Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Not a member yet
555 research outputs found
Sort by
Implementasi Program Pemajuan Kebudayaan Desa: Tinjauan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Budaya
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas implementasi program Pemajuan Kebudayaan Desa (PKD) dalam upaya melindungi budaya tradisional dan memberikan ruang kepada komunitas untuk mengembangkan serta mengekspresikan budayanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan dukungan data-data kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring yang ditujukan kepada individu lokal desa yang terpilih sebagai fasilitator Program PKD atau Pendamping Kebudayaan Desa. Data dianalisis secara deskriptif dengan mengidentifikasi tema yang muncul dari respons kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan implementasi Program PKD mendorong pemerintah desa dan masyarakatnya memahami potensi budaya mereka sehingga meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian budaya. Program PKD juga memberi andil terhadap pembentukan ruang ekspresi budaya dan kerja sama antardesa pada sektor kebudayaan yang berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat. Kesimpulan, program PKD merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat berbasis budaya yang efektif meningkatkan kesadaran pemerintah dan masyarakat desa akan pentingnya upaya perlindungan dan pelestarian kebudayaan yang memiliki andil dalam kamajuan bangsa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas implementasi program Pemajuan Kebudayaan Desa (PKD) dalam upaya melindungi budaya tradisional dan memberikan ruang kepada komunitas untuk mengembangkan serta mengekspresikan budayanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan dukungan data-data kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring yang ditujukan kepada individu lokal desa yang terpilih sebagai fasilitator Program PKD atau Pendamping Kebudayaan Desa. Data dianalisis secara deskriptif dengan mengidentifikasi tema yang muncul dari respons kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan implementasi Program PKD mendorong pemerintah desa dan masyarakatnya memahami potensi budaya mereka sehingga meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian budaya. Program PKD juga memberi andil terhadap pembentukan ruang ekspresi budaya dan kerja sama antardesa pada sektor kebudayaan yang berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat. Kesimpulan, program PKD merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat berbasis budaya yang efektif meningkatkan kesadaran pemerintah dan masyarakat desa akan pentingnya upaya perlindungan dan pelestarian kebudayaan yang memiliki andil dalam kamajuan bangsa
Proses Adopsi Teknologi Generative Artificial Intelligence dalam Dunia Pendidikan: Perspektif Teori Difusi Inovasi
Penelitian ini bertujuan menganalisis proses yang dapat dilakukan dalam adopsi teknologi generative artificial Intelligence (AI) melalui perspektif teori difusi inovasi sehingga dapat memaksimalkan kebermanfaatannya. Metode yang digunakan adalah meta-sintesis dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh dari literatur Scopus yang dipublikasikan pada November 2023 – April 2024. Hasil meta-sintesis menunjukkan terdapat beberapa cara yang perlu dilakukan dalam mendukung proses adopsi generative AI, yaitu memahami potensi dan risiko, menanamkan nilai-nilai dasar penggunaan AI, meningkatkan kompetensi penyusunan prompt, meningkatkan penggunaan dan uji generative AI di dalam kelas, serta kolaborasi antar aktor dalam sektor pendidikan. Proses adopsi generative AI dihadapkan pada beberapa dilema dan tantangan. Dilema tersebut adalah menurunkan integritas akademik sehingga diperlukan penanaman nilai dasar penggunaan disamping perlunya keterampilan teknis dalam menyusun prompt. Tantangan lainnya adalah masih tertutupnya sistem pendidikan terhadap teknologi AI. Oleh karena itu, setiap aktor pendidikan harus berkolaborasi dalam menyosialisasikan generative AI, membuat kebijakan yang tepat untuk mengujicobakan AI, dan mengembangkan kurikulum agar teknologi generative AI dapat menjadi bagian dari pembelajaran. Kesimpulan, proses adopsi teknologi generative AI dalam dunia pendidikan menimbulkan dilema dan diperlukan kolaborasi para pemangku kepentingan pendidikan agar kehadiran teknologi tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik dalam pembelajaran.Penelitian ini bertujuan menganalisis proses yang dapat dilakukan dalam adopsi teknologi generative artificial Intelligence (AI) melalui perspektif teori difusi inovasi sehingga dapat memaksimalkan kebermanfaatannya. Metode yang digunakan adalah meta-sintesis dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh dari literatur Scopus yang dipublikasikan pada November 2023 – April 2024. Hasil meta-sintesis menunjukkan terdapat beberapa cara yang perlu dilakukan dalam mendukung proses adopsi generative AI, yaitu memahami potensi dan risiko, menanamkan nilai-nilai dasar penggunaan AI, meningkatkan kompetensi penyusunan prompt, meningkatkan penggunaan dan uji generative AI di dalam kelas, serta kolaborasi antar aktor dalam sektor pendidikan. Proses adopsi generative AI dihadapkan pada beberapa dilema dan tantangan. Dilema tersebut adalah menurunkan integritas akademik sehingga diperlukan penanaman nilai dasar penggunaan disamping perlunya keterampilan teknis dalam menyusun prompt. Tantangan lainnya adalah masih tertutupnya sistem pendidikan terhadap teknologi AI. Oleh karena itu, setiap aktor pendidikan harus berkolaborasi dalam menyosialisasikan generative AI, membuat kebijakan yang tepat untuk mengujicobakan AI, dan mengembangkan kurikulum agar teknologi generative AI dapat menjadi bagian dari pembelajaran. Kesimpulan, proses adopsi teknologi generative AI dalam dunia pendidikan menimbulkan dilema dan diperlukan kolaborasi para pemangku kepentingan pendidikan agar kehadiran teknologi tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik dalam pembelajaran
Dampak dan Tantangan Pemanfaatan ChatGPT dalam Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka: Tinjauan Literatur Sistematis
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan ChatGPT dalam pembelajaran di era Kurikulum Merdeka terkait penyebab pemanfaatan ChatGPT dalam pembelajaran, dampak yang timbul akibat pemanfaatan ChatGPT, dan tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian systematic literature review dengan teknik pengumpulan data menggunakan alur PRISMA. Data penelitian diperoleh dari literatur yang terpublikasi sejak November 2022 – Mei 2024 pada aplikasi Publish or Perish. Hasil penelitian menujukkan penyebab utama pemanfaatan ChatGPT dalam pembelajaran yaitu perkembangan teknologi dan inovasi pembelajaran, rendahnya keterampilan menulis, dan rendahnya kemampuan pemecahan masalah. Di samping itu, terdapat penyebab lain seperti kurangnya motivasi belajar, perubahan cara belajar, personalisasi belajar. Pemanfaatan ChatGPT memberi dampak positif terutama pada peningkatan motivasi dan minat belajar, peningkatan aktivitas dan hasil belajar, dan peningkatan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Namun demikian, pemanfaatan kecerdasan buatan ini memberi dampak negatif pula terutama ketergantungan pada teknologi, menimbulkan rasa malas, dan melemahkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas. Tantangan utama pemanfaatan ChatGPT adalah keakuratan informasi, etika akademik dan plagiarisme, kesenjangan teknologi, masalah privasi, serta internet. Kesimpulan, Pemanfaatan ChatGPT dalam lingkup akademik dapat mengatasi beberapa permasalahan pembelajaran. Namun, pemanfaatan kecerdasan buatan tersebut menimbulkan dampak positif dan negatif, sekaligus tantangan. Oleh karena itu, pemanfaatan ChatGPT memerlukan pengawasan dan penerapan etika akademik agar integritas hasil pembelajaran tetap terjaga.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan ChatGPT dalam pembelajaran di era Kurikulum Merdeka terkait penyebab pemanfaatan ChatGPT dalam pembelajaran, dampak yang timbul akibat pemanfaatan ChatGPT, dan tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian systematic literature review dengan teknik pengumpulan data menggunakan alur PRISMA. Data penelitian diperoleh dari literatur yang terpublikasi sejak November 2022 – Mei 2024 pada aplikasi Publish or Perish. Hasil penelitian menujukkan penyebab utama pemanfaatan ChatGPT dalam pembelajaran yaitu perkembangan teknologi dan inovasi pembelajaran, rendahnya keterampilan menulis, dan rendahnya kemampuan pemecahan masalah. Di samping itu, terdapat penyebab lain seperti kurangnya motivasi belajar, perubahan cara belajar, personalisasi belajar. Pemanfaatan ChatGPT memberi dampak positif terutama pada peningkatan motivasi dan minat belajar, peningkatan aktivitas dan hasil belajar, dan peningkatan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Namun demikian, pemanfaatan kecerdasan buatan ini memberi dampak negatif pula terutama ketergantungan pada teknologi, menimbulkan rasa malas, dan melemahkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas. Tantangan utama pemanfaatan ChatGPT adalah keakuratan informasi, etika akademik dan plagiarisme, kesenjangan teknologi, masalah privasi, serta internet. Kesimpulan, Pemanfaatan ChatGPT dalam lingkup akademik dapat mengatasi beberapa permasalahan pembelajaran. Namun, pemanfaatan kecerdasan buatan tersebut menimbulkan dampak positif dan negatif, sekaligus tantangan. Oleh karena itu, pemanfaatan ChatGPT memerlukan pengawasan dan penerapan etika akademik agar integritas hasil pembelajaran tetap terjaga
Analisis Implementasi Program Roots Indonesia dalam Penuntasan Isu Perundungan: Studi Kasus pada Beberapa Satuan Pendidikan di DKI Jakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi Program Roots Indonesia di DKI Jakarta, faktor-faktor yang menghambat berdasarkan indikator implementasi Van Meter dan Van Horn, dan strategi memaksimalkan hasil implementasi program tersebut. Subjek penelitian adalah enam satuan pendidikan pelaksana Program Roots tahun 2021 dan masih melaksanakan Program Roots pada tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan implementasi Program Roots di DKI Jakarta belum berjalan optimal. Belum optimalnya pelaksanaan program tersebut dipengaruhi oleh faktor perencanaan program, komitmen satuan pendidikan, regenerasi fasilitator guru, sinergi antara pemerintah daerah dengan pemangku kepentingan lainnya, pengawasan terhadap implementasi program, dan kondisi sosial. Srategi yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan implementasi Program Roots di DKI Jakarta adalah melalui penyesuaian Renstra, meningkatkan keterlibatan para pemangku kepentingan program, sosialisasi fleksibilitas sumber pendanaan, pemanfaatan platform merdeka mengajar bagi fasilitator guru, mengadakan kelas empati, membangun budaya anti kekerasan dengan melibatkan orang tua, menginisiasi gerakan untuk berani menolak perundungan, dan membangun suasana kelas yang inklusif. Kesimpulan, ditinjau dari indikator kinerja kebijakan publik implementasi Program Roots Indonesia belum sepenuhnya berjalan optimal dan diperlukan strategi implementasi sehingga berdampak pada penuntasan kasus perundungan pada satuan pendidikan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi Program Roots Indonesia di DKI Jakarta, faktor-faktor yang menghambat berdasarkan indikator implementasi Van Meter dan Van Horn, dan strategi memaksimalkan hasil implementasi program tersebut. Subjek penelitian adalah enam satuan pendidikan pelaksana Program Roots tahun 2021 dan masih melaksanakan Program Roots pada tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan implementasi Program Roots di DKI Jakarta belum berjalan optimal. Belum optimalnya pelaksanaan program tersebut dipengaruhi oleh faktor perencanaan program, komitmen satuan pendidikan, regenerasi fasilitator guru, sinergi antara pemerintah daerah dengan pemangku kepentingan lainnya, pengawasan terhadap implementasi program, dan kondisi sosial. Srategi yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan implementasi Program Roots di DKI Jakarta adalah melalui penyesuaian Renstra, meningkatkan keterlibatan para pemangku kepentingan program, sosialisasi fleksibilitas sumber pendanaan, pemanfaatan platform merdeka mengajar bagi fasilitator guru, mengadakan kelas empati, membangun budaya anti kekerasan dengan melibatkan orang tua, menginisiasi gerakan untuk berani menolak perundungan, dan membangun suasana kelas yang inklusif. Kesimpulan, ditinjau dari indikator kinerja kebijakan publik implementasi Program Roots Indonesia belum sepenuhnya berjalan optimal dan diperlukan strategi implementasi sehingga berdampak pada penuntasan kasus perundungan pada satuan pendidikan.
 
Implementasi Nilai Karakter melalui Pembelajaran Proyek untuk Anak Usia Dini pada Kurikulum Merdeka
Penelitian bertujuan mengidentifikasi implementasi nilai karakter melalui pembelajaran proyek anak usia dini pada Kurikulum Merdeka dan nilai karakter apa saja yang muncul dalam pembelajaran proyek. Pendekatan penelitan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data berasal dari kepala sekolah, guru, dan anak di sebuah satuan pendidikan anak usia dini. Jenis data penelitian adalah refleksi guru, verbal, dan dokumentasi kegiatan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan implementasi nilai karakter melalui pembelajaran proyek pada Kurikulum Merdeka menggunakan tahap permulaan, pengembangan, dan penyimpulan. Nilai karakter yang diimplementasikan pada pembelajaran proyek berbasis kelas mengacu pada tiga elemen capaian pembelajaran yaitu budi pekerti, jati diri, serta dasar-dasar literasi dan STEAM. Sedangkan pembelajaran proyek berbasis sekolah mengacu pada enam dimensi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Respon positif ditunjukkan oleh anak ketika mengikuti pembelajaran dengan metode proyek dan perilaku tanggung jawab, komunikatif dan kerja sama mengalami peningkatan yang cukup baik dan lebih sering muncul dalam keseharian anak. Dengan demikian, implementasi pembelajaran proyek pada Kurikulum dapat menjadi alat yang efektif untuk mengembangkan karakter anak sesuai dengan tujuan pendidikan karakter yang diharapkan. Penelitian bertujuan mengidentifikasi implementasi nilai karakter melalui pembelajaran proyek anak usia dini pada Kurikulum Merdeka dan nilai karakter apa saja yang muncul dalam pembelajaran proyek. Pendekatan penelitan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data berasal dari kepala sekolah, guru, dan anak di sebuah satuan pendidikan anak usia dini. Jenis data penelitian adalah refleksi guru, verbal, dan dokumentasi kegiatan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan implementasi nilai karakter melalui pembelajaran proyek pada Kurikulum Merdeka menggunakan tahap permulaan, pengembangan, dan penyimpulan. Nilai karakter yang diimplementasikan pada pembelajaran proyek berbasis kelas mengacu pada tiga elemen capaian pembelajaran yaitu budi pekerti, jati diri, serta dasar-dasar literasi dan STEAM. Sedangkan pembelajaran proyek berbasis sekolah mengacu pada enam dimensi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Respon positif ditunjukkan oleh anak ketika mengikuti pembelajaran dengan metode proyek dan perilaku tanggung jawab, komunikatif dan kerja sama mengalami peningkatan yang cukup baik dan lebih sering muncul dalam keseharian anak. Dengan demikian, implementasi pembelajaran proyek pada Kurikulum dapat menjadi alat yang efektif untuk mengembangkan karakter anak sesuai dengan tujuan pendidikan karakter yang diharapkan. 
Pengaruh Desentralisasi Fiskal dan Sistem Manajemen Pendidikan terhadap Mutu Sekolah Dasar di Kota Malang
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh desentralisasi fiskal dan sistem manajemen pendidikan terhadap mutu sekolah dasar. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan hipotesis. Populasi penelitian berjumlah 195 sekolah dasar neger di Kota Malang, Jawa Timuri. Pengambilan sampel dilakukan secara acak berstrata dan teknik pengambilan sampel probabilitas di mana total populasi dibagi menjadi kelompok berdasarkan kecamatan yang homogen. Jumlah sampel penelitian yang digunakan sejumlah 22 sekolah dasar negeri. Hasil penelitian menunjukkan desentralisasi fiskal berpengaruh tidak signifikan terhadap mutu sekolah tetapi terdapat pengaruh signifikans positif sistem manajemen pendidikan terhadap mutu sekolah dasar. Dengan demikian, desentraliasai fiskal dan manajemen pendidikan adalah faktor yang menentukan hasil pendidikan dan gabungan dampak keduanya bersifat sinergis dalam meningkatkan mutu sekolah.Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh desentralisasi fiskal dan sistem manajemen pendidikan terhadap mutu sekolah dasar. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan hipotesis. Populasi penelitian berjumlah 195 sekolah dasar neger di Kota Malang, Jawa Timuri. Pengambilan sampel dilakukan secara acak berstrata dan teknik pengambilan sampel probabilitas di mana total populasi dibagi menjadi kelompok berdasarkan kecamatan yang homogen. Jumlah sampel penelitian yang digunakan sejumlah 22 sekolah dasar negeri. Hasil penelitian menunjukkan desentralisasi fiskal berpengaruh tidak signifikan terhadap mutu sekolah tetapi terdapat pengaruh signifikans positif sistem manajemen pendidikan terhadap mutu sekolah dasar. Dengan demikian, desentraliasai fiskal dan manajemen pendidikan adalah faktor yang menentukan hasil pendidikan dan gabungan dampak keduanya bersifat sinergis dalam meningkatkan mutu sekolah
Primary School STEM Education Innovation through ICT Integration for Teacher Competency Development: A Systematic Literature Review
This study examines the integration of Information and Communication Technology (ICT) to enhance STEM learning in primary schools. Conducted via a systematic literature review (SLR) following PRISMA guidelines, articles from 2020 to 2024 were analyzed using Scopus. The findings underscore the profound impact of ICT integration on bolstering STEM education in primary settings. Effective implementation requires tailored teacher training programs and a comprehensive understanding of primary education dynamics. Despite challenges, addressing the nuanced needs and perceptions within primary education is imperative for advancing the quality of STEM education. Consequently, providing teachers with requisite support, including targeted training initiatives and a nuanced grasp of primary education requirements, is vital for fortifying the efficacy of STEM education in the future. To conclude, fostering a synergy between STEM and ICT yields significant enhancements in primary school learning outcomes.This study examines the integration of Information and Communication Technology (ICT) to enhance STEM learning in primary schools. Conducted via a systematic literature review (SLR) following PRISMA guidelines, articles from 2020 to 2024 were analyzed using Scopus. The findings underscore the profound impact of ICT integration on bolstering STEM education in primary settings. Effective implementation requires tailored teacher training programs and a comprehensive understanding of primary education dynamics. Despite challenges, addressing the nuanced needs and perceptions within primary education is imperative for advancing the quality of STEM education. Consequently, providing teachers with requisite support, including targeted training initiatives and a nuanced grasp of primary education requirements, is vital for fortifying the efficacy of STEM education in the future. To conclude, fostering a synergy between STEM and ICT yields significant enhancements in primary school learning outcomes