Jurnal Balai Bahasa
Not a member yet
    235 research outputs found

    HALAMAN DEPAN: Metasastra Vol. 3, No. 1, Juni 2010

    No full text

    Sampul Metasastra Vol. 1, No. 1, Juni 2008

    No full text

    MEMBACA HIKAYAT KADIROEN KARYA SEMAOEN

    No full text
    Sejarah sastra Indonesia selama ini diketahui titik awalnya ditandai dengan lahirnya novel Siti Nurbaya karya Marah Rusli. Namun jika meninjau kembali ke masa-masa tahun 1920-an, novel Siti Nurbaya bukanlah satu-satunya novel yang ada. Salah satu di antara novel yang ada adalah Hikayat Kadirun karya Semaoen. Penelitian ini menyangkut Hikayat Kadirun karya Semaoen yang menggambarkan situasi pergerakan pada zaman kolonial, baik pergerakan yang berbasis nasional maupun pergerakan yang berbasis internasional yang biasa disebut dengan paham internasionalisme

    MELIHAT SAPARDI DARI PERSPEKTIF AKADEMISI

    Full text link

    RANDA BENGSRAT: EMANSIPASI, CINTA, DAN KEIMANAN

    No full text
    Dalam cerita-cerita tentang wanita, ditemukan citra wanita sesuai dengan sudut pandang pengarangnya. Citra wanita pertama ialah yang bertingkah baik yang menampilkan sifat penurut dan berbakti kepada orang lain. Citra wanita kedua ialah wanita yang dapat mengekspresikan diri melawan dominasi pria. Salah satu roman yang menceritakan kehidupan wanita ialah Randa Bengsrat ‘Janda Utuh’. Randa Bengsrat merupakan roman Sunda karya Jus Rusamsi. Randa Bengsrat adalah sebuah roman (modern) yang cukup menarik dan mengesankan untuk bacaan generasi muda. Randa Bengsrat banyak membahas masalah-masalah aktual bertalian dengan perjuangan kaum wanita untuk menempatkan dirinya dalam masyarakat di Negara sedang berkembang yang bersifat majemuk, seperti Indonesia

    Abstrak Bahasa Inggris

    No full text

    PERBANDINGAN HIKAYAT MAHARAJA MUNDING GIRI DAN PANGGUNG KARATON DENGAN NOVEL ANAK PERAWAN DI SARANG PENYAMUN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang wujud struktur, kebahasaan, gambaran sosial, dan budaya yang terdapat dalam Hikayat Maharaja Munding Giri dan Panggung Karaton sebagai suatu karya sastra lama dan novel Anak perawan Disarang Penyamun karya Sutan Takdir Alisyahbana sebagai suatu karya sastra baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan struktural dan mimesis. Pendekatan ini berhubungan dengan kenyataan dan rekaan dalam karya sastra. Yang dianalisis tidak hanya peristiwa, plot, tokoh, dan latar, tetapi bagaimana hubungan antarunsur tersebut dan sumbangan apa yang dapat diberikan terhadap tujuan estetik dan makna keseluruhan yang ingin dicapai. Kedua karya sastra yang berlainan masanya ternyata masih ada unsur kesamaannya. Novel ternyata meneruskan nilai-nilai yang ada dalam hikayat. Namun, berbeda dalam cara penyajian, bahasa, dan alur. Hal itu merupakan transformasi dari suatu karya sastra yang meneruskan tradisi-tradisi lama dalam menampilkan sebuah karya sastra

    PENGUNGKAPAN GAGASAN KETIDAKADILAN GENDER DALAM NOVEL PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN KARYA ABIDAH EL KHALIEQY (The Expression of Ideas on Gender Inequity in Abidah el Khalieqy’s “Perempuan Berkalung Sorban”)

    Full text link
    Penelitian ini menganalisis cara teks mengungkapkan gagasan-gagasan ketidakadilan gender dalam novel Perempuan Berkalung Sorban karya Abidah El Khalieqy. Cara teks/novel mengungkapkan gagasan-gagasannya dianalisis berdasarkan teori yang disusun oleh Raymond Williams, yang terdiri atas tujuh tipe. Pada penelitian ini, yang diteliti hanya gagasan-gagasan yang berbicara mengenai ketidakadilan gender, suatu pandangan yang dibicarakan oleh feminis muslim, seperti Nasaruddin Umar, Anita Rahman, Fatima Mernissi dan Ali Ashgar Engineer. Gagasan-gagasan tersebut dianalisis dengan menggunakan beberapa unsur naratif dari teori Seymour Chatman, yaitu alur, penokohan, dan penguraian sudut pandang. Penelitian ini menunjukkan bahwa novel di atas mengungkapkan gagasan-gagasannya dengan sangat eksplisit, bahkan bernada propaganda. Novel ini sangat jelas hendak menunjukkan adanya ketidakadilan gender terhadap perempuan.AbstrakThis research analyzes the way the text of Abidah Khalieqy’s “Perempuan Berkalung Sorban” in expressing ideas of gender inequity. The way the text / novel depicting its ideas is analyzed based on Raymond William’s theory, which consists of seven types. In this study, the analysis is only on ideas that talk about gender inequity—a view discussed by moslem feminists, such as Nasaruddin Umar, Anita Rahman, Fatima Mernissi, and Ali Ashgar Engineer. The ideas are examined by using three narrative elements taken from Seymour Chatman’s theory, namely: plot, characterization, and point of view. This research finds that this novel expresses the ideas very explicitly, even some of them in the form of propaganda. This novel shows very clearly the existence of gender inequity towards women

    EKSISTENSIALIME ALBERT CAMUS DALAM ORANG ASING

    No full text
    Karya Albert Camus, seorang penulis Aljazair yang kemudian pindah ke Perancis, secara signifikan memperlihatkan sifat eksistensialisme. Tulisan ini mencoba untuk menjelaskan unsur-unsur eksistensialisme dalam satu karya Camus. L’etranger, yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, dengan judul Orang Asing

    REFLEKSI PEREMPUAN SUNDA DALAM NOVEL SUNDA SUNDA

    No full text
    Karya sastra merupakan sebuah media untuk merepresentasikan berbagai bentuk gagasan ataupun persoalan perempuan yang berkembang dalam masyarakat, baik secara ideologis maupun secara praktis. Masalah refleksi perempuan dalam ruang publik dan ruang privat yang didominasi oleh kaun patriarkat terungkap dalam novel Pipisahan. Peranan tokoh perempuan dalam memperjuangkan hidupnya dengan mengais rezeki di ruang publik mendapat banyak hambatan dari kaum laki-laki. Bahkan, kaum laki-laki berusaha untuk menempatkan kembali tokoh perempuan itu ke ruang privat

    130

    full texts

    235

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Balai Bahasa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇