Jurnal Balai Bahasa
Not a member yet
235 research outputs found
Sort by
BENTUK, FUNGSI , DAN MAKNA TRADISI LISAN “MABEBASAN” DALAM UPACARA KEAGAMAAN DI JAWA TIMUR (Form, Function, and Meaning of The Oral Tradition “Mabebasan” in Religious Ceremony in East Java)
Dharma Gita adalah lagu-lagu keagamaan atau lebih dikenal dengan nyanyian tentang nilai- nilai kebenaran. Nyanyian ini berfungsi sebagai media untuk mengembangkan nilai keagamaan karena di dalamnya terkandung sastra-sastra agama. Yang termasuk dalam Dharma Gita adalah Seloka, Palawakya, Kakawin, Kidung, dan Geguritan. Melagukan nyanyian-nyanyian keagamaan di Bali disebut makidung, makakawin, mageguritan atau mamutru. Bila makakawin disertai dengan memberikan arti dan ulasan, kegiatan itu disebut mabebasan. Mabebasan merupakan seni tradisional masyarakat (Hindu) di Bali, tidak dapat dipisahkan dari kehidupan adat-istiadat sehari-hari. Seni mabebasan hampir selalu hadir pada setiap pelaksanaan upacara keagaamaan. Sebagai seni tradisional, mabebasan saat ini berkembang dengan pesat dalam masyarakat. Salah satu di antaranya adalah Mabebasan Utsawa Dharma Gita, yaitu membaca ayat-ayat suci dari kitab Weda yang diselenggarakan di tingkat kabupaten, propinsi, dan tingkat nasional. Makalah ini bertujuan untuk mengungkapkan makna yang terkandung dalam lirik nyanyian atau kidung yang dilantunkan dalam kegiatan tersebut. Pemaknaan akan diungkapkan melalui proses kajian hermeneutik dengan harapan dapat mengupas nilai-nilai keagamaan bagi kehidupan sosial budaya masyarakat Hindu, khususnya di Jawa Timur, sebagai medium untuk mempertahankan kearifan lokal yang terdapat dalam lingkungan masyarakat sebagai khazanah memperkaya budaya nasional.Abstract: Dharma Gita is a religious song, or better known as the singing of the true values. This song serves as a medium to develop the religious value because it contains a religious literature. What is included in the Dharma Gita is Seloka, Palawakya, Kakawin Kidung and Geguritan.Singing religious songs in Bali is called makidung, makakawin, mageguritan or mamutru. W h en ma ka ka win is accompanied by giving meaning and reviews, the called mabebasan. Mabebasan is the traditional art community (Hindism) in Bali that cannot be sepa- rated from the customs of everyday ‘s life . Art mabebasan is mostly presented at every religious ceremony . As a traditional art, mabebasan is currently growing rapidly in the community. One of them is mabebasan Utsawa Dharma Gita, the reading of holy verses from the Vedas usually held in the district, provincial, and national levels. a ct i vi t y a re This paper is aimed at revealing the meaning contained in the lyrics of the song sung in these activities. Meaning will be obtained through a review process intended to find out religious values to social and cultural life of the Hindu community, especially in East Java. It is used as a medium to preserve local wisdom existed in the community as a treasure to enrich the national culture
PERSPEKTIF FEMINIS AFRIKA DALAM NOVEL RIWAN OU LE CHEMIN DU SABLE KARYA KEN BUGUL (THE AFRICAN FEMINIST PERSPECTIVE IN THE NOVEL RIWAN CHEMIN OU LE DU SABLE BY KEN BUGUL)
Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan bagaimana perspektif feminis Afrika ditampilkan dalam karya autobiografis Ken Bugul yang berjudul Riwan ou Le Chemin du Sable (1999). Dalam karya itu, perspektif feminis ditampilkan melalui kacamata narator sebagai perempuan Senegal ketika dihadapkan pada persoalan poligami. Analisis menggunakan teori feminisme yang kontekstual dengan isu yang dihadapi perempuan di Senegal, terutama yang dipaparkan oleh Hashim dan D’Almeida serta pendekatan naratologi autobiografis. Saya berargumentasi bahwa perspektif feminisme dalam karya Bugul itu adalah konsep famillisme yang merujuk pada penyuaraan rasa solidaritas antarperempuan Senegal dan keterlibatan aktif laki-laki demi terciptanya keberlangsungan dan kesejahteraan sebuah keluarga.Abstract:The present research aims at describing how African feminist perspectives features in Ken Bugul’s autobiographical work entitling Riwan ou Le Chemin du Sable (1999). In the paper, the feminist perspective is shown through the eyes of the narrator as Senegalese women when faced with the question of polygamy. The analysis uses the theory of feminism that contextual issues faced by women in Senegal, mainly presented by Hashim and D’Almeida and by applying the approach of autobiographical approach narrathology. I argue that the feminism perspective in the Bugul’s works is a familliasm concept that refers to the voicing solidarity among Senegal’s women and the active involvement of men in order to create sustainability and a well-being family
“LALAN BELEK” CERITA BIDADARI DARI REJANG, BENGKULU :KAJIAN MOTIF
Tulisan ini bertujuan mengungkap motif cerita bidadari “Lalan Belek” dari Rejang, Bengkulu dengan menggunakan teori motif index Stith Thomson. Cerita bidadari khususnya di Indonesia sangat menarik dan banyak versinya. Umumnya setiap etnis di Indonesia memiliki cerita bidadari.Keberagaman cerita bidadari dari setiap etnis itu, merupakan mozaik yang indah dalam kehidupan berbangsa. Berapa jumlah Motif index dan motif indeks apa saja, kearifan lokal apa yang terdapat dalam cerita bidadari “Lalan Belek” merupakan masalah yang dibahas dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriftif. Hasil yang didapat,antara lain, motif manusia menikah dengan bidadari kemudian urusan rumah tangga merupakan urusan perempuan. Padahal dalam perkawinan yang ideal, laki-laki dan perempuan harus bekerja sama dan saling mengisi. Perkawinan laki-laki bumi dengan bidadari (putri dari Kahyangan) merupakan perkawinan dua dunia yang berbeda dan perkawinan dua makhluk dari dunia yang berbeda itu (khususnya cerita “Lalan Belek”) berakhir tidak bahagia. Mereka berpisah karena ingkar janji.Abstract: This article aims to reveal the story of an angel motif "Lalan Belek" of Rejang, Bengkulu using index motive theory by Stith Thomson. Angel story is very interesting, especially in Indonesia it has many version.Commonly each ethnic in Indonesia has an angel story. The plurality of story in each ethnic is a beautiful mosaic in the life of the nation. What number of motive index and what kind of it, and the local knowledge is the issue that is expressed in this study from in the story of an angel "Lalan Belek" . This study uses descriptive analysis method. The results, among other things, are human motives married to an angel then the household by the women. Although the ideal marriage is when men and women must work together and complement each other. Male earth mating with an angel (daughter of heaven) is a marriage of two different worlds and the marriage of this type (especially the story "Lalan Belek") end up unhappy. They split up because of broken promises
PENGKHIANATAN CINTA YANG TERKANDUNG DALAM THE AWAKENING KARYA KATE CHOPIN (Love Betrayal in Kate Chopin’s “The Awakening”)
Tulisan ini membahas tentang pengkhianatan cinta yang terkandung dalam karya Kate Chopin The Awakening. Novel ini bercerita tentang prahara rumah tangga yang dipenuhi ketidakjujuran, ketidaktegasan, kemunafikan, kebohongan, dan perselingkuhan. Metode yang digunakan adalah metode analisis wacana deskriptif, interpretasi pada The Awakening melibatkan proses membaca, memahami, dan memberikan makna dengan menafsirkan data dengan kajian pendekatan struktural dan sosiologis. Data penulisan ini adalah hasil kajian tentang pengkhianatan cinta melalui tokoh utama dalam novel tersebut. Tulisan ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran untuk dijadikan sampel hasil tulisan/artikel tentang sastra, utamanya yang tertarik dalam bidang kesusasteraan Amerika.Abstract:This paper discusses about love betrayal in Kate Chopin’s “The Awakening”. This novel tells about the story of domestic tempest filled with dishonesty, indecision, hypocrisy, lies, and affair. The method applies an interpretative descriptive discourse analysis method. “The Awakening” involves reading, understanding, and giving meaning to interpret the data for the study of the structural and sociological approach. Data writing is the result of the analysis of betrayal love in the novel. This paper is expected to give contribution in order to a model of the literary writing/ articles, especially for those are interested in the field of American literature