Jurnal Balai Bahasa
Not a member yet
235 research outputs found
Sort by
PERAN LEMBAGA NEGARA DALAM PENGAYOMAN, REGULASI, PRODUKSI, DAN REPRODUKSI SASTRA PERANCIS
Makalah ini akan menjelaskan situasi kehidupan sastra di Perancis seperti halnya orang lain yang memaparkan situasi kehidupan sastra di Australia, di Jepang, dan di negara-negara lain dengan tujuan memperoleh dasar perbandingan dengan situasi kehidupan sastra di Indonesia. Di samping itu, tulisan ini juga kiranya untuk melihat apakah ada jenis tindakan atau intervensi negara terhadap sastra yang dapat diterapkan di sini. Oleh karena itu, dalam makalah ini, penulis akan mengutamakan perbandingan situasi kehidupan sastra itu dan peran lembaga negara dalam hal pengayoman, regulasi, produksi, dan reproduksi sastra
MANTRA BANJAR: BUKTI ORANG BANJAR MAHIR BERSASTRA SEJAK DAHULU
Pur sinupur/Bapupur di piring karang/Bismilah aku bapupur/Manyambut cahaya di bulan tarang/Pur sinupur/Kaladi tampuyangan/Bismilah aku bapupur/Banyak urang karindangan... Bait tersebut merupakan lantunan jampi-jampi Banjar yang sudah ada sejak dulu
REFLEKSI ANAK INDIGO DALAM PEREMPUAN MENCARI TUHAN
Anak indigo merupakan fenomena abad new age, abad millennium. Anak-anak tersebut kerapkali menunjukkan karakter yang cenderung aneh. Terkadang kehadiran mereka kerapkali menjadi bumerang bagi lingkungan sekitarnya, bahkan, mereka sering dicap sebagai anak berperilaku menyimpang. Terlebih lagi bagi orang tua yang tidak sabar cenderung membawa anak indigo ke pusat rehabilitasi mental. Salah satu sebab yang membedakan anak indigo dengan anak lainnya mereka senantiasa menunjukkan perilaku aneh. Padahal tanpa mereka sadari kebanyakan anak indigo memiliki intelegensi di atas rata-rata atau bahkan kemampuan yang belum tentu dimiliki anak sebayanya. Sementara itu, salah seorang psikoterapis senior di Indonesia mengatakan bahwa anak indigo merupakan anak abnormal karena terjadinya kerusakan pada sistem otak. Sehubungan dengan hal itu anak indigo harus mendapatkan penanganan yang tepat sejak awal dan mereka harus dianggap sebagai anak biasa. Berbeda dengan kondisi di negeri ini, Amerika menjadikan anak indigo sebagai asset yang sangat berharga. Di sana anak indigo dilibatkan dalam penanganan kasus kriminal. Semakin maraknya anak indigo tersebut, banyak penulis yang mengangkat hal itu ke dalam karya mereka. Salah satu di antaranya dapat kita temukan dalam novel Perempuan Mencari Tuhan yang ditulis oleh Yudhistira. Novel tersebut bercerita tentang konflik antara anak indigo dan lingkungan sekitarnya. Lingkungan tersebut menunjukkan sikap tidak berterima kepada anak indigo. Tokoh Garnet menjadi korban ketidakberterimaan atas kelebihan yang dimilikinya. Hal itu menimbulkan kekecewaan dalam diri Garnet dan ia tidak bisa menerima kondisi itu. Hal itu tanpa sengaja membawanya menuju pintu gerbang pencarian jalan menuju Tuhan. Sayang sekali Tuhan Mahakuasa yang ingin ia temui didapatinya di penghujung ajalnya. Novel tersebut sarat dengan penyampaian konflik antara lingkungan dan anak istimewa itu
PERBANDINGAN CERITA PENCULIKAN ANAK OLEH JIN DALAM TEKS TULIS DAN TEKS LISAN (The Comparison of Child Kidnapping by Jinn In Written and Oral Text Story)
Cerita penculikan anak oleh jin sering terjadi di Cirebon, Indonesia. Kasus demikian terjadi juga di Amerika seperti dalam film Pay The Ghost. Kasus lain ditemukan di Irak seperti terdapat dalam Hikayat Syaikh Abdul Qadir Jaelani (HSAQJ). Penelitian ini bertujuan mengungkap cerita penculikan dalam teks/naskah dan cerita lisan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan mimesis, serta menggunakan data teks tulis dan teks lisan hasil wawancara dengan masyarakat Cirebon. Hasilnya didapatkan cerita penculikan anak oleh jin dalam naskah HSAQJ merupakan karya sastra mimesis, artinya ia merupakan tiruan dari kenyataan yang ada di alam. Cerita penculikan anak oleh jin ada kenyataannya di masyarakat Irak (dalam HSAQJ), diperkuat lagi dengan cerita yang terjadi di Cirebon. Terdapat perbedaan pada keduanya. Perbedaannya, dalam kasus Cirebon orang tua korban meminta bantuan tetangga dan membawa bunyi-bunyian. Dalam naskah, orangtua korban meminta bantuan tokoh spiritual dan tidak boleh ditemani orang lain.AbstrakThe story of child kidnapping by jinn is common in Cirebon, Indonesia. Such cases occur also in America as in the movie “Pay The Ghost”. Another case was found in Iraq as it was in “Hikayat Shaykh Abdul Qadir Jaelani” (HSAQJ). This study aims to reveal how the story of kidnapping in texts and oral stories. This research uses a qualitative descriptive method with mimesis approach. It also uses written text data and oral text taken from interview with Cirebon community. The data taken from stories of child kidnapping by the jinn in the HSAQJ text is a mimesis literature, which means that it is an imitation of the reality that exists in nature. The story of child kidnapping by jinn also happened in Iraqi society (in HSAQJ), reinforced by the story that took place in Cirebon. There are differences and similarities between the two stories. The difference is that in the case of Cirebon, the victim’s parents asked for help from the neighbors and brought the sounds. In the script, they asked for help from spiritual leaders and were not allowed to accompany by others