Jurnal Balai Bahasa
Not a member yet
    235 research outputs found

    PENERAPAN MODEL BENGKEL SASTRA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENULIS SASTRA

    No full text
    Proses pembelajaran yang merupakan inti dari proses pendidikan, harus dilakukan dengan menitikberatkan pada pengembangan potensi yang dimiliki mahasiswa sehingga mahasiswa memperoleh bekal guna menghadapi kehidupan di masyarakat. Hakikat pengajaran sastra ialah memperkenalkan kepada mahasiswa nilai-nilai yang dikandung karya sastra dan mengajak mahasiswa ikut menghayati pengalaman-pengalaman yang disajikan. Terkait dengan permasalahan tersebut, proses perkuliahan sastra selayaknya menerapkan model baru yang menekankan aspek berolah sastra bagi mahasiswa. Salah satu model pembelajaran yang melibatkan pengajar dan mahasiswa dengan karya sastra adalah model pembelajaran bengkel sastra.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, khususnya studi kasus. Salah satu model studi kasus dibidang pendidikan yang secara praktis dapat diterapkan dalam proses pembelajaran adalah model penelitian tindakan kelas. Sejalan dengan uraian tersebut, penelitian ini akan mencoba menerapkan model bengkel sastra dalam pembelajaran menulis sastra. Oleh sebab itu, penelitian ini pada dasarnya akan mencoba menguji hipotesis tindakan bahwa “penerapan model bengkel sastra dalam pembelajaran menulis sastra akan mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis karya sastra”Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan bahwa model bengkel sastra dapat meningkatkan kemampuan siswa menulis sastra. Hal ini dapat dilihat dengan meningkatnya kemampuan siswa menulis puisi, prosa, dan naskah drama. Oleh sebab itu, hipotesis tindakan dalam penelitian ini terbukti yakni bahwa penerapan model bengkel sastra dalam pembelajaran menulis sastra mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis karya sastra

    PEREMPUAN DI LUAR JALUR: SEKSUALITAS PEREMPUAN DALAM DUA CERPEN KARYA SUWARSIH DJOJOPUSPITO (Women Out of the Line: Women’s Sexuality in Two Short Stories by Suwarsih Djojopuspito)

    Full text link
    Tulisan ini mendiskusikan isu seksualitas dalam dua cerpen karya Suwarsih Djojopuspito, yakni Seruling di Malam Hari dan Artinah. Penelitian ini meletakan isu seksualitas dalam kedua cerpen tersebut dalam kerangka kajian gender dan feminis. Suwarsih adalah  salah  satu penulis perempuan pionir di Indonesia yang karyanya secara lugas mengambil posisi yang resisten terhadap ideologi patriarki. Dalam kedua cerpen yang dibahas, Suwarsih menunjukkan timpangnya praktik-praktik keseharian dalam relasi inti antara perempuan dan laki-laki, terutama dalam perkawinan. Melalui narasi dan penggambaran tokoh, ditunjukkan bahwa ideologi patriarki yang termanifestasi dalam nilai-nilai heteronormativitas telah menempatkan seksualitas laki-laki sebagai normatif dan berterima, sementara seksualitas perempuan sebagai peripheral saja terhadap seksualitas laki-laki. Juga diperlihatkan, bagaimana nilai-nilai patriarki yang diwujudkan dalam relasi personal menempatkan perempuan dalam posisi yang lebih lemah. Meskipun demikian, kedua cerpen mengambil posisi yang tidak memihak posisi laki-laki, melainkan memberikan perempuan agensi yang menyuarakan tubuh dan seksualitas perempuan sebagai bagian dari subjektivitas perempuan sebagaimana seksualitas adalah bagian dari laki-laki.Abstract: This writing examines the issues of sexuality in two short stories by Suwarsih Djojopuspito’s “Seruling di Malam Hari” and “Artinah”. This research locates sexuality in the two short stories in the framework of gender and feminist studies. Suwarsih is among the pioneering woman writer in Ind onesi a. Her wor ks ha ve been recogni zed a s a form of resista nce t oward  the domin ant patriarchal ideology. In the two short stories discussed in this article, Suwarsih elaborates the bias ag ai ns t wo men  i n th e everyda y pr actices  o f in ti mat e rela ti ons  b et ween  women an d men, particularly in marital relationships. Through the narrative and the portrayal of the characters, the short stories show that the ideology of patriarchy as manifested in the heteronormative values have established men’s sexuality as normative and acceptable, while female sexuality is  only as peripheral to men’s sexuality. Likewise, the two short stories also show that patriarchal values apparent in personal relationships have put women in the inferior position. However, the two short stories articulate feminist by giving the women’s characters the agency to articulate their bodies and sexuality as important parts of their subjectivity as a woman just like they are the important part of men’s

    PEREMPUAN DAN PENDIDIKAN: GERAKAN PEREMPUAN DALAM PUISI “TJOEMBOEAN” (1919) DAN “ADJAKAN” (1931) (Women and Education: Women Movement in the Poem “Tjoemboean” [1919] and “Adjakan” [1931])

    Full text link
    Penelitian ini membicarakan isu perempuan dan pendidikan yang ditampilkan dalam puisi “Tjoemboean” yang terbit dalam surat kabar Perempoean Bergerak (1919) dan “Adjakan (Doenia Istri)” yang terbit dalam surat kabar Bintang Karo (1931). Kedua puisi dalam surat kabar tersebut diedarkan di wilayah Sumatera bagian Utara yang ketika itu meliputi Sumatera Utara dan Aceh. Melalui analisis menggunakan pandangan Brooks (1967) dan pengkajian isu dengan pemikiran Beauvoir (2003) serta Wollstonecraft (2014), penelitian ini menemukan bahwa puisi “Tjoemboean” dan “Adjakan” dijadikan sebagai alat artikulasi kritis perempuan terhadap isu-isu yang berkenaan dengan kehidupannya. Secara khusus, kedua puisi tersebut menampilkan bahwa pendidikan perempuan memiliki relasi yang kuat dengan persoalan harta, orang tua, dan cinta. Pendidikan juga digambarkan sebagai sarana untuk memperbaiki kualitas diri perempuan agar terbebas dari subordinasi gender.AbstrakThis research examines how issues of education and women are presented in the poem “Tjoemboean” published in the newspaper “Perempuan Bergerak” (1919) and “Adjakan” (Doenia Istri)” published in the newspaper “Bintang Karo” (1931). Both newspapers were printed and published in Northern Sumatera which for that moment regionally covered North Sumatera and Aceh. Through analysis of Brooks’ theory (1967), issues study of Beauvoir’s thought (2003), and Wollstonecraft’s (2014), the research finds that “Tjoemboean” and “Adjakan” serve as a means of women’s critical articulation of issues concerning their lives. Both poems specifically represent that the issue of women’s education is strongly connected to the issues of wealth, parents, and love. Education is also described as a medium to reform the quality of women’s selves;hence, they are free of gender subordination

    NASKAH ILMU MA’RIFATULLAH: KODIKOLOGI, SUNTINGAN, STRUKTUR, DAN ISI TEKS The Manuscript of Ilmu Ma’rifatullah: Codicology, Editing, Structure, and Content

    Full text link
    Naskah Negara atau Sari Kitab Barencong merupakan kitab yang berisi tentang tasawuf dan tauhid  yang merupakan hasil tulisan beberapa pengarang abad ke-16—17 M. Naskah Ilmu Makrifatullah (IM) merupakan salah satu pasal pada naskah Negara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang kodikologi, suntingan, struktur, dan isi teks dalam naskah IM. Penelitian tentang naskah IM ini adalah penelitian filologis. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa struktur teks IM terdiri atas (1) pendahuluan, (2) isi, dan (3) penutup. Naskah IM ini berisi tentang pengenalan diri, kedudukan Nur Muhammad dan insan kamil. Naskah ini juga menguraikan tentang makrifat, pembagiannya, definisi ilmu tauhid dan jenisnya menurut ulama serta zikir dan jenisnya.Abstract: Negara manuscript or Sari Kitab Barencong  is a manuscript of tasawuf (mysticism) and tauhid (monotheism) written by the authors in 16th-17th century. Ilmu Makrifat (IM)  manuscript is one of the Negara manuscript verses. This study aims to describe codicology, editing, structure, and content of the IM text. Research on the IM text is a philological study. The method used is the descriptive method. The result of the research indicates  that the structure of the IM text consists of (1) the introduction, (2) the content, and (3) the closing. The IM manuscript is about selfintroduction, Nur Muhammad’s postion and insan kamil (perfect man). It also discusses makrifat, its categories and definition,  and tauhid as well as  its categories according to ulama (Moslem priest).  It also presents zikir (dhikr)  and its category

    DOMINASI MASKULINITAS DALAM CERPEN INDONESIA (Masculinity Domination in Indonesian Short Stories)

    Full text link
    Dominasi maskulin selalu ditenggarai sebagai penyebab ketidakadilan gender. Peradaban manusia, dalan berbagai bidang kehidupan,  termasuk dogma agama dan budaya, seolah menempatkan laki-laki pada posisi yang lebih unggul. Ranah publik seakan berbau patriarkis. Lingkungan sosial pun membakukan pemahaman dan pendidikan gender yang  mengusung diskriminasi. Artikel ini memaparkan konsep maskulinitas yang tidak pernah hilang dari kehidupan manusia, terutama  di dalam sastra, seperti terlihat dalam beberapa korpus penelitian  berupa cerpen. Paparan tentang maskulinitas dilandasi beberapa konsep maskulinitas berikut, antara lain, Beynon, Reeser dan Connel dengan metode penelitian analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menujunjukkan bahwa  maskulinitas dalam karya sastra yang diproduksi pada berbagai era, cenderung mendominasi cerita. Tokoh perempuan kebanyakan  hanya diposisikan sebagai objek atau pengisi lapisan kedua dalam kehidupan sosial. Jika melakukan tindakan semisal perlawanan,  ia harus menanggung akibat yang cukup merugikan.Abstract: Masculine domination is always suspected as the cause of gender inequality. Human civilization, in many facets of life, including cultural and religious dogma, has placed man as if in a superior position.  Public sphere looks as though it smells patriarchal. The social environment also standardizes gender understanding and education leading to discrimination. This article describes the concept of masculinity that never goes out of human life, especially in literature, as seen in some research corpus in the form of short stories. The masculinity of the study explains some concepts taken from, among others, Beynon’s, Reeser ’s, and Connel’s. The study uses the qualitative descriptive method. The result of the research reveals that masculinity in literary works made in various eras tends to dominate the story. Female characters are mostly placed as objects or second class in the social life. If she performs actions like resistance, she will suffer much harm

    MEMAHAMI STUDI KRITIK SASTRA

    No full text

    "KEHILANGAN" DALAM BEBERAPA PUISI TEDDY A.N. MUHTADIN DALAM KUMPULAN SAJAK BERBAHASA SUNDA NING

    No full text
    Sejumlah 17 dari 34 buah kumpulan sajak Ning menyajikan rasa kehilangan nilai-nilai yang telah tumbuh subur pada masa lampau. Rasa kehilangan ini, antara lain adalah pemandangan kota yang kehilangan kearifan masa lalu dan menjadi “gunungan sampah kemanusiaan”, peringatan dan perayaan yang kehilangan tujuan hakiki, hanyalah kepura-puraan mengenai masa lampau yang tak berpengaruh pada sikap hidup, kehilangan kesadaran akan ajal, yakni kepastian dari kodrat yang pasti akan dijalani, kaum miskin yang kehilangan cinta kasih dari masyarakat, pelaku kezaliman yang kehilangan rasa kemanusiaan, kehilangan keasrian, kedamaian,keaslian, dan rasa memiliki terhadap alam

    PROBLEMATIK SOAL UJIAN SASTRA YANG MULTITAFSIR

    No full text
    Banyak problematika dalam soal ujian nasional bahasa dan sastra Indonesia yang selama ini menjadi sorotan berbagai pihak. Adanya ketidaksesuaian antara tuntutan kurikulum dan soal, jenis soal yang diujikan, materi soal ujian, dan sebagainya. Salah satu problematika tersebut adalah materi apresiasi sastra yang disajikan dalam bentuk soal pilihan ganda (PG) sehingga membingungkan siswa dalam menentukan jawaban yang pasti karena pernyataan tersebut menimbulkan multitafsir. Ujian Nasional (UN) dengan soal PG jawabannya harus pasti (jawaban yang benar hanya satu). Sementara itu, materi apresiasi dalam menafsirkan karya sastra, aneka ragam tafsir harus dihargai sepanjang pendapat itu dikemukakan dalam disiplin berfikir yang logis. Kelas sastra adalah kelas pendidikan demokratis, yaitu ketika membicarakan karya sastra, siswa diperkenalkan pada perbedaan pendapat dan belajar menghargai pendapat orang lain

    “SUTI: PEREMPUAN PINGGIR KOTA”

    Full text link

    PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN SASTRA INDONESIA BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DI SMA/SMK KABUPATEN KLATEN (Development of the Teaching-Learning Model of Indonesian Literature Based on Character Education in SMA/SMK in Klaten Regency)

    No full text
    Penelitian Hibah Bersaing DP2M DIKTI ini bertujuan untuk mengembangkan model pengajaran sastra Indonesia berbasis karakter. Metode penelitian yang digunakan adalah R&D model Gall & Borg dengan 4 langkah, yakni (1) studi pendahuluan, (2) tahap pengembangan, (3) tahap pengujian model, dan (4) desiminasi hasil. Produk akhir penelitian ini berupa model pembelajaran sastra Indonesia berbasis karakter beserta buku teksnya. Permasalahan yang akan dipecahkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Karakter apa saja yang sudah dan belum dimiliki oleh siswa dan guru SMA, SMK, dan MA di Klaten? (2) Bagaimana pembelajaran sastra Indonesia berbasis karakter di SMA, SMK, dan MA di Klaten? (3) Perlukah pengembangan model pembelajaran sastra Indonesia berbasis karakter di SMA, SMK, dan MA di Klaten? Hasil penelitian menyimpulkan bahwa (1) dari 18 karakter yang harus dibelajarkan di tingkat SLTA, baru 14 karakter yang terinternalisasi dalam diri siswa dan guru di Klaten; (2) pembelajaran karakter dalam sastra hanya ditempelkan saja; (3) perlu model pembelajaran sastra Indonesia berbasis karakter yang aplikatif.Abstract: The research of DP2M  DIKTI  aims to develop the teaching- learning model of Indonesian literature based on character education. The method of this research is R & D with four steps, namely, (1) preliminary study phase/introductory study, (2) development phase,  (3) trial phase, and  (4)  dissemination of the model. The product of this research is a learning   model of Indonesian literature   based on the character as well as the textbook. The research questions of the study are as follows: (1) what kinds  of the character  have or have not yet been owned by students and teachers  of SMA, SMK, MA in Klaten; (2) how the teaching Indonesian literature based on the character  is; (3) whether development of teaching Indonesian literature based on the character needs doing in SMA, SMK, and MA in Klaten. The results of the research show that (1) of the 18 characters taught  in  the high school level, only 14 characters are internalized within the students and teachers in Klaten; (2) teaching the character in literature subject  is only written; (3) it needs learning model of Indonesian literature based  on applicable  character

    130

    full texts

    235

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Balai Bahasa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇