Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Not a member yet
    555 research outputs found

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Motivasi Siswa SMA dalam Mengerjakan Pekerjaan Rumah

    Full text link
    Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui tentang faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya motivasi siswa SMA dalam mengerjakan PR dan cara-cara meningkatkan motivasi tersebut. Informan dalam penelitian ini adalah 6 orang siswa SMA dan 3 orang guru pengajarnya. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode FGD (Focus Group Discussion) dan wawancara individual, serta dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya motivasi dalam mengerjakan PR dapat dikelompokkan menjadi faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal meliputi tindak lanjut guru dalam pemberian PR, pemberian nilai, jenis, beban dan waktu pemberian serta tingkat kesulitan PR, bahan atau sumber untuk mengerjakan PR, cara mengajar dan karakteristik guru, pengaruh teman, dan juga dukungan keluarga. Faktor internal meliputi manfaat yang dirasakan, minat terhadap pelajaran, serta kondisi fisik. Beberapa implikasi cara untuk meningkatkan motivasi pengerjaan PR adalah memperhatikan tindak lanjut dalam pemberian PR, perancangan PRyang menjawab kebutuhan, pemberian pengetahuan/informasi dasar yang memungkinkan untuk berekplorasi, peningkatan kemampuan guru dalam mengajar dan menjalin relasi interpersonalPenelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui tentang faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya motivasi siswa SMA dalam mengerjakan PR dan cara-cara meningkatkan motivasi tersebut. Informan dalam penelitian ini adalah 6 orang siswa SMA dan 3 orang guru pengajarnya. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode FGD (Focus Group Discussion) dan wawancara individual, serta dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya motivasi dalam mengerjakan PR dapat dikelompokkan menjadi faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal meliputi tindak lanjut guru dalam pemberian PR, pemberian nilai, jenis, beban dan waktu pemberian serta tingkat kesulitan PR, bahan atau sumber untuk mengerjakan PR, cara mengajar dan karakteristik guru, pengaruh teman, dan juga dukungan keluarga. Faktor internal meliputi manfaat yang dirasakan, minat terhadap pelajaran, serta kondisi fisik. Beberapa implikasi cara untuk meningkatkan motivasi pengerjaan PR adalah memperhatikan tindak lanjut dalam pemberian PR, perancangan PRyang menjawab kebutuhan, pemberian pengetahuan/informasi dasar yang memungkinkan untuk berekplorasi, peningkatan kemampuan guru dalam mengajar dan menjalin relasi interpersona

    cover

    No full text
    adminadmi

    Strategi Mengajar dengan Menggunakan Media dan Pemberian Tugas Terhadap Hasil Belajar Renang Gaya Dada pada Murid Sekolah Dasar

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas proses pembelajaran renang dengan strategi mengajar menggunakan media audio visual dan pemberian tugas terhadap hasil belajar renang gaya dada pada murid SD Kelapa Gading Jakarta. Penelitian dilaksanakan di kolam renang Kelapa Gading pada bulan Oktober 2004 seminggu tiga kali. Metode yang digunakan metode eksperimen dengan sampel 20 murid yang diambil secara acak dari 36 murid kelas VI. Pengumpulan data dengan menggunakan tes awal dan tes akhir renang gaya dada sejauh 20 meter. Teknik analisis data menggunakan statistik dilanjutkan dengan uji t pada taraf kepercayaan £ = 0,05 yaitu (T hit= 1,836 > T tab = 1,73. Hasil studi menunjukkan bahwa: (a) sampel berdistribusi normal dengan pengujian homogenitas varians (Uji F) diperoleh nilai F hitung lebih kecil dari tabel F hit =1,68 < F tab =3,18). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa media audio visual lebih efektif ( X =4,07) dibandingkan dengan strategi mengajar yang menggunakan metode pemberian tugas ( X =3,12). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas proses pembelajaran renang dengan strategi mengajar menggunakan media audio visual dan pemberian tugas terhadap hasil belajar renang gaya dada pada murid SD Kelapa Gading Jakarta. Penelitian dilaksanakan di kolam renang Kelapa Gading pada bulan Oktober 2004 seminggu tiga kali. Metode yang digunakan metode eksperimen dengan sampel 20 murid yang diambil secara acak dari 36 murid kelas VI. Pengumpulan data dengan menggunakan tes awal dan tes akhir renang gaya dada sejauh 20 meter. Teknik analisis data menggunakan statistik dilanjutkan dengan uji t pada taraf kepercayaan £ = 0,05 yaitu (T hit= 1,836 > T tab = 1,73. Hasil studi menunjukkan bahwa: (a) sampel berdistribusi normal dengan pengujian homogenitas varians (Uji F) diperoleh nilai F hitung lebih kecil dari tabel F hit =1,68 < F tab =3,18). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa media audio visual lebih efektif ( X =4,07) dibandingkan dengan strategi mengajar yang menggunakan metode pemberian tugas ( X =3,12).&nbsp

    Daftar Isi, Editorial, Lembar Abstrak

    No full text
    DAFTAR IS

    Back Cover

    No full text
    Back Cover&nbsp

    WUAT WA’I: MODEL GOTONG-ROYONG MASYARAKAT MANGGARAI DALAM PEMBIAYAAN PENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI

    Full text link
    Kekurangan biaya adalah salah satu penyebab utama rendahnya partisipasi masyarakat dalam melanjutkan studi pada tingkat pendidikan tinggi. Masyarakat Manggarai mengenal salah satu bentuk kearifan lokal dalam mengatasi persoalan pembiayaan pendidikan. Wuat Wa’i adalah satu bentuk gotong royong dalam mendapatkan pembiayaan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Wuat Wa’i sebagai bentuk gotong royong masyarakat Manggarai dalam upaya mendukung pendidikan anak ke jenjang perguruan tinggi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis pendekatan naratif untuk menggali peristiwa dan cerita yang terjadi di tempat penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menemukan bahwa bentuk gotong royong dalam Wuat Wa’i adalah mengumpulkan dana untuk pendidikan dan memberi sumbangan moril berupa do’a dan nasihat berbasis budaya

    ANALISIS KETERAMPILAN ABAD 21 MELALUI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang telah dikembangkan berdasar kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, dan efeknya terhadapketerampilan abad 21 mahasiswa. Penelitian ini menerapkan rancangan penelitian mixed method, yang melibatkan seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang. Datakuantitatif dikumpulkan dari data pengisian angket sedangkan data kualitatif diperoleh dari hasil deep interview yang dilakukan selama pelaksanaan kegiatan pembelajaran di luar kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka telah mampu meningkatkan keterampilan komunikasi siswa, kreativitas siswa, berpikir kritis, dan peningkatan keterampilan kolaborasi siswa. Dari tiga bentuk kegiatan pembelajaran di luar kampus yang telah diterapkan, Kuliah Kerja Nyata Tematik merupakan bentuk kegiatan pembelajaran di luar kampus palingefektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi. Bentuk kegiatan pembelajaran di luar kampus lainnya yaitu Asistensi Mengajar dan Kampus Mengajar efektif meningkatkan kreativitas dan berpikir kritis. Peningkatan keterampilan abad 21, dapat dilakukan dengan mengikutsertakan mahasiswa pada dua bentuk kegiatan pembelajaran di luar kampus dengan karakteristik lingkungan belajar berbeda

    Persepsi Guru SMA Terhadap Ujian Nasional SD/MI

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab beberapa permasalahan: (1) Setujukah diadakan Ujian Nasional (UN) SD/MI? (2) Apakah terdapat perbedaan persepsi guru mata pelajaran SMA terhadap: (a) motivasi belajar siswa terhadap materi, (b) kemampuan akademik siswa, (c) keinginan melanjutkan ke SMP/MTs, (d) akhlak siswa, (e) keobjektifan guru dalam memberi skor/nilai ujian, (f) kemampuan guru menulis soal; selama tidak ada UN. Berdasarkan analisis deskriptif dan uji Chi-Square dari 257 responden/guru mata pelajaran diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, sebagian besar 145 responden (56,4%) guru mata pelajaran SMA menyatakan setuju diadakannya UN SD/MI dan hanya 101 responden (39,3%) yang menyatakan tidak setuju, serta 11 responden (4,3%) responden yang tidak menjawab. Kedua, pelaksanaan ujian SD/MI selama belum adapengganti UN, sebagian besar guru mata pelajaran SMA menyatakan “sedang” pada keenam aspek: (1) motivasi belajar siswa, (2) kemampuan akademik siswa, (3) keinginan siswa SD/MI melanjutkan ke SMP/MTs, (4) akhlak siswa, (5) guru objektif dalam memberi skor/nilai ujian, (6) kemampuan guru menulis soal. Hal ini menunjukkan adanya indikasi perbedaan persepsi guru mata pelajaran terhadap pelaksanaan ujian SD/MI selama tidak ada pengganti UN adalah tidak terbukti (P>0,05).Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab beberapa permasalahan: (1) Setujukah diadakan Ujian Nasional (UN) SD/MI? (2) Apakah terdapat perbedaan persepsi guru mata pelajaran SMA terhadap: (a) motivasi belajar siswa terhadap materi, (b) kemampuan akademik siswa, (c) keinginan melanjutkan ke SMP/MTs, (d) akhlak siswa, (e) keobjektifan guru dalam memberi skor/nilai ujian, (f) kemampuan guru menulis soal; selama tidak ada UN. Berdasarkan analisis deskriptif dan uji Chi-Square dari 257 responden/guru mata pelajaran diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, sebagian besar 145 responden (56,4%) guru mata pelajaran SMA menyatakan setuju diadakannya UN SD/MI dan hanya 101 responden (39,3%) yang menyatakan tidak setuju, serta 11 responden (4,3%) responden yang tidak menjawab. Kedua, pelaksanaan ujian SD/MI selama belum adapengganti UN, sebagian besar guru mata pelajaran SMA menyatakan “sedang” pada keenam aspek: (1) motivasi belajar siswa, (2) kemampuan akademik siswa, (3) keinginan siswa SD/MI melanjutkan ke SMP/MTs, (4) akhlak siswa, (5) guru objektif dalam memberi skor/nilai ujian, (6) kemampuan guru menulis soal. Hal ini menunjukkan adanya indikasi perbedaan persepsi guru mata pelajaran terhadap pelaksanaan ujian SD/MI selama tidak ada pengganti UN adalah tidak terbukti (P>0,05)

    Model Membaca, Menulis, dan Berhitung di Sekolah Dasar

    Full text link
    Fokus penelitian ini adalah pengembangan model pembelajaran (pendekatan, metode dan teknik) belajar mengajar baca, tulis, dan hitung (matematika) terpadu di kelas 1, kelas 2 dan kelas 3 SD. Teori yang dijadikan acuan dalam penelitian ini adalah teori yang berkaian dengan pembelajaran dan pengembangan model. Metode yang digunakan adalah metode pengembangan model. Data penelitian bersumber dari pembelajaran di SD dan sumber data bersumber dari guru dan siswa kelas 1 sampai kelas 3 di 2 SD di Jawa Barat, 2 SD di Nusa Tenggara Barat, 2 SD di Jawa Timur, 2 SD di Sumatera Barat, dan 2 SD di DKI Jakarta. Alat pengumpul data adalah kuesioner dan teknik pengumpulan datamenggunakan: (a) eksplorasi, ( b) penyebaran dan pengisian kuesioner, (c) wawancara, (d) observasi, dan (e) kajian dokumen kurikulum, buku teks, buku penunjang, dan dokumen-dokumen lain yang berkaitan dengan baca, tulis, hitung (matematika). Analisis data menggunakan teknik presentase dan kualitatif. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh guru sebagai pedoman dalam mengembangkan materi ajar, metode dan teknik pembengajaran, serta evaluasi belajar baca, tulis, hitung siswa kelas 1, kelas 2, dan kelas 3 SD.Fokus penelitian ini adalah pengembangan model pembelajaran (pendekatan, metode dan teknik) belajar mengajar baca, tulis, dan hitung (matematika) terpadu di kelas 1, kelas 2 dan kelas 3 SD. Teori yang dijadikan acuan dalam penelitian ini adalah teori yang berkaian dengan pembelajaran dan pengembangan model. Metode yang digunakan adalah metode pengembangan model. Data penelitian bersumber dari pembelajaran di SD dan sumber data bersumber dari guru dan siswa kelas 1 sampai kelas 3 di 2 SD di Jawa Barat, 2 SD di Nusa Tenggara Barat, 2 SD di Jawa Timur, 2 SD di Sumatera Barat, dan 2 SD di DKI Jakarta. Alat pengumpul data adalah kuesioner dan teknik pengumpulan datamenggunakan: (a) eksplorasi,( b) penyebaran dan pengisian kuesioner, (c) wawancara, (d) observasi, dan (e) kajian dokumen kurikulum, buku teks, buku penunjang, dan dokumen-dokumen lain yang berkaitan dengan baca, tulis, hitung (matematika). Analisis data menggunakan teknik presentase dan kualitatif. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh guru sebagai pedoman dalam mengembangkan materi ajar, metode dan teknik pembengajaran, serta evaluasi belajar baca, tulis, hitung siswa kelas 1, kelas 2, dan kelas 3 SD

    THE QUALITY OF STUDENTS CHARACTER ON LEARNING IN THE PANDEMIC: A SURVEY STUDY

    No full text
    The Covid-19 pandemic that hit parts of the world impacts education. The acceleration and shift of learning to online mode are massively carried out. Changes in learning modes impact the character of students, so a comprehensive non-cognitive instrument is needed that can be used to measure the quality of student character. This study aims to identify the quality of students' character in online learning during the pandemic. Character qualities are identified by the manifestations of curiosity, initiative, resilience, adaptation, leadership, and ethics. Respondents (N=442) consisted of teachers (N=56) and students (N=386) who applied online learning in several schools from Medan, Deliserdang, Batubara, and Aceh. Collecting data using a questionnaire that explores information about students' character during online learning. The research findings reveal that there is a change in students' character that leads to a positive path in online learning, where the presence of the teacher is crucial in the manifestation of curiosity, initiative, resilience, and adaptation to construct student character. Meanwhile, the manifestations of leadership and ethics felt by students during online learning were very meaningful to the quality of their character. Identification from the point of view of teachers and students found that ethics plays an important role in shaping students' character. This study provides the latest insight regarding identifying student character which comprehensively discusses and reveals the urgency of student character qualities in online learning.Pandemi Covid-19 yang melanda sebagian dunia berdampak pada pendidikan. Akselerasi dan pergeseran pembelajaran ke mode online dilakukan secara masif. Perubahan mode pembelajaran berdampak pada karakter siswa, sehingga diperlukan instrumen nonkognitif yang komprehensif yang dapat digunakan untuk mengukur kualitas karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kualitas karakter siswa dalam pembelajaran online di masa pandemi. Kualitas karakter diidentifikasi oleh manifestasi rasa ingin tahu, inisiatif, ketahanan, adaptasi, kepemimpinan, dan etika. Responden (N=442) terdiri dari guru (N=56) dan siswa (N=386) yang menerapkan pembelajaran online di beberapa sekolah dari Medan, Deliserdang, Batubara, dan Aceh. Pengumpulan data menggunakan angket yang menggali informasi tentang karakter siswa selama pembelajaran online. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa terdapat perubahan karakter siswa yang mengarah ke jalur positif dalam pembelajaran online, dimana kehadiran guru sangat penting dalam manifestasi rasa ingin tahu, inisiatif, ketahanan, dan adaptasi untuk membangun karakter siswa. Sementara itu, manifestasi kepemimpinan dan etika yang dirasakan siswa selama pembelajaran online sangat berarti bagi kualitas karakter mereka. Identifikasi dari sudut pandang guru dan siswa menemukan bahwa etika memainkan peran penting dalam membentuk karakter siswa. Studi ini memberikan wawasan terkini mengenai identifikasi karakter siswa yang secara komprehensif membahas dan mengungkap urgensi kualitas karakter siswa dalam pembelajaran online

    424

    full texts

    555

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇