Jurnal Online Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
Not a member yet
    411 research outputs found

    Sosialisasi Teknologi Bioflok pada Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Di Kolam Beton/Terpal

    Full text link
    Udang Vaname merupakan salah satu sumberdaya alam di Indonesia yang mempunyai nilai ekonomis tinggi sebagai salah satu komoditas yang diunggulkan di sektor kelautan dan perikanan. Memiliki sasaran produksi, yaitu 29,20% dari total target produksi budidaya perikanan dengan kenaikan rata-rata produksi sebesar 12,18% per tahun (KKP., 2016). Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi yang menjadi sentra pengembangan udang Vaname di Indonesia. Selama kurun waktu 2016-2021, produksi udang Vaname sebesar 20.652 ton, mengalami fluktuasi produksi dari tahun ke tahun dengan pertumbuhan hanya sekitar 27,40 %, jika dibandingkan dengan komoditas rumput laut sebesar 72,60 % (KKP. Provinsi Sulawesi Selatan, 2017). Tujuan kegiatan ini yaitu untuk mensosialisasikan teknologi bioflok pada budidaya udang vaname di kolam beton/terpal. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu tatap muka, melalui kegiatan sosialisasi dan penyuluhan. Berdasarkan hasil evaluasi peserta kegiatan sosialisasi/penyuluhan menunjukkan bahwa sebagian besar (80%) petani pembudidaya udang vaname mengalami peningkatan pengetahuan dan pemahaman dalam rencana penerapan teknologi bioflok dalam kegiatan budidaya udang vaname pada kolam beton/terpal

    Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan Lokal melalui Olahan Lumpia Ikan sebagai Intervensi Gizi untuk Penurunan Stunting di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan

    Full text link
    Kurangnya inovasi dalam pemanfaatan ikan bandeng di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan mendorong perlunya diversifikasi produk olahan, seperti lumpia ikan untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Pangkejene dan Kepulauan (Pangkep). Tujuan dari Pengabdian kepada masyarakat ini  antara lain adalah membuat diversifikasi olahan ikan yang enak dan bergizi tinggi sehingga dapat membantu menurunkan kasus stunting di Kab. Pangkep. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat kabupaten pangkep terutama bagi ibu hamil, anak bayi dan balita. Serta dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga melalui usaha ekonomi produktif. Sasaran utama pengabdian pada masyarakat ini adalah masyarakat terutama ibu-ibu PKK dan majelis taklim, ibu hamil dan menyusui, remaja dan masyarakat usia produktif lainnya di Desa Bowong Cindea, Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Diversifikasi produk perikanan berbasis lumpia ikan dengan bahan baku ikan lokal menawarkan keunggulan gizi, kepraktisan, dan kemudahan dalam konsumsi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan hasil perikanan, mendukung peningkatan konsumsi protein ikan di masyarakat, serta mendorong pembentukan kelompok usaha yang dapat meningkatkan perekonomian Masyarakat dan tentunya dapat membantu dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Pangkep

    Prototipe Mesin Pengering Bak Pemanas Ganda dengan Kontrol Otomatis Arduino Uno Bertenaga Solar Sel untuk Rumput Laut

    Full text link
    Rumput laut merupakan komoditi ekspor dan salah satu program revitalisasi perikanan utama yang berperan penting dalam kesejahteraan masyarakat. Indonesia merupakan salah satu penghasil rumput laut Kappaphycus alvarezii terbesar di dunia, sehingga diperlukan pengembangan dalam hal penanganan rumput laut yang dihasilkan, terutama proses pengeringan. Riset ini dilaksanakan untuk mengetahui teknik perancangan dan pengaruh prototipe mesin pengering rumput laut sebagai mesin pengering buatan dalam meningkatan kualitas dan efisiensi pengeringan rumput laut di Pangkep. Proses pembuatan prototipe mesin pengering rumput laut dibagi menjadi beberapa tahapan diantaranya: persiapan perancangan, pengujian rangkaian alat pengering, Prototipe mesin pengering rumput laut yang dihasilkan kemudian dibandingkan dengan proses pengeringan rumput secara alami di bawah sinar matahari. Pada pengujian ini dilakukan sebanyak tiga kali pengujian dan memakai sampel rumput laut sebanyak satu kilogram (1 kg) untuk tiap pengujian. Pengeringan menggunakan prototipe mesin pengering bebas terhadap kotoran yang beterbangan. Rumput laut kering yang dihasilkan lebih bersih, dan lebih steril sedangkan pada pengeringan secara alami di bawah sinar matahari, kotoran yang beterbangan menempel pada permukaan rumput laut. Prototipe mesin pengering rumput laut yang dihasilkan membutuhkan waktu 5-6 jam hingga rumput laut kering sedangkan pengeringan secara alami di bawah sinar matahari membutuhkan waktu 3 hari atau sekitar 36-48 jam hingga rumput laut kerin

    Kajian Kajian Potensi UMKM Perikanan Kelompok Noh Tabuk di Kampung Kuler Taman Nasional Wasur Merauke Papua Selatan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam sektor perikanan, dengan fokus pada kelompok UMKM Noh Tabuk di Kampung Kuler, yang termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Wasur, Merauke, Papua Selatan. Penelitian ini dilaksanakan selama bulan Maret sampai April tahun 2023 dengan metode survei lapangan untuk mengumpulkan data primer dari anggota kelompok UMKM Noh Tabuk untuk mendapatkan wawasan tentang pengelolaan UMKM Noh Tabuk. Analisis data menggunakan analisis PESTEL (Political, Economic, Socio-cultural, Technological, Environmental, Legal). Hasil penelitian ini menggambarkan UMKM Noh Tabuk dapat dinilai dengan analisis PESTEL secara komprehensif. Faktor politik yang mendukung, kondisi ekonomi yang menguntungkan, dinamika sosial budaya, kemajuan teknologi, kelestarian lingkungan, dan kepatuhan terhadap kerangka hukum merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi lintasan pertumbuhannya. UMKM Noh Tabuk saat ini baru berjalan 2 tahun sejak tahun 2021 dengan 16 anggota aktif. Produk yang dihasilkan ada 2 (dua) jenis yaitu kerupuk ikan dan abon ikan. Faktor permodalan, perizinan dan pemasaran menjadi kendala utama sehingga pemangku kepentingan dapat mengidentifikasi peluang, mengatasi tantangan, dan mengembangkan strategi yang memanfaatkan potensi UMKM Noh Tabuk secara maksimal

    Aplikasi berbagai jenis bahan organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L.)

    Full text link
    Pengunaan bahan organik memiliki peranan penting untuk memperbaiki sifat fisik, biologi, maupun kimia tanah yang akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman mentimun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengungkap pengaruh aplikasi beberapa jenis bahan organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Penelitian ini menggunakan metode pot yang disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RKLT) dengan faktor tunggal. Jenis bahan organik digunakan sebagai faktor dalam penelitian ini yang terdiri atas kontrol - tanpa bahan organik, kompos jerami padi, kompos sekam bakar, kompos seresah daun, dan kompos kotoran sapi. Aplikasi masing-masing jenis bahan organik menggunakan dosis yang sama yakni 3 ton/ha. Pengulangan yang digunakan pada penelitian ini yaitu sebanyak empat kali dengan sampel pada masing-masing perlakuan sebanyak lima tanaman. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi bahan organik menyebabkan tanaman mengalami pertumbuhan panjang dan jumlah daun pada setiap minggunya. Lebih lanjut, aplikasi bahan organik juga berpengaruh nyata terhadap panjang akar saat 2 MST dan bobot buah per tanaman. Aplikasi kompos jerami padi dan kompos kotoran sapi menghasilkan akar terpanjang saat tanaman berumur 2 MST dan bobot buah per tanaman tertinggi, sedangkan kontrol dan aplikasi kompos seresah daun menghasilkan akar terpendek saat 2 MST dan bobot buah per tanaman terendah

    Potensi teknik proteksi silang terhadap jumlah stomata dan luas daun yang terinfeksi virus gemini pada tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.)

    Full text link
    Virus gemini merupakan salah satu organisme pengganggu tanaman yang menyerang beberapa komoditas sayuran termasuk tanaman cabai. Penyakit ini disebabkan oleh Pepper yellow leaf curl virus (PepYLCV) yang masuk dalam genus Begomovirus dari famili Geminiviridae. Penularan virus sangat efisien terjadi melalui perantara serangga vektor kutukebul (Bemisia tabaci) secara persisten. Penyakit virus gemini dapat menimbulkan kerugian yang besar bahkan gagal panen jika tanaman terinfeksi pada waktu masih sangat muda. Salah satu pengendalian virus gemini  yang efektif adalah dengan melakukan teknik proteksi silang. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kemampuan teknik proteksi silang untuk mengurangi keparahan penyakit virus gemini. Lokasi penelitian di Desa Wolasi, Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian dilaksanakan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 10 unit perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati adalah masa inkubasi virus gemini, jumlah stomata dan luas daun. Strain lemah mampu menekan laju infeksi strain kuat berdasarkan jumlah stomata dan luas daun sehingga teknik proteksi silang dapat mengurangi keparahan penyakit. Jumlah stomata pada setiap gejala bervariasi tergantung gejala yang ditimbulkan. Daun yang bergejala berat maka jumlah stomatanya lebih sedikit dibandingkan dengan daun yang bergejala sedang dan ringan. Luas daun yang diinokulasi virus dengan strain lemah dengan 1 dan 5 ekor serangga vektor yang disusul dengan virus strain kuat (proteksi silang) memiliki nilai tertinggi yaitu 875,93 cm2 dan 708,37 cm2 dibandingkan dengan luas daun yang diinokulasi virus dengan strain kuat dengan 1 dan 5 ekor serangga vektor yang disusul dengan virus strain lemah yang hanya memiliki nilai 563,50 cm2 dan 556,17 cm2

    RESPON TANAMAN PAKCOY TERHADAP PEMBERIAN POC REBUNG DAN MEDIA TANAM PADA HIDROPONIK SISTEM WICK

    No full text
    Pakcoy plants need nutrients like POC and organic growing media such as charcoal, cocopeat and sawdust to grow well. This research aims to determine the response of pakcoy plants (Brassica rapa L.) to various planting media with bamboo shoot POC at different concentrations, as well as the interaction between the two. This research was structured using a randomized block design (RAK) in factorial form, with the first factor being planting media using husk charcoal (M1), sawdust (M2) and cocopeat (M3), while the second factor was POC treatment which consisted of 4 doses, namely; 0 ml POC/100 ml water (D0), 20 ml POC/100 ml water (D1), 40 ml POC/100 ml water (D2), and 60 ml POC/100ml water (D3). Pakcoy plant variables observed were plant height, number of leaves, leaf area index, fresh weight of stover, wet weight of roots, and root length. The data analysis used was analysis of variance (ANOVA) with a confidence level of 95% (α 0.05) and α 0.01). If p ≥ α 0.05, then the BNJ 0.05 further test is carried out (5% confidence level). The results of the study showed that the interaction between the planting medium used and the POC dose of bamboo shoots only had a significant effect on the root length of pak choy plants in the combination of sawdust planting medium and POC 60 ml/100 ml water (M3D3), while the other parameters did not have a real impact. Partially, 99% of the best response of pakchoy plants was using charcoal husk planting medium (M1), while using POC bamboo shoots showed the best response was shown when using a POC dose of 60 ml/100 ml water

    SELF INCOMPATIBILITY PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.)

    No full text
    Self-incompatibility (SI) is a genetic mechanism which prevents self-pollination and encourages plant cross-pollination, but the mechanism has not been studied on oil palm. The article examines possibilities of SI mechanisms on oil palm which cause pollination failure. References which were published nationally (S2-S3) and internationally (Q1-Q4) were utilized. In general, plants have two types of SI: heteromorphic self-incompatibility (HetSI) and homomorphic self-incompatibility (HomSI). HetSI is caused by plants having morphologically different flower types, while HomSI occurs when plants have morphologically similar flowers. However, an SI mechanism is still regulated at the genetic level. Homomorphic SI can also be divided into two types based on the genetic determinants of pollen incompatibility: Gametophytic Self Incompatibility (GSI) and Sporophytic Self Incompatibility (SSI). In GSI, the SI mechanism is controlled by the genotype of the pollen itself, which is haploid, while in SSI, it is determined by the genotype of the plant tissue (sporophyte) that produces the pollen and is diploid. The S-locus regulates both types of SI with different mechanisms. In seedless oil palm plants, S-RNAse was found to play a role in the degradation of pollen tubes, SRK (S-receptor kinase), and SLG (S-locus glycoprotein), which are genes that regulate the HomSI mechanism in several plants. The presence of S-RNAse and genes in the S-locus raises the possibility of an SI mechanism in oil palms that produce seedless fruit. In addition, a mechanism of stenospermy and endosperm tissue abnormalities is thought to produce fruit with sterile seeds (without embryos) in oil palms. However, it is still being determined whether both are part of the SI response or not. So, further studies are needed to confirm this and give the new perspective

    Analisis Faktor-Faktor Produksi Pada Usahatani Padi Di Desa Sidorejo Kabupaten Bojonegoro

    Full text link
    Desa Sidorejo, yang terletak di Kabupaten Bojonegoro, dikenal sebagai daerah penghasil padi, namun menghadapi tantangan produktivitas yang lebih rendah dibandingkan dengan wilayah lain dan juga mengalami fluktuasi setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor produksi terhadap produksi padi di Desa Sidorejo, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro. Sampel diambil dengan metode Simple Random Sampling. Data primer didapat secara langsung dari 76 petani sebagai responden melalui wawancara dengan bantuan kuesioner sedangkan data sekunder diperoleh dengan penelusuran dokumen dari Balai Penyuluhan Kecamatan Padangan. Metode analisis menggunakan fungsi produksi Stochastic Frontier dengan Metode MLE menggunakan aplikasi Frontier 4.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi padi, sementara tenaga kerja (X5) memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap produksi padi. Benih (X3) memberikan pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap produksi padi, sementara pupuk (X2) dan pestisida (X4) memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap produksi padi

    Aplikasi kincir untuk menjaga kebutuhan oksigen dan meningkatkan produktivitas pada budidaya udang vaname secara intensif

    Full text link
    Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu komoditas perikanan yang banyak diminati oleh masyarakat, sehingga semakin meningkat permintaan akan udang vaname dari tahun ke tahun. Salah satu upaya untuk memenuhi permintaan tersebut yaitu dengan melakukan budidaya udang secara intensif. Budidaya udang vaname pada tambak intesitif sangat bergantung pada suplai oksigen, sehingga ketika tidak terpenuhi kebutuhan suplai oksigen maka muncul masalah seperti udang mudah stress, menurunnya daya tahan tubuh, dan bahkan jika suplai oksigen yang tinggi dapat berunjung pada kegagalan budidaya atau produksi udang menurun. Oleh karena itu, aplikasi kincir menjadi salah satu upaya untuk mengatasi berbagai masalah tersebut. Tujuan dilakukan studi ini untuk mengetahui tingkat konsumsi oksigen udang vaname pada tambak intensif. Metode pelaksanaan yang dilakukan yaitu menentukan jumlah kincir, penempatan kincir, pengaturan fungsi kincir, dan menyuplai oksigen dari kincir. Berdasarkan kegiatan aplikasi kincir pada tambak intensif dengan padat tebar 150 ekor/m², luas 476 m², dengan pemeliharaan selama 106 hari diperoleh berat rata-rata 22,37 gram/ekor, size udang 45,90, biomassa produksi 1620,50 kg, FCR 1,23 dengan SR 99,91%. Dengan demikian aplikasi kincir dapat menjaga kebutuhan oksigen dan meningkatkan produksi udang vaname pada tambak intensif

    393

    full texts

    411

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇