Jurnal Balai Bahasa
Not a member yet
235 research outputs found
Sort by
Tragedi UBL Berdarah dalam Anomie karya Rilda A. Oe.Taneko
Sastra sejarah membalut fakta yang ada di masyarakat dalam bingkai imajinasi penulis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tragedi UBL yang terjadi pada tahun 1998. Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan historis dan mimetik. Data yang digunakan ialah peristiwa berdarah yang terjadi dalam novel Anomie. Hasil analisis menunjukkan bahwa aksi mahasiswa Lampung terjadi sebagai bentuk solidaritas terhadap demontrasi RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya (PKB) di Jakarta. Dalam peristiwa tersebut, dua orang mahasiswa Lampung harus kehilangan nyawa. Pecahnya bentrok antara mahasiswa dan aparat keamanan ditenggarai adanya keterlibatan oknum yang ingin mendapat keuntungan sepihak. Novel ini mengungkapkan bahwa penguasa adalah pemilik segala kuasa yang dapat dengan mudah mengerahkan kekuatan untuk melakukan tindakan
Kontribusi Penelitian Filologi untuk Pengembangan Studi Sejarah
Penelitian ini membahas hasil penelitian dalam bidang filologi, baik dalam bentuk tesis maupun disertasi tentang naskah yang mengandung informasi sejarah. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana kontribusi penelitian filologi terhadap naskah dapat bermanfaat dalam pengembangan studi sejarah. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dan metode sejarah yang meliputi heuristik. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari beberapa tesis dan disertasi serta beberapa artikel dari jurnal terindeks Nasional seperti Metasastra, Jumantara, dan Patanjala. Berdasarkan sumber data tersebut, peneliti menemukan berbagai macam genre sejarah yang tersimpan dalam naskah mulai dari sejarah kepemimpinan, sejarah silsilah keturunan, sejarah seorang pemuka agama, sejarah penjajahan, serta sejarah Islamisasi
NILAI-NILAI EDUKATIF DALAM CERPEN PILIHAN PERHUTANI GREEN PEN AWARD 2014 NYANYIAN MERANTI MERAH
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah nilai edukatif dalam cerpen pilihan perhutani green pen award 2014 Nyanyian Meranti Merah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan nilai edukatif yang terdapat dalam cerpen pilihan perhutani green pen award 2014 Nyanyian Meranti Merah. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui studi pustaka (dokumentasi). Sumber data penelitian ini adalah cerpen pilihan perhutani green pen award 2014 Nyanyian Meranti Merah. Berdasarkan analisis data menunjukkan bahwa cerpen pilihan perhutani green pen award 2014 Nyanyian Meranti Merah sarat dengan muatan nilai-nilai edukatif. Tema yang muncul dalam cerpen tersebut adalah hutan dan lingkungan. Cerpen pilihan perhutani green pen Award 2014 Nyanyian Meranti Merah dapat digunakan sebagai referensi pembelajaran
Sěrat Nitimani: Pendidikan Seks berdasarkan Etika Jawa
The depth study of sex education in Sĕrat Nitimani is the result of moral degradation in the society. The research describes how the ethics of sexual intercourse and Javanese wife’s dreams criteria in Sĕrat Nitimani.This descriptive qualitative research with content analysis aims to reveal the moral sex education accordance with Javanese ethics and ideal’s wife criteria in Sĕrat Nitimani.The result of the research indicates that the advice on how to choose the woman as a wife is that they should consider about ‘bobot’ (quality), ‘bibit’ (line of decent), ‘bebet’, with the same character ‘sama’, different character‘beda’, ‘dana’ (wealthy), ‘denda’; the wife’s obligations with character ‘gemi’, ‘nastiti’, ‘ngati-ati’, ‘tengen’, ‘rigen’, ‘mugen’, and ‘titi’, ‘rukti’, ‘rumanti’. The most important things of sex education is the ethics in intercourse based on moral value of Javanese society. The ethics are when doing it, it should be in a conscious, calm, earnest, patient, careful, and self-controlled. Furthermore, it is advised that it should be done in proper place, and started with clean conditions and good intentions
Mimikri, Mockery, dan Resistansi Gaya Hidup Pribumi terhadap Budaya Kolonial Belanda dalam Tetralogi Pulau Buru
This research discusses mimicry, mockery, and resistance of indigenous and colonial lifestyle as a result of Indies cultural contact in the tetralogy of Pramoedya Ananta Toer’s “Pulau Buru”. The purpose of this research is to describe the reality of indigenous lifestyle in the Buru tetralogy especially at mimicry, mockery, as well as resistance from colonized people. Data collection method of this research is the literary study of reading-record technique. The data are analyzed by applying the analytical descriptive method with understanding and interpretation technique. Homi K. Bhabha's postcolonial theory is used to examine mimicry, mockery, and resistance problems. The result of the research shows that cultural contact between colonialists and colonized people in the Indies has engendered Indies culture. The existence of the mixing of Indies culture influenced the occurrence of mimicry to western culture performed by indigenous leaders. In contrast, the emergence of mockery against the indigenous was done by Dutch colonial leaders who did not like the indigenous alignment/establishment. However, behind the events of mimicry and mockery, the presence of Minke and Nyai Ontosoroh is as the strong figures. It is intended for indigenous cultural resistance as a form of resistance to colonial occupation in the Dutch East Indies
Refleksi Tradisi Orang Rimba dalam Dongeng Bujang Kelingking dan Anak Dewa Padi: Perspektif Sosiologis
The tradition of a society can be reflected into their literary works. Similarly, the tradition of Orang Rimba is also reflected in the folktales of “Bujang Kelingking” and “Anak Dewa Padi”. The problem of this study is how the traditions of Orang Rimba are reflected in both folktales. This study aims at describing the traditions of Orang Rimba portrayed in those folktales. The research uses a sociological perspective which correlates text with social context of Orang Rimba. This study applies qualitative methods with an annotated bibliography and interview techniques. The result of this study shows that the traditions of Orang Rimba contained in the folktales are the traditions of settling, hunting, and farming. Furthermore, the traditions related to the kinship and belief systems are mirrored in those folktales as well