Jurnal Online Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
Not a member yet
411 research outputs found
Sort by
Perubahan kondisi perekonomian pasca covid-19 berdasarkan produk domestik regional bruto (PDRB) pengeluaran di Provinsi Aceh
Di Indonesia pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) telah menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional, penurunan penerimaan negara, serta peningkatan belanja dan pembiayaan. Kondisi perubahan pelaku ekonomi dan penurunan harga komoditas juga berimbas pada penerimaan negara. Selain itu, di saat bersamaan, belanja negara harus naik untuk kesehatan, Bantuan sosial (bansos) dan membantu pelaku usaha agar tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran. Hal ini menyebabkan adanya Kondisi Perekonomian Pasca Covid-19 berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Pengeluaran di Provinsi Aceh. Tujuan penelitian untuk mengetahui perubahan kondisi perekonomian pasca Covid-19 berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pengeluaran di Provinsi Aceh. Objek penelitian adalah APBD Provinsi Aceh. Data yang digunakan adalah data cross section dengan metode panel data, periode waktu dari tahun 2021 sebagai tahun Covid 19 sampai dengan tahun 2022 sebagai tahun pasca covid 19 dari masing-masing data PDRB Pengeluaran. Analisis data mengunakan analisis kuantitatif dan analisis kualitatif dengan menggunakan pengujian hipotesis dengan paired sample test. Hasil penelitian bahwa pada tahun 2021 seiring dengan masyarakat yang mulai melakukan aktivitas perekonomian ditengah pandemi covid-19 yang sudah melandai, laju pertumbuhan kembali naik menjadi 2,79 persen serta kembali meningkat pada tahun 2022 menjadi 4,21 persen. terdapat perbedaan Kondisi Perekonomian Pasca Covid-19 berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Pengeluaran di Provinsi Aceh, dengan nilai sig. (2-tailed) 0.041 < 0.05. Penerapan PSBB (Pergerakan Sosial Berskala Besar) mempersempit pergerakan ekonomi dan kondisi berjalan normal setelah Covid-19 perekonomian mengalami peningkatan apalagi dalam hal Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Pengeluaran di Provinsi Aceh yang meningkat drastis
Analisis Kelayakan Finansial Usaha Pengolahan Rajungan di Kabupaten Bima
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha pengolahan rajungan di Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini merupakan studi kasus, yang telah dilaksanakan pada usaha pengolahan daging rajungan UD Lautan Mandiri, yang terletak di Desa Nggembe,Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Propinsi NTB selama 2 (dua) bulan yaitu Januari sampai Februar 2020. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatf dan data kualitatif. Sumber data adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan cara Observasi dan wawancara menggunakan kuisioner. Analisis data yang digunakan yaitu Net B/C ratio, Provitability Ratio (PR), Break Even Point (BEP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha pengolahan daging rajungan CV Berkat Asia di UD Lautan Mandiri Desa Nggrmbe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima dikatakan layak dari aspek finansial berdasarkan hasil Net B/C Ratio=3,65, Profitability Ratio (PR) =2,72, Adapun hasil Breank Event Point (BEP) yaitu BEP produk dan BEP harga Yaitu BEP produksi 21.281/kg dan BEP harga sebesar Rp. 110.42
Keywords: finansial, usaha, rajungan, proses, pengolaha
Analisis konsumsi pangan pada tingkat rumah tangga tani dalam mencapai diversifikasi pangan di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Pangan pokok yang dikonsumsi rumah tangga di Provinsi Sulawesi Selatan khususnya di Kabupaten Pangkep adalah beras sebagai sumber karbohidrat. Konsumsi beras menjadi konsumsi pangan yang paling tinggi dibandingkan dengan konsumsi pangan lainnya, hal ini terjadi karena beras selalu dikonsumsi sebagai makanan pokok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik konsumsi pangan rumah tangga tani, menganalisis tingkat diversifikasi pangan berdasarkan pola konsumsi pangan rumah tangga tani, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat diversifikasi pangan rumah tangga tani di Kabupaten Pangkep. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Pengambilan sampel rumah tangga tani dilakukan secara purposive dan populasi sasaran penelitian ini adalah semua rumah tangga tani yang ada di Kecamatan Mandalle, Kecamatan Segeri, dan Kecamatan Mar’ang, masing-masing kecamatan diambil 30 responden yang mewakili. Metode analisis yang digunakan adalah analisis karakteristik konsumsi pangan, analisis pola konsumsi pangan dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah tangga tani yang ada di Kabupaten Pangkep tergolong produktif dalam kategori umur 15-64 tahun, tingkat pendidikan tergolong rendah karena rata-rata lulusan SD, jumlah anggota keluarga rata-rata 3-4, pendapatan usaha tani umumnya berada di bawah Rp.18.000.000.00/tahun. Tingkat Konsumsi Gizi (TKG) dalam kategori kurang yakni hanya 74,65% dan untuk Angka Kecukupan Energi (AKE) berada pada kategori rendah yakni 51,32%. Faktor yang sangat berpengaruh terhadap tingkat diversifikasi konsumsi pangan rumah tangga tani adalah jumlah anggota keluarga
Pencegahan Perundungan pada Anak-Anak Sekolah Dasar dengan Sosialisasi Anti Bullying Dunia Pendidikan
Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal memiliki tujuan untuk menyelenggarakan proses pembelajaran secara efektif dan berkualitas guna menghasilkan siswa yang unggul serta berperan penting dalam mendukung perkembangan anak. Namun masih banyak siswa yang belum mencapai perkembangan optimal. Salah satu faktor yang menghambat kemajuan mereka adalah adanya kasus perundungan (bullying) di sekolah. Dampak negatif dari kasus bullying pada anak usia sekolah korban dapat mengalami konsekuensi jangka panjang. Bagi anak yang melakukan bullying cenderung akan terus mengulang perilaku tersebut hingga dewasa, sementara korban bullying akan terus menderita efek yang berlangsung lama seperti merasakan stres, depresi, kebencian terhadap pelaku, dendam, keinginan untuk keluar dari sekolah, rasa malu, tertekan, terancam, dan kebencian terhadap lingkungan sosialnya. pencegahan terkait bullying didunia pendidikan salah satu caranya yakni dengan melakukan program sosialisasi ke sekolah-sekolah oleh praktisi dengan keilmuan yang relevan dan kompeten. Sosialisasi dilaksanakan di SD Negeri 52 Kota Prabumulih pada kelas 5 dengan peserta 18 siswa yang terdiri dari 8 siswa laki-laki dan 10 siswa Perempuan. Tingkat pemahaman siswa terhadap tindakan perundungan diukur melalui pre-test dan post-test dimana hasilnya menunjukkan adanya peningkatan persentase nilai post-test tentang pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan mengenai perundungan. Hal ini dapat disimpulkan bahwa sosialisasi berhasil dilakukan dalam upaya pencegahan bullying di lingkungan sekolah, dan dapat dilakukan secara berkelanjutan pada seluruh kela
Analisis Faktor Eksternal dan Internal Pemasaran Produk Stik Rumput Laut Koperasi Cahaya Onemelangka di Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi
Pendapatan terhadap usaha produk stik rumput laut Eucheuma cottoniii yang tidak menentu atau stabil sehingga terancam akan terjadi kemunduran usaha yang disebabkan keterlambatan atau tidak terjadinya pembaharuan dari segi pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi pemasaran produk stik rumput laut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskritif kualitatif dengan metode survei dan wawancara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei – Juni 2023. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor eksternal peluang yang berpengaruh terhadap pemasaran produk stik rumput laut adalah masyarakat menyukai produk stik rumput laut, tingginya dukungan pemerintah untuk pengembangan usaha, peluang besar usaha untuk dikembangkan sedangkan faktor ancaman yang berpengaruh adalah produk mudah ditiru, tuntutan izin BPOM dan Label Halal, berdirinya pesaing yang memproduksi dalam jumlah dan rasa yang beragam. Selanjutnya faktor internal kekuatan yang paling berpengaruh adalah harga jual relatih stabil, tersedianya bahan baku yang mudah didapat, harga produk yang bersaing sedangkan faktor kelemahan adalah kemasan kurang menarik, produk tidak bervariasi, merek tidak sesuai
Analisis Kondisi Oseanografi dan Tutupan Karang di Pulau Barrang Lompo dan Pulau Barrang Caddi, Kota Makassar
Keberadaan ekosistem karang sangat bergantung terhadap kondisi oseanografi suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi hidrooseanografi dan tutupan karang di Pulau Barrang Lompo dan Pulau Barrang Caddi yang termasuk di wilayah Kota Makassar. Metode penelitian menggunakan penelitian survei dengan melakukan pengambilan data oseanografi secara insitu (kecerahan, arus, gelombang, suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut) dan eksitu (TSS, Nitrat, Fosfat) sedangkan pengamatan kondisi tutupan karang diamati dengan metode Underwater Photo Transect. Analisis data oseanografi dilakukan dengan membandingkan hasil pengamatan dengan baku mutu (Lampiran VIII PP 21/2022) sedangkan data tutupan karang dianalisis untuk menentukan kondisi tutupan karang hidup. Hasil analisis menunjukkan kondisi oseanografi di Pulau Barrang Lompo dan Pulau Barrang Caddi sesuai dengan baku mutu air laut untuk biota karang. Kondisi tutupan karang hidup di Pulau Barrang Lompo berkisar 37,87% - 66,13% termasuk kategori Sedang hingga Baik sedangkan di Pulau Barrang Caddi berkisar 11,07% - 32,47% termasuk kategori Rusak hingga Sedang. Hasil analisis PCA menunjukkan bahwa parameter oseanografi yang berkaitan erat dengan kondisi tutupan karang yaitu fosfat dan kecepatan arus
Dinamika kelembaban tanah antar tanaman durian (Durio zibethinus) pada sistem irigasi tetes tanah bertekstur ringan
Kelembaban tanah permukaan memainkan peran kunci dalam siklus hidrologi karena mengontrol fluks air antara tanah, vegetasi, dan atmosfer. Selain itu, pengetahuan tentang kelembaban tanah sangat dibutuhkan dalam banyak studi pertanian dan aplikasi yang berkaitan dengan pengelolaan irigasi. Sistem irigasi tetes merupakan salah satu alternatif teknologi aplikasi irigasi. Penerapan sistem irigasi ini mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air pada lahan kering. Penggunaan air irigasi tetes pada tanaman hanya di sekitar daerah perakaran saja. Tetesan irigasi di daerah perakaran tanaman dapat menekan aktivitas tanaman pengganggu. Kebutuhan air di daerah perakaran berbeda pada setiap tanaman. Komunitas ilmiah telah dengan jelas mengakui pentingnya kelembaban tanah sebagai masukan untuk aplikasi ilmu bumi, mengembangkan pendekatan dan teknik baru untuk pemantauan, pemodelan, dan penggunaan data kelembaban tanah. Pada penelitian ini kebutuhan air irigasi diterapkan pada tanaman durian. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pola kelembaban tanah pada tanaman durian. Kelembaban tanah mempunyai dua pengertian yang berbeda, sebagai kelembaban volumetris (θ) dan kelembaban gravimetris (w). Penentuan besarnya kebutuhan air bagi tanaman secara teliti pada umumnya terbentur pada kesukaran untuk mendapatkan hasil pengukuran yang teliti di lapangan. Kelembaban tanah pada hasil pengukuran berkisar antara 0.228 (cm3.cm-3) hingga 0.699 (cm3.cm-3)
Pengenalan Material Beton Sebagai Terumbu Buatan (Artificial Reef) Pelindung Pantai di Desa Empange Kabupaten Pangkep
Pantai merupakan daerah penyangga terhadap bahaya tsunami, gelombang pasang, banjir dan erosi. Secara garis besar wilayah pantai mempunyai aspek penyediaan ekologi, penyangga bahaya dan pemanfaatan oleh manusia. Degradasi dari habitat pantai dapat menyebabkan terjadinya penurunan fungsi pantai sebagai pertahanan alami dan meningkatnya risiko banjir. Salah cara atau metode yang digunakan untuk melindungi pantai adalah dengan terumbu karang buatan (artifisial reef). Terumbu karang buatan adalah struktur buatan yang dirancang untuk meniru fungsi ekologis terumbu karang alami. Mereka memainkan peran kunci dalam melindungi garis pantai dari abrasi laut, menyediakan habitat bagi kehidupan laut, serta meningkatkan keanekaragaman hayati. Material yang sering digunakan dalam pembuatan terumbu karang buatan adalah beton. Beton merupakan campuran dari semen, pasir, kerikil, dan air yang sangat kuat dan tahan terhadap korosi. Sifat-sifat ini membuatnya menjadi pilihan utama untuk struktur bawah air yang memerlukan ketahanan jangka panjan
Pengaruh Lama Perendaman Kalium Nitrat (KNO3) Terhadap Perkecambahan Benih Kopi Robusta (Coffea canephora L.) Varietas Hibiro 1
Budidaya tanaman kopi sering dihadapkan pada kendala benih yang mengalami masa dormansi pada saat proses perkecambahan akibat dari kulit benih yang keras sehingga air dan oksigen sulit menembus kulit benih dan menghalangi embrio benih. Perlakuan yang dapat digunakan untuk melunakkan kulit benih kopi yang keras salah satunya yaitu perendaman menggunakan kalium nitrat (KNO3). Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman kalium nitrat (KNO3) terhadap perkecambahan benih kopi robusta. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Green House Politeknik Negeri Jember pada tanggal 10 Agustus sampai dengan 9 Oktober 2023. Rancangan kegiatan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial, dengan lima taraf perlakuan yang digunakan yaitu empat perlakuan perendaman benih kopi robusta menggunakan larutan KNO3 konsentrasi 0,5% selama 18 jam, 21 jam, 24 jam, 27 jam, dan satu perlakuan perendaman benih kopi robusta menggunakan aquades selama 24 jam. Parameter yang diamati yaitu daya kecambah, laju perkecambahan dan tinggi hipokotil. Hasil dari kegiatan ini diketahui bahwa Kalium Nitrat (KNO3) yang digunakkan sebagai perlakuan berpengaruh terhadap semua parameter yang diamati. Lama perendaman KNO3 yang efektif terdapat pada perlakuan P3 yaitu lama perendaman KNO3 0,5% selama 21 jam efektif berdasarkan daya kecambah benih kopi robusta. Perlakuan P5 yaitu lama perendaman KNO3 0,5% selama 27 jam efektif berdasarkan laju perkecambahan dan tinggi hipokotil benih kopi robusta
Identifikasi spesies mangrove menggunakan perangkat Unmanned Aerical Vehicle (UAV) di Kawasan Konservasi Mangrove Lantebung
Ekosistem magrove berperan penting menjaga kestabilan ekologi wilayah pesisir. Selain fungsi ekologi, ekosistem mangrove juga berkontribusi terhadap kegiatan ekonomi utamanya bagi masyarakat nelayan. Kawasan Konservasi Mangrove Lantebung merupakan satu-satunya lokasi green belt di pesisir Kota Makassar sehingga pembaharuan informasi terkait kondisi mangrove di kawasan perlu senantiasa dipantau. Keberadaan teknologi Unmanned Aerical Vehicle (UAV) atau lebih dikenal drone memudahkan kegiatan pemantauan kondisi lingkungan suatu kawasan dari udara. Penelitian yang dilakukan bertujuan mengidentifikasi spesies mangrove beserta luasannya masing-masing yang terdapat di Kawasan Konservasi Mangrove Lantebung. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan menggunakan teknologi UAV yang digerakkan secara melintang mengikuti pola bentangan mangrove. Berdasarkan citra UAV diperoleh 2 spesies mangrove di Kawasan Konservasi Mangrove Lantebung diantaranya Rhizophora sp dan Avicennia sp dengan luasan masing-masing Rhizophora sp (5,156 Ha), Avicennia sp (11,728 Ha) dan total luasan tutupan kanopi mangrove adalah 16, 884 Ha