Jurnal Balai Bahasa
Not a member yet
235 research outputs found
Sort by
RESENSI BUKU: “PEREMPUAN YANG MERESISTENSI BUDAYA PATRIARKI”
Identitas BukuJudul : Perempuan dalam Tiga Novel Karya Nh. DiniPengarang : Aquarini PriyatnaPenerbit : Pustaka MatahariCetakan : pertamaTahun Terbit : 2014Jumlah Halaman : 146 halama
MORFOLOGI SASTRA LISAN TOBATI (The Morphology of Tobati Folktale)
Masyarakat Tobati memiliki kekayaan sastra lisan. Sebagian besar sastra lisan Tobati masih tersebar secara lisan walaupun sudah ada beberapa cerita yang telah dibukukan.Di samping sebagai upaya pendokumentasian sastra lisan, penelitian ini secara umum bertujuan untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang morfologi sastra lisan Tobati berdasarkan teori Vladimir Propp. Dari hasil analisis dongeng yang berjudul Tant Ridah diketahui bahwa terdapat tujuh belas fungsi pelaku dan lima lingkaran tindakan dalam cerita rakyat tersebut. Adapun nilai moral yang terkandung dalam cerita tersebut adalah perlunya menjaga sikap amanah terhadap tugas yang dibebankan kepada kita dan keyakinan bahwa dibalik kesulitan selalu ada kemudahan. Fungsi-fungsi yang ada di dalam cerita merupakan refleksi kompleksitas berfikir masyarakat.Abstract:The people of Tobati has varieties of folktales. Most of the folktales in Tobati has been spread orally even though some of them have been documented in written record. Besides as an effort to document folktale, the aim of the research tries to describe the morphology of the folktale based on Vladimir Propp’s structure. From the analysis, it is known that Tobati’s “Tant Ridah” consists of seventeen functions and five spheres of action in it. The moral value of the folktale is that we should obey every task given to us. In addition, we should believe that there are always some positive things in every single problem that comes to us. The functions stated in the story are as reflections of thinking complexity of such community
REFLEKSI BUDAYA BALI DALAM CERPEN TOGOG KARYA NYOMAN MANDA
Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan aspek budaya Bali yang terkandung dalam salah satu cerpen Bali modern berjudul “Togog” dengan teori antropologi sastra. Teori tersebut merupakan salah satu teori dalam kritik sastra yang menelaah hubungan antara sastra dan budaya. Hal utama yang menjadi fokus pengamatan adalah bagaimana sastra itu digunakan sehari-hari sebagai tindakan bermasyarakat. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka, mengingat sumber data berupa sumber tertulis, sedangkan analisis data dilakukan dengan metode deskriptif analisis. Untuk melancarkan proses pengumpulan data, metode tersebut dibantu dengan teknik catat, yaitu mencatat temuan data yang akan dijadikan model analisis. Data-data yang diperoleh dianalis dengan metode deskripsi, yaitu memerikan, menggambarkan, menguraikan, dan menjelaskan objek yang dikaji. Hasil yang ingin dicapai dalam penelitian ini, yaitu deskripsi tentang aspek-aspek budaya Bali, yang terefleksi atau tercermin dalam cerpen ”Togog”.Abstract: This paper aimed to describe aspects of Balinese culture that is contained in one of the Balinese modern short story titled "Togog" by using theory of anthropological literature. The theory is one of theory in literature criticism that analyzed the relationship between literature and culture. The main thing that becomes the focus of this study is how literature was used daily as social action. The method used in collecting the data in the study is the method of literature review, since the source of the data is in the form of written sources, while the data analysis was conducted using descriptive analysis.To expedite the process of collecting data, the method assisted with technical note, the recorded and noted data will serve as a model of analysis. The obtained data were analyzed by the descriptive method, which describe, depict, elaborate, and explain the object being studied. The results to be achieved in this study, is the description of aspects of anthropology, such as religion, customs, livelihoods, and traditional arts performing in the short story "Togog"
PROFIL NABI MUHAMMAD DALAM NASKAH GELUMPAI DAN BARZANJI (The Profile of Prophet Muhammad in The “Gelumpai” and “Barzanjis” Manuscript)
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan mekanisme penerapan hipogram Gelumpai dengan Barzanji. Ruang lingkupnya adalah dari segi isi yaitu unsur leksikal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan metode komparatif. Langkah-langkah yang ditempuh adalah menganalisis struktur teks Gelumpai dan menghubungkannya dengan teks Barzanji yang menjadi latar penciptaannya. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa teks dalam Gelumpai tersebut mengambil inspirasi dari syair Barzanji.Abstract:The purpose of the research attempts to describe mechanism of “Gelumpai” hypogram application with “Barzanji”. The focus of the study is on lexicon analysis. This research applies descriptive and comparative method. The analysis is by examining textual structure of Gelumpai and by relating them to Barzanji as the creation background. The result of study reveals that the “Gelumpai” manuscript took inspiration from “Barzanji” verse
KONSTRUKSI GENDER DALAM NOVEL UTSUKUSHISA TO KANASHIMI TO KARYA YASUNARI KAWABATA (Gender Construction in Yasunari Kawabata’s Utsukushisa To Kanashimi To)
Novel Utsukushisa to Kanashimi to merupakan sebuah karya Yasunari Kawabata yang diterbitkan pada tahun 1969. Penelitian diawali dengan menganalisis apa saja bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang dialami Otoko dalam lingkup patriarki dengan menggunakan teori kritik sastra feminis. Kritik sastra feminis merupakan salah satu disiplin ilmu yang menekankan penelitian sastra dengan perspektif feminis. Hal yang penting dalam analisis kritik sastra feminis adalah bagaimana perempuan ditampilkan, bagaimana suatu teks membahas relasi gender serta apa saja ide-ide feminis yang terdapat dalam cerita. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Otoko mengalami beberapa ketidakadilan gender. Bentuk-bentuk ketidakadilan gender tersebut antara lain marjinalisasi, subordinasi, stereotipe, dan kekerasan seksual. Sementara itu, ide-ide feminis yang terkandung dalam cerita adalah kemandirian seorang perempuan dalam lingkup budaya patriarki.Utsukushisa to Kanashimi to novel was written by Yasunari kawabata, published 1969. This research followed by the analysis of gender construction Otoko within patriarchy environment. Feminist literature critism is a discourse emphasizing on how literature should be done through feminist perpektive. The important things of feminist literature critism are how the women are described, how a text could be related to gender, and any feminist ideas depicted in the story. The result of this research prove that Otoko faces gender construction such as marginalization, subordinations, sterotyping and sexual violences. Meanwhile, the ideas of feminism in the story are about a woman’s independence
EKSPLORASI NILAI-NILAI LUHUR TRADISI LISAN NGONI CANGKINGAN DALAM ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT KAYUAGUNG
Ngoni Cangkingan adalah salah satu tradisi lisan adat perkawinan yang dimiliki oleh masyarakat Kayu Agug, Sumatera Selatan. Ngoni Cangkingan atau yang disebut juga dengan istilah Juluk (pemberian gelar) merupakan salah satu rangkaian kegiatan adat perkawinan yang diberikan kepada kedua mempelai melalui garis keturunan kakek atau buyut. Masyarakat Kayu Agung berkeyakinan bahwa dengan pemberian gelar ini, yang merupakan salah satu rangkaian dalam adat perkawinan, perkawinan akan selamat sejahtera serta akan mendatangkan kebahagiaan bagi kedua mempelai di masa yang akan datang. Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan unsur-unsur kearifan lokal yang terdapat dalam tradisi lisan Ngoni Cangkingan. Selain itu, penelitian ini dilakuakan sebagai bentuk nyata dari suatu usaha guna mengeksplorasi, menginventarisasi, dan mendokumentasikan tradisi lisan masyarakat Kayu Agung .Metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini untuk menunjukkan dan memaparkan nilai kearifa lokal yang terdapat dalam tradisi lisan Ngoni Cangkingan. Analisis data dilakukan dengan cara menggunakan pendekatan kualitatif dengan memberikan perhatian yang lebih pada faktor etnografis, yaitu menghimpun informasi sebanyak dan sedalam mungkin untuk mengetahui kebiasaan dan nilai masyarakat Kayu Agung. Penelitian ini bersifat eksplanasi, yaitu menjelaskan makna-makna yang terdapat dalam tradisi lisan, baik makna kata, makna bahasa maupun makna simbol. Objek penelitian ini adalah tradisi lisan Ngoni Cangkingan. Teori yang digunakan adalah teori tentang tradisi lisan, dan kearifan lokal. Kesimpulan yang didapat dari hasil analisis terhadap tradisi lisan ini adalah Ngoni Cangkingan merupakan media untuk memberikan wejangan kepada pengantin sebelum acara pemberian gelar dilaksanakan. Dari hasil analisis dan intepretasi terhadap data dapatlah disimpulkan bahwa ada beberapa nilai-nilai luhur warisan leluhur yang terkandung dalam tradisi lisan ini,yaitu kerendahan hati, menghormati atau menghargai orang lain, gotong royong, kepatuhan istri kepada suami, dan ketegasan dalam bertindak