Jurnal Basicedu (Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai)
Not a member yet
3084 research outputs found
Sort by
Penerapan Pendekatan Pembelajaran Kontekstual untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika pada Materi Pecahan di Kelas VI Sekolah Dasar
Pecahan merupakan konsep fundamental yang memiliki penerapan luas dalam kehidupan sehari-hari, seperti dalam pembagian makanan, pengukuran bahan, atau pembagian waktu. Pemahaman konsep pecahan menjadi penting karena berkaitan erat dengan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah nyata yang melibatkan proporsi, rasio, dan perbandingan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep matemaika dan pemahaman konsep siswa melalui pendekatan pembelajaran kontekstual di kelas VI SDN 151/IV Kota Jambi. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang meliputi perencanaan, tindakan dan observasi, serta refleksi pada setiap siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri 151/IV Kota Jambi yang berjumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Indikator keberhasilan adalah ?75% dari jumlah peserta didik telah mencapai KKM yang ditentukan yaitu 70. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang masing-masing terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pada siklus I, persentase keberhasilan kelas mencapai 67,5% dengan predikat "cukup," sementara pada siklus II meningkat menjadi 79,4% dengan predikat "baik." Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual secara bertahap dapat meningkatkan keterlibatan aktif siswa, rasa tanggung jawab, dan kerjasama kelompok. Perbaikan pada siklus II, seperti penyampaian tujuan pembelajaran, penggunaan media, dan pembagian kelompok heterogen, berkontribusi signifikan terhadap peningkatan hasil belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika pada materi pecahan di kelas VI SD Negeri 151/IV Kota Jambi
Meta Analisis: Pengaruh Strategi 3M terhadap Keterampilan Menulis Pelajaran Bahasa Indonesia
Strategi 3M (Meniru, Mengolah, dan Mengembangkan) merupakan salah satu strategi pembelajaran yang dapat menumbuhkan motivasi dan kreativitas dalam keterampilan menulis siswa. Tujuan dalam penelitian meta analisis ini adalah untuk mengidentifikasi: (1) pengaruh strategi 3M terhadap keterampilan menulis; (2) uji sampel berpasangan; dan (3) effect size total penerapan strategi 3M terhadap hasil belajar siswa dalam keterampilan menulis pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Peneliti menganalisis 15 artikel yang terdiri dari jurnal nasional dengan rentan waktu terbit 2016 hingga 2023, dimana sebagian besar jurnal tersebut telah terakreditasi SINTA. Dasar pemilihan artikel tersebut adalah adanya data dalam bentuk skor yang diperoleh sebelum dan sesudah penerapan strategi 3M. Hasil penelitian meta analisis menunjukkan bahwa strategi 3M meningkatkan keterampilan menulis sebesar 13,67% dengan hasil uji sampel berpasangan menunjukkan bahwa thitung = 9.94 > ttabel=2.14, maka H0 ditolak. Kemudian rata-rata effect size sebanyak 2,7 yang termasuk kategori sangat besar menurut kategori penilaian Cohen. Penerapan strategi 3M terbukti berpengaruh sangat besar dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa di berbagai jenjang pendidika
Pendidikan Sebagai Benteng Ideologi: Membangun Ketahanan terhadap Pengaruh Komunisme
Pendidikan memegang peranan krusial dalam membangun ketahanan ideologi bangsa, terutama di tengah arus globalisasi yang dipenuhi berbagai tantangan dan pengaruh ideologi asing seperti komunisme. Artikel ini mengkaji peranan strategis pendidikan sebagai benteng utama dalam menjaga ideologi Pancasila melalui pendekatan yang mengintegrasikan kurikulum relevan, metode pengajaran inovatif, serta pemanfaatan teknologi modern. Selain itu, peran keluarga sebagai pendukung utama pendidikan di rumah juga dibahas untuk melengkapi upaya membentuk karakter ideologis generasi muda. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk masyarakat Indonesia yang menjadikan pancasila sebagai ideologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur. Data yang digunakan diperoleh dari berbagai jurnal dan artikel ilmiah yang relevan. Untuk analisis data, penelitian ini menggunakan teknik analisis isi. Dengan pendekatan holistik ini, pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai alat untuk membentuk pola pikir kritis dan jiwa patriotik dalam menghadapi ancaman ideologi asing. Artikel ini menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, keluarga, dan teknologi dalam menciptakan generasi muda yang memiliki ketahanan ideologi kokoh. Generasi muda yang memiliki ketahanan ideologi yang kuat akan menjadi pelindung utama bagi masa depan Indonesia yang lebih bai
Peran Club Mading dalam Pengembangan Literasi Menulis Siswa Sekolah Dasar
Literasi adalah bagian integral dari proses pendidikan yang memungkinkan siswa mengakses, memahami, dan menerapkan pengetahuan, termasuk kemampuan menulis dalam berbagai bentuk teks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Club Mading dalam mengembangkan literasi menulis siswa di SDN Semper Barat 15 Pagi. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggabungkan tiga teknik pengumpulan data, yaitu wawancara, observasi, dan studi dokumen. Partisipan penelitian ini terdiri dari siswa kelas 5 yang menjadi anggota Club Mading, wali kelas 5, guru pembimbing Club Mading, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan kepala sekolah. Teknik analisis data menggunakan model interaktif yang mencakup pengumpulan, penyajian, kondensasi, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan Club Mading memberikan kontribusi positif terhadap literasi menulis siswa, terutama dalam aspek pengembangan ide, keterampilan berbahasa, dan kepercayaan diri. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong siswa untuk lebih aktif membaca dan berbagi informasi dengan teman-temannya. Dukungan dari guru pembimbing dan lingkungan sekolah yang kondusif menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan keberagaman kegiatan dan kolaborasi dengan program literasi lainnya untuk hasil yang lebih optima
Analisis Kemampuan Motorik Anak Autisme di Sekolah Luar Biasa
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan motorik kasar dan halus pada anak dengan autisme di SLB Tamansari, Kota Tasikmalaya. Masalah yang diambil adalah hambatan dalam keterampilan motorik yang dapat mempengaruhi pembelajaran dan interaksi sosial mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek dari penelitian ini melibatkan tiga siswa dengan autisme yang didampingi oleh guru pendamping. Hasil Penelitian menunjukan bahwa kemampuan motorik kasar sebagian subjek cukup baik, terutama dalam aktivitas dasar seperti berjalan dan berlari. Namun, terdapat tantangan dalam melakukan gerakan yang membutuhkan koordinasi kompleks, seperti gerakan jongkok dan beberapa aktivitas dalam ibadah. Kemampuan motorik halus subjek cenderung lebih terbatas, terutama dalam aktivitas seperti memegang alat tulis, mengancingkan pakaian, dan kegiatan manipulatif lainnya. Hambatan ini dipengaruhi oleh keterbatasan fokus dari subjek. pola perilaku berulang serta koordinasi mata-tangan yang belum optimal. penelitian ini menekankan pentingnya intervensi yang terstruktur, dukungan intensif dari keluarga dan guru, serta lingkungan pendidikan yang inklusif uruk membantu meningkatkan kemampuan motorik pada anak dengan autism
Aktualisasi Peran Guru dalam Meningkatkan Karakter Mandiri Anak Usia 5-6 Tahun
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tentang aktualisasi peran guru dalam meningkatkan karakter mandiri anak usia 5-6 tahun di PAUD PKK Sungai Bangkong Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah dua orang guru kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1. Aktualisasi peran guru sebagai pembimbing guru membimbing anak melakukan kegiatan dan aktivitas pembelajaran, guru melakukan pengamatan dan penilaian disetiap perkembangan anak, guru mengajak anak melakukan kegiatan pembelajaran aktif. 2. Aktualisasi peran guru sebagai motivator guru memberikan pujian, reward, prnghargaan kecil kepada anak. 3. Aktualisasi peran guru sebagai fasilitator guru menstimulus anak, penyediaan media pembelajaran yang memadai dan lingkungan sekolah yang aman b
Efektivias Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode kualitatif deskriptif digunakan pada penelitian ini melalui studi pustaka atau Study Literature Review (SLR). SLR merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan dengan mengidentifikasi, mengkaji, mengevaluasi, dan menafsirkan penelitian yang tersedia. Data yang diperoleh berupa data sekunder berbentuk artikel yang berkaitan dengan permasalahan penelitian. Data dikumpulkan dari berbagai jurnal pendidikan terindeks sinta 1-4 dalam rentang tahun 2019-2024. Sebanyak 20 artikel dikumpulkan selanjutnya data diproses melalui reduksi data sehingga diambil 14 artikel, 4 artikel berkenaan model PBL, 5 artikel berkenaan kemampuan berpikir kritis, dan 5 artikel berkenaan efektivitas model PBL dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Selanjutnya, menarik kesimpulan dari penelitian sebelumnya tentang seberapa efektif model PBL. Hasil kajian menunjukkan bahwa 1) model PBL berpotensi efektif meningkatkan berpikir kritis siswa; 2) kemampuan berpikir kritis siswa selain dipengaruhi oleh fisiologis, kecerdasan, dan motivasi juga dipengaruhi oleh gaya belajar dan berpikirnya. Maka dari itu, PBL dapat menjadi alternatif dalam pembelajaran yang mendorong peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa
Pengaruh Literasi Digital, Pembelajaran CPS, dan Gaya Belajar terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas V di SD Negeri 2 Tegalgot. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh literasi digital, model pembelajaran creative problem solving (CPS), dan gaya belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 2 Tegalgot, dipilih secara purposive. Instrumen yang digunakan meliputi angket, observasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital dan model pembelajaran CPS berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Sebaliknya, gaya belajar siswa tidak memberikan pengaruh signifikan secara parsial. Namun, ketiga variabel tersebut secara simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Temuan ini memberikan implikasi bahwa integrasi literasi digital dan penerapan pembelajaran CPS dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di sekolah dasar
Pengambilan Keputusan Berdasarkan Analisis SWOT dalam Pengembangan Mutu melalui Program Inklusi di Sekolah Dasar
Peningkatan mutu pendidikan inklusi di sekolah dasar menuntut adanya pendekatan manajerial yang sistematis dan berbasis pada data faktual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis program inklusi di Sekolah Dasar di Tenggarong melalui pendekatan manajemen mutu terpadu dengan menggunakan analisis SWOT. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah memiliki kekuatan dalam hal kompetensi guru, fasilitas yang mendukung pembelajaran inklusif, serta keterlibatan aktif orang tua. Di sisi lain, kelemahan yang ditemukan meliputi kurangnya pelatihan khusus bagi guru dan keterbatasan sumber daya pendukung. Peluang eksternal seperti dukungan kebijakan pemerintah dan potensi kemitraan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu program, sementara ancaman berupa stigma sosial dan persaingan antar sekolah perlu diantisipasi secara strategis. Analisis SWOT terbukti menjadi alat yang efektif untuk merumuskan strategi pengambilan keputusan berbasis fakta dalam pengembangan mutu pendidikan inklusi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi SWOT dalam kerangka manajemen mutu terpadu memperkuat perencanaan mutu sekolah inklusif yang adaptif, kontekstual, dan berkelanjutan
Model PBL-STEAM sebagai Strategi Inovatif dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Menengah Pertama
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan STEAM terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas VIII SMPN 2 Tinambung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain nonequivalent control group design. Sampel terdiri dari dua kelas, yaitu kelas VIII-A sebagai kelompok kontrol dan VIII-B sebagai kelompok eksperimen, masing-masing berjumlah 30 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes keterampilan berpikir kritis berdasarkan indikator Facione (2015) yang meliputi analisis, evaluasi, menyimpulkan, menjelaskan, dan merefleksi, terdiri dari 20 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian. Data dianalisis menggunakan uji independent sample t-test setelah memenuhi asumsi normalitas dan homogenitas. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL dengan pendekatan STEAM efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis sisw