Jurnal Balai Bahasa
Not a member yet
235 research outputs found
Sort by
SEJARAH DAN REALITAS KEKINIAN DALAM NOVEL RAHASIA MEEDE (History and Today’s Reality in Rahasia Meede)
Makalah ini membahas wacana sejarah dalam kaitannya dengan realitas kekinian yang tergambar dalam novel Rahasia Meede karya ES Ito. Wacana tersebut diungkap dari pengamatan penulis terhadap bagian-bagian cerita dan jalinan peristiwa yang terangkai dalam cerita. Novel Rahasia Meede merupakan novel sejarah yang menyuarakan begitu banyak pesan peradaban. Sejarah dimanfaatkan oleh pengarang sebagai media pencetus ide. Selain itu, fakta sejarah juga digunakan oleh pengarang untuk mengingatkan bangsa ini, khususnya generasi muda untuk lebih hati-hati dalam menjalani hidup. Pengarang ingin mengajak pembaca untuk sekilas berpaling dari aktivitas sehari-hari dan melongok ke jendela masa lalu dan menjadikannya sebagai cermin untuk melangkah ke depan
MORFOLOGI KABA PUTI NILAM CAYO (Morphology of Kaba Puti Nilam Cayo)
Makalah ini bertujuan untuk mengkaji morfologi kaba Puti Nilam Cayo dengan menerapkan teori morfologi cerita rakyat Vladimir Propp. Apa yang telah ditelaah oleh Propp atas cerita rakyat Rusia diterapkan untuk melihat fungsi pelaku dan rumusan struktur salah satu cerita tradisional Minangkabau tersebut. Selain menguraikan fungsi pelaku, makalah ini juga membahas skema dan pola cerita termasuk distribusi fungsi di kalangan pelaku serta cara-cara pengenalan pelaku. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif. Dari hasil pembahasan ditemukan bahwa kaba Puti Nilam Cayo mengandung sembilan belas fungsi pelaku dengan empat pergerakan cerita.Abstract:This paper is an endeavor to study morphology of Kaba Puti Nilam Cayo by applying the morphology theory of folktale written by Vladimir Propp. What Propp has studied on the Russian folktale is to reveal the character function and the structure of one of the Minangkabau traditional folktales. Besides describing the character function, this paper attempts to study scheme and pattern of the story including function distribution among the characters as well as the ways of characters introduction. The method used is descriptive qualitative method. The results of the research indicate that Puti Nilam Cayo consists of nineteen character functions and four story movements
PENGARUH CERITA DETEKTIF TRADISIONAL BARAT TERHADAP NOVEL INDONESIA MENCARI SARANG ANGIN DAN KREMIL KARYA SUPARTO BRATA (The Influence of West Traditional Detective Stories on Indonesian Novel: Suparto Brata’s “Mencari Sarang Angin” and “Kremil”)
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hubungan Suparto Brata dengan cerita detektif tradisional Barat dan mendeskripsikan pengaruh cerita detektif tradisional Barat terhadap novelnya yang berjudul Kremil dan Mencari Sarang Angin. Kajian ini termasuk ke dalam studi sastra bandingan. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa Suparto Brata merupakan pembaca cerita-cerita detektif tradisional Barat. Pengaruh bacaan tersebut terhadap novel Kremil dan Mencari Sarang Angin yang ditulisnya teridentifikasi dari fakta cerita berupa alur (yang terdiri atas tiga bagian: kejahatan, pelacakan, dan pembongkaran misteri), penokohan (penjahat, korban, pelacak, dan tokoh lainnya), dan latar terisolasi. Akan tetapi, dalam beberapa hal, novel Kremil dan Mencari Sarang Angin menunjukkan penyimpangan atau modifikasi dari cerita detektif tradisional Barat.Abstract:This study focuses on describing the relationship between Suparto Brata as a writer and western traditional detective stories. It also examines their influence on his works: “Kremil” and “Mencari Sarang Angin”. The research is under comparative literary study. The result of the re- search shows that Suparto Brata is the western detective stories reader. Their influence on his works, “Kremil” and “Mencari Sarang Angin”, can be identified from their plot, character, and isolated setting. Firstly, the plot is divided into three parts: criminality, tracing the story, and un- covering the mystery. Secondly, the characters consist of criminal, victim, and other characters. In some cases, however, “Kremil” and “Mencari Sarang Angin” indicate the deviation or modification of the western traditional detective stories
REVITALISASI KEARIFAN LOKAL SEBAGAI IDENTITAS BANGSA DI TENGAH PERUBAHAN NILAI SOSIOKULTURAL (Local Revitalization as a National Identity in the Midst of Change Socio-Cultural Values)
Sejak diproklamasikan, format nasionalisme Republik Indonesia adalah mozaik keberagaman yang multikultural dan pluralistik yang menampung berbagai perbedaan budaya, etnis, agama, dan ideologi. Karena itu, prinsip bernegara yang kita kenal adalah bhineka tunggal ika, ‘berbeda-beda namun satu’. Sejalan dengan perkembangan zaman, banyak hal mengalami perubahan, termasuk nilai-nilai sosiokultural, persepsi politis ideologis, dan sebagainya. Di sisi lain, warisan kultural dari nenek moyang berupa nilai dan akar tradisi, termasuk kearifan lokal, mengalami pelunturan dan penggerusan. Penulis ini akan mencoba membahas bagaimana posisi kearifan lokal di tengah perubahan yang berlangsung secara eksternal dan internal. Mengacu pada kondisi Indonesia saat ini, dapat dikatakan ada dua faktor yang memengaruhi perubahan nilai sosiokultural, yakni faktor eksternal dan internal yang (mungkin) bergerak secara simultan. Faktor eksternal, antara lain, dipengaruhi oleh globalisasi, deideologisasi politik di tingkat global, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, neokapitalisme dan neoliberalisme yang makin memacu gaya hidup pragmatis, konsumtif, dan individual. Faktor internal dipengaruhi melunturnya nilai-nilai tradisi dan nilai- nilai lokal (termasuk di dalamnya kearifan lokal) yang mungkin juga terjadi karena faktor eksternal. Karena diasumsikan telah terjadi pelunturan nilai-nilai tradisi, penulis juga akan mencoba melihat upaya apa saja yang bisa dilakukan untuk merevitalisasi kearifan lokal di tengah globalisasi dan perubahan nilai sosiokultural sehingga kearifan lokal tetap menjadi identitas bangsa sekaligus memberikan kontribusi dalam membangun Indonesia yang multikultural dan pluralistik sekaligus madani. Revitalisasi kearifan lokal juga diharapkan mampu merespons dan memberikan solusi atas tantangan dan problematika Indonesia kini, seperti bagaimana mengatasi korupsi, kemiskinan, dan perusakan ekosistem alam.Abstract:Since the proclamation, the nationalism format of the Republic of Indonesia is multicultural and plural diversity mosaic accommodating many different cultures, ethnicities, religions, and ideologies. Therefore, the principle of nationhood as we know it is bhineka tunggal ika, unity in diversity. In line with the times, many things have changed, including socio-cultural values, ideological perceptions of politicians, and so on. On the other hand, the cultural heritage of the ancestors of is the values root and traditions, including local wisdom experiencing discoloration. This writer will try to discuss how the position of local wisdom in the midst of change that take place in external and internal. Referring to Indonesia’s current condition, it can be said that there are two factors influencing the change in socio-cultural values, namely, the external and internal factors that (perhaps) move simultaneously. External factors are, among others, influenced by globalization, political ideolo- gies at the global level, the development of information and communication technology, neo-capitalism and neo-liberalism spurring more pragmatic lifestyle, consumptive, and individuals. Internal factors, on the other hands, are influenced the fade of values tradition and local values (including local wisdom) that may also occur due to external factors. Because it is assumed that there has been discoloration of tradition values, the writer will also try to find out what kind of effort can be done for revitalizing local wisdom, in the midst of globalization and changes in the socio cultural values. Hence, the local wisdom continues to be a nation’s identity as well as to give contribution in building a multicultural, pluralistic, and civi- lized Indonesia. Revitalization of local wisdom is also expected to respond and provide solutions to the challenges and problems of Indonesia today, that is, how to overcome corruption, poverty, and destruction of naturalecosystems
ANSIETAS S.E.W. ROORDA VAN EYSINGA DALAM PUISI “HARI TERAKHIR ORANG BELANDA DI PULAU JAWA”: PSIKOANALISIS JACQUES LACAN (Anxiety of S.E.E. Roorda Van Eysinga In the Poem “Hari Terakhir Orang Belanda di Pulau Jawa”: Psychoanalysis of Jacques Lacan)
Puisi “Hari Terakhir Orang Belanda di Pulau Jawa” yang dibahasakan oleh Panglima Sentot bersumber dari puisi yang berjudul “Ballada Pengutukan” karya S.E.W. Roorda van Eysinga. Puisi itu menggambarkan adanya konflik kejiwaan yang dirasakan oleh sang penyair. Penelitian ini bertujuan mengungkap ansietas yang dialami oleh S.E.W. Roorda van Eysinga dalam puisi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan, deskriptif, dan penyajian secara naratif. Berdasarkan hasil pembahasan menunjukkan bahwa ansietas S.E.W. Roorda van Eysinga dilatarbelakangi oleh sikap antipati terhadap kebiadaban dan keserakahan bangsanya. Hal itu menimbulkan kecemasan dalam dirinya akan aksi balas dendam dari kaum pribumi. Sikap antipati dan gejolak ansietas yang ada dalam diri penyair itu disampaikan dengan gaya bahasa simbol, personifikasi, eufemisme, hiperbola, asidenton, dan sinekdoke pars pro toto.Abstract:The poem “Hari Terakhir Orang Belanda di Pulau Jawa” was reworded by Panglima Sentot based on the poem of “Ballada Pengutukan” written by S.E.W. Roorda Van Eysinga. It describes the inner conflict of the poet. The study is indended to reveal the anxiety of the poet in the poem. The applied method is literary, descriptive, and narrative.The result shows that the back- ground of the anxiety of S.E.W. Roorda Van Eysinga was by the antipathy behaviour toward bar- barity and greediness of his own people. It rose anxiety over himself of the native’s reprisal. The antiphaty behaviour and anxiety of the poet were expressed in symbolic language, personifica- tion, eufemism, hyperbolic, asydenton, and synechoche pars pro toto
PENGALAMAN SPIRITUAL K.H. BISRI MUSTOFA DALAM NASKAH MANASIK HAJI: TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA (The Spiritual Experience of KH Bisri Mustofa in Manasik Haji Manuscript : A Literary Socio- logical Review)
Di dalam naskah lama tersimpan ide, pemikiran, dan pengalaman penulisnya yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Naskah Tuntunan Ringkas Manasik Haji (TRMH) karya K.H. Bisri Mustofa (KHBM) mengungkap kondisi sosial masyarakat berkaitan dengan pengalaman spiritual haji penulisnya ke Tanah Suci pada masa transportasi kapal laut sebagai kendaraan pilihannya. Penelitian ini bertujuan mengungkap pengalaman spiritual KHBM dalam naskah TRMH. Penelitian ini menggunakan metode penelitian filologi dan sosiologi sastra. Dari hasil penelitian filologi (kritik teks), dihasilkan kesalahan tulis substitusi sebanyak 16 kata, adisi 2 kata, omisi 3 kata, dan transposisi 2 kata atau kalimat. Naskah TRMH adalah potret pengalaman spiritual KHBM dan juga potret pengalaman spiritual haji masyarakat Indone- sia pada saat itu. Berdasarkan analisis sosiologi sastra diperoleh lima hasil penelitian tentang pengalaman spiritual KHBM, yaitu pengalaman spiritual 1) saat di kapal laut menuju Tanah Suci, 2) saat berziarah ke makam Rasulullah, 3) saat menyaksikan jemaah bertabaruk (mengharap berkah) berlebihan di Tanah Suci, 4) saat menyaksikan air Sumur Aris yang kering, dan 5) saat salat arba’in (salat empat puluh waktu).Abstract:In the old manuscripts, ideas, thoughts, and author’s experience are stored. The manu- script of Tuntunan Ringkasan Manasik Haji (TRMH) by Bisri Mustafa (KHBM) reveals social conditions associated with author’s pilgrimage spiritual experiences to the Holy Land author dur- ing sea transportation as choice. The present research aims at revealing the KHBM spiritual experiences in TRMH manuscript. In addition, this study also uses philological research method and literary sociology. The results of the research indicate that in philological research (textual criticism) there are substitution errors as many as 16 words, 2 words addition, 3 words omission and two words or sentences transposition. TRMH manuscript is a portrait of a KHBM spiritual experience and also people’s pilgrimage spiritual experience that occurred at that time. Based on the analysis of literary sociology it can be summarized that there are five findings on KHBM spiritual experience: his observation on spiritual experience during on voyage to the Holy Land, during a pilgrimage to the tomb of the Prophet Muhammad, during the pilgrims praying to expect a plentiful blessing(tabarruk) in the Holy Land, during the experience to see the Aris dry well , and during prayer forty time praying (Arba’in
REVITALISASI MITOS GUNUNG SIKLOP (CYCLOOP): SEBUAH ALTERNATIF KONSERVASI DANAU SENTANI MELALUI SASTRA LISAN (The Revitalization of Siklop (Cycloop) Mountain Myth: An Alternative of Conservation at Sentani Lake Through Oral Literature)
Danau Sentani sebagai ikon Kota Jayapura mempunyai peran penting, baik secara ekonomi maupun ekologi. Sayang sekali, danau ini telah mengalami pencemaran dan pendangkalan karena sedimentasi. Kualitas air menjadi semakin buruk dari waktu ke waktu. Sampah berceceran di tepian Danau Sentani. Danau Sentani berubah menjadi seperti tempat sampah raksasa. Salah satu faktor utama yang menyebabkan terjadinya kerusakan ini adalah penggundulan hutan di sekitar Gunung Siklop. Sebagai daerah hulu dan sumber mata air, Gunung Siklop harus dijaga kelestariannya. Tulisan ini mencoba untuk memberikan sebuah tawaran tentang cara baru pemeliharaan lingkungan melalui revitalisasi mitos. Kita bisa mempelajari identitas, jalan hidup, keyakinan, nilai, dan budaya suatu masyarakat dari mitos.Abstract:Sentani Lake as an icon of Jayapura has an important role both economically and ecologically. Unfortunately, the lake has been polluted and become shallow due to sedimentation. The water quality of this lake getting worse from time to time. Domestic garbage is scattered on the side of the lake. It seems that Sentani Lake has changed to be a giant garbage dump. One major factor causing this condition is the deforestation of cycloop mountain. As an upstream and re- source of water, Cycloop mountain should be protected from the destruction. This paper tries to offer a new way of treating environment through revitalization of myth. As a product of oral tradi- tion, we could learn about the identity, way of life, belief, value, and culture of such a community from myth