Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya

Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya
Not a member yet
    27357 research outputs found

    ANALISIS PEKERJAAN PENGEROLAN PLAT PADA TINGKAT PRODUKTIVITAS KERJA DI PT GUNAWAN DIANJAYA STEEL TBK SURABAYA

    Full text link
    Setiap industri dituntut untuk dapat selalu meningkatkan produktivitasnya, Oleh karena itu pentingnya mempelajari penyebab rendahnya dan upaya perbaikannya, sehingga produktivitas tenaga kerja perusahaan dapat mencapai hasil yang optimal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat produktivitas kerja dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja dari operator pengerolan plat di PT. Gunawan Dianjaya Steel Tbk. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif, metode LUR (Labour Utilition Rate) dan angket. Data diperoleh dengan meneliti 20 tenaga kerja yang mengoperasikan mesin pengerolan plat pada proses produksi plat. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa rata-rata produktivitas kerja/LUR dari pekerja di divisi pengerolan plat adalah 65,91 % dan Berdasarkan 7 faktor yang ditentukan, secara stilmultan, semua faktor tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja, namun secara parsial, faktor yang paling mempengaruhi dalam produktivitas kerja adalah pengalaman kerja

    ANALISIS PEKERJAAN PENGEROLAN PLAT PADA TINGKAT PRODUKTIVITAS KERJA DI PT GUNAWAN DIANJAYA STEEL TBK SURABAYA

    Full text link
    Setiap industri dituntut untuk dapat selalu meningkatkan produktivitasnya, Oleh karena itu pentingnya mempelajari penyebab rendahnya dan upaya perbaikannya, sehingga produktivitas tenaga kerja perusahaan dapat mencapai hasil yang optimal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat produktivitas kerja dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja dari operator pengerolan plat di PT. Gunawan Dianjaya Steel Tbk. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif, metode LUR (Labour Utilition Rate) dan angket. Data diperoleh dengan meneliti 20 tenaga kerja yang mengoperasikan mesin pengerolan plat pada proses produksi plat. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa rata-rata produktivitas kerja/LUR dari pekerja di divisi pengerolan plat adalah 65,91 % dan Berdasarkan 7 faktor yang ditentukan, secara stilmultan, semua faktor tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja, namun secara parsial, faktor yang paling mempengaruhi dalam produktivitas kerja adalah pengalaman kerja

    Penerapan Value Engineering pada Proyek Peningkatan Jalan (Studi Kasus Jalan Lingkar Timur, Kab.Sidoarjo, Jawa Timur)

    Full text link
    ABSTRAK PENERAPAN VALUE ENGINEERING PADA PROYEK PENINGKATAN JALAN (STUDI KASUS JALAN LINGKAR TIMUR, KAB.SIDOARJO, JAWA TIMUR) Nama : Febry Anisya Putri NIM : 15050724029 Program Studi : S-1 Teknik Sipil Jurusan : Teknik Sipil Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Purwo Mahardi, S.T., M.Sc. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sidoarjo akan melakukan perencanaan teknis peningkatan jalan di Lingkar Timur Sidoarjo. Adapun proyek dengan biaya sebesar Rp. 208.105.921.821,- dengan panjang 8,6 Km memiliki harga per kilometer sebesar Rp. 24 Miliar. Dimana umumnya sebuah perencanaan jalan beton per kilometer membutuhkan biaya sekitar Rp. 10 miliar. Oleh karena itu, salah satu alternatif agar biaya lebih efisien tanpa mengurangi nilai fungsi dan kualitasnya, yaitu dilakukan sebuah penerapan value engineering pada pembangunan jalan Lingkar Timur tersebut. Dalam melakukan penelitian ini meliputi beberapa tahapan, yaitu tahap informasi, tahap analisis fungsi, tahap kreatifitas, tahap evaluasi, tahap pengembangan, dan tahap presentasi. Dari hasil penerapan value engineering dapat dijelaskan bahwa terdapat tiga item pekerjaan berbiaya tinggi yaitu pekerjaan perkerasan rigid, pekerjaan sheet pile, dan pekerjaan drainase. Alternatif yang didapatkan dari pekerjaan perkerasan rigid yaitu perkerasan beton dengan tebal pelat 27cm, tulangan memanjang dan melintang diameter 8mm jarak 150mm, dowel diameter 36mm jarak 300mm panjang 450mm, dan tie bar diameter 16mm jarak 750mm panjang 700mm, dengan penghematan biaya sebesar Rp. 18.325.565.449,51 atau sebesar 8% dari biaya pekerjaan perkerasan rigid. Pada pekerjaan sheet pile alternatif yang terpilih yaitu Talud dimensi L=6m, dengan penghematan biaya sebesar Rp. 39.386.315.158,44 atau sebesar 32% dari biaya pekerjaan sheet pile. Untuk pekerjaan drainase alternatif yang terpilih yakni U-ditch ukuran 60x80-120cm+Cover (G 10 ton) dengan penghematan biaya sebesar Rp.12.239.640.328,78 atau sebesar 13% dari biaya pekerjaan drainase. Sehingga total penghematan yang didapat dalam proyek ini adalah sebesar Rp.26.032.346.229,73 atau 12,6% dari biaya awal proyek. Kata Kunci : Value Engineering, Perkerasan Kaku, Lingkar Timur Sidoarjo, Penghematan Biaya

    PENGGUNAAN MEDIA ADOBE ILLUSTRATOR PADA PELAKSANAAN PELATIHAN MENDESAIN BUSANA SECARA DIGITAL BAGI GURU SMK NEGERI 1 SARIREJO LAMONGAN

    Full text link
    Pelatihan mendesain busana secara digital bagi guru SMK Negeri 1 Sarirejo Lamongan merupakan upaya meningkatkan dan mengembangkan keterampilan guru-guru untuk menggunakan media pembelajaran berbasis komputer. Hal ini dikarenakan Kompetensi Dasar mendesain busana secara digital pada mata pelajaran Desain Busana yang tercantum pada Kurikulum 2013 Revisi 2018 belum terlaksana. Media yang digunakan untuk mendesain busana secara digital pada penelitian ini adalah aplikasi Adobe Illustrator CS6. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh jawaban dari rumusan masalah mengenai (1) hasil pelatihan mendesain busana secara digital yang terdiri dari proses mendesain busana dan hasil jadi desain busana dan (2) respon peserta terhadap pelaksanaan kegiatan pelatihan mendesain busana secara digital menggunakan aplikasi Adobe Illustrator. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Jenis penelitian pre-experimental design dengan rancangan penelitian One-Shot Case Study. Data dikumpulkan melalui tes unjuk kerja membuat desain busana kerja wanita secara digital, sedangkan untuk mengetahui respon peserta terhadap pelaksanaan pelatihan melalui lembar angket respon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil pelatihan mendesain busana secara digital yang terdiri dari 2 penilaian yaitu proses mendesain busana dan hasil jadi desain busana diperoleh rata-rata secara keseluruhan 84,3 dengan kategori baik. Sedangkan respon peserta terhadap kegiatan pelatihan ini dinyatakan sangat baik berdasarkan 5 aspek yaitu materi pelatihan, bahan ajar, instruktur, kegiatan pelatihan, dan aplikasi Adobe Illustrator. Kata Kunci: pelatihan, media pembelajaran, aplikasi Adobe Illustrator, mendesain busana secara digital

    PENGARUH PENGEMBANGAN LEBAR PANEL TERHADAP HASIL JADI PANELED CIRCLE SKIRT

    Full text link
    Abstrak Rok Paneled Circle adalah jenis rok pias bervolume dan tegak terlihat mengembang dan bentuknya seperti buah labu. Volume rok bergantung pada lebar pengembangan panel bagian bawah. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh pengembangan lebar panel 7 cm, 10 cm dan 14 cm pada pola rok Paneled Circle terhadap hasil jadi rok ditinjau dari aspek ketepatan bentuk tiap panel rok, kestabilan panel rok dan aspek volume rok. 2) mengetahui hasil jadi rok Paneled Circle yang terbaik di antara lebar pengembangan 7 cm, 10 cm dan 14 cm ditinjau dari aspek bentuk tiap panel, kestabilan bentuk dan volume rok. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan instrumen lembar observasi. melibatkan 30 observer. Analisis data yang digunakan adalah uji anava tunggal dengan program SPSS 20 dilanjutkan uji duncan. Hasil penelitian menyatakan bahwa: 1) ada pengaruh pengembangan lebar panel pada pola rok Paneled Circle terhadap hasil jadi rok ditinjau dari aspek ketepatan bentuk tiap panel rok, kestabilan panel rok dan aspek volume rok yang signifikan. 2) hasil jadi rok Paneled Circle yang terbaik adalah rok dengan lebar pengembangan panel 14 cm, baik ditinjau dari aspek ketepatan bentuk tiap panel, Kata kunci : Pengembangan lebar panel, hasil jadi Paneled Circle Skirt, Lebar Panel 7 cm , 10 cm dan 14 cm Abstract Paneled Circle Skirt is a type of volume and upright pias Skirt that looks fluffy and looks like a pumpkin. The volume of the Skirt depends on the width of the bottom panel development. This study aims to 1) determine the effect of the development of the panel between 7 cm, 10 cm dan 14 cm width on the pattern of Paneled Skirts on the final result of the Skirt in terms of the accuracy of the shape of each Skirt panel, the stability of the Skirt panel and aspects of the volume of the Skirt. 2) determine the Panel Circle Skirt the best results are between 7 cm, 10 cm and 14 cm width in terms of the shape aspect of each panel, the stability of the shape and volume of the Skirt. This research is an experimental research. Data collection methods using observation and observation sheet instruments. involving 30 observers. Analysis of the data used is a single anava test with SPSS 20 program followed by duncan test. The results stated that: 1) there was an influence on the width of the panel on the pattern of Paneled Skirts on finished Skirts in terms of the accuracy of the shape of each Skirt panel, the stability of the Skirt panels and the significant aspects of the Skirt volume. 2) Circle panel is the best finished Skirt with a 14 cm wide panel development, both in terms of the accuracy of the shape of each panel. Keywords: Development of panel width, result of being Paneled Circle Skirt, Panel widths of 7 cm, 10 cm and 14 c

    Kajian Bentuk dan Makna Tata Rias Tari Bedhaya Bedhah Madiun di Pura Mangkunegaran Surakarta

    Full text link
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bentuk dan makna tata rias meliputi tata rias wajah dan penataan rambut (2) bentuk dan makna busana (3) bentuk dan makna aksesoris tari bedhaya bedhah Madiun. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian tata rias tari bedhaya bedhah Madiun adalah: (1) bedak warna kulit sawo matang, eyeshadow berwarna merah bermakna keberanian, biru melambangkan seseorang yang berwatak luas dan memiliki sifat pemberi maaf, dan kuning gading memiliki makna kemuliaan dan kemakmuran. Eyeliner berwarna hitam, alis nanggal sepisan berwarna hitam, blush on perpaduan warna merah dan orange, hidung mancung shading berwarna coklat, bibir ideal berwarna merah, laler menclok berbentuk segitiga dengan titik pada bagian bawah berwarna hitam. Penataan rambut menggunakan kantong gelung. Makna tata rias menonjolkan karakter putri luruh di medan peperangan. Kantong gelung digunakan untuk menghasilkan kesan rambut penari memiliki bentuk penataan yang sama dan rapi.(2) busana meliputi: rompi tanpa lengan warna biru melambangkan seorang prajurit wanita diadaptasi dari busana wayang orang, sampur cinde berwarna merah melambangkan kasepuhan (yang dianggap tua) mencerminkan sifat sabar, tidak terburu nafsu. Jarik motif parang kusumo seling lasem warna coklat bermakna kekayaan.(3) aksesoris meliputi: jamang Cirebon bentuk cringih melambangkan karakter prajurit, garuda mungkur bermakna sebagai sesuatu yang sakral. Cunduk jungkat, sumping, suweng, klat bahu, gelang, bross dan sabuk pending sebagai pelengkap penampilan. Kalung penanggalan berbentuk bulan sabit bermakna seseorang yang berwatak bulan, mampu memberikan sinar kebahagiaan, ketentraman, dan damai. Cundrik yang bermakna sebagai pusaka kyai gumarang milik Retno Dumilah. Kata Kunci: Tata Rias, Retno Dumilah, Bedhaya Bedhah Madiun, Pusaka Kyai Gumarang. Abstract This research is to know (1) the shape and meaning of makaeup include face makeup and hairdo. (2) shape and meaning of fashion (3) shape and meaning of accessories bedhaya bedhah Madiun. The research method uses a qualitative descriptive approach. Data collection techniques are interviews, observations, and documentation. The result of the makeup research bedhaya bedhah Madiun is: (1) The powder color is saw ripe skin colour, red eyeshadow means courage, blue symbolizes a person who is wide disposition and has a forgiving nature, and yellow ivory has meaning glory and prosperity. Black eyeliner, nanggal sepisan eyebrows black color, blush on the blend of red and orange colors, nose angular a brown shading, the ideal lip is red, a triangular-shaped laler menclok with dots on the bottom is black. Hairdouses a tramp bag. The meaning of makeup brings out the character of the princess in battle field. The tramp bag used to produce the impression of a dancers hair has the same and neat arrangement. (2) clothing includes: The blue sleeveless vest symbolize a woman soldier adapted from the fashion of wayang wong, red sampur cinde is symbolize the kasepuhan (which is considered old) reflects the nature of patience, not lust. Jarik parang kusumo seling lasem of brown color means wealth. (3) Accessories include: jamang Cirebon form of cringih used to symbolize the character of soldiers with a strict line shape. Garuda mungkur with tongues stretched red color means as something sacred. Cunduk jungkat, sumping, suweng, shoulder clings, bracelets, bross and the pending belts give meaning as a complement to appearance. A crescent-shaped penanggalan necklace means one who is a moon-disposition, is able to provide ray of happiness, tenderness, and peace. The weapons used is a meaningful cundrik as an inheritance of the Kyai Gumarang owned Retno Dumilah. Keywords: Cosmetology, Retno Dumilah, Bedhaya Bedhah Madiun, Kyai Gumarang weapon

    BENTUK DAN MAKNA PADA TATA RIAS BUSANA SERTA AKSESORIS TARI REMO JOMBANGAN

    Full text link
    Abstrak Pesatnya perkembangan Tari Remo membuat jenis Tari Remo salah satunya Tari Remo Jombangan. Tari Remo Jombangan adalah kesenian yang berasal dari Jombang, namun karena sumber buku dan literatur tentang Tari Remo Jombangan membuat banyak orang tidak mengerti bentuk dan makna tata rias, demikian pula aksesoris Tari Remo Jombangan. Penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk dan makna tata rias wajah, busana serta aksesoris Tari Remo Jombangan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data wawancara dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Bentuk dan makna tata rias wajah Tari Remo Jombangan tentang bentuk makna dan warna meliputi bentuk alis, bentuk kumis, bentuk jewes (dagu) dan bentuk godheg (jambang), serta pengunaan warna bedak, blush on , eyeshadow dan lipstik yang menggunakan warna putih, hijau, dan merah. Bentuk dan makna tata rias Tari Remo Jombangan berpikir, ketegasan, kewibawan dan memahami. 2) Bentuk dan makna busana Tari Remo Jombangan ada pada makna bentuk dan warna baju baju atau hem, celana panji, kain jarit, ada , rapek , bara-bara , stagen , sabuk waladan decker yang menggunakan 5 warna yaitu hijau, merah, kuning (emas), hitam dan putih. Bentuk dan makna tata busana pada Tari Remo Jombangan berpikir, kewibawaan, keagungan dan keindahan. 3) Bentuk dan makna aksesoris Tari Remo Jombangan ada pada makna bentuk dan warna menyertakan bentuk udheng (sampul), sampur , dan binggel dan gongseng(gelang kaki) dan keris yang menggunakan warna merah, hijau dan kuning emas. Bentuk dan makna aksesoris Tari Remo Jombangan menarik kehidupan, keberanian, keindahan, dan kegembiraan. Penggambaran sikap senang dapat ditemukan pada tata rias, busana dan juga aksesoris dari Tari Remo Jombangan, hal ini karena Tari Remo Jombangan merupakan perjuangan Tarian yang penuh dengan keberanian. Ditempatkan dengan tata rias wajah, busana dan aksesoris semakin memenangkan kegagahan dan keberanian seorang penari Remo. Kata kunci: Bentuk, Makna, RemoAbstractPesatnya perkembangan Tari Remo telah menyebabkan munculnya jenis Tari Remo, salah satunya adalah Tari Remo Jombangan. Tari Remo Jombangan adalah seni yang berasal dari Jombang, tetapi karena kurangnya sumber buku dan literatur tentang Tari Remo Jombangan, banyak orang tidak mengerti bentuk dan makna makeup, pakaian dan aksesoris untuk Tari Remo Jombangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna makna riasan wajah, pakaian dan aksesoris untuk Tari Remo Jombangan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data adalah wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Bentuk dan makna tata rias wajah Tari Remo Jombangan mengandung makna dan warna, termasuk bentuk mata, alis, kumis,jewes (dagu) dan godheg , dan aplikasi warna bedak, blush on, eyeshadow dan lipstik yang menggunakan warna putih, hijau, dan merah. Bentuk dan makna rias Tari Remo Jombangan menggambarkan tentang keberanian, ketegasan, martabat dan kebijaksanaan. 2) Dari dan makna dari busana Tari Remo Jombangan terdiri dari kemeja atau hem, panji-panji, jarit , ther , rapek , bara-bara , stagen , wala belt dan deckeryang menggunakan 5 warna yaitu hijau, merah, kuning (emas), hitam dan putih. Bentuk dan makna fashion Tari Remo Jombangan menggambarkan tentang keberanian, otoritas, kemegahan, dan keindahan. 3) Bentuk dan makna aksesoris tari Remo Jombangan mengandung makna bentuk dan warna termasuk udheng (penutup kepala), sampur (selendang), dan binggel atau gongseng (angklet) dan creese yang menggunakan warna merah, hijau, dan emas . Bentuk dan makna aksesoris Tari Remo Jombangan adalah descibes tentang kehidupan, keberanian, keindahan, dan sukacita. Representasi keberanian dapat ditemukan dalam rias wajah, pakaian, dan aksesoris dari Tari Remo Jombangan, ini karena Tari Remo Jombangan adalah tarian stuggle yang penuh dengan keberanian. Didukung oleh riasan wajah, fashion, dan aksesoris yang lebih mengungkap keberanian dan keberanian seorang Penari Remo Jombangan. Kata kunci: Bentuk, Makna, Rem

    PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO TUTORIAL TENTANG MENERAPKAN PENGGUNAAN FUNGSI PADA MATA PELAJARAN PEMROGRAMAN DASAR UNTUK SISWA KELAS X TKJ DI SMK NEGERI 7 SURABAYA

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan media video yang sesuai dengan kebutuhan.menguji kelayakan media dan menguji keefektifan penggunaan video tutorial. Pengembanga n ini menggunakan model R and D research development . Desain penelitian ini menggunakan tekni wawancara kuesioner atau angket dan tes serta dilakukan uji coba produk. angket dianalisis menggunakan rumus prosentase. Sedangkan data hasil tes untuk menguji kelayakan media dalam meningkatkan hasil belajar dihitung menggunakan rumus ujit. Hasil penelitian yang diperoleh dari kedua ahli materi dan kedua ahli media memperoleh persentase sebesar 92persen bernilai sangat baik. Data yang diperoleh dari ahli desain pembalajaran mendapatkan persentase sebesar 99persen. Berikut merupakan hasil pretest dan posttest adalah 8.325kecil dari9.844. Media video tutorial dapat meningkatkan hasil belajar dilihat dari hasil posttest lebih besar dari hasil pretest dalam perhitungan thitung lebih besar dari ttabel. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Pengembangan media video tentang menerapkan penggunaan fungsi pada mata pelajaran pemrograman dasar layak digunakan dan efektif dalam meningkatkan hasil belaja

    PENGARUH PENERAPAN STRATEGI CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING MELALUI PENDEKATAN PROSES PADA MATA PELAJARAN SIMULASI DAN KOMUNIKASI DIGITAL TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X SMK PAWIYATAN SURABAYA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi contextual teaching and learning (CTL) melalui pendekatan proses terhadap hasil belajar peserta didik kelas X SMK Pawiyatan pada mata pelajaran simulasi dan komunikasi digital materi pokok fitur-fitur perangkat lunak pengolah slide. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data pada penelitian ini adalah dengan observasi dan wawancara guru mata pelajaran, 2 orang ahli materi, serta angket tes pada peserta didik. Penelitian ini, memiliki langkah – langkah yang melibatkan partisipasi peserta didik dalam proses pelaksanaan pembelajaran penerapan strategi CTL melalui pendekatan proses yaitu uji pre-test dan uji pos-test. Pelaksanaan tersebut dilakukan pada kelas eksperimen X OTKP 1 OTKP 2 dan kelas kontrol X MM. Adapun hasil observasi yang telah dianalisis menunjukkan adanya kesepakatan terhadap guru pada kelas eksperimen1 mendapatkan rerata 94,64% dengan kriteria sangat baik, pada kelas eksperimen2 mendapatkan rerata 98,2% dengan kriteria sangat baik, dan pada kelas kontrol mendapatkan rerata 97,5% dengan kriteria sangat baik. Serta hasil observasi terhadap peserta didik kelas eskperimen1 dengan rerata 95,32%, kelas eksperimen2 dengan rerata 96,09% dan kelas kontrol 95%. Dari presentase tersebut dapat disimpulkan termasuk dalam kriteria yang sangat baik. Untuk menguji hasil penelitian dilakukan dengan teknik analisis data menggunakan Uji t, Berdasarkan hasil analisis dan penyajian data menunjukkan bahwa kelompok eksperimen dengan menerapkan strategi CTL berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik. Uji t antara kelompok eksperimen1 dengan kelompok kontrol menunjukkan hasil signifikansi 5% diperoleh rtabel 1,98 < rhitung 6,023 dan kelas eksperimen2 dengan kelompom kontrol menunjukkan hasil signifikansi 5% diperoleh rtabel 1,98 < rhitung 5,242. Dikarenakan t hitungnya lebih besar dari pada t tabel, sehingga dapat disimpulkan strategi contextual teaching and learning melalui pendekatan proses mata pelajaran simulasi dan komuniasi digital materi pokok fitur-fitur perangkat lunak pengolah slide berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik kelas X SMK Pawiyatan Surabaya.Kata Kunci: Pengaruh, contextual teaching and learning, fitur-fitur perangkat lunak pengolah slide, hasil belaja

    PENERAPAN KONSELING KELOMPOK DENGAN STRATEGI SELF MANAGEMENT UNTUK MENGURANGI KECANDUAN MEDIA SOSIAL SISWA DI SMAN 1 DRIYOREJO

    Full text link
    Perilaku kecanduan media sosial adalah perilaku kurang kontrol dalam menggunaka media sosial yang mengakibatkan konsentrasi dalam belajar menurun, tidur larut malam, dan kurang dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang sudah dilakukan, terdapat empat siswa yang memiliki kecanduan media sosial yang tinggi di SMAN 1 Driyorejo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konseling kelompok dengan startegi self management dapat mengurangi kecanduan media sosial di kelas XI SMAN 1 Driyorejo. Penelitian yang dilakukan menggunakan model pendekatan Single Subject Design A-B dengan jumlah empat orang. Teknik analisis yang digunakan yaitu teknik analisis dalam kondisi baseline dan intervensi. Hasil dari analisis yang sudah dilakukan oleh peneliti pada level stabilitas menunjukkan bahwa pada subyek TTP pada fase baseline (A) sebesar 85% menjadi 50% pada fase intervensi intervensi (B), subyek CSD pada fase baseline (A) sebesar 85% menjadi 50% pada fase intervensi intervensi (B), subyek SL pada fase baseline (A) sebesar 85% menjadi 50% pada fase intervensi (B), dan subyek RWA pada fase baseline (A) sebesar 85% tetap 85% pada fase intervensi (B). Level perubahan pada perilaku kecanduan media sosial subyek TTP menunjukkan memburuk (-) pada fase baseline (A) menjadi membaik (+) pada fase intervensi (B), subyek CSD menunjukkan memburuk (-) pada fase baseline (A) menjadi membaik (+) pada fase intervensi (B), subyek SL menunjukkan memburuk (-) pada fase baseline (A) menjadi membaik (+) pada fase intervensi (B), dan subyek RWA menunjukkan memburuk (-) pada fase baseline (A) menjadi membaik (+) pada fase intervensi (B). Dapat disimpulkan bahwa terdapat perubahan skor dari perilaku kecandua media sosial setelah diberikan konseling kelompok dengan strategi self management. Kata Kunci: Konseling Kelompok, Strategi Self Management, Kecanduan Media Sosi

    22,790

    full texts

    27,357

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!