Jurnal Online Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
Not a member yet
    411 research outputs found

    Peningkatan Produksi Naupli Melalui Aplikasi Paprika (Capsicum annuum L.) Bubuk Pada Induk Jantan Udang Vaname (Litopeneaus vannamei)

    Full text link
    Permasalahan yang sering dihadapi dalam kegiatan pembenihan udang vaname yaitu produksi naupli rendah. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut dengan melakukan pemberian pakan bernutrisi pada induk. Pengkayaan nutrisi pada pakan dengan penambahan paprika bubuk dapat menjadi solusi untuk meningkatkan produktivitas induk. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat efisiensi aplikasi paprika bubuk pada induk jantan dalam meningkatkan produksi naupli udang vaname. Metode pelaksanaan yang dilakukan yaitu pemilihan induk, aklimatisasi, manajemen kualitas air, manajemen pakan, manajemen induk (ablasi, pemijahan, peneluran, penetasan, dan panen naupli). Pengumpulan data dilakukan dengan cara partisipasi aktif, observasi, wawancara dengan teknisi lapangan, dan penelitian literatur. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel dan grafik kemudian dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil yang diperoleh diketahui bahwa tingkat mating rate dan spawning rate induk udang vaname  yaitu 81,2%  dan  97,7%, dengan rata-rata produksi naupli yaitu 363.109 ekor naupli/ekor induk memijah/hari. Jumlah produksi naupli tersebut sangat tinggi, sehingga penggunaan paprika bubuk 5%/kg pakan cumi-cumi yang diberikan pada induk jantan sangat signifikan meningkatkan produksi naupli udang vaname

    Penilaian Sensori Nila Hitam Pada Suhu Rendah Yang Diawetkan dengan Larutan Fermentasi Air Cucian Beras

    Full text link
    Kendala yang muncul pada produk filet mendorong adanya penanganan yang tepat untuk meminimalkan kerusakan yang terjadi. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan daya simpan filet dengan penyimpanan suhu rendah yang dikombinasikan fermentasi air cucian beras dengan penambahan pengendali lingkungan (garam). Tujuan penelitian untuk menentukan konsentrasi garam sebagai pengendali lingkungan dalam fermentasi air cucian beras sebagai pengawet alami dalam mendapatkan daya simpan filet nila hitam yang maksimal pada suhu rendah. Metode yang digunakan untuk pengujian organoleptik dengan uji skoring. Hasil penelitian menunjukan bahwa fermentasi air cucian beras dengan penambahan konsentrasi garam 3% merupakan konsentrasi yang paling baik untuk mendapatkan daya simpan filet nila hitam yang maksimal pada suhu rendah dengan rata-rata hasil organoleptik yang diperoleh dari hasil penelitian terhadap kenampakan filet nila hitam berkisar 5,0 pada hari ke 10, aroma berkisar 5,4 pada hari ke 9, tekstur berkisar 5,0 pada hari ke 9, dan lendir berkisar 5,0 pada hari ke 9

    PENGARUH PEMUPUKAN BIO URIN KELINCI DAN NPK PADA VARIABEL VEGETATIF TANAMAN SORGUM (Sorghum bicolor L.)

    Full text link
    SRabbit urine can be used as organic liquid fertilizer for sorghum (Sorghum bicolor L.) because this plant require higher N nutrient than other nutrients. This study aims to obtain a combination of Rabbit Bio Urine (BUK) fertilizer concentration and NPK fertilizer dosage that can give the best results on the growth of sorghum plants (Sorghum bicolor L.). The research method used is a non-factorial Randomized Group Design (RAK) consisting of 6 levels, namely: P1 (BUK 0 ml/L + 100% NPK), P2 (BUK 41 ml/L + 80% NPK), P3 (BUK 27 ml/L + 80% NPK), P4 (BUK 18 ml/L + 80% NPK), P5 (BUK 9 ml/L + 80% NPK), and P6 (BUK 5 ml/L + 80% NPK). The application of rabbit bio urine fertilizer gives a real effect on the parameters of plant height and stem diameter at the age of 36 HST and 42 HST. In the parameter of the number of leaves, rabbit bio urine fertilizer and NPK gave no significant effect at all observation times. The P2 treatment (BUK 41 ml/L + NPK 80%) gave the highest results in the parameters of plant height at the age of 36 HST and 42 HST which amounted to 98,1 cm and 123,7 cm. In the parameter of stem diameter, the highest result was obtained by P1 (BUK 0 ml/L + NPK 100%) which amounted to 14,8 mm. .   Keywords : N Nutrient, Rabbit Urine Bio Fertilizer, Sorghu

    FORMULASI PUPUK ORGANIK LIMBAH KULIT KOPI DENGAN PENAMBAHAN TANAMAN PENGHASIL NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ROBUSTA (Coffea canephora L.)

    Full text link
    The increase in coffee production in Indonesia has resulted in an increase in by products in the form of coffee skin waste, which can be processed into organic fertilizer. The purpose of this study was to determine the formulation of organic fertilizer that gives the best effect on the growth of robusta coffee seedlings. This study used a Randomized Group Design (RDB) with the treatment of various formulations of coffee skin waste organic fertilizer with the addition of nitrogen producing plants, namely without coffee skin waste organic fertilizer (soil) or control (P0), coffee skin waste organic fertilizer without the addition of nitrogen-producing plants (P1), coffee skin waste organic fertilizer with the addition of babadotan plants (P2), coffee skin waste organic fertilizer with the addition of mucuna plants (P3) and coffee skin waste organic fertilizer with the addition of lamtoro plants (P4). The dose given per polybag was 300 grams/polybag. The nutrient content of the organic fertilizer formulation with the addition of lamtoro plants produced the highest nutrient content compared to the addition of mucuna and babadotan leaves, namely N by 1.88%, P by 0.50% and K by 3.14%. In the observed variables, namely plant height and stem diameter, the formulation treatment with the addition of lamtoro produced the highest plant height and largest plant diameter, but was not significantly different from the other treatments. The organic fertilizer treatment with the addition of lamtoro plants also produced the highest number of leaves and was significantly different from the soil treatment (control) and treatment with the addition of babadotan plants, but not significantly different from the formulation treatment with the addition of mucuna and treatment without the addition of nitrogen producing plants

    PENGARUH KONSENTRASI DAN INTERVAL WAKTU PEMBERIAN BIOSAKA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Strut)

    Full text link
    J Sweet corn (Zea mays saccharata Sturt) is a type of agricultural plant that produces a lot of carbohydrates. The aim of the research is to determine the effect of biosaka concentration, the effect of biosaka time interval, and the interaction between concentration and time interval of biosaka on the growth and production of sweet corn plants. 2 factor factorial design, the first factor is Biosaka concentration (K) which consists of 2 treatment levels, 40 ml/15L and 50ml/15L. the second group is Biosaka Time Interval (W) which consists of 3 treatment levels, once every 3 days, once every 6 days and once every 9 days. The observation parameters are plant height, number of leaves, flowering age, number of seeds per seed, number of rows per row, production per unit. The results showed that the height growth of sweet corn plants with the best average yield was 158.07 cm in the K2W1 treatment, the best average number of leaves was 11.33 in the K2W3 treatment, the average flowering age for the best yield was 50.33 in K1W2 treatment. The best sweet corn production yield was 4.97 in the K2W1 treatmen

    EFEKTIVITAS FORMULASI SILICA GEL SEKAM PADI DAN MINYAK ATSIRI SEREH WANGI TERHADAP HAMA KUMBANG BUBUK (SITOPHILUS ZEAMAIS) PADA PENYIMPANAN BENIH JAGUNG

    No full text
    Benih jagung yang disimpan seringkali mengalami penurunan mutu akibat peningkatan kadar air dikarenakan sifat benih yang higroskopis dan gangguan serangan hama kumbang bubuk Sitophilus zeamais yang dapat merusak benih. Silica gel dari sekam padi merupakan sebuah produk yang digunakan untuk mencegah kelembapan pada benih. Sereh wangi mempunyai tipe mekanisme pengendalian antiinsek, insektisidal, antifeedan, repelen, antifungal, antibakteri, dan berpotensi mengendalikan hama pada benih jagung. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji “Pengaruh Formulasi Silica gel dari limbah Sekam Padi dan Minyak Atsiri Sereh Wangi Terhadap Benih Jagung”. Penelitian dibagi menjadi beberapa tahapan diantaranya: tahapan pertama pembuatan abu sekam padi, pembuatan sol silica sekam padi, pembuatan paraffin aromatik minyak atsiri sereh wangi, pengemasan, dan analisis data. Tahapan kedua meliputi uji repelensi hama, populasi hama, kemerosotan bobot benih, kadar air benih, daya berkecambah, dan bobot kering kecambah normal. Formulasi minyak atsiri sereh wangi yang digunakan yaitu konsentrasi 10% dan 15%. Berdasarkan formulasi yang telah digunakan, formulasi silica gel dan konsentrasi minyak atsiri 15% cukup efektif dan berpengaruh nyata dalam mengurangi perkembangan populasi hama S. zeamais terhadap penyimpanan benih jagung dibandingkan control tanpa perlakua

    Adopsi pertanian berkelanjutan dalam usahatani jagung untuk adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di Desa Bonedaa

    Full text link
    Perubahan iklim yang terjadi akibat pengelolaan pertanian yang kurang bijaksana menunjukkan pentingnya penerapan praktik pertanian berkelanjutan di tingkat petani, salah satunya adalah petani jagung. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui tingkat adopsi petani terhadap pertanian berkelanjutan, dan (2) mengidentifikasi korelasi antara keaktifan petani terhadap adopsi inovasi dalam pertanian berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kuantitatif melalui wawancara terhadap petani responden dengan menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilakukan di Desa Bonedaa, Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo dengan jumlah responden sebanyak 60 petani jagung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pertanian berkelanjutan di Desa Bonedaa masih rendah karena hanya terdapat satu dari sembilan komponen penerapan pertanian berkelanjutan yang dianut oleh petani, yaitu minimalisir pembajakan lahan. Penyuluhan pertanian berperan penting dalam meningkatkan penerapan inovasi dalam penerapan pertanian berkelanjutan oleh petani jagung di Desa Bonedaa. Oleh karena itu, peningkatan kinerja penyuluh di Desa Bonedaa diperlukan agar petani dapat lebih paham terhadap pentingnya pertanian berkelanjutan dan dapat mengadopsinya, sehingga dapat meningkatkan upaya mitigasi perubahan iklim di masyarakat petani

    Penggunaan disinfektan sebagai upaya pencegahan penyakit pada Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) di Pulau Sabutung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan

    Full text link
    Ayam kampung unggul balitbangtan (KUB) merupakan ayam kampung galur baru yang berasal dari hasil seleksi genetik oleh tim peneliti Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Ayam ini memiliki keunggulan dalam konsumsi pakan yang lebih efisien, daya tahan tubuh yang baik, serta produksi telur yang lebih tinggi dibandingkan ayam kampung lain. Hal inilah yang menyebabkan usaha budidaya ayam KUB makin meningkat. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pemeliharaan ayam KUB. Selain faktor manajemen pemeliharaan meliputi perkandangan dan pakan, faktor kesehatan merupakan hal yang penting untuk diperhatikan, mengingat saat ini berbagai penyakit infeksius masih menjadi hal yang paling mengancam produktivitas ternak. Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan pemberian vaksinasi, vitamin dan sanitasi lingkungan. Sanitasi lingkungan merupakan hal yang paling sederhana dilakukan namun memberikan dampak yang luar biasa dalam pencegahan berbagai penyakit infeksius. Program sanitasi lingkungan dapat dilakukan dengan penyemprotan desinfektan pada kandang maupun peralatan sehingga hal ini menjadi salah satu program mencegahan penyakit pada budidaya ayam KUB. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan program penyuluhan pentingnya desinfektan sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit pada ayam KUB serta pemberian desinfektan dalam manajemen pemeliharaan dan budidaya ayam KUB. Kelompok sasaran dalam kegiatan ini adalah kelompok ternak di Pulau Sabutung, Kabupaten Pangkep karena daerah ini memiliki potensi yang baik dalam pengembangan bisnis ayam kampung. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan produktifitas ayam KUB selama masa pemeliharaan. Hal tersebut disebabkan karena berbagai upaya dari berbagai sektor dilakukan seoptimal mungkin sehingga kedepannya budidaya ayam KUB di Pulau Sabutung dapat menjadi sebagai salah satu prospek bisnis yang dapat dikembangkan

    UJI EFIKASI FUNGISIDA UNTUK PENGENDALIAN PENYAKIT HAWAR PELEPAH (Rhizoctonia solani Khun.) PADA TANAMAN PADI SECARA IN VITRO DAN IN VIVO

    Full text link
    Rhizoctonia solani Khun, is one of the fungi that causes important diseases in rice plants which can reduce rice production with a severity level of 6-52%. The aim of this research is to analyze the effectiveness of fungicide active ingredients in suppressing the development of R. solani disease. The research was carried out in March-July 2022. The method used was a Completely Randomized Design (CRD), in vitro testing was carried out with 10 treatments and 10 replications and in vivo testing was carried out in 9 treatments with 3 replications. Active fungicide treatments used: T1: Propinab 70%, T2: Trifloxystrobin 25% + Tebuconazole 50%, T3: Difenoconazole 250 g/l, T4: Azoxystrobin 200 g + Difenoconazole 125 g, T5: Difenoconazole 250 g, T6: Azoxystrobin 200 g + Difenoconazole 125 g/l, T7: Azoxystrobin 250 g/l + Difenoconazole 150 g/l, T8: Propiconazole 125% + Tricyclazole 400%, T9: Piraclostrobin 133 g/l + Epoxiconazole 50 g/l and T0= control without treatment. The parameters observed were calculating the mycelium diameter at 2 days after application (HSA) up to 14, calculating the percentage of attacks at 7 HSA1, 7 HSA2 and 14 HSA3. The results of the efficacy test showed that several fungicide active ingredients in controlling rice sheath blight (R. solani) in rice showed significant differences between treatments of fungicide active ingredients on the development of the pathogen. T2 active ingredient treatment: Trifloxystrobin 25% + Tebuconazole 50% provides the best efficacy test results in vitro and in vivo

    PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KANDANG SAPI DAN WAKTU APLIKASI Trichoderma sp

    Full text link
    Trichoderma sp and cow manure as biofertilation that supports the growth and production of horticultural and food crops.  The aim of the research is to determine the application time of Trichoderma sp on purple eggplant plants, to determine the interaction between the Trichoderma sp fungus and which dose of manure provides the best growth and production on purple eggplant plants. This research method was prepared based on a split plot design (SPD), with 12 treatment combinations, each treatment repeated 3 times so that there were 36 experimental units. The main plot is the dose of cow manure (p), consisting of 3 levels, namely, p1 (cow manure dose 500 g/polybag), p2 (cow manure dose 750 g/polybag), p3 (cow manure dose 1000 g/ polybag). The subplot is the application time of Trichoderma sp (a), consisting of 4 application times, namely, t0 (without Trichoderma sp), t1 (1 week before planting), t2 (at planting time), t3 (1 week after planting). The treatment of Trichoderma sp application time has no effect on the growth and production of purple eggplant plants due to the dose of Trichoderma sp is not optimal, giving a dose of manure 1000g.polybag is more effective than 750g.polybag and 500g.polybag on production (length and weight of fruit/plant) purple eggplant. The interaction between the dose of manure 500g.polybag with Trichoderma sp application time 1 week before planting gave the best effect on the growth of crown weight, root weight and production (length of fruit/plant) of purple eggplant &nbsp

    393

    full texts

    411

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇