Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya
Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri SurabayaNot a member yet
27357 research outputs found
Sort by
KONFLIK BATIN TOKOH SARI DALAM NOVEL PEREMPUAN BERSAMPUR MERAH KARYA INTAN ANDARU (KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA KURT LEWIN)
Novel Perempuan Bersampur Merah karya Intan Andaru menarik untuk diteliti, karena mengangkat cerita mengenai tragedi dukun santet Banyuwangi tahun 1998. Tokoh Sari merasakan konflik batin yang cukup rumit meliputi fitnah, kekerasan, pengkhianatan, kemiskinan, cemburu, dan percintaan sehingga menimbulkan konflik batin pada diri tokoh Sari. Rumusan masalah pada penelitian ini meliputi konflik batin yang dialami tokoh Sari dan tindakan tokoh Sari dalam mengatasi konflik batin menggunakan teori Kurt Lewin. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui konflik batin tokoh Sari, dan tindakan tokoh Sari dalam mengatasi konflik batin tersebut. Manfaat penelitian ini diharapkan menjadi model penerapan teori psikologi Kurt Lewin untuk mengkaji karya sastra. Selain itu untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai konflik batin tokoh dan tindakan mengatasi konflik batin yang terdapat dalam karya sastra. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi dengan jenis penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kalimat, penggalan paragraf atau paragraf utuh yang mendeskripsikan bentuk konflik batin, dan tindakan tokoh Sari mengatasi konflik batin menggunakan teori Kurt Lewin. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik pustaka atau dokumen. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Content analysis (analisis isi) meliputi analisis data, penyimpulan hasil analisis data, dan pelaporan hasil analisis. Hasil penelitiian ini ditemukan empat puluh data konflik batin yang dialami oleh tokoh utama Sari meliputi konflik mendekat-mendekat (approach – approach conflict), konflik menjauh-menjauh (avoidance – avoidance conflict), dan konflik mendekat-menjauh (approach – avoidance conflict). Dari ketiga konflik tersebut, konflik mendekat-mendekat (approach – approach conflict) menjadi konflik yang sering muncul. Konflik selanjutnya yang sering dialami oleh tokoh Sari adalah konflik menjauh-menjauh (avoidance – avoidance conflict) Konflik yang jarang dialami oleh tokoh Sari adalah konflik mendekat-menjauh (approach – avoidance conflict). Tindakan tokoh Sari dalam mengatasi konflik batin menggunakan tiga tindakan yaitu valensi positif, valensi negatif, dan valensi netral.Kata Kunci: Konflik Batin, Tokoh Sari, Penelitian, Data
PENGEMBANGAN MEDIA BUKU TEROWONGAN (TUNNEL BOOK) UNTUK PEMBELAJARAN MENGIDENTIFIKASI TEKS NARASI PADA SISWA KELAS VII DI SMP
Abstrak Pembelajaran yang ideal sepatutnya memuat proses interaksi guru dan siswa, memotivasi, menyenangkan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penggunaan media dalam proses pembelajaran. Siswa tidak hanya belajar pada buku teks, lks, modul, dan sejenisnya. Media tunnel book dapat memudahkan siswa untuk mengidentifikasi jalan cerita dalam bentuk gambar yang konkret. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang (1) proses pengembangan media tunnel book untuk pembelajaran mengidentifikasi teks narasi pada siswa kelas VII di SMP dan, (2) kualitas media tunnel book yang terdiri atas kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan untuk pembelajaran mengidentifikasi teks narasi siswa kelas VII di SMP. Penelitian ini menggunakan rancangan pengembangan media oleh Sadiman dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Langkah-langkah dalam pengembangan media tunnel book terdiri atas 1) Mengidentifikasi kebutuhan dan karakteristik siswa, 2) Merumuskan tujuan, 3) Merumuskan butir-butir materi, 4) Merumuskan alat pengukur keberhasilan, 5) Menulis naskah media, 6) Melakukan tes atau uji coba, 7) Melakukan Revisi, dan 8) Naskah siap diproduksi. Subjek dan data penelitian ini ialah siswa kelas VII-C di UPT SMPN 2 Gresik. Berdasarkan hasil penelitian, kevalidan media tunnel book memperoleh kriteria “Sangat Layak” dengan persentase 90%. Kepraktisan media tunnel book diperoleh melalui angket respons siswa dengan persentase 88,17% dengan kategori “Sangat Praktis”. Keefektifan media diperoleh melalui tes hasil belajar siswa, hasil pengamatan guru dan siswa yang dikategorikan “Sangat Baik”. Hasil belajar siswa menunjukkan rata-rata 86,53, aktivitas guru menunjukkan persentase 90,52% dan aktivitas siswa menunjukkan persentase 90,90%. Berdasarkan aspek kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan media, kualitas media tunnel book dapat dikategorikan “Sangat Berkualitas” dengan persentase 88,84%. Media buku terowongan (tunnel book) memenuhi kriteria untuk diterapkan dalam proses pembelajaran. Kata Kunci: pengembangan, media tunnel book, teks naras
Pengembangan Media Scrapbook (Album Kolase) untuk Pembelajaran Mengidentifikasi Teks Fabel Peserta Didik Kelas VII
Abstrak Kurangnya pemanfaatan media pembelajaran membuat kemampuan peserta didik dalam pembelajaran teks fabel belum mencapai KKM. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses pengembangan media scrapbook untuk pembelajaran mengidentifikasi teks fabel, (2) mendeskripsikan kualitas media scrapbook untuk pembelajaran mengidentifikasi teks fabel yang terdiri atas mendeskripsikan kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian pengembangan ini mengacu pada penelitian pengembangan Sadiman, yakni (1) identifikasi kebutuhan, (2) perumusan tujuan, (3) perumusan butir-butir materi, (4) perumusan alat pengukur keberhasilan, (5) penulisan naskah media, (6) tes/ uji coba, (7) revisi, dan (8) naskah siap produksi.Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni angket, validasi, observasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) proses pengembangan media scrapbook sesuai dengan tahap pengembangan sadiman. Hasil angket kebutuhan, 78% peserta didik membutuhkan pembelajaran mengidentifikasi teks fabel menggunakan media scrapbook, (2) kualitas media scrapbook terdiri atas kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Hasil validasi media scrapbook memiliki persentase 97% dengan kategori “sangat layak”. Media yang sudah divalidasi diproduksi secara massal dan dapat digunakan peserta didik dalam proses belajar mengajar. Kepraktisan media scrapbook berdasarkan angket respon peserta didik memiliki persentase 93% dengan kategori “sangat praktis”. Keefektifan media scrapbook dapat diketahui melalui hasil belajar peserta didik dengan nilai rata-rata 86.22. Hasil pengamatan aktivitas peserta didik dan aktivitas pendidik menunjukkan persentase 94%. Hal ini dapat dikategorikan keefektifan media scrapbook “sangat baik”. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media scrapbook memenuhi kriteria untuk digunakan dalam proses pembelajaran mengidentifikasi teks fabel. Kata Kunci: pengembangan media, scrapbook, teks fabel. Abstract The lack of learning media usage students’ ability in learning fable have not yet reached the Minimum Criteria of Mastery Learning. The purposes of this research are (1) to describe the process of scrapbook media development for fable identification learning, (2) to describe the quality of scrapbook for fable identification learning i.e. validity, practicality, and effectiveness. This research type is development research with quantitative descriptive research methods. This development research is referring to Sadiman’s development research, i.e. (1) identification of needs, (2) formulation of purpose, (3) formulation of material items, (4) formulation of measuring success, (5) process of media scripts writing, (6) try out, (7) revision, and (8) manuscript ready for production. The data collection techniques of this research are questionnaire, validation, observation, and test. The results showed that (1) the process of developing scrapbook media according to 8 steps of Sadiman’s development. According to the questionnaire, 78% students need fable identification learning using scrapbook media, (2) quality of scrapbook i.e. validity, practicality, and effectiveness. The results of scrapbook media validation have a percentage of 97% with “very feasible” category. The media that has been validated are mass produced and can be used by students in learning and teaching process. The practicality of scrapbook media based on the students’ questionnaire has a percentage of 93% with “very practical” category. Effectiveness of scrapbook media can be known through students’ learning outcome with an average score of 86.22. The observation result of student’s activities has a percentage of 94% so is the teacher’s result. This can be categorized that the effectiveness of scrapbook media is “very good”. Therefore, the conclusion is scrapbook media meet the criteria to be used in the fable identification learning process. Keywords: media development, scrapbook, fable
PENGEMBANGAN MEDIA KARTU PINTAR BERBASIS REALITAS TERTAMBAH UNTUK PEMBELAJARAN MENULIS PUISI SISWA KELAS X SMA/MA
Abstrak Media pembelajaran merupakan alat bantu dalam proses pembelajaran. Dengan menggunakan media pembelajaran maka siswa akan lebih tertarik. Maka dalam meningkatkan kualitas belajar siswa, media kartu pintar berbasis realitas tertambah dapat digunakan sebagai alat bantu belajar. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses pengembangan media kartu pintar berbasis realitas tertambah untuk pembelajaran menulis puisi siswa kelas X SMA/MA dan (2) mendeskripsikan kualitas media kartu pintar berbasis realitas tertambah untuk pembelajaran menulis puisi yang terdiri atas kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian pengembangan ini mengacu pada penelitian pengembangan dengan menggunakan tahapan-tahapan menurut Sadiman. Sumber data dalam proses pengembangan media kartu pintar berbasis realitas tertambah yakni peneliti melalui analisis setiap tahapannya sedangkan sumber data pada kualitas media terdiri atas kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Sumber data pada (1) kevalidan media yakni validator yang terdiri atas validator ahli media dan validator ahli materi sedangkan sumber data untuk menilai (2) kepraktisan dan (3) keefektifan yakni guru dan siswa SMA Negeri 12 Surabaya. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan angket, validasi, observasi, dan tes. Pada penelitian pengembangan media diperlukan instrumen penelitian yakni lembar angket, lembar validasi, lembar observasi, dan soal tes. Berdasarkan teknik pengumpulan data dilakukan penganalisisan data yaitu angket untuk mengetahui kebutuhan siswa, validasi untuk mengetahui hasil kualitas media, observasi untuk mengetahui respons guru dan siswa saat menggunakan media pembelajaran, dan tes untuk mengukur kemampuan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil angket kebutuhan siswa mempunyai persentase sebesar 78%. Kevalidan media berdasarkan ahli media dan ahli materi mempunyai persentase sebesar 91% yakni memiliki kriteria sangat layak. Kepraktisan media mempunyai persentase sebesar 83% yaitu memiliki kriteria sangat baik. Keefektifan media mempunyai persentase sebesar 100% yakni siswa mendapatkan nilai diatas KKM, dan persentase sebesar 0% yakni siswa mendapatkan nilai dibawah KKM, maka memiliki kriteria sangat baik. Hasil pengamatan aktivitas siswa mempunyai persentase sebesar 97%. Sedangkan hasil pengamatan aktivitas guru mempunyai persentase sebesar 96% dengaan kriteria sangat baik. Kata Kunci: Pengembangan, Media Kartu Pintar Berbasis Realitas Tertambah, Teks Puis
HASIL BELAJAR KETERAMPILAN MEMBACA BAHASA JERMAN DENGAN METODE SCRAMBLE PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 MOJOSARI KELAS X SEMESTER 2
Membaca merupakan salah satu keterampilan dasar yang terdapat dalam bahasa Jerman. Namun dalam keterampilan membaca membutuhkan banyak kosakata yang harus dikuasai. Dengan demikian perlu adanya metode pembelajaran yang dapat membantu peserta didik dalam keterampilan membaca. Salah satunya adalah metode Scramble. Hal tersebut didukung dengan adanya keunggulan dari metode Scramble yaitu membuat peserta didik menjadi aktif, sehingga peserta didik lebih mudah dalam menguasai dan menghafal kosakata. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah hasil belajar keterampilan membaca bahasa Jerman dengan metode Scramble peserta didik SMA Negeri 1 Mojosari kelas X semester 2. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil belajar keterampilan membaca bahasa Jerman dengan metode Scramble di SMA Negeri 1 Mojosari. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Mojosari. Sedangkan data yang digunakan pada penelitian ini didapat dari hasil tes keterampilan membaca bahasa Jerman yang kemudian dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil analisis data menggunakan uji-t menunjukkan nilai thitung 8,012 > ttabel 2,034 dengan taraf signifikansi α = 0,05.Ada peningkatan nilai rata-rata hasil belajar peserta didik dalam keterampilan membaca, nilai rata-rata Post Test 86,76 lebih besar dari Pre Test 63,24. Terdapat perbedaan signifikan hasil belajar setelah digunakan metode Scramble dalam pembelajaran keterampilan membaca bahasa Jerman peserta didik SMA Negeri 1 Mojosari kelas X semester 2.Kata Kunci: Hasil Belajar, Keterampilan Membaca, Metode Scrambl
PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK STRIP SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MEMBACA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 KRIAN
ABSTRAKBerdasarkan wawancara dengan guru SMAN 1 Krian, siswa mengalami kesulitan belajar dalam keterampilan membaca. Kesulitan belajar yang dimaksud berupa rendahnya minat membaca para siswa. Masalah tersebut berdampak pada pemahaman siswa terhadap materi khususnya pada materi sich vorstellen dan andere vorstellen. Oleh karena itu diperlukan media pembelajaran yang tepat untuk membantu peserta didik dalam keterampilan membaca bahasa Jerman. Media pembelajaran yang akan dikembangkan ialah media komik strip, yaitu media komik yang terdiri dari 2-6 panel. Media komik strip ini memiliki 6 panel yang setiap panelnya menggunakan dialog bahasa Jerman sehari-hari dan memiliki tema sesuai dengan materi yang dipelajari oleh siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah komik strip layak dijadikan media pembelajaran untuk keterampilan membaca siswa kelas X SMA Negeri 1 Krian, sedangkan tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kelayakan media komik strip sebagai media pembelajaran siswa kelas X SMA Negeri 1 Krian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan menurut gagasan Sadiman yang hanya sampai pada tahap validasi untuk mengetahui kelayakan media komik strip. Sumber data dalam penelitian ini adalah kuisioner atau angket validasi yang di isi oleh validator media dan dua validator materi. Pada angket tersebut menggunakan skala linkert dengan skor 1,2,3, dan 4 yang kemudia diubah kedalam bentuk prosentase dengan menggunakan rumus kuantitatif. Untuk mengetahui kelayakan media komik strip dalam dilihat dari hasil nilai prosentase tersebut. Hasil prosentasi tersebut di kategorikan sesuai dengan keriteria dari skala linkert yaitu, 0%-20% (sangat lemah), 21%-40% (lemah), 41%- 60% (cukup), 61%-80% (kuat), dan 81%-100% (sangat kuat). Media komik strip untuk pembelajaran Bahasa Jerman pada siswa kelas X-Bahasa SMA Negeri 1 Krian dapat dikatakan layak apabila hasil presentase menunjukkan lebih dari 61% dengan kriteria kuat sampai sangat kuat. Kata Kunci: Media Komik Strip, Pengembangan, Keterampilan Membaca, Bahasa Jerma
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TGT (TOURNAMENT GAME TEAM) DENGAN PERMAINAN CERDAS CERMAT TERHADAP PENGUASAAN HURUF HIRAGANA
ABSTRAK Bahasa yang banyak diminati siswa di sekolah tingkat menengah atas salah satunya adalah bahasa Jepang.. Pada tingkat tersebut, huruf yang diajarkan adalah hiragana dan katakana. Dalam mempelajari huruf Jepang tersebut, siswa mengalami berbagai kesulitan karena antar huruf-huruf Jepang terdapat kemiripan missal huruf あdan お. Sebagaimana yang terjadi pada peserta didik SMAN 22 Surabaya. Dari hasil wawancara terhadap guru pamong Bahasa Jepang di SMAN 22 Surabaya, siswa mengalami kesulitan dalam menguasai huruf hiragana. Oleh karena itu, dikembangkan model pembelajaran kooperatif TGT (Tournament Game Team) menggunakan permainan cerdas cermat terhadap penguasaan huruf hiragana. Model pembelajaran tersebut bertujuan untuk membantu peserta didik dalam menulis dan menghafal hururf hiragana. Selain itu, mengetahui respon peserta didik terhadap penerapan model pembelajaran TGT (Tournament Game Team) menggunakan permainan cerdas cermat Penerapan model pembelajaran TGT (Tournament Game Team) menggunakan permainan cerdas cermat mengacu pada buku Sakura 1 bab 2. Subyek yang menjadi sasaran penelitian adalah siswa kelas LM 1 SMAN 22 Surabaya. Pengumpulan data penelitian menggunakan hasil validasi RPP, validasi materi, nilai rata-rata post tes dan angket respon 30 peserta didik. Peneliti juga menggunakan lembar observasi yang dianalisa untuk mengetahui hasil penerapan model pembelajaran TGT menggunakan permainan cerdas cermat tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sehingga, hasil bisa dilihat melalui lembar observasi yang menunjukkan keterangan bahwa proses penerapan berjalan dengan baik sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Sedangkan, rata-rata hasil belajar 30 pembelajar atau siswa setelah menerapkan model pembelajaran TGT menggunakan permainan cerdas cermat mayoritas memeroleh 86,3 yang kriteriaya adalah baik. Untuk hasil respon peserta didik memeroleh hasil 80,50 % dengan kriteria kuat. Maka, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif TGT menggunakan permainan cerdas cermat terhadap penguasaan huruf hiragana layak digunakan sebagai salah satu alternatif model pembelajaran Bahasa Jepang. Kata Kunci : Kooperatif Tournament Game Team (TGT), Permainan Cerdas Cermat, Huruf Hiragana. Abstract Japanese is a language that is widely studied in high school. At that level, the letters taught are hiragana and katakana. In learning these letters students experience various difficulties because between Japanese characters there are similarities like the letters あ and お. As happened to students of SMAN 22 Surabaya. The results of interview with a Japanese languange teacher at SMAN 22 Surabaya, students had difficulty mastering hiragana letters. Therefore, the TGT (Tournament Game Team) cooperative learning model was developed using a game of care for mastering hiragana letters. The learning model aims to make students in writing and memorizing hiragana letters are easier. In addition, for knowing students’s responses to application of the TGT (Tournament Game Team) learning model uses quiz games. Application of the TGT (Tournament Game Team) learning model is using quiz games refers to the Sakura book 1 chapter 2. The subject of this research was students of LM 1 class at SMAN 22 Surabaya. Research data collection using the results of Learning Implementation Plan (RPP) validation, material validation, the average value of the post-test and questionnaire responses of 30 students. Researchers also used the analyzed observation sheets to find out its results of this TGT learning model’s application that use a quiz game. This study used descriptive qualitative method. Thus, the results can be seen through an observation sheet showing information that the implementation process is going well according to the Learning Implementation Plan (RPP). Meanwhile, an average of 30 students learning outcomes after applying the TGT learning model using the meticulous smart game majority gained 86.3 with good criteria. For the results of the responses of students obtained results of 80.50% with strong criteria. So, it can be concluded that the application of TGT cooperative learning model using pop quiz on the mastery of hiragana letters is appropriate in the Japanese learning process. Keywords:Cooperative Tournament Game Team (TGT), Pop Quiz, Hiragana Letters
EKSISTENSI MUSIK OKLEK KARANG TARUNA POHAGUNG TERHADAP SOSIAL MASYARAKAT DUKUH POHAGUNG DESA CAMPUREJO
AbstrakKesenian Musik Oklek yang berada di Dukuh Pohagung Desa Campurejo Kabupaten Bojonegoro biasanya digunakan untuk membangunkan orang sahur pada bulan Ramadhan, alat Musik Oklek yang dipadu dengan gamelan, gong, dan juga beberapa alat musik modern. Kesenian Oklek ini sudah menjadi ikon dari Kabupaten Bojonegoro dan diakui oleh masyarakat, juga Dinas Kebudayaan Kabupaten Bojonegoro. Musik Oklek karang taruna Pohagung ini sangat menarik perhatian kabupaten Bojonegoro karena Musik Oklek ini bisa membuat masyarakat dukuh Pohagung desa Campurejo semakin guyub rukun dan harmonis dengan adanya Musik Oklek ini yang dulunya dukuh pohagung ini kurang guyub rukun. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu 1) Bagaimana fungsi Musik Oklek terhadap sosial masyarakat yang dilakukan oleh karang taruna di dukuh pohagung desa Campurejo?, 2) Bagaimana Kendala Musik Oklek terhadap sosial masyarakat yang dilakukan oleh karang taruna di dukuh pohagung desa Campurejo?. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan tentang eksistensi Musik Oklek karang taruna Pohagung terhadap sosial masyarakat di Dukuh Pohagung Desa Campurejo. Landasan teori dalam penelitian ini adalah teori eksistensi, musik tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan 1) Reduksi data, 2) Penyajian Data, dan 3) Penarikan simpulan.Hasil penelitian “EksistensiMusik Oklek Karang Taruna Pohagung terhadap Sosial Masyarakat Dukuh Pohagung Desa Campurejo” meliputi eksistensi,faktor pendukung dan usaha grup Musik Oklek pohagung untuk mempertahankan eksistensiannya terhadap sosial masyarakatnya. Berikut simpulan dari penelitian ini adalah eksistensi Musik Oklek karang taruna pohagung ini mampu membuat masyarakatnya yang dulu kurang guyub rukun karena adanya gadget di era digital sekarang masyarakatnya menjadi masyarakat yang guyub rukun dengan mengikuti aktivitas grup Musik Oklek pohagung ini.Kata Kunci: Eksistensi, Musik Oklek Karang Taruna Pohagung, Sosial Masyarakat
EKSISTENSI MUSIK OKLEK KARANG TARUNA POHAGUNG TERHADAP SOSIAL MASYARAKAT DUKUH POHAGUNG DESA CAMPUREJO
AbstrakKesenian Musik Oklek yang berada di Dukuh Pohagung Desa Campurejo Kabupaten Bojonegoro biasanya digunakan untuk membangunkan orang sahur pada bulan Ramadhan, alat Musik Oklek yang dipadu dengan gamelan, gong, dan juga beberapa alat musik modern. Kesenian Oklek ini sudah menjadi ikon dari Kabupaten Bojonegoro dan diakui oleh masyarakat, juga Dinas Kebudayaan Kabupaten Bojonegoro. Musik Oklek karang taruna Pohagung ini sangat menarik perhatian kabupaten Bojonegoro karena Musik Oklek ini bisa membuat masyarakat dukuh Pohagung desa Campurejo semakin guyub rukun dan harmonis dengan adanya Musik Oklek ini yang dulunya dukuh pohagung ini kurang guyub rukun. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu 1) Bagaimana fungsi Musik Oklek terhadap sosial masyarakat yang dilakukan oleh karang taruna di dukuh pohagung desa Campurejo?, 2) Bagaimana Kendala Musik Oklek terhadap sosial masyarakat yang dilakukan oleh karang taruna di dukuh pohagung desa Campurejo?. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan tentang eksistensi Musik Oklek karang taruna Pohagung terhadap sosial masyarakat di Dukuh Pohagung Desa Campurejo. Landasan teori dalam penelitian ini adalah teori eksistensi, musik tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan 1) Reduksi data, 2) Penyajian Data, dan 3) Penarikan simpulan.Hasil penelitian “EksistensiMusik Oklek Karang Taruna Pohagung terhadap Sosial Masyarakat Dukuh Pohagung Desa Campurejo” meliputi eksistensi,faktor pendukung dan usaha grup Musik Oklek pohagung untuk mempertahankan eksistensiannya terhadap sosial masyarakatnya. Berikut simpulan dari penelitian ini adalah eksistensi Musik Oklek karang taruna pohagung ini mampu membuat masyarakatnya yang dulu kurang guyub rukun karena adanya gadget di era digital sekarang masyarakatnya menjadi masyarakat yang guyub rukun dengan mengikuti aktivitas grup Musik Oklek pohagung ini.Kata Kunci: Eksistensi, Musik Oklek Karang Taruna Pohagung, Sosial Masyarakat
PENGEMBANGAN MODUL CETAK PEMBELAJARAN STILASI RAGAM HIAS FLORA DAN FAUNA DI SMP NEGERI 3 NGADIROJO, PACITAN
Modul pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna merupakan sebuah pengembangan bahan ajar yang menciptakan kemandirian pada siswa untuk belajar mengenai ragam hias flora dan fauna khususnya ragam hias khas Pacitan. Modul pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna diperuntukkan bagi siswa kelas VII dengan materi yang disesuaikan dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang diterapkan di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Pacitan. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan, dapat diperoleh rumusan masalah sebagai berikut 1) Bagaimana konsep pengembangan modul cetak pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Pacitan?, 2) Bagaimana proses dan prosedur pengembangan modul cetak pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Pacitan? dan 3) Bagaimana hasil ujicoba pengembangan modul cetak pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Pacitan?. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan skala Likert yang diubah menjadi persentase untuk menarik kesimpulan. Subjek penelitian yaitu siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Pacitan. Uji coba modul dilakukan sebanyak 3 tahap yaitu uji coba individu yang terdiri dari 3 siswa, uji coba kelompok kecil terdiri dari 10 siswa dan uji coba kelompok besar 20 siswa. Hasil penelitian menghasilkan modul dengan ukuran A5 dengan jenis huruf Arial dan memiliki warna dominan biru dan jingga dengan gambar ragam hias pendukung. Hasil uji coba modul yang dilakukan yaitu 1) Uji coba individu menunjukkan persentase yaitu 87,5% dengan kategori sangat baik, 2) Uji coba kelompok kecil menunjukkan persentase yaitu 90,53% dengan kategori sangat baik dan 3) Uji coba kelompok besar menunjukkan persentase yaitu 90,73% dengan kategori sangat baik. Hasil uji coba keseluruhan menyatakan bahwa modul memiliki kategori sangat baik dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna.Kata Kunci: Pengembangan, Modul, Stilasi Ragam Hias Flora dan Fauna