Jurnal Online Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
Not a member yet
411 research outputs found
Sort by
Analisis pendapatan usahatani padi sawah dengan teknologi Jajar Legowo di Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur
Jajar Legowo merupakan salah satu teknologi budidaya padi sawah dengan cara mengatur jarak tanam. Teknologi jajar legowo dibeberapa daerah sudah diadopsi dan diharapkan dapat meningkatkan produksi dan produktivitas khususnya usahatani padi sawah. Keuntungan sistem tanam jajar legowo adalah meningkatkan populasi tanaman. Sistem Jajar Legowo menempatkan semua baris tanaman berada di pinggir barisan sehingga tanaman memperoleh cahaya matahari dan sirkulasi udara lebih baik. Hal itu berpengaruh pada jumlah anakan yang lebih banyak, malai yang lebih bagus dan bulir padi yang lebih banyak sehingga produktivitas meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya pendapatan usahatani padi sawah dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani dengan teknologi jajar legowo. Penelitian dilaksanakan di Desa Rantau Fajar, Kecamatan Raman Utara pada bulan Februari hingga Maret 2023. Penelitian menggunakan data primer dan sekunder dengan melibatkan 40 petani sebagai responden. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya pendapatan usahatani padi sawah sebesar Rp 11.804.366 per hektar. Hasil analisis kelayakan usaha ditunjukkan dengan nilai R/C ratio yang lebih besar dari 1 yaitu 2,61. Artinya, usahatani dengan jajar legowo di lokasi penelitian layak untuk diteruskan. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usahatani padi sawah adalah biaya benih, biaya pupuk, biaya tenaga kerja, produksi dan harga jual gabah
Penggunaan pupuk komersil dan organik terhadap laju pertumbuhan rumput laut Eucheuma spinosum di kebun bibit rumput laut Desa Angkue, Kabupaten Bone
Rumput laut merupakan komoditas yang kini tengah digalakkan pemerintah guna mendongkrak cadangan devisa negara. Rumput laut juga merupakan salah satu rangkaian produk unggulan bernilai ekonomis yang dapat menggerakkan sektor ekonomi mulai dari petani, produsen, pengolah, dan diakhiri dengan pelanggan. Sehubungan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan rumput laut dan kualitas rendemen bobor yang dipelihara dengan dosis pupuk berbeda dengan lama perendaman 6 jam kemudian dipelihara di laut. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni hingga Juli di Desa Angkue, Kabupaten Bone. Penelitian ini tergolong penelitian eksperimen dengan metode Rancangan Acak Lengkap melalui 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan harian tertinggi terdapat pada perlakuan B (cair) dengan hasil 5.74%, dan pertumbuhan harian terendah pada perlakuan D (kombinasi) dengan hasil 3.28%. Kemudian untuk pertumbuhan mutlak tertinggi terdapat pada perlakuan B (cair) dengan hasil 107.67 gram, dan terendah pada perlakuan D (kombinasi) dengan bobot 46.33 gram. Dan bobot basah tertinggi pada perlakuan B (cair) 138.89 gram, terendah pada perlakuan D (kombinasi) 85 gram. Untuk bobot kering tertinggi pada perlakuan 39.67 gram, dana terendah pada perlakuan C (kotoran sapi) 32.33 gram
Manajemen Rantai Pasok pada Produk Kopi (Studi Kasus: PT. Rolas Nusantara Mandiri Surabaya)
Persaingan bisnis di Indonesia saat ini mengalami kemajuan yang pesat. Perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor jasa, perdagangan, manufaktur, dan agroindustri saling bersaing untuk bertahan dan menjadi yang terbaik. Salah satu Badan Usaha Milik Negara di Indonesia yang mempunyai perkebunan kopi sendiri dan menyediakan bahan baku kopi setengah jadi adalah PTPN 12, bahan baku kopi setengah jadi tersebut kemudian diolah oleh anak perusahaannya yaitu PT. Rolas Nusantara Mandiri. Untuk meningkatkan kinerja manajemen rantai pasok, terlebih dahulu harus diidentifikasi manajemen rantai pasok perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi manajemen rantai pasok produk kopi PT. RNM. Metode analisis penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan data primer hasil wawancara terhadap 3 responden yaitu Kepala Divisi Pemasaran, Kepala Divisi Produksi, dan Kepala Divisi Akuntansi dan SDM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku arus barang, arus keuangan dan informasi mengenai produk kopi PT. RNM yaitu: a) Supplier yaitu PTPN 12, b) Manufacture yaitu PT. RNM, c) Retailer dan d) Konsumen akhir. Saluran pemasaran yang digunakan PT. RNM untuk mendistribusikan produk kopinya yaitu saluran pemsaran tingkat pertama. Aktivitas rantai pasok yang terjadi pada supplier, manufacture dan retailer berjalan dengan baik dan tanpa adanya hambatan yang berarti
Pemberdayaan masyarakat melalui rekayasa teknologi budidaya ikan Nila sistem bioflok di Kabupaten Pangkep
Produksi ikan air payau/tawar Sulawesi Selatan selama periode tahun 2013 sampai 2016 mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun dengan pertumbuhan hanya sekitar 27,40%, jika dibandingkan dengan komoditas udang sebesar 72,60%. Keterbatasan lahan air payau/tawar untuk budidaya dan tingginya permintaan konsumsi ikan nila bagi masyarakat merupakan variabel yang sangat mendukung dalam implementasi teknologi bioflok sebagai teknologi akuakultur intensif yang berwawasan lingkungan. Metode yang digunakan adalah tatap muka, melalui kegiatan sosialisasi dan penyuluhan. Para pembudidaya ikan nila di kelurahan Pundata Baji tersebut, mengikuti kegiatan pengabdian dengan antusias dan aktif. Kegiatan sosialisasi dan penyuluhan bersifat dua arah, sehingga peserta dapat melakukan diskusi jika ada hal yang kurang dimengerti atau ada hal yang perlu mendapatkan penjelasan/pemahaman lebih mendalam terkait manfaat dari teknologi bioflok ini, bagi petani yang sudah pernah mencobanya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan akan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat khususnya para pembudidaya ikan nila terkait manfaat teknologi bioflok sebagai salah satu alternatif teknologi budidaya perikanan intensif yang berwawasan lingkungan
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI MICROGREENS PAKCOY PADA JENIS MEDIA TANAM DAN PUPUK ORGANIK CAIR URIN SAPI
Plant media and nutrition are key faktors in plant growth, including pakchoy microgreens. This research aims to determine the effect of the type of planting media and the dose of cow urine liquid organic fertilizer on the growth of pachoy microgreens. This research was structured using a factorial Randomized Group Design (RGD). The first factor is that the planting media consists of 3 levels, namely: cocopeat (M1), husk charcoal (M2) and cocopeat + husk charcoal (M3). The second factor is the dose of liquid organic fertilizer from cow urine cinsisting of 2 levels, namely a doses of 25 ml/L (D1), 50 ml/L (D2) and a control using water (D0). The research results show that media treatment and liquid organic fertilizer had a significant effect on the fresh weight to microgreens, but had No. significant effect on germination time, emergence of cotyledons and 100% germination. The use of cocopeat media without the applicaation of liquid organic ferlitizwer gave a better response compared to the application of liquid organic fertilizer. Husk charcoal medai, mixed media of husk charcoal and cocopeat with the aplication of 25 ml/L liquid organic fertilizer gave a better response than without the application of liquid organic fertilizer. The use of cocopeat media shoud not be accompanied by the application of liquid organic fertilizer
PEMANFAATAN FITOHORMON UNTUK PRODUKSI BIBIT KENTANG (Solanum tuberosum L.) SEHAT MELALUI KULTUR JARINGAN
Tissue culture is the primary method of propagating potato plants for the development of superior, pathogen-free seeds. One of the most critical aspects influencing tissue culture performance is the presence of growth hormones in the planting media. This study investigated the use of phytohormones found in coconut water as an alternative for pricey synthetic growth hormones. The purpose of study is to determine the optimal coconut water concentration for increasing potato seed growth and production potato plantlet. Explants were cut from potato plantlets and planted aseptically in Murashige and Skoog media, with coconut water added at varying concentrations as treatment. The experiment was designed using a completely randomized design, and the experimental data were analysed using analysis of variance and additional honest significant difference tests. The results showed that the treatment had a significant effect on the parameters of sprouting speed and root length, but not on the parameters of number of shoots, shoot height, and number of leaves. The 150 mg/l coconut water treatment resulted in the fastest micro shoots and the greatest number of leaves. The 100 mg/l coconut water treatment resulted in the highest number of shoots, shoot height, and root length. Based on these findings, it was determined that a coconut water concentration of 100 ml/l was more successful in promoting the growth and producing of potato plantlets than synthetic hormones, and therefore, may be recommended for developing potato tissue culture
PENGARUH APLIKASI BIOSTIMULAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera L) TERHADAP INDEKS TOLERANSI CEKAMAN PADI GOGO PADA BERBAGAI TINGKAT CEKAMAN KEKERINGAN
Upland rice is susceptible to drought stress in crops, especially on marginal lands. Utilisation of Moringa leaf extract as a biostimulant that is very rich in important compounds is expected to increase plant tolerance to drought stress. This study aims to see the effect of the application of moringa leaf extract as a biostimulant to increase the resistance of upland rice plants to drought stress based on the Stress Tolerance Index (STI) value. The experiment was a 2-factor factorial experiment in a Randomised Completely Block Design pattern of Split Plots Design. The main plot was drought stress consisting of three levels of percentage of Field Capacity (FC), namely 100%, 75%, and 50%. Subplots was the application of Moringa Leaf Extract consisting of four concentration levels: 0% (Control), 5%, 10%, and 15% MLE. The results showed that the application of MLE on upland rice plants at a concentration of 15% gave an average grain yield per hectare of 1445 Kg under moderate stress conditions, and the concentration of MLE gave a Stress Tolerance Index (STI) value of 1.59 under moderate stress and 1.16 under severe stress and both were in the Tolerant categor
Tingkat keramahan lingkungan alat tangkap perre-perre berdasarkan Code of Conduct for Responsible Fisheries
Alat tangkap perre-perre merupakan alat tangkap modifikasi yang menggunakan perahu sampan, serok dan alat bantu penerangan dengan hasil tangkapan berupa ikan teri (Stolephorus sp.) dan ikan tembang (Sardinella sp.) yang biasa digunakan oleh nelayan Sulawesi Selatan. Food Agriculture Organization merilis Code of Conduct for Responsible Fisheries yang menjadi acuan prosedur penangkapan ikan yang baik dan bertanggung jawab sebagai serangkaian kriteria bagi teknologi penangkapan ikan ramah lingkungan dan telah disepakati oleh banyak negara. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keramahan lingkungan alat tangkap perre-perre berdasarkan kriteria Code of Conduct for Responsible Fisheries. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan di Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar. Pengumpulan data dilakukan dengan metode Focus Group Discussion, survei lapangan, wawancara terstruktur dan studi literatur. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif kuantitatif dengan menguraikan data dalam bentuk tabel, gambar dan narasi. Kriteria Code of Conduct for Responsible Fisheries mencakup alat tangkap memiliki selektivitas tinggi; tidak merusak habitat biota lain; aman bagi nelayan; hasil tangkapan bermutu tinggi; tidak berbahaya bagi konsumen; minim terbuang; berdampak rendah terhadap biodiversitas; tidak berbahaya bagi spesies yang dilindungi; dan diterima secara sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat tangkap perre-perre tergolong alat tangkap ramah lingkungan dengan nilai bobot 30 yang memenuhi kategori skor 28-36 yang berarti sangat ramah lingkungan
Pengaruh Perbedaan Komposisi Bahan Baku Terhadap Analisa Sensori Produk Penyedap Rasa Terasi Ikan Peperek dengan Menggunakan Uji Pembedaan (Paired Test)
Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh perbedaan komposisi bahan baku terhadap analisa sensori produk penyedap rasa terasi ikan peperek. Produk penyedap rasa terasi ikan peperek adalah produk inovatif yang berpotensi untuk meningkatkan nilai tambah pada ikan peperek, sebuah sumber daya perikanan lokal yang cukup melimpah di daerah tertentu. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan menerapkan variasi komposisi bahan baku yang berbeda pada proses pembuatan produk. Analisa sensori dilakukan menggunakan panelis sebanyak 15 orang untuk mengevaluasi 3 atribut organoleptik yaitu aroma, rasa dan warna dengan menggunakan metode uji pembedaan (paired test). Hasil analisis sensori diharapkan dapat memberikan wawasan yang mendalam tentang preferensi konsumen terhadap variasi kompisisi produk penyedap rasa terasi ikan peperek. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan ilmiah yang signifikan dalam pengembangan produk pangan berbasis lokal dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan komposisi produk yang lebih disukai oleh konsumen
IDENTIFIKASI GEJALA SERANGAN HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN ANGGREK
Rian Orchid is an orchid garden that has a collection of various types of orchids in Tondobakaru Village, Mamasa Regency. One of the factors that hinders the growth of cultivated orchids is the presence of pests and diseases. The research was carried out with the aim of identifying symptoms of pest and disease attacks that usually attack orchid plant collections. The method used in this research was direct observation and interviews with orchid garden owners, then the data obtained was analyzed descriptively qualitatively. Observation results showed that there were 4 types of pests, namely whiteflies (Bemecia tabaci), mealybugs, elephant beetles (Orchidaphillus atherrimus) and leaf-eating beetles. Meanwhile, there were 3 types of disease symptoms found, namely Bacterial soft and brown rot, Bacterial Brown Spot, and Anthracnose