Jurnal Balai Bahasa
Not a member yet
235 research outputs found
Sort by
MAKNA ASPEKTUAL DALAM WACANA BERBAHASA LAMPUNG
Salah satu hal penting yang harus disampaikan untuk mengungkapkan suatu informasi tentang sebuah peristiwa adalah waktu terjadinya peristiwa tersebut dan situasi pada saat terjadinya peritiwa itu. Pengungkapan informasi mengenai suatu peristiwa yang berhubungan dengan waktu dalam ilmu kebahasaan termasuk pada makna aspektual. Penelitian dalam bidang semantik yang berkaitan dengan makna kewaktuan dalam bahasa Lampung masih jarang dilakukan. Oleh karena itu, penelitian seperti itu perlu untuk dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mendokumentasikan bahasa Lampung. Teori yang digunakan yaitu teori makna aspektual yang dikemukakan oleh Bernard Comrie. Metode yang digunakan yaitu kualitatif. Data dikumpulkan dengan cara direkam dan dianalisis berdasarkan makna inheren yang terdapat pada verba. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna aspektual dalam bahasa Lampung sebagian besar diungkapkan dalam bentuk imperfektif. Aspek yang terdapat dalam data tidak ada yang ditandai dengan penanda aspek sedang dan akan, tetapi ada yang ditandai dengan penanda aspek sudah
Simbolisme Tokoh-Tokoh pada Cerpen “Godlob” Karya Danarto: Kajian Semiotik
“Godlob” merupakan salah satu cerpen realis karya Danarto yang sangat unik dalam pembangunan konflik antartokoh di dalamnya. Penelitian ini bertujuan mengungkap simbolisme yang dihadirkan oleh para tokoh. Penulis menggunakan kajian semiotik dalam membedah pesan tersembunyi pengarang. Hasil penelitian menunjukan bahwa simbol-simbol yang diungkap menunjukan adanya relasi kuasa negara yang tepersonifikasi melalui sifat-sifat yang melekat pada tokoh ayah. Selanjutnya, simbol yang terungkap pada tokoh anak adalah sebuah representasi rakyat kecil atau warga negara yang tidak berdaya. Dalam realitas kehidupan, kedua hal tersebut terkadang memiliki nasib yang sama, yaitu menjadi kaum yang teraniaya. Terakhir, tokoh ibu dalam cerita mengungkap adanya simbol-simbol ideologi. Perlawanan yang dilakukan tokoh ibu terhadap suaminya merupakan anomali bagi tradisi budaya keluarga di Indonesia. Sikap egaliter yang ditunjukan berupa berani membunuh suami merupakan wujud perlawananan yang luar biasa terhadap dominasi kekuasan patriarki. Berdasarkan temuan tersebut, tokoh perempuan menjadi representasi simbol ideologi feminisme
PENERAPAN MODEL INTEGRATIF LEARNING UNTUKMENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENULIS DAN BERCERITA RANGKUM BUKU NONFIKSI
Hasil studi pendahuluan menulis dan bercerita hasil rangkuman buku nonfiksi rendah sehingga peneliti perlu memecahkan masalah dengan menggunakan model Integratif Learning. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan Model Integratif Learninguntuk meningkatkan hasil belajar menulis rangkuman, dan bercerita hasil rangkuman buku nonfiksi.Metode penelitian yang dikembangkan adalahPenelitian Tindakan Kelas, model Kemmis dan Taggart.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil menulis rangkuman dalam bentuk rangkaian gagasan pokok isi buku nonfiksi, 21 peserta didik tuntas (65,63%) siklus I, 28 Peserta didik tuntas (87,50%) siklus II, dan menceritakan hasil rangkuman dalam bentuk rangkaian gagasan pokok isi buku nonfiksi yang dibuat, 20 peserta didik tuntas (62,50%) siklus I, 29 Peserta didik tuntas (90,63%) siklus II. Hasil penelitian membuktikan bahwa penerapan Model Integratif Learning dapat meningkatkan penilaian hasilbelajar menulis rangkuman dan menceritakan kembali hasil rangkuman buku nonfiksipada peserta didik kelas VII-B SMP Negeri 3 Pamekasan
Morbid Chic: Refleksi Konsep Psikoanalisis Lacanian dalam Novel L’Hyper Justine Karya Simon Liberati
Penelitian ini mengungkapkan keberadaan fenomena Morbid Chic di dalam novel L’Hyper Justine karya Simon Liberati, melalui kajian psikologi sastra khususnya dengan konsep Jacques Lacan. Gagasan tentang Morbid Chic memberikan nafas baru dalam genre literature Prancis kontemporer yang dianggap stagnan dan membosankan. Morbid Chic merupakan sebuah dunia yang menggambarkan keburukan, kebobrokan, hal-hal tabu, dan sifat tak bermoral manusia yang sudah dianggap biasa bahkan cenderung telah menjadi hal yang menantang untuk dilakukan. Dari sudut pandang psikologi, Morbid Chic dianggap sebagai realisasi konsep Lacanian, yaitu kajian tentang ekspresi hasrat, hawa nafsu, dan pemuasan kebutuhan seseorang. Pemenuhan hasrat secara alamiah memang harus dilakukan karena manusia selalu berada dalam keadaan tidak utuh/ berkekurangan. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa dalam novel tersebut, Morbid Chic berwujud pada tindak kejahatan, kekerasan, degradasi moral, serta obsesi seksual dan material dari para tokohnya yang berasal dari motif-motif Obsesi, Hasrat, Fetishis, Negasi, dan Transformasi Objek-Hasrat
Cerita Rakyat Nenek Luhu: Tinjauan Vladimir Propp
Cerita rakyat Nenek Luhu merupakan cerita rakyat yang sangat populer di masyarakat Maluku, khususnya Kota Ambon. Melalui isi dalam cerita ini ditemukan asal-usul beberapa tempat wisata yang ada di Kota Ambon. Selain itu, mitos keberadaan tokoh Nenek Luhu memiliki nilai mistis dan disegani oleh masyarakat Kota Ambon. Oleh karena itu, merupakan hal yang menarik untuk menganalisis fungsi pelaku dan penyebarannya menggunakan pendekatan Vladimir Propp. Penelitian ini menganalisis fungsi-fungsi pelaku pada dongeng Nenek Luhu dengan menggunakan teori struktural Vladimir Propp. Analisis pada fungsi pelaku bertujuan untuk mengetahui struktur naratif yang terkandung dalam cerita Nenek Luhu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka. Hasil dari penelitian ini ditemukan delapan fungsi pelaku dalam cerita rakyat Nenek Luhu, terdapat tiga pola cerita yang menunjukan alur maju, namun memiliki akhir cerita yang mengambang, dan Cerita Nenek Luhu memiliki empat lingkaran tindakan
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA PENULISAN MEDIA LUAR RUANG DI KABUPATEN INDRAGIRI HILR
Penelitian ini membahas analisis kesalahan berbahasa pada penulisan media luar ruang di Kabupaten Indragiri Hilir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan berbahasa Indonesia yang terdapat pada penulisan media iklan luar ruang di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini dikumpulkan dengan mendokumentasikan bahasa media luar ruang di Kabupaten Indragiri Hilir.Data dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut pertama, pengklasifikasian data menurut kesalahan ejaan dan penggunaan bahasa asing (Inggris) pada media luar ruang. Kedua, reduksi data. Ketiga, menjelaskan penggunaan bahasa yang benar pada media luar ruang sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Berdasarkan analisis data ditemukan kesalahan pemakaian bahasa media luar ruang ini meliputi pemakaian tanda baca khususnya tanda titik (.), tanda koma (,), tanda hubung (-), tanda tanya (?), dan tanda garis miring (/), penulisan kata depan ke, penulisan kata refil dan propinsi, pemakaian huruf kapital (G), pemakaian struktur bahasa Inggris, dan penggunaan kata bahasa asing (Inggris).Kata kunci: kesalahan berbahasa, media luar ruang, ejaan, istilah asin
Unsur Seksualitas yang Direpresentasikan Tokoh Novel Pasung Jiwa Karya Okky Madasari: Analisis Wacana Kritis Teun A. van Dijk
Novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari menggambarkan dinamika kehidupan seseorang yang penuh polemik dan selalu diperlakukan tidak adil di dalam kehidupannya, terutama saat dihubungkan dengan seksualitas perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan adanya diskriminasi terhadap nasib perempuan yang berhubungan dengan seksualitas di dalam masyarakat sebagaimana yang direpresentasikan dalam novel Pasung Jiwa. Untuk mewujudkan hal tersebut, penelitian ini menggunakan studi diskursif dan pendekatan kualitatif dengan analisis wacana kritis yang dikembangkan oleh Teun A. van Dijk, terutama dengan melihat tiga dimensi, yaitu dimensi teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Masalah penelitian ini adalah bagaimana unsur seksualitas direpresentasikan dalam novel Pasung Jiwa. Hasil penelitian menemukan bahwa novel Pasung Jiwa adalah sarana kritik pengarangnya terhadap perilaku masyarakat dalam hubungannya dengan seksualitas. Selain itu, wacana seksualitas dimunculkan dalam novel menggambarkan upaya memarjinalkan perempuan
KATA KERJA MENGATAKAN DALAM TUTURAN BAHASA BANJAR
Kata kerja mengatakan memiliki fungsi predikat dalam kalimat. Kata mengatakan dapat digunakan dalam ragam fungsi dan jenis tuturan. Masalah penelitian ini adalah makna kata mengatakan berimbuhan meN- dan strategi menggunakan kata kerja mengatakan dalam tuturan bahasa Banjar. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penggunaan makna kata mengatakan berimbuhan meN- dan strategi menggunakan kata kerja mengatakan dalam tuturan bahasa Banjar. Penelitian ini menggunakan teori struktural, semantik, dan pragmatik. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan mendeskripsikan setiap unsurnya. Teknik yang digunakan dalam pengambilan data adalah teknik rekam dan dokumentasi. Teknik penyajian data menggunakan kata-kata biasa. Hasil penelitian yaitu makna imbuhan meN- dalam kata kerja mengatakan dalam tuturan bahasa Banjar meliputi kata kerja memerintah, memberikan informasi, perjanjian, dan harapan. Strategi tuturan bahasa Banjar yang menggunakan kata kerja mengatakan meliputi memperhatikan kebutuhan mitra tutur, melibatkan mitra tutur, menghindari ketidakcocokan, dan menumbuhkan sikap optimis
PENCEMARAN NAMA BAIK DALAM PERSPEKTIF LINGUISTIK FORENSIK
Makalah ini mengkaji dua unggahan di media sosial yang diduga kalimatnya mengandung unsur pencemaran nama baik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif, yakni mendekripsikan data untuk menentukan unsur-unsur yang dapat mencemarkan nama baik seseorang. Penentuan unsur tersebut memerlukan analisis linguisik forensik yakni menggunakan bukti kebahasaan dalam upaya penegakan hukum. Bukti tersebut dapat dianalisis dengan menggunakan kajian semantik leksikal, semantik gramatikal, dan pragmatik yang merupakan bagian dari kajian linguistik forensik. Berdasarkan analisis yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa dari sudut pandang semantik leksikal, kata yang digunakan pada kalimat yang diunggah tersebut memiliki makna denotasi yang negatif. Berdasarkan analisis semantik gramatikal kalimat tersebut bermakna merendahkan sekelompok masyarakat. Secara pragmatik, tidak tutur yang dilakukan oleh penggunggah adalah tindak ilokusi ekspresif, yakni ekspresi kekecewaan dan kemarahan. Selain itu, kalimat yang diunggah pada akun tersebut juga bersifat provokatif, yakni mengajak masyarakat mengikuti pendapat si pengunggah. Tindak ilokusi ekspresif menimbulkan tindak perlokusi pada mitra tutur yang disebut dalam kalimat tersebut. Tindak perlokusi itu berupa kemarahan kelompok masyarakat atau individu yang disebut di dalam unggahan
PERIAN SEMANTIK LEKSEM ALAT-ALAT PENGOLAH SAGU DALAM BAHASA SENTANI, PAPUA
Sagu bagi orang Indonesia Timur merupakan salah satu makanan pokok. Tulisan ringkas ini berupaya mengkaji varian semantik leksem alat-alat pengolah sagu dalam bahasa Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Langkah kerja penelitian ini, meliputi pengumpulan data, pengolahan data, dan pemaparan hasil pengolahan data. Data diperoleh dari data lisan dan data tertulis. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan menerapkan metode analisis komponen leksikal dengan langkah-langkah berikut. Pertama, menyeleksi data untuk menentukan kelompok makna saling berkolokasi yang diperkirakan membentuk satu medan makna tertentu. Kedua, menentukan hubungan kontinguitas antarmakna yang terdapat dalam sejumlah leksem. Hasil analisis menunjukkan bahwa varian semantik leksem alat-alat pengolah sagu dalam bahasa Sentani berjumlah sebelas leksem. Leksem-leksem tersebut diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok, yaitu (1) peralatan dalam menebang sagu, (2) peralatan dalam proses menokok sagu, dan (3) peralatan dalam proses meramas sagu