Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya
Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri SurabayaNot a member yet
27357 research outputs found
Sort by
PENGARUH IDEOLOGI PARTAI POLITIK DAN NILAI NILAI KEPRIBADIAN ANGGOTA TERHADAP PROSES PENGAMBILAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI DPRD KOTA SURABAYA
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ideologi partai politik dan nilai – nilai kepribadian terhadap proses pengambilan kebijakan pendidikan di DPRD Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Data di uji menggunakan uji persyaratan analisis yaitu uji normalitas, uji linieritas, uji multikolonieritas dan menggunakan teknik analisis data regresi ganda, analisis uji T (pengaruh secara parsial) dan uji F (pengaruh secara simultan) dan penghitungan data di bantu dengan program SPSS 21.0.Berdasarkan hasil analisis data pada uji T variabel ideologi politik secara parsial berpengaruh terhadap variabel proses pengambilan kebijakan pendidikan sebesar 0,000, serta variabel nilai – nilai kepribadian secara parsial berpengaruh terhadap variabel proses pengambilan kebijakan pendidikan sebesar 0,026. Nilai signifikan variabel ideologi partai politik dan nilai – nilai kepribadian terhadap proses pengambilan kebijakan pendidikan yang diperoleh adalah sebesar 0,000. Nilai signifikan ini lebih kecil dari nilai alpha yaitu 0,05 dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima, artinya ideologi partai politik dan nilai – nilai kepribadian secara bersama-sama berpengaruh terhadap proses pengambilan kebijakan pendidikan di DPRD Kota Surabaya. Adapun besarnya pengaruh ideologi partai politik dan nilai – nilai kepribadian terhadap proses pengambilan kebijakan pendidikan yaitu sebesar 54.1%.Kata Kunci : ideologi partai politik, nilai – nilai kepribadian, pengambilan kebijakan pendidikan, dewan legislatif, ideolog
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI DENGAN KETERIKATAN KARYAWAN PADA PERAWAT
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan keterikatan karyawan pada perawat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik korelasi yakni untuk mengetahui sejauh mana variabel bebas berhubungan dengan variabel terikat. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling yakni sampel memiliki kriteria dengan masa kerja minimal 2 tahun sehingga sampel yang memenuhi kriteria dalam penelitian ini adalah 32 perawat tetap. Pengukuran dalam penelitian ini menggunakan instrumen skala persepsi dukungan organisasi dan skala keterikatan karyawan. Analisis data yang diterapkan dalam penelitian ini adalah product moment correlation yang menghasilkan taraf signifikansi sebesar 0,000 (p>0,05) yang maknanya adalah terdapat hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan keterikatan karyawan. Koefisien korelasi dalam penelitian ini adalah 0,657 (r=0,657) yang menunjukkan kategori korelasi antara variabel persepsi dukungan organisasi dan keterikatan karyawan yang masuk dalam kategori kuat. Penelitian ini memiliki arah hubungan positif yang artinya semakin positif persepsi dukungan organisasi karyawan maka semakin tinggi keterikatan karyawan yang dimiliki. Hal ini berlaku sebaliknya, apabila persepsi dukungan organisasi yang dimiliki negatif maka semakin rendah keterikatan karyawan yang dimiliki oleh perawat.Kata Kunci : persepsi dukungan organisasi, keterikatan karyawan, perawa
Psychological Well-Being pada Pasangan Disabilitas Tuna Netra dan Tuna Daksa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami kondisi psychological well-being pada pasangan difabel. Riset ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek pada penelitian ini merupakan pasangan suami istri penyandang tuna netra dan tuna daksa. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi. Penelitian ini menghasilkan enam temuan, yakni: pertama, subjek menerima dan bersyukur atas kerterbatasan fisik sehingga dapat percaya diri. Kedua, subjek mampu menjalin relasi positif dengan menunjukkan rasa empati dan kasih sayang kepada orang lain. Hubungan positif dilakukan pada pasangan dengan saling menerima, memahami dan melengkapi satu sama lain. Ketiga, subjek mampu bertindak mandiri dalam menyelesaikan masalah maupun dalam menghadapi tekanan sosial. Keempat, mereka mudah beradaptasi sehingga mereka dapat berpartisipasi di lingkungannya. Kelima, kedua subjek berusaha keras untuk mewujudkan tujuan hidup. Keenam, pengembangan diri juga dilakukan oleh kedua subjek yakni mengembangkan keterampilan elektronik dan merajut. Budaya orang Madura seperti tradisi perkawinan pola residensi matrilokal, pola tempat tinggal taneyan lanjheng dan karakteristik orang Madura yang ramah, mandiri serta pekerja keras menjadi pendukung dalam tercapainya psychological well-being pada subjek
PENGARUH MEDIA PAPAN FLANEL ANGKA TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN PADA ANAK USIA 5 - 6 TAHUN DI TK KEMALA BHAYANGKARI 76 BABAT - LAMONGAN
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh media papan flanel angka terhadap kemampuan berhitung permulaan pada anak usia 5-6 tahun di TK Kemala Bhayangkari 76 Babat – Lamongan.Penelitian ini menggunakan pendekatandeskriptif kuantitatif dengan jenis Quasi Eksperimental Design.Sampel dalam penelitian ini adalah anak kelompok B dengan jumlah 16 anak di TK Kemala Bhayangkari 76 Babat – Lamongan.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Data yang terkumpul diuji dengan menggunakan Uji U yaitu Mann-Whithney U Test. Hasil analisismenunjukkan bahwa Thitung = 0 lebih kecil dari Ttabel dengan taraf signifikan 5% dengan N = 16 diperoleh Ttabel sebesar 13 (Thitung<Ttabel = 0<13) sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media papan flanel angka pengaruh dalam kemampuan berhitung permulaan pada anak usia 5-6 tahun di TK Kemala Bhayangkari 76 Babat – Lamongan. Kata Kunci: berhitung permulaan, media papan flanel angka, anak kelompok B Abstract: This study is aimed to investigate the influence of the numeric board flanel media on the ability to count in the beginning in children aged 5-6 years at Kinergarten Kemala Bhayangkari 76 Babat - Lamongan.This research applied quantitative descriptive approach with Quasi Experimental Design. The sample in this study was 16 children of group B of kindergarten Kemala Bhayangkari 76 Babat - Lamongan. Data collection techniques applied observation and arrangement techniques. The data was analyzed by Mann-Whithney U Test. The researcher used the U test because the hypothesis set by the researcher used a comparative two independent samples with ordinal form data.The result shows that T value = 0 in which less than Ttable on significant level of 5% = 13 (T value<Ttable or 0 <13). Thus it can be concluded that there is positive and significant influence of thenumeric board flanel media usage in the initial numeracy ability in children aged 5-6 years in TK Kemala Bhayangkari 76 Babat - Lamongan. Keywords: beginning of numeracy, numeric board flanel media, kindegarte
CAMPUR KODE BASA JAWA DIALEG SUROBOYOAN SAJRONE MEDHIA SOSIAL INSTAGRAM @TUMBLRSUROBOYO
ABSTRAKCAMPUR KODE BASA JAWA DIALEG SUROBOYOAN SAJRONE MEDHIA SOSIAL INSTAGRAM @TUMBLRSUROBOYO Jeneng : Oktavia Wahyuning HarwatiNIM : 16020114068Prodi/ Jurusan : S-1/ Pendidikan Bahasa dan Sastra Dhaerah (Jawa)Fakultas : Bahasa lan SeniJeneng Lembaga : Universitas Negeri SurabayaPembimbing : Dr. Surana, S. S., M. Hum. Dialeg Suroboyoan akeh digunakake masyarakat kutha Surabaya wiwit biyen. Nanging, ing jaman saiki akeh masyarakat kutha Surabaya kang nyisipake tembung-tembung basa Jawa dialeg Suroboyoan kang dicampur karo basa liyane, iki bisa nuwuhake kedadeyan campur kode. Campur kode mujudake panggunane rong basa utawa luwih kanthi nglebokake unsur-unsur basa siji menyang basa liyane. Sajrone kahanan bebasan utama ing medhia sosial asring ditemokake tembung kang nyampur luwih saka siji basa. Panliten iki nduweni tujuwan kanggo ngasilake dheskripsi ngenani wujud, sebab lan fungsi campur kode. Sajrone panliten iki bakal nggunakake teori campur kode kang awujud menjero lan metu. Panliten iki kalebu jinise panliten dheskriptif. Sumber dhata kang digunakake yaiku medhia sosial ing akun instagram @tumblrsuroboyo. Sajrone ngumpulake dhata gunakake metodhe dokumentatif kanthi teknik nyatet, dene kanggo nitingi dhata nggunakake metodhe deskriptif komperatif. Asil panliten iki yaiku dheskripsi ngenani wujud campur kode kang awujud tembung, frasa, lan klausa ana 144 kedadeyan ing basa Indonesia, basa Jawa dialeg Suroboyoan lan basa asing (basa Inggris). Dheskripsi ngenani sebab anane campur kode amarga ngenalake budaya, pamilihing tembung kang gampang, watesan padhanan tembung lan pengalusan tuturan. Dhesksripsi ngenani fungsi campur kode yaiku, nunjukake intelektual, ngajeni mitra tutur, negesake samubarang pamikir, lan bangkitake rasa humor. Tembung Wigati: campur kode, dialeg Suroboyoan, medhia sosial, instagram
RASA SUMELANGE PARAGA UTAMA SAJRONE NOVEL NGENTENI REMBULAN NDHADHARI ANGGITANE YES ISMIE SURYAATMAJA (TINTINGAN PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD)
Abstrak Masalah kapribaden iku mesthi dinduweni saben manungsa. Masalah kapribadene saben manungsa iku bisa uga rasa sumelang kang disandhang. Novel kanthi irah-irahan Ngenteni Rembulan Ndhadhari anggitane Yes Ismie Suryaatmaja nyeritakake lelakone paraga utama Suli kang nduweni masalah kapribaden kang ana ing kajiwane yaiku rasa sumelang. Rasa sumelang kang disandhang paraga Suli iku tuwuh jalaran id, ego, lan superego ora salaras. Paraga utama uga nduweni cara kanggo ngadhepi rasa sumelange kanthi vcara mekanisme pertahanan ego. Adhedhasar kahanan kasebut, novel Ngenteni Rembulan Ndhadhari anggitane Yes Ismie Suryaatmaja bakal kadhudhah kanthi tintingan psikoanalisis Sigmund Freud. Panliten kang migunakake tintingan psikoanalisis Sigmund Freud iki mujudake panliten kualitatif dheskriptif. Dhata sajrone panliten iki arupa tembung-tembung lan ukara-ukara kang ngandharake ngenani perangan struktur kapribadene, rasa sumelange, lan mekanisme pertahanan ego paraga utama kang dijupuk saka sumber dhata, yaiku novel Ngenteni Rembulan Ndhadhari anggitane Yes Ismie Suryaatmaja. Dhata-dhata kasebut dikumpulake kanthi teknik studi kapustakan, maca, nyathet lan klasifikasi. Analisis dhata kang digunakake sajrone panliten iki yaiku dheskriptif. Teori kang digunkakae kanggo analisis dhata yaiku teori psikoanalisis Sigmund Freud mligine rasa sumelang (kecemasan). Asil panliten iki bisa didudut menawa paraga Suli nduweni perangan struktur kapribadene kang paling onjo yaiku superego. Anane id, ego lan superego ora salaras nuwuhake masalah kajiwan paraga Suli kang arupa rasa sumelange. Rasa sumelang kaperang dadi telu yaiku rasa sumelang neoritis, realistis, lan moralistis. Kang paling onjo yaiku rasa sumelang neoritis. Lan paraga Suli migunakake cara mekanisme pertahanan ego kang kaperang dadi papat yaiku rasionalisasi, represi, proyeksi, lan formasi. Sistem kang paling onjo yaiku sistem represi. Tembung wigati : psikologi, superego, neoritis lan repres
UJUB SAJRONE TRADHISI MANTENAN ING DESA KEDUNGSALAM KECAMATAN DONOMULYO KABUPATEN MALANG
Ujub Sajrone Tradhisi Mantenan ing Desa Kedungsalam Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang (Semiotik Strutural) Heni Sintia Pratiwi S-1 Jurusan Pendhidhikan Basa lan Sastra Dhaerah (Jawa), Fakultas Basa lan Seni, Universitas Negeri Surabaya [email protected] Dra. Hj. Sri Sulistiani, M.Pd. Dhosen Jurusan Pendhidhikan Basa lan Sastra Dhaerah (Jawa), Fakultas Basa lan Seni, Universitas Negeri Surabaya Abstrak Ujub mujudake ukara kang diucapake dening pawongan kanthi ancas ngajatake slametan lan medhar sakabehe wujud asahan kang cumawis. Sajrone jaman modern iki masyarakat Desa Kedungsalam Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang isi tumemen anggone ngugemi tradhisi ujub. Panliten iki salah sijine upaya kanggo nguri-uri kabudayan Jawa mligine ngenani tradhisi ujub sajrone tradhisi mantenan (TM kang ana ing Desa Kedungsalam. Cundhuk karo andharan kasebut underane saka panliten iki yaiku: 1) kepriye wujud ujub sajrone TM ing Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang; 2) kepriye makna simbolik sajrone ujub ing TM; 3) kepriye nilai budaya ujub sajrone TM, 4) kepriye upaya pelestarian ujub sajrone TM.Adhedhasar underane panliten kasebut panliti nduweni tujuwan yaiku: 1) njlentrehake wujud ujub sajrone TM, 2) njlentrehake makna simbolik sajrone ujub ing TM, 3) njlentrehake nilai budaya ujub sajrone TM, 4) njlentrehake upaya pelestarian ujub sajrone TM. Kanggo ngonceki underane panliten sajrone tradhisi ujub nggunakake teori lan konsep ing antarane, konsep kabudayan saka Koentjaraningrat (2009), konsep semiotik struktural Hoed (2011), konsep nilai budaya Tumanggor (2010), lan konsep nglestarekake budaya Koentjaraningrat (2010). Panliten iki nggunakake ancangan panliten kualitatif kanthi analisis dheskriptif, migine kajian kabudayan Objek kang ditliti tuturan ujub. Instrumen panliten yaiku panliti, pedoman observasi, lan daftar pitakonan. Teknik panglumpukane dhata kanthi cara observasi, wawancara, rekaman, dhokumentasi, lan transkripsi. Panliten iki nggunakake ancangan panliten kualitatif kanthi analisis dheskriptif, migine kajian kabudayan Objek kang ditliti tuturan ujub. Instrumen panliten yaiku panliti lan daftar pitakonan. Teknik panglumpukane dhata kanthi cara observasi, wawancara, rekaman, dhokumentasi, lan transkripsi. Asil saka panliten iki yaiku wujud ujub sajrone TM ana ing perangan pasang tratag, manggulan, tebus kembar mayang, sembaga, guna kaya, babare sekul jemuk lan buceng robyong, sepasaran. Makna ujub ana ing saben perangan asahan kang cumawis ing slametan. Nilai budaya sajrone ujub yaiku nilai teori, ekonomi, agama, seni, kuwasa, lan solidaritas. Cara kanggo nglestarekake budaya bisa lumantar internalisasi, sosialisasi, lan enkulturasi. Panliten iki dadi wujud panyengkuyung kanggo nguri-uri budaya Jawa supaya ora cures. Tembung wigati: ujub, tradhisi, mantenan, semiotik struktural
Kriminalitas sajrone Novel Kepanggang Wirang Anggitane Tiwiek SA
Panliten iki ditindakake kanthi tujuan, supaya bisa mangerteni kepriye ta isine kriminalitas sajrone Novel Kepanggang Wirang lan kepriye sesambungane kriminalitas sajrone Novel Kepanggang wiring karo kahanan ing bebrayan iki. Kamangka sejatine, sastra iku mujudake gambaran panguripan sing diripta lumantar medhia tulisan. Ana sesambungane kang raket antarane sastra lan panguripane masyarakat, amarga sastra nduweni fungsi social sastra yaiku crita sajrone karya sastra kajupuk saka panguripane masyarakat. Saliyane iku ing panliten iki gunakake teorie Abdulsyani sajrone Sosiologi didalam Perubahan Masyarakat. ing kene Abdulsyani merang kriminalitas dadi papat yaiku kriminalitas fisik, kriminalitas, psikis, kriminalitas, ekonomi, lan kriminalitas seksual. Metode sing digunakake sajrone panliten iki yaiku, sajrone sumber dhata sing digunakake sajrone panliten iki dibedakake dadi loro , yaiku dhata primer lan dhata sekunder . Sumber dhata primer yaiku Novel Kepanggang Wirang anggitane Tiwiek SA. Dene sumber dhata sekunder yaiku arupa buku, artikel-artikel, internet, lan liya liyane. Dene dhata sing digunakake uga kaperang dadi loro yaiku dhata primer lan dhata sekunder. Dhata primer yaiku arupa dialog antarane paraga, tembung, ukara, paragrap, lan liya-liyane ing gegayutan karo underane panliten. Dene dhata sekunder kan arupa konsep sesambungane novel karo kahanan sing ana ing bebrayan lumantar konsep Abdulsyani. Tata cara sajrone ngumpulake dhata kang digunakake sajrone panliten iki yaiku kanthi cara nggunakake tekhnik kapustakan. Kanggo nganalisis dhata, panliten iki nggunakakemetode analisis dheskriptif. Methode analisis deskriptif ditrapake nalika sakabehe dhata saka sakabehe sumber wis dikumpulake
NGELMU RASA SAJRONE SERAT KEBO KANANGA (TINTINGAN STRUKTURAL LAN ASPEK FILOSOFIK)
Ngelmu Jawa yang paling tinggi dan besar itu adalah ilmu Ketauhidan. Ngelmu Rasa itu harus dicari dengan adanya Ghaibing Gusti. Jika orang jawa bisa menemukan asalnya Gusti, maka orang tersebut bisa awan lan peka terhadap keadaan yang ada di sekitar. Ngelmu Rasa ada sesambungan dengan Ngelmu Kesempurnaan Hidup yang ada di tanah Jawa. Permasalahan dalam penelitian ing adalah: (1) bagaimana struktur pembangun didalam Serat Kebo Kananga, (2) bagaimana Ngelmu Rasa didalam Serat Kebo Kananga. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menjelaskan struktur pembangun teks dan menjelaskan Ngelmu Rasa didalam teks. Manfaat dari penelitian ini diharapkan bisa mempunyai manfaat untuk penelitian-penelitian sastra Jawa yang berupa naskah atau yang sudah berupa teks. Tinjauan pustaka dalam penelitian ini adalah penelitian yang berkaitan dengan serat khususnya Serat Kebo Kananga. Landasan teori yang dipergunakan adalah (1) teori strukturul, (2) selanjutnya metode Hermeneutika digunakan untuk menafsirkan bab yang di teliti didalam Serat Kebo Kananga. Penelitian ini merupakan penelitian penelitian kualitatif yang bersifat dheskriptif. Hasil translitersi Serat Kebo Kananga ini menjadi sumber dhata. Cuplikan yang berupa tembang macapat didalam Serat Kebo Kananga ini sebagai dhata yang dianalisis. Dhata-dhata dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara memberi tanda warna dengan bolpoin yang berwarna-warni. Hasil penelitian menunjukan (1) Struktur pembangun Serat Kebo Kananga. (2) Ngelmu Rasa didalam Serat Kebo Kananga. Orang Jawa yang melakukan Ngelmu Rasa itu untuk mengerti asalnya Gusti dimana keberadaannya. Mengerti suksma sejati, mengerti Guru sejati lan mengerti sangkan paraning dumadi. Kata Kunci : Ngelmu Rasa, Stuktur dan Sera
Suntingan Teks lan Aspek Mistik Kejawen sajrone Layang Jayabaya (Tintingan Filologi)
Layang jayabaya minangka naskah kang katulis ing periodhisasi sastra Jawa anyar lan ngemot bab mistik kejawen. Piwulang mistik kasebut kaya dene dumadine jagad gumelar, dumadine isen-isene jagad, lan cara-carane manembah marang Gusti uga ngrukti diri pribadi. Bab kasebut ora uwal lan tansah kang raket karo urip bebrayane masyarakat Jawa. Asepk sebut dionceki sarana teori filologi kang jinurung teori filsafat. Mula underan sajrone panliten iki yaiku (1) Kepriye dheskripsi naskah Layang jayabaya, (2) Kepriye suntingan teks lan aparat kritik sajrone Layang jayabaya, lan (3) Kepriye mistik kejawen kang dumadi ing layang jayabaya? Anscase nindake panliten iki kanggo menehi dheskripsi, suntingan lan aparat kritik kanggo naskah lan teks Layang jayabaya uga ngandharake mistik kejawen kang dumadi ing Layang jayabaya. Kanthi teori filologi lan linandhesan teori filsafat, panliten iki ngasilake suntingan teks lan aprat kritik, andharan mistik kejawen kang arupa kepriye dumadine jagad saisine, malaekat papat lan sedulur gaib, mantra lan basaning sukma. Asil suntingan lan aparat kritik nemokake tembung-tembung kang dianggep uwal saka paugeran samesthine. Dene asile andharan dumadi jagad saisine kawiwitan saka ciptane isine langit, dumadine tetanduran, dumadine malaekat lan widadari, banjur dumadine setan, menungsa lan kewan. Malaekat papat kasebut diarani Jabarala, Makahala, Hasarapala, lan Hajarala. Pungkasane yaiku mantra kang dumadi ing Layang jayabaya mujudake basa kang ora bisa ditegesi senadyan ana saperangan mantra kang nggunakake basa jawa lumrah. Tembung wigati: filologi, layang jayabaya, mitisk kejawe