Jurnal Balai Bahasa
Not a member yet
235 research outputs found
Sort by
TRADISI LISAN CEPUNG: SASTRA PERLAWANAN KOMUNITAS SASAK TERHADAP KEKUASAAN BALI DI PULAU LOMBOK (Cepung Oral Tradition: Literature Resistance of Sasak Community to Domination of Bali in Lombok Island)
Cepung merupakan seni pertunjukan tradisional yang tumbuh dalam komunitas Sasak di Pulau Lombok. Dalam tradisi ini dibacakan lontar Monyeh yang diiringi instrument-instrumen suling, redep (rebab dalam gambang kromong, Betawi) dan musik vokal menirukan bunyi gendang, kenceng, dan rincik. Lontar klasik Monyeh digubah dalam bentuk pantun dalam bahasa Sasak. Lontar ini mengisahkan seorang putri raja yang disisihkan delapan saudaranya. Cerita Monyeh sebenarnya merupakan sebuah bentuk perlawanan komunitas Sasak terhadap hegemoni Karangasem di Pulau Lombok. Hal yang menarik adalah adalah bergabungnya komunitas Bali dalam tradisi lisan ini. Cepung secara pragmatik dan kultural menjadi menarik, karena sastra yang semula merupakan sebuah perlawanan, pada akhirnya menyatukan dua komunitas, Sasak dan Bali dalam sebuah harmoni seni pertunjukan tradisi lisan. Melalui kajian pragmatik, tulisan ini akan mengungkapkan tujuan nonliterer dalam tradisi lisan Cepung. Dari kajian yang telah dilakukan disimpulkan bahwa keterlibatan suku Bali dalam tradisi lisan Cepung ini didorong oleh kekecewaan mereka terhadap perilaku negatif para penguasa Bali di Lombok. Oleh karena itu, melalui Cepung pula, mereka menyampaikan kekecewaannya.Abstract:Cepung is a traditional performance art that grows in Sasak in Lombok Island. In this tradition, Lontar Monyeh is recited while accompanied by suling (flute) instruments, redep (fiddle in Gambang Kromong, Betawi) and vocal music imitating sound of gendang, kenceng, and rincik. Lontar Monyeh is composed in the form of rhyme in Sasak language. Monyeh story is actually a form of resistance of Karangasem Sasak community to the Karangasem hegemony in Lombok island.The interesting thing is that the community of Bali takes a part in this oral tradition. Cepung is pragmatically and culturally interesting as the original literature which was initially as a resistance, then eventually uniting the two communities, Sasak and Bali in a performance art harmony of oral tradition. Through the study of pragmatics, this study will reveal the nonliterer purpose in the Cepung oral tradition. From the study it can be concluded that Balinese involve- ment in the tradition was triggered by their dissatisfaction with the negative behavior of Balinese rulers in Lombok. Therefore, they also expressed their disappointment through it
Hegemoni Ideologi Gender dalam Novel Era Reformasi: Telaah atas Novel Saman, Tarian Bumi, dan Tanah Tabu
Abstrak: Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang didasari oleh fenomena bahwa ideologi gender yang berlaku pada suatu masyarakat dapat mewarnai karya sastra yang dilahirkan. Karena itu, meskipun novel merupakan kreasi imajinatif, isi maupun ideologi gender yang diembannya tidak begitu saja dapat dilepaskan dari realitas kehidupan masyarakat. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) representasi ideologi gender, dan (2) hegemoni ideologi gender dalam novel Indonesia era reformasi. Untuk mendeskripsikan hal tersebut digunakan teori hegemoni Gramsci dan analisis gender. Sementara sumber data penelitian ini adalah novel Saman karya Ayu Utami, Tarian Bumi karya Oka Rusmini, dan Tanah Tabu karya Anindita S. Tayf. Hasil telaah ini memberikan gambaran bahwa novel Indonesia era reformasi merepresentasikan ideologi patriarki, ideologi familialisme, ideologi ibuisme, dan ideologi umum. Keberadaan dan kemelembagaan ideologi gender tersebut disebabkan oleh hegemoni maskulinitas dalam kebudayaan Indonesia
MODEL PEMBELAJARAN MENULIS PUISI RELIGIUS ISLAMI DENGAN TEKNIK PENGAMATAN OBJEK YANG BERORIENTASI PADA PENGEMBANGAN KARAKTER (STUDI EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS V SDIT NUR AL RAHMAN) (Learning Model of Islamic Religious Poetry Writing with the Object Oriented Techniques Observations on the Character Development ([Experimental Studies on year-5-student in SDIT Nur al-Rahman])
Penelitian ini berjudul “Model Pembelajaran Menulis Puisi Religius Islami dengan Teknik Pengamatan Objek yang Berorientasi pada Pengembangan Karakter di Kelas V SDIT Nur Al Rahman Kota Cimahi ( Model PMPRI ).” Penelitian ini diawali dengan adanya kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa dalam pembelajaran menulis puisi di SD dan mengembangkan karakter religius. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Data diperoleh dengan teknik random undian. Instrumen pengumpulan data berupa tes dan observasi lapangan. Untuk analisis data kuantitatif digunakan teknik analisis statistik menggunakan program SPSS. Hasil dari penelitian dan perhitungan statistik menggunakan program SPSS dengan uji t didapatkan hasil 0,000 dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil perhitungan di bawah 0,005 berarti signifikan, dapat dikatakan bahwa perlakuan yang diberikan kepada kelas eksperimen yang mendapat perlakuan dengan model PMPRI memberikan hasil efektif jika dibandingkan dengan hasil kelas kontrol yang mendapat perlakuan dengan teknik ceramah. Nilai rata-rata prates dan postes kelas eksperimen 70,1429 menjadi 82, 1190, sedangkan kelas kontrol 70,7073 menjadi 77,3659.Abstract:This study entitles Learning Model of Islamic Religious Poetry Writing with the Object Oriented Techniques Observations on the Character Development (Experimental Studies on year- 5 - to improve student’s writing skills in learning how to write poetry in elementary school. It is also intended in developing religious character. student in SDIT Nural -Rah man). The research was initiated by the need The study applies a quantitative approach with experimental methods. Data was obtained by random lottery technique. The data collection technique was taken by conducting a test and field observations. For quantitative data analysis, the writer uses SPSS. The result of research taken from SPSS show that T- test is obtained 0.000 with 95% of confidence level. The result of the calculation is below 0.005 so it means significant result. It can be said that the treatment given to the experimental class treated with PMPRI models gives more effective results than those in the control class with the speech technique. The prates average value and post test in experimental classes indicates 70,1429 to 82, 1190, while the control class is 70,7073 to 77,3659
TRAGEDI DALAM LIMA CERPEN KARYA MARTIN ALEIDA (Tragedy in Martin Aleida’s Five Short Stories)
Tulisan ini memaparkan teks tragedi sebagai peristiwa atau keadaan yang dialami tokoh cerita dengan menggunakan pendekatan semiotik guna menjelaskan peristiwa tanda, simbol, serta interpretasi yang menjadi acuan peristiwa kemanusiaan. Tanda, simbol, dan segala ekspresi kebahasaan di dalamnya dipakai sebagai cara teks tragedi dijelaskan. Semioik Eco merupakan model kajian yang menyeluruh karena mengaitkan bahasa, interpretasi maknawi, serta latar belakang yang mengaitkannya dalam kelima cerpen yang dianalisis. Tragedi yang penulis temukan, antara lain (1) tragedi sebagai keadaan, (2) sebagai akibat perbuatan, dan (3) sebagai pilihan sikap. Landasan yang paling kuat atas terjadinya tragedi adalah perbedaan pandangan keyakinan atau ideologi politik yang tidak menguntungkan pihak-pihak yang dikuasainya itu sebagai dampak psikologis dan sosial yang diterimanya.Abstract:The paper attempts to study a tragedy text either as the event or as the situation experi- enced by characters. The research applies semiotic approach. The approach is used to explain events in form of sign, symbol and, interpretation referring to humanity’s. The sign, the symbol, and most language expressions are applied to interpret the tragedy text. Eco semiotic is a model of comprehensive study by connecting language, meaning interpretation, and background existing in the five short stories. From the analysis, the writer concludes three types of tragedy, namely: (1) the tragedy as situation, (2) the tragedy as the result of act, (3)and the tragedy as behavioral choice. The strong background creating the tragedy is different perception on belief or disadvan- tageous political ideology for those who were controlled as the psychological and social effects they should take
WAYANG GARING: FUNGSI DAN UPAYA MEREVITALISASI WAYANG KHAS BANTEN (Wayang Garing: The Function and The Revitalization Efforts of Bantenese Iconic Culture)
Mayoritas masyarakat belum mengenal wayang garing Banten dengan baik. Dengan demikian, upaya pelestarian dan pemahaman tentang wayang khas Banten ini belum maksimal. Hal itu disebabkan wayang garing lahir dan berkembang hanya di wilayah Kabupaten Serang, Banten. Untuk itu diperlukan kajian atau penelitian ilmiah sebagai bahan informasi dan apresiasi terhadap keberadaan wayang garing. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan melestarikan wayang garing asal Kabupaten Serang, Banten. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik perekaman, wawancara, pengamatan, dan studi pustaka. Teori yang digunakan adalah teori fungsi Wellek dan Warren. Penelitian ini pun mencermati upaya revitalisasi wayang garing sebagai penguatan kearifan lokal Banten. Simpulan dari tulisan ini adalah wayang garing berfungsi sebagai alat pemenuhan kebutuhan hidup bagi Kajali, satu-satunya pelaku wayang garing Banten. Fungsi lainnya adalah pemertahanan bahasa Jaseng (Jawa Serang) dan wayang khas Banten, serta dapat menjadi alternatif media pengajaran bahasa dan sastra Banten. Upaya revitalisasi yang dapat dilakukan oleh pemerintah adalah menyelenggarakan bengkel wayang garing, sosialisasi, dan kaderisasi.Abstract:The majority of people have not known Bantenese Wayang Garing (the Bantenese pup- pet) well. Hence, conservation effort and understanding of the typical Bantenese puppet have not been maximized. These are due to the puppet born and developed only in Serang regency, Banten. Based on the fact, it is necessary to conduct a study or scientific research as substantial informa- tion and appreciation of the existences of the puppet. The study is aimed at describing and pre- serving the puppet in Serang regency, Banten. The data collection technique is carried out by recordings, interviews, observations and literature studies.The applied theory is functions by Wellek and Warren. The research is also paying close attention to the revitalization efforts as the way to strengthen the local wisdom of Banten. From the research it can be concluded that the puppet has its function as subsistence for Kajali, the only puppeteer in Banten. It can also be a tool for the retention of Jaseng (JawaSerang) language, the preservation of Banten iconic puppet and a me- dia of teaching Bantenese language and literature. The revitalization efforts which can be done by the government are conducting workshops, giving socialization, and finding regeneration to con- tinue this iconic traditional culture
REPRESENTASI TUBUH DAN KECANTIKAN DALAM TIGA CERPEN INTAN PARAMADITHA: SEBAGAI SEBUAH TATANAN SIMBOLIK DALAM DUNIA PEREMPUAN (Representation of Body and Beauty in Intan Paramaditha’s Three Short Stories: as a Symbolic Order in Women World)
Subjek penelitian ini adalah cerpen “Misteri Polaroid”, “Cerpen Perempuan Tanpa Ibu Jari”, dan Cerpen “Darah” karya Intan Paramaditha yang terdapat dalam antologi cerpen Sihir Perempuan. Dalam bingkai strukturalisme, yaitu mengidentifikasi perilaku, pola pikir tokoh-tokoh, dan mitos seputar kecantikan yang terdapat pada ketiga cerpen tersebut, peneliti menggunakan teori Levi Strauss dan Roland Barthes. Teori Foucault tentang seksualitas dan kekuasaan dipergunakan untuk mengidentifikasi dominasi kaum patriarki terhadap tubuh dan kecantikan perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis dengan menggunakan pendekatan objektif. Analisis data dilakukan berdasarkan fakta yang ada secara empiris dalam ketiga cerpen yang dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan tidak memiliki kekuasaan atas dirinya sendiri. Konstruksi patriarki tentang cantik dan tidak cantik membuat perempuan menjadi liyan. Konstruksi tersebut diperkuat juga oleh sifat ambivalen perempuan tentang tubuh dan kecantikan yang ada dalam diri perempuan.Abstract:The research centers on Paramaditha’s short stories of “Misteri Polaroid”, “Perempuan Tanpa Ibu Jari”, and “Darah” taken from the anthology of “Sihir Perempuan”. The writer applies Levi Strauss and Roland Barther’ theory to identify behaviour, characters’ way of thinking, and myth on beauty in three short stories in structural way. Foucault’s theory on sexuality and power was used to identify patriachal domination toward women’s body and beauty. The method used in this research is descriptive analysis with objective approach. Data analysis is empirically conducted based on the fact in three short stories. The result of the research shows that women have no power over themselves. Patriarchal construction on being and not being beautiful makes them turn into other person. The construction is also reinforced by their ambivalent nature about body and beauty that exist in their perception
ANALISIS PUISI “JIKA PADA AKHIRNYA” KARYA HUSNI DJAMALUDDIN DENGAN PENDEKATAN SEMIOTIKA (The Analysis of Poetry Entitling “Jika pada Akhirnya” By Husni Djamaluddin By Using Semiotic Approach)
Pemberian makna terhadap sebuah puisi membutuhkan kecakapan tersendiri. Salah satu di antara sekian banyak pendekatan dalam mengungkap makna puisi adalah pendekatan semiotik. Pada intinya, pendekatan ini merupakan upaya mengungkap keseluruhan tanda yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembacaan puisi secara heuristik dan hermeneutik, makna ikonitas, indeksitas, simbol, serta relevansi puisi dengan ajaran agama Islam. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik inventarisasi, baca simak, dan pencatatan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa makna puisi dapat diungkapkan dengan pendekatan semiotik. Puisi ini mempunyai relevansi dengan ajaran Islam.Abstract:Making appreciation on a poetry needs specific skill. One of the approaches used to uncover the meaning of poetry is semiotic approach. Basically, the application of this approach is a way to get meanings implied in it. This research is intended to describe poetry reading heuristicly and hermeneuticly. It also tries to find out icon meaning, index, symbol, and poetry’s relevance with Islamic teaching. The method used is descriptive qualitative by using inventory technique, silent reading, and noting technique. The result of the research shows that meaning of poetry can be uncovered by using semiotic approach. This poetry has relevance with sufistic teaching
HARMONISASI EKOLOGI DALAM TATANGAR BANJAR (Ecology Harmonization in Tatangar Banjar)
Berbagai peristiwa alam yang dijadikan simbol dengan makna tertentu oleh masyarakat Banjar disebut tatangar atau pertanda. Berbagai tatangar Banjar menyiratkan harmonisasi ekologi antara masyarakat Banjar dengan alam sekitarnya. Hal ini tidak lepas dari kehidupan masyarakat Banjar yang berada di tengah alam Kalimantan. Meski demikian, oleh sebagian masyarakat tatangar hanya dianggap takhayul dan mulai ditinggalkan. Saat ini penelitian tentang tatangar Banjar ini masih sangat sedikit, sehingga penelitian ini perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan harmonisasi ekologi yang ada dalam berbagai tatangar Banjar dan pemaknaan masyarakat Banjar terhadapnya. Penggunaan metode kualitatif pada penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan data yang akurat dan mendeskripsikan hasil temuan, khususnya berhubungan dengan harmonisasi ekologi antara masyarakat Banjar dengan alam sekitarnya. Ada lima buah tatangar yang dianalisis secara mendalam dengan hasil bahwa (1) Sebagai manusia yang hidup di tengah alam bebas Kalimanta n, masyarakat Banjar sangat menghargai alam dan selalu bersinergi dengan gejala alam yang tampak di sekitarnya dalam berbagai segi kehidupan , termasuk dalam tatangarnya. (2) Berbagai gejala alam, termasuk perilaku hewan dan peristiwa alam, dianggap sebagai simbol yang disampaikan alam kepada manusia, selanjutnya dimaknai tertentu, dan terciptalah tindakan tertentu yang harus dilakukan oleh masyarakat Banjar