Jurnal Basicedu (Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai)
Not a member yet
3084 research outputs found
Sort by
Pojok Buku Smart School sebagai Upaya Peningkatan Literasi melalui Panggung Cerita di Sekolah Dasar
Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah upaya pemerintah dalam menuntaskan masalah literasi. Pojok buku smart school menjadi salah satu upaya implementasi GLS berfokus meningkatkan keterampilan literasi di sekolah dasar. Melalui kegiatan panggung cerita, peserta didik dapat mengimplementasikan hasil kegiatan literasi dengan suka cita. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep pojok buku smart school melalui panggung cerita, implementasi panggung cerita dalam meningkatkan keterampilan literasi peserta didik, serta analisis kendala selama kegiatan implementasi panggung cerita di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa: 1) Pojok buku smart school memiliki agenda unggulan, yaitu panggung cerita; 2) Implementasi pojok buku smart school melalui panggung cerita mampu meningkatkan minat literasi peserta didik; 3) Kendala yang terdapat pada pelaksanaan panggung cerita adalah keterbatasan waktu dan jenis buku yang kurang bervariasi. Simpulan penelitian ini adalah adanya dampak positif pojok buku smart school dalam meningkatkan literasi peserta didik di sekolah dasa
Transformasi Kurikulum 2013 Menuju Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar
Transformasi Kurikulum 2013 menuju Kurikulum Merdeka di SDN Belitung Utara 3 mengalami beberapa permasalahan yang terjadi. Permasalahan terbesar adalah mengenai program suatu lembaga pembelajaran yang diwujudkan dalam suatu dokumen dan hasil dari implementasi dokumen yang sudah disusun. Dampak apabila masalah yang ada di sekolah SDN Belitung Utara 3 tidak diatasi jika program pembelajaran SDN Belitung Utara 3 tidak diwujudkan atau tidak diimplementasikan sesuai dengan program yang sudah disusun maka bisa berdampak pada siswa secara langsung dan guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika transisi dari Kurikulum 2013 menuju Kurikulum Merdeka dalam proses pembelajaran. Pendekatan penelitian yang diterapkan bersifat kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data yang mencakup observasi, wawancara, serta analisis dokumentasi. Studi ini dilakukan dengan mengeksplorasi implementasi Kurikulum Merdeka secara langsung melalui interaksi dengan subjek penelitian. Prosedur penelitian diawali dengan wawancara mendalam terhadap subjek yang telah ditentukan, yang mencakup pengalaman dan persepsi pihak sekolah, guru, serta siswa terhadap perubahan kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam aspek program, metode, dan model pembelajaran yang diterapkan oleh sekolah selama proses transisi dari Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka. Secara spesifik, di SDN Belitung Utara 3, implementasi Kurikulum Merdeka berdampak pada peningkatan kreativitas siswa serta keterlibatan yang lebih mendalam dalam peran mereka sebagai peserta didik. Hal ini berkontribusi terhadap terciptanya pengalaman pembelajaran yang lebih menyenangkan, relevan, dan interaktif
Pengaruh Kemandirian Belajar, Lingkungan Sekolah, dan Efikasi Diri terhadap Hasil Belajar
Penelitian ini didasarkan pada pentingnya memahami pengaruh kemandirian belajar, lingkungan sekolah, dan efiaksi diri terhadap hasil belajar siswa, karena ketiga faktor tersebut saling berinteraksi dalam membentuk proses pembelajaran yang efektif dan memiliki dampak pada hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemandirian belajar, lingkungan sekolah, dan efikasi diri terhadap hasil belajar siswa. Penelitian dilakukan terhadap 35 siswa kelas VII di MTs Miftahiyah YASI Bangkalan menggunakan metode ex-post facto dengan pendekatan survei. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kemandirian belajar, lingkungan sekolah, dan efikasi diri memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa yang memiliki tingkat kemandirian belajar tinggi, didukung lingkungan sekolah yang kondusif, dan memiliki efikasi diri yang baik, cenderung mencapai hasil belajar yang lebih optimal. Berdasarkan hasil penelitian ini, direkomendasikan adanya program penguatan kemandirian belajar, peningkatan kualitas lingkungan sekolah, serta strategi pembelajaran yang mendukung pengembangan efikasi diri siswa untuk meningkatkan hasil belaja
Efektivitas Buku Cerita Bergambar Berbasis Isyarat dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Anak Tunarungu (Single Subject Research)
Anak tunarungu mengalami kendala dalam pemerolehan bahasa, sehingga mereka mengalami kendala bahasa, salah satunya adalah membaca dini. Media cerita bergambar dengan isyarat merupakan alat bantu pembelajaran yang memadukan teks dengan ilustrasi visual dan digunakan dengan bahasa isyarat, terbukti mampu meningkatkan kemampuan membaca dini anak tunarungu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media buku cerita bergambar dengan isyarat untuk meningkatkan kemampuan membaca sejak dini pada anak penyandang gangguan pendengaran. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen berupa Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, pengujian, dan dokumentasi. Teknik analisis data penelitian ini bersifat deskriptif, kemudian disajikan dalam bentuk grafik visual. Berdasarkan hasil tes, pada fase dasar (A) anak memperoleh skor konstan dari sesi 1 hingga sesi 5, yaitu skor 5. Kemudian, skor tes kemampuan membaca awal meningkat pada fase intervensi (B) dari sesi 1 menjadi 5 dengan skor 10, 20, 22, 22, dan 25. Temuan penelitian ini membuktikan bahwa bahasa isyarat dalam penggunaan media buku cerita bergambar mampu meningkatkan pemahaman kata dan kalimat pada anak tunarungu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media buku cerita bergambar berbasis isyarat efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca awal pada anak tunarungu
Analisis Kemampuan Pedagogik Guru dalam Membangun Motivasi Belajar Siswa Kelas V-B di Sekolah Dasar
Guru merupakan pemimpin dalam proses pembelajaran dan memiliki peran strategis dalam bidang pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kemampuan pedagogik guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V-B SDN Sukun 1 Malang. Metodologi kualitatif deskriptif digunakan untuk mengkarakterisasi dan menjelaskan fenomena secara menyeluruh. Berdasarkan hasil penelitian, guru di SDN Sukun 1 Malang telah melaksanakan pembelajaran yang mencakup semua aspek kompetensi pedagogik, seperti pengembangan kurikulum, penguasaan karakteristik siswa, pelaksanaan pembelajaran edukatif, pemahaman teori dan prinsip belajar, penilaian hasil belajar, dan pengembangan potensi siswa. Penerapan keenam unsur tersebut terbukti dapat meningkatkan semangat belajar siswa, terlihat dari meningkatnya keterlibatan siswa dalam kegiatan kelas, kepatuhan terhadap peraturan, dan perolehan informasi serta kemampuan baru. Dapat dikatakan bahwa kompetensi pedagogik guru sangat penting dalam membangun dan meningkatkan keinginan belajar sisw
Pengaruh Konten Edukasi Pada Akun TikTok @Vinamuliana Terhadap Tingkat Profesionalitas Mahasiswa Tingkat Akhir
Salah satu fenomena yang meramaikan platform media sosial TikTok adalah penawaran konten edukatif, yang berperan sebagai sarana pembelajaran alternatif yang memfasilitasi perolehan informasi dan pengetahuan yang baru. Salah satu akun yang menonjol dalam menyajikan konten edukatif adalah @Vinamuliana, yang mengupas beragam aspek dunia kerja. Pada masa saat ini, kompetisi di pasar kerja semakin ketat, menuntut individu untuk memiliki keterampilan, pengalaman, dan profesionalisme yang mencukupi guna memasuki ranah kerja. Ketersediaan konten edukatif seperti ini dapat memberikan bantuan signifikan kepada para calon pencari kerja, terutama generasi Z, dalam memperoleh pengetahuan serta mengembangkan profesionalisme mereka. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur dampak atau pengaruh konten edukatif yang disajikan oleh akun TikTok @Vinamuliana terhadap tingkat profesionalisme mahasiswa tingkat akhir. Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan kuantitatif dan menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana. Populasi yang digunakan adalah pengikut (followers) akun TikTok @Vinamuliana yang terdiri dari mahasiswa tingkat akhir berusia 21-25 tahun. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh signifikan sebesar 60,2% dan dapat disimpulkan bahwa konten edukatif yang disajikan oleh akun TikTok @Vinamuliana memiliki pengaruh yang positif terhadap tingkat profesionalisme mahasiswa tingkat akhi
Efektivitas Metode Cooperative Script dalam Meningkatkan Kemampuan Bahasa Indonesia Siswa Kelas V SD
Pembelajaran bahasa Indonesia di tingkat sekolah dasar merupakan langkah awal yang penting dalam mengembangkan kemampuan berbahasa siswa secara menyeluruh. Jadi, guru perlu cermat dalam memilih metode pembelajaran yang cocok supaya siswa bisa memahami dengan baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana penerapan metode pembelajaran cooperative script dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas V di SDN Slopeng I dapat mengembangjan kemampuan komunikasi siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan guru dan siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran cooperative script memberikan dampak positif pada proses pembelajaran Bahasa Indonesia. Awalnya, sekitar 60% hasil belajar siswa dibawah KKM, setelah penerapan metode ini meningkat menjadi sekitar 85%. Siswa lebih aktif, kreatifitas berkembang, dan percaya diri dalam berinteraksi dan berkolaborasi dengan teman sebayanya. Selain itu, kemampuan berbahasa siswa, terutama dalam hal berbicara dan menulis, juga mengalami peningkatan. Akan tetapi, masih ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam penerapan metode ini, seperti perbedaan kemampuan siswa dan keterbatasan waktu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode cooperative script sangat berpotensi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia, namun perlu dilakukan upaya lebih lanjut untuk mengatasi tantangan yang ada
Upaya Meningkatkan Pemahaman Siswa dalam Materi Sifat-Sifat Cahaya melalui Penerapan Metode Eksperimen di Sekolah Dasar
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada pembelajaran sifat-sifat cahaya ditemukan beberapa masalah diantaranya kurangnya pengeksplorasian media pembelajaran, siswa kurang aktif, pembelajaran terpusat pada guru, dan hasil tes pemahaman siswa rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu siswa memahami berbagai sifat cahaya dengan menggunakan pendekatan eksperimen. Penelitian ini menggunakan desain model Kemmis dan Taggart dan diklasifikasikan sebagai penelitian tindakan kelas (PTK). Siswa kelas V SD menjadi subjek penelitian. Temuan penelitian ini dengan menggunakan tes pemahaman mengenai berbagai sifat dari cahaya, siswa yang lulus dari data awal hanya 38% dari jumlah yang ada. Pada siklus I mengalami kenaikan 59% dari jumlah yang ada, pada siklus II mengalami kenaikan 80% dari jumlah yang ada, dan pada siklus III mengalami kenaikan lagi 96% dari jumlah yang ada. Sementara itu, berdasarkan hasil eksperimen melalui performance test, pada siklus I persentase yang melakukan eksperimen dengan baik adalah 60%, pada siklus II 85%, dan pada siklus III 100%. Dengan melihat hasil dari penelitian tindakan kelas, guru dapat memasukkan pendekatan eksperimen ke dalam pembelajaran sehari-hari, terutama ketika mengajarkan sifat-sifat dari cahaya
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPAS melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning Materi Wujud Zat dan Perubahannya pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
Hasil belajar IPAS rendah, dengan sepuluh siswa berada di bawah nilai KKM, menunjukkan bahwa guru memakai model pembelajaran konvensional. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar IPA memakai model pembelajaran berbasis masalah untuk materi wujud zat dan variasinya pada siswa kelas IV SDN 001 Tebing. Penelitian tindakan kelas ini berfokus pada perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi Model Kemmis dan Mc. Taggart. Hasil penelitian ini memperlihatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV C SDN 001 Tebing dapat ditingkatkan dengan model pembelajaran berbasis masalah pada materi wujud zat dan transformasinya. Pada siklus tindakan I, model pembelajaran berbasis masalah menghasilkan nilai total 1850, nilai rata-rata 77,08%, dan persentase ketuntasan klasikal 70,83%. Pada siklus II yang memiliki nilai total 2040 dan nilai rata-rata 85,00%, persentase ketuntasan klasikal 83,33%
Pentingnya Peran Orang Tua dalam Membentuk Karakter Anak
Orang tua memainkan peran yang signifikan dalam perkembangan kepribadian anak sebagai fondasi masa depan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dalam pembentukan karakter anak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur dari berbagai sumber terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran signifikan sebagai teladan utama melalui pemberian contoh perilaku positif, dialog terbuka, pembiasaan nilai-nilai moral, dan pengawasan yang konsisten. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi tantangan yang dihadapi orang tua, seperti kurangnya waktu akibat kesibukan pekerjaan dan pengaruh lingkungan negatif. Namun, sinergi antara ayah dan ibu dalam pengasuhan mampu memperkuat pembentukan karakter anak secara lebih holistik. Kesimpulannya, keterlibatan aktif orang tua dengan pendekatan yang tepat dapat menciptakan generasi yang berkarakter kuat, religius, dan bertanggung jawab. Penelitian ini memberikan wawasan praktis dan rekomendasi yang relevan untuk mendukung pendidikan karakter di keluarga. Penelitian ini juga memberikan wawasan tentang pentingnya sinergi antara ayah dan ibu dalam pengasuhan, mengubah paradigma dari "motherhood" menjadi "parenthood" yang inklusi