Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Not a member yet
555 research outputs found
Sort by
Tradisi Pujan Kasanga: Mengungkap Konsep Keselarasan Hidup Masyarakat Tengger
Penelitian ini memiliki dua tujuan. Pertama, untuk mengungkap mitos Juadah Kirik sebagai potensi kekuatan jahat atau potensi kekuatan baik dan mengungkap peran mitos Pusaka Sunggasanga sebagai instrumen untuk menetralisasi keburukan dan menciptakan harmoni. Kedua, merefleksikan mitos Juadah Kirik dan Pusaka Sunggasanga sebagai konsep dan praktik keseimbangan Rwa Bhineda. Penelitian ini berpendekatan kualitatif dan berperspektif folkloristic. Data penelitian diperoleh melalui pengamatan langsung dan wawancara. Analisis data penelitian dilakukan dengan tahapan (1) mengidentifikasi informasi dan narasi mitos (reduksi); (2) mendeskripsikan nilai dan fungsi mitos dikaitkan dengan persepsi dan keyakinan (penyajian); dan (3) menarik simpulan fungsi mitos bagi penguatan eksistensi tradisi dan penegasan tujuan hidup (verifikasi). Hasil penelitian mengungkap, pertama, Juadah Kirik dimitoskan sebagai roh jahat pengganggu masyarakat, sementara itu Sunggasanga dimitoskan sebagai pusaka untuk menetralisasi roh jahat yang dapat mengubah peran Juadah Kirik dari pengganggu menjadi penjaga desa. Kedua, mitos Juadah Kirik dan Pusaka Sunggasanga merupakan proyeksi konsepsi ajaran keselarasan hidup masyarakat Tengger yang bersesuaian dengan ajaran keselarasan Hindu tentang Rwa Bhineda. Praktik Pujan Kasanga yang melatarbelakanginya merupakan praktik pemulihan keselarasan yang menciptakan ketenangan dan kebahagiaan dalam kehidupan masyarakat.Penelitian ini memiliki dua tujuan. Pertama, mengungkap mitos Juadah Kirik sebagai potensi kekuatan jahat atau potensi kekuatan baik dan mengungkap peran mitos Pusaka Sunggasanga sebagai instrumen untuk menetralisasi keburukan dan menciptakan harmoni. Kedua, merefleksikan mitos Juadah Kirik dan Pusaka Sunggasanga sebagai konsep dan praktik keseimbangan Rwa Bhineda. Penelitian ini berpendekatan kualitatif dan berperspektif folkloristic. Data penelitian diperoleh melalui pengamatan langsung dan wawancara. Analisis data penelitian dilakukan dengan tahapan (1) mengidentifikasi informasi dan narasi mitos (reduksi); (2) mendeskripsikan nilai dan fungsi mitos dikaitkan dengan persepsi dan keyakinan (penyajian); dan (3) menarik simpulan fungsi mitos bagi penguatan eksistensi tradisi dan penegasan tujuan hidup (verifikasi). Hasil penelitian mengungkap, pertama, Juadah Kirik dimitoskan sebagai roh jahat pengganggu masyarakat, sementara itu Sunggasanga dimitoskan sebagai pusaka untuk menetralisasi roh jahat yang dapat mengubah peran Juadah Kirik dari pengganggu menjadi penjaga desa. Kedua, mitos Juadah Kirik dan Pusaka Sunggasanga merupakan proyeksi konsepsi ajaran keselarasan hidup masyarakat Tengger yang bersesuaian dengan ajaran keselarasan Hindu tentang Rwa Bhineda. Praktik Pujan Kasanga yang melatarbelakanginya merupakan praktik pemulihan keselarasan yang menciptakan ketenangan dan kebahagiaan dalam kehidupan masyaraka
Implementasi Kurikulum Merdeka melalui Pembelajaran Berbasis Proyek pada Sekolah Penggerak Kelompok Bermain Terpadu Nurul Falah dan Ar-Rasyid Banda
Implementasi Kurikulum Merdeka merupakan upaya pemerintah untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi kurikulum merdeka melalui pembelajaran berbasis proyek. Jenis metode penelitian ialah kualitatif dengan pendekatan multi situs. Sumber data penelitian ini ialah guru dan kepala sekolah Kelompok Bermain Terpadu Nurul Falah dan Kelompok Bermain Ar-Rasyid Banda. Jenis data penelitian ini ialah teks refleksi guru, tuturan verbal, dan foto dokumentasi kegiatan. Instrumen penelitian inimenggunakan panduan observasi, panduan dokumentasi, dan format interviu. Teknik pengumpulan data penelitian ini meliputi observasi, analisis dokumen, dan interviu. Hasil riset ini disimpulkan bahwa tahap implementasi pembelajaran berbasis proyek yang diterapkan di Kelompok Bermain Terpadu Nurul Falah dan Kelompok Bermain Ar-Rasyid Banda meliputi tiga tahap, yaitu tahap permulaan, tahap pengembangan, dan tahap penyimpulan. Perbedaan utama tahap implementasi berbasis proyek terletak pada tahap permulaan yang diterapkan. Kelompok Bermain Terpadu Nurul Falah memetakan minat anak berdasarkan hasil pengamatan bersama anak, sedangkan Kelompok Bermain Ar-Rasyid Banda dalam memetakan minat anak melibatkan orang tua anak. Selain itu, dalam penyusunan perangkat ajar Kelompok Bermain Ar-Rasyid Banda kembali melibatkan guru, orang tua, dan komunitas belajar, seperti forum guru Pendidikan Anak Usia Dini di Maluku Tengah yang diikuti. Namun, Kelompok Bermain Terpadu Nurul Falah dalam penyusunan perangkat ajar hanya melibatkan guru pada saat melakukan refleksi setiap hari atau setiap minggu.Implementasi Kurikulum Merdeka merupakan upaya pemerintah untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi kurikulum merdeka melalui pembelajaran berbasis proyek. Jenis metode penelitian ialah kualitatif dengan pendekatan multi situs. Sumber data penelitian ini ialah guru dan kepala sekolah Kelompok Bermain Terpadu Nurul Falah dan Kelompok Bermain Ar-Rasyid Banda. Jenis data penelitian ini ialah teks refleksi guru, tuturan verbal, dan foto dokumentasi kegiatan. Instrumen penelitian inimenggunakan panduan observasi, panduan dokumentasi, dan format interviu. Teknik pengumpulan data penelitian ini meliputi observasi, analisis dokumen, dan interviu. Hasil riset ini disimpulkan bahwa tahap implementasi pembelajaran berbasis proyek yang diterapkan di Kelompok Bermain Terpadu Nurul Falah dan Kelompok Bermain Ar-Rasyid Banda meliputi tiga tahap, yaitu tahap permulaan, tahap pengembangan, dan tahap penyimpulan. Perbedaan utama tahap implementasi berbasis proyek terletak pada tahap permulaan yang diterapkan. Kelompok Bermain Terpadu Nurul Falah memetakan minat anak berdasarkan hasil pengamatan bersama anak, sedangkan Kelompok Bermain Ar-Rasyid Banda dalam memetakan minat anak melibatkan orang tua anak. Selain itu, dalam penyusunan perangkat ajar Kelompok Bermain Ar-Rasyid Banda kembali melibatkan guru, orang tua, dan komunitas belajar, seperti forum guru Pendidikan Anak Usia Dini di Maluku Tengah yang diikuti. Namun, Kelompok Bermain Terpadu Nurul Falah penyusunan perangkat ajar hanya melibatkan guru pada saat melakukan refleksi setiap hari atau setiap minggu
Perubahan Sikap Selama Transisi Pembelajaran: Studi Eksploratif pada Pendidikan Vokasional
Transisi pembelajaran dari daring menjadi luring pascapandemi Covid-19 mengungkap permasalahan pada sikap belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sikap belajar siswa yang terungkap pada masa transisi pembelajaran pada pendidikan vokasional, yang meliputi aspek menerima, menanggapi, menghargai, dan bertanggung jawab. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional . Sejumlah 233 siswa dan 127 guru pada pendidikan vokasional di Indonesia dilibatkan sebagai responden penelitian. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode kuesioner dengan instrumen angket Likert berskala 4. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dengan perbandingan antara periode pandemi dengan periode pascapandemi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan terhadap perubahan sikap pembelajaran pada aspek menerima. Hal ini disebabkan perubahan situasi belajar dan menghargai karena pengaruh perubahan lingkungan belajar di sekolah. Aspek bertanggung jawab tidak menunjukkan perubahan sikap yang signifikan karena membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membentuk kembali sikap ini. Aspek menanggapi menunjukkan hasil perbedaan cara pandang antara guru dan siswa karena kurangnya pengawasan pada saat pembelajaran daring berlangsung. Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti dan praktisi pendidikan kejuruan dapat mengambil peran untuk memulihkan dan membentuk kembali sikap belajar, khususnya tanggung jawab dan menanggapi dengan mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif.Transisi pembelajaran dari daring menjadi luring pascapandemi Covid-19 mengungkap permasalahan pada sikap belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sikap belajar siswa yang terungkap pada masa transisi pembelajaran pada pendidikan vokasional, yang meliputi aspek menerima, menanggapi, menghargai, dan bertanggung jawab. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional . Sejumlah 233 siswa dan 127 guru pada pendidikan vokasional di Indonesia dilibatkan sebagai responden penelitian. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode kuesioner dengan instrumen angket Likert berskala 4. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dengan perbandingan antara periode pandemi dengan periode pascapandemi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan terhadap perubahan sikap pembelajaran pada aspek menerima. Hal ini disebabkan perubahan situasi belajar dan menghargai karena pengaruh perubahan lingkungan belajar di sekolah. Aspek bertanggung jawab tidak menunjukkan perubahan sikap yang signifikan karena membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membentuk kembali sikap ini. Aspek menanggapi menunjukkan hasil perbedaan cara pandang antara guru dan siswa karena kurangnya pengawasan pada saat pembelajaran daring berlangsung. Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti dan praktisi pendidikan kejuruan dapat mengambil peran untuk memulihkan dan membentuk kembali sikap belajar, khususnya tanggung jawab dan menanggapi dengan mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif
Towards a Paradigm Shift: Analysis of Student Teachers’ and Teacher Education Institutions’ Readiness on Kurikulum Merdeka
This research is to examine the preparedness and initiatives of Teacher Training and Education Institutes (LPTK) and student teachers in implementing Kurikulum Merdeka. This cross-sectional study employs a phenomenological approach. The study encompasses 448 student teachers from various provinces in Indonesia. Data were gathered through a questionnaire featuring open-ended questions, and the results were analyzed using a multistage descriptive coding and pattern approach. The findings reveal that 82.81% of student teachers are ready to implement Kurikulum Merdeka. However, in terms of understanding, 24.55% of them still need to improve their understanding about the new curriculum. In conclusion, there persists a need to continually enhance the knowledge and skills of student teachers in navigating the implementation of Kurikulum Merdeka. Additionally, LPTK must ensure the provision of competencies adequately.This research is to examine the preparedness and initiatives of Teacher Training and Education Institutes (LPTK) and student teachers in implementing Kurikulum Merdeka. This cross-sectional study employs a phenomenological approach. The study encompasses 448 student teachers from various provinces in Indonesia. Data were gathered through a questionnaire featuring open-ended questions, and the results were analyzed using a multistage descriptive coding and pattern approach. The findings reveal that 82.81% of student teachers are ready to implement Kurikulum Merdeka. However, in terms of understanding, 24.55% of them still need to improve their understanding about the new curriculum. In conclusion, there persists a need to continually enhance the knowledge and skills of student teachers in navigating the implementation of Kurikulum Merdeka. Additionally, LPTK must ensure the provision of competencies adequately
Efektivitas Asesmen Autentik dalam Pembelajaran
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asesmen pembelajaran bermakna dan efektif yang diterapkan di kelas. Metode penelitian ini menggunakan Narrative Literature Review dimana peneliti mengkaji 9 artikel yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh peneliti. Artikel diambil dari beberapa database dengan kriteria yaitu penelitian yang dilakukan berlangsung dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, dilakukan pada jenjang SD-SMA sederajat dan mengkaji asesmen pembelajaran bermakna yang meliputi asesmen alternatif maupun asesmen otentik. Hasil penelitian ini adalah asesmen pembelajaran bermakna harus dilakukan secara autentik yakni peserta didik mampu mendemonstrasikan apa yang ia pahami atas pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan konteks kehidupannya dan akan efektif apabila lebih bersifat formatif yang memberikan berbagai informasi dalam bentuk umpan balik secara berkelanjutan bagi guru maupun peserta didik untuk saling merefleksikan guna mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Kesimpulannya adalah asesmen pembelajaran bermakna dan efektif berupa asesmen autentik yang dilakukan secara formatif mempunyai banyak manfaat bagi guru maupun peserta didik. Namun, terdapat beberapa tantangan yang perlu untuk diantisipasi oleh para guru agar proses penerapan di kelas bisa berjalan dengan optimal.
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asesmen pembelajaran bermakna dan efektif yang diterapkan di kelas. Metode penelitian ini menggunakan Narrative Literature Review dimana peneliti mengkaji 9 artikel yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh peneliti. Artikel diambil dari beberapa database dengan kriteria yaitu penelitian yang dilakukan berlangsung dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, dilakukan pada jenjang SD-SMA sederajat dan mengkaji asesmen pembelajaran bermakna yang meliputi asesmen alternatif maupun asesmen otentik. Hasil penelitian ini adalah asesmen pembelajaran bermakna harus dilakukan secara autentik yakni peserta didik mampu mendemonstrasikan apa yang ia pahami atas pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan konteks kehidupannya dan akan efektif apabila lebih bersifat formatif yang memberikan berbagai informasi dalam bentuk umpan balik secara berkelanjutan bagi guru maupun peserta didik untuk saling merefleksikan guna mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Kesimpulannya adalah asesmen pembelajaran bermakna dan efektif berupa asesmen autentik yang dilakukan secara formatif mempunyai banyak manfaat bagi guru maupun peserta didik. Namun, terdapat beberapa tantangan yang perlu untuk diantisipasi oleh para guru agar proses penerapan di kelas bisa berjalan dengan optimal.
 
Adaptasi dan Analisis Psikometri Skala Kompetensi Multikultural Calon Guru Menggunakan Pemodelan Rasch
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan kelayakan adaptasi the Multicultural Competence Scale for Prospective Teachers ke dalam versi Indonesia. Responden adalah 102 mahasiswa program studi keguruan. Responden ditentukan dengan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan secara online melalui google form. Secara keseluruhan terdapat empat analisis yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu proses adaptasi, pembersihan data dan validasi data, uji atribut psikometri di tingkat item, dan uji psikometri di tingkat instrumen. Hasilnya, secara keseluruhan skala telah memenuhi unidimensi dalam kriteria istimewa dibuktikan dengan nilai Raw Variance sebesar 76,2%. Demikian juga, skala ini memiliki keandalan susunan item yang istimewa dibuktikan dengan nilai item reliability sebesar 0,99. Dengan demikian, skala ini layak digunakan untuk meninjau kompetensi multikultural mahasiswa pada program studi keguruan sebagai dasar penyusunan kerangka program pendidikan dan pelatihan kompetensi multikultural bagi mahasiswa calon guru.Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan kelayakan adaptasi the Multicultural Competence Scale for Prospective Teachers ke dalam versi Indonesia. Responden adalah 102 mahasiswa program studi keguruan. Responden ditentukan dengan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan secara online melalui google form. Secara keseluruhan terdapat empat analisis yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu proses adaptasi, pembersihan data dan validasi data, uji atribut psikometri di tingkat item, dan uji psikometri di tingkat instrumen. Hasilnya, secara keseluruhan skala telah memenuhi unidimensi dalam kriteria istimewa dibuktikan dengan nilai Raw Variance sebesar 76,2%. Demikian juga, skala ini memiliki keandalan susunan item yang istimewa dibuktikan dengan nilai item reliability sebesar 0,99. Dengan demikian, skala ini layak digunakan untuk meninjau kompetensi multikultural mahasiswa pada program studi keguruan sebagai dasar penyusunan kerangka program pendidikan dan pelatihan kompetensi multikultural bagi mahasiswa calon guru
Front Cover
Cover
Cover