Jurnal Online Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
Not a member yet
    411 research outputs found

    PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) PADA JENIS DAN DOSIS LIMBAH PERTANIAN SEBAGAI MEDIA TANAM

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh empat jenis limbah pertanian yang digunakan sebagai media tananam dan dosis aplikasinya terhadap pertumbuhan bibit kakao. Penelitian dilaksanakan di Green House  menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama  jenis limbah pertanian dengan empat taraf  yaitu: Limbah kulit kopi (J1), Pupuk kandang sapi (J2), Sekam padi (J3), Serbuk gergaji (J4) dan faktor kedua pemberian dosis dengan tiga taraf yaitu  K1 (10%), K2 (20%), K3(30%). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), diameter batang (mm), bobot segar akar (g), bobot segar tanaman (g), bobot kering akar (g), bobot kering tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan limbah pertanian berpengaruh nyata terhadap jumlah duan, diameter batang dan berat kering bibit. Limbah kulit kopi menghasilkandiameter batang dan berat kering bibit kakao tertinggi dan berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Perlakuan dosis berpengaruh nyata terhadap bobot segar bibit kopi. Dosis 10 % (K1) menghasilkan bobot segar tertitinggi dan berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Penggunaan limbah kulit kopi dengan aplikasi dosis 10% pada media tanam dapat direkomendasikan untuk pembibitan kaka

    RESPONS BIBIT BATANG BAWAH KEMIRI SUNAN TERHADAP CAMPURAN MEDIA TANAM SUBSOIL DAN BIOCHAR

    Full text link
    Bibit batang bawah dengan karakteristik yang baik sebagai komponen dalam perbanyakan kemiri sunan secara grafting dipengaruhi oleh media tanam pembibitan. Ketersediaan topsoil sebagai media tanam pembibitan semakin menipis sehingga diharapkan campuran subsoil dan biochar dapat menjadi alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons bibit batang bawah kemiri sunan terhadap campuran media tanam subsoil dan biochar sebagai alternatif media tanam pembibitan. Percobaan dilakukan di Rumah Percobaan Laboratorium Kultur Terkendali Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan campuran media tanam subsoil dan biochar terdiri dari 2 jenis biochar, yaitu biochar sekam padi dan biochar tempurung kelapa. Biochar diaplikasikan pada 3 taraf dosis: 25 g/polibag, 50 g/polibag, dan 75 g/polibag. Campuran media tanam subsoil dan biochar sekam padi dengan dosis 50 g/polibag menunjukkan respon bibit batang bawah kemiri sunan yang cenderung baik pada terhadap tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun

    Analisa kualitas Crude Palm Oil (CPO) pada vacuum dryer di PT. Socfin Indonesia Kebun Seunagan

    Full text link
    Produk yang dihasilkan di pabrik kelapa sawit (PKS) PT. Socfin Indonesia Kebun Seunagan adalah minyak kelapa sawit kasar atau Crude Palm Oil (CPO) dan inti kelapa sawit (kernel). Proses pengolahan kelapa sawit melalui beberapa stasiun antara lain stasiun penerimaan buah, stasiun perebusan, stasiun penebah, stasiun pengempaan, stasiun pemurnian dan stasiun pengolahan biji. Dalam industri pengolahan minyak kelapa sawit faktor utama yang dapat menimbulkan kerusakan mutu minyak sawit yaitu kandungan air dan kadar asam lemak bebas (ALB) yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas CPO pada Vacuum dryer  di PKS PT. Socfin indonesia kebun Seunagan yang dilihat dari kadar ALB dan kadar air. Analisa kadar asam lemak bebas dilakukan dengan metode titrasi asam basa dengan menggunakan larutan standar NaOH 0.25 N, sedangkan analisa kadar air menggunakan metode gravimetri. Hasil perhitungan diperoleh rata-rata kadar asam lemak bebas (ALB) pada bagian atas yaitu 2,12%, lalu pada bagian tengah yaitu 2,21% dan pada bagian bawah yaitu 2,25%. Pada kadar air bagian atas dengan rata-rata yaitu 0,15%, lalu pada bagian tengah yaitu 0,19% dan pada bagian bawah yaitu 0,17% Hasil penelitian ini didapatkan bahwa dari analisa kadar asam lemak bebas, dan kadar air  telah memenuhi syarat pabrik PT. Socfin Indonesia Kebun Seunagan dan Standar SNI

    Pendampingan faktor faktor penyebab keterlambatan pembangunan Jembatan Karang Semanding Kabupaten Jember

    Full text link
    Keberlanjutan pembangunan infrastruktur yang berkembang dalam era saat ini berperan sangat penting untuk menunjang kegiatan sosial ekonomi masyarakat dalam menunjang perkembangan nilai perekonomian yang lebih baik ke depan, seiring sumber daya manusia yang terus berkembang khususnya infrastruktur jembatan. Jembatan di Karang Semanding ini sebagai alasan pemilihan lokasi dikarenakan terjadi keterlambatan pada progres berjalannya pembangunan  proyek yang dijadwalkan  mulai  pada tanggal 14 februari 2023  dan ditargetkan selesai pada tanggal 13 Juni 2023 namun  sampai tanggal 14 Maret 2023 pelaksanaan pekerjaan belum dimulai oleh pihak pelaksana yakni CV. Bima Putra Nusantara. Kegiatan pengabdian  ini dilakukan buat menganalisa faktor-faktor penyebab keterlambatan pada proyek pembangunan jembatan Karang Semanding. Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk memberikan pendekatan percepatan dalam hal mengejar keterlambatan pembanguan jembatan Karang Semanding Metode pada kegiatan ini adalah Pertama, pendampingan penentuan faktor-faktor penyebab keterlambatan pembangunan jembatan Karang Semanding dan teluk. Kedua, pendampingan pasca penentuan yaitu pembuatan kuesioner, mengolah data, menganalisis data yang telah di dapat dari kuesioner yang kemudian untuk ditarik kesimpulan dengan pendekatan uji indeks pengaruh, indeks frekuensi, dan indeks kepentingan. Hasil Pendampingan ini adalah dilakukan dari identifikasi faktor-faktor apa saja penyebab keterlambatan. Faktor penyebab keterlambatan pembangunan jembatan Karang Semanding dengan nilai indeks kepentingan tertinggi yaitu faktor teknis dengan nilai indeks kepentingan sebesar 48,1% dan pendampingan memberikan pendekatan percepatan terhadap keterlambatan pembangunan jembatan Karang Semanding yang menjadi acuan pengambilan keputusan pihak mitra yakni CV. Bima Putra Nusantara dalam bentuk pre-order material precast dan kuantitas dan kualitas pekerja yang harus ditambah

    Persiapan air media pemeliharaan dan monitoring kualitas air budidaya ikan Nila (Oreochromis niloticus) di Kelurahan Kallabirang Kecamatan Minasatene, Pangkep

    Full text link
    Budidaya ikan nila merupakan pilihan utama sebagian masyarakat Pangkep setelah budidaya udang dan ikan bandeng mengalami penurunan produksi karena kondisi perubahan salinitas yang rendah (<10 ppt) dan ikan nila adalah spesies air tawar yang dapat hidup dalam kondisi tersebut. Salah satu faktor penentu keberhasilan pada usaha budidaya ikan nila adalah persiapan air media dan monitoring kualitas air selama budidaya karena berpengaruh langsung terhadap sintasan dan pertumbuhan ikan nila. Namun, tidak semua petani pembudidaya memahami dengan baik tentang manajemen kualitas air pada usaha budidaya ikan nila. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah melakukan pembinaan berupa pendampingan kepada pembudidaya ikan nila tentang persiapan air media pemeliharaan dan nomitoring kualitas air selama pemeliharaan. Manfaat dari pendampingan ini adalah meningkatkan penghasilan dan pendapatan pembudidaya ikan nila dengan memaksimalkan potensi lahan yang dimiliki dengan cara pemantauan kualitas air. Hasil pemantauan kualitas air selama pemeliharaan didapatkan konsentrasi oksigen terlarut 4,57 mg/L, suhu 26,2oC,  pH 7,07, kecerahan 35 cm, warna air kolam hijau pekat, kisaran nitrit 0,035–0,044 mg/L dan kisaran nitrat 0,667–0,972 mg/L. Rendahnya oksigen terlarut serta konsentrasi nitrit dan nitrat yang tergolong tinggi berdampak terhadap pertumbuhan ikan nila

    Kelimpahan ikan glodok (Boleophthalmus boddarti Pallas 1770) pada ekosistem mangrove di ekowisata Lantebung Kota Makassar

    Full text link
    Ikan glodok merupakan ikan yang sangat unik yang hanya dapat ditemukan di daerah hutan mangrove. Ikan ini memiliki kemampuan merangkak di darat atau di akar mangrove, memiliki mata yang besar dan menonjol keluar dari kepalanya, serta memiliki otot pada pangkal sirip dada dimana sirip ini dapat ditekuk seperti lengan yang berfungsi untuk bergerak, melompat, dan merangkak. Sampai saat ini untuk Wilayah Sulawesi, ikan glodok teridentifikasi hanya ditemukan di Kota Manado, Kota Minahasa Utara, Kota Konawe, Kabupaten Sinjai, dan Pulau Muna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies ikan glodok yang mendiami mangrove Lantebung, mengetahui kelimpahan ikan glodok, serta mengetahui karakter parameter oseanografi habitat ikan glodok. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi dasar keberadaan ikan glodok di Ekowisata Mangrove Lantebung Kota Makassar. Penelitian ini dilakukan di dua stasiun berbeda dengan menggunakan katapel yang dikombinasikan secara visual selama tujuh hari berturut-turut dengan transek line berukuran 10x10 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya terdapat satu jenis ikan glodok yang mendiami mangrove Lantebung yakni Boleophthalmus boddarti, nilai kelimpahan tertinggi berada di stasiun dua yakni sebesar 0,73 ind/m2, dan nilai kelimpahan terendah berada di stasiun satu yakni sebesar 0,24 ind/m2. Hasil pengukuran parameter oseanografi memeroleh nilai suhu 30.5°C, salinitas 17 ppt, kecerahan 127.5, pH 8.35, kecepatan arus 0.04 m/s, dan tipe pasang surut campuran condong ke harian tunggal (Mixed tide prevailing diurnal tide)

    Agroteknologi dan Etika Pertanian dalam Implementasi Tata Kelola Sains di Pondok Pesantren

    Full text link
    Artikel ini bertujuan mendeskripsikan implementasi tata kelola sains agroteknologi di Pondok Pesantren Al Ittifaq Bandung, Jawa Barat. Pengembangan pertanian di Al Ittifaq tidak terlepas dari teknologi yang mendukungnya sehingga berpengaruh pada hasil pertanian. Fokus masalah penelitian ini pada dua hal yaitu agroteknologi dan etika pertanian, serta tata kelola sains di Al Ittifaq. Dua masalah tersebut dianalisis menggunakan metode kualitatif studi kasus dan kajian filsafat etika pertanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agroteknologi yang diterapkan menggunakan smart greenhouse berbasis Internet of Things (IoT), dan penggunaan komposter dengan bahan dasar mikroorganisme fermentasi alami untuk pupuk organik. Dari segi implementasi tata kelola sains di Pondok Pesantren Al Ittifaq termasuk manajemen lembaga pendidikan modern karena mengadaptasi ilmu dan teknologi untuk mencapai tujuan. Kesimpulannya, agroteknologi di Ponpes Al Ittifaq sesuai dengan kaidah filsafat etika pertanian, dan tata kelola sainsnya merepresentasikan aplikasi sistem adaptif terhadap teknologi

    Pemanfaatan limbah padi pada berbagai kegiatan budidaya tanaman di masyarakat tani Desa Pitusunggu

    Full text link
    Limbah tanaman padi seperti Jerami, sekam, dan dedak dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan budidaya dan diolah untuk menghasilkan produk yang bernilai ekonomi.  Untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kepeduliaan masyarakat terhadap penanganan limbah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat atau PKM pada wilayah masyarakat petani sawah.  Kegiatan PKM dilakukan secara bertahap meliputi kegiatan penyuluhan dan sosialisasi, demonstrasi atau praktik pemanfaatan dan pengolahan limbah, pendampingan dan evaluasi program.  Kegiatan pengabdian melibatkan beberapa kelompok tani sawah dan kelompok wanita tani sebagai mitra.  Setelah rangkaian kegiatan, diperoleh hasil berupa kepedulian dan usaha masyarakat tani di desa Pitusunggu yang telah mampu menangani limbah padi.  Sisa produksi tanaman padi yang sebelumnya bertumpuk di areal persawahan telah dimanfaatkan sebagai mulsa organik pada lahan budidaya sayur-sayuran, sebagai bahan media tanam tanaman hias, dan diolah menjadi pupuk organik.  Pemanfaatan dan pengolahan limbah padi tersebut masih terbatas pada penggunaan limbah pada kegiatan budidaya tanaman dan untuk kegiatan PKM selanjutnya, pengolahan limbah akan dilakukan untuk menghasilkan energi alternatif atau bahan bakar dari sekam dan pengolahan dedak menjadi campuran pakan ternak

    PENGARUH KOMBINASI NUTRISI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA MERAH (Lactuca sativa var. Lollorosa) PADA HIDROPONIK SISTEM WICK

    Full text link
    Lettuce is a plant whose leaves are taken to be used as vegetables or salad.  The purpose of this study was to obtain a combination of nutrients that can increase the growth and best yield of red lettuce (Lactuca sativa var. Lollorosa) with hydroponic wick system.  The research method used in this study was a single-factor Randomized Group Design (RAK) consisting of 7 treatments repeated 4 times.  The treatments applied were A (AB Mix 3.2 EC), B (AB Mix 1.5 EC + Bayfolan 6 ml), C (AB Mix 1.8 EC + Bayfolan 3 ml), D (AB Mix 1.2 EC + Bayfolan 9 ml), E (AB Mix 1.5 EC + POC 6 ml), F (AB Mix 1.8 EC + POC 3 ml), and G (AB Mix 1.2 EC + POC 9 ml).  Giving a combination of nutrients gives a real effect on the growth and yield of red lettuce plants (Lactuca sativa var. Lollorosa) at the age of 2 weeks after planting, 3 weeks after planting, 4 weeks after planting, 5 weeks after planting.  Number of leaves at plant age 3 weeks and 5 weeks.  Leaf area, root length, fresh weight of plants with roots, fresh weight of plants without roots.  Treatment E, namely AB Mix 1.5 EC + POC 6 ml, gave the highest results on plant height, which was 20.96 cm, root length of 26.94 cm, leaf area of 100 cm2, fresh weight with roots of 13.3 g, and fresh weight without roots of 11.49 g &nbsp

    EVALUASI KEBERADAAN DAN STATUS AMBANG EKONOMI Lepidiota stigma F. PADA BEBERAPA LAHAN KOMODITI PERKEBUNAN

    Full text link
    Lepidiota stigma is known as a major pest and very destructive in sugarcane plants and some plantation commodities such as cocoa, coffee, and oil palm plants. The research aimed to determine of the presence and status of L. stigma as an initial anticipatory step in control activities. This research was designed as quantitative descriptive research on four fields, namely cocoa plantations, coffee plantations, oil palm fields, and empty land (thatch). The sample structure and observations were made following a diagonal line, which the observations of L. stigma were carried out when digging holes at a depth of 5 cm, 10 cm, and 15 cm in the sample area at a size of 1 x1 m., and five samples were taken from each field. The average observation results were analyzed descriptively with reference to the economic threshold value. The research results showed that L. stigma was found on all types of lands with a status below the economic threshold.     ABSTRAK Hama Lepidiota stigma dikenal sebagai hama utama dan sangat merusak pada tanaman tebu dan beberapa komoditi perkebunan seperti kakao, kopi dan tanaman kelapa sawit. Penelitian bertujuan untuk melihat keberadaan dan status hama tersebut sebagai langkah antisipasi awal pada kegiatan pengendaliannya. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian kuantitatif deskriptif yang menggunakan empat lahan, yaitu lahan tanaman kakao, lahan tanaman kopi, lahan sawit dan lahan kosong (ilalang). Struktur dan pengambilan sampel mengikuti garis diagonal pada lahan, dimana  . pengamatan L. stigma dilakukan saat menggali lubang pada kedalaman 5 cm, 10 cm, dan 15 cm di dalam kuadran sampel pada ukuran 1 x 1 meter dan pada setiap lahan diambil sebanyak lima sampel.. Rerata hasil pengamatan dianalisis secara deskriptif dengan mengacu  pada nilai ambang ekonominya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa L.stigma ditemukan pada semua jenis lahan dengan status dibawah ambang ekonom

    393

    full texts

    411

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇