskan pada kaca dengan metode hapusan. Kaca terlapisi komposit TiO2 dipanaskan selama dengan variasi suhu pemanasan yaitu 300 °C, 400 °C, 500 °C, dan 600 °C. Sifat hidrofobik kaca diukur dari besarnya nilai sudut kontak antara permukaan kaca dengan air melalui uji tetes. Hasil uji tetes menunjukkan bahwa ukuran sudut kontak kaca meningkat seiring dengan meningkatnya suhu pemanasan. Kaca terlapisi sol TiO2 dengan suhu pemansan sebesar 600 °C memiliki sifat hidrofbik terbaik dengan nilai sudut kontak sebesar 105,7°
The Development of Student Worksheet in Colligative Properties of Solution to Train Creative Thinking Skills
The study aims to produce student worksheet in colligative properties of solution that are valid, practical, and effective. The method of student worksheet development uses R&D method but only reached the limited trial of development stage. The developed student worksheet were tested on limited trial to twelve 12th grade students who had recieved colligative properties of solution material. Based on the results of the research, the percentage of validity in content criteria is 80.22%, language criteria is 80.67%, presentation criteria is 80.00%, and graphics criteria is 83,33%. The percentage of practicality in content criteria is 93.33%, language criteria is 91.67%, presentation criteria is 91.67%, and graphics criteria is 97.92%.The effectiveness of student worksheet based on knowledge has an average score of 85 and based on creative thinking skills, it has average percentage of characteristic of creative thinking on fluency is 82.64%, flexibility is 84.45%, elaboration is 88.89%, and originality is 90.28%. Thus the results of this research indicate that the developed student worksheet is valid, practical, and effective. Keywords: Student worksheet, creative thinking, validity, practicality, effectivenes
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Untuk Melatihkan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Materi Laju Reaksi Kelas XI
Penelitian dilakukan dengan tujuan mendekripsikan keterlaksanaan pembelajaran dan keterampilan peserta didik dalam berpikir kritis pada materi laju reaksi dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Pada penelitian digunakan jenis penelitian yaitu pra-eksperimen serta one group pretest posttest design sebagai desain penelitian. Penelitian ini memiliki sasaran yaitu 36 peserta didik kelas XI. Silabus, RPP, LKPD, lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran dan lembar soal pretest dan posttest keterampilan berpikir kritis merupakan perangkat dan instrumen yang digunakan. Simpulan dari penelitian ini antara lain: (1) persentase keterlaksanaan pada pertemuan 1 sebesar 91,96% dan pada pertemuan 2 sebesar 98,21% dalam kategori sangat baik. (2) keterampilan berpikir kritis mengalami peningkatan ditunjukkan dengan rata-rata N-gain score pada komponen interpretasi sebesar 0,75 atau dalam kategori tinggi, serta perolehan N-gain score pada komponen eksplanasi sebesar 0,67 atau dalam kategori sedang. Kata kunci: Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing, Keterampilan Berpikir Kritis, Laju Reaks
SEMIOTIKA ROLAND BARTHES DALAM MENGANALISIS REPRESENTASI TUBUH IDEAL (STUDI KASUS CHANNEL YOUTUBE DEDDY CORBUZIER)
Tubuh menjadi persoalan yang menarik untuk dibahas. Tubuh dengan berbagai kerentanannya menghadapi dorongan kekuasaan, manipulasi dan ideologi kapitalis. Keberhasilan Deddy dengan diet yang diterapkannya tersebut ditulis kedalam karya buku dan beberapa melalui unggahan video YouTube-nya. Deddy ingin mengenalkan penonton YouTube-nya tentang bagaimana membentuk tubuh yang ideal menurut Deddy Corbuzier. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis representasi bentuk tubuh ideal dan memahami makna dibalik tanda yang membentuk kontruksi tubuh ideal dalam Channel YouTube Deddy Corbuzier. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes. Semiotika Roland Barthes akan membahas mengenai tanda dan simbol yang membentuk representasi tubuh ideal. Hasil penelitian menunjukkan representasi tubuh ideal Deddy Corbuzier lebih condong pada otot bahu yang besar berotot sehingga menjadikan tubuh terlihat semakin besar. Otot biceps juga menjadi pelengkap maskulinitas laki-laki dengan otot yang besar. Representasi tubuh ideal oleh Deddy Corbuzier memiliki maksud dan tujuan dibaliknya. Salah satu tujuan dibalik permainan tanda tersebut adalah sebagai promosi terhadap brand Under Armour sehingga lebih dikenal luas di masyarakat. Kata Kunci: Analisis Semiotika, Tubuh Ideal, Maskulinitas, YouTub
INOVASI PROGRAM ONLINE SINGLE SUBMISSION (OSS) DALAM LAYANAN IZIN USAHA DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN SIDOARJO
AbstrakDinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sidoarjo merupakan sebuah instansi pemerintah daerah Kabupaten Sidoarjo. Dalam rangka meningkatkan pelayanan publik dalam bidang perizinan usaha, Dinas Penanaman Modal dan pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sidoarjo menggagas suatu inovasi yaitu, program Online Single Submission (OSS). Inovasi program Online Single Submission (OSS) merupakan inovasi terbaru dari pemerintah dalam bidang pelayanan perizinan berusaha, yang terintegrasi secara elektronik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan inovasi program Online Single Submission (OSS). Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ada teori proses pembentukan inovasi yang dikemukakan oleh Arundel, Bloch dan Ferguson (2019) yang memiliki 6 (enam) indikator antara lain, Governance and Innovation, Sources of Ideas for Innovation, Innovation Culture, Capabilities and Tools, Objective, Outcomes, Drivers, and Obstacles, dan Collecting Innovation Data for Single Innovations. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan adalah dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa inovasi program Online Single Submission (OSS) sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Tata Kelola dan Inovasi pelaksanaan program sesudah sesuai dengan PP No. 24 Tahun 2018. Sumber Ide-ide Inovasi terdapat saran dan kritik dari pegawai maupun masyarakat untuk keberlangsungan program. Budaya inovasi pada program Online Single Submission (OSS) merupakan layanan yang terintegrasi secara elektronik, sehingga dapat memudahkan masyarakat dalam memberikan perizinan usaha. Kemampuan dan Alat program Online Single Submission (OSS) cukup memumpuni tetapi, terdapat kekurangan pegawai. Sedangkan Tujuan, Hasil, Pendorong, dan Hambatan, tujuan dari dibentuknya program Online Single Submission (OSS) adalah untuk memudahkan pelaku usaha dalam mendapatkan perizinan usaha, terdapat juga hambatan seperti server yang sering down dan error. Dalam mengumpulkan data inovasi untuk inovasi tunggal, pihak dinas memberikan layanan OSS Mandiri dan OSS Lounge untuk keberlangsungan program Online Single Submission (OSS).Kata kunci: Inovasi, Perizinan Usaha, Online Single Submission (OSS)AbstractThe Department of Investment and Integrated Services One Stop Sidoarjo District is a local government agency Sidoarjo. In order to improve public services in the field of business permits, the Department of Investment and the One Stop service Sidoarjo district initiated an innovation, namely, Single Submission Online program (OSS). Innovation Online Single Submission (OSS) program is the latest innovation of the government in attempting integrated licensing services electronically. The purpose of this study was to describe innovation Single Submission Online (OSS) program. This type of research is descriptive qualitative approach. The theory used in this study there is the theory of the formation process of innovation proposed by Arundel, Bloch and Ferguson (2019), which has six (6) indicators, among others, Governance and Innovation, Sources of Ideas for Innovation, Innovation Culture, Capabilities and Tools, Objective, Outcomes, Drivers, and Obstacles, and Collecting Data Innovation for Single Innovations. Data was collected through interviews, observation and documentation. The data analysis is carried out by data reduction, data presentation and conclusion. The results showed that innovation Single Submission Online (OSS) program has been running well and in accordance with the applicable procedures. Governance and Innovation program in accordance with the PP Number 24 Year 2018 Source of Innovation contained ideas and suggestions from employees and the community for program sustainability. A culture of innovation in the Single Submission Online (OSS) program is an integrated serviceselectronically, so as to facilitate the community in providing business licensing. Abilities and Tools Single Submission Online (OSS) program qualified enough, however, there is a shortage of staff. While Objectives, Results, Drivers and Barriers, the purpose of the establishment of the Single Submission Online program (OSS) is to facilitate entrepreneurs in getting business permits, there are also obstacles such as a server that is frequently down and error. Innovation in collecting data for a single innovation, the office of service Independent OSS and OSS Lounge for Single Submission Online sustainability (OSS) program.Keyword: Innovation, Business Licensing, Online Single Submission (OSS
IMPLEMENTASI PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) DI PUSKESMAS PANGARENGAN KABUPATEN SAMPANG MADURA
AbstrakProlanis adalah program yang diluncurkan oleh BPJS Kesehatan yang dilaksanakan di Faskes Tingkat Pertama yaitu Puskesmas. Puskesmas Pangarengan diwajibkan untuk melaksanakan program dari BPJS Kesehatan. Progran ini merupakan wujud dari kebutuhan masyarakat yang menderita penyakit hipertensi dan diabetes mellitus. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan dan menganalisis Implementasi Prolanis di Puskesmas Pangarengan Kabupaten Sampang Madura. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Fokus penelitian menggunakan enam indikator yaitu Ukuran da Tujuan Kebijakan, Sumberdaya, Karakteristik Agen Pelaksana, Komunikasi Antar Organisasi dan Aktivitas Agen Pelaksana dan Lingkungan Ekonomi, Sosial dan Politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran dan tujuan kebijakan belum tercapai secara maksimal karena kunjungan dari masyarakat Kecamatan Pangarengan yang menderita penyakit hipertensi dan diabetes mellitus belum berpatisipasi dalam program ini. Karakteristik agen pelaksana sudah cocok untuk melaksanakan program. Sikap dan kecenderungan pelaksana sudah baik dan tidak ada penolakan terhadap program. Komunikasi antar organisasi dan aktivitas pelaksana sudah berjalan dengan baik dan lancar. Sumberdaya manusia untuk pelaksanaan sosialisasi masih mengalami kendala yaitu kurangnya pelaksana promkes dari program prolanis, sedangkan sumberdaya anggaran masih terbatas dan sumberdaya waktu yang sudah baik dan konsisten sesuai dengan benutuhan masyarakat. Lingkungan ekonomi, sosial dan politik masih menghambat program yaitu kondisi ekonomi masyarakat yang menengah kebawah dan persepsi masyarakat mengenai kesadaran akan pentingnya menjaga dan mencegah timbulnya penyakit kronis masih kurang sedangkan lingkungan politik untuk agen pelaksana sangat mendukung semetara masyarakat masih antusias tinggi. Saran yang diajukan peneliti sebagai berikut Perlu adanya penambahan sumber daya manusia untuk promkes, Perlu adanya sosialisasi rutin setiap bulan untuk mengajak masyarakat agar dapat berpartisipasi dan menerima manfaat dari program, Mengelola antrian peserta dengan menambahkan jumlah pelaksana prolanis sehingga, peserta tidak perlu menunggu lama untuk mengikuti aktivitas dari kegiatan tersebut. Mengajukan peningkatan anggaran dana yang diberikan BPJS Kesehatan agar dapat mencukupi kebutuhan program prolanisKata Kunci : Implementasi, Prolanis, LansiaAbstractProlanis is a program launched by BPJS Health that is implemented at the First Level Health Center, namely the Puskesmas. The Pangarengan Community Health Center is required to carry out programs from the Health BPJS. This program is a manifestation of the needs of people who suffer from hypertension and diabetes mellitus. The purpose of this research is to describe and analyze the implementation of Prolanis in the Pangarengan Health Center, Sampang Madura Regency. This research is a descriptive study with a qualitative approach. Data were collected using interview, observation and documentation techniques. The focus of the study uses six indicators namely Size and Policy Objectives, Resources, Characteristics of Implementing Agencies, Inter-Organizational Communication and Activities of Implementing Agencies and the Economic, Social and Political Environment. The results showed that the size and objectives of the policy had not been maximally reached because visits from Pangarengan Subdistrict people suffering from hypertension and diabetes mellitus had not participated in this program. The characteristics of the implementing agency are suitable for implementing the program. The attitude and inclination of the executor is good and there is no rejection of the program. Communication between organizations and implementing activities has been going well and smoothly. Human resources for the implementation of socialization are still experiencing problems, namely the lack of health promotion implementers from the prolanis program, while the budget resources are still limited and the time resources are good and consistent with the needs of the community. The economic, social and political environment is still hampering the program, which is the economic condition of the middle class people and the communitys perception of the importance of maintaining and preventing the emergence of chronic diseases is still lacking while the political environment for implementing agents is very supportive while the community is still highly enthusiastic. Suggestions proposed by researchers as follows There is a need for additional human resources for health promotion, There is a need for regular socialization every month to invite the community to participate and receive benefits from the program, Manage the queue of participants by adding the number of prolanis implementers so that participants do not have to wait long to follow activities of these activities. Propose an increase in the budget of funds provided by BPJS Health to meet the needs of the prolanis program Keywords: Implementation, Prolanis, Elderl
Tata Laksana Upacara Pernikahan Adat Suku Osing Di Desa Kemiren Banyuwangi
Abstrak Suku Osing di Desa Kemiren mempunyai tradisi sendiri dalam melaksanakan upacara pernikahan adat yang merupakan warisan budaya lokal. Penulisan artikel ilmiah ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) tradisi pra pernikahan dan tahapan tata laksana upacara pernikahan adat suku Osing di Desa Kemiren Banyuwangi serta maknanya, dan (2) menggali lebih dalam bagaimana upaya masyarakat suku Osing di Desa Kemiren Banyuwangi dalam melestarikan upacara pernikahan adat. Hasil penulisan artikel menunjukkan bahwa tradisi pra pernikahan pada suku Osing di Banyuwangi terbagi menjadi tiga macam yaitu: angkat-angkatan atau lamaran, kawin colong, dan ngleboni. Tata laksana upacara pernikahan adat suku Osing di Desa Kemiren memiliki beberapa prosesi antara lain: ngirim doa, mbuka terop, mocoan lontar Yusuf, akad nikah, sedekahan, arak-arakan atau surup (memiliki beberapa persayaratan yang harus dipenuhi yaitu, godong kolang-kaling, bokor kinangan, peras suhun, bokor kendi, picis punjen, petek ngerem, cingkek, dan bantal kloso), petekan, ngosek ponjen, hiburan, dan yang terakhir mbuang kuro. Upaya melestarikan tradisi adat istilah kawin upek-upekan merupakan tradisi pernikahan yang hanya dilakukan dengan sesama masyarakat suku Osing Desa Kemiren, serta tidak meninggalkan beberapa prosesi upacara adat desa tersebut. Kata Kunci: Pernikahan, Upacara Adat, Suku Osing Abstract The Osing tribe in Kemiren Village has their own traditions in carrying out traditional wedding ceremonies which are local cultural heritage. The writing of this scientific article aims to describe (1) the pre-wedding traditions and rules of conduct of the Osing tribal wedding ceremony in Kemiren Banyuwangi Village and their meaning, and (2) further help about the Osing tribe community in the Kemiren Banyuwangi Village in preserving traditional wedding ceremonies. Articles about Osing in Banyuwangi are divided into three types, namely: lift-up or application, mating funnel, and ngleboni. The Osing traditional wedding ceremonies in Kemiren Village have several processions including: sending prayers, mbuka terop, mocan lontar Yusuf, marriage covenant, almsgiving, procession or fading of kinangan bowl, squeezing suhun, bokor kendi, picis punjen, petek ngerem brakes, cingkek, and kloso pillows), petekan, gossiping, entertainment, and finally throw away the kuro. The effort to preserve traditional traditions by marriage of upek-upekan is a marriage tradition that is only carried out with fellow Osing tribe community in Kemiren Village, and does not participate in some processions of the villages traditional ceremonies. Keywords: Marriage, Traditional Ceremony, Osing Trib
Tata Laksana Upacara Pernikahan Adat Suku Osing Di Desa Kemiren Banyuwangi
Abstrak Suku Osing di Desa Kemiren mempunyai tradisi sendiri dalam melaksanakan upacara pernikahan adat yang merupakan warisan budaya lokal. Penulisan artikel ilmiah ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) tradisi pra pernikahan dan tahapan tata laksana upacara pernikahan adat suku Osing di Desa Kemiren Banyuwangi serta maknanya, dan (2) menggali lebih dalam bagaimana upaya masyarakat suku Osing di Desa Kemiren Banyuwangi dalam melestarikan upacara pernikahan adat. Hasil penulisan artikel menunjukkan bahwa tradisi pra pernikahan pada suku Osing di Banyuwangi terbagi menjadi tiga macam yaitu: angkat-angkatan atau lamaran, kawin colong, dan ngleboni. Tata laksana upacara pernikahan adat suku Osing di Desa Kemiren memiliki beberapa prosesi antara lain: ngirim doa, mbuka terop, mocoan lontar Yusuf, akad nikah, sedekahan, arak-arakan atau surup (memiliki beberapa persayaratan yang harus dipenuhi yaitu, godong kolang-kaling, bokor kinangan, peras suhun, bokor kendi, picis punjen, petek ngerem, cingkek, dan bantal kloso), petekan, ngosek ponjen, hiburan, dan yang terakhir mbuang kuro. Upaya melestarikan tradisi adat istilah kawin upek-upekan merupakan tradisi pernikahan yang hanya dilakukan dengan sesama masyarakat suku Osing Desa Kemiren, serta tidak meninggalkan beberapa prosesi upacara adat desa tersebut. Kata Kunci: Pernikahan, Upacara Adat, Suku Osing Abstract The Osing tribe in Kemiren Village has their own traditions in carrying out traditional wedding ceremonies which are local cultural heritage. The writing of this scientific article aims to describe (1) the pre-wedding traditions and rules of conduct of the Osing tribal wedding ceremony in Kemiren Banyuwangi Village and their meaning, and (2) further help about the Osing tribe community in the Kemiren Banyuwangi Village in preserving traditional wedding ceremonies. Articles about Osing in Banyuwangi are divided into three types, namely: lift-up or application, mating funnel, and ngleboni. The Osing traditional wedding ceremonies in Kemiren Village have several processions including: sending prayers, mbuka terop, mocan lontar Yusuf, marriage covenant, almsgiving, procession or fading of kinangan bowl, squeezing suhun, bokor kendi, picis punjen, petek ngerem brakes, cingkek, and kloso pillows), petekan, gossiping, entertainment, and finally throw away the kuro. The effort to preserve traditional traditions by marriage of upek-upekan is a marriage tradition that is only carried out with fellow Osing tribe community in Kemiren Village, and does not participate in some processions of the villages traditional ceremonies. Keywords: Marriage, Traditional Ceremony, Osing Trib