Jurnal Basicedu (Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai)
Not a member yet
3084 research outputs found
Sort by
Penerapan Teori Belajar Sosial Pemberian Reward and Punishment Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Sekolah Dasar
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pelaksanaan dan dampak Penerapan teori belajar sosial dengan dalam pemberian Reward dan Punishment dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di SD Negeri 107967 Pelintahan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif bentuk penelitian desain eksperimen menggunakan metode penelitian pre eksperimental design jenis one group pretest posttest design. Hasil penelitian menunjukkkan Data pre-test memiliki nilai rata-rata 48,57. Hasil post-test memiliki nilai rata-rata 78,09. Artinya rata-rata nilai post-test lebih besar daripada rata-rata nilai pre-test. Terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan sehingga ada pengaruh penerapan teori belajar sosial berupa pemberian Reward and Punishment bahwa Ha diterima dan H0 ditolak karena nilai signifikansi (2-tailed) lebih kecil dari 0,05 yakni 0,000 < 0,05. Peningkatan N-Gain menunjukkan peningkatan pemahaman peserta didik terhadap materi setelah pembelajaran dengan N-Gain Skor dengan kategori Sedang. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa terdapat hasil yang signifikan pemberian Reward terhadap motivasi belajar peserta didik. Apabila pendidik memberi Reward and punishmet kepada peserta didik, maka motivasi belajar peserta didik dapat meningka
Transformasi Seleksi Peserta Didik dari PPDB ke SPMB Tahun 2025
Kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi telah menimbulkan berbagai persoalan, seperti ketimpangan akses pendidikan dan manipulasi data domisili. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi kebijakan seleksi dari sistem PPDB menuju Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang mulai diterapkan pada tahun 2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dan analisis isi terhadap dokumen kebijakan dan literatur relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SPMB hadir sebagai respons terhadap kelemahan sistem zonasi, dengan membawa empat jalur penerimaan baru: domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Jalur-jalur ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan inklusivitas, serta menjamin keadilan sosial. SPMB juga menandai pergeseran paradigma seleksi dari pendekatan administratif menuju sistem yang lebih transparan, akuntabel, dan berbasis keadilan sosial. Transformasi ini turut mendorong integrasi teknologi dan fleksibilitas daerah dalam menentukan mekanisme seleksi sesuai konteks lokal. Kesimpulannya, kebijakan SPMB menjadi langkah progresif dalam penyelenggaraan pendidikan yang lebih adil, adaptif, dan inklusif di Indonesi
Analisis Kesesuaian Modul Ajar dengan Pelaksanaan Pembelajaran Bahasa Jawa Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Modul Ajar digunakan sebagai pedoman pembelajaran saat ini. Pada pelaksanaanya, pembelajaran tidak sepenuhnya berjalan sesuai dengan pedoman yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian modul ajar dengan pelaksanaan pembelajaran bahasa Jawa di SMP Negeri 26 Semarang, mengetahui kendala yang mempengaruhi kesesuaian modul ajar dengan pelaksanaan pembelajaran bahasa Jawa di SMP Negeri 26 Semarang, dan merumuskan solusi atas kendala yang mempengaruhi kesesuaian modul ajar dengan pelaksanaan pembelajaran bahasa Jawa di SMP Negeri 26 Semarang. Metode kualitatif serta pendekatan studi kasus digunakan pada penelitian ini. Pada penelitian ini telah ditemukan hasil bahwa terdapat kesesuaian dan ketidaksesuaian pada penerapan modul ajar bahasa Jawa di kelas. Ketidaksesuaian tersebut dipengaruhi oleh kendala-kendala baik dari guru itu sendiri, waktu, bahasa, hingga sarana dan prasarana. Berdasarkan kendala-kendala tersebut diperoleh solusi seperti meningkatkan kualitas guru dalam penyusunan modul ajar dengan pelatihan, penggunaan kamus bahasa Jawa dalam kegiatan pembelajaran, serta memperbaiki sarana dan prasarana di sekolah. Dari perbandingan dua guru yang berbeda, pembelajaran oleh guru yang membuat modul ajar sendiri cenderung lebih tersusun daripada guru yang menggunakan modul ajar dari MGM
Media Game Edukasi: Studi Validitas dan Kepraktisan dalam Pembelajaran IPA untuk Literasi Sains Siswa Kelas V Sekolah Dasar
Literasi sains merupakan keterampilan esensial yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas dan kepraktisan media game edukasi berorientasi Higher Order Thinking Skills (HOTS) guna meningkatkan literasi sains siswa kelas V Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan tahapan analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Validitas media game edukasi dinilai oleh tiga ahli, yaitu ahli materi pembelajaran, ahli media pembelajaran, dan ahli desain pembelajaran. Hasil validitas menunjukkan bahwa media game edukasi memperoleh skor rata-rata 4,79 dari ahli materi pembelajaran (sangat baik), 4,79 dari ahli media pembelajaran (sangat baik), dan 4,84 dari ahli desain pembelajaran (sangat baik). Kepraktisan media diuji melalui uji coba perorangan dan uji coba kelompok kecil, dengan hasil rata-rata persentase kepraktisan sebesar 93% (sangat baik) pada uji coba perorangan dan 95% (sangat baik) pada uji coba kelompok kecil. Dengan demikian, media game edukasi yang dikembangkan terbukti valid dan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran IPA guna meningkatkan literasi sains sisw
Keterkaitan Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Pelajar dalam Memilih Jajanan
Konsumsi jajanan tidak sehat di kalangan siswa SMP merupakan masalah kesehatan yang berdampak negatif jangka panjang. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara sikap, perilaku, dan pengetahuan siswa SMP Negeri 1 Gempol, Kabupaten Cirebon mengenai konsumsi jajanan sehat. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif cross-sectional, dengan mengumpulkan data dari 161 siswa kelas sembilan yang dipilih secara acak menggunakan kuesioner. Temuan penelitian menunjukkan adanya korelasi yang kuat antara sikap, tindakan, dan pengetahuan siswa tentang mengonsumsi camilan bergizi. Siswa dengan pengetahuan baik tentang gizi dan zat aditif makanan cenderung memiliki siskap positif terhadap jajanan sehat, yang memengaruhi perilaku mereka dalam memilih jajanan. Nilai Perarson Chi-Square sebesar 70.591 (df=4, p<0,001) menunjukan hasil yang valid dan andal. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa intervensi untuk meningkatkan pengetahuan gizi dan kesehatan, serta mengubah sikap siswa, efektif mendorong perilaku konsumsi jajanan yang lebih bai
Kajian Pembentukan Nilai Karakter Peserta Didik dalam Tradisi Lampu Colok Bengkalis di Provinsi Riau
Tradisi Lampu Colok dilaksanakan dibulan Ramadhan, dan tradisi ini menjadi media untuk syiar Islam yang memiliki banyak nilai-nilai karakter. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis nilai-nilai karakter yang terkandung dalam tradisi Lampu Colok di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tradisi Lampu Colok terdapat nilai-nilai karakter seperti gotong royong, religiusitas, kejujuran, toleransi, disiplin, kreativitas, cinta tanah air, kepedulian sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan. Nilai-nilai ini perlu diajarkan kepada setiap generasi masyarakat Indonesia, khususnya di Kabupaten Bengkalis. Oleh karena itu, tradisi ini harus dilestarikan dan diperkenalkan kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama di Kabupaten Bengkalis. Tradisi Lampu Colok bermula dari penggunaan lampu minyak sebagai pengganti penerangan listrik di masa lalu. Warga yang pergi ke masjid dan surau membawa lampu minyak untuk menerangi perjalanan mereka dan saat ini, masyarakat menjadi lebih kreatif dengan memasang lampu colok sepanjang jala
Efektivitas Strategi Student Team Heroic Leader Berbantuan Media Digital Microsite dalam Pembelajaran Matematika SMP
Penelitian ini dilaksanakan karena keinginan untuk menerapkan digitalisasi dalam pembelajaran dan meningkatkan kolaborasi pada siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas Strategi Student Team Heroic Leader berbantuan Media Digital Microsite pada pembelajaran matematika SMP, media digital yang digunakan adalah microsite yang didalamnya terdapat bahan ajar, asesmen dan juga video pembelajaran yang bisa mereka akses kapanpun dan dimanapun (AnaLog SIBer) sebagai bahan mereka untuk belajar secara mandiri ataupun berkelompok. Jenis penelitian ini adalah penelitian Pre Experimental design dengan pendekatan kuantitatif dan metode penelitian yang digunakan adalah metode statistika. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 5 Sungai Kakap kelas VIIIA dengan sampel 20 siswa. Analisis data menggunakan rumus uji normalitas gain yang kemudian diinterpretasikan menggunakan tabel hasil nilai rata-rata pretest dan posttest. Penerapan Student Team Heroic Leader dengan bantuan Media Digital Microsite dapat memunculkan jiwa kepemimpinan (leader) dan kepahlawanan (heroic) siswa dalam belajar sehingga mereka mampu berkolaborasi dan saling membantu. Berdasarkan hasil penelitian pada materi bilangan berpangkat dengan menggunakan media digital Microsite, dapat diketahui bahwa ada peningkatan dari hasil pretest ke postest dengan rata-rata nilainya memiliki kategori sedang. Sehingga strategi Student Team Heroic Leader berbantuan media digital pada materi bilangan berpangkat secara keseluruhan dapat dikatakan efektif
Implementasi Teori Kecerdasan Majemuk dalam Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Sekolah Dasar
Kecerdasan Majemuk (multiple intelligence) merupkan suatu teori bahwa setiap manusia memiliki jenis kecerdasan tertentu. Penerapan pembelajaran berdiferensiasi memfokuskan dalam pemahaman mengenai perbedaan antar individu peserta didik dan proses untuk mewujudkan pengalaman belajar yang sesuai dengan karakteristik. Adapun rumusan masalah; (1) Bagaimana implementasi kecerdasan majemuk dalam pembelajaran berdiferensiasi, (2) Bagaimana minat belajar siswa, (3) Bagaimana implementasi tentang teori kecerdasan majemuk dalam kegiatan pembelajaran berdiferensiasi untuk dapat meningkatkan minat belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan kecerdasan majemuk terhadap kegiatan pembelajaran berdiferensiasi dan untuk mengetahui bagaimana minat belajar peserta didik. Penerapan kecerdasan majemuk dalam pembelajaran berdiferensiasi terbukti efektif dalam meningkatkan keinginan belajar peserta didik. Dengan berbagai macam cara yang disesuaikan berdasarkan berbagai kecerdasan, siswa merasa pembelajaran lebih relevan dan menyenangkan. Aktivitas yang beragam dan sesuai dengan kekuatan kecerdasan mereka membuat siswa lebih antusias dan termotivasi untuk belajar. Implementasi kecerdasan majemuk dalam pembelajaran berdiferensiasi dilakukan dengan menyesuaikan pendekatan dalam media pengajaran dan aktivitas belajar berdasarkan dengan kemampuan yang dominan yang dimiliki peserta didik. Guru menerapkan berbagai strategi yang mencakup penggunaan media dan pendekatan pengajaran yang sesuai dengan potensi peserta didik, seperti visualisasi, aktivitas fisik, diskusi kelompok, dan eksplorasi ala
Strategi Pembelajaran Guru dalam Mengajarkan Pendidikan Pancasila di Sekolah Dasar
Pendidikan pancasila menjadi bagian penting pendidikan kewarnegaraan dengan bertujuan menanamkan nilai-nilai dasar Pancasila bagi peserta didik untuk dirinya agar sebagai warga negara yang berkarakter. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengidentifikasi strategi efektif yang digunakan guru dalam mengajarkan Pendidikan Pancasila di Sekolah Dasar, khususnya di SDN 3 Bebetin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yakni teknik teknik utama, yaitu studi lapangan dan studi pustaka. Penelitian ini memperoleh hasil yaitu strategi pembelajaran yang digunakan, antara lain pendekatan kontekstual berbasis lingkungan, metode diskusi dan tanya jawab interaktif, pemanfaatan media pembelajaran variatif, pendekatan kolaboratif melalui proyek kelompok, dan model bermain peran. Strategi-strategi ini terbukti berhasil untuk mengembangkan penghayatan siswa pada nilai-nilai Pancasila, menumbuhkan keterampilan sosial, serta membentuk sikap positif yang sesuai dengan prinsip Pancasila. Penelitian ini menyimpulkan bahwa taktik yang digunakan dalama pembelajaran yang kreatif dan variatif memudahkan siswa SD mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari, sehingga mendukung terbentuknya karakter generasi muda yang berkualitas dan berjiwa kebangsaan
Model Pembelajaran Yang Efektif dalam Penanaman Pendidikan Karakter Sejak Dini pada Sekolah Alam
Sekolah alam menawarkan pendekatan unik dalam menanamkan nilai-nilai karakter melalui model dan metode pembelajaran yang tertanam di lingkungan alam, sehingga melahirkan generasi yang berintegritas, bertanggungjawab, dan berempati. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan model kurikulum sekolah alam yang efektif untuk Pendidikan karakter pada anak usia dini. Masa kanak-kanak sebagai Langkah pertama dalam Pendidikan alamiah dan pengembangan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian kuantitatif digunakan untuk menganalisis praktik pembelajaran yang ada di sekolah alam Indonesia. Suatu Teknik pengumpulan data dan memperoleh landasan teoritis melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran ramah anak di sekolah alam mengutamakan pengembangan kepribadian, terutama Pendidikan kognitif, dan akademik. Kami membantu siswa memahami dan mempraktikkan nilai-nilai karakter seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan cinta lingkungan. Sekolah alam merupakan model pembelajaran inovatif yang memanfaatkan keunikan alam sebagai ruang belajar yang relevan dengan pengembangan kepribadian pada anak usia dini. Kesimpulannya, dapat dikatakan bahwa penggunaan model pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengembangan kepribadian di sekolah ala