E-Journal Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta (UTA'45)
Not a member yet
    2285 research outputs found

    POLITIK KEWARGAAN WARIA : HAK ATAS PEKERJAAN

    Get PDF
    Tulisan ini akan mengkaji mengenai politik kewargaan waria. Sebagai individu yang berada dalam negara, hak dan kehadiran waria masih terus dipertentangkan. Kajian akademik yang telah dilakukan umumnya akan berbicara mengenai penerimaan masyarakat terhadap mereka. seolah hanya itu yang menjadi permasalahan terhadap kelompok waria. Tulisan ini secara khusus akan mengkaji hak ekonomi dalam mendapatkan pekerjaan yang layak bagi kelompok waria di Sanggar Seroja dengan menggunakan pendekatan politik kewargaan dari Kristian Stokke. Sebagai kelompok minoritas seksual, waria kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan yang layak, mereka hidup dalam bayang-bayang diskriminasi selama ini. Mayoritas dari mereka tidak bekerja dalam ranah formal, penyebabnya adalah identitas yang mereka bawa tidak semua penerima kerja mampu memhami hal tersebut Tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melakukan wawancara secara langsung kepada kelompok waria di Sanggar Seroja sebagai bahan pengambilan data primer, sebagai data pendukung menggunakan buku, jurnal terakreditasi, ataupun dokumen lainnya. Hasil dari tulisan ini menunjukan bahwa waria di Sanggar Seroja mayoritas dari mereka tidak bekerja dalam ranah formal, beberapa dari mereka bekerja sebagai pekerja seks komersial, perias di salon, ataupun hidup dijalanan sebagai pengamen. Pengalaman anggota seroja menunjukan bahwa hak mereka dalam mendapakan pekerjaan yang layak belum terpenuhi, ketika bekerja dalam ranah non formal diskriminasi terhadap mereka tetap ada. Sebagai bentuk perjuangan dalam berekspresi dan bertahan hidup, mereka menggunakan keseniaan sebagai alat perjuangan itu. Cita-cita yang diharapkan Stokke terkait hadinya politik kewargaan yang ideal belum terjadi pada kelompok waria di Sanggar Seroja, politik redistirbusi atau kesejahteraan yang menjadi salah satu hasil yang diharapkan dalam politik kewargaan tidak hadir untuk kelompok waria Sanggar Seroja

    PENERAPAN ETIKA KOMUNIKASI DI MEDIA SOSIAL ANALISIS PADA GRUP WHATSAPP INFO PERKULIAHAN IKOM MAHASISWA PRODI ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS PAMULANG

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis penerapan etika komunikasi dalam grup WhatsApp Info Perkuliahan IKOM mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang, untuk mengidentifikasi jenis-jenis pelanggaran etika komunikasi yang mungkin terjadi dalam grup WhatsApp Info Perkuliahan IKOM, Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penerapan etika komunikasi dalam grup WhatsApp Info Perkuliahan IKOM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif Deskriptif, dilaksanakan di Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang, khususnya dalam Grup WhatsApp Info Perkuliahan IKOM Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi. Peneliti sebagai instrumen berperan dalam menetapkan fokus penelitian, melakukan pemilihan informan sebagai sumber data, mengumpulkan data, memberikan penilaian atas kualitas data, melakukan analisis data, dan menafsirkan data serta membuat kesimpulan atas hasil temuannya. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan observasi secara daring untuk mengamati interaksi dan dinamika komunikasi dalam Grup WhatsApp Info Perkuliahan IKOM, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Analisis menggunakan teknik analisis konten. Observasi daring, dan studi dokumen akan dikategorikan, dan diinterpretasikan untuk mengidentifikasi pola-pola dalam penerapan etika komunikasi di dalam Grup WhatsApp IKOM Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pentingnya peran individu dalam komunikasi Grup WhatsApp Info Perkuliahan IKOM. Penerapan etika komunikasi mendukung pemahaman dan dukungan pembelajaran. Konsistensi diperlukan untuk menghindari dampak negatif. Grup ini menjadi platform efektif untuk pertukaran informasi dan keterlibatan aktif. Etika komunikasi menjadi landasan penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung. Kata Kunci: Etika Komunikasi, Sosial Media, Mahasiswa, WhatsAp

    PENGARUH JENIS ELEKTRODA E 6010 DAN E 7016 TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN STRUKTUR MIKRO PIPA API 5L GRADE X 52

    Get PDF
    Perkembangan kontruksi tidak dapat di pisahkan dari pengelasan karena pengelasan memiliki peranan penting dalam suatu kontruksi. Pengelasan merupakan penyambungan logam dengan cara mencairkan logam induk dan logam pengisi dan menghasilkan sambungan yang kontinyu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis elektroda E 6010 dan E 7016 terhadap kekuatan mekanis dan struktur mikro pipa API 5L Grade X 52. Penelitian ini menggunakan bahan pipa API 5L Grade X 52. Bahan diberi perlakuan pengelasan dengan variasi penggunaan elektroda E 6010 dan E 7016 dengan diameter 2,6 mm dan menggunakan mesin las SMAW DC polaritas terbalik dengan elektroda kutub positif dan logam induk kutub negatif. Jenis kampuh yang digunakan adalah kampuh V dengan sudut 60o. Kekuatan tarik tertinggi di peroleh elektroda E 7016 dengan Nilai kekuatan tarik sebesar 617 MPa, sedangkan elektroda E 6010 memiliki kekuatan tarik 554 MPa pada sambungan las. Ketangguhan tertinggi terjadi pada elektroda E 7016 dengan Nilai ketangguhan sebesar 1,856 Joule/mm2. Kekerasan rata-rata tertinggi terjadi di daerah logam lasan E 7016 sebesar 186,9 Kg/mm2. Hal ini terlihat pada hasil struktur mikronya yang memiliki struktur ferit acicular dan ferit batas butir sehingga memiliki nilai kekerasan yang tinggi di banding daerah lainnya

    PENGARUH SUDUT PENYEMPROTAN DAN PENGGUNAAN ARUS TERHADAP SIFAT MEKANIS MATERIAL BAJA KARBON AISI 1045

    Get PDF
    Untuk meningkatkan sifat-sifat baja seperti kekerasan, kekuatan, keuletan, dan sifat fisiknya konduktivitas listrik, struktur mikro, densitas, seperti misalnya pada baja karbon AISI 1045. Baja karbon mendapat prioritas yang utama untuk dipertimbangkan, karena baja karbon Karena banyaknya permintaan yang bermacam–macam maka diadakan pemilihan bahan. Pemilihan bahan tersebut dapat dipersempit sesuai dengan kegunaannya, seperti misalnya pada baja karbon AISI 1045. Baja karbon mendapat prioritas yang utama untuk dipertimbangkan, karena baja karbon mudah diperoleh, mudah dibentuk atau sifat permesinannya baik, harganya relatif murah dan untuk mendapatkan sifat-sifat yang kuat diperlukan berbagai jenis proses perlakuan diantaranya dengan pelapisan atau penyemprotan dengan bahan lain. Berdasarkan penelitian yang sudah dilaksanakan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kekuatan tarik tertinggi menggunakan arus 120A dengan kekuatan Tarik 400MPa. Untuk nilai kekerasan paling tinggi pada penggunaan arus 150A dengan sudut penyemprotan 225o.dan untuk beban Tarik terbesar pada jenis specimen B dengan nilai 66200MPa

    EFISIENSI PENGGUNAAN TOWER CRANE PADA BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT

    Get PDF
    Alat angkut atau alat angkat adalah suatu perangkat atau kendaraan yang digunakan untuk memindahkan suatu barang dari suatu titik ke titik lain yang diinginkan. Umumnya pada pekerjaan pembangunan gedung bertingkat menggunakan Tower Crane. Tower Crane merupakan jenis crane yang terutama digunakan untuk mengangkat dan memindahkan material berat ke tempat yang elevasi yang lebih tinggi atau yang sulit dijangkau demikian juga sebaliknya.. Masalah yang biasa dihadapi dalam pengoperasian tower crane adalah biaya pengoperasian yang cukup mahal baik biaya sewa maupun biaya operasional. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menganalisis efisisiensi pengoperasian tower crane untuk pekerjaan kontruksi. Dengan memperkirakan durasi tersebut, maka diharapkan dapat memperkirakan waktu pengoperasian tower crane secara keseluruhan. Untuk penelitian ini akan fokus pada kontruksi struktur, dikarenakan keterbatasan waktu pengamatan dilapangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan pengamatan langsung dilapang, untuk mendapatkan data spesifikasi tower crane, data gambar denah kolom, dan waktu siklus untuk mendapatkan besaran waktu yang dibutuhkan untuk mengikat dan melepas, serta informasi-informasi yang berkaitan dengan penelitian ini. Berdasarkan hasil pembahasan, didapatkan efisiensi durasi waktu saat penggunaan tower crane. Namun waktu tersebut tidak diperhitungkan jika terdapat beberapa kendala pada saat mengoperasikan tower crane  di lokasi, seperti: Cuaca buruk, bencana alam, kerusakan, atau hal lain yang mungkin terjadi selama pekerjaan di lokasi

    Manajemen Risiko Usaha Jasa Konsultansi Konstruksi

    Get PDF
    Industri konstruksi menjadi pilar penting dalam pembangunan bangsa, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, di balik kemajuan ini, terdapat risiko yang perlu dihadapi oleh para penyedia jasa konstruksi, seperti para konsultan konstruksi. Keberadaan risiko tersebut dapat menjadi hambatan, tetapi sebenarnya juga dapat dijadikan sebagai peluang untuk meningkatkan ketahanan dan kualitas badan usaha. Dengan memahami dan mengelola risiko secara efektif, konsultan konstruksi dapat menyusun strategi mitigasi yang tepat dan efektif untuk mengantisipasi serta meminimalkan risiko yang mungkin terjadi. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi penting untuk dilakukan agar dapat mengetahui dan mengidentifikasi setiap risiko yang mungkin dapat terjadi dalam usaha konsultan konstruksi. Berdasarkan data yang diperoleh, terdapat 12 sumber potensi risiko yang perlu diidentifikasi oleh penyedia jasa konsultansi konstruksi. Diantaranya adalah risiko pada bidang perencanaan, lingkungan, ekonomi, keuangan, politik, pemasaran, alami, teknik, manusia, proyek, kriminal, dan keselamatan

    Konseling tentang hipertensi dalam kehamilan di Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara

    Get PDF
    Hipertensi adalah masalah Kesehatan yang paling banyak di derita selama fase kehamilan. Hasil penelitian menemukan kejadian hipertensi pada kehamilan sekitar 6.18% ibu hamil di Indonesia mengalami hipertensi. Hipertensi pada kehamilan (Hipertensi Gestasional) adalah penyakit tidak menular yang bisa menjadi penyebab kematian maternal. Beberapa hasil penelitian menemukan faktor-faktor yang terbukti berhubungan dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil. Usia, depresi, dan aktivitas fisik terbukti berhubungan dengan hipertensi pada ibu hamil. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi dan motivasi tentang pentingnya mencegah terjadinya hipertensi pada kehamilan, untuk menurunkan risiko bayi lahir cacat maupun kematian pada ibu dan bayi. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan dengan narasumber yaitu mahasiswa Apoteker Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta. Sasaran utama dalam kegiatan ini adalah ibu-ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok. Berdasarkan hasil pre-test, pertanyaan dijawab dengan benar 77,26% dan pertanyaan yang dijawab salah 22,71%. Sedangkan hasil pada post-test mampu dijawab dengan benar yaitu 78,18% dan jawaban yang salah yaitu 21,81%. Jika dilihat dari hasil persentase jawaban yang benar pada bagian pre-test lebih besar dibandingkan pre-test, dapat disimpulkan bahwa penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan tentang Hipertensi dalam Kehamilan

    AKTIVITAS ANTIDIABETIK TEH HERBAL KOMBINASI BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) DAN MENIRAN (Phyllanthus niruri) PADA MENCIT (Mus muculus) YANG DIINDUKSI ALOKSAN

    Get PDF
    Diabetes adalah suatu penyakit gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah. Bunga telang dan meniran merupakan salah satu tanaman yang memiliki aktivitas sebagai antidiabetes. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antidiabetik teh herbal kombinasi bunga telang (Clitoria ternatea) dan meniran (Phyllanthus niruri) serta persentase penurunan kadar gula darah pada mencit putih (Mus muculus) yang diinduksi aloksan. Hewan uji yang digunakan yaitu 25 mencit jantan dan dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok negatif, kelompok positif diberi glibenklamid, dan kelompok teh herbal. Teh herbal dibuat menjadi 3 formulasi yaitu, 200 mg bunga telang dan 800 meniran, 350 mg bunga telang dan 650 mg meniran, serta 500 mg bunga telang dan 500 mg meniran. Masing-masing formulasi dikemas dalam kantong teh sebanyak 1 g dan diseduh dalam 200 ml air panas. Data dianalisis menggunakan metode One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teh herbal kombinasi bunga telang dan meniran pada formulasi 200 mg bunga telang dan 800 mg meniran merupakan formulasi paling optimal diantara kedua formulasi lainnya. Persentase yang didapatkan yaitu sebesar 33,56% dengan selisih antara kontrol positif dan teh herbal 200 mg bunga telang dan 800 mg meniran yaitu sebesar 9,05%. Dari penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa teh herbal kombinasi 200 mg bunga telang dan 800 mg meniran memiliki aktivitas sebagai antidiabetik yang paling baik diantara kedua formulasi lainnya

    PENGARUH BRAND AMBASSADOR RED VELVET DALAM IKLAN “MY BEAUTY MY RULE” TERHADAP BRAND IMAGE AZARINE COSMETIC (Survei Pada Followers Instagram @azarinecosmeticofficial)

    Get PDF
    Advertising is an effective and efficient marketing strategy. Companies often use public figures or celebrities as brand ambassadors to make their advertisements more engaging. The existence of brand ambassadors also contributes to a strong public perception of the brand. The aims of this research is to determine the influence of Red Velvet as brand ambassadors in in the "My Beauty My Rule" advertisement campaign on the brand image of Azarine Cosmetic. This study uses the VisCAP theory popularized by Rossiter and Percy. This research uses a survey method with an explanatory quantitative. Data collection technique utilized a questionnaire distributed to 100 respondents who are followers of Instagram @azarinecosmeticofficial through Google Forms. The data analysis technique utilized in this research is included the normality test, linearity test, correlation test, simple linear regression analysis, determination coefficient test, and hypothesis test (t test), all performed with SPSS 25 for Windows. The test results indicate that the brand ambassador Red Velvet in the "My Beauty My Rule" advertisement has an influence of 43.4% on the brand image of Azarine. There are other variables not included in this study that affect the brand image of Azarine Cosmetic by 56.6%.  Keywords: Brand Ambassador, Brand Image, Advertisement, Cosmetics, K-pop                                                        

    RED VELVET SEBAGAI AGEN DIPLOMASI BUDAYA KOREA SELATAN DI KOREA UTARA TAHUN 2018

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran grup idola K-Pop Red Velvet sebagai agen diplomasi budaya Korea Selatan dalam konteks hubungan Korea Selatan dan Korea Utara pada tahun 2018. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada momen bersejarah penampilan Red Velvet dalam konser “Spring is Coming” di Pyongyang yang menjadi bagian dari upaya pertukaran budaya antar-Korea. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka untuk mengkaji fenomena diplomasi budaya melalui teori diplomasi budaya dan citizen diplomacy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penampilan Red Velvet berdampak positif dalam memperkuat citra Korea Selatan, menumbuhkan minat masyarakat Korea Utara terhadap K-Pop, dan meningkatkan peluang kerja sama lintas budaya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa diplomasi budaya melalui K-Pop, yang dilakukan oleh aktor non-negara seperti Red Velvet, dapat menjadi instrumen strategis dalam membangun hubungan antarbangsa yang lebih terbuka, inklusif, dan damai, terutama dalam konteks kawasan dengan tensi politik tinggi seperti Semenanjung Korea. Kata kunci: Red Velvet, diplomasi budaya, Korea Selatan, Korea Utara, K-Pop, citizen diplomacyABSTRACT This study aims to analyze the role of the K-Pop idol group Red Velvet as an agent of South Korea’s cultural diplomacy in the context of inter-Korean relations in 2018. The research is based on the historic moment of Red Velvet’s performance at the “Spring is Coming” concert in Pyongyang, which served as part of a broader effort to promote cultural exchange between North and South Korea. Using a qualitative method and literature study approach, the research applies the theoretical frameworks of cultural diplomacy and citizen diplomacy to examine how K-Pop can function as a diplomatic tool. The findings reveal that Red Velvet’s performance positively contributed to enhancing South Korea’s image, stimulating North Korean interest in K-Pop, and fostering opportunities for cross-border cultural cooperation. The study concludes that cultural diplomacy through K-Pop, conducted by non-state actors like Red Velvet, can serve as a strategic instrument for building more open, inclusive, and peaceful international relations—particularly within politically sensitive regions such as the Korean Peninsula. Keywords: Red Velvet, cultural diplomacy, South Korea, North Korea, K-Pop, citizen diplomac

    2,125

    full texts

    2,285

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta (UTA'45)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇