Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya

Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya
Not a member yet
    27357 research outputs found

    Bilangan Kromatik-Total Hasil Kali Korona Dua Graf

    Full text link
    Pewarnaan-total graf adalah pewarnaan semua titik dan semua sisi sedemikian hingga dua titik yang berhubungan langsung mendapat warna berbeda serta dua sisi yang terkait pada titik yang sama, baik sisi maupun titik mendapat warna berbeda. Minimum banyak warna dalam sebuah pewarnaan-total disebut bilangan kromatik-total , dan dinotasikan dengan . Untuk menentukan nilai eksak dari pewarnaan-total suatu graf dianggap sebagai masalah yang sulit dalam teori graf. Pada tulisan ini, diperoleh bilangan kromatik-total hasil kali korona dua graf dan , dengan dan adalah sikel ( , graf komplet ( , graf roda ( ,  graf bipartit, pohon ( ,  lintasan ( atau graf bintang ( .Pewarnaan-total graf adalah pewarnaan semua titik dan semua sisi sedemikian hingga dua titik yang berhubungan langsung mendapat warna berbeda serta dua sisi yang terkait pada titik yang sama, baik sisi maupun titik mendapat warna berbeda. Minimum banyak warna dalam sebuah pewarnaan-total disebut bilangan kromatik-total , dan dinotasikan dengan . Untuk menentukan nilai eksak dari pewarnaan-total suatu graf dianggap sebagai masalah yang sulit dalam teori graf. Pada tulisan ini, diperoleh bilangan kromatik-total hasil kali korona dua graf dan , dengan dan adalah sikel ( , graf komplet ( , graf roda ( , graf bipartit, pohon ( , lintasan ( atau graf bintang (

    Peningkatan Keterampilan Interpretasi dan Inferensi dengan Menerapkan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Kelas XI Materi Kesetimbangan Kimia

    Full text link
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran, aktivitas siswa dalam keterampilan interpretasi dan inferensi, peningkatan keterampilan interpretasi dan inferensi, dan respon siswa terhadap model pembelajaran inkuiri terbimbing pada siswa kelas XI MIA. Metode yang digunakan dalam peneltian ini yaitu metode One Group Pretest Posttest Design untuk mengetahui peningkatan keterampilan interpretasi dan inferensi dengan sampel yaitu sebanyak 36 siswa kelas XI MIA SMA Negeri 8 Surabaya. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode analisis kuantitatif. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan sebagai berikut: (1) keterlaksanaan penggunaan model pembelajaran dengan inkuiri terbimbing mendapatkan hasil rata-rata persentase 94,06% pada pertemuan 1, 96,44% pada pertemuan 2, dan 98,81% pada pertemuan 3 dengan kategori yang sangat baik. (2) Hasil aktivitas siswa dalam keterampilan interpretasi dan inferensi selama 3 pertemuan telah memperoleh persentase lebih tinggi jika dibandingkan dengan aktivitas yang tidak relevan. (3) Peningkatan keterampilan interpretasi dan inferensi mendapatkan hasil N-Gain yang sama yaitu sebanyak 16,7% siswa telah mendapatkan hasil N-Gain dengan kriteria sedang dan 83,3% siswa memperoleh hasil N-Gain dengan kriteria tinggi. (4) Respon siswa terhadap pembelajaran yang telah dilakukan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan interpretasi dan inferensi sangat baik dengan persentase respon positif sebesar 97,2% pada keterampilan interpretasi dan 100% pada keterampilan inferensi. Kata kunci: inkuiri terbimbing, interpretasi, inferensi, kesetimbangan kimia. Abstract This research aims to know the improvement of interpretation and inference by applying guided inquiry learning models in class XI MIA. This research use One Group Pretest Posttest Design to know the improvement of interpretation and inference with research sample of 36 students of class XI MIA 7 SMA Negeri 8 Surabaya. This research data analyzed by descriptive quantitative method. Research shows results: (1) the implementation of guided inquiry learning model obtained the quality of alignment of the average order is 94,06% in the first meet, 96,44% in the second meet, and 98,81% that include in very good category. (2) The results of students’ activities in interpretation and inference skills for 3meetings have obtained a higher persentage than irrelevant activities (3) Student’s interpretation and inference skills incrases based on the results of N-Gain, 16,7% of students get N-Gain with medium criteria and 83.3% of students get N-Gain with high criteria. (4) Student’s responses for implementation of guided inquiry to incrase the interpretation and inference skills very good with a positive response percentage of 97.2% in interpretation skills and 100% in inference skills. Key words: guided inquiry, interpretation, inference, chemical equilibriu

    PENDIDIKAN KARAKTER ALA KH. MASYHUR DI PONPES AL ROSYID DANDER BOJONEGORO TAHUN 1959-1974

    Full text link
    Pendidikan merupakan sistem dan cara meningkatkan kualitas hidup manusia dalam segala aspek kehidupan manusia. Artinya sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan. Lembaga pendidikan Islam yang tertua di Indonesia adalah lembaga pondok pesantren yang memiliki peranan penting dalam usaha memberikan pendidikan agama. Komunitas pesantren merupakan suatu keluarga besar di bawah asuhan seorang kiai atau ulama, yang dibantu oleh beberapa kiai dan ustad.Penelitian ini menitik beratkan pada pondok pesantren yang berada di wilayah Ngumplakdalem Dander Kabupaten Bojonegoro. Al Rosyid merupakan sebuah pondok pesantren yang ada di wilayah Kendal Ngumplakdalem Dander Bojonegoro. Untuk menghindari pembahasan yang terlalu luas maka penulis mengambil rentang waktu antara tahun 1959-1974 di bawah kepemimpinan KH. Masyhur. Di pondok ini diajarkan ilmu-ilmu agama yang representatif dan kompeten secara kognitif, tetapi juga ranah efektif dan menyiapkan anak didiknya mempunyai kepribadian yang baik dengan kebutuhan masyarakat.Berdasarkan latar belakang di atas, maka memunculkan rumusan masalah (1) Bagaimana pola pendidikan karakter ala KH. Masyhur yang diterapkan di Pondok Pesantren Al Rosyid? (2) Bagaiman relevansi pendidikan karakter saat ini dengan pendidikan karakter yang di terapkan oleh KH. Masyhur?. Penelitian ini menggunkaan metode penelitian sejarah yang terdiri dari tahap (1) heuristik, (2) kritik, (3) interprestasi, dan (4) historiografi.Hasil penelitian ini menjelaskan tentang pendidikan karakter santri di Pondok Pesantren Al Rosyid desa Ngumplakdalem Dander Bojonegoro telah menerapkan proses pendidikan karakter yang dilakukan KH. Masyhur melalui berbagai macam kegiatan. KH. Masyhur mengajarkan karakter pada santri yang diterapkan dari mata tertidur sampai gelapnya malam yaitu dari jam 4.30 sampai dengan 21.30 WIB, dimana KH. Masyhur memberikan pengajaran kitab-kitab klasik, membaca AL Qur’an dan juga sholat berjama’ah. Pola pendidikan karakter ala KH. Masyhur diantaranya menerapkan pengajaran Ma’hadiyah, dengan menggunakan sistem wetonan atau badongan. Secara nasional pembentukan atau pendidikan karakter yang paling mendukung nilai Pancasila adalah pendidikan pondok pesantren, salah satunya Pondok pesantren Al Rosyid. Pendidikan pondok pesantren ini selain mengajarkan ilmu-ilmu agama, dan syariat Islam, juga mewujudkan karakter Islami dan karakter pendidikan nasional untuk membentuk kepribadian yang berahklak baik dan berguna bagi bangsa.Relevansinya pendidikan karakter ala KH. Masyhur dengan adanya pengawasan yang diawasi langsung oleh kyai/ustad selama 24 jam. Aktivitas yang dilakukan oleh para santri atau murid di pondok pesantren diterapkan dengan pembelajaran-pembelajaran nilai kehidupan dalam cara berperilaku sopan, baik, tanggung jawab, disiplin dan juga akhlak yang baik.Kata kunci : pendidikan karakter, pondok pesantren, KH. Masyhu

    Perubahan Sosial Masyarakat Pasca Revitalisasi Wisata Waduk Tanjungan

    Full text link
    Revitalisasi dilakukan sebagai upaya menghidupkan kembali Waduk Tanjungan menjadi daerah destinasi wisata. Konsep baru yang ditawarkan yaitu ekowisata yang berarti wisata dengan basis konservasi lingkungan. Proses revitalisasi wisata dilakukan dengan dukungan pemerintah melalui dana yang dianggarkan. John Maynard Keynes juga menjelaskan bahwa peran pemerintah dapat menciptakan perubahan dalam sosial ekonomi masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perubahan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat setelah keberadaan wisata. Metode penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnometodologi. Lokasi penelitian di Desa Tanjungan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. Subjek penelitian adalah masyarakat Desa Tanjungan yang rutinitas bekerja dan bertugas diarea wisata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa revitalisasi dilakukan melalui pembekalan yang diberikan perguruan tinggi serta dukungan pemerintah dengan menggunakan dana Desa. Proses revitalisasi ikut serta melibatkan masyarakat dalam pembangunan baik dalam perencanaan hingga realisasi program. Perubahan struktur sosial yang terjadi semenjak keberadaan wisata yaitu munculnya peranan baru, perubahan pola interaksi dan kegiatan masyarakat. Perubahan dalam struktur ekonomi yaitu menculnya peluang kerja, peningkatan pendapatan, perubahan mata pencaharian dan adanya pajak. Hal ini juga memberikan perubahan struktur budaya yang berkaitan pada aspek nilai yaitu tradisi,bahasa,agama dan penggunaan teknologi

    POLA INTERAKSI JARINGAN SOSIAL MAKELAR VILLA

    Full text link
    Mojokerto merupakan salah satu daerah yang terkenal dengan sektor pariwisata, khususnya kecamatan Pacet. Kecamatan ini berada di bawah lereng gunung Welirang. Kondisi demikian membuat kecamatan Pacet memiliki udara yang sejuk. Potensi pariwisata yang dimiliki diimbangi dengan perkembangan sektor akomodasi yang ada. Disisi lain potensi tersebut tidak dimanfaatkan secara semestinya. Banyaknya villa yang disewakan menjadi per kamar membuat sebagian oknum menyalahgunakan hal tersebut. Kondisi demikian didukung dengan adanya makelar villa yang menawarkan jasanya di sepanjang jalan Padusan, Pacet. Faktanya, praktik tersebut tumbuh ditengah-tengah wilayah yang dikelilingi oleh beberapa pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola interaksi yang dilakukan oleh jaringan sosial makelar villa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori interaksi simbolik Herbert Blumer. Teknik pengumpulan data menggunakan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis model Spradley. Hasil dari penelitian ini yaitu pola interaksi jaringan sosial didasarkan pada aspek peran, nilai, bahasa dan simbol. Aspek tersebut telah disepakati bersama dan digunakan dalam proses interaksi mereka. Bahasa dan simbol yang digunakan dalam komunikasi juga memiliki makna tersendiri. Interaksi antar aktor akan menunjukkan sisi I apabila mereka berinteraksi dengan orang yang sudah mereka anggap dekat. Aktor akan menunjukkan sisi Me saat mereka dituntut untuk profesional dalam pekerjaan mereka. Selanjutnya aktor dalam jaringan sosial makelar villa Pacet akan menunjukkan Self yang berbeda didasarkan pada dimana dan dengan siapa dia berinteraksi. Kata Kunci: Interaksi Simbolik, Jaringan Sosial, Makelar Vill

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DROP OUT AKSEPTOR KB DI PUSKESMAS DUKUN, KECAMATAN DUKUN, KABUPATEN GRESIK

    Full text link
    ABSTRAKData Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik tahun 2018 menunjukkan bahwa Puskesmas Dukun di Kecamatan Dukunmerupakan penyumbang angka kejadian drop out akseptor KB tertinggi di Kabupaten Gresik yaitu sebesar 23,94%.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh umur ibu, paritas, pekerjaan ibu, pengetahuan ibu, pendidikanibu, pendapatan keluarga, efek samping kontrasepsi, dukungan pasangan, sosial budaya terhadap kejadian drop outakseptor KB di Puskesmas Dukun Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik.Jenis penelitian yang digunakan adalah observasi analitik dengan rancangan penelitian case control. Subyek kasusyaitu semua ibu akseptor KB drop out sejumlah 91 responden yang kemudian dicarikan kontrol yaitu semua ibu yangmenjadi akseptor KB aktif sejumlah 91 responden dengan matching jarak rumah responden dari Puskesmas Dukun.Teknik pengumpulan data dengan wawancara terstruktur menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisisdata menggunakan chi square.Hasil uji chi square menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap kejadian drop outakseptor KB di Puskesmas Dukun, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik adalah variabel umur ibu (p=0,000) denganodd ratio = 3,6. Variabel paritas ibu (p=0,000) dengan odd ratio = 6,4. Variabel pendidikan ibu (p=0,000) dengan oddratio = 3,2. Variabel efek samping kontrasepsi (p=0,010) dengan odd ratio = 0,4. Variabel sosial budaya (p=0,000)dengan odd ratio = 4,2.Kata kunci : Akseptor, Drop out, Keluarga Berencana

    EVALUASI PROGRAM BANTUAN BERAS MISKIN DAERAH (RASKINDA) DENGAN MODEL E-VOUCHER DI DESA JEMUNDO KECAMATAN TAMAN KABUPATEN SIDOARJO

    Full text link
    Program bantuan Raskinda dengan model e-voucher berpedoman pada Peraturan Bupati Sidoarjo Nomor 40 Tahun 2017 tentang Strategi Pengelolaan Raskinda Melalui Kerjasama Pihak Perbankan dengan Model E-voucher yang berfungsi untuk mengoptimalkan penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat miskin dan mengurangi beban pengeluaran rumah tangga melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pokok dalam bentuk beras. Program ini menggunakan kartu e-voucher akan ditukarkan dengan agen penyalur yang diinginkan dan telah tersebar diberbagai wilayah di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Evaluasi Program Bantuan Beras Miskin Daerah (Raskinda) dengan Model E-voucher di Desa Jemundo Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo. Jenis penelitian yang digunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian berdasarkan 6 (enam) kriteria evaluasi kebijakan menurut William N. Dunn yang meliputi: Efektivitas, Efisiensi, Kecukupan, Perataan, Responsivitas dan Ketepatan. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, model data, dan penarikan atau verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian Evaluasi Program Bantuan Beras Miskin Daerah (Raskinda) dengan Model E-voucher di Desa Jemundo Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo, yaitu: 1) Efektivitas telah berjalan sesuai dengan tujuan yaitu penyaluran bantuan beras kepada masyarakat namun masih terkendala belum semua pembagian kartu e-voucher dapat dilakukan. 2) Efisiensi terhambat dari proses pencairan bantuan yang terlambat. 3) Perataan belum terpenuhi karena tidak adanya agen penyalur di Desa Jemundo. 4) Ketepatan ditemukan masyarakat yang telah sejahtera namun masih menerima bantuan. 5) Kecukupan sudah berjalan secara baik dengan melihat kualitas dan kuantitas beras yang ditukarkan. 6) Responsivitas telah berjalan baik dengan sosialisasi dan respons masyarakat. Sedangkan Saran yang dapat diberikan, sebagai berikut Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo diharapkan menyelesaikan pendataan dan verifikasi pada sebagian penerima bantuan supaya segera mendapatkan kartu e-voucher dan agar tidak terjadi lagi keterlambatan pencairan, selain itu juga perlu menambah agen penyalur di desa-desa yang belum memiliki serta meningkatkan intensitas kunjungan di lapangan dalam hal pelaksanaan pengawasan. Kata kunci: Evaluasi, Program Bantuan, Beras Miskin Daerah (Raskinda), E-voucher The Raskinda assistance program using the e-voucher model is guided by Sidoarjo Regents Regulation Number 40 Year 2017 concerning Raskinda Management Strategy Through Banking Collaboration with the E-voucher Model which functions to optimize the distribution of food aid to the poor and reduce the burden of household expenditure through meeting part of the needs staple in the form of rice. This program uses an e-voucher card to be exchanged with the desired distribution agents and has been spread in various regions in Sidoarjo District. This study aims to describe the Evaluation of the Regional Poor Rice Assistance Program (Raskinda) with the E-voucher Model in Jemundo Village, Taman Sub-district, Sidoarjo District. This type of research used descriptive research with a qualitative approach. The focus of the study is based on 6 (six) policy evaluation criteria according to William N. Dunn which include: Effectiveness, Efficiency, Adequacy, Flattening, Responsiveness and Accuracy. Data analysis techniques are performed by data reduction, data models, and drawing conclusions or verification. The results of the evaluation of the Regional Poor Rice Assistance Program (Raskinda) with the E-voucher Model in Jemundo Village, Taman Sub-district Sidoarjo District, namely: 1) Effectiveness has been running in accordance with the objectives of distributing rice aid to the public but is still constrained. Not all e-voucher cards can be distributed. done. 2) Efficiency is hampered by the late disbursement process. 3) Leveling has not been fulfilled due to the absence of channeling agents in Jemundo Village. 4) Accuracy is found in people who are already prosperous but are still receiving assistance. 5) Adequacy has been going well by looking at the quality and quantity of rice exchanged. 6) Responsiveness has gone well with socialization and community response. While suggestions can be given, as follows the Sidoarjo District Social Service is expected to complete the data collection and verification of some beneficiaries to immediately get an e-voucher card and in order to avoid disbursement delays, in addition it is also necessary to add distribution agents in villages that do not yet have and increasing the intensity of field visits in terms of conducting supervision. Keywords: Evaluation, Assisteance Program, Regional Poor Rice (Raskinda), E-voucher

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM DESA PERCONTOHAN (Studi Pada Desa Duduksampeyan Kecamatan Duduksampeyan Kabupaten Gresik)

    Full text link
    AbstrakPemberdayaan masyarakat melalui Program Desa Percontohan adalah program yang diciptakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Gresik untuk menggali potensi yang ada disetiap desa, pada Desa Duduksampeyan potensi yang dikembangkan yakni pada pengembangan UMKM dan Pengembangan Pasar Desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemberdayaan masyarakat melalui Program Desa Percontohan di Desa Duduksampeyan Kecamatan Duduksameyan Kabupaten Gresik. Jenis penelitian yang digunakan yakni deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian yang digunakan terdiri dari 4 variabel yaitu Bina Manusia, Bina Usaha, Bina Lingkungan, dan Bina Kelembagaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Pada Bina Manusia, sudah berjalan dengan baik, Pengembangan UMKM Jahit sudah berjalan dengan maksimal dengan cara sosialisasi yang diberikan oleh pelaksana UMKM dan juga pelatihan menjahit telah memberikan dampak yang baik pada peningkatakan kualitas SDMnya, namun dalam Pengembangan Pasar Desa pelatihan yang diberikan kepada masyarakat untuk dapat membuka usaha baru belum dilaksanakan secara maksimal, pemerintah desa hanya fokus dengan pembangunan pasar desa, namun tidak memberikan pelatihan cara membuka usaha dan pemilihan usaha yang cocok kepada masyarakat. 2) Pada Bina Usaha, sudah berjalan dengan baik, namun hanya terdapat kendala berupa kurangnya mesin jahit untuk UMKM Jahit, dan untuk pengembangan pasar desa masyarakat masih kurang berani untuk membuka usaha sendiri karena keterbatasan modal. 3) Bina Lingkungan, sudah berjalan sangat baik, pemerintah desa dan masyarakat sudah bersinergi dan bergotong-royong dalam upaya pelestarian lingkungan. 4) Bina Kelembagaan, sudah berjalan dengan sangat baik, karena interaksi dan komunikasi antara pemerintah desa dan lembaga kemasyarakat desa berserta masyarakat telah menunjukkan sikap saling bahu membahu dalam upaya mencapai kesuksesan pada Program Desa Percontohan. Saran yang dapat diberikan adalah Pemerintah Desa dapat menambah alat berupa mesin jahit dan juga gedung untuk pelaku UMKM Jahit, dan pemerintah Desa dapat membangunkan stand/kios khusus untuk para UMKM Jahit, serta UMKM Jahit dan Pasar Desa dapat dikermbangkan agar menjadi BUMDES dan nantinya dapat menambah Pendapatan Asli Desa. Kata Kunci: Pemberdayaan, Masyarakat, Desa Percontohan Abstract Community Empowerment through the Pilot Village Program is a program created by the Office of Community Empowerment and the Village of Gresik Regency to explore the potential that exists in each village, in the village of Bangksampeyan the potential developed is in the development of MSMEs and the Village Market Development. This study aims to find out how community empowerment through the Pilot Village Program in Duduksampeyan Village, Duduksameyan District, Gresik Regency. The type of research used is descriptive with a qualitative approach. The focus of the study consisted of 4 variables, namely Human Development, Business Development, Environmental Development, and Institutional Development. The results of this study indicate that 1) In Human Development, it has been going well, the Development of Sewing UMKM has been running optimally by means of socialization provided by the implementers of MSME and also sewing training has given a good impact on improving the quality of its human resources, but in the Development of Village Markets the training given to the community to be able to open new businesses has not been carried out to the fullest, the village government only focuses on the development of the village market, but does not provide training on how to open a business and select a business that is suitable for the community. 2) In Business Development, it has been running well, but there are only obstacles in the form of a lack of sewing machines for sewing MSMEs, and for the development of village markets the community is still lacking the courage to open their own businesses due to limited capital. 3) Community Development has been going very well, the village government and the community have synergized and worked together in efforts to preserve the environment. 4) Institutional Development, has been going very well, because the interaction and communication between the village government and village community organizations along with the community has shown mutual assistance in an effort to achieve success in the Pilot Village Program. Suggestions that can be given are the Village Government can add tools in the form of sewing machines and also buildings for perpetrators of MSME Sewing, and the Village Government can build a stand / kiosk specifically for MSMEs Sewing, and MSMEs Sewing and Market Village can be developed to become BUMDES and later can add Original Village Income. Keywords: Empowerment, Community, Pilot Village

    PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN PEER TEACHING GUNA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN MESIN BUBUT DI KELAS XI JURUSAN TEKNIK MESIN SMK AHMAD YANI PROBOLINGGO

    Full text link
    Rizky Fathur Rahman S1 Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya [email protected] Dewanto Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya [email protected] Abstrak Guru merupakan faktor penting dalam meningkatkan kemajuan belajar siswa dan diharapkan kreatif dalam memilih dan menerapkan metode pembelajaran sehingga tidak terkesan monoton. Penelitian ini memilih menggunakan metode pembelajaran Peer Teaching (tutor teman sebaya) yang dikhususkan pada mata pelajaran mesin bubut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan metode Peer Teaching dapat meningkatkan respon siswa dan hasil belajar siswa kelas XI Jurusan Teknik Mesin di SMK Ahmad Yani Probolinggo melalui penerapan metode tersebut khususnya pada mata pelajaran Mesin Bubut. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan di SMK Ahmad Yani Probolinggo dengan subjek 24 siswa kelas XI Jurusan Teknik Mesin. Pada penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus. Pada siklus I peneliti melakukan Pretest dan merefleksi untuk dilakukanya perbaikan pada siklus II. Pada siklus II dilaksanakan Postest untuk mengetahui respon siswa dan peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkanya metode pembelajaran Peer Teaching. Hasil analisis data menunjukan bahwa respon dan hasil belajar siswa saat pembelajaran setelah diterapkanya metode ini menjadi lebih baik. Dengan merefleksi siklus I dan II didapatkan rata-rata dari keseluruhan aspek sebasar 62,5% dan mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 81,5%, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran Peer Teaching mampu meningkatkan respon siswa dan hasil belajar siswa di SMK Ahmad Yani Probolingo kelas XI pada mata pelajaran mesin bubut. Kata Kunci: Metode Peer Teaching, Mata Pelajaran Mesin Bubut, Hasil Belaja

    ANALISIS PEKERJAAN PENGEROLAN PLAT PADA TINGKAT PRODUKTIVITAS KERJA DI PT GUNAWAN DIANJAYA STEEL TBK SURABAYA

    Full text link
    Setiap industri dituntut untuk dapat selalu meningkatkan produktivitasnya, Oleh karena itu pentingnya mempelajari penyebab rendahnya dan upaya perbaikannya, sehingga produktivitas tenaga kerja perusahaan dapat mencapai hasil yang optimal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat produktivitas kerja dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja dari operator pengerolan plat di PT. Gunawan Dianjaya Steel Tbk. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif, metode LUR (Labour Utilition Rate) dan angket. Data diperoleh dengan meneliti 20 tenaga kerja yang mengoperasikan mesin pengerolan plat pada proses produksi plat. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa rata-rata produktivitas kerja/LUR dari pekerja di divisi pengerolan plat adalah 65,91 % dan Berdasarkan 7 faktor yang ditentukan, secara stilmultan, semua faktor tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja, namun secara parsial, faktor yang paling mempengaruhi dalam produktivitas kerja adalah pengalaman kerja

    22,790

    full texts

    27,357

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!