E-Journal Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta (UTA'45)
Not a member yet
2285 research outputs found
Sort by
SKRINING DAN OPTIMALISASI VITAMIN D PADA IBU HAMIL DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI RW 06 KEBON BAWANG, JAKARTA UTARA
Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. Vitamin D berperan penting dalam metabolisme kalsium, sistem imun, serta pertumbuhan janin, sehingga kekurangannya pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko stunting pada anak. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai peran vitamin D dalam pencegahan stunting melalui edukasi gizi berbasis komunitas. Kegiatan dilaksanakan di RW 06 Kebon Bawang, Jakarta Utara, dengan melibatkan 50 responden ibu hamil. Metode yang digunakan meliputi skrining dasar kesehatan, penyuluhan dengan media booklet, leaflet, poster, dan video, pelatihan kader Posyandu, serta penerapan teknologi tepat guna berupa alat pemanggang kacang kedelai. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan rata-rata dari 55% menjadi 84%, dengan peningkatan tertinggi pada pemahaman mengenai kedelai sebagai sumber vitamin D (dari 46% menjadi 80%). Program ini juga menghasilkan media edukasi, pelatihan kader, dan inovasi teknologi sederhana yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif berbasis komunitas efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan mendukung upaya pencegahan stunting di wilayah perkotaan padat penduduk
ROLE OF ANTIBIOTIC STEWARDSHIP PROGRAM IN IMPROVING RATIONAL THIRD-LINE ANTIBIOTIC USE IN TYPE-2 DM INPATIENTS AT FATMAWATI HOSPITAL
Type-2 diabetes mellitus (T2DM) is the most common metabolic disorders, caused by a combination of two factors: damaged insulin secretion by pancreatic β-cell and the inability of insulin-sensitive tissues to respond appropriately to insulin. Epidemiological data reveal alarming values that predict a concerning future for T2DM. According to the International Diabetes Federation (IDF), in 2019, diabetes caused 4.2 million deaths, and 463 million adults aged between 20-79 years old were living with diabetes, a number that is projected to increase up to 700 million by 2045. Based on data from RISKESDAS in 2018, the prevalence of DM in Indonesia has increased from 6.9% in 2013 to 8.5% in 2018. The Antimicrobial Resistance Control Program (PPRA) team is essential in the development and implementation of evidence-based guidelines and policies. The purpose of this study was to determine the profile of patients receiving antibiotic therapy and the use of third-line antibiotics in T2DM patients at Fatmawati Hospital during the July-December 2021 period. This research used a retrospective descriptive design with a non-experimental approach. The sample size consisted of 52 medical records that met the inclusion criteria. The results showed that patients receiving the most antibiotic treatment were between the ages of 55-64 years (38.5%), women (52%), and those with diabetic foot complications (51.8%). The single and most used combination antibiotics were ampicillin-sulbactam (34.7%) and ampicillin-sulbactam+metronidazole (29.2%). 28.8% of the patients were recommended to receive third-line antibiotics and received considerations from the PPRA team, of which 73.33% obtained approval
Workshop Variabel Intervening dengan Olahan Data Primer Menggunakan Amos dan Data Sekunder Menggunakan Stata, Implikasi Riset Akuntansi Pada PDIE Konsentrasi Akuntansi, Universitas Trisakti
The workshop aimed to improve students' understanding of the concept of intervening variables in a research model. Furthermore, students were targeted to be able to independently process accounting research data for research models that have intervening variables, both for panel data and survey data with questionnaires. Data processing was taught using Stata and Amos software. The methods used in this workshop were lecture and practical methods. Lectures were used to explain the concepts theoretically. Practicals were conducted simultaneously and guided by resource persons. Evaluation results showed that the majority of participants had a good understanding of the material, with the majority of participants being able to independently process accounting research data, for intervening models, using both Stata and Amos software. This workshop recommended that the concept of intervening variables be studied continuously, and the use of software for data processing should be continuously practiced to become more familiar and able to independently process accounting research data
Workshop Perencanaan dan Pengelolaan Keuangan yang Baik untuk Generasi Z
Generasi Z menghadapi tantangan finansial yang kompleks akibat perkembangan teknologi digital, budaya konsumtif, serta rendahnya tingkat literasi keuangan. Kurangnya pemahaman mengenai perencanaan keuangan berpotensi menimbulkan masalah keuangan jangka panjang seperti perilaku konsumtif berlebihan, minimnya tabungan, serta ketidaksiapan menghadapi risiko keuangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan keterampilan perencanaan keuangan Generasi Z melalui pelaksanaan workshop perencanaan keuangan yang baik. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi pengelolaan keuangan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta terkait pengelolaan anggaran, prioritas keuangan, tabungan, investasi, dan pengendalian perilaku konsumtif. Workshop ini diharapkan dapat membentuk perilaku keuangan yang sehat dan berkelanjutan bagi Generasi Z.Kata Kunci: Literasi Keuangan, Perencanaan Keuangan, Generasi Z, Workshop, Pengabdian Masyaraka
Implementasi Konvensi Hak Anak PBB dalam Perlindungan Korban Kekerasan Seksual Berbasis Daring: Tantangan dan Rekomendasi bagi Indonesia
Revolusi digital di Indonesia menimbulkan tantangan tersendiri dalam implementasi perlindungan hukum bagi korban eksploitasi dan kekerasan seksual berbasis daring (Online Child Sexual Exploitation and Abuse – OCSEA) pada anak. Sebagai negara pihak (state party) Konvensi Hak Anak (Convention on the Rights of the Child – CRC) Perserikatan Bangsa-Bangsa, Indonesia memiliki kewajiban internasional untuk memastikan perlindungan anak dari segala bentuk eksploitasi dan kekerasan seksual, termasuk yang terjadi di ruang digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode deskriptif analitis untuk mengkaji sejauh mana implementasi CRC PBB tercermin dalam kerangka hukum nasional Indonesia serta efektivitasnya dalam melindungi anak dari OCSEA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia telah mentransformasikan sebagian kewajiban CRC ke dalam instrumen hukum nasional, namun masih terdapat kesenjangan signifikan antara komitmen internasional dan implementasi praktis, meliputi keterbatasan kapasitas penegakan hukum, mekanisme perlindungan korban yang belum memadai, lemahnya koordinasi antarlembaga, serta rendahnya literasi digital pada anak. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan holistik yang menggabungkan penguatan regulasi berbasis standar CRC, peningkatan koordinasi antarlembaga, penguatan kerja sama internasional, serta pengembangan sistem perlindungan yang berpusat pada korban (victim-centered approach). The digital revolution in Indonesia presents distinct challenges in implementing legal protection for victims of Online Child Sexual Exploitation and Abuse (OCSEA). As a state party to the United Nations Convention on the Rights of the Child (CRC), Indonesia bears international obligations to ensure children's protection from all forms of sexual exploitation and abuse, including those occurring in digital spaces. This study employs a normative juridical approach with descriptive-analytical methods to examine the extent to which the CRC is reflected in Indonesia's national legal framework and its effectiveness in protecting children from OCSEA. The findings reveal that although Indonesia has partially transformed its CRC obligations into domestic legal instruments, significant gaps remain between international commitments and practical implementation, including limited law enforcement capacity, inadequate victim protection mechanisms, weak inter-agency coordination, and low digital literacy among children. This study recommends a holistic approach that integrates regulatory strengthening based on CRC standards, enhanced inter-agency coordination, strengthened international cooperation, and the development of a victim-centered protection system
PENERAPAN METODE SUS DALAM MENGUKUR USABILITY APLIKASI SRIKANDI PADA OPD PEMERINTAH KOTA MAGELANG
System Usability Scale (SUS) sebagai alat pengukuran tingkat kebergunaan terhadap suatu sistem atau aplikasi menjadi metode yang sesuai dalam melakukan pengukuran terhadap aplikasi SRIKANDI. Sebagai aplikasi yang wajib digunakan berdasar pada Peraturan Walikota Magelang Nomor 74 tahun 2022 bahwa seluruh OPD Pemerintah Kota Magelang diwajibkan menggunakan aplikasi SRIKANDI mulai tahun 2024. Tinggi dan rendahnya tingkat usability dalam aplikasi SRIKANDI dapat dipengaruhi oleh lima aspek penting dalam usability yang meliputi kemudahan (learnability), efisiensi (efficiency), mudah diingat (memorability), kesalahan dan keamanan (errors), serta kepuasan (satisfaction). Menggunakan metode penelitian kuantitatif dan metode SUS sebagai alat pengukurannya, hasil perhitungan SUS aplikasi SRIKANDI memperoleh 58,00 di OPD Pemerintah Kota Magelang. Berdasarkan hasil pengukuran SRIKANDI memperoleh nilai D, atau dikategorikan sebagai “OK”, dan menunjukan dapat diterima secara Marginal, meskipun tergolong rendah. Kemudian jika dilihat menggunakan Net Promoter Score (NPS) hasil skor menunjukan kecenderungan menjadi detractor. Pengguna pada aplikasi SRIKANDI ini berpotensi memberikan respon negatif sehingga hasilnya menjadi detractor. Aspek yang belum terpenuhi dalam penelitian ini yaitu Kepuasan (satisfaction). Banyak dari responden yang mengeluhkan pada aspek tersebut yang menjadi kendala bagi pengguna website SRIKANDI di OPD Pemerintah Kota Magelang
PERAN PEMERINTAH DALAM PROGRAM GO-DIGITAL BAGI UMKM TANAH ABANG SEBAGAI UPAYA KETAHANAN EKONOMI DI INDUSTRI FASHION
Perkembangan teknologi mendorong masyarakat beralih ke platform e-commerce untuk transaksi jual beli yang lebih efisien, sehingga berdampak pada kemunduran Pasar Tanah Abang. Program Go Digital diperlukan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi, khususnya di industri tekstil dan fashion lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pemerintah dalam penerapan digitalisasi di Pasar Tanah Abang menggunakan metode kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa pedagang mulai memanfaatkan platform seperti Instagram, Shopee, Tokopedia, dan TikTok, namun daya saing mereka masih kalah dengan pedagang online sepenuhnya. Transformasi digital belum optimal karena minimnya fasilitas, pendampingan, dan pengembangan dari pemerinta
HWAWEI DALAM RIVALITAS TIONGKOK-AMERIKA
Studi ini mendiskusikan pemboikotan Huawei oleh Amerika Serikat karena diduga digunakan sebagai alat spionase Pemerintah Tiongkok. Fokus kajian akan memaparkan klaim Amerika Serikat akan terjadinya perang siber yang dimotori oleh Tiongkok melalui Huawei. Oleh karena itu, penelitian ini dikerangkai melalui dua konsep besar, yaitu keamanan dan perang siber di mana kajian literatur digunakan sebagai metode penelitian ini. Hasil analisis menunjukkan, bahwa ketakutan Amerika atas ancaman serangan siber cukup beralasan mengingat Tiongkok berhasil mengembangkan teknologi Artificial Intelligance (AI) dan telah terbukti melakukan beberapa kejahatan siber pada perusahaan-perusahaan, lembaga, hingga bank Amerika dan Eropa. Meskipun demikian, fakta tersebut hanyalah sedikit permasalahan antara Amerika dan Tiongkok. Perang siber hanyalah sebagian kecil dari potongan kue yang lebih besar, yaitu rivalitas antar negara
EDUCATION ON THE USE OF HYPERTENSION MEDICATIONS IN KALIBARU RW.10, CILINCING DISTRICT, JAKARTA UTARA
Hypertension is a disease that many Indonesian people suffer from. Medicines play an important role in health care, but their inappropriate use can pose risks to health and the environment, especially the use of hypertension drugs. To overcome this problem, a counseling and socialization program on the use of hypertension drugs is needed to increase public knowledge. The aim of this activity is to provide education about the classification of drugs, as well as how to obtain, use, store and dispose of drugs correctly, in order to reduce misuse when using hypertension drugs. The implementation method involves counseling and distributing brochures in August 2024 in Kalibaru Village RW 10, Cilincing District, North Jakarta. The activity was carried out by socializing the material using PowerPoint for 100 minutes, followed by an interactive discussion and question and answer session. The material presented includes the use of hypertension drugs, how to use them, and avoiding drug interactions, as well as the correct procedures for managing hypertension drugs. The results of the activity showed active participation from the community in discussions and questions and answers. Participants' knowledge increased regarding the proper use of hypertension medication, appropriate storage and safe disposal. Interactive discussions revealed participants' curiosity and awareness of the importance of correct hypertension medication management. This activity succeeded in achieving its goal, increasing public understanding about hypertension therapy, and it is hoped that it can help prevent drug use errors in the family environment
Sosialisasi Strategi IT/IS untuk Optimalisasi Transformasi Digital
Kemajuan dalam teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah banyak aspek kehidupan manusia. Disamping hal tersebut, fenomena pandemi COVID 19 ditahun 2019-2022 mengakibatkan kemajuan teknologi informasi, terutama teknologi digital melaju dengan pesat. Fenomena tersebut memaksa manusia melakukan transformasi digital sebagai upaya untuk meningkatkan produktifitas. Transformasi digital merupakan sebuah proses yang diterapkan organisasi untuk mengintegrasikan teknologi digital di semua bidang. Bidang bisnis, pendidikan, perusahaan, hingga pemerintahan melakukan transformasi digital agar memiliki kemampuan adaptasi dengan cepat terhadap perubahan. Bidang pendidikan merupakan bidang yang sangat vital ketika tidak segera adaptif terhadap segala macam perubahan. Saat pandemi, maupun pasca pandemi, dimana fenomena tersebut menyebabkan kelumpuhan aktivitas, para pemangku dibidang pendidikan harus segera mencari upaya untuk menanggulanginya.SMKN 12 Jakarta adalah sebuah sekolah kejuruan yang terletak di daerah utara Jakarta. Tepatnya berada di JL. Kebon Bawang XV Tg. Priok Jakarta Utara. Sekolah tersebut, dalam hal ini telah memiliki misi “Menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan yang Efektif dan berbasis IT”. Misi tersebut selaras dengan topik pengabdian Masyarakat penulis yang berjudul “Sosialisasi Strategi IT/IS untuk Optimalisasi Transformasi Digital”. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk melakukan sosialisasi terkait strategi teknologi informasi maupun sistem informasi yang nantinya dapat diterapkan di SMKN 12 Jakarta untuk mengoptimalkan transformasi digital pasca pandemi dalam upaya mewujudkan misi yang dimiliki SMKN 12 Jakarta tersebu