Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Not a member yet
    555 research outputs found

    Model Pembelajaran Inovatif dengan Memanfaatkan TV Edukasi

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan mengetahui pembelajaran inovatif berbasis TVE dari berbagai aspek, yaitu kesiapan guru dalam menerapkan model, pemanfaatan media melalui model yang telah diterapkan guru saat pembelajaran di masa pandemi Covid-19, serta aspek teknis dan kebijakan pendukung penerapan model pembelajaran inovatif berbasis TVE. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian adalah 806 orang guru SD. Pendalaman dan verifikasi data menggunakan wawancara dan FGD dengan beberapa guru SD dan tim Pengembang Teknologi Pembelajaran Pusdatin. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa aspek persiapan pembelajaran perlu meningkatkan kompetensi dan frekuensi guru dalam memanfaatkan konten TVE, serta perlu dirancang model pembelajaran berbasis TVE yang mengintegrasikan keterlibatan siswa, keterampilan kolaborasi dan komunikasi dalam pembelajaran. Pada aspek teknis, perlu ditingkatkan jumlah dan kelengkapan konten TVE untuk jenjang SD, serta didukung penyediaan internet dan anggaran berlangganan TV kabel bagi sekolah. Pada aspek kebijakan, perlu adanya  dukungan dari pimpinan sekolah dalam menyediakan sarana dan prasarana yang didukung, dengan memaksimalkan pemanfaatan dana BOS serta dukungan pendampingan dari orang tua. Ke depannya TVE sebaiknya melakukan difusi yang lebih masif dan peningkatan kemudahan akses TVE sehingga dapat dimanfaatkan lebih optimal dalam pembelajaran.Penelitian ini bertujuan mengetahui pembelajaran inovatif berbasis TVE dari berbagai aspek, yaitu kesiapan guru dalam menerapkan model, pemanfaatan media melalui model yang telah diterapkan guru saat  pembelajaran di masa pandemi Covid-19, serta aspek teknis dan kebijakan pendukung penerapan model pembelajaran inovatif berbasis TVE. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif.  Sampel penelitian adalah 806 orang guru SD. Pendalaman dan verifikasi data menggunakan wawancara dan FGD dengan beberapa guru SD dan tim Pengembang Teknologi Pembelajaran Pusdatin. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa aspek persiapan pembelajaran perlu meningkatkan kompetensi dan frekuensi guru  dalam memanfaatkan konten TVE, serta perlu dirancang model pembelajaran berbasis TVE yang mengintegrasikan keterlibatan siswa, keterampilan kolaborasi dan komunikasi dalam pembelajaran. Pada aspek teknis, perlu ditingkatkan jumlah dan kelengkapan konten TVE untuk jenjang SD, serta didukung penyediaan internet dan anggaran berlangganan TV kabel bagi sekolah. Pada aspek kebijakan, perlu adanya  dukungan dari pimpinan sekolah dalam menyediakan sarana dan prasarana yang didukung, dengan memaksimalkan pemanfaatan dana BOS serta dukungan pendampingan dari orang tua. Ke depannya TVE sebaiknya melakukan difusi yang lebih masif dan peningkatan kemudahan akses TVE sehingga dapat dimanfaatkan lebih optimal dalam pembelajaran

    Pengaruh Model Pembelajaran Konstruktivisme Terhadap Prestasi Belajar Matematika Terapan pada Mahasiswa Politeknik Negeri Bali

    Full text link
    Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh interaksi antara model pembelajaran konstruktivisme dengan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar matematika pada mahasiswa Politeknik Negeri Bali. Populasi penelitian sebanyak 82 orang mahasiswa dan sampel penelitian sebanyak 44 orang, denganmenggunakan teknik random sampling dan proporsional random sampling. Penelitian ini dirancang menggunakan rancangan penelitian eksperimen. Data dianalisis secara statistik menggunakan anava 2 jalur, uji beda rata (uji t), uji Tukey dan Scheffe, dan uji t berpasangan. Hasil studi menunjukkan bahwa secara signifikan: (1)ada perbedaan rata-rata prestasi belajar matematika dari mahasiswa yang diajar menggunakan model pembelajaran konstruktivisme dengan diajar menggunakan model pembelajaran konvensional, (2) ada perbedaan rata-rata prestasi belajar matematika dari kelompok yang diajar menggunakan model pembelajaran konstruktivisme dengan diajar menggunakan model pembelajaran konvensional (mahasiswa bermotivasi tinggi); (3) ada perbedaan rata-rata prestasi belajar matematika dari kelompok diajar menggunakan model pembelajaran konstruktivisme dengan diajar menggunakan model pembelajaran konvensional (mahasiswa bermotivasi rendah); dan (4) ada pengaruh interaksi antara model pembelajaran konstruktivisme dengan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar mahasiswa.Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh interaksi antara model pembelajaran konstruktivisme dengan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar matematika pada mahasiswa Politeknik Negeri Bali. Populasi penelitian sebanyak 82 orang mahasiswa dan sampel penelitian sebanyak 44 orang, denganmenggunakan teknik random sampling dan proporsional random sampling. Penelitian ini dirancang menggunakan rancangan penelitian eksperimen. Data dianalisis secara statistik menggunakan anava 2 jalur, uji beda rata (uji t), uji Tukey dan Scheffe, dan uji t berpasangan. Hasil studi menunjukkan bahwa secara signifikan: (1)ada perbedaan rata-rata prestasi belajar matematika dari mahasiswa yang diajar menggunakan model pembelajaran konstruktivisme dengan diajar menggunakan model pembelajaran konvensional, (2) ada perbedaan rata-rata prestasi belajar matematika dari kelompok yang diajar menggunakan model pembelajaran konstruktivisme dengan diajar menggunakan model pembelajaran konvensional (mahasiswa bermotivasi tinggi); (3) ada perbedaan rata-rata prestasi belajar matematika dari kelompok diajar menggunakan model pembelajaran konstruktivisme dengan diajar menggunakan model pembelajaran konvensional (mahasiswa bermotivasi rendah); dan (4) ada pengaruh interaksi antara model pembelajaran konstruktivisme dengan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar mahasiswa

    Vol.7, No.1 (2022)

    No full text
    Cover&nbsp

    Analisis Kinerja Guru Kimia SMU DKI Jakarta Ditinjau Dari Kecerdasan Emosional

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan kinerja guru kimia SMU di DKI Jakarta. Untuk mencapai tujuan ini, telah dilakukan penelitian dengan jumlah sampel 118 orang guru kimia yang dilakukan dengan menggunakan metode survei dengan desain korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dan kinerja guru kimia. Artinya semakin tinggi kecerdasan emosional guru kimia maka semakin tinggi kinerja mereka. Hal ini berarti pula bahwa apabila seorang guru kimia SMU mempunyai kecerdasan emosional yang tinggi, maka guru tersebut akan menunjukkan kinerja yang baik dan memuaskan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan kinerja guru kimia SMU di DKI Jakarta. Untuk mencapai tujuan ini, telah dilakukan penelitian dengan jumlah sampel 118 orang guru kimia yang dilakukan dengan menggunakan metode survei dengan desain korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dan kinerja guru kimia. Artinya semakin tinggi kecerdasan emosional guru kimia maka semakin tinggi kinerja mereka. Hal ini berarti pula bahwa apabila seorang guru kimia SMU mempunyai kecerdasan emosional yang tinggi, maka guru tersebut akan menunjukkan kinerja yang baik dan memuaskan

    Pengaruh Sikap Profesional Guru, Pemahaman Perkembangan Anak, dan Berpikir Kreatif Terhadap Kemampuan Guru Menyusun Assessment Keterampilan Proses

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh sikap profesional guru, pemahaman perkembangan anak, dan berpikir kreatif terhadap kemampuan guru menyusun assessment keterampilan proses pada guru-guru sekolah dasar di Kebumen Jawa Tengah. Data dianalisis dengan metode-metode korelasional dan analisis jalur rekursif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh: (1) langsung sikap profesional guru terhadap pemahaman perkembangan anak, (2) langsung sikap profesional guru terhadap berpikir kreatif, (3) langsung pemahaman perkembangan anak terhadap berpikir kreatif, (4) langsung sikap profesional guru terhadap kemampuan guru menyusun assessment keterampilan proses,(5) tidak langsung pemahaman perkembangan anak terhadap kemampuan guru menyusun assessment keterampilan proses, (6) langsung berpikir kreatif guru terhadap kemampuan guru menyusun assessment keterampilan proses.Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh sikap profesional guru, pemahaman perkembangan anak, dan berpikir kreatif terhadap kemampuan guru menyusun assessment keterampilan proses pada guru-guru sekolah dasar di Kebumen Jawa Tengah. Data dianalisis dengan metode-metode korelasional dan analisis jalur rekursif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh: (1) langsung sikap profesional guru terhadap pemahaman perkembangan anak, (2) langsung sikap profesional guru terhadap berpikir kreatif, (3) langsung pemahaman perkembangan anak terhadap berpikir kreatif, (4) langsung sikap profesional guru terhadap kemampuan guru menyusun assessment keterampilan proses,(5) tidak langsung pemahaman perkembangan anak terhadap kemampuan guru menyusun assessment keterampilan proses, (6) langsung berpikir kreatif guru terhadap kemampuan guru menyusun assessment keterampilan proses

    Kestabilan Reliabilitas Hasil Pengukuran Skala Sikap

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kestabilan koefisien reliabilitas hasil pengukuran skala sikap berdasarkan skor komposit resonden yang dihasilkan oleh analisis komponen utama. Metode penelitian yang digunakan adalah disain eksperimen satu faktor. Populasi penelitian terdiri atas 2000 siswa, yaitu 1000 siswadinyatakan sebagai populasi homogen dan 1000 siswa lainnya dinyatakan sebagai populasi heterogen. Dengan mengunakan uji-F dihitung ada tidaknya perbedaan varians dari kedua populasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan varians koefisien reliabilitas yang dihasilkan oleh analisis komponen utama, antara populasi homogen dan populasi heterogen. Dengan demikian, pendekatan analisis komponen utama menghasilkan koefisien reliabilitas hasil pengukuran skala sikap yang bersifat konsisten.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kestabilan koefisien reliabilitas hasil pengukuran skala sikap berdasarkan skor komposit resonden yang dihasilkan oleh analisis komponen utama. Metode penelitian yang digunakan adalah disain eksperimen satu faktor. Populasi penelitian terdiri atas 2000 siswa, yaitu 1000 siswadinyatakan sebagai populasi homogen dan 1000 siswa lainnya dinyatakan sebagai populasi heterogen. Dengan mengunakan uji-F dihitung ada tidaknya perbedaan varians dari kedua populasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan varians koefisien reliabilitas yang dihasilkan oleh analisis komponen utama, antara populasi homogen dan populasi heterogen. Dengan demikian, pendekatan analisis komponen utama menghasilkan koefisien reliabilitas hasil pengukuran skala sikap yang bersifat konsisten

    Pandangan KH Abdurrahman Wahid Tentang Islam dan Negara Pancasila

    Full text link
    KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berusaha menempatkan Islam dalam konteks modern di Indonesia dalam wajah politik yang tidak monolitik, yang tidak menghadapkan strategi perjuangan umat dengan strategi pembangunan nasional. Artikel ini berusaha meneliti pemikirannya tentang hubungan Islam dengan Negara Pancasila. Peneriman Nahdatul Ulama (NU) terhadap asas tunggal Pancasila pada tahun 1984 dibawah kepemimpinan duet KH Ahmad Siddiq dan KH Abdurrahman Wahid merupakan kelanjutan historis dalam sejarah NU. Pada tahun 1936 NU menjustifikasi Hindia Belanda sebagai dar al-Islam (negeri muslim) karena adanya Lembaga Kepenghuluan (Het Kantoor voor Inlandsche zaken), suatu lembaga yang secara khusus mengurus kepentingan umat Islam, dan umat Islam memiliki kebebasan untuk menjalankan ajaran agamanya sebagai condition sine qua non bagi esksistensi negara. Islam melihat negara sangat penting untuk menghindari terjadinya anarkhi, tetapi Islam tidak mempunyai konsep kenegaraan. Karena itu umat Islam tidak bersikeras mendirikan negara Islam. Ada tiga alasan penerimaan umat Islam pada Negara Pancasila, yaitu alasan pluralitas bangsa Indonesia, justifikasi fiqih NU, dan tradisi keilmuan NU.KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berusaha menempatkan Islam dalam konteks modern di Indonesia dalam wajah politik yang tidak monolitik, yang tidak menghadapkan strategi perjuangan umat dengan strategi pembangunan nasional. Artikel ini berusaha meneliti pemikirannya tentang hubungan Islam dengan Negara Pancasila. Peneriman Nahdatul Ulama (NU) terhadap asas tunggal Pancasila pada tahun 1984 dibawah kepemimpinan duet KH Ahmad Siddiq dan KH Abdurrahman Wahid merupakan kelanjutan historis dalam sejarah NU. Pada tahun 1936 NU menjustifikasi Hindia Belanda sebagai dar al-Islam (negeri muslim) karena adanya Lembaga Kepenghuluan (Het Kantoor voor Inlandsche zaken), suatu lembaga yang secara khusus mengurus kepentingan umat Islam, dan umat Islam memiliki kebebasan untuk menjalankan ajaran agamanya sebagai condition sine qua non bagi esksistensi negara. Islam melihat negara sangat penting untuk menghindari terjadinya anarkhi, tetapi Islam tidak mempunyai konsep kenegaraan. Karena itu umat Islam tidak bersikeras mendirikan negara Islam. Ada tiga alasan penerimaan umat Islam pada Negara Pancasila, yaitu alasan pluralitas bangsa Indonesia, justifikasi fiqih NU, dan tradisi keilmuan NU

    PERMASALAHAN PENDIDIKAN DI DAERAH 3T (TERLUAR, TERTINGGAL, DAN TERDEPAN) DI INDONESIA DALAM PANDEMI

    No full text
    Pandemi Covid-19 berdampak tidak hanya pada bidang kesehatan, tetapi juga pada bidang-bidang lain termasuk pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan permasalahan formal/utama pendidikan yang dihadapi siswa yang berada di daerah 3-T di masa pandemik dan mendiskusikan alternatif solusi untuk mengatasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan basis utama penelitian terdahulu yang diperoleh dengan pendekatan semi-systematic literature review. Hasil analisis menunjukkan adanya enam metamasalah yang dihadapi pendidikan di daerah 3-T pada kondisi pandemi, yaitu 1) Sulitnya internet dan alat komunikasi untuk melakukan pembelajaran daring, 2) Keterbatasan ekonomi/pendapatan orang tua siswa, 3) Keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan, 4) Kurang memadainya kualitas pendidik yang tersedia, 5) Minimnya jumlah pendidik/tenaga kependidikan, dan 6) Sulitnya infrastruktur jalan dan jauhnya jarak tempuh sekolah. Berdasarkan enam metamasalah tersebut, hasil formulasi masalah formal yang dilakukan yakni belum meratanya sarana dan prasarana publik yang mendukung pendidikan di daerah 3-T. Alternatif solusi yang diusulkan yaitu akselerasi pembangunan infrastruktur melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)

    REFORMASI AKREDITASI SEKOLAH/MADRASAH: PENDEKATAN MODEL PREDIKSI

    Full text link
    Proses bisnis akreditasi yang saat ini berjalan memerlukan sumber daya yang besar, sehingga Badan Akreditasi Nasional Sekolah dan Madrasah tidak dapat melaksanakan sesuai amanat peraturan perundangan. Hasil akreditasi seyogyanya konsisten dengan indikator mutu lainnya. Tujuan utama penelitian yaitu untuk menganalisis komitmen penganggaran dalam pelaksanaan akreditasi dan konsistensi hasil akreditasi dengan indikator mutu pendidikan lainnya. Penelitian ini juga bertujuan mengkaji penggunaan model statistik untuk pendugaan peringkat hasil akreditasi sekolah/madrasah. Metode yang digunakan adalah analisis secara deskriptif dan inferensia terhadap data sekunder hasil akreditasi, perencanaan anggaran, ujian nasional, dan hasil PISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwaterdapat tiga masalah substansial sebagai pendorong dilakukannya reformasi akreditasi. Pertama, keterbatasan anggaran untuk pemenuhan target akreditasi. Kedua, ketidakkonsistenan hasil akreditasi dengan ujian nasional dan PISA. Ketiga, dapat dilakukannya pendugaan hasil akreditasi dengan menggunakan model statistik. Simpulan analisis hasil penelitian ini adalah perlunya dilakukan pengembangan model yang akurat untuk memprediksi peringkat akreditasi untuk menunjang kebijakan automasi akreditasi; penyempurnaan instrumen akreditasi berbasis pengukuran kinerja; peningkatan kualitas asesor; dan pengembangan sistem monitoring dasbor. Hasil sistem monitoring dasbor akan digunakan untuk penetapan sekolah/madrasah yang memperoleh perpanjangan sertifikat akreditasi secara automasi dan yang dilakukan melalui visitasi oleh asesor

    DIGITALISASI DAN KETIMPANGAN PENDIDIKAN: STUDI KASUS TERHADAP GURU SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN BARAKA

    Full text link
    Digitalisasi pendidikan pada dasarnya merupakan upaya pemerintah untuk pemerataan akses pendidikan dan mengurangi masalah kesenjangan digital dalam dunia pendidikan. Artikel ini bertujuan mengidentifikasi aspek kebijakan digitalisasi pendidikan yang diterapkan pada sekolah dasar di Kecamatan Baraka dan menganalisis sejauh mana kebijakan digitalisasi membantu guru sekolah dasar untuk meningkatkan akses pendidikan serta mengejar ketertinggalan digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Responden penelitian ini adalah 13 guru dari 4 sekolah dasar, 1 kepala sekolah, dan 1 pengawas sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap mereka dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua aspek kebijakan digitalisasi pendidikan yang dirasakan secara langsung oleh guru-guru sekolah dasar di Kecamatan Baraka. Pertama, digitalisasi komunikasi kebijakan pendidikan dan kedua, digitalisasi pembelajaran. Pada aspek pertama, para guru mengalami akselerasi akses pada kebijakan-kebijakan pendidikan. Para guru dapat lebih memahami kebijakan pendidikan nasional dan bisa mengikuti arahan langsung dari Pemerintah Pusat melalui kanal informasi yang tersedia. Namun pada aspek kedua, para guru belum menunjukkan kesiapan digital yang memadai. Mereka belum memanfaatkan berbagai perangkat lunak yang diberikan untuk memaksimalkan pembelajaran, seperti Rumah Belajar dan Canva, meskipun mereka telah mengetahui tentang fasilitas-fasilitas tersebut

    424

    full texts

    555

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇