Jurnal Online Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
Not a member yet
411 research outputs found
Sort by
Pelatihan Instagram untuk branding UMKM di Kecamatan Pondok Aren
Pertumbuhan pesat teknologi dan penggunaan media sosial telah menciptakan paradigma baru dalam dunia bisnis, khususnya untuk UMKM. Dalam menghadapi era digital ini, pelaku UMKM dituntut untuk berinovasi dan memanfaatkan platform online guna memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan keberlanjutan usaha mereka. Dalam beberapa tahun terakhir, Instagram telah menjadi ruang virtual yang vital bagi berbagai jenis bisnis, memberikan peluang unik untuk memvisualisasikan produk atau jasa, berinteraksi dengan pelanggan, dan menciptakan kehadiran daring yang kuat. Kecamatan Pondok Aren, sebagai lanskap ekonomi yang heterogen dengan beragam jenis UMKM, menyadari perlunya dukungan dan pelatihan khusus agar para pelaku UMKM dapat bersaing secara lebih efektif dalam pasar digital. Tujuan utama dari pelatihan ini adalah memberikan pemahaman mendalam kepada pelaku UMKM di Kecamatan Pondok Aren tentang potensi Instagram sebagai alat strategis dalam pemasaran dan branding. Metode pelaksanaan kegiatan difokuskan dalam penanganan permasalahan bersama mitra ekonomi produktif, dan mitra tidak produktif secara ekonomi/sosial serta partisipasi mitra. Hasil dari pelaksanaan kegiatan PKM ini menunjukkan peserta pelatihan mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan Instagram untuk branding. Peserta juga dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh untuk membuat konten yang lebih menarik dan engaging, serta meningkatkan visibilitas dan branding UMKM mereka. Program ini juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan mereka dalam membantu pelaku UMKM di Kecamatan Pondok Aren. Program PkM ini perlu dilanjutkan secara berkala untuk membantu lebih banyak UMKM di Kecamatan Pondok Aren dalam meningkatkan branding dan penjualan mereka melalui Instagram
Efektivitas Penggunaan Lampu Celup Dalam Air (Lacuda) Modifikasi Pada Alat Tangkap Bubu Lipat di Perairan Galesong Utara
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan lampu celup dalam air (Lacuda) modifikasi jenis LED terhadap hasil tangkapan. Manfaat penelitian ini diharapkan sebagai tambahan informasi dan pengembangan ilmu dalam penggunaan teknologi pencahayaan pada alat tangkap bubu lipat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2021 di Perairan Galesong utara, Kabupaten Takalar. Metode penelitian adalah experimental fishing dan melakukan pemasangan Lacuda LED dengan warna yang berbeda pada setiap bubu yakni: hijau, merah, putih, dan ungu dengan pengamatan 21 kali trip menggunakan umpan ikan peperek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tangkapan bubu lipat pada Lacuda LED hijau 29,51% (18 ekor), merah 18,03% (11 ekor), putih 21,31% (13 ekor), dan ungu 31,15% (19 ekor). Jenis hasil tangkapan bubu lipat berdasarkan jenis kelamin rajungan (Portunus pelagicus) pada Lacuda LED hijau adalah jantan 28.57% (8 ekor) dan betina 30.30% (10 ekor), lacuda LED berwarna merah jantan 17.86% (5 ekor) dan betina 18.18% (6 ekor), lacuda LED berwarna putih jantan 17.86% (5 ekor) dan betina 24.24% (8 ekor), dan Lacuda LED berwarna ungu jantan 35.71% (10 ekor) dan betina 27,27% (9 ekor). Penggunaan lacuda LED modifikasi termasuk efektif khususnya menggunakan warna ungu, hal ini juga menandakan bahwa rajungan memiliki ketertarikan terhadap cahaya (fototaksis positif) tertentu
Inkorporasi karagenan dan kitosan sebagai bahan dasar edible film untuk kemasan jajanan tradisional baje
Baje adalah jajanan manis dari ketan, kelapa parut, gula pasir, dan gula merah, merupakan produk pangan yang sangat mudah mengalami penurunan kualitas karena pengaruh lingkungan, kimia, biokimia dan mikrobiologi. Bahan pengemas baje selama ini menggunakan kulit jagung kering atau daun pisang kering yang sifatnya hanya menutupi atau membungkus produk, tidak memberikan penampilan yang menarik dan tidak mampu melindungi produk dari kontaminasi, sehingga dibutuhkan kajian ilmiah atau karya inovasi bahan pengemas yang sesuai dengan produk baje. Bahan pengemas makanan yang berasal dari plastik banyak digunakan namun mempunyai kekurangan yaitu tidak dapat dihancurkan secara alami (non-degradable), akibatnya terjadi penumpukan limbah plastik yang menjadi penyebab pencemaran lingkungan. Untuk mengatasi masalah ini salah satunya dengan menggunakan kemasan plastik yang ramah lingkungan diantaranya edible film. Tujuan penelitian mengetahui perbandingan karagenan dan kitosan pada edible film yang memiliki karakteristik terbaik serta pengaruhnya terhadap produk jajanan tradisional selama penyimpanan. Penelitian terdiri atas dua tahap yaitu menentukan perbandingan karagenan dan kitosan pada edible film terbaik berdasarkan karakteristik fisik fungsionalnya, tahap ke dua aplikasi edible film pada jajanan tradisional baje selama 10 hari penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan A dengan rasio karagenan dan kitosan 10:90 merupakan perlakuan terbaik dengan karakteristik ketebalan 0,048 mm, solubility tes 40,85%, kuat tarik 1,56 (N/mm2), elongasi 11,2%. Aplikasi edible film pada produk baje mampu memperpanjang daya simpan dibandingkan produk baje yang tidak dikemas, dengan angka kapang dan khamir serta kadar asam lemak bebas hingga hari ke-10 masih memenuhi syarat mutu berturut-turut sebesar 14 koloni/gram dan 0,078% b/b
Pengaruh Suhu Terhadap Lama Penetasan dan Daya Tetas Telur Ikan Mas (Cyprinus carpio)
Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana suhu mempengaruhi lama penetasan dan daya tetas telur ikan mas (Cyprinus carpio). Penelitian yang dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan jenis rancangan percobaan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Rancangan penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan yaitu perlakuan K sebagai kontrol (tanpa menggunakan lampu), perlakuan A (lampu bohlam putih 15 watt), perlakuan B (lampu bohlam putih 20 wat), perlakuan C (lampu bohlam putih 25 watt). Setiap perlakuan dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan. Selama penelitian berlangsung parameter yang diamati adalah kualitas air (suhu, pH, dan DO), lama penetasan dan daya tetas telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan C adalah yang terbaik; menggunakan lampu 25 watt pada 32°C, perlakuan C menghasilkan daya tetas telur ikan mas 100%
Pengelolaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Ikan Danau Tempe Berbasis Kearifan Lokal
Kearifan lokal merupakan warisan budaya nilai-nilai dari satu nenek moyang ke generasi selanjutya yang berkaitan antara manusia dan alam. Kearifan lokal dalam bentuk hukum adat yang diadopsi secara turun temurun oleh masyarakat nelayan Danau Tempe dianggap memiliki peran penting dalam melestarikan ekosistem yang ada diperairan Danau Tempe. Disisi lain tak bisa kita pungkiri bahwa perubahan sosial tentu akan membawa dampak terhadap perubahan budaya di Masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk kearifan lokal dan aspek-aspek yang mempengaruhi. Peran kearifan lokal terhadap pelestarian sumber daya ikan Danau Tempe Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2023 dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bentuk-bentuk kearifan lokal yaitu: Maccera tappareng, maduppa wai, elong bale larangan menangkap ikan pada malam jumat, larangan membawa dua parewa pakkaja (alat tangkap), larangan bertengkar di danau, larangan menangkap di wilayah tertentu, larangan menyeberangkan mayat di danau, larangan menangkap ikan tanpa penutup kepala, serta larangan bermesraan dua orang muda-mudi
Cheilomenes sexmaculata Fabricius (Coleoptera: Coccinellidae) kandidat agens pengendali hayati Aphis gossypii Glover (Hemiptera: Aphididae) dan kutu daun lain pada tanaman cabai
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan C. sexmaculata pada ekosistem pertanaman cabai, mempelajari biologi C. sexmaculata, dan mempelajari preferensi serta kemampuan memangsa C. sexmaculata. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Random Sampling. Ukuran keanekaragaman yang digunakan yakni indeks keanekaragaman spesies Shannon-Wienner dan indeks kemerataan Simpson. Pengujian biologi dan demografi C. sexmaculata dengan mangsa A. gossypii. Pengamatan tanggap fungsional dan preferensi C. sexmaculata disusun dalam rancangan faktorial dengan 2 faktor dan 5 ulangan. Faktor pertama yakni pemaparan mangsa ke C. sexmaculata dengan kerapatan yang berbeda yaitu 10, 20, 30, 40 dan 50 individu, faktor kedua jenis mangsa yakni A. gossypii, A. craccivora, dan M. persicae. Data dianalisis dengan uji sidik ragam dan uji lanjut Tukey pada taraf 5%. Pada penelitian ini ditemukan sebanyak 10 spesies Coccinellidae predator. Spesies yang paling melimpah yakni C. sexmaculata. Lama hidup C. sexmaculata sejak stadium telur hingga menjadi imago yakni 29,43 ± 4,71 hari. Perkembangan larva terdiri dari empat instar, masa perkembangan instar I sampai IV berturut-turut yakni 1,72 ± 0,21; 1,74 ± 0,31; 2,30 ± 0,46; dan 2,46 ± 0,40 hari. Keperidian imago betina C. sexmaculata yakni 123,44 ± 15,03 butir selama 13,50 ± 2,12 hari. Laju pemangsaan C. sexmaculata berbeda tidak nyata pada tiga jenis mangsa yang dipaparkan. Berdasarkan analisis regresi logistik diketahui C. sexmaculata memperlihatkan tanggap fungsional tipe I terhadap A. craccivora dan tipe III pada mangsa M. persicae dan A. gossypii. Temuan ini membuktikan secara biologi C. sexmaculata sebagai kandidat agens pengendali hayati A. gossypii dan kutudaun lain yang potensial
Performa maturasi dan pemijahan induk udang vaname (Litopenaeus vannamei Boone) yang diberi pakan suplementasi natur-E sebagai sumber α-tokoferol
Permasalahan yang dihadapi oleh unit pembenihan udang adalah kualitas induk dan kualitas telur yang rendah, yang merupakan bagian dari performa reproduksi dan produktivitas induk. Kualitas induk dapat ditingkatkan melalui perbaikan kualitas pakan. Peningkatan kualitas pakan dengan metode yang praktis dan ekonomis sangat diperlukan untuk memacu performa reproduksi induk udang vaname. Suplementasi Natur-E sebagai sumber α-tokoferol yang murah dikombinasi dengan metode aplikasi yang mudah menjadi solusi yang ekonomis dan praktis bagi unit pembenihan udang vaname. Metode suplementasi adalah kapsul Natur-E dilarutkan di dalam air hangat kemudian dicampur dengan potongan cumi-cumi sebagai pakan induk. Induk diberi pakan dengan dosis 30–50 % dengan frekuensi 5 kali per hari. Parameter performa maturasi dan pemijahan diukur selama 29 hari masa produksi. Hasil pengukuran menunjukkan hasil sangat baik, yaitu maturation rate 70–93 %, mating rate 29–65 %, spawning rate 56–100%. Suplementasi Natur-E sebagai sumber α-tokoferol pada pakan dapat memacu pematangan gonad, pelepasan telur, dan produktivitas induk udang vaname. Ketersediaan induk yang memiliki performa maturasi dan pemijahan yang baik merupakan faktor penentu produktivitas dan keberhasilan unit usaha pembenihan udang vaname. Hasil kajian ini dapat menjadi rujukan bagi unit-unit pembenihan udang skala kecil dan menengah sebagai salah satu cara alternatif yang ekonomis dan praktis untuk meningkatkan produktifitas induk udang vaname
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI (Oryza sativa L) MENGGUNAKAN BERBAGAI SISTEM TANAM PADA VARIETAS YANG BERBEDA
Rice is the most important food crop in Indonesia. Indonesian people use rice as a daily staple, because rice contains a source of sugar and energy. The aim of the research is to determine the planting systems, varieties and interactions between planting systems and varieties that provide the highest growth and production in rice plants. This research uses a 2 factor factorial design, the first factor is the planting system which consists of 3 treatments: 20 x 20 cm tile planting system, 25 x 25 cm tile planting system, and 2 row legowo planting system: 1, the second factor is Variety (V) which consists of 2 treatments, namely the Ciherang Variety and the Mekongga Variety. The observation parameters are plant height, number of tillers, number of productive tillers, number of perennial seeds, weight of permalai seeds, weight of 1000 grains, and weight of grain per unit. The research results showed that the Jajar Legowo 2:1 planting system gave the highest average number of tillers, namely 24.8 stems, and the highest number of productive saplings with an average of 18.9 stems. The Ciherang variety has a higher plant height and number of perennial seeds than the Mekongga variet
Pengenalan Sinbiotik sebagai Supplements Untuk Ternak Unggas di Sekolah Alam Le Cendekia Gowa
Sinbiotik merupakan suplemen tambahan yang mendukung proses efisiensi pakan dalam sebuah peternakan ayam lokal, karena bakteri baik yang terkandung mampu mengoptimalkan proses penyerapan nutrisi. Penyampaian materi kepada siswa bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai manfaat dari sinbiotik sebagai suplemen tambahan kepada ternak ayam KUB. Kegiatan dilaksanakan di Sekolah Alam Le Cendekia Kab. Gowa yang dihadiri oleh sisa sebagai peserta dan juga guru sekolah. Penyampaian informasi menggunakan dua metode yakni metode ceramah mengenai pengenalan sinbiotik dilanjutkan dengan pemutaran video demonstrasi pembuatan sinbiotik disertai dengan sesi diskusi singkat. Di akhir kegiatan, tingkat pemahaman peserta dievaluasi melalui pengisian kuesioner berisi soal yang terdiri dari dua bagian: 1) Pemahaman tentang sinbiotik; dan 2) Teknis Pengaplikasian sinbiotik. Sebesar 71,43% responden menjawab benar pada bagian 1, dan 63,33% menjawab benar pada bagian 2. Materi mengenai sinbiotik pada ternak ayam KUB melalui media video mampu dipahami oleh peserta ditandai dengan hasil evaluasi pengukuran tingkat pemahaman peserta setelah pemberian materi
Sosialisasi Proses Desalinasi di Pokdarwis Lantebung Kota Makassar
Desalinasi merupakan proses penghilangan kadar garam dari air laut atau air payau agar dapat menjadi air tawar. Istilah ini sudah lama dicetuskan namun belum diketahui oleh banyak orang termasuk anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lantebung. Masyarakat Lantebung dilaporkan telah mengalami kesulitan air bersih sejak lima tahun terakhir, sementara pesisir Lantebung terbentang sepanjang 9,69 km. Sehingga kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan terkait proses desalinasi, pemanfaatan air hasil desalinasi, dan pengembangan Ekowisata Mangrove Lantebung. Diketahui bahwa Ekowisata Mangrove Lantebung telah mendapatkan anugerah sebagai Desa Wisata dan menjadi salah satu dari 75 Desa Wisata terbaik berkelas dunia yang ada di Indonesia. Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama dari tiga kegiatan utama yang dilaksanakan pada Tanggal 12 Oktober 2024 di rumah Ketua Pokdarwis Lantebung di Lantebung Kelurahan Bira Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar, dan mengusung tema Sosialiasi Proses Desalinasi. Sosialiasi dibutuhkan sebagai sarana transfer ilmu dari pemateri ke peserta, dimana terdapat enam materi inti yang disampaikan oleh enam pemateri dari disiplin ilmu yang berbeda yakni Perbedaan Air Laut dan Air Tawar; Pengantar Desalinasi; Manfaat Desalinasi untuk Kegiatan Budidaya Ikan; Budidaya Ikan Lele dalam Ember; Pengembangan Ekowisata Mangrove Lantebung; dan Marine Debris. Peserta terlihat sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan tidak sabar untuk mengikuti kelanjutan kegiatan in