Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Not a member yet
    555 research outputs found

    Penerapan Sistem Blok dalam Pembelajaran di Sekolah Menengah Atas

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan sistem blok di SMA, mengetahui dampak penerapan sistem, dan membuktikan efektivitas sistem blok pada pembelajaran. Penelitian menggunakan mixed methods dan subject penelitian adalah 121 orang di SMA Budi Muia Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Teknik analisis data kualitatif menggunakan analisis data interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Teknik analisis data kuantitatif menggunakan teknik anova. Hasil penelitian menunjukkan sistem blok di SMA Dua Budi Mulia diterapkan dengan menggunakan pembelajaran berbasis proyek kolaborasi (collaborative project based learning). Penerapan sistem blok memberi dampak positif seperti guru lebih leluasa menyiapkan bahan dan strategi pembelajaran serta penilaian, mengasah kemampuan peserta didik dalam kerja sama, kepemimpinan, manajemen waktu, berpikir kritis, kreatif, dan inovatif. Namun demikian, penerapan sistem blok memiliki dampak negatif yaitu kurang detailnya penyampaian materi dari beberapa mata pelajaran. Nilai efektivitas dari penerapan sistem blok pada penelitian ini adalah 46.6%, sehingga terbukti bahwa penerapan sistem blok di SMA adalah efektif dilihat pada aspek kejelasan informasi, persiapan, dan pelaksanaan sistem blok. Dengan demikian, penerapan pembelajaran sistem blok dengan pembelajaran berbasis proyek kolaborasi di SMA Budi Mulia efektif karena memberi dampak positif pada pembelaran baik bagi guru maupun peserta didik.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan sistem blok di SMA,  mengetahui dampak penerapan sistem blok di SMA, dan membuktikan efektivitas sistem blok pada pembelajaran di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian mixed methods dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan  angket. Teknik analisis data kualitatif menggunakan analisis data interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Teknik analisis data kuantitatif menggunakan teknik anova. Hasil penelitian menunjukkan sistem blok di SMA diterapkan dengan menggunakan pembelajaran berbasis proyek kolaborasi (collaborative project based learning). Penerapan sistem blok di SMA memberi dampak positif dari seperti guru lebih leluasa menyiapkan bahan dan strategi pembelajaran serta penilaian, mengasah kemampuan peserta didik dalam kerja sama, kepemimpinan, manajemen waktu, berpikir kritis, kreatif, dan inovatif. Namun demikian, penerapan sistem blok memiliki dampak negatif yaitu kurang detailnya penyampaian materi dari beberapa mata Pelajaran. Sistem blok efektif pada pembelajaran di SMA sebesar 46,6% berpengaruh terhadap dampak penerapan sistem blok berdasarkan aspek kejelasan informasi, persiapan, dan pelaksanaan sistem blok. Kesimpulan, penerapan pembelajaran sistem blok di SMA dengan pembelajaran berbasis proyek kolaborasi efektif karena memberi dampak positif pada pembelaran baik bagi guru maupun perserta didik

    Literas Baca Siswa Indonesia Menurut Jenis Kelamin, Growth Mindset, dan Jenjang Pendidikan: Survei PISA

    Full text link
    Membaca merupakan salah satu kemampuan esensial dan dipelajari dalam pendidikan formal. Penelitian ini bertujuan untuk memperdalam hasil tes Programme for International Student Assessment (PISA) 2018 pada siswa di Indonesia, khususnya terkait aspek kognitif literasi baca yang terdiri dari kemampuan menemukan informasi dalam bacaan, kemampuan memahami bacaan, serta kemampuan melakukan evaluasi dan refleksi atas bacaan. Terdapat tiga prediktor yang digunakan, yakni jenjang pendidikan siswa, jenis kelamin siswa, serta growth mindset. Subjek penelitian kuantitatif ini adalah 12.098 siswa Indonesia yang menjadi peserta tes dan survei PISA 2018. Diperoleh informasi bahwa terjadi interaksi yang kuat antara jenis kelamin dan growth mindset serta antara jenjang pendidikan dan jenis kelamin terhadap literasi baca siswa. Secara umum dapat disimpulkan bahwa siswa laki-laki pada jenjang yang lebih tinggi dengan growth mindset memiliki literasi baca yang lebih baik. Oleh karena itu, upaya intervensi untuk meningkatkan literasi baca pada siswa perlu mempertimbangkan peningkatan growth mindset sebagai pengganti fixed mindset.Abstrak: Membaca merupakan salah satu kemampuan esensial dan dipelajari dalam pendidikan formal. Penelitian ini bertujuan untuk memperdalam hasil tes Programme for International Student Assessment (PISA) 2018 pada siswa di Indonesia, khususnya terkait aspek kognitif literasi baca yang terdiri dari kemampuan menemukan informasi dalam bacaan, kemampuan memahami bacaan, serta kemampuan melakukan evaluasi dan refleksi atas bacaan. Terdapat tiga prediktor yang digunakan, yakni jenjang pendidikan siswa, jenis kelamin siswa, serta growth mindset. Subjek penelitian kuantitatif ini adalah 12.098 siswa Indonesia yang menjadi peserta tes dan survei PISA 2018. Diperoleh informasi bahwa terjadi interaksi yang kuat antara jenis kelamin dan growth mindset serta antara jenjang pendidikan dan jenis kelamin terhadap literasi baca siswa. Secara umum dapat disimpulkan bahwa siswa laki-laki pada jenjang yang lebih tinggi dengan growth mindset memiliki literasi baca yang lebih baik. Oleh karena itu, upaya intervensi untuk meningkatkan literasi baca pada siswa perlu mempertimbangkan peningkatan growth mindset sebagai pengganti fixed mindset

    Analisis Hasil Belajar Kognitif Mahasiswa Melalui Peningkatan Otonomi Belajar dan Literasi Informasi Digital

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh otonomi belajar dan literasi informasi digital terhadap hasil belajar kognitif pada perkuliahan Statistik. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian ex-post facto. Partisipan pada penelitian ini ialah 32 mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Statistik. Data otonomi belajar dan literasi informasi digital dikoleksi dengan menggunakan angket selfassessment, sedangkan hasil belajar kognitif diukur dengan menggunakan tes. Data dianalisis menggunakan uji regresi ganda dan tunggal melalui SPSS 22. Analis regresi ganda membuktikan bahwa secara simultan, otonomi belajar dan literasi informasi digital berpengaruh kuat dan signifikan pada hasil belajar kognitif. Pengaruh ini bernilai positif. Artinya, peningkatan otonomi belajar dan literasi informasi digital akan turut meningkatkan hasil belajar kognitif. Analisis regresi tunggal menunjukkan bahwa secara terpisah otonomi belajar memiliki pengaruh yang kuat terhadap hasil belajar. Namun, literasi informasi digital hanya menunjukkan pengaruh yang lemah  terhadap hasil belajar kognitif. Dengan demikian, otonomi belajar dan literasi informasi digital berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif mahasiswa.      Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh otonomi belajar dan literasi informasi digital terhadap hasil belajar kognitif pada perkuliahan Statistik. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian ex-post facto. Partisipan pada penelitian ini ialah 32 mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Statistik. Data otonomi belajar dan literasi informasi digital dikoleksi dengan menggunakan angket self-assessment, sedangkan hasil belajar kognitif diukur dengan menggunakan tes. Data dianalisis menggunakan uji regresi ganda dan tunggal melalui SPSS 22. Analis regresi ganda membuktikan bahwa secara simultan, otonomi belajar dan literasi informasi digital berpengaruh kuat dan signifikan pada hasil belajar kognitif. Pengaruh ini bernilai positif. Artinya, peningkatan otonomi belajar dan literasi informasi digital akan turut meningkatkan hasil belajar kognitif. Analisis regresi tunggal menunjukkan bahwa secara terpisah otonomi belajar memiliki pengaruh yang kuat terhadap hasil belajar.  Namun, literasi informasi digital hanya menunjukkan pengaruh yang lemah terhadap hasil belajar kognitif. Dengan demikian, otonomi belajar dan literasi informasi digital berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif mahasiswa

    Daftar Isi, Editorial, Lembar Abstrak

    No full text
    Daftar isiDaftar Is

    Etnopedagogi: Gagasan dan Peluang Penerapannya di Indonesia

    Full text link
    Etnopedagogi adalah model pembelajaran baru yang masih dikembangkan hingga saat ini, baik secara konsep maupun implementasinya.  Etnopedagogi secara sederhana ialah pembelajaran berbasis etnik, baik yang digunakan sebagai sumber belajar maupun media pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan konsep Etnopedagogi, implementasi dan hasilnya, hambatan, serta tantangannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur sistematis. Tahapan pada penelitian ini adalah menentukan kata kunci, proses pencarian sesuai kriteria, dan analisis artikel. Data untuk studi literatur dikumpulkan dengan bantuan Publish or Perish software. Akses yang digunakan untuk mencari artikel yang dikaji menggunakan database Google Scholar dan Scopus dengan rentang waktu 10 tahun terakhir.  Hasil studi menunjukkan belum didapatkan konsep yang jelas mengenai Etnopedagogi. Hambatan yang berasal dari belum matangnya konsep menyebabkan implementasi Etnopedagogi yang belum matang, seperti minimnya kompetensi guru mengenai Etnopedagogi. Tantangan yang ada ialah para pemangku kepentingan pendidikan harus berani mengubah pandangan mengenai paradigma pembelajaran. Selain itu, perlu adanya pembenahan dari guru mengenai kompetensi Etnopedagogi. Dengan demikian, perlu adanya pematangan lebih lanjut mengenai konsep Etnopedagogi

    PEDOMAN PENULISAN

    No full text
    Pedoman Penulisan&nbsp

    Kondisi dan Disparitas APK SMP Tahun 2007 Dalam Rangka Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun

    Full text link
    Program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun merupakan salah satu kebijakan pendidikan yang akan dituntaskan tahun 2008 menggunakan ukuran APK SMP sebesar 95,00%. Ukuran penuntasan ada lima, yaitu paripurna, utama, madya, pratama, dan belum tuntas. Untuk mengetahui sejauh mana program tersebut dapat dituntaskan, dibahas APK SMP dan disparitas APK SMP tahun 2007 dibandingkan dengan tahun 2006. Populasi yang digunakan adalah 440 kabupaten/kota. Hasilnya menunjukkan hanya 187 kabupaten/kota (42,50%) yang telah tuntas paripurna (APK SMP >95%) dan yang belum tuntas (APK <80%) sebanyak 111 kabupaten/kota (25,23%). Provinsi DI Yogyakarta telah tuntas paripurna, provinsi Sulawesi Utara telah tuntas utama, Riau dan Bali telah tuntas madya, dan DKI Jakarta, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Jambi telah tuntas pratama. Dilihat dari disparitas APK secara nasional 23,93% hanya menurun 0,06 % dari tahun 2006. Disparitas terbesar di Nusa Tenggara Timur (45,30%) dan terkecil di Maluku Utara (1,28%).Program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun merupakan salah satu kebijakan pendidikan yang akan dituntaskan tahun 2008 menggunakan ukuran APK SMP sebesar 95,00%. Ukuran penuntasan ada lima, yaitu paripurna, utama, madya, pratama, dan belum tuntas. Untuk mengetahui sejauh mana program tersebut dapat dituntaskan, dibahas APK SMP dan disparitas APK SMP tahun 2007 dibandingkan dengan tahun 2006. Populasi yang digunakan adalah 440 kabupaten/kota. Hasilnya menunjukkan hanya 187 kabupaten/kota (42,50%) yang telah tuntas paripurna (APK SMP >95%) dan yang belum tuntas (APK <80%) sebanyak 111 kabupaten/kota (25,23%). Provinsi DI Yogyakarta telah tuntas paripurna, provinsi Sulawesi Utara telah tuntas utama, Riau dan Bali telah tuntas madya, dan DKI Jakarta, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Jambi telah tuntas pratama. Dilihat dari disparitas APK secara nasional 23,93% hanya menurun 0,06 % dari tahun 2006. Disparitas terbesar di Nusa Tenggara Timur (45,30%) dan terkecil di Maluku Utara (1,28%)

    Studi Pengembangan Model Program Kepemudaan Inovatif dan Produktif

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk: (a) Mengidentifikasi jenis program kepemudaan yang dilakukan oleh Pemerintah, (b) Mengidentifikasi keterlibatan pemuda pada program kepemudaan, (c) Memahami persepsi pemuda tentang program-program kepemudaan, (d) Memahami keterkaitan program dengan harapan memperoleh pekerjaan, (e) Mengetahui bentuk bantuan program kepemudaan, (f) Memahami persepsi pemuda terhadap bimbingan usaha, (g) Megetahui manfaat dan prospek pekerjaan atas program kepemudaan, dan (h) Merumuskan model kebijakan pembinaan kepemudaan. Penelitian dilakukan selama lima bulan, sejak Juli hingga November 2005. Sampel diambil secara purposive terhadap program KUPP. Komposisi responden: pemuda 760 orang, birokrat 76 orang, kepala desa 76 orang, mitra kerja 57orang, siswa 76orang. Metode analisis data menggunakan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) Program kepemudaan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan antara lain: SP3 dan KUPP, (b) Keterlibatan pemuda meliputi: LK, KKP, KPS, LK Aktivitas dan Mutu Kepemudaan, Program Partisipasi dan Wawasan Kepemudaan, Program Pengembangan Aktivitas Kepemudaan/Program Partisipasi dan Wawasan Pemuda., (c) Persepsi pemuda terhadap program bahwa keberadaan program dirasakan sangat penting, karena dapat menyalurkan bakat dan memberikan penghasilan. serta memberikan penghasilan dan menambah wawasan, (d) Keberadaan program dirasakan sangat penting, karena dapat menyalurkan bakat dan memberikan penghasilan dan menambah wawasan. Program tersebut bermanfaat bagi calon pencari kerja khususnya bagi pemuda yang belum bekerja pelatihan, (e) Bentuk bantuan nerupa uang sebesar Rp 1.250.000,00 sampai dengan Rp 50.000.000,00 (f) Persepsi pemuda tentang bimbingan usaha sangat baik. Sebagian besar peserta program mendapatkan bimbingan dari mitra, (g) Manfaat dan prospek pekerjaan dirasakan belum mampu meningkatkan besarnya penghasilan pekerjaan, akan tetapi sebagian besar peserta optimis prospek usaha mereka bisa bertahan, dan (h) Model kebijakan pembinaan pemuda yang dapat diterapkan yaitu Program Sarjana Pencipta Kerja Mandiri (Prospek Mandiri) sebagai pengganti SP3 dan program KUPP yang diperbaharui terutama dalam mekanisme pelaksanaannya.Tujuan penelitian ini adalah untuk: (a) Mengidentifikasi jenis program kepemudaan yang dilakukan oleh Pemerintah, (b) Mengidentifikasi keterlibatan pemuda pada program kepemudaan, (c) Memahami persepsi pemuda tentang program-program kepemudaan, (d) Memahami keterkaitan program dengan harapan memperoleh pekerjaan, (e) Mengetahui bentuk bantuan program kepemudaan, (f) Memahami persepsi pemuda terhadap bimbingan usaha, (g) Megetahui manfaat dan prospek pekerjaan atas program kepemudaan, dan (h) Merumuskan model kebijakan pembinaan kepemudaan. Penelitian dilakukan selama lima bulan, sejak Juli hingga November 2005. Sampel diambil secara purposive terhadap program KUPP. Komposisi responden: pemuda 760 orang, birokrat 76 orang, kepala desa 76 orang, mitra kerja 57orang, siswa 76orang. Metode analisis data menggunakan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) Program kepemudaan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan antara lain: SP3 dan KUPP, (b) Keterlibatan pemuda meliputi: LK, KKP, KPS, LK Aktivitas dan Mutu Kepemudaan, Program Partisipasi dan Wawasan Kepemudaan, Program Pengembangan Aktivitas Kepemudaan/Program Partisipasi dan Wawasan Pemuda., (c) Persepsi pemuda terhadap program bahwa keberadaan program dirasakan sangat penting, karena dapat menyalurkan bakat dan memberikan penghasilan. serta memberikan penghasilan dan menambah wawasan, (d) Keberadaan program dirasakan sangat penting, karena dapat menyalurkan bakat dan memberikan penghasilan dan menambah wawasan. Program tersebut bermanfaat bagi calon pencari kerja khususnya bagi pemuda yang belum bekerja pelatihan, (e) Bentuk bantuan nerupa uang sebesar Rp 1.250.000,00 sampai dengan Rp 50.000.000,00 (f) Persepsi pemuda tentang bimbingan usaha sangat baik. Sebagian besar peserta program mendapatkan bimbingan dari mitra, (g) Manfaat dan prospek pekerjaan dirasakan belum mampu meningkatkan besarnya penghasilan pekerjaan, akan tetapi sebagian besar peserta optimis prospek usaha mereka bisa bertahan, dan (h) Model kebijakan pembinaan pemuda yang dapat diterapkan yaitu Program Sarjana Pencipta Kerja Mandiri (Prospek Mandiri) sebagai pengganti SP3 dan program KUPP yang diperbaharui terutama dalam mekanisme pelaksanaannya

    Vol. 14, No. 071 (2008)

    No full text
    Cove

    Kependudukan dan Pembangunan Pendidikan

    Full text link
    Pembangunan pendidikan perlu memperhatikan keanekaragaman budaya, sosial, etnik, dan struktur serta populasi pendudukan. Indonesia memiliki potensi sumber daya alam dan jumlah penduduk yang jika dibina dan dan dikembangkan melalui sistem pendidikan yang tepat akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan penduduk. Sayangnya, sistem pembangunan pendidikan Indonesia selama ini lebih berorientasi dan pandangan ke dalam (inward looking) dalam rangka pencapaian target pembelajaran dan pengembangan peserta didik dan kurang memberikan orientasi dan pandangan ke luar (outward-looking) dalam rangka pengembangan dan investasi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat yang hasilnya baru dapat dilihat beberapa tahun mendatang (jangka panjang). Sebagai investasi, pembangunan pendidikan sudah selayaknya mendapatkan porsi anggaran yang signifikan dalam rangka meningkatkan kualitas SDM penduduk Indonesia sesuai dengan potensi alam sekitar agar dapat menghasilkan produk dan jasa layanan yang sangat kompetitif pasar global. Dengan demikian, jumlah pendudukan yang besar dan tersebar ini dapat dipetakan dan kemudian dikembangkan melalui strategi dan kebijakan pendidikan yang memperhatikan aspek-aspekpenting di luar pendidikan, baik ekonomi, politik, sosial, dan budaya bangsa Indonesia sehingga peringkat HDI Indonesia dapat terus meningkat ke arah yang lebih baik.Pembangunan pendidikan perlu memperhatikan keanekaragaman budaya, sosial, etnik, dan struktur serta populasi pendudukan. Indonesia memiliki potensi sumber daya alam dan jumlah penduduk yang jika dibina dan dan dikembangkan melalui sistem pendidikan yang tepat akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan penduduk. Sayangnya, sistem pembangunan pendidikan Indonesia selama ini lebih berorientasi dan pandangan ke dalam (inward looking) dalam rangka pencapaian target pembelajaran dan pengembangan peserta didik dan kurang memberikan orientasi dan pandangan ke luar (outward-looking) dalam rangka pengembangan dan investasi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat yang hasilnya baru dapat dilihat beberapa tahun mendatang (jangka panjang). Sebagai investasi, pembangunan pendidikan sudah selayaknya mendapatkan porsi anggaran yang signifikan dalam rangka meningkatkan kualitas SDM penduduk Indonesia sesuai dengan potensi alam sekitar agar dapat menghasilkan produk dan jasa layanan yang sangat kompetitif pasar global. Dengan demikian, jumlah pendudukan yang besar dan tersebar ini dapat dipetakan dan kemudian dikembangkan melalui strategi dan kebijakan pendidikan yang memperhatikan aspek-aspekpenting di luar pendidikan, baik ekonomi, politik, sosial, dan budaya bangsa Indonesia sehingga peringkat HDI Indonesia dapat terus meningkat ke arah yang lebih baik

    424

    full texts

    555

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇